Tampilkan postingan dengan label Jenderal Schutzstaffel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenderal Schutzstaffel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

SS-Obergruppenführer Theodor Eicke (1892-1943), Komandan Totenkopf dan Kamp Konsentrasi



Album foto Theodor Eicke bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Theodor Eicke
Panggilan/julukan: Papa
Lahir: 17 Oktober 1892 di Hüdingen/Elsaß-Lothringen (Jerman)
Meninggal: 26 Februari 1943 di Orelka/Kharkov (Ukraina)
Nomor keanggotaan NSDAP: 114 901 (1 Desember 1928)
Nomor keanggotaan SS: 2921 (29 Juli 1930)
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Stationsvorsteher Heinrich Eicke (ayah); Bertha Schwebel (istri)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
29.07.1930 SS-Mann
00.08.1930 SS-Truppführer
27.11.1930 SS-Sturmführer
30.01.1931 SS-Sturmbannführer
15.10.1931 SS-Standartenführer
21.10.1932 SS-Oberführer
30.01.1934 SS-Brigadeführer
11.07.1934 SS-Gruppenführer
30.01.1937 Mitglied der Großdeutschen Reichstags (M.d.R.)
14.09.1941 Generalleutnant der Waffen-SS
20.04.1942 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS

Karriere (Karir):
00.00.1909 - 00.00.1913 Freiwilliger di 23. Infanterie-Regiment "König Ferdinand der Bulgaren"
00.00.1913 - 00.08.1914 Ditempatkan di 22. Infanterie-Regiment "Fürst Wilhelm von Hohenzollern"
00.00.1916 - 00.00.1917 Dipindahkan ke Königlich Bayerisches 2. Fußartillerie-Regiment
00.00.1917 - 01.03.1919 Unterzahlmeister di Königlich Bayerisches 2. Fußartillerie-Regiment
01.03.1919 - 00.09.1919 Keluar dari dinas militer dan pindah bersama keluarganya ke Thüringen
00.09.1919 - 00.12.1919 Belajar di Technischen Hochschule di Ilmenau (Thüringen)
00.12.1919 - 00.07.1920 Polizeianwärter di Polizeidienst Thüringen dan Polizeiverwaltung di Ilmenau
00.07.1920 - 00.00.1921 Kommissarsprüfung di Cottbus
00.00.1921 - 00.00.1921 Offiziersanwärter Schutzpolizei di Weimar
00/00/1921 - 00.02.1922 Kriminalbeamter di Soran
00.02.1922 - 00.01.1923 Menjadi pengangguran setelah dipecat dari kepolisian karena dianggap subversif dan diam-diam menjadi pendukung Nazi!
00.01.1923 - 00.03.1932 Anggota BASF di Ludwigshafen sebagai Konsultan Keamanan
00.00.1927 - 00.00.1930 Anggota SA
01.12.1928 - 29.07.1930 SA-Truppführer di Frankenthal
29.07.1930 - 26.02.1943 Anggota SS
30.08.1930 - 27.11.1930 Anggota SS-Sturm 147
27.11.1930 - 30.01.1931 Führer SS-Sturm 147
30.01.1931 - 07.11.1931 Führer II./10. SS-Brigade.
07.11.1931 - 21.12.1931 Verwaltungsführer 10. SS-Standarte.
00.00.1931 - 00.03.1932 Membuat alat peledak ilegal sebagai pertahanan diri dari kaum Komunis atas suruhan Gauleiter Josef Bürckel
21.12.1931 - 00.03.1932 Führer 10. SS-Standarte
00.03.1932 - 00.09.1932 Ditangkap atas kegiatan pembuatan alat peledak ilegal dan dihukum selama dua tahun penjara
00.09.1932 - 16.01.1933 Melarikan diri ke Italia atas bantuan Reichsführer-SS Himmler
00.10.1932 - 16.01.1933 Leiter NS-Flüchtlingslagers Malcesine/Gardasee. Di pengasingannya Eicke ikut hadir dalam acara peringatan kemenangan Italia atas Jerman dalam Perang Dunia Pertama yang digelar di Monumen Bolzano sehingga memicu kemarahan para petinggi NSDAP. Dia lalu dikeluarkan dari partai
16.01.1933 - 21.03.1933 Kembali ke Jerman hanya untuk berselisih dengan Gauleiter Josef Bürckel
21.03.1933 - 00.06.1933 Dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa atas suruhan Bürckel
00.06.1933 - 20.06.1934 Offizier z.b.V. bei der SS-Gruppe "Süd"
26.06.1933 - 09.03.1934 Bertugas di Konzentrationslager Dachau yang baru didirikan
09.03.1934 - 00.05.1934 Kommandant KL Dachau
00.05.1934 - 00.11.1939 Diserahi tugas untuk mereorganisasi Kamp Konsentrasi
01.07.1934 - 02.07.1934 Terlibat dalam pembunuhan Ernst Röhm
04.07.1934 - 14.11.1939 Inspekteur der Konzentrationslager und Führer der SS-Wachverbände
10.09.1939 - 01.10.1939 HSSPF "Generalgouvernement" (Krakau)
30.10.1939 - 26.02.1943 Kommandeur SS-Totenkopf-Division
07.07.1941 - 19.09.1941 Dirawat di rumah sakit setelah terluka parah akibat ranjau darat Soviet yang meledakkan mobil komando yang ditumpanginya
26.02.1943 Terbunuh 15km di timur Orelka ketika pesawat ringan Fieseler Storch yang dinaikinya ditembak jatuh oleh pasukan Rusia

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
00.00.19__ Braunschweigisches Kriegsverdienstkreuz II.Klasse
00.00.19__ Bayerischer Tapferkeitsorden
00.00.19__ Bayerische Militärdienstauszeichnung III.Klasse
00.00.1934 Frontkämpferehrenkreuz
00.00.193_ Danziger Kreuz
00.00.193_ SS-Dienstauszeichnungen
00.00.193_ Ehrendegen Reichsführer-SS
00.00.193_ SS-Totenkopfring
30.01.1940 Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP
26.05.1940 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
31.05.1940 Eisernes Kreuz I.Klasse
26.12.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #757 (sebagai SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS dan Kommandeur SS-Division Totenkopf / X.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord)
00.00.194_ Verwundetenabzeichen in Silber
00.00.1942 Medaille Winterschlacht im Osten (Ostmedaille)
20.04.1942 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #88 (sebagai SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS dan Kommandeur SS-Division Totenkopf / II.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord)
21.10.1942 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht

Aufzeichnungen (Catatan):
* Ayahnya Heinrich Eicke berprofesi sebagai Stationsvorsteher (penanggung jawab stasiun kereta api), dan Theodor Eicke merupakan anak bungsu dari 11 bersaudara! Dia tumbuh dalam keadaan serba kekurangan.
* Eicke menikah dengan Bertha Schwebel tanggal 26 Desember 1914 dan dikaruniai dua orang anak: Irma Eicke (lahir 5 April 1916) dan Hermann Eicke (lahir 4 Mei 1920). Irma kemudian menikah dengan SS-Obersturmbannführer Karl Leiner yang merupakan komandan pertama SS-Panzer-Regiment "Totenkopf", sementara Hermann gugur dalam pertempuran tanggal 2 Desember 1941 sebagai Leutnant di Heer (Angkatan Darat).
* Di sekolahnya Eicke bukanlah anak yang pintar. Dia drop out dari sekolah saat usianya menginjak 17 tahun, persis sebelum kelulusan!
* Eicke drop out untuk kedua kalinya saat belajar di Technischen Hochschule di Ilmenau (Thüringen) - yang merupakan kampung halaman istrinya - seusai Perang Dunia Pertama. Dia melamar masuk menjadi anggota polisi tak lama setelahnya, tapi dikeluarkan beberapa tahun kemudian karena terang-terangan menunjukkan kebenciannya pada Republik Weimar dan sering terlibat dalam demonstrasi-demonstrasi politik yang selalu berujung pada kekerasan.
* Pada tahun 1931 Eicke terlibat perselisihan dengan petinggi NSDAP lokal Josef Bürckel. Gara-garanya Bürckel bermaksud untuk menjadikan SA dan SS di Westmark berada di bawah kendalinya. Berdasarkan klaim Eicke, Bürckel bahkan bekerjasama dengan satuan polisi setempat dalam melarang parade SS dan SA yang digelar di Ludwigshafen. Tak lama kemudian Eicke ditahan gara-gara kepemilikan bahan peledak serta perencanaan pembunuhan terhadap lawan politiknya. Dia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun, meskipun kemudian diberi pengampunan sementara oleh pejabat Bavaria yang berwenang. Eicke memanfaatkan kesempatan untuk kembali pada Standarte-nya sehingga menarik perhatian petugas kepolisian setempat. Pengampunannya dibatalkan tapi, sebelum ditangkap kembali, Eicke keburu melarikan diri ke Italia atas suruhan Himmler demi menenangkan situasi. Saat Eicke absen Bürckel memanfaatkan kesempatan dengan menyebarkan berita bohong bahwa dia telah dikeluarkan dari partai. Mengetahui kabar tersebut tentu saja Eicke marah besar dan mengancam untuk melakukan pembalasan pada Bürckel melalui surat yang dikirimkan pada sesama anggota unit SS-nya di Jerman. Eicke bahkan menulis bahwa dia akan membunuh sang pejabat Nazi karena telah melukai kehormatannya. Saat Eicke kembali ke Jerman tak lama setelah Nazi berkuasa, konflik diantara kedua orang musuh bebuyutan tersebut langsung tersulut kembali. Dalam satu kesempatan, Eicke dan beberapa personil SS bahkan sampai mengunci Bürckel di kloset pesuruh kantor! Polisi kemudian dipanggil dan tak lama kemudian Eicke dimasukkan ke rumah sakit jiwa Würzburg (Nervenklinik) - tentu saja atas suruhan Bürckel - dan keanggotaannya di SS dicabut. Eicke kemudian berhasil meyakinkan Himmler untuk memasukkannya kembali di SS dengan berjanji bahwa dia akan menjadi "anak baik". Merasa puas, sang Reichsführer-SS langsung menjadikannya sebagai komandan kamp konsentrasi Dachau.
* Eicke ditunjuk menjadi Komandan Kamp Konsentrasi Dachau tanggal 9 Maret 1934 menggantikan SS-Sturmbannführer Hilmar Wäckerle yang dituduh terlibat dalam pembunuhan beberapa tahanan dengan alasan "sebagai penghukuman". Eicke meminta pada Himmler agar para penjaga kamp konsentrasi dipermanenkan statusnya, dan Himmler pun mengabulkannya dengan membentuk SS-Wachverbände (Unit Penjaga SS).
* Setelah menjadi Kampkommandant Dachau, Eicke langsung melakukan banyak perubahan mendasar yang nantinya diterapkan di seluruh kamp konsentrasi di seantero Reich. Dia menentukan peraturan baru untuk para penjaga kamp, diantaranya adalah disiplin kaku, kepatuhan total pada perintah, dan regulasi pemberian hukuman yang lebih ketat kepada para penghuninya. Seragam khusus dibagikan pada para penjaga dan tahanan, dimana seragam penjaganya mempunyai insignia Totenkopf (tengkorak) di bagian kerah. Eicke membenci sifat kelemahan dalam diri dan menginstruksikan pada para anakbuahnya bahwa setiap anggota SS yang mempunyai hati yang lemah bisa "... langsung pensiun segera ke biara". Sifat anti-Yahudi dan anti-Komunis yang kental dalam dirinya, ditambah dengan kepatuhan tanpa kompromi yang diterapkannya membuat Himmler terkesan, dan pada bulan Mei 1934 dia diangkat sebagai Inspektur Kamp Konsentrasi seluruh Jerman.
* Pada awal tahun 1934 Hitler dan beberapa petinggi Nazi lainnya diliputi kecurigaan bahwa Ernst Röhm, Panglima SA, sedang merencanakan kudeta. Hitler memutuskan pada tanggal 21 Juni 1934 bahwa Röhm dan kepemimpinan SA di bawahnya harus dimusnahkan. Pembersihan para pejabat SA dan "musuh negara lainnya" dimulai pada tanggal 30 Juni 1934 dalam sebuah aksi yang dinamakan sebagai "Malam Pisau Panjang". Eicke bersama dengan beberapa orang anggota pilihan dari Dachau ditugasi untuk membantu Leibstandarte SS pimpinan Sepp Dietrich dalam menahan dan memenjarakan para komandan SA. Setelah Röhm ditangkap, Hitler memberi dia pilihan apakah akan bunuh diri atau ditembak. Ketika Röhm menolak untuk membunuh dirinya sendiri, dia dieksekusi mati oleh Eicke (bersama dengan ajudannya Michael Lippert) tanggal 1 Juli 1934.
* Dalam perannya sebagai Inspektur Kamp Konsentrasi, Eicke memulai reorganisasi besar-besaran pada tahun 1935. Kamp-kamp yang lebih kecil dihapuskan sementara Dachau dipertahankan. Tak lama kemudian kamp konsentrasi Sachsenhausen dibuka musim panas 1936, dilanjutkan dengan Buchenwald musim panas 1937 dan Ravensbrück (dekat Lichtenburg) bulan Mei 1939. Terdapat pula beberapa kamp tambahan lainnya di Austria setelah negara tersebut bergabung dengan Nazi, diantaranya adalah kamp konsentrasi Mauthausen-Gusen yang dibuka tahun 1938. Semua peraturan di dalam kamp, baik yang ditujukan pada para penjaga atau tahanan, diseragamkan mengikuti peraturan kamp Dachau.
* Pada tanggal 29 Maret 1936, unit penjaga dan adminitrasi kamp konsentrasi secara resmi dinamai ulang menjadi SS-Totenkopfverbände (SS-TV). Reorganisasi ulang serta pengenalan pekerja paksa yang dilakukan oleh Eicke membuat SS-TV menjadi salah satu cabang SS yang paling berpengaruh, dan hal ini menimbulkan kecemburuan dalam diri Komandan SD dan Gestapo  Reinhard Heydrich - yang sebelumnya telah berusaha untuk mengambil alih kontrol kamp konsentrasi Dachau dari tangan Eicke tapi gagal. Eicke tetap bertahan setelah mendapatkan dukungan penuh dari Himmler.
* Pada awal Perang Dunia II, kesuksesan "saudara-saudara" Totenkopf seperti SS-Infanterie-Regiment (motorisiert) Leibstandarte SS Adolf Hitler dan tiga Standarten dari SS-Verfügungstruppe dalam penyerbuan ke Polandia membuat Hitler menyetujui rekomendasi Himmler untuk membentuk tiga divisi Waffen-SS bulan Oktober 1939. SS-Division Totenkopf dibentuk dari resimen-resimen di bawah SS-Totenkopfverbände: 1. Standarte (Oberbayern), 2. Standarte (Brandenburg) dan 3. Standarte (Thüringen), ditambah dengan SS-Heimwehr Danzig. Eicke ditunjuk sebagai komandannya.
* Dalam pertempuran demi merebut Kanal La Bassee (Prancis) dari tangan pasukan Inggris bulan Mei 1940, Eicke bertindak ceroboh dengan melakukan penyerangan tanpa persiapan yang cukup sehingga divisinya menderita banyak korban tak perlu. Setelah kegagalan ini, komandan korpsnya, General der Kavallerie Erich Hoepner, menjadi begitu marah sehingga secara terang-terangan menuduh Eicke sebagai "tukang jagal" di hadapan para staff dan perwiranya! Bahkan Himmler sendiri ikut-ikutan memarahi Eicke dan memperingatkan agar jangan lagi dia melakukan tindakan bodoh seperti itu lagi.
* Setelah kejadian ini, Eicke menjadi "insyaf" dan lebih berhati-hati lagi dalam mengarahkan pasukannya di medan pertempuran. Ketika Jerman menyerbu Uni Soviet tahun 1941, begitu banyak perbaikan yang dilakukannya sehingga kinerja Divisi SS Totenkopf mendapat pujian dari Erich von Manstein.
* Divisi Totenkopf menjelma menjadi salah satu formasi tempur Jerman paling efektif di Front Timur dan seringkali bertugas sebagai "Pemadam kebakaran Hitler", berpindah dari satu wilayah kritis ke wilayah kritis lainnya untuk menangkal setiap terobosan Soviet. Selama berlangsungnya perang, Eicke dan anakbuahnya menjadi terkenal lewat kebrutalan mereka serta kejahatan perang yang mereka lakukan, termasuk eksekusi 97 orang tawanan Inggris di Le Paradis tahun 1940, pembunuhan prajurit Soviet yang tertangkap, serta penjarahan dan pembakaran desa-desa di Front Timur. Divisi Totenkopf tak pernah kendur dalam hal kegigihan bertempur, baik itu dalam Unternehmen Barbarossa tahun 1941, Pertempuran Demyansk musim dingin 1941/1942, ofensif musim panas tahun 1942, penguasaan kembali Kharkov tahun 1943, pertahanan Warsawa tahun 1944, dan Pertempuran Budapest tahun 1945.
* Pada tanggal 6 Juli 1941, saat sedang mengarahkan pasukannya dalam pertempuran di Garis Pertahanan Stalin, Eicke terluka parah di bagian kaki setelah kendaraan yang ditumpanginya menginjak ranjau darat. Sang komandan divisi buru-buru dibawa ke Jerman untuk mendapatkan perawatan maksimal. Dibutuhkan waktu tiga bulan untuk memulihkan kondisinya, dan bahkan setelah itu pun kondisinya masih belum 100% fit sehingga harus selalu menggunakan bantuan tongkat saat berjalan.
* Sebenarnya, kalau saja setelah terluka parah Eicke meminta penempatan di jajaran staff, tak akan ada orang yang berkata buruk tentangnya atau mencela keputusannya. Dia telah menunjukkan keberanian yang luar biasa saat mendampingi pasukannya di front terdepan pertempuran, dan banyak para perwira lain yang "kurang fanatik" memanfaatkan kesempatan luka mereka sebagai alasan untuk cabut dari tugas tempur. Tapi Eicke justru adalah personifikasi paling pas dari kata "fanatik", dan dia telah mendambakan untuk segera kembali bertempur walaupun kondisinya masih belum cukup pulih! Dia kembali ke neraka Rusia tanggal 19 September 1941, dan langsung memimpin pasukannya dalam menangkal setiap serbuan yang dilancarkan oleh Tentara Merah. Begitu beratnya kondisi pertempuran sehingga di akhir Juli 1941 pasukannya tinggal tersisa 3000 orang dari asalnya 15000 orang!
* Bagi Theodor Eicke, hanya ada satu kejahatan yang tak terampunkan: sikap pengecut di hadapan musuh. Untuk ini dia boleh bangga karena tak ada satupun - termasuk pembencinya yang paling ekstrim - yang meragukan keberaniannya di medan pertempuran. Dalam Pertempuran Demyansk dimana divisinya dikepung habis-habisan oleh musuh, Eicke ikut merasakan penderitaan para prajuritnya. Dia berkemah di tumpukan salju, mengenakan pakaian basah selama berhari-hari, berkali-kali terekspos oleh tembakan musuh, dan memakan ransum yang sama seperti yang diterima oleh prajurit berpangkat paling rendah! Tidak heran kalau anakbuahnya menjadi begitu memuja pimpinan mereka, dan memanggil Eicke dengan sebutan "Papa".
* Meskipun nama Totenkopf naik daun dan Eicke mendapat medali tertinggi atas prestasi yang telah diraihnya, dia tetap meradang karena mendapati divisi yang sangat dicintainya, divisi yang dibangunnya dengan susah payah, berkurang drastis kekuatannya karena bertempur non-stop tanpa henti selama berbulan-bulan tanpa mendapat istirahat atau penggantian personil. Eicke menganggap bahwa komandan korpsnya saat itu, General der Infanterie Walter von Brockdorff-Ahlefeldt, sama sekali tak menaruh perhatian terhadap divisi SS yang berada di bawah komandonya dan selalu mengirim Totenkopf ke setiap titik kritis pertempuran. Di satu pihak hal ini berpengaruh positif dalam mendongkrak nama Divisi SS Totenkopf sebagai unit yang bisa diandalkan dalam segala kondisi, tapi di sisi lain hal ini juga yang menjadi sebab utama divisinya hancur-hancuran dan menderita korban besar, sementara divisi-divisi Heer lain yang berada dalam satu komando bisa dibilang masih utuh kekuatannya. Kecurigaan Eicke bahwa Von Brockdorff-Ahlefeldt sengaja melakukannya bukannya tanpa alasan. Jenderal Angkatan Darat satu ini ternyata adalah pembenci Hitler yang nantinya ikut serta dalam upaya pembunuhan terhadap sang Führer tanggal 20 Juli 1944. Dia tidak merasakan "rasa cinta" sedikitpun terhadap divisi SS yang berada di bawah komandonya.
* Eicke berkali-kali protes pada pimpinannya Heinrich Himmler dan menyuarakan kegalauannya. Ketika mendapat kesempatan untuk beraudiensi dengan Hitler tanggal 26 Juni 1942, dia pun menyuarakan kondisi parah yang diderita oleh divisinya (yang saat itu tinggal tersisa 2000 orang!). Akhirnya permintaannya dikabulkan dan Totenkopf ditarik dari medan perang Rusia untuk dikirim ke Prancis demi menjalani reorganisasi ulang sebagai Divisi Panzergrenadier.
* Eicke tewas pada tanggal 26 Februari 1943 di awal Pertempuran Ketiga Kharkov beberapa bulan setelah naik pangkat menjadi SS-Obergruppenführer (setingkat dengan General der Waffen-SS). Saat itu dia baru saja keluar dari rumah sakit untuk menjalani perawatan atas luka-lukanya. Eicke mendapat kabar bahwa unit yang dipimpin oleh menantunya, Karl Leiner, terkepung oleh musuh. Dia lalu berangkat menggunakan pesawat ringan Fieseler Fi 156 Storch untuk melakukan pengintaian medan pertempuran dari udara sekaligus mencari posisi Leiner. Tak lama kemudian, tepat pukul 16:40, pesawat  yang ditumpanginya ditembak jatuh oleh tembakan udara pasukan darat Soviet, 1 kilometer barat-daya Artelnoje (dekat Lozovaya).
* Tempat jatuhnya pesawat Eicke ternyata berada di wilayah yang dikuasai oleh pasukan Rusia! Para anggota Divisi SS Totenkopf - yang sangat memuja pemimpin mereka - secara sukarela membentuk sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) dibawah pimpinan SS-Hauptsturmführer Arzelino Masarie yang bertugas untuk membawa pulang jenazah Eicke bersama dengan dua orang yang ikut tewas bersamanya : SS-Hauptsturmführer Otto Friedrich (Stabsoffizier SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf) dan Oberfeldwebel Michael Werner (pilot). Ketika sinar matahari pertama terbit tanggal 27 Februari 1943 pukul 05:15, Kampfgruppe berkekuatan dua Sturmgeschütz III, tiga Schützenpanzerwagen dan dua peleton Kradtruppen (pasukan sepeda motor) berangkat ke lokasi. Artileri Totenkopf membombardir wilayah sekitar jatuhnya Eicke untuk memberi perlindungan Kampfgruppe tersebut dari serangan musuh. Ketika mereka menemukan jenazah Eicke tidak jauh dari rongsokan pesawat, ternyata sepatunya telah hilang dicuri orang, begitu juga beberapa insignia dan medalinya. Ketika pencarian dilanjutkan di sekitar lokasi, akhirnya medali Eichenlaub yang berharga milik Eicke bisa ditemukan, begitu juga dengan beberapa barang pribadi lainnya
* Eicke dikuburkan di desa yang berdekatan pada tanggal 1 Maret 1943. Hitler memerintahkan agar upacara penguburan jenderal favoritnya tersebut dibuat menuruti cara penguburan raja-raja kuno Jerman yang penuh dengan ritual pagan!
* Setelah kematiannya, Eicke digambarkan oleh pers Nazi sebagai seorang pahlawan, dan kemudian sebuah resimen infanteri Totenkopf mendapat kehormatan dengan penyematan ärmelstreifen (strip lengan) "Theodor Eicke". Pada awalnya Eicke dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof (Kuburan Prajurit Jerman) Otdochnina di dekat Orelka (Rusia), tapi kemudian pada bulan September 1943 Himmler memerintahkan agar jenazahnya digali dan dikubur ulang di Deutscher Soldatenfriedhof Hegewald di Zhitomir. Ketika pasukan Wehrmacht mundur massal dari Front Timur tahun 1944, jenazah sang komandan Totenkopf masih terkubur disana.
* Divisi SS Totenkopf sangat terpukul mengetahui berita kematian pemimpinnya Theodor Eicke. Para veteran divisi ini dari masa pertama pembentukannya biasa memanggil Eicke dengan sebutan "Papa" sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap sang komandan yang dikenal tegas dan keras tapi tetap penuh humor dan "ngemong" terhadap anakbuahnya. Dia ikut menderita bersama pasukannya dalam pertempuran-pertempuran yang berat di Rusia (terutama sebelas bulan pengepungan Demyanks) dan selalu hadir paling depan saat menghadapi musuh.
* Theodor Eicke adalah salah satu figur utama dalam sejarah SS. Charles Syndor menggambarkan dia sebagai "arsitek, pembangun, dan direktur sistem kamp konsentrasi Jerman di masa sebelum perang". Dia juga yang menciptakan divisi Waffen-SS Totenkopf (Kepala Kematian) yang anggotanya diambil dari para penjaga kamp konsentrasi yang berada di bawah kendalinya.



Sumber :
Buku "Hitler's Commanders: Officers of the Wehrmacht, the Luftwaffe, the Kriegsmarine, and the Waffen-SS" karya Samuel W. Mitcham Jr. dan Gene Mueller 
Foto koleksi Walter Frentz

Jumat, 31 Oktober 2014

Reichsführer-SS Heinrich Himmler (1900-1945), Panglima SS & Polizei




Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Heinrich Luitpold Himmler
Lahir: 7 Oktober 1900 di Münich (Jerman)
Meninggal: 23 Mei 1945 di Lüneburg (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 14303
Nomor keanggotaan SS: 168
Gelar akademis: Dipl. Landwirt (1922)
Anggota keluarga: Joseph Gebhard Himmler dan Anna Maria Heyder (orangtua), Gebhard Ludwig Himmler (kakak), Ernst Hermann Himmler (adik), Margarete Boden (istri, menikah tanggal 3 Juli 1928), Gudrun Himmler (putri). Sebagai tambahan, Himmler juga dikaruniai dua anak tidak resmi hasil perselingkuhan dengan sekretarisnya Hedwig Potthast (Helge dan Nanette-Dorothea).
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
00.02.1925 SS-Führer
00.09.1926 SS-Gauführer
00.03.1927 SS-Oberfürer
06.01.1929 SS-Gruppenführer
01.01.1933 SS-Obergruppenführer
01.07.1934 Reichsführer-SS

Karriere (Karir): 
00.12.1917 - 00.12.1918 Fahnenjunker di 11. bayerisches Infanterie-Regiment
15.09.1923 - 08.11.1923 Fähnrich di I.Bataillon / 19.Infanterie-Regiment
00.00.1925 - 00.00.19__ Reichsredner der NSDAP
00.00.1925 - 00.00.1925 Leiter der NSDAP-Parteipropaganda für Niederbayern
00.00.1925 - 00.00.1926 Schriftführer der Gauleitung Niederbayern
00.00.1926 - 00.00.1926 Gaugeschäftsführer und stellvertretender Gauleiter für Niederbayern-Oberpfalz
00.00.1926 - 00.00.1926 Stellvertretender Gauleiter für Oberbayern-Schwaben
00.00.1926 00.00.1926 Gau-SS-Führer Niederbayern
00.00.1926 - 00.00.1927 Stellvertretender Reichspropagandaleiter
00.00.1927 - 06.01.1929 Stellvertretender Reichsführer-SS
00.00.1927 - 00.00.192_ Mitglied des Stabes der Obersten SA-Führung
06.01.1929 - 28.04.1945 Reichsführer-SS
00.03.1933 - 17.06.1936 Polizeipräsident Münich
01.04.1933 - 17.06.1936 Politischer Polizeikommandeur Bayern
17.06.1936 - 28.04.1945 Chef der Deutschen Polizei 
00.09.1936 - 28.04.1945 Verein "Lebensborn e.V." der NSDAP
07.10.1939 - 28.04.1945 Reichskommissar für die Festigung des Deutschen Volkstums
00.06.1942 - 00.01.1943 Chef SS-Reichssicherheitshauptamt
20.08.1943 - 28.04.1945 Reichs- und Preussischer Minister des Innern
00.08.1943 - 28.04.1945 Generalbevollmächtigter für die Verwaltung
20.07.1944 - 28.04.1944 Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres
01.10.1944 - 28.04.1945 Chef des Kriegsgefangenenwesens
02.12.1944 - 23.01.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Oberrhein
28.01.1945 - 20.03.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Weichsel

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan): 
00.00.193_ Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP
09.11.1933 Blutorden der NSDAP #3
00.00.1929 Nürnberger Parteiabzeichen 1929
00.00.19__ SA-Sportabzeichen in Bronze
00.00.19__ DRL-Sportabzeichen in Bronze
00.00.19__ Deutsches Olympia Ehrenzeichen 1.Klasse
00.00.19__ SS-Dienstauszeichnung 25 Jahre
00.00.19__ Ehrenzeichen für deutsche Volkspflege 1. Stufe
00.00.193_ Cavaliere di Gran Croce dell’Ordine della Corona d’Italia (Italia)
00.00.193_ Cavaliere di Gran Croce dell’Ordine dei Santi Maurizio e Lazzaro (Italia)
00.00.19__ Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938 mit Spange Prager Burg
00.00.1939 Grosskreuz der Spanischen Ordens von Joch und den Pfeilen
00.00.1939 Medaille zur Erinnerung an den Heimkehr des Memellandes
00.00.19__ Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen
00.00.19__ Goldenes Hitlerjugend Ehrenzeichen mit Eichenlaub
30.07.1942 Grosskreuz Finnischer Orden des Freiheitskreuzws mit Schwertern
00.00.1942 Grosskreuz Finnischer Orden von der weissen Rose Finnlands
00.07.1942 Gemeinsames Flugzeugführer und Beobachterabzeichen in Gold mit Brillanten
00.03.1943 Grosskreuz Slowakischer Orden der Prinzen Pribina
00.00.19__ Dienstauszeichnung NSDAP in Silber
00.00.19__ SS-Dienstauszeichnung 12 Jahre

Heinrich Himmler dilahirkan di München sebagai putra kedua dari kepala sekolah Katholik Roma yang saleh Gebhard Himmler. Menerima pendidikan dasar di Landshut, Himmler menjabat sebagai kadet perwira di Resimen Bavaria XI di akhir PD I, walau ia tidak pernah aktif berdinas.

Setelah bekerja secara singkat sebagai pedagang di sebuah perusahaan pembuat pupuk, Himmler bergabung dengan Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei dan pada November 1923 berpartisipasi di Beer Hall Putsch sebagai pembawa surat di sisi Ernst Roehm. Pada reformasi partai, kecerdasan dan kesetiaannya dihargai dengan pengangkatannya sebagai kepala pengawal pribadi Hitler pada Januari 1929. Schutzstaffel yang berbaju hitam, lebih dikenal sebagai SS, hanya beranggotakan 200 orang. Di bawah kepemimpinannya angkatan kecil ini berkembang menjadi pasukan yang besar di masa "Reich Ketiga".

Himmler menambah gajinya yang sedang dengan mengoperasikan bangunan kecil di dekat Munchen dengan istrinya Marga, yang dinikahinya pada 1927, dan yang menerima minatnya dalam kehidupan desa dan ketertarikannya dalam obat dari tumbuhan. Marga memberinya seorang putri, Gudrun yang lahir pada 1929.

Himmler ialah pekerja bagian dengan kepala perincian yang suka menonjolkan keilmuannya. Ia mengganti rugi defisiensi tubuhnya sendiri melalui obsesinya dengan kemurnian ras dan keberanian atletis anak buahnya. Pada awal 1931 ia mengadakan kode perkawinan untuk anggota SS di mana ia melarang mereka menikah dengan pasangan yang tidak bisa membuktikan kemurnian darah Arya. Ia menciptakan sekolah pengantin SS dan juga mendirikan institusi keibuan Lebensborn, di mana gadis-gadis muda yang dipilih untuk sifat Nordiknya yang murni dapat bermesum dengan anggota SS. Keturunan mereka lebih baik diurus daripada di rumah keibuan yang normal.

Pencapaian politik Himmler dicapai secara licik. Setelah diangkat sebagai komandan polisi di seluruh Bavaria, ia diangkat sebagai ketua Polisi Prusia dan Gestapo pada 20 April 1934.

Titik balik dalam karier Himmler ialah pengotakannya dalam pembersihan SA, pada 29/30 Juni 1934, yang mengurangi kekuatan Sturmabteilung dan meratakan jalan untuk munculnya SS sebagai organisasi independen dan kuat. Ia didukung oleh Reinhard Heydrich yang mengepalai dinas intelijen partai, Sicherheitsdienst, lebih dikenal sebagai SD. Heydrich memiliki keinginan untuk aspek yang lebih bengis dari kebijakan rasialis Nazi yang membuat Himmler tak merasa nyaman.

Pada 1933 Himmler membangun kamp konsentrasi pertama di Dachau, dan pada tahun-tahun berikutnya, dengan dorongan Adolf Hitler, menambah jangkauan orang yang harus diinternir di kamp. Pada Oktober 1939 Hitler mengangkatnya sebagai Reichskommissar für die Festigung des Deutschen Volkstums dan Himmler diberi kendali absolut atas wilayah Polandia yang baru dicaplok. Bertanggung jawab karena membawa orang-orang keturunan Jerman kembali dari luar Reich ke daerah yang baru diduduki, Himmler berangkat untuk menggantikan orang Polandia dan Yahudi dengan Volksdeutsche dari tanah Baltik, sejumlah bagian terpencil di Polandia, dll. Dalam setahun lebih dari sejuta orang Polandia dan 300.000 Yahudi telah diusir ke arah timur. Dalam menyandang tugasnya sebagai mandor besar Solusi Terakhir, Himmler membuktikan dirinya sebagai murid fanatik teori rasis Nazi dengan dedikasi yang tak diragukan pada pengejawantahannya dalam realitas kelaparan.

Dari waktu invasi Uni Soviet pada Juni 1941, pegangan kuat Himmler pada polisi dan dinas keamanan tampak nyata. ia mengendalikan Kantor Keamanan Utama Reich (RSHA), pertama melalui Heydrich dan kemudian Kaltenbrunner, polisi kriminal dalam Nebe, dinas Intelijen Politik Asing di bawah Walter Schellenberg, dan Gestapo di bawah Müller. Melalui SS ia berkuasa penuh atas kamp konsentrasi dan kamp kematian di Polandia, Belzec, Sobibor dan Treblinka. Himmler menginstruksikan Odilo Globocnik, SSPF Lublin, untuk membangun kamp pembasmian itu agar golongan Yahudi Eropa hancur.

Himmler juga menciptakan Waffen-SS, pasukan pribadi yang kuat, yang kekuatannya telah dikembangkan dari 3 menjadi 35 divisi, menjadikannya sebagai angkatan militer saingan Wehrmacht. Pada Agustus 1943 Himmler diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri, memberinya yuridiksi atas pengadilan dan Dinas Sipil.
Pidato Poznan

Himmler memberikan sebuah pidato terkenal pada 4 Oktober 1943 kepada Pemimpin Grup SS di Poznan ("Posener Rede"), di mana ia berpidato tentang pembasmian bangsa Yahudi. Menyusul percobaan pembunuhan terhadap Hitler pada 20 Juli 1944, kedudukan Himmler diperkuat dan Wehrmacht dipaksa mengakuinya sebagai Panglima Tertinggi Pasukan Cadangan di samping seluruh kegiatannya yang lain. Himmler dinugerahi komandan Army Group Vistula, walaupun ia kekurangan pengalaman dalam kemiliteran.
Perundingan perdamaian, penangkapan, dan kematian

Menyadari akan kalah dalam perang, Himmler mencoba mendekati Sekutu untuk perundingan perdamaian melalui Ketua Palang Merah Swedia, Pangeran Folke Bernadotte. Himmler meminta penghentian pembantaian massal seluruh bangsa Yahudi, dan mengusulkan penyerahan pasukan Jerman di barat, termasuk Denmark dan Norwegia, namun perang melawan Soviet tetap berlanjut. Hitler, mendengar pengkhianatan muridnya yang tepercaya dan paling setia, berang, mencopot Himmler dari seluruh jabatannya.

Menyusul takluknya Jerman Himmler mencoba melarikan diri dengan identitas palsu, namun ditangkap sejumlah anggota SS di (dekat) Bremervörde (Niedersachsen). Himmler bunuh diri pada 23 Mei 1945.

Tubuhnya dikebumikan di sebuah makam tak bertanda di Lueneburg.

Kutipan 
- "Inilah halaman kejayaan dalam sejarah kita yang tidak pernah ditulis dan takkan pernah ditulis," ujarnya dalam pidato di Posen.
- "Tidak ada kata menyerah."
- "Sayalah Heinrich Himmler," kata-kata terakhir yang diucapkannya saat bunuh diri.


Sumber :

Jumat, 03 Oktober 2014

SS-Brigadeführer Wilhelm Mohnke (1911-2001), Komandan Terakhir Pertahanan Berlin



Untuk album foto Wilhelm Mohnke bisa dilihat DISINI!

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Willibald Wilhelm Mohnke
Lahir: 15 Maret 1911 di Lübeck / Schleswig-Holstein (Jerman)
Meninggal: 6 Agustus 2001 di Hamburg-Barsbüttel (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 649684 (1 September 1931)
Nomor keanggotaan SS: 15541 (1 November 1931)
Gelar akademis: Tidak ada

Beförderungen (Promosi):
16.11.1931 SS-Mann
05.03.1932 SS-Scharführer
09.03.1933 SS-Truppführer
28.06.1933 SS-Sturmführer
01.10.1933 SS-Hauptsturmführer
01.09.1940 SS-Sturmbannführer
21.06.1943 SS-Obersturmbannführer
21.06.1944 SS-Standartenführer
04.11.1944 SS-Oberführer
30.01.1945 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS

Karriere (Karir):
01.11.1931 - 00.01.1932 SS-Anwärter di 4. SS-Standarte
00.01.1932 - 17.03.1933 Prajurit di 1.Kompanie / 22.SS-Standarte
17.03.1933 - 02.08.1933 Anggota SS-Stabswache Berlin
02.08.1933 - 07.10.1933 Chef 2.Kompanie / SS-Sonderkommando Berlin
07.10.1933 - 13.04.1934 Chef 3.Kompanie / Leibstandarte SS Adolf Hitler
13.04.1934 - 00.10.1934 Chef 2.Kompanie / Leibstandarte SS Adolf Hitler
00.10.1934 - 28.05.1940 Chef 5.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert)
28.05.1940 - 06.04.1941 Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler
06.04.1941 - 01.02.1942 Menjalani perawatan atas luka-lukanya
01.02.1942 - 16.03.1942 Kommandeur SS-Panzer-Abteilung LSSAH
16.03.1942 - 15.09.1943 Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon LSSAH
15.09.1943 - 31.08.1944 Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "HJ"
22.08.1944 - 31.08.1944 Führer Kampfgruppe Mohnke
31.08.1944 - 06.02.1945 Kommandeur 1. SS-Panzer-Division LSSAH
06.02.1945 - 22.04.1945 Führerreserve
22.04.1945 - 02.05.1945 Kommandeur Verteidigungsabschnitt Z Berlin
02.05.1945 - 10.10.1955 Menjadi tawanan Soviet

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan):
00.00.193_ SS Zivilabzeichen Nr. 10362
00.00.1931 Abzeichen des SA-Treffens Braunschweig 1931
16.12.1935 Julleuchter der SS
00.00.193_ Deutsche Reitersportabzeichen in Bronze,
00.00.193_ SA Sportabzeichen in Gold
23.12.1936 Deutsches Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938
21.09.1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (termasuk salah satu orang pertama yang menerimanya!)
08.11.1939 Eisernes Kreuz I.Klasse
10.02.1940 Verwundetenabzeichen in Schwarz (atas luka yang dideritanya tanggal 7 September 1939)
03.10.1940 Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern
03.10.1940 Infanterie Sturmabzeichen in Bronze
15.09.1941 Verwundetenabzeichen in Silber
26.12.1941 Deutsches Kreuz in Gold
00.00.1942 Voenen Orden "Za Hrabrost" IV.Stepen 1.Klas (Bulgaria)
11.07.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (sebagai SS-Obersturmbannführer dan Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division “Hitlerjugend” / I.SS-Panzerkorps / 7.Armee / Heeresgruppe B)
00.07.1944 Verwundetenabzeichen in Gold
00.00.194_ Ungarische Silberne Ritterkreuz VO
00.00.194_ Dienstauszeichnung der NSDAP in Bronze
00.00.194_ SS-Dienstauszeichnungen 12 jahr

Aufzeichnungen (Catatan):
* Ayahnya mempunyai nama sama dan bekerja sebagai pembuat lemari.
* Setelah Adolf Hitler menjadi Reichskanzler Jerman bulan Januari 1933, Markas SS di Berlin meminta setiap resimen SS (SS Standarte) untuk memasukkan masing-masing tiga nama dari prajurit terbaik mereka untuk dipindahtugaskan ke unit penjaga pribadi Hitler. Mohnke terpilih menjadi salah satunya bulan Maret 1933. Dia ditempatkan di SS-Stabswache Berlin yang menempatkan penjaga pertamanya ke kawasan Reichskanzlei (Kantor Kanselir) tanggal 8 Mei 1933. Di bulan September 1933 unit tersebut dikenal dengan nama SS-Sonderkommando Berlin.
* Mohnke menjadi komandan batalyon LSSAH bulan Mei 1940 saat penyerbuan ke Barat dimulai setelah komandan sebelumnya terluka. Di sekitar waktu inilah dia dituduh terlibat dalam pembunuhan terhadap 80 orang tawanan perang Inggris dari 48th Division di dekat Wormhoudt, Prancis. Dia tidak pernah diajukan ke pengadilan karena tidak cukup bukti untuk menjeratnya, walaupun kasus ini dibuka kembali tahun 1988 dan 1993.
* Pada hari pertama penyerbuan ke Yugoslavia (6 April 1941), Mohnke terluka parah di bagian kaki akibat serangan udara Sekutu. Dokter yang memeriksanya memutuskan untuk mengamputasi kakinya, tapi Mohnke menolak keras (ingat film "Dances With Wolves"?). Luka-lukanya begitu parah sehingga tetap ada bagian kakinya yang "dihilangkan". Selama delapan bulan masa perawatan ini Mohnke dianugerahi DKiG tanggal 26 Desember 1941. Konon di masa penyembuhan ini Mohnke menjadi kecanduan morfin, dan hal ini yang diduga menjadi sebab utama sifat temperamentalnya (fakta tentang Mohnke kecanduan morfin ini diungkapkan sendiri oleh mantan ajudannya Ralf Tiemann). Hitler sendiri menjuluki Mohnke sebagai "Anjing Pemarah"!
* Adalah Mohnke orang yang paling berjasa menanamkan bibit formasi batalyon panzer Leibstandarte di awal tahun 1942 setelah kembali dari masa pemulihannya. Dia menunjuk Ralf Tiemann sebagai ajudannya dengan tugas pertama untuk mencari rekrutan. Tiemann akhirnya membawakan cukup nama untuk mengisi dua kompi. Saat Divisionskommandeur Sepp Dietrich memperkenalkan istri barunya pada para perwiranya tanggal 14 Januari 1942, Mohnke mempersembahkan padanya daftar pribadinya tersebut yang pada saat itu sudah dikemas menjadi perintah pemindahan. Dietrich, yang sama sekali tidak diberitahu mengenai niat Mohnke sebelumnya, akhirnya menyerah pada tekanan anakbuahnya tersebut dan menandatangani surat tersebut. Maka lahirlah Panzerwaffe dari Leibstandarte SS Adolf Hitler!
* Pada bulan Februari 1942 Mohnke terlibat perdebatan sengit dengan Kepala SS-Führungshauptamt Hans Jüttner sehingga kemudian dibebastugaskan dari jabatannya sebagai komandan SS-Panzer-Abteilung LSSAH yang baru dinikmatinya beberapa hari saja. Tidak hanya itu, Jüttner memerintahkan agar Mohnke dikirim ke rumah sakit militer untuk menjalani perawatan atas "kegilaan sementara" yang dideritanya! Tapi hanya berselang satu bulan kemudian Mohnke telah diserahi tanggungjawab baru sebagai komandan Feldersatz-Bataillon LSSAH. Kemungkinan besar ini karena campur tangan Sepp Dietrich yang tidak menginginkan bakat salah satu perwira terbaiknya terbuang percuma. Dietrich pula yang memastikan agar Mohnke menjadi salah satu penerima pertama Deutsches Kreuz in Gold tanggal 26 Desember 1941, padahal perlu diingat bahwa Mohnke sendiri pada dasarnya tidak pernah terlibat pertempuran satu "encret" pun di tahun 1941!
* Pada tanggal 1 September 1943 16.000 orang rekrutan terbaru Hitlerjugend yang merupakan kelahiran tahun 1926 ikut ambil bagian dalam pembentukan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", sementara kebanyakