Kamis, 08 Juli 2010

Riwayat Kapal Perang "Admiral Graf Spee" Dalam Foto Secara Kronologis (1934-1939)

30 Juni 1934: Admiral Graf Spee dalam acara pembaptisan yang dilakukan oleh Gräfin Huberta von Spee, putri dari Vizeadmiral Maximilian Graf von Spee (yang namanya diambil untuk nama kapal tersebut), di Marine Werft, Wilhelmshaven


30 Juni 1934: Admiral Graf Spee mulai meluncur secara perlahan di slipway 1 selama upacara pelepasannya ke lautan. Kita dapat melihat di sebelah kiri di slipway 2, kapal perang lainnya (Scharnhorst) masih dalam proses penyelesaian


30 Juni 1934: Admiral Graf Spee mulai meluncur secara perlahan di slipway 1 selama upacara pelepasannya ke lautan. Kita dapat melihat di sebelah kiri di slipway 2, kapal perang lainnya (Scharnhorst) masih dalam proses penyelesaian


30 Juni 1934: Admiral Graf Spee "mencicipi" air untuk pertama kalinya


Awal 1936: Admiral Graf Spee tak lama setelah peralatan dan mesin perangnya dilengkapi


1936: Kapitän zur See Conrad Patzig, kapten pertama Admiral Graf Spee


Akhir 1936 atau awal 1937: Admiral Graf Spee sedang berlayar di lautan lepas


Akhir 1936 atau awal 1937: Admiral Graf Spee sedang berlayar di lautan lepas


Akhir 1936 atau awal 1937: Admiral Graf Spee sedang berlayar di lautan lepas


Mei 1937: Admiral Graf Spee dalam acara inspeksi Angkatan Laut di Spithead, Inggris, mewakili Jerman dalam upacara pengangkatan George VI menjadi raja


Mei 1937: Admiral Graf Spee dalam acara inspeksi Angkatan Laut di Spithead, Inggris, mewakili Jerman dalam upacara pengangkatan George VI menjadi raja. Bersama dengan Graf Spee adalah dua buah kapal perang Inggris, HMS Hood (atas) dan HMS Resolution (tengah)


Mei 1937: Admiral Graf Spee dalam acara inspeksi Angkatan Laut di Spithead, Inggris, mewakili Jerman dalam upacara pengangkatan George VI menjadi raja


1938: Admiral Graf Spee di kanal Kaiser Wilhelm, kemungkinan baru saja pulang dari patrolinya di Spanyol bulan Februari


Juli 1938: Admiral Graf Spee berlayar di fjord Norwegia. Fjord sendiri adalah sebuah celah air sempit dengan pinggiran curam yang tercipta akibat pengaruh dari bongkahan es raksasa yang mencair


Juli 1938: Admiral Graf Spee sedang menjalani modifikasi di galangan kapal Kiel, Jerman


22 Agustus 1938: Admiral Graf Spee berada di Kiel untuk ikut hadir dalam acara peluncuran perdana kapal Prinz Eugen, sekaligus tampil dalam inspeksi armada yang dilakukan langsung oleh Adolf Hitler dan pemimpin Hungaria Nikolaus von Horthy. Dalam foto yang diambil dari kapal perang Gneisenau ini, tampak di belakang Graf Spee adalah Admiral Scheer dan Deutschland


Oktober 1938: Admiral Graf Spee baru saja kembali dari pelayaran Atlantiknya


1939: Hans Langsdorff (tidak memakai topi) dan Oberleutnant zur See Kurt Diggins (kiri) di atas Admiral Graf Spee


1939: Kapitän zur See Hans Langsdorff sedang berada di atas perahu motor yang berlayar bersama-sama dengan Admiral Graf Spee


April 1939: Admiral Graf Spee di Selat Inggris dalam perjalanan ke Atlantik untuk melakukan latihan perang bersama dengan Admiral Scheer, Deutschland, dan unit-unit lain dari Kriegsmarine. Perhatikan 8 buah tabung torpedo yang terletak di haluan kapal!


April 1939: Admiral Graf Spee di Atlantik selama berlangsungnya latihan perang Angkatan Laut


April 1939: Admiral Graf Spee bersama dengan kapal perang "Deutschland" selama berlangsungnya latihan perang di Samudera Atlantik


April 1939: Admiral Graf Spee bersama dengan kapal perang "Deutschland" selama berlangsungnya latihan perang di Samudera Atlantik


27 April 1939: Admiral Graf Spee di Ceuta, sebuah wilayah di Afrika Utara yang dikuasai Spanyol


27 April 1939: Admiral Graf Spee di Ceuta, sebuah wilayah di Afrika Utara yang dikuasai Spanyol


Mei 1939: Admiral Hermann Boehm (baris depan, kiri), Komisaris Tinggi Spanyol di Maroko Jenderal Juan Luis Beigbeder Atienza (tengah) dan Kapitän zur See Hans Langsdorff (kanan) di atas Admiral Graf Spee yang sedang berlabuh di Ceuta, Afrika Utara


Akhir Mei 1939: Admiral Graf Spee di Hamburg dalam acara penyambutan kepulangan Kondor Legion dari Spanyol


1939: Meriam tunggal 5.9"/55 (150mm) dan meriam ganda 4.1"/65 (105mm) yang diusung oleh Admiral Graf Spee


1939: Admiral Graf Spee dilihat dari salah satu kapal pemburu paus di tengah samudera


1939: Salah satu dari pesawat amfibi Arado Ar 196 yang dibawa oleh Admiral Graf Spee


20 November 1939: Admiral Graf Spee di tengah badai yang melanda samudera Hindia (Indonesia). Air sampai masuk ke dek persis di depan peluncur torpedo!


27 November 1939: Seperangkat meriam palsu dipasangkan di atas turet depan. Senjata abal-abal ini digunakan dengan tujuan untuk menyamarkan identitas sebenarnya dari Admiral Graf Spee


2 Desember 1939: Kapal Doric Star dilihat dari Admiral Graf Spee. Senjata di buritannya terlihat dengan jelas


2 Desember 1939: Para awak kapal Doric Star diungsikan ke Admiral Graf Spee


2 Desember 1939: Para awak kapal Doric Star diungsikan ke Admiral Graf Spee


2 Desember 1939: Kapal Doric Star dilihat dari Admiral Graf Spee


2 Desember 1939: Doric Star mendapat tembakan artileri gencar dari Admiral Graf Spee


2 Desember 1939: Kapal Doric Star terkena torpedo yang dilepaskan oleh Admiral Graf Spee. Masih terlihat jalur torpedo tersebut di atas air!


2 Desember 1939: Kapal Doric Star terkena torpedo yang dilepaskan oleh Admiral Graf Spee. Masih terlihat jalur torpedo tersebut di atas air!


2 Desember 1939: Kapal Doric Star terkena torpedo yang dilepaskan oleh Admiral Graf Spee


2 Desember 1939: Kapal Doric Star terkena torpedo yang dilepaskan oleh Admiral Graf Spee


Desember 1939: Admiral Graf Spee dalam patrolinya di Atlantik. Perhatikan spanduk di bagian menaranya yang memberi peringatan untuk tidak menyiarkan kode minta tolong. Berita pertama tentang peringatan semacam ini yang diusung Graf Spee adalah sebelum peristiwa penangkapan "Tairoa" tanggal 3 Desember 1939


3 Desember 1939: Kapal Tairoa terlihat dari Admiral Graf Spee


3 Desember 1939: Tiga buah meriam 11" (288mm) diarahkan kepada kapal Tairoa setelah penangkapannya. Penenggelaman Tairoa digunakan pula sebagai sarana latihan untuk menguji kemampuan meriam-meriam gres tersebut. Dalam foto ini, ketiga meriam dari jenis Anton tersebut tidak terlihat. Lah, terus yang dua itu apa? Itu adalah laras meriam PALSU yang ditambahkan untuk mengelabui musuh. Perahu motor yang dibawa oleh Graf Spee telah berada di samping Tairoa, dan tampaknya kapal tersebut telah dinaiki awak kapal Jerman


3 Desember 1939: Kapal Tairoa ditembaki oleh Admiral Graf Spee


3 Desember 1939: Kapal Tairoa ditembaki oleh Admiral Graf Spee


3 Desember 1939: Kapal Tairoa terlihat dari Admiral Graf Spee


3 Desember 1939: Kapal Tairoa terkena torpedo yang ditembakkan oleh Admiral Graf Spee


3 Desember 1939: Kapal Tairoa terkena torpedo yang ditembakkan oleh Admiral Graf Spee


3 Desember 1939: Ketika Admiral Graf Spee meninggalkan TKP, kapal Tairoa mulai tenggelam


7 Desember 1939: Streonshah dilihat dari Admiral Graf Spee


7 Desember 1939: Para awak kapal Streonshah dikumpulkan di antara dua buah peluncur torpedo 21" (533mm) yang terletak di bagian buritan Admiral Graf Spee. Streonshah sendiri teronggok di latar belakang


7 Desember 1939: Kapal Streonshah beberapa saat sebelum ditenggelamkan oleh Admiral Graf Spee


7 Desember 1939: Admiral Graf Spee menembaki kapal Streonshah dari jarak dekat


7 Desember 1939: Streonshah mulai tenggelam


13 Desember 1939: Begitu serunya Pertempuran River Plate, sehingga turet depan 11"/52 (288mm) diputar ke samping untuk menghadapi musuh yang menyerang dari arah tersebut


13 Desember 1939: Peluru-peluru artileri yang ditembakkan oleh HMNZS Achilles berjatuhan dan meledak di sekeliling Admiral Graf Spee selama berlangsungnya Pertempuran River Plate


13 Desember 1939: Dalam foto yang diambil oleh Martin Kelke ini, terlihat peluru-peluru artileri yang ditembakkan oleh HMNZS Achilles berjatuhan dan meledak di sekeliling Admiral Graf Spee selama berlangsungnya Pertempuran River Plate


Peta yang memperlihatkan rute yang ditempuh oleh Admiral Graf Spee dalam Pertempuran River Plate tanggal 13 Desember 1939


Daftar kapal-kapal yang telah menjadi korban dari Admiral Graf Spee dan berhasil ditenggelamkan. Terlihat bahwa semuanya adalah kapal berbendera Inggris


13 Desember 1939: Kerusakan yang diderita oleh Admiral Graf Spee dilihat dari bagian dalam kapal


13 Desember 1939: Pesawat Arado Ar 196 yang rusak berat dengan hanya menyisakan kerangkanya saja


13 Desember 1939: Hasil dari Pertempuran River Plate


13 Desember 1939: Foto lain yang memperlihatkan kerusakan yang dialami oleh Admiral Graf Spee. Ini adalah bagian sampingnya dimana dua orang pelaut berdiri di lubang besar yang menganga dan merupakan akibat dari penetrasi hulu ledak ukuran 152 mm. Perhatikan lukisan ombak palsu yang di cat dibagian depan!


13 Desember 1939: Lebih dekat lagi dari foto di atas


14 Desember 1939: Admiral Graf Spee berlabuh di Montevideo, Uruguay, tak lama setelah berakhirnya Pertempuran River Plate


14 Desember 1939: Admiral Graf Spee berlabuh di Montevideo, Uruguay, tak lama setelah berakhirnya Pertempuran River Plate


14 Desember 1939: Admiral Graf Spee di Montevideo, Uruguay. Sisa-sisa kerusakan yang merupakan hasil dari Pertempuran River Plate masih jelas terlihat di bagian sampingnya


14 Desember 1939: Admiral Graf Spee mendapat bantuan dari kapal derek "Jose Pascaul" di Montevideo, Uruguay


14 Desember 1939: Bagian kapal Graf Spee yang rusak akibat Pertempuran River Plate terlihat jelas di bagian lambung samping. Sisa-sisa pesawat Arado Ar 196 yang terbakar juga masih terpasang di catapult-nya


14 Desember 1939: Sebuah lubang menganga di bagian haluan kapal Admiral Graf Spee yang diakibatkan dari tembakan artileri kapal Inggris HMS Exeter


14 Desember 1939: Pasukan penjaga kehormatan sedang berjaga di samping deretan peti mati dari para pelaut yang terbunuh dalam Pertempuran River Plate


14 Desember 1939: Pasukan penjaga kehormatan sedang berjaga di samping deretan peti mati dari para pelaut yang terbunuh dalam Pertempuran River Plate


14 Desember 1939: Dari kiri ke kanan: Kapten Dietrich Niebuhr (Atase Angkatan Laut Jerman di Buenos Aires), Kapitän zur See Hans Langsdorff (dengan tangan terluka yang diselipkan ke saku seragamnya), awak kapal yang namanya mbuh diketahui, dan Oberleutnant zur See Kurt Diggins di atas perahu motor di Montevideo, Uruguay


15 Desember 1939: Dari kiri ke kanan: Kapten Dietrich Niebuhr (Atase Angkatan Laut Jerman di Buenos Aires), Otto Langmann (jas hitam, Menteri Nazi untuk Uruguay), Kapitän zur See Hans Langsdorff dan Oberleutnant zur See Kurt Diggins di Montevideo, Uruguay


15 Desember 1939: Peti mati yang membawa para awak kapal Graf Spee yang terbunuh dalam Pertempuran River Plate dibawa ke daratan menggunakan perahu kayu untuk dimakamkan


15 Desember 1939: Kapitän zur See Hans Langsdorff memberikan pidato dalam upacara pemakaman terhadap awak Admiral Graf Spee yang gugur. Pfarrer (Pendeta) Kuhn dan Pastor Kummer terlihat di kanan bawah


15 Desember 1939: Kapitän zur See Hans Langsdorff dalam acara pemakaman para awak kapal Admiral Graf Spee. Pendeta Kuhn dan Pastor Kummer terlihat berdiri di sebelah kiri Langsdorff. Perhatikan bahwa sementara yang lainnya memberikan salam hormat Nazi (termasuk para pendeta), Langsdorff malah memberikan salam tradisional Angkatan Laut!


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee sedang berlabuh di Montevideo, Uruguay, sesaat sebelum lepas jangkar berangkat kembali


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee sedang berlabuh di Montevideo, Uruguay, sesaat sebelum lepas jangkar berangkat kembali


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee meninggalkan Montevideo. Kapal "Tacoma" terlihat di sebelah kiri


17 Desember 1939: Ribuan orang berdiri di pinggir dermaga Montevideo untuk menyaksikan kapal Admiral Graf Spee berangkat. Mereka percaya bahwa sebentar lagi akan terjadi pertempuran laut dahsyat antara kapal tersebut melawan kapal-kapal Inggris yang sebentar lagi datang


17 Desember 1939: Pemandangan di perahu motor hanya beberapa menit sebelum Admiral Graf Spee diledakkan. Kapitän zur See Hans Langsdorff duduk di tengah dan terlihat begitu murung, sementara Fregattenkapitän Paul Ascher (berdiri, kedua dari kiri) baru saja meninggalkan Graf Spee setelah meletakkan bahan peledak disana


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee meledak di lepas pantai Montevideo, Uruguay


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee meledak di lepas pantai Montevideo, Uruguay


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


17 Desember 1939: Admiral Graf Spee terbakar dengan hebat


18 Desember 1939: Reruntuhan kapal Admiral Graf Spee



18 Desember 1939: Reruntuhan kapal Admiral Graf Spee


18 Desember 1939: Reruntuhan kapal Admiral Graf Spee


18 Desember 1939: Reruntuhan kapal Admiral Graf Spee


18 Desember 1939: Reruntuhan kapal Admiral Graf Spee


18 Desember 1939: Kapal penarik "Gigante" tiba di Buenos Aires, Argentina, bersama dengan sebagian awak kapal Admiral Graf Spee


18 Desember 1939: Kapitän zur See Hans Langsdorff berbincang-bincang dengan perwira tinggi Angkatan Laut Argentina di Buenos Aires


18 Desember 1939: Para perwira Admiral Graf Spee di Buenos Aires, dari kiri ke kanan: Korvettenkapitän Jürgen Wattenberg, Kapitän zur See Hans Langsdorff dan Kapitän zur See Walter Kay


18 Desember 1939: Kapitän zur See Hans Langsdorff membaca berita di Buenos Aires, Argentina, tak lama setelah menenggelamkan kapalnya sendiri. Dua hari kemudian tanggal 20 Desember 1939, tak lama setelah menghabiskan waktu di sore hari bersama dengan para awak kapal Graf Spee, Langsdorff masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Dia lalu menyalakan cerutu favoritnya, menuangkan segelas Wiski Scotch, dan menulis surat perpisahan kepada istri dan orangtua tercintanya, juga kepada Duta Besar Jerman untuk Argentina. Dia kemudian membentangkan sebuah bendera perang Jerman di lantai dan menembak kepalanya sendiri


20 Desember 1939: Jenazah Kapitän zur See Hans Langsdorff dipindahkan dari arsenal Angkatan Laut Buenos Aires ke tempat persemayamannya. Para pelaut Argentina (putih-putih) ikut menjadi pengawal pemindahan tersebut


20 Desember 1939: Begitu banyak karangan bunga yang datang sebagai penghormatan terhadap Kapitän zur See Hans Langsdorff


20 Desember 1939: Karangan bunga sebagai penghormatan terhadap Kapitän zur See Hans Langsdorff


20 Desember 1939: Karangan bunga sebagai penghormatan terhadap Kapitän zur See Hans Langsdorff


20 Desember 1939: peti mati Kapitän zur See Hans Langsdorff mendapat penjagaan dari pasukan kehormatan sebelum dimakamkan keesokan harinya


20 Desember 1939: Penjaga kehormatan di sebelah peti mati Kapitän zur See Hans Langsdorff dan tumpukan karangan bunga


21 Desember 1939: Para awak kapal berkumpul untuk bersiap-siap memberangkatkan peti mati yang membawa Kapitän zur See Hans Langsdorff ke lokasi pemakaman dari tempat persemayamannya


21 Desember 1939: Para perwira berkumpul untuk bersiap-siap memberangkatkan peti mati yang membawa Kapitän zur See Hans Langsdorff ke lokasi pemakaman dari tempat persemayamannya


21 Desember 1939: Upacara penguburan Kapitän zur See Hans Langsdorff


21 Desember 1939: Upacara penguburan Kapitän zur See Hans Langsdorff


21 Desember 1939: Upacara penguburan Kapitän zur See Hans Langsdorff


21 Desember 1939: Upacara pemakaman Kapitän zur See Hans Langsdorff. Di baris pertama dari kiri ke kanan: Korvettenkapitän (ing.) Carl Klepp, Fregattenkapitän Paul Ascher (memegang bantal penghargaan alias Ordenskissen) dan Korvettenkapitän Jürgen Wattenberg. Paul Ascher kemudian berhasil lolos dan kembali ke Jerman, dimana dia ditugaskan di kapal perang Bismarck. Ascher tenggelam bersama kapal tersebut tanggal 27 Mei 1941


21 Desember 1939: Para perwira Angkatan Laut Argentina ikut memberikan penghormatan terakhir di acara pemakaman Kapitän zur See Hans Langsdorff


21 Desember 1939: Suasana di upacara penguburan Kapitän zur See Hans Langsdorff


21 Desember 1939: Peti mati dari Kapitän zur See Hans Langsdorff sebelum dikebumikan di Pemakaman Jerman di Buenos Aires. Dua orang perwira yang berdiri di sebelah peti mati tersebut adalah Korvettenkapitän (ing.) Carl Klepp (kiri) dan Korvettenkapitän Jürgen Wattenberg (kanan)


21 Desember 1939: Begitu banyak yang ingin menghadiri upacara pemakaman Kapitän zur See Hans Langsdorff, sehingga kompleks pekuburan La Chacarita menjadi penuh sesak


21 Desember 1939: Foto lain dari kerumunan masyarakat Argentina di La Chacarita


21 Desember 1939: Para awak kapal bercampur dengan kerumunan warga sipil yang ingin melihat langsung pemakaman dari Kapitän zur See Hans Langsdorff di Pemakaman Jerman di Buenos Aires


21 Desember 1939: Karangan bunga diletakkan di sebuah monumen peringatan bagi para prajurit yang gugur dalam Perang Dunia Pertama. Letak monumen itu sendiri berada dekat dengan makam Kapitän zur See Hans Langsdorff di Pemakaman La Chacarita


2006: Salah satu dari jangkar Admiral Graf Spee yang ditampilkan di Montevideo, Uruguay


2006: Patung Rajawali yang asalnya terletak di buritan Graf Spee dan berhasil diangkat dari reruntuhannya, kini menjadi obyek pameran di sebuah hotel lokal


2006: Apa yang masih tersisa dari Galangan #2 di bekas Kriegsmarine Werft yang terletak di Wilhelmshaven, Jerman. Tempat ini menjadi tempat peletakan awal kapal Admiral Graf Spee, dan juga menjadi lokasi peluncuran perdana ke laut untuk kapal Tirpitz, Scharnhorst, dan Admiral Scheer


2007: Tempat peristirahatan terakhir Kapitän zur See Hans Langsdorff dan para awak Graf Spee lainnya di Pemakaman La Chacarita yang terletak di Buenos Aires, Argentina


Tidak ada komentar:

Posting Komentar