Tampilkan postingan dengan label Organisasi Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Juli 2014

Militärtribunal (Pengadilan Militer) Wehrmacht

Sebuah foto langka dari Perang Dunia II yang memperlihatkan Militärtribunal (Pengadilan Militer) Wehrmacht yang diadakan di Front Depan untuk mengadili prajurit yang dituduh telah melanggar peraturan perang yang telah digariskan oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht). Hukumannya bisa berarti eksekusi mati atau dipindahkan ke unit hukuman (Strafbattalion). Unit-unit semacam ini yang terkenal di antaranya adalah Brigade Dirlewanger, Bewährungsbataillon 500 serta Afrika-Brigade 999


Sumber :
www.albumwar2.com

Kamis, 26 Juni 2014

Schwere Panzer Abteilung, Detasemen Tank Berat Jerman



Oleh: Waffen Armee

Jerman semasa Nazi berkuasa mempunyai perangkat perang komplit. Memang tidak semuanya sempat mencium aroma udara bumi. Sebagian telah lahir, sebagian masih berupa prototipe dan bahkan masih ada yang setingkat ide. Namun hampir semuanya mematikan dan unggul dibanding perangkat sejenis milik negara-negara sekutu atau Rusia sekalipun. Salah satu yang patut diajukan adalah tank (panzer) Tiger. Tank raksasa ini bahkan menjadi andalan dan dipakai di banyak pertempuran. Dalam menjalankan tugas, ia sempat menjadi rebutan antara Angkatan Darat (Heer) dan pasukan SS.

Tiger memang diunggulkan oleh pasukan Jerman. Sehingga produksinya digenjot sedemikian rupa. Tiger I, sejak diproduksi Agustus 1942, sudah dibuat sebanyak 1.355 unit hingga pertengahan 1944. Karena segala sesuatunya serba besar, dalam satu bulan hanya bisa diproduksi 25 unit saja. Hanya saja pada April 1944, total produksi melonjak hingga 104 unit dan Juli 1944 diproduksi meningkat lagi menjadi 671 unit. Produksinya dihentikan Agustus 1944 karena digantikan oleh Tiger II yang dikembangkan sejak 1943.

Sama dengan saudara tuanya, Tiger II (King Tiger/ Konig) rencananya juga akan diproduksi hingga 1.500-an unit. Untunglah perang cepat selesai sehingga hanya sekitar 485 tank berbobot hingga 70 ton ini berhasil dibuat.

Melihat kemampuannya, tentu bisa dibayangkan bagaimana posisi tank sebesar gajah ini dalam pasukan Jerman saat itu. Dan memang militer Jerman, terutama AD (Heer) dan Pasukan SS berlomba-lomba menggunakannya. Beberapa detasemen khusus Tiger pun dibentuk, baik oleh AD maupun Pasukan SS. Medan tempurnya meluas dari Normandia, Hongaria hingga ke Kursk (Rusia) dan Afrika Utara.

Salah posisi
Pada mulanya, Tiger dirancang dan dibuat hanya sebagai arsenal pertahanan. Maklumlah, dengan badan sebesar itu (panjang 6,333 m minus meriam), lebar 3,7 m, tinggi 3 m dan berat mencapai 57 ton) dan kemampuan gerak cuma 38 km/jam, ia benar-benar seperti raksasa yang malas berjalan. Walau demikian, tank ini mampu meng-KO tank lawan berjarak 1.6 Km.

Kejelian Hitler melihat kemampuan arsenal yang mempunyai moncong meriam 88 mm menyatakan lain. Layaknya buto ijo, hantaman tangan dan tendangan kakinya bisa menghancurkan lawan berkepingkeping. Sebuah tank bisa terkoyak dan terjungkal hanya dengan sekali semburan meriam. Harusnya tank ini bisa juga digunakan untuk penetrasi dan penyergapan. Terutama untuk penetrasi awal dari jarak jauh.
Setelah pasukan udara membombardir pertahanan lawan, ganti Tiger yang memberondong dari jarak jauh sebelum akhirnya tank medium, panzer maupun pasukan darat masuk menyerang. Taktik blitzkrieg ini berhasil dalam beberapa pertempuran. Terutama dalam pertempuran di Kursk saat mencoba menguasai Rusia. Walaupun akhirnya tentara Jerman mengalami kekalahan total dalam pertempuran tersebut.

Hitler memang benar dalam soal kemampuan gempur Tiger. Namun ia tidak menyadari kelemahan sang ‘buto ijo” yang terletak pada sistem penggeraknya. Sistem track dari roda-roda geriginya akan langsung macet bila terhadang lumpur atau salju. Bila ini terjadi, tentunya ia menjadi sasaran empuk bagi lawan. Suatu kesalahan posisi yang berakibat hancurnya sang raksasa ini. tentang Tiger.

Schwere Panzer Abteilung
Posisi awal Tiger memang digabung dalam sebuah pasukan. Karena sosoknya sangat mencolok, raksasa ini dilindungi beberapa tank kelas medium seperti Panzer III. Formasi ini masih belum memuaskan sehingga terjadi beberapa perombakan. Hingga terakhir didapat formasi dengan mengorganisasi 45 tank. Dibagi dalam tiga kesatuan yang masing-masing terdiri dari seorang pemimpin dan 14 anggota. Namun tentu saja formasi yang sangat besar ini tidak menguntungkan dan tidak efisien. Mengurusi puluhan raksasa ini tentu sangat menguras tenaga. Energi dan waktu lebih banyak terserap pada pemeliharaan dan pengorganisasian komando daripada pertempurannya sendiri.

Hingga akhirnya, dibentuklah unit khusus tank yang disebut Schwere Panzer Abteilung. Walaupun divisi khusus, unit ini bukan korps tersendiri. Tetap menginduk pada korps pasukan yang lebih besar. Dalam setiap penggabungan, selalu ada perombakan struktur dalam korps pasukan tersebut.

Dengan dibentuknya divisi-divisi ini, masalah koordinasi teratasi. Walaupun keterbatasan produksi tetap menjadi kendala. Terutama karena terjadi perebutan antara AD dengan SS. Hingga akhir perang, tak kurang 10 detasemen panzer dimiliki AD, sedangkan SS mempunyai tiga detasemen. Sebuah detasemen rencananya akan ditambahkan, namun Nazi keburu hancur duluan. Sampai perang hampir berakhir, detasemen-detasemen khusus ini masih mengalami perombakan.

Beberapa detasemen Tiger yang terkenal adalah 503st Heavy Panzer Detachment, 505th Heavy Panzer Detachment, 509th Heavy Panzer Detachment milik AD. Dan 101st SS Heavy Panzer Detachment milik pasukan SS.

503st Heavy Panzer Detachment Disebut juga Schwere Panzer Abteilung Feldherrnhalle, detasemen ini bertempur di Front Timur dan Barat. Ia adalah detasemen kedua dibawah Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang akan ditugaskan ke Afrika Utara. Hanya saja keterlambatan produksi, yang rencananya diproduksi oleh Porsche namun kemudian diganti Henschel, membuat detasemen ini akhirnya dibelokkan menuju Front Selatan. Di bawah Generaloberst Erich von Manstein, mereka terlibat dalam pertempuran di Kharkov. Di pertempuran ketiga kalinya mereka menunjukkan kelasnya. Mereka berhasil menghancurkan Mobile Group Popov, pasukan khusus Rusia yang sangat gesit.

Selanjutnya mereka menuju Kursk untuk ikut sera dalam operasi Citadel. Di sini mereka kembali teruji dengan hanya kehilangan delapan unit sebelum akhirnya mundur. Di akhir 1943, mereka bergabung dengan Panzer Regiment Bake dibawah pimpinan Oberst Dr. Franz Bake. Bersama Bake, mereka terlibat pertempuran di Cherkassy. Namun April 1944, resimen ini dibubarkan. Detasemen 503 dikirim ke Selatan untuk beristirahat dan konsolidasi. Di sini mereka mendapat suntikan anggota baru berupa 12 unit Tiger II.

Saat Invasi Normandia 6 Juni 1944, Detasemen 503 terbukti menjadi pembawa sial bagi pasukan sekutu. Dibawah perintah Panzergruppe Barat, mereka berhasil menghancurleburkan pasukan tank sekutu di sekitar Caen. Dalam permulaan Operasi Goodwood, sebuah desa di Cagny terlihat oleh pasukan payung sekutu hancur lebur dan porak-poranda. Itu adalah buah kerja tiga Tiger dari Detasemen 503 yang memborbardir dari jarak jauh. Pasukan payung tersebut hanya mendapati segalasesuatunya sudah jungkir-balik.

Detasemen 503 terbukti menjadi horor bagi pasukan sekutu. Bahkan detasemen ini pula yang mengatur penarikan mundur pasukan Jerman karena pukulan pasukan sekutu. Berkat Tiger, pasukan Jerman tidak menjadi bulan-bulanan lebih lanjut pasukan sekutu. Dua bulan kemudian, detasemen ini kembali ditarik guna dilengkapi lagi dengan King Tiger yang lebih segar.

September 1944, Detasemen 503 yang telah segar bergerak ke Hungaria untuk membantu pertahanan Armeegruppe Fretter Pico di dekat Budapest. Begitu sampai di awal Oktober, tiga unit Tiger dipimpin Letnan Freiherr von Rosen langsung menyuport Skorzeny yang menggelar operasi penggulingan pemimpin Hungaria, Miklos Horthy. Operasi yang bertajuk Skorzeny Operation Panzerfaust pun sukses.

