Senin, 31 Mei 2010

Fakta-Fakta Unik, Lucu Dan Menarik Tentang Nazi Jerman (Bagian 7)


Léon Degrelle adalah pahlawan perang Jerman yang menerima medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (padahal ia "hanyalah" sukarelawan asing asal Wallonie Belgia!). Dia terkenal sebagai seorang pemberani dan apa adanya. Suatu waktu para rekrutan baru dari Wallonie dikirim ke medan perang di Estonia tanpa sepengetahuannya (pada saat itu Degrelle sedang minta izin pulang ke Belgia untuk menghadiri pemakaman saudaranya Edouard). Ketika Degrelle mengetahuinya, dia begitu marah dan memutuskan untuk berangkat kembali ke front. Dia lalu mengadakan pembicaraan dengan staff dari Reichsführer-SS melalui radio untuk memberitahu mereka. Pada saat itu ada perintah langsung dari Führer (yang sangat memperhatikannya) bahwa Degrelle jangan dulu bertindak atau menyerang musuh sebelum upacara pemakaman selesai. Mari kita ikuti pembicaraan yang kemudian terjadi:
Degrelle: "Dengan atau tanpa izin, aku akan berangkat ke front depan di Dopat (Estonia)."
Staff Reichsführer-SS: "Kalau berbuat seperti itu, kamu akan diajukan ke pengadilan militer!"
Degrelle: "Mengirimkan rekrutan baru setelah hanya 4 hari latihan ke front depan juga patut untuk diajukan ke pengadilan militer."
Staff Reichsführer-SS: "...Baiklah, lakukan apa yang kau mau."

"nice" conversation! :)


General der Infanterie Anton Grasser lahir dan meninggal di tanggal yang sama! Dia lahir tanggal 3 November 1891 di Bossendorf, dan meninggal tanggal 3 November 1976 di Stuttgart


Oberleutnant Walter Ohmsen (1911-1988) dari unit artileri pantai Kriegsmarine menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam Pertempuran Normandia tahun 1944 setelah dengan berani memerintahkan tembakan artileri kawannya diarahkan ke bunkernya sendiri yang saat itu sudah dikepung oleh US Rangers! Tembakan artileri tersebut efektif dan dia bersama dengan anakbuahnya berhasil lolos, walaupun menderita luka-luka. Uniknya, dalam acara penganugerahan Ritterkreuz untuk dirinya, medalinya terlambat datang sehingga untuk keadaan darurat ini dipakailah Eisernes Kreuz II. klasse yang dikalungkan di leher!

Foto ini memperlihatkan Theodor "Teddy" Wisch di bulan September 1941, tak lama setelah menerima Ritterkreuz. Perhatikan Ritterkreuz-nya yang tampak lebih kecil dari ukuran biasanya bukan? Menurut buku sejarah divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler karangan Rudolf Lehmann, disebutkan bahwa ketika "Funkspruch" (berita radio) resmi tentang penganugerahan medali tersebut sampai ke markas besar divisi yang berada di front depan, maka para anggota Leibstandarte segera berimprovisasi membuat medali sementara sebelum medali aslinya datang. Medali itu adalah medali Eiserne Kreuz II klasse. Apakah medali "imitasi" tersebut yang tampak di foto di atas?

