Tampilkan postingan dengan label Buku Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

The Illustrated War News, Buku Super Langka Terbitan Tahun 1916 Yang Saya Miliki!




Sedikit melenceng dari tema Perang Dunia II yang ada dalam blog ini, tapi tetap masuk dalam salah satu thread yang ada. Saya ingin memperkenalkan salah satu koleksi buku yang saya miliki, yang saya beli pada tanggal 20 April 2001 (ngeh nggak tanggalnya? tanggal ulang tahun Hitler, Brow!) di Toko Buku Palasari, Bandung. Buku tersebut berjudul "The Illustrated War News" yang merupakan serial buku tentang Perang Dunia I yang dikeluarkan oleh badan propaganda Inggris. Buku ini FULL gambar dan foto setiap halamannya, dan dikeluarkan pada masa perang tersebut masih berlangsung... Ya, berarti usia buku tersebut sudah 80 tahunan ke atas!

Buku yang saya miliki terdiri atas 716 halaman dan merangkum suasana perang dari tanggal 3 November 1915 sampai dengan tanggal 9 Februari 1916. Yang saya kagum dari buku ini adalah, meskipun usianya sama dengan almarhum kakek saya, tapi kualitas gambarnya masih SUPERB dan tidak pudar sedikitpun! Sangat berbeda jauh dengan hasil cetakan masa sekarang yang usianya tidak tahan lama dan dalam beberapa tahun saja warna tintanya sudah mulai hilang.

Meskipun buku ini keluaran Inggris, tapi banyak juga menampilkan foto-foto dari musuhnya saat itu, yaitu kekuatan Sentral (Jerman, Austro-Hungaria, Turki, dan Bulgaria). Tentu saja berita yang ada pun bias khas propaganda masa perang, dan menggambarkan seakan-akan bahwa pihak Sekutu adalah "malaikat" dan lawannya sebagai "kelongwewe"!

Selasa, 06 April 2010

Max Reinhardt 'Heimatschutz in Österreich'

Buku 'Heimatschutz in Österreich' terbitan tahun 1935. Zaman Hitler Brow!!


Salah satu bagian dalam buku ini. Foto yang berada di kiri adalah Heinz Wenninger, salah satu petinggi Heimatschutz


Bagian lain dari buku 'Heimatschutz in Österreich'


Salah satu kegiatan Heimatschutz di era 1920-an


Buku 'Heimatschutz in Österreich' di tangan pemiliknya yang cantik jelita! (WTF?)


Buku ini bisa dibilang salah satu buku paling berharga sekaligus paling langka yang saya punya. Terbitannya adalah tahun 1935 (berarti baru dua tahun Hitler berkuasa di Jerman), dan buku ini sendiri bercerita tentang organisasi Heimatschutz (Home Protection) yang berdiri di Austria pasca Perang Dunia I dan sebelum peristiwa Anschluss dengan Jerman.

Tulisannya dalam bahasa Jerman, dan sudah jelas saya nge-blank total! Lah, terus kenapa dibeli juga buku ini? Ya itu tadi, karena langkanya dan juga karena banyak memuat gambar-gambar tokoh-tokoh militer Austria zaman antara dua Perang Dunia, termasuk juga Kanselir Engelbert Dollfuss yang kelak dibunuh oleh para simpatisan Nazi.

Saya beli buku ini di Pasar Buku Palasari, di toko buku langganan saya yang khusus menjual buku-buku kuno dan tua. Entahlah kalau sekarang buku ini dilempar ke pasaran, berapa harganya...

Senin, 06 Juli 2009

Alan Wykes 'Hitler'

Buku HITLER oleh Alan Wykes sampul depan





Buku HITLER oleh Alan Wykes sampul belakang





Bagian dalam buku HITLER oleh Alan Wykes





Ora gelem wadon bae ble'e-ble'e!





Judul : Hitler

Pengarang : Alan Wykes

Penerbit : Standaard Uitgeverij - Antwerpen

Terbitan : 1977

Bahasa : Belanda

Judul Asli : Hitler

Penterjemah : -

Tebal Buku :160 halaman



Sumpah, sebenarnya saya sama sekali nggak ngerti bahasa dalam buku ini! Tapi bagaimana lagi, inilah buku biografi Hitler satu-satunya yang dapat saya temukan, makanya meskipun berbahasa wong Londo, tapi apa boleh buat, masuk dah koleksi!



Buku ini merupakan versi bahasa Belanda dari buku berbahasa Inggris terbitan Ballantine Books. Dan berkaca dari buku Ballantine lain yang saya miliki (Lidice), buku ini pastilah full gambar! Makanya meskipun bahasanya bikin pusing, tapi melihat foto-foto yang bertebaran hampir di setiap halaman sudah cukup membuat saya terhibur.

Jumat, 03 Juli 2009

Heinz Wilhelm Guderian 'Panzer Leader'

Buku PANZER LEADER oleh Heinz Guderian, sampul depan


Buku PANZER LEADER oleh Heinz Guderian, sampul belakang


It's a priceless book!


Buku ini saya beli di salah satu toko buku di kompleks Palasari, Bandung (yang merupakan pasar buku terbesar se Asia Tenggara!), dengan harga 'hanya' 50 ribu Rupiah! Saya bilang hanya karena kalau melihat kondisi buku dan nilai sejarahnya, buku tersebut pastilah lebih mahal dari harga yang tersebut!

Yang jelas, buku tersebut merupakan otobiografi dari salah satu jenderal Jerman paling terkemuka dalam Perang Dunia II, siapa lagi kalau bukan Generaloberst Heinz Wilhelm Guderian. Dia terkenal karena dianggap sebagai bapak strategi BLITZKRIEG. Meskipun bukan yang pertama mencetuskannya, tapi tak ada yang menyangkal kalau Guderian adalah orang pertama yang mengejawantahkannya dalam peperangan. Terbukti, pada fase-fase awal Perang Dunia II, kemenangan yang terus menerus diraih oleh Wehrmacht sebagian besar ditopang oleh strategi Blitzkrieg yang dikembangkan Guderian!

Sebenarnya, apa sih Blitzkrieg itu? Singkatnya, Blitzkrieg (sesuai dengan namanya, yaitu Perang Kilat) adalah suatu strategi militer yang mengedepankan kecepatan dalam serangan, yang didapatkan dengan memadukan kekuatan darat dan udara seharmonis mungkin. Dua hal esensial dalam taktik ini : radio dan tank! Tanpa keduanya, sia-sialah strategi Blitzkrieg.

Sebagian besar buku ini mengupas kisah hidup Guderian dalam Perang Dunia II, hanya sedikit diceritakan tentang masa mudanya atau keluarganya, padahal anak jenderal ini juga adalah seorang jago perang juga lho! Namanya adalah Heinz Günther Guderian, perwira berpangkat Oberstleutnant yang juga pemegang medali bergengsi Ritterkreuz.

Dengan membaca buku ini, kita bisa mengetahui sekelumit kehidupan Guderian, pandangan-pandangannya dan juga kehidupan di masa itu, dimana negara Jerman sangat terpusat pada satu orang : Adolf Hitler. Sedikit saja sisipan foto yang ada, dan itupun kebanyakan adalah foto-foto yang sudah beredar luas di internet. Untuk bahasa penyajiannya, mungkin akan membosankan bagi orang biasa, tapi bagi saya : NO PROBLEMO!