Pertempuran sesungguhnya kemudian terjadi di Debrecen. Di sini mereka berhasil menghancurkan pasukan Soviet. Seusai pertempuran, Detasemen 503 mengklaim telah menghancurkan 1.500 ranpur dan 120 tank.
Keadaan berbalik pada pertengahan November. Serbuan balik tentara Soviet mampu memukul balik pasukan Jerman hingga bertahan di kota Budapest. Pasukan Soviet langsung mengepung kota. Tak ada kata lain selain bertahan habis-habisan bagi pasukan Jerman bersama tank Tiger.

Cuaca terbukti menjadi momok bagi Tiger. Salju bulan November – Desember membuat sistem rodanya ngadat. Selain karena pertempuran, Tiger juga banyak menderita kehancuran karena salju. Saat drama pengepungan berakhir pada 31 Desember, pasukan Soviet menawan 45.000 pasukan Jerman plus pasukan Hungaria dan sebagian besar Tiger. Sisanya terus berjuang hingga dihancurkan tentara Soviet pada Februari 1945. Sebagai pengingat, sebuah Tiger I dari Detasemen 503 sekarang disimpan di Bovington Tank Museum, Normandia.

505th Heavy Panzer Detachment.

Dibanding sekaribnya, Detasemen 505 adalah yang paling terkenal dan banyak menuai kemenangan. Detasemen ini dibentuk pada 29 Januari 1943 dengan anggota diambil dari divisi panzer 3 dan 26.

Pada mulanya, mereka akan ditugaskan ke Front Afrika. Namun tugas kemudian dipindah ke Front Timur pada 20 Februari 1943. Kursk adalah medan pembuktian pertamanya. Di bawah pimpinan Mayor Seuvant, pada tanggal 3 Juli 1943 mereka melabrak Kursk. Pada hari pertama pertempuran, 27 Tiger berhasil menghancurkan 42 tank Soviet, termasuk 15 jenis KV1. Operasi ini berhasil memukul mundur pasukan infanteri Soviet. Hanya saja, pasukan Soviet cepat pulih. Pertengahan Juli itu mereka kembali menggempur pasukan Jerman walaupun secara sporadis. Mayor Seuvant menjawabnya dengan mengirim dua Tiger I. Hasilnya, 32 tank T-34S hancur di dekat Werch Tagino dihantam si raksasa ini.

Pada 22 Juli 1943, detasemen bergerak ke Iginka untuk membantu pertahanan. Hasilnya, pada 4 Agustus, 14 tank Soviet berhasil dihancurkan. Hari berikutnya, Tiger nomor 333 mengalami kebakaran tanpa diketahui sebabnya. Banyaknya pertempuran yang hebat dan medan sulit membuat banyak Tiger terpaksa diperbaiki selama pertempuran. Tercatat 17 Tiger harus masuk reparasi. Namun hanya dengan sembilan Tiger yang aktif, mereka mampu merobek 25 tank Soviet. Saat semua unit bisa beroperasi normal, pada 18 September mereka mampu menghantam 26 unit T-34 Soviet. Hanya satu korban jatuh yaitu Tiger nomor 200.



Karena efektifitasnya, mereka mendapat penghargaan tinggi dari Wehrmacht pada 31 Januari 1944. Selama tujuh bulan dalam tugas, mereka berhasil merontokkan 446 tank musuh. Oberleutnant Knauth bahkan dianugerahi Knight Cross karena berhasil menghancurkan 68 unit T-34 dalam satu hari. Sehari setelah penganugerahan, Knauth tewas dalam pertempuran. Unitnya yang terdiri dari dua Tiger tercatat sebagai top ace hingga peperangan usai.

Pasca menerima penghargaan, ternyata kebesaran Detasemen 505 perlahan-lahan meredup. Pada bulan Juli, mereka dipukul oleh 1st Army of Belarussia. Pasukan Jerman berhasil dipaksa mundur dari daerah Beresowize. Namun mereka harus merelakan 100 tanknya dikunyah Tiger.

Sisa-sisa detasemen ini ditarik ke Ohrdruf untuk diperbaiki dan ditambah anggota dengan Tiger II. Hasilnya, pada 2 September mereka berhasil menghancurkan 68 unit T-34 dan hanya kehilangan dua unit tank. Pada 16 Oktober, 26 tank Soviet kembali dikoyak. Namun sembilan Tiger terpaksa ikut hancur.

Detasemen 505 memang masih bisa mengamuk di mana-mana Namun perang tetap memerlukan perhitungan yang matang. Strategi yang jitu dari pihak sekutu dan Soviet temyata bisa mengatasi keampuhan dan keunggulan teknologi pasukan Jerman.

Puncak kejayaan detasemen terjadi di kota Metgethen pada Februari 1945. Ini adalah kota di wilayah Jerman yang pertama kali diduduki Tentara Merah. Demi mengeluarkan warga sipil daripendudukan Soviet, mereka memborbardir dan membantai pasukan 52nd Infantry Division Soviet. Tiger-Tiger itu temyata mampu menciptakan koridor aman sepanjang 1,5 km ke arah pantai. Hasilnya, 100.000 warga sipil berhasil meloloskan din dengan perahu dan 12.000 lainnya ditolong pasukan Jerman menuju pelabuhan.

Keruntuhan sudah di depan mata. Secara umum, pasukan Jerman memang sudah sangat kewalahan. Suplai bahan bakar dan amunisi sudah tersendat-sendat. Keruntuhan Tiger tinggal menunggu waktu. Pada pertempuran di Semenanjung Peyse tanggal 6 April 1945, 10 unit Tiger II dan semua unit Tiger I dari Detasemen 505 hancur lebur. Tanggal 15 April, karena ketiadaan bahan bakar dan amunisi, dua Tiger terpaksa ditinggalkan. Akhirnya, semua unit anggota detasemen berhasil dihancurkan tank-tank Soviet. Sebagian besar awaknya tewas termasuk pemimpinnya, Oberfeldwebel Mausberg. Hanya sebagian kecil yang mampu menyelamatan din dan kembali ke Jerman. Walau demikian Detasemen 505 mencatat kemenangan atas 900 tank dan 1.000 meriam musuh.

509th Heavy Panzer Detachment

Detasemen ini dibentuk pada awal September 1943 dan ditugaskan di Front Timur. Kebanyakan anggotanya diambilkan dari Resimen Panzer 204 dari 22 Panzer Division yang anggotanya terdiri dari 45 unit Tiger I. Pada mulanya, mereka terlibat dalam pertempuran di Ukraina dan menjadi bagian dari Pasukan Grup Selatan. Segera mereka bertempur di daerah Kirovograd dan Krivoi Rog sebelum akhirnya mundur bersama seluruh pasukan Jerman.

Dua bulan setelah dibentuk, tiga unit anggotanya terpaksa dilepas untuk kemudian bergabung dengan dua SS Panzer Division Das Reich. Di awal 1944, Detasemen 509 ditugaskan untuk terlibat dalam Pertempuran Kiev yang kedua. Pasukan Jerman kembali terpukul mundur. Dalam perjalanan mundur, Tiger I terlihat bertempur sengit di Pavlova.

Maret 1944, Detasemen 509 digabungkan dengan Gepanzerte Gruppe Bake, sebuah brigade lapis baja pimpinan Oberst der Reserve Dr.Med.Dent. Franz Blake. Pada akhir Mei, semua unit anggota detasemen diperbarui sebelum dikirim lagi ke garis depan pada 1 Juni 1944. Mereka langsung pertempuran dengan pasukan Soviet yang menggelar Operasi Bagration pada akhir bulan itu. Mereka bertempur hebat di Novosselki, Shitomir dan Chelmik.

Namun kekalahan total harus mereka rasakan. Bahkan pada 8 September 1944, hanya dalam waktu kurang dan 24 jam, 16 unit anggotanya hancur di dekat Kielce, Polandia. Sisanya kemudian bergerak ke Sennelager untuk perbaikan dan penambahan unit. Rencananya mereka akan mendapat tambahan 45 Tiger II Ausf B pada bulan itu. Apa daya,pabrik Henschel baru mampu menyelesaikannya pada Desember 1944.

Selanjutnya, detasemen ini bergabung dengan SS Obergruppenfuhrer Guile’s IV. SS Panzerkorps. Tugasnya adalah membebaskan kota Budapest dari pasukan Soviet. Operasi berkode Konrad III itu digelar pada 18 Januari 1945. Namun sebuah kesalahan dibuatnya hingga sebuah jembatan besar di atas sungai Vali hancur lebur.

Pertahanan Soviet yang solid menyebabkan Konrad II gagal total. Bahkan 40 dari 45 Tiger II anggota Detasemen 509 rusak. Untung sebagian besar bisa cepat diperbaiki. Hanya 10 yang akhirnya jadi rongsokan. Hanya saja dalam laporan diakhir pertempuran, detasemen ini menglaim telah berhasil menghancurkan 203 tank, 145 meriam dan lima pesawat terbang milik Soviet. Mereka mengaku hanya kehilangan 10 unit Tiger II selama kurun waktu 18 Januari-8 Februari 1945.
Selanjutnya mereka bergabung dengan III Panzerkorps untuk mendukung Operasi Fruhlingserwachen pada bulan Maret. Namun kembali terpukul mundur hingga ke Wina dan terlibat dalam Pertempuran Wina pada bulan April. Akhirnya, kekalahan demi kekalahan membuat detasemen frustasi. Pada 8 Mei 1945, sembilan unit Tiger II terpaksa mereka hancurkan sebelum keesokan harinya menyerah pada pasukan Amerika di dekat Linz.

101st SS Heavy Panzer Detachment

Detasemen 101 merupakan detasemen unggulan dari pasukan SS. Detasemen ini diciptakan pada tanggal 19 Juli 1943 sebagai bagian dari I. SS Panzerkorps-. Tidak seperti detasemen milik AD, dalam detasemen milik pasukan SS ini dua Tiger digabungkan dengan 13 tank jenis lain.

Detasemen gabungan ini pertama kali dikirim ke Front Italia pada 23 Agustus 1943 dan bertahan di sana hingga pertengahan Oktober. Dua tank kemudian dikirim ke Front Timur dan sisanya tetap bertahan di Front Barat. Untuk mengantisipasi invasi Sekutu di Eropa Barat, anggota detasemen yang sebelumnya bertugas di Front Timur ditarik ke Front Barat. Pada awal Juni 1944, detasemen ini ditempatkan di Beauvais, Prancis arah barat laut. Saat itu, elemen detasemen sudah sepenuhnya Tiger. Terdiri dari 45 Tiger di mana 37 unit siap operasi dan sisanya dalam kondisi perbaikan.

Saat D-Day digelar, detasemen ini langsung bergerak ke arah Normandia dan membombardir wilayah pendaratan musuh. Kanon 88 mm terbukti ampuh menghambat gerak maju pasukan sekutu. Setelah bertempur berminggu-minggu dengan gagah berani, detasemen ini kehilangan 15 dari 45 Tiger dalam Battle of Villers Bocage pada 5 Juli 1944.

Sisa pasukan tank ini kemudian ditarik mundur dan diperbarui dengan bergabungnya King Tiger. Ketika muncul lagi di Normandia pada awal Agustus, lagi-lagi nasibnya tertimpa sial. Pasukan sekutu terlalu banyak dan tangguh. Akibatnya, 25 Tiger terpaksa menyerah. Sisanya masih bertempur dengan hebat walaupun akhirnya terpaksa ikut dalam gelombang pengunduran din pasukan Jerman dari Prancis.

Akhirnya pada September 1944, detasemen ini dirombak total. Semua unsur ternpur diganti dengan Tiger II. Pada tanggal 22 di bulan yang sama, bahkan nama detasemen diubah menjadi Schwere Panzer Abteilung 501.



Senin, 19 Mei 2014

223. Beutepanzer-Kompanie, Unit Tank Char B1 Hasil Rampasan



Oleh : Herry Cavalera

Setelah Perancis jatuh, sejumlah tank dan kendaraan lapis baja Angkatan Bersenjata Perancis dirampas oleh Jerman dan dioperasikan sebagai arsenal cadangan serta sarana pelatihan.

Salah satu nya adalah Char B1 bis, tank produksi pabrik mobil Renault pada tahun 1937 hingga 1940. Sekitar 161 Char B1 bis berhasil dirampas oleh Jerman baik secara utuh maupun rusak.

Oleh Jerman, Char B1 bis dimodifikasi untuk keperluan tempur. Antara lain pemasangan cupola, penambahan plat baja untuk meningkatkan proteksi pada armor depan dan sisi kiri kanan. Kemudian di cat dengan kamuflase khas Jerman dan diberi lambang iron cross pada sisi turret dan body. Setelah itu, Char B1 bis dioperasikan Jerman dengan nama Panzerkampfwagen B-2 740 (f).

Setelah Jerman sukses membentuk Panzer-Regiment 201 yang berkekuatan tank tank "sitaan" dari Perancis seperti Somua S35, jerman membentuk lagi sebuah unit Panzer untuk Char B1 bis. Pada 25 Desember 1940 dibentuk 233. Beutepanzer-Kompanie yang berkekuatan 62 tank Char B1 bis dan di komandani oleh Major Jakobi.

Pada 7 Februari 1941, 233. Beutepanzer-Kompanie menjadi bagian dari 213. Panzer-Abteilung dan ikut serta dalam Operasi Barbarossa. Saat pertempuran Kharkov, 233. Beutepanzer-Kompanie kehilangan 29 tank kemudian di alihkan ke wilayah Balkan hingga akhir 1943 dan kehilangan 7 tank lagi.

Akhirnya pada 25 Mei 1944 233. Beutepanzer-Kompanie ditransfer ke Normandia guna ikut membantu persiapan pertahanan akan D-Day sekutu dan mendapat suplai tank tambahan berupa tank ringan Hotchkiss H35 dan Somua S35. Sekitar 9 S35 dan 18 H35 diterima oleh 233. Beutepanzer-Kompanie.

Tatkala pada tanggal 6 Juni 1944 Sekutu berhasil mendarat di Normandy lewat D-Day, pasukan Jerman di seluruh wilayah Normandia terpukul mundur hingga ke Paris. Dalam pertahanan Paris, guna mengulur waktu agar pasukan utama Jerman bisa mundur dengan aman, beberapa unit militer diperintahkan bertahan di luar kota Paris, termasuk 233. Beutepanzer-Kompanie.

Selama seharian penuh, armada tank buatan Perancis ini menghadang serangan pasukan Sekutu hingga banyak tanknya yang hancur. Karena bahan bakar dan amunisi makin menipis, Major Jakobi memerintahkan untuk meninggalkan semua tank dan melakukan evakuasi menuju Paris.

Akhirnya, beberapa Beutepanzer tersebut, baik Char B1 bis, Somua S35 dan Hotchkiss H35 direbut kembali oleh pasukan Free French Force pimpinan Jenderal Charles de Gaulle.


Sumber :



Sabtu, 29 Maret 2014

Marine-Infanterie, Unit Infanteri Kriegsmarine




Oleh : Naufal Harits

Info mengenai unit yang satu ini memang sedikit didapat, dan diberbagai medan pertempuran unit ini pun jarang diekspos. Maka itu, saya akan menjelaskan sedikit yang saya ketahui mengenai unit Infanteri Kriegsmarine ini

Marine-Infanterie atau Marine-Landesschützen adalah unit Infanteri dibawah naungan Kriegsmarine. Diketahui unit ini pertama kali didirikan di Wilhelmshaven pada 26 Agustus 1939 dengan nama "Marine-Landsschützen Battailon Wilhelmshaven", dan bertugas untuk menjaga dan melindungi pangkalan utama Kriegsmarine di Wilhelmshaven.

Selama Perang Dunia 2, telah terbentuk 5 divisi Marine-Infanterie, yaitu :

-1. Marine-Infanterie Division
-2. Marine-Infanterie Division
-3. Marine-Infanterie Division
-11. Marine-Infanterie Division
-16. Marine-Infanterie Division

Kelima divisi Marine-Infanterie itu tidak pernah berkekuatan penuh, dan ada beberapa divisi yang kebanyakan diisi oleh para awak kapal perang Kriegsmarine yang kapalnya telah tenggelam.

Setelah D-Day, unit ini dikerahkan secara besar-besaran untuk ikut serta dalam mempertahankan beberapa pelabuhan di Perancis. Dan menjelang akhir Perang Dunia 2, diketahui ada sekitar 100-200 orang dari 2. Marine-Infanterie Division yang dikirim ke Berlin untuk mempertahankan ibukota Reich ketiga itu hingga tetes darah terakhir...


Sumber :

Minggu, 02 Maret 2014

Gebirgsjäger, Pasukan Gunung Wehrmacht



Oleh : Steve Edpin

SEKILAS TENTANG GEBIRGSJÄGER
Akibat larangan dari Perjanjian Versailles, Angkatan Darat Jerman dibatasi dalam jumlah yang minimal. Oleh karena itu, Jerman hanya dapat membentuk pasukan gunung setingkat kompi. Di saat Hitler naik takhta di tahun 1933, pasukan gunung berhasil diperbesar menjadi setingkat brigade. Dan dua tahun kemudian, satu pasukan gunung setingkat divisi berhasil dibentuk. Pada saat pencaplokan Austria di tahun 1938, berbagai resimen infantri Austria terserap ke dalam resimen pasukan gunung Jerman. Mereka ini dikenal dengan orang-orang Ostmark (Anda dapat menemukan kata ini kembali pada artikel di bawah).

Pada saat perang pecah di tahun 1939, Jerman secara resmi telah memiliki tiga divisi penuh pasukan gunung. Selama perang berlangsung, jumlah divisi pasukan gunung terus meningkat sehingga pada saat perang berakhir, Jerman telah memiliki secara keseluruhan sembilan belas divisi pasukan gunung dan empat batalion independen untuk pegunungan yang lebih tinggi atau Hochgebirgsjäger (yang akhirnya diserap ke unit pasukan gunung biasa karena dianggap tidak memiliki fungsi khusus dan memiliki tugas yang relatif sama). 

Dari sembilan belas divisi tersebut, sebelas di antaranya berasal dari Angkatan Darat dan delapan berasal dari Waffen-SS. Hampir semua divisi gunung Waffen-SS anggotanya merupakan etnis Jerman dan berasal dari negara-negara lain yang diduduki Jerman.

Pelatihan Gebirgsjäger boleh dibilang keras. Sebelum ditugaskan ke spesialisasi (pasukan zeni, artileri, komunikasi, transpor, koki, sopir, dlsb.), seluruh anggota baru pertama-tama dilatih mengenai kemampuan dasar infantri. Mereka juga dilatih untuk menggunakan berbagai macam senjata yang mungkin mereka temui dalam pertempuran, bukan hanya senjata standar yang diberikan kepada mereka. Latihannya mencakup bagaimana cara menggunakan senapan, senapan mesin ringan dan berat, berbagai jenis mortir dan senjata anti-tank, dan berbagai senjata lainnya. Setelah ini dilewati, barulah mereka dapat masuk ke dalam spesialisasi masing-masing.

Tidak seperti satuan-satuan yang lain, bagian utama dari pelatihan Gebirgsjäger dititikberatkan untuk melatih dua hal yang terpenting: kedua kaki mereka. Kedua kaki inilah yang akan membawa setiap prajurit ke medan-medan yang sulit. Pelatihannya meliputi penjat tebing, ski lintas alam, berjalan mengikuti kompas atau mengikuti rute/track tertentu, dan berjalan di gelapnya malam. Sayangnya, menjelang akhir perang, banyak prajurit-prajurit Gebirgsjäger yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya seperti yang mereka latih. Malahan, para prajurit ini digunakan untuk aksi-aksi yang jauh dari daerah pegunungan (tempat seharusnya mereka beroperasi), dan diberikan tugas yang sama dengan pasukan infantri biasa. Seringkali jatuhnya korban dikarenakan oleh ‘penyalahgunaan’ ini.

Selama perang berlangsung, pasukan Gebirgsjäger bertugas hampir di seluruh front, termasuk Polandia, Norwegia, Balkan, Yunani (termasuk Kreta), Yugoslavia, Uni Soviet (termasuk Kaukasus), Italia, dan Prancis. Satu hal yang membuat Hitler kagum dengan Gebirgsjäger adalah akan keberhasilannya di Narvik, Norwegia. Artikel di bawah ini bercerita secara singkat mengenai Narvik dan Gebirgsjäger.

Di bawah ini adalah terjemahan artikel ke bahasa Indonesia.

Judul: PARA PRAJURIT DENGAN KEMBANG EDELWEISS

"Kata Narvik selamanya akan menjadi kesaksian besar dalam sejarah Angkatan Bersenjata Reich Nazi Jerman", demikianlah sang Führer dalam pidatonya pada tanggal 19 Juli 1940* di Reichstag. Lalu ia melanjutkan: "Generalleutnant Dietl adalah sang pahlawan Narvik." Dalam pidato ini juga, sang Führer memberikan apresiasinya kepada sebuah pasukan yang dikenal dengan Gebirgsjäger, yang mendapatkan gencatan senjata tertinggi di Norwegia. Orang-orang Bavaria dan orang-orang Ostmark** bertugas di dalam unit Gebirgsjäger ini sebagai pasukan infantri gunung, pasukuan zeni gunung, dan pasukan meriam gunung. Orang-orang yang tangguh seperti besi inilah para Gebirgsjäger. Terbiasa dan yakin tinggal di pegunungan, tidak ada halangan bagi mereka akan pegunungan yang terjal. Pegunungan, bagi mereka, merupakan elemen penting dalam hidup, dan bagi mereka pegunungan memiliki cinta yang penuh gairah. Dengan segala marabahaya dan jebakan, mereka mengukur diri dengan penuh tantangan, dan tekadnya untuk menjalankan misi laki-laki tangguh sudah ada sejak masa kecil. Jerman bangga dengan orang-orang ini, para prajurit yang berani, para prajurit yang tangguh, dalam arti kata yang sebenarnya.

KETERANGAN ILUSTRASI
- Atas: penugasan di salju
- Kiri: setiap Gebirgsjäger adalah seorang seniman di gunung
- Kanan: transportasi meriam di medan yang sulit
- Bawah: seorang Hauptmann (kapten) dan dua orang Gebirgsjäger

SUMBER FOTO
- koleksi pribadi, 'Das Schwarze Korps' ep. 7, hal. 8, terbitan 13 Februari 1941.

CATATAN KAKI
* 19 Juli 1940 adalah tanggal ketika Generalleutnant Eduard Dietl, seorang komandan pasukan gunung di wilayah Norwegia, menerima promosi menjadi General der Gebirgstruppe. Tepat sebulan sebelumnya (19 Juni 1940), Dietl merupakan orang pertama yang menerima penghargaan daun ek di Salib Ksatria-nya.

**Pasukan Gebirgsjäger terkenal berasal dari bagian selatan Bavaria (yang tergabung ke dalam Wehrkreis XVIII) karena daerah pegunungannya, dan kemampuan kehidupan di pegunungan terlatih sejak kecil. Orang-orang Ostmark merupakan sebutan untuk prajurit-prajurit dari resimen infantri Austria yang diserap ke dalam pasukan gunung Jerman setelah Anschluss.


Sumber :

Selasa, 25 Februari 2014

Brückenbaukompanie, Kompi Pembangun Jembatan



Oleh : Steve Edpin

Saya akan share sebuah artikel mengenai Pioniere yang diadaptasi dari koran ‘Das Schwarze Korps’:

SEKILAS TENTANG PIONIERE
Pioniere merupakan para prajurit yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan ‘pasukan zeni’. Pasukan ini merupakan suatu cabang militer yang kompleks* namun memainkan peran yang signifikan dalam Angkatan Bersenjata Jerman. Tugas utama dari Pioniere yaitu membatasi, memperlambat, dan mengehentikan gerakan musuh dengan cara mempersiapkan posisi-posisi pertahanan, membangun halang rintang, menanam berbagai jenis ranjau dan peledak, dan jika dibutuhkan, bekerjasama dengan satuan lain dalam berbagai jenis penyerangan. Tugas lainnya yaitu sebagai pendukung satuan lain yang mencakup penyapuan ranjau, penyingkiran halang rintang, pembangunan jembatan dan sarana-sarana lain yang diperlukan demi kelancaran gerak maju pasukan utama.

Dalam artikel yang dimuat di koran SS ini, kita akan fokus pada satu unit dari Pioniere, yaitu Brückenbaukompanie, yang secara harafiah diterjemahkan sebagai Kompi Pembangunan Jembatan.

Di bawah ini adalah terjemahan artikel ke bahasa Indonesia.

Judul: PEMBANGUNAN JEMBATAN DALAM HITUNGAN WAKTU

Untuk menghancurkan bunker-bunker musuh dengan bantuan senjata lain, untuk menyapu ladang-ladang ranjau, untuk mendirikan ataupun menyingkirkan penghalang-penghalang jalan – dibantu dengan kapal secepat kilat atau perahu-perahu karet melintasi sungai dan arus – terutama untuk membangun dengan cepat jembatan yang telah diledakkan sehingga pasukan berikutnya dapat tetap mengejar musuh tanpa terhenti, di sinilah elemen Pioniere diperlukan. Dilengkapi dengan peralatan-peralatan dan senjata-senjata masa kini, mereka mampu meraih prestasi yang mustahil. Dalam hal pembangunan jembatan, merekalah jagonya. Tidak ada yang bisa membawa kenyamanan dengan handal dan akurat. Tak perduli apakah mereka menggunakan perlengkapan-perlengkapan dan peralatan-peralatan yang sudah siap, ataupun berimprovisasi untuk mengatasi segala keperluan. Gambar kami menunjukkan sebagian dari sebuah pelatihan Kompi Pembangunan Jembatan dari Waffen-SS.

Hasil: Dalam hitungan 25 menit, jembatan di atas sungai dengan arus rata-rata telah terbentang, siap untuk menyeberangkan pasukan berikutnya dengan senjata berat dan yang terberat sekalipun.

KETERANGAN ILUSTRASI
- Atas Kiri: pengangkut berat dengan peralatan-peralatan yang tepat sedang berada di tepi sungai.
- Atas Kanan: tentunya, tangan-tangan yang membantu, dapat dalam sekejap mendirikan jembatan.
- Tengah: sungguh mengejutkan, dalam hitungan waktu yang singkat tampak sebuah jembatan.
- Bawah Kiri: setelah 25 menit berlalu, mobil pertama telah berhasil melintas.
- Bawah Kanan: pengusung pertama melintasi tepi sungai diikuti para prajurit yang berlari dari satu tepi sungai ke tepi sungai yang lain, dan membentuk kubu pertahanan jembatan di sana.

SUMBER FOTO
- koleksi pribadi, ‘Das Schwarze Korps’, ep. 7, hal. 6, terbitan 13 Februari 1941.

CATATAN KAKI
*Pioniere merupakan cabang militer Jerman yang rumit, yang di dalamnya terbagi lagi menjadi banyak macam cabang khusus. Anggota-anggotanya seringkali diambil dari RAD (Dinas Ketenagakerjaan Reich) dan OT (organisasi teknik sipil dan militer Jerman). Berikut adalah beberapa cabang khusus dari Pioniere:
- zeni umum (zeni lapis baja, zeni gunung, zeni tempur, zeni yang khusus ditugaskan di tanah air, zeni perbatasan)
- zeni pembangunan (staf zeni pembangunan pertahanan, zeni pembangunan jembatan, zeni pembangunan jalan, zeni pembangunan ringan)
- zeni pendaratan (zeni pendaratan dengan kapal serbu ringan dan berat, zeni pendaratan di medan berbatu)
- zeni benteng (staf khusus zeni benteng, zeni pembangunan dan pembongkaran benteng, zeni halang rintang, zeni peralatan dan permesinan)
- zeni kereta api (zeni pembangunan jalur kereta api, yang di dalamnya termasuk satuan kereta lapis baja)
- zeni darat (komando pengawas jembatan, zeni reparasi yang khusus ditugaskan di garis belakang dan tanah air)
- zeni pembersih salju
- zeni teknik (sebagai pemandu teknis jika dibutuhkan)
- zeni pengajaran dan pelatihan (sebagai pendidikan para anggota zeni, lengkap dengan sekolah-sekolahnya)
- zeni cadangan dan zeni pengganti


Sumber :

Minggu, 18 Agustus 2013

SS-Polizei-Regiment "Bozen"




Oleh : Alif Rafik Khan

SS-Polizei-Regiment "Bozen" (Resimen Polisi SS Bozen/Bolzano) adalah unit polisionil dari SS Jerman yang dibentuk tahun 1943 di bawah Höchste SS- und Polizeiführer (HöSSP, Komando SS dan Polisi Tertinggi) Italien. Resimen ini digolongkan sebagai unit campuran SS dan Ordnungspolizei (polisi umum), dengan anggotanya memakai seragam polisi standar.

Sebagian besar anggota resimen ini diambil dari etnis Jerman yang bermukim di wilayah pegunungan Tirol (Italia), dan tugas utamanya adalah untuk memerangi kelompok gerilyawan lokal serta tugas-tugas pengamanan di wilayah perbatasan Repubblica Sociale Italiana (RSI, Republik Sosial Italia) pimpinan Benito Mussolini). Kebanyakan dari mereka adalah juga veteran dari Angkatan Darat Italia yang pernah bertugas di Front Timur. Pertama dikenal sebagai "SS-Polizei-Regiment Südtirol" (Oktober 1943), pada bulan November 1943 namanya dirubah menjadi Polizeiregiment Bozen. Selama masa eksistensinya yang berlangsung selama 1,5 tahun, resimen ini bermarkas di Bolzano, Silandro dan Gossensaß.

Resimen Bozen terdiri dari staff markas serta tiga batalyon, dengan setiap batalyon mempunyai satu sampai lima kompi infanteri polisi. Unit ini mempunyai persenjataan ringan dan digolongkan sebagai tipe Panzergrenadier dalam sistem pengaturan pertempuran Wehrmacht. Resimen yang "bersaudara" dengan Bozen adalah SS-Polizei-Regiment "Brixen". Pada awalnya, resimen ini mendapat perintah langsung dari Gauleiter (Gubernur) Tirol, Franz Hofer, tapi tak lama kemudian formasinya dimasukkan ke unit SS dan Polizei. Karenanya, resimen ini digolongkan sebagai formasi militer dan berada di bawah komando petinggi militer Jerman di wilayah tersebut. Pada akhirnya, ketika mendapat tugas pengamanan kota (semacam Roma), maka resimen ini bertanggungjawab langsung ke pimpinan SS.

Pada tahun 1944, Resimen Bozen diterjunkan di sekitar kota Roma. Tugas-tugasnya adalah termasuk menjaga keamanan di sekitar kota serta berpatroli di wilayah perbatasan untuk mencari para desertir militer serta tawanan perang yang kabur. Di dalam kota Roma sendiri, 11. Kompanie (di bawah pimpinan Leutnant der Schutzpolizei Wolgasth) melakukan patroli harian melalui jalanan kota tersebut. Pada tanggal 23 Maret 1944, 11.Kompanie / III.Bataillon yang sedang berpatroli melewati Via Rasella dihantam oleh bom kiriman gerilyawan Italia dari Gruppi d'Azione Patriotica (GAP). Tercatat 28 tentara SS serta 2 warga sipil yang terbunuh seketika dalam peristiwa ini, dan 4 orang kemudian menyusul tewas karena luka-lukanya beberapa hari kemudian. Pasukan Keamanan Jerman di Roma, yang dikepalai oleh SS-Obersturmbannführer Herbert Kappler, melancarkan operasi pembalasan yang kemudian dikenal sebagai Eccidio delle Fosse Ardeatine (Pembantaian Fosse Ardeatine). Dalam operasi ini, 335 tawanan Italia dieksekusi dan kemudian mayatnya diletakkan di sebuah gua yang kemudian diledakkan.

Saat Italia jatuh ke dalam gerak maju Sekutu, para anggota Resimen Bozen kemudian dimasukkan ke dalam unit-unit tempur Jerman lainnya atau dibebastugaskan seiring kekalahan yang makin membayang. Unitnya sendiri secara resmi "tutup lawang sigotaka" musim semi 1945.

Rantai komando ke bawah:
Komandan Resimen: Oberst der Schutzpolizei Alois Menschik
Ajudan Resimen: Hauptmann der Schutzpolizei Ullbrich
Komandan Batalyon:
I. Bataillon (kompi 1-5):
II. Bataillon (kompi 6-10): Major der Schutzpolizei Schroder
III. Bataillon (kompi 11-13): Major der Schutzpolizei Hellmuth Dobbrick
Polizei Ersatz Bataillon Bozen
Polizei Panzer Zug (Fian Ansaldo AB 41)

Rantai komando ke atas:
Höchste SS- und Polizeiführer Italien - SS-Obergruppenführer Karl Wolff
SS- und Polizeiführer (Mitteitalien-Verona) - SS-Brigadeführer Wilhelm Harster
SS- und Polizei-Regiment 15 (garnisun reguler SS di Roma) - Oberstleutnant der Schutzpolizei Ludwig Buch
SS-Polizei-Regiment "Bozen" (resimen etnik SS)
SS-Polizei-Regiment "Brixen" (resimen etnik SS)

Keseluruhan rantai komando yang meliputi unit-unit SS yang berada di wilayah yang sama berada di bawah 14. Armee Wehrmacht pimpinan Generaloberst Eberhard von Mackensen. Pasukan garnisun SS di Roma berada di bawah perintah komandan pasukan pendudukan Jerman, Generalleutnant (Luftwaffe) Ing. Kurt Mälzer. Baik Von Mackensen maupun Mälzer sama-sama bertanggungjawab terhadap Generalfeldmarschall Albert Kesselring yang merupakan panglima tertinggi Jerman di Italia dan Mediterania.


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.axishistory.com 
www.commons.wikimedia.org
www.en.wikipedia.org 
www.forum.axishistory.com
www.zeltbahn.net


Minggu, 28 Juli 2013

Fremde Heere Ost, Organisasi Intelijen Khusus Front Timur

 
Generalmajor Reinhard Gehlen (3 April 1902 - 8 Juni 1979) merupakan Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost (Kepala FHO) periode 1 April 1942 - 10 April 1945. Di tangannyalah Fremde Heere Ost yang merupakan organisasi intelijen khusus Front Timur mencapai puncak prestasinya, dan perwira-perwira terbaik Wehrmacht di bidangnya berdatangan menjadi staff-nya. Gehlen adalah seorang oportunis, dan melihat kekalahan Nazi yang sudah di depan mata, dia menyembunyikan data-datanya yang berharga di tempat-tempat yang tersembunyi. Data inilah yang menjadi alat tukarnya saat dia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat. Melihat bahwa dia memang berharga dan mengakui akan sedikitnya data intelijen tentang Soviet yang dimiliki, para petinggi militer Amerika membebaskan Gehlen dan malah mempekerjakan mereka sebaga bagian dari jaringan agennya! BTW, tulisan kanji di belakangnya (為無為 則無不治) merupakan cuplikan dari kata-kata Lao Tse: "Tak cukup meninggalkan keserakahanmu untuk menghentikan perang, biarkan rakyat untuk meninggalkan keinginan mereka agar menjadi bijaksana, untuk mengungkap kebijaksanaan itu maka orang harus memperjuangkannya, pemerintahan yang terbaik adalah yang membiarkan rakyatnya untuk tidak melakukan apa-apa, barulah di saat itu dia dapat hidup dengan damai". Petuah yang jauh amit dari kehidupan Gehlen sebenarnya!


 Oberstleutnant Gerhard Wessel (24 Desember 1913 - 28 Juli 2002) yang punya wajah awet muda adalah Stellvertreter Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost alias Deputi Reinhard Gehlen yang kemudian menggantikan posisi atasannya sebagai Kepala Fremde Heere Ost (10 April 1945 - Mei 1945). Seusai perang, dia lagi-lagi menggantikan posisi Reinhard Gehlen di Bundesnachrichtendienst (1 Mei 1968 - November 1978)


 Para staff Fremde Heere Ost (FHO) berfoto bersama. Duduk di tengah adalah Oberst Reinhard Gehlen (Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost), sementara di sebelah kanannya adalah Oberstleutnant Gerhard Wessel (Stellvertreter Leiter der Abteilung Fremde Heere Ost)


Oleh : Alif Rafik Khan

Fremde Heere Ost (FHO, Tentara Luar Negeri Timur) adalah organisasi intelijen yang berada di bawah Oberkommando des Heeres (Komando Tinggi Angkatan Darat) selama berlangsungnya Perang Dunia II yang fokusnya menganalisa kekuatan Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur lainnya sebelum dan sesudah Perang Dunia II.

Dibentuk pada tahun 1939, organisasi berkekuatan inti 41 orang ini pada awalnya dikepalai oleh Oberstleutnant Eberhard Kinzel, dilanjutkan oleh Generalmajor Reinhard Gehlen dan diakhiri oleh Oberstleutnant Gerhard Wessel. Gehlen telah memprediksikan kejatuhan Nazi Jerman dan timbulnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Karenanya, dia berencana untuk mempertahankan posisinya di FHO dan kemudian "mempersembahkannya" ke Amerika sebagai semacam hadiah. Seiring mendekatnya akhir perang, Gehlen menyembunyikan diri bersama staff dan data mikrofilmnya yang berharga di tengah kekacauan yang melanda Jerman. Jenderal William Wilson Quinn dari US Seventh Army mampu mengidentifikasi nama Gehlen dalam sebuah laporan yang disampaikan oleh Allen Dulles dari OSS. Dia kemudian memastikan bahwa Gehlen dan materi yang dibawanya akan menjadi perhatian pemerintah Amerika karena dia terlalu berharga untuk didiamkan.

Gehlen kemudian membeberkan rencana yang telah disusunnya bersama Fremde Heere Ost ke Captain John Bokers (ortunya ngelahirin pas lagi boker kayaknya!) dari US Military Intelligence, yang kemudian meyakinkan jenderal Erwin Sibert dari USFET untuk mendengarkan pemaparan Gehlen. Seksi G-2 dari Pentagon juga terlibat. Operasi ini kemudian mengarah pada pembentukan Operation X, Operation Rusty, 'the Organization', 'the Org', dan akhirnya, 'Gehlen Organization'.

Gehlen Organization kemudian menjadi jaringan intelijen yang berpengaruh di awal-awal Perang Dingin. Pada akhirnya, organisasi ini ditransformasikan ke Bundesnachrichtendienst (BND) yang merupakan organisasi intelijen Jerman Barat.

Banyak aspek-aspek kontroversial dari Gehlen dan organisasinya, seperti hubungannya dengan Nazi dan infiltrasi oleh agen-agen Blok Timur, yang kemudian dideskripsikan oleh Heinz Höhne dan Hermann Zolling dalam buku "The General Was a Spy".


Sumber :
Buku "Der Dienst" karya Reinhard Gehlen
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com



Minggu, 06 Juni 2010

Daftar 3 Orang General der Luftnachrichtentruppe Luftwaffe (Jenderal Pasukan Sandi Udara Angkatan Udara Nazi Jerman)

Friedrich Fahnert (18 Januari 1879 - 10 Juni 1964)
General der Luftnachrichtentruppe (1 April 1945)
Generalleutnant (1 April 1940)
Generalmajor (1 April 1938)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber (7 Desember 1942)


Dr.ing.e.h. Wolfgang Martini (20 September 1891 - 6 Januari 1963)
General der Luftnachrichtentruppe (20 September 1941)
Generalleutnant (1 April 1940)
Generalmajor (20 April 1938)
Medali tertinggi : Kriegsverdienstkreuz (1 Februari 1945)


Walter Surén (15 Agustus 1880 - 8 Maret 1976)
General der Luftnachrichtentruppe (30 Januari 1945)
Generalleutnant (1 April 1941)
Generalmajor (1 April 1939)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber (21 September 1942)


Sumber :
www.geocities.com
www.forum.axishistory.com
www.life.com
www.wehrmacht-awards.com

Kamis, 04 Maret 2010

Scharfschütze (Sniper Jerman) Dalam Pandangan Sniper-Snipernya Yang Terhebat!

Obergefreiter Josef "Sepp" Allerberger, sniper Nazi kelahiran Austria yang menjadi sniper Jerman nomor dua terbaik setelah Hetzenauer (fotonya ada di bawah)


Sniper Jerman dengan kamuflase yang menutupi seluruh tubuhnya


Badge sniper Jerman


Scharfschütze dari Fallschirmjäger (pasukan terjun payung Jerman) dalam pertempuran Kreta


Gefreiter Matthäus Hetzenauer, sniper terbaik yang pernah dimiliki oleh Jerman!


Miniatur sniper Jerman dengan seragam kamuflase musim dingin


Artikel di bawah ini pertama muncul dalam publikasi resmi militer Austria yang bernama TRUPPSNDEINST (Tugas Prajurit) di tahun 1967, dan ditulis oleh seorang perwira Angkatan Darat Austria, Kapten Hans Widhofner. Di antara orang yang diwawancarai adalah dua orang sniper Jerman paling jago, plus tambahan komen dari sniper lain yang juga sama bagusnya, sehingga menambah pemahaman kita mengenai penggunaan sniper di Angkatan Bersenjata Jerman (Wehrmacht). Memang tidak ada yang lebih bagus untuk masalah ini selain nara sumbernya langsung, orang yang pernah mengalami dan berkecimpung di dalamnya!

Widhofner menanyai tiga orang sniper tersebut secara terpisah. Mereka dikelompokkan secara berurutan A, B dan C. Tiga-tiganya merupakan anggota dari Divisi Gebirgsjäger (Gunung) ke-3 dari Wehrmacht zaman Nazi Jerman dan Perang Dunia II. Siapakah mereka? Inilah dia:

A. Matthäus Hetzenauer dari Tyrol yang bertempur di Front Timur dari tahun 1943 sampai dengan akhir perang. Dengan catatan kills 345, dia tercatat sebagai sniper Jerman paling sukses!

B. Sepp Allerberger dari Salzburg yang bertempur di Front Timur dari bulan Desember 1942 sampai dengan akhir perang. Dengan catatan kills 257, dia merupakan sniper Jerman nomor dua paling sukses di bawah Hetzenauer.

C. Helmut Wirnsberger dari Styria yang bertempur di Front Timur dari bulan September 1942 sampai dengan akhir perang. Catatan kills-nya yang sudah dikonfirmasi adalah 64. Setelah terluka dalam pertempuran, dia sempat menghabiskan beberapa waktu sebagai instruktur pelatihan sniper.

Nah, sekarang kita ikuti wawancaranya langsung occeeeh!


1. Senjata yang digunakan?

A. K98 dengan six-power telescopic sights. G43 dengan four-power telescopic sights.

B. Senapan sniper rampasan dari Rusia dengan teleskop; aku tak dapat mengingat powernya. K98 dengan six-power telescopic sights.

C. K98 dengan 1,5-power sights. K98 dengan four-power telescopic sights. G43 dengan four-power telescopic sights.


2. Teleskop yang digunakan?

A. Four-power telescopic sights mampu menjangkau jarak sejauh kurang lebih 400 meter. Six-power telescopic sights bahkan mampu menjangkau 1000 meter!

B. Aku menggunakan senapan rampasan dari Rusia dengan teleskop selama dua tahun; hasilnya bagus juga. Six-power telescopic sights yang ditambahkan ke K98 juga bagus.

C. 1,5-power telescopic sights tidaklah cukup; four-power telescopic sights barulah cukup dan terbukti bagus.


3. Apa opini anda tentang penambahan daya pembesaran di teleskop yang anda gunakan?

A & B. Six-power sudah cukup. Tak perlu lagi pembesaran lebih lanjut. Tak punya pengalaman dengan power yang lebih besar dari itu.

C. Four-power sudah cukup untuk kasus ini.


4. Dalam jarak berapa anda mampu mengenai target anda tanpa mengalami kegagalan?

A. Kepala sampai jarak 400 meter. Bagian dada sampai 600 meter. Orang berdiri sampai 700-800 meter.

B. Kepala sampai jarak 400 meter. Bagian dada sampai 600 meter. Orang berdiri sampai 600 meter.

C. Kepala sampai jarak 400 meter. Bagian dada sampai400 meter juga. Orang berdiri sampai 600 meter.


5. Apa jarak tersebut hanya khusus berlaku bagi anda, para sniper terhebat, atau berlaku juga untuk sebagian besar sniper?

A & B. Hanya para sniper terbaik.

C. Bagiku secara pribadi, juga untuk sebagian besar sniper. Beberapa sniper berkemampuan dahsyat mampu menjangkau jarak lebih dari ini.

B. menambahkan: Tembakan kena secara absolut hanya mungkin sampai jarak 600 meter.


6. Berapa jarak terjauh yang pernah anda tembakkan, dan target seperti apa, juga ukurannya?

A. Sekitar 1000 meter. Prajurit musuh yang sedang berdiri. Dalam jarak seperti itu, kena ke target adalah tidak mungkin, tapi perlu juga dalam kondisi dimana dia diperingatkan bahwa dia tidaklah aman, bahkan meskipun jauh dari musuh! Atau bisa juga untuk beberapa sniper tertentu yang ingin memuaskan dirinya akan kemampuan yang dipunyainya.

B. 400 sampai 700 meter.

C. Sekitar 600 meter, jarang lebih. Aku biasanya menunggu sampai target mendekat sehingga kemungkinan kenanya lebih besar, juga konfirmasi untuk tembakan yang kena lebih mudah untuk dilakukan. Aku menggunakan G43 hanya sampai 500 meter saja karena sistem balistiknya yang menyedihkan.


7. Berapa banyak tembakan kedua/tembakan tambahan yang dibutuhkan untuk tiap 10 tembakan yang mengena?

A. Hampir tak pernah!

B. Satu atau dua. Tembakan kedua sangat berbahaya bila sniper musuh juga berkeliaran di wilayah tersebut.

C. Satu atau dua paling banyak.


8. Bila anda diberi pilihan, senjata apa yang akan anda gunakan dan apa alasannya?

A. K98. Dari semua senjata yang tersedia pada saat itu, hanya senjata inilah yang mempunyai akurasi yang diperlukan untuk penggunaan permanen, karena sistemnya yang tidak gampang macet. G43 hanya cocok digunakan sampai jarak 400 meter saja. Presisinya juga lebih inferior dibandingkan dengan K98.

B. K98 adalah yang terbaik. G43 terlalu berat.

C. G43 akan menjadi senjata yang bagus kalau saja sistemnya tidak gampang macet, dan juga kapasitasnya yang bisa sebaik K98.

9. Saat ini bila anda mempunyai pilihan antara K98 dengan senapan semi-otomatis yang tidak gampang macet serta mempunyai kapasitas setara K98, manakah yang akan anda pilih dan apa alasannya?

A. Jawabannya sederhana: sniper tidak membutuhkan senjata semi-otomatis bila mereka benar-benar menggunakan senjata mereka sebagai seorang sniper sejati.

B. Loader semi-otomatis, bila beratnya tidak bertambah.
C. Loader semi-otomatis. Soalnya bisa lebih cepat menembak balik bila diserang musuh.


10. Apakah anda tergabung ke dalam sebuah unit pasukan secara keseluruhan atau bekerja sendiri-sendiri?

Ketiga-tiganya tergabung dengan grup sniper dari batalionnya. C adalah komandan grup ini. Mereka berjumlah 22 orang; 6 orang di antaranya tinggal bersama batalionnya, sementara sisanya diperbantukan di kompi-kompi lain. Hasil observasi lapangan, penggunaan amunisi juga tembakan yang mengenai target harus dilaporkan secara harian ke staf batalion. Pada awalnya, para sniper biasanya tergabung ke dalam unit setingkat batalion. Setelah perang berjalan dan jumlah sniper berpengalaman semakin berkurang, maka mereka menjadi lebih sering lagi diberi tugas langsung oleh divisinya. Sebagai tambahan, hanya sedikit saja orang yang terpilih sebagai marksman (penembak jitu) dalam kompi yang dilengkapi dengan teleskop. Mereka tidak diberi pelatihan khusus tapi biasanya mampu menembak dengan akurat sampai jarak sejauh 400 meter, dan diberi tanggungjawab tugas-tugas yang memang selayaknya dilakukan oleh "sniper yang sebenarnya". Para penembak dengan senjata khusus ini sehari-hari bertugas di kompinya sebagai prajurit biasa, tak beda dengan yang lain. Oleh karena inilah mereka tidak ada yang berhasil menyamai prestasi yang tinggi dengan kills yang besar selayaknya seorang "sniper".


11. Strategi dan target? a. Serangan

A B C : Selalu dua sniper dalam satu waktu; satu menembak, satu lagi observasi. Perintah yang biasa diterima: eliminasi pengamat yang menjadi kru senjata berat musuh (biasanya posisi artileri, anti-tank atau senapan mesin), dan kalau ini semua sudah bisa diatasi, biasanya datang perintah khsus untuk menghabisi komandan musuh pula. Sniper bertugas di depan pasukan yang sedang menyerang dan, bila perlu, menghabisi musuh di depan yang mengoperasikan senjata berat atau siapa saja yang bisa merintangi pergerakan kita.

A menambahkan: Dalam beberapa kasus, aku harus masuk ke garis pertahanan musuh di malam hari sebelum pasukan kita menyerang. Ketika artileri kita mulai menyalak, aku akan segera menembak pada setiap komandan atau gunner musuh karena merekalah yang paling berperan dalam menghambat gerak maju serangan yang kita lancarkan.

b. Serangan pada malam hari:

A B C : Sejauh yang bisa kami ingat, tak ada serangan besar yang dilakukan pada malam hari. Sniper tidak digunakan pada malam hari, karena mereka terlalu berharga.

c. Serangan di musim dingin (salju) :

A. Diperlengkapi dengan kamuflase musim dingin, aku biasanya berada di belakang pasukan yang berada paling depan di front. Ketika serangan mengendur, maka tiba saatnya untuk memberikan bantuan dengan menghabisi pasukan senapan mesin musuh, anti-tank dan sebagainya.

B C : Kamuflase yang bagus dan juga perlindungan yang memadai untuk melawan rasa dingin sangat diperlukan. Sergapan besar-besaran tidak dimungkinkan dalam keadaan seperti ini.

d. Pertahanan:

A B C : Biasanya mengandalkan pada diri sendiri bila lingkupnya masih di detasemen kompi; diperintahkan untuk menembak pada target mana saja atau target yang berharga. Hal ini membawa dampak sukses yang besar saat lawan menyerang karena biasanya komandan musuh gampang dikenali dan ditembak bahkan dari kejauhan hanya dengan melihat seragam khusus yang dikenakannya dan juga perlengkapan semacam sabuk yang melintang di dada, kamuflase putih di musim dingin dan sbagainya. Sebagai akibatnya, seringkali serangan musuh berhasil ditahan dengan melakukan hal ini. Tembak pemimpin musuh yang sedang memimpin pasukannya menyerang setidaknya delapan kali dalam satu serangan. Ketika sniper musuh tiba di lapangan, maka kamilah yang menghadapi mereka sampai mereka dimusnahkan; kami juga menderita kerugian yang besar. Sesuai dengan peraturan, sniper biasanya mengawasi target yang ditentukan dari sejak tibanya fajar pagi dan tetap di posisinya sampai senja datang, dengan beberapa interupsi. Seringkali kami berada di depan garis pertahanan kami sendiri dengan tujuan untuk memberikan kesempatan sukses lebih besar dalam menghadapi musuh. Ketika akhirnya musuh mengetahui posisi kami, maka tak ada yang bisa dilakukan selain tetap diam di tempat tanpa bantuan amunisi dan makanan di posisi yang begitu majunya. Ketika ada alarm atau serangan musuh, seorang sniper yang baik tidak akan menembak asal ke target mana saja, tapi hanya menujukannya pada target-target penting seperti komandan, gunner, dan sebagainya.

e. Pertahanan di malam hari:

A B C : Sniper tidak digunakan di malam hari; dan juga bahkan untuk tugas-tugas penjagaan atau lainnya. Bila diperlukan, dia akan berada di posisi paling depan dari pasukannya untuk menghadapi pasukan musuh secara lebih efektif, dan ini di siang hari.

f. Aksi penghadangan

A & C : Dalam banyak kasus, empat sampai enam sniper diperintahkan untuk melakukan penjagaan dan mengeliminasi setiap musuh yang datang; hasilnya bagus sekali. Penggunaan senapan mesin hanya dilakukan dalam keadaan darurat karena dengan memakai jasa sniper pun sudah cukup. Kami mampu menghambat pergerakan musuh dengan mengeuarkan satu atau dua tembakan tanpa mengungkapkan posisi kami.

B. Bukanlah tugas sesungguhnya dari sniper. membidik musuh dengan tenang tak dimungkinkan dalam peperangan yang selalu mobil (bergerak) karena setiap orang akan memuntahkan pelurunya pada setiap musuh yang mendekat.


12. Apakah anda pernah menembak target dengan sukses di terang bulan?

A. Kadang aku sering dipanggil bertugas ketika terdapat cukup cahaya bulan, alasannya karena target kena lebih memungkinkan dengan memakai six-power telescopic sight, tapi tanpa point dan rear sight.

B & C : Tidak.


12. Dalam kondisi dan peperangan seperti apa seorang sniper biasanya akan mengeluarkan hasil yang maksimal?

A. Kesuksesan seorang sniper tidak ditentukan dari jumlah musuh yang berhasil dibunuh (kill ratio), tapi dari kerusakan yang dialami musuh ketika komandan atau gunnernya yang berperan penting dalam serangan berhasil dimusnahkan. Sedangkan bagi standar prestasi bagi masing-masing individu sniper sendiri, hasil terbaik akan muncul dari aksi pertahanan karena target akan lebih mudah untuk dikenali, dengan tanpa menafikan peran observer yang juga penting. Hal pertahanan ini juga memberikan nilai plus dalam jumlah kills, karena musuh biasanya menyerang beberapa kali dalam satu hari.

B. Pertahanan. Tembakan kena dalam posisi lainnya tidak dijamin.

C. Hasil terbaik adalah dari posisi tempur yang diperpanjang atau selama serangan musuh; hasil yang baik juga akan didapat dari aksi penghadangan dan penghambatan serangan musuh.


13. Persentase kesuksesan tembakan pada jarak yang bervariasi?

Sampai jarak 400 meter A. 65 persen B. 80 persen.
Sampai jarak 600 meter A. 30 persen B. 20 persen.

Informasi tambahan: A. Inilah alasannya kenapa 65 persen dari tembakanku yang mengenai sasarannya dibuat di bawah jarak 400 meter.

B. Aku tak ingat. Kebanyakan tembakan kena terjadi di bawah jarak 600 meter.

C. Tembakan kebanyakan dilakukan pada jarak sampai 400 meter karena kemungkinan kenanya lebih besar. Di atas batasan ini maka tembakan yang kena atau tidak akan menjadi sulit untuk mendapat konfirmasi.


14. Apakah persentase dan jarak ini hanya berlaku untuk anda seorang atau merupakan suatu kelaziman bagi mayoritas sniper?

A. Statistik ini berlaku untuk mayoritas sniper, juga berlaku pula untuk sniper-sniper terbaik. Alasannya, karena mayoritas sniper memang dapat menembak sasarannya dengan tepat hanya sampai jarak 400 meter karena skill mereka yang terbatas. Sedangkan bagi sniper-sniper terbaik, walaupun mereka mampu juga untuk menembak secara jitu pada jarak lebih dari itu, namun biasanya mereka menunggu musuh untuk mendekat dahulu atau kitanya yang mendekat pada musuh demi mencari hasil tembakan yang lebih baik dan pula untuk lebih mudah dalam memilih sasaran.

B. Statistik ini berlaku untuk semua sniper yang saya kenal secara pribadi.

C. Statistik ini berlaku untukku, juga untuk mayoritas sniper lainnya.


15. Secara rata-rata, berapa tembakan yang dilakukan dari satu posisi?

a. Serangan:

A B C : Sebanyak mungkin sesuai dengan yang diperlukan.

b. Pertahanan dari posisi terlindung:

A B C : Satu sampai dengan tiga paling banyak.

c. Serangan musuh:

A B C : Tergantung target yang berharga.

d. Duel dengan sniper lawan:

A B C : Satu sampai dengan tiga paling banyak.

e. Menghambat gerak maju musuh:

A B C : Satu sampai dua sudah cukup karena pada saat itu sniper tidak bekerja sendiri.

B menambahkan : Hal ini berlaku baik pada saat serangan dari kita ataupun dari musuh. Biasanya tembakan kena tidak terkonfirmasi karena kacaunya suasana.


16. Apa lagi hal penting bagi seorang sniper selain kemampuan menembak jitu?

A. Selain hal-hal penting yang memang umum diketahui bagi seorang sniper, sama pentingnya adalah kemampuan untuk selalu lebih pintar dari musuh kita. Seorang "perancang strategi detail" yang lebih baik akan memenangkan pertempuran melawan sniper lawannya. Fokus pada apa yang dilakukannya dan tidak disibukkan oleh tugas-tugas lain di luar ke-sniper-an akan memberi sumbangan penting bagi bertambahnya kemampuan kita dan juga rasio kills kita.

B. Ketenangan, mampu dengan baik menilai suasana medan pertempuran, dan jangan lupakan pula: keberanian.

C. Kesabaran dan kegigihan, juga mempunyai naluri observasi yang tajam terhadap situasi di lapangan.


17. Dari grup apakah biasanya sniper dipilih?

A. Hanya dari orang-orang yang dilahirkan dengan kemampuan bertarung sejati seperti pemburu (termasuk pemburu gelap), petugas kehutanan, dan lain-lain. Ini dengan tanpa mempertimbangkan telah berapa lama mereka telah menjalani apa yang dilakukannya.

B. Aku tak ingat. Aku telah menembak mati 27 orang menggunakan senapan sniper Rusia bahkan sebelum aku mendapat perintah untuk menjalani pelatihan sebagai seorang sniper!

C. Hanya prajurit-prajurit yang telah mempunyai pengalaman di frontlah yang akan menjadi penembak yang brilian; biasanya setelah satu tahun bertugas. Biasanya pula kita harus memenuhi persyaratan menembak yang bervariasi sebelum diterima di sekolah pelatihan sniper.


18. Di sekolah pelatihan sniper mana anda pernah dilatih?

A B C : Sekolah sniper di wilayah pelatihan Seetaleralpe.

C. Aku kemudian ditugaskan di sekolah yang sama sebagai instruktur.


19. Apakah disarankan untuk memperlengkapi sniper dengan teleskop ganda? Pembesaran seperti apa yang dipunyai oleh teleskop ganda?

A. Pembesaran 6 x 30 sudah cukup untuk jarak yang lebih jauh. Kemudian aku juga menggunakan teleskop 10 x 50 dengan hasil yang memuaskan.

B. Teleskop ganda sama pentingnya dengan senapan itu sendiri. Tak ada informasi tambahan.

C. Setiap sniper dilengkapi dengan teleskop ganda, yang memang sangat diperlukan dan berguna. Pembesaran sampai 6 x 30 sudah cukup untuk jarak sampai 500 meter.


20. Apakah anda lebih memilih sebuah periskop yang membuat kita mampu mengobservasi lapangan secara penuh dengan perlindungan maksimal?

A. Sangat berguna sebagai tambahan (teleskop parit Rusia).

B. Tidak.

C. Digunakan ketika berhasil dirampas dari musuh.


21. Apakah teropong gunting (yang biasa digunakan dalam peperangan yang statis) juga digunakan?

A & C : Ya, bila tersedia. Biasanya digunakan baik oleh sniper maupun oleh observer artileri.

B. Tidak.


22. Kamuflase seperti apa yang digunakan?

A B C : Aku tak pernah menggunakan batang pohon imitasi sebagai perlindungan diri, melainkan hanya pakaian kamuflase belaka. Juga kamuflase muka, tangan, dan kamuflase senjata di kala musim dingin (penutup putih dengan bungkus putih dan, tentu saja, cat putih!).

B menambahkan : Selama dua tahun aku menggunakan sebuah payung yang di cat sesuai dengan kondisi lapangan. Pada awalnya aku selalu menggunakan kamuflase muka dan tangan, tapi kemudian jarang sekali menggunakannya.


23. Apakah anda menggunakan bantuan alat-alat teknis untuk mengecoh musuh?

A. Ya, boneka mainan dan sebagainya.

B. Ya, sebagai contoh adalah boneka yang menempati posisi palsu dengan diperlengkapi oleh karabin yang dapat ditembakkan dengan menggunakan kabel dari kawat.

C. Tidak.


24. Apakah anda menggunakan tameng pelindung dalam peperangan statis?

A B C : Tidak.


25. Apa opini anda terhadap penggunaan amunisi bertanda (peluru cahaya/api)?

A B C : Sebisa mungkin hal seperti ini jangan digunakan sama sekali dalam pertempuran karena akan mengungkap secara mudah posisi sniper pada lawannya. Amunisi bertanda biasanya hanya digunakan untuk keperluan penembakan latihan saja, juga tembakan pada jarak tertentu. Untuk tujuan inilah maka setiap sniper diperlengkapi dengan beberapa cartridge yang berisikan peluru api saat bertugas di garis depan.


26. Apakah anda menggunakan amunisi untuk keperluan observasi, seperti misalnya cartridge yang dapat menembakkan peluru proyektil dan akan meledak ketika menemui sasarannya?

A B C : Ya; ketika menemui sasarannya maka sebentuk ledakan kecil akan tercipta, juga sedikit asap yang dapat dilihat dari kejauhan dan sangat berguna bagi keperluan observasi. Dengan metode ini kita dapat memaksa musuh untuk meninggalkan rumah kayu tempat perlindungan mereka dan lain-lain, dengan cara memantik api padanya.

Cartridge observasi digunakan sampai jarak 600 meter; jarak percikan ledakan mereka pada umumnya lebih besar bila dibandingkan dengan heavy pointed cartridge (heavy pointed bullet).


27. Bagaimana anda mengatasi angin dari samping?

A. Berdasarkan penilaian diriku sendiri juga berdasar dari pengalaman. Bila diperlukan, aku menggunakan amunisi bertanda untuk menentukan arah angin. Aku memang telah dipersiapkan untuk mengatasi masalah angin samping ini dari sejak pelatihanku di Seetaleralpe dimana latihan kadang-kadang dilakukan di kondisi angin yang berhembus kencang.

B. Berdasarkan penilaian diri sendiri. Kami tidak akan menembak bila angin samping terlalu kencang.

C. Tak ada yang perlu dijelaskan karena seorang sniper memang tidak akan menembak dalam kondisi angin kencang.


28. Dapatkan anda mengingat peraturan yang mengatur apa yang harus anda lakukan saat menembak target bergerak?

A B C : Tidak; yang paling penting adalah pengalaman, penilaian diri sendiri, dan juga kecepatan membidik dan menembak.


29. Apakah anda mempunyai pengalaman dengan peluru penghancur lapisan baja?

A. Ya. Beberapa kali aku harus bertarung melawan "kru senapan mesin dengan tameng pelindung". Aku dapat menembak target berukuran kecil hanya sampai jarak 300 meter karena peluru yang meleset akibat gravitasi dan angin akan lebih besar kemungkinannya dibandingkan dengan menggunakan K98 standar. Selain itu, beratnya yang memang besar dan tidak praktis membuat senjata jenis ini bukanlah senjata ideal bagi seorang sniper. Aku tak pernah menggunakannya untuk target non-baja.

B & C : Tidak.


30. Metode apa yang digunakan untuk memastikan tembakan anda yang mengenai sasaran dikonfirmasi oleh pihak yang berwenang?

A B C : Berdasarkan observasi dan konfirmasi oleh perwira menengah, perwira rendah atau dua orang tamtama. Inilah alasannya kenapa jumlah tembakan kena yang diakui lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah yang sebenarnya.


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.forosegundaguerra.com
www.gmbbadia.com
wwwlawmanbadgesandemblems.com
www.snipersparadise.com
www.ww2incolor.com