Dalam foto ini diperlihatkan perwira SS Theodor "Teddy" Wisch (pangkat terakhir: Brigadeführer), Rudolf "Rudi" Lehmann (pangkat terakhir: Standartenführer) dan yang lainnya memberi hormat kepada General der Panzertruppe Erhard Raus (4. Panzer Armee) ketika sang jenderal akan berangkat kembali ke markas besarnya setelah menyelesaikan kunjungan ke pos komando Wisch. Hari itu, 13 Desember 1943, bertepatan pula dengan ulang tahun Wisch. Tak lama setelah Raus mampret, kepala tukang roti disana yang bernama Robert Arthecker meletakkan sebuah kue ulang tahun yang indah di atas meja dalam ruangan pos komando. Tiba-tiba terdengar tembakan meriam tank di luar yang mengagetkan semuanya! Naluri militer membuat mereka berserakan mencari senjatanya masing-masing dan bersiap untuk bertempur. Hal pertama yang dilakukan oleh Rudi Lehmann adalah bersegera menuju ke kue ultah dan memindahkannya ke tempat yang aman setelah sebelumnya melompat dari jendela! Hanya beberapa detik kemudian situasi menjadi jelas: Sturmbannführer Herbert Kuhlmann (Kdr. I./Pz.Rgt.1) telah memerintahkan sebuah Panther yang diparkir di luar untuk memberikan tembakan "penghormatan" demi memperingati perayaan ultah Teddy! Ketika semuanya menjadi tenang kembali setelah sebelumnya shock, Rudi Lehmann balik kembali ke sebuah gubuk tempat ia menyimpan kue ulang tahun dan datang ke para perwira Waffen-SS yang sudah berkumpul dengan senyum mengembang dan kue yang masih utuh berada di tangannya!


Pada bulan September 1941 Jagdgeschwader 27, yang bertempur di front Afrika bersama Erwin Rommel, menerima hibah dua ekor singa dari kebun binatang Berlin. Singa itu dinamakan Simba dan Caesar. Hanya berselang beberapa bulan kemudian, kedua singa tersebut dikembalikan lagi ke Berlin. Penyebabnya? Adanya ketakutan bahwa kurangnya pasokan daging akan membuat singa-singa tersebut memangsa salah satu dari pilot JG 27!


Sumber :
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille, The Life Story Of The Star Of Africa" oleh Franz Kurowski
www.asisbiz.com
www.wehrmacht-awards.com

Miniatur Sturmgeschütz III Ausf F/8

Lengkap dengan bendera Jerman saat itu (Swastika)


Ada yang tahu dari unit mana StuG ini berasal?


Telah menghancurkan 3 buah tank musuh (lihat garis putih di laras meriamnya). Dan perhatikan tulisan ERIKA di samping. Penulisan nama perempuan (pacar/istri) merupakan hal yang umum bagi para awak panzer Jerman, untuk menambah semangat saat di medan tempur dan sebagai pengingat pada sang terkasih di kampung halaman


Dilihat dari depan


Fungsi kotak itu buat apa ya? Peralatan?


Yup, betul... Para kru-nya sendiri merupakan figur miniatur penuh yang dapat dipasang di dalam StuG ataupun diberdirikan di luar


Sumber :
www.treefrogtreasures.com

Foto Heinz Guderian

Heinz Guderian muda sebagai seorang Leutnant di Hannoversches Jäger-Bataillon Nr. 10, di fotodi Bitsch (Swiss) tahun 1908. Dari tahun 1901 s/d 1907 dia mengikuti pelatihan di berbagai sekolah militer, dan pada akhirnya mendarat di unit yang disebutkan sebelumnya, yang dikomandani oleh ayahnya sendiri, Friedrich Guderian. Setelah mengikuti akademi perang di Metz, dia lulus sebagai seorang Leutnant (Letnan Dua) tahun 1908


Keluarga Guderian di tahun 1910. Dari kiri ke kanan: Heinz Wilhelm Guderian (17 Juni 1888 - 14 Mei 1954), ayahnya Friedrich Guderian (3 Agustus 1858), adiknya Fritz Guderian (2 Oktober 1890), dan ibunya Clara Kirchhoff (26 Februari 1865 - Maret 1931). Heinz kemudian menikah dengan Margarete Goerne tanggal 1 Oktober 1913 dan dikaruniai dua orang putra: Heinz-Günter Guderian (23 Agustus 1914 - 25 September 2004) dan Kurt Guderian (17 September 1918)


 Para pendiri Panzertruppen Jerman berfoto bersama di Zossen bulan November 1933: #1.Generalleutnant Oswald Lutz (Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Dijuluki sebagai "Bapak Motorisasi Angkatan Darat", pangkat terakhir: General der Panzertruppe); #2.Oberst i.G. Heinz Guderian (Chef des Stabes der Inspektion der Verkehrstruppen. Dijuluki sebagai "Pencipta Panzertruppe", pangkat terakhir: Generaloberst); #3.Major i.G. Walther Nehring (Ia Erster Generalstabsoffizier Inspektion der Kraftfahrtruppen. Terkenal sebagai perwiranya Rommel di Afrika. Pangkat terakhir: General der Panzertruppe); #4.Major Josef Harpe (Kraftfahr-Lehr-Stab Zossen. Peraih Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, pangkat terakhir: Generaloberst); #5.Hauptmann Wilhelm Conze (Chef 1.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya menjadi komandan Panzer-Regiment 33, pangkat terakhir: Generalmajor); #6.Hauptmann Wolfgang Thomale (Chef 2.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, pangkat terakhir: Generalleutnant); #7.Major Hermann Breith (Kommandeur II.Abteilung / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Peraih Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, pangkat terakhir: General der Panzertruppe); #8.Oberleutnant Werner Mildebrath (Chef 6.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, pangkat terakhir: Oberst); #9.Hauptmann Traugott Köhn (Leiter Schießlehrgang Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya menjadi komandan Panzer-Regiment 3, pangkat terakhir: Oberst); #10.Oberleutnant Joachim von Wilcke (Stabsoffizier in Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya menjadi Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 5, pangkat terakhir: Oberst); #11.Oberleutnant Joachim Martin (Adjutant der Kommandeur Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya terbunuh di Afrika tanggal 27 Mei 1942 sebagai komandan II.Abteilung / Panzer-Regiment 5, pangkat terakhir: Oberstleutnant); #12.Oberleutnant Ebert (Chef 1.Lehr-Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen, pangkat terakhir: Oberstleutnant); dan #13.Oberleutnant Henning (1.Lehr-Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen)


 Para anggota Inspektion der Kraftfahrtruppen Reichswehr berfoto bersama di tahun 1933. Duduk dari kiri ke kanan: Major i.G. Walther Nehring (Ia Erster Generalstabsoffizier Inspektion der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir General der Panzertruppe), Generalleutnant Oswald Lutz (Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir General der Panzertruppe), dan Oberst i.G. Heinz Guderian (Chef des Stabes der Inspektion der Verkehrstruppen. Pangkat terakhir Generaloberst). Berdiri dari kiri ke kanan: Major Hermann Breith (Kommandeur II.Abteilung / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Pangkat terakhir General der Panzertruppe), Hauptmann Bruno Ritter von hauenschild (Kompaniechef di 7. [Bayerische] Kraftfahr-Abteilung. Pangkat terakhir Generalleutnant), Hauptmann Sebastian Fichtner (Kompaniechef di 7. [Bayerische] Kraftfahr-Abteilung. Pangkat terakhir Generalleutnant), Hauptmann Hero Breusing (Stabsoffizier di Inspektion der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir Generalmajor), von Fichte (pekerja sipil di Inspektion der Kraftfahrtruppen), Hauptmann Paul-Hermann Werner (Stabsoffizier di Inspektion der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir Oberst), Punt (pekerja sipil di Inspektion der Kraftfahrtruppen), dan Rittmeister Walther von Hünersdorff (Ib Quartiermeister Inspektion der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir Generalleutnant)


 
Heinz Guderian berbincang-bincang dengan seorang pejabat partai Nazi (kanan). Dari seragam yang dipakainya, kemungkinan besar si pejabat NSDAP berpangkat Kreisleiter dengan insignia topi model baru serta lencana model lama (1934-1938). Armband yang dikenakannya masih pola lama dan belum mempunyai hiasan khusus seperti yang dikeluarkan kemudian, karenanya amanlah bila mengira bahwa foto ini diambil sebelum Perang Dunia II. BTW, medali yang dikenakan si Kreisleiter adalah U-Boots-Kriegsabzeichen peninggalan Perang Dunia Pertama, yang menandakan bahwa dia adalah veteran Kaiserliche Marine (Angkatan Laut Kekaisaran Jerman)



Penentuan garis demarkasi antara Jerman dan Uni Soviet di Polandia yang dihadiri oleh General der Panzertruppe Heinz Guderian, Kommandierender General XIX. Armeekorps (motorisiert) di kanan, dan perwakilan Komisar Politik Tentara Merah, Borowieński (September 1939)


General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert])menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman bersama sekutu sementaranya dari Soviet di Brest-Litovsk tanggal 22 September 1939. Dari kiri ke kanan : Generalleutnant Mauritz von Wiktorin, Heinz Guderian, dan Brigadir-Jenderal Semen M. Krivoshein. Ironisnya, Krivoshein sendiri merupakan keturunan Yahudi!


Heinz Guderian menerima box Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes langsung dari tangan Adolf Hitler dalam upacara pembagian medali untuk para perwira tinggi Jerman yang berprestasi dalam invasi ke Polandia. Upacara tersebut diadakan di Reichskanzlei (Berlin) tanggal 27 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division). Dua nama terakhir kemudian dihukum mati karena melakukan upaya kudeta terhadap Hitler tanggal 20 Juli 1944! Setelah Olbricht sebenarnya masih ada lagi enam orang penerima lain tapi tidak terlihat dalam foto ini. Berurutan: Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division), Oberleutnant Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division), dan Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division)


Heinz Guderian

Heinz Guderian di bulan Mei 1940


General der Panzertruppe Heinz Guderian berada di pos komandonya, sebuah mittlerem Funkpanzerwagen (Sd.Kfz. 251/6), dalam penyerbuan Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah bulan Mei 1940, sementara di latar depan mesin enigma terlihat sedang digunakan oleh para operator (funker). Sebagai fotografer adalah Sonderführer Erich Borchert dari Propaganda-Kompanie (PK) OKW


Salah satu foto terkenal dari Heinz Guderian yang memperlihatkan ia sedang melihat melalui teropong gunting


Heinz Guderian sedang mempelajari peta Front Barat dalam Operasi Fall Gelb, bulan Juni 1940




Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Foto ini memperlihatkan Hitler menyalami para Generaloberst baru yang diangkat pada hari yang sama. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (punggung menghadap ke kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Selanjutnya adalah orang-orang yang naik pangkat menjadi Generaloberst: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Friedrich Dollmann (tidak kelihatan, Oberbefehlshaber 7. Armee), General der Kavallerie Ewald von Kleist (tidak kelihatan, Kommandierender General XXII. Armeekorps [motorisiert]), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (bersalaman dengan Hitler, Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps). Uniknya, para Generaloberst baru (dari Halder sampai Hoth) berdiri sesuai susunan senioritasnya! Generaloberst lain yang diangkat di hari yang sama tapi tidak kelihatan dalam foto ini adalah (sesuai urutan dari kiri ke kanan setelah Hoth): General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps), General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armeegruppe XXI), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Artillerie Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres). Total ada 14 Generaloberst baru!


Dua orang Generaloberst : Heinz Guderian dan Hermann Hoth saling bercanda satu sama lain, sehari sebelum Operasi Barbarossa (invasi Jerman ke Uni Soviet)


Heinz Guderian berdiri di samping SdKfz 251/6, Juli 1941


Generaloberst Heinz Guderian bersama para perwiranya dalam Operasi Barbarossa musim panas tahun 1941. Dari kanan ke kiri: Heinz Guderian (komandan Heeresgruppe Guderian), Generalleutnant Hans-Jürgen von Arnim (komandan 17.Panzer-Division), General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (komandan XXXXVII.Armeekorps), tidak diketahui, dan Generalmajor Walther Nehring (komandan 18.Panzer-Division). Untuk identifikasi yang terakhir (Nehring) baru 80% pasti (dikarenakan gambarnya yang tidak terlalu jelas), dengan kemungkinan lainnya adalah Oberst Rudolf Bamler (Kepala Staff XXXXVII.Armeekorps)


Generaloberst Heinz Guderian di atas mobil staff Horch 40 dengan bodi Cabrio dalam foto tertanggal 13 Juli 1941. Tanggal ini merupakan puncak Pertempuran Smolensk dan empat hari sebelum penganugerahan Eichenlaub #24 untuk sang jenderal (17 Juli 1941)


Heinz Guderian difoto bulan Juli 1941 waktu lagi hot-hotnya Operasi Barbarossa. Dalam foto ini dia sudah mengenakan Eichenlaubnya yang didapatkannya tanggal 17 Juli 1941 sebagai Generaloberst und Befehlshaber der Panzergruppe 3

Seorang bintara memberi hormat kepada Heinz Guderian di wilayah tengah Rusia, 3 September 1941. Foto ini juga muncul dalam buku "Das War Guderian" karya Horst Scheibert halaman 111 dan menyebutkan bahwa perwira pemberi hormat tersebut bernama Leutnant Hohnstetter, sementara cowok berkumis di belakang Guderian adalah Oberfeldwebel Volker. Pada awalnya saya mengira bahwa orang yang berdiri di belakang Guderian adalah Hyazinth Graf Strachwitz von Groß-Zauche (pangkat terakhir Generalleutnant), sang "Panzergraf", tapi ternyata bukan. Untunglah buku Scheibert memberi kejelasan! :)


Heinz Guderian sedang berbincang masalah strategi dengan Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge (duduk) di Front Timur, Agustus 1941. Jenderal Luftwaffe yang berdiri di antara Guderian dan Kluge adalah Walther von Axthelm (pangkat terakhir: General der Artillerie)


Heinz Guderian dalam perjalanan menghadiri rapat staff di pos komando Jerman di Rusia, Agustus 1941. Dia telah menjadi seorang yang terkenal di mata rakyat Jerman, dan bahkan prajuritnya sendiri pun tidak sungkan-sungkan mengabadikan foto dirinya!


Heinz Guderian ditemani oleh seorang perwira Heer di Front Timur, Agustus 1941


Heinz Guderian (duduk di jok depan mobil staff ringan Horch) dalam inspeksi ke 4.Panzer-Division di bulan Agustus 1941. Perwira yang sedang ngomong sama Guderian kemungkinan besar adalah Generalmajor Willibald Karl Moritz Robert Rudolf Freiherr von Langermann und Erlencamp (modol modol dah tuh bacanya!) yang saat itu menjabat sebagai komandan divisi tersebut. Kendaraannya sendiri, dengan nomor WH 656652, dilengkapi dengan panji jenderal model awal di sebelah kanan spatbor dan bendera komando komandan Panzergruppe di sebelah kirinya


Heinz Guderian sedang membahas strategi di medan perang Timur, Agustus 1941. Yang memakai kacamata (kuda) adalah General der Panzertruppe Willibald Freiherr von Langermann und Erlencamp



 Oberst Hermann Balck (General der Schnellen Truppen in der Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generaloberst Heinz Guderian (Oberbefehlshaber 2. Panzerarmee) selama berlangsungnya Unternehmen Taifun (gerak maju ke Moskow), bulan Desember 1941. Pada bulan Oktober 1939 Balck ditunjuk sebagai komandan Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division. Pada musim semi resimennya menjalani pelatihan khusus penyeberangan sungai dan formasi jembatan. Pada waktu itu para perwira Balck biasa berteriak pada prajuritnya "pelesiran dengan perahu kano ist verboten!" sebagai peringatan untuk lebih serius dalam berlatih. Pada bulan Mei 1940 Balck memimpin pasukannya dengan penuh kesuksesan dalam Pertempuran Prancis. Pada waktu itu 1. Panzer-Division merupakan bagian dari Panzergruppe pimpinan Heinz Guderian. Resimen Balck menjadi ujung tombak dalam penyeberangan sungai Meuse dan berhasil merebut sisi sungai yang diduduki oleh musuh. Jenderal Guderian tiba tak lama kemudian dan langsung menyeberangi sungai untuk meninjau situasi menggunakan perahu karet. Dengan santai Balck menunggu di sisi sungai dan, ketika Guderian hampir sampai, berteriak sambil bercanda, "pelesiran di Meuse dengan perahu kano ist verboten!"



Heinz Guderian memberi hormat pada tentaranya di Front Timur


Generaloberst Heinz Guderian (kanan) dalam salah satu kunjungan ke markas divisi lamanya, 2. Panzer-Division, di Front Timur. Dia baru saja turun dari pesawat Fieseler Fi 156 Storch (kelihatan sayapnya!) dan sedang berunding bersama bawahannya. Perwira Luftwaffe berpangkat Oberleutnant (ketiga dari kanan) adalah pilot pribadinya, sementara keempat dari kanan (dekat pohon) adalah ajudan muda Guderian yang "dipinjam" dari staff Erich von Manstein: Leutnant (pangkat terakhir Major) Eckhard von Schack



 
Masih dari sesi foto yang sama dengan sebelumnya: kunjungan Generaloberst Heinz Guderian ke divisi lamanya, 2. Panzer-Division, di Front Timur. Disini dia sedang memeriksa barisan kehormatan salah satu unit 2. Panzer-Division, yang dilanjutkan dengan ngoceh pidato di hadapan para prajurit. Ajudan Guderian, si jangkung Leutnant Eckhard von Schack, mendampinginya dalam kedua foto di atas 



Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) sedang merundingkan strategi operasi terbaru (kemungkinan Unternehmen Zitadelle/Pertempuran Kursk) di atas sebuah peta besar bersama dengan Generalleutnant Walther Wenck (Chef des Generalstabes 1. Panzerarmee), musim semi 1943. Disini kita bisa melihat momen langka dimana Guderian mengenakan seragam hitam Panzertruppen! Wenck sendiri mengenakan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang dia dapatkan tanggal 28 Desember 1942. Pangkat terakhirnya adalah General der Panzertruppe


Heinz Guderian memakai Eichenlaub No. 24


Generaloberst Heinz Guderian sebagai Generalinspekteur der Panzertruppen


Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) dalam perjalanan udara menuju Front Timur tahun 1943. Foto ini merupakan koleksi Oberstleutnant im Generalstab Ludwig von Eimannsberger yang merupakan Ia Erster Generalstabsoffizier (Führung und Ausbildung) alias Kepala Staff dari 3. Gebirgs-Division


Heinz Guderian sebagai Inspektur Jenderal Pasukan Lapis Baja Jerman, bulan Februari 1943



 Pada tanggal 18-19 Maret 1943 Hitler mengunjungi kota Rügenwalde/Pomerania (Jerman) untuk melihat demonstrasi meriam terbesar di dunia Eisenbahngeschütz "Dora" (kaliber 800mm!). Dengan disaksikan oleh Sang Führer dan para pengiringnya, artileri yang bergerak melalui jalan kereta khusus tersebut menembakkan dua peluru yang besarnya amit-amit. Foto ini diambil pada tanggal 19 Maret 1943 oleh Walter Frentz dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), SS-Oberführer Prof. Dr.-Ing. e.h. mult. Ferdinand Porsche (Vorsitzender der Panzerkommission), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), Generalleutnant Walter Buhle (Chef vom Heeresstab im Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Hauptdienstleiter Dipl.-Ing. Karl-Otto Saur (Staatssekretär im Reichsministerium für Rüstung und Kriegsproduktion), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler)


Heinz Guderian bersama dengan Oberst (pangkat terakhir: Generalmajor) Oskar Munzel di Bergen tahun 1943. Diambil dari buku karangan Cord Schwiers tentang peringatan ke-50 dari Panzertruppenschule Munster tahun 2006


Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) mengadakan inspeksi terhadap sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger milik 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di Kharkov tanggal 27 April 1943. Dalam foto atas tampak SS-Hauptsturmführer Heinz Kling (Chef 18.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 "LSSAH") sedang menunjukkan pada Guderian bagian-bagian dari Tiger. Foto oleh Kriegsberichter Wiesebach


Heinz Guderian mengadakan inspeksi terhadap sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger milik 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di Kharkov tanggal 27 April 1943. Berdiri di atas Tiger, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 1 "LSSAH"), SS-Oberführer Werner Ostendorff (Chef des Stabes II. SS-Panzerkorps), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), SS-Hauptsturmführer Heinz Kling (Chef 18.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 "LSSAH"), x , dan SS-Sturmbannführer Rudolf Lehmann ((Ia Erster Generalstabsoffizier 1. SS-Panzergrenadier-Division "LSSAH"). Foto oleh Kriegsberichter Ohlemacher


Acara kunjungan Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) ke lokasi latihan perang yang diadakan oleh 21.Panzer-Division di Prancis tanggal 15 Juli 1943. Foto paling atas memperlihatkan Guderian sedang ngahuntu dengan Oberst Edgar Feuchtinger, komandan pengganti 21.Panzer-Division. Foto bawah adalah saat sang penggagas Blitzkrieg berpidato di hadapan para perwira divisi. Persis di belakang Guderian memakai offiziermantel adalah General der Panzertruppe Leo Freiherr Geyr von Schweppenburg (Generals der Panzertruppen mit Oberbefehlshaber West)

Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) mengunjungi Generalfeldmaschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) di markas besarnya di Prancis, tanggal 17 Mei 1944 (hanya kurang dari sebulan sebelum Sekutu mendarat di Normandia). Disini Von Rundstedt sedang menyambut kedatangan sang jenderal panzer


Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel berbincang-bincang dengan Generaloberst Heinz Guderian. Dengan melihat Ostmedaille yang dikenakan oleh perwira Panzertruppen di tengah, kita bisa mengetahui bahwa foto ini diambil periode 1942-1945


Generaloberst Heinz Guderian dan SS-Hauptsturmführer Michael Wittmann


Upacara penganugerahan Schwertern zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub untuk Generalleutnant Rainer Stahel yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg, tanggal 1 Agustus 1944. Sebagai Generalmajor dan Kommandant Fester Platz Wilna, Stahel berhasil menahan gerak maju pasukan Rusia sehingga pada tanggal 18 Juli 1944 diumumkan sebagai peraih Schwertern urutan ke-79. Saat bertugas di Rumania, Stahel tertawan oleh musuh besarnya (Rusia) dan menjalani sisa hidupnya sebagai tawanan di gulag. Dia meninggal dunia kena serangan jantung mendadak tanggal 30 November 1955 justru saat mendapat kabar bahwa dia kini dibebaskan dan boleh pulang ke kampung halamannya! Dalam foto di atas kita juga bisa melihat Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen und Chef des Generalstabes des Heeres) dan Oberst Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler")


Heinz Guderian dalam sampul Majalah TIME terbitan 7 Agustus 1944


Heinz Guderian (kanan) bersama dengan Gauleiter/SS-Obergruppenführer Karl Arthur Greiser dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler memberi hormat Nazi pada pasukan Volkssturm yang sedang berparade di lapangan kota Poznan, bulan November 1944


Generaloberst Heinz Guderian memberikan medali "die goldene Einzelnahkämpfern Nahkampfspange" kepada para prajurit pinilih Heer tanggal 27 Maret 1945, kurang dari dua bulan sebelum Perang Dunia II berakhir. Disini kita bisa melihat para prajurit veteran yang penuh dengan medali tersebut, yang merupakan "musium" bagi dirinya sendiri. Perhatikan medali-medali keberanian yang telah mereka raih! Mereka adalah pahlawan dalam arti yang sebenarnya...


Makam keluarga Guderian


Lukisan Heinz Guderian masa perang yang dilukis oleh pelukis Wehrmacht kenamaan Wolfgang Willrich


Boneka Heinz Guderian



Sumber :
Buku "4.Panzer Division on the Eastern Front 1941-1943" oleh Robert Michulec

Buku "Fotos aus dem Führerhauptquartier" terbitan Hermann Historica München
Buku "Panzers in the Sand: The History of Panzer-Regiment 1935-1941" : Bernd Hartmann
Foto koleksi pribadi Dieter Zinke
Foto koleksi pribadi Kerry Boo
www.audiovis.nac.gov.pl

www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.geheugenvannederland.nl
www.life.com
www.toysunlimited.nl

www.war44.com
www.wehrmacht-awards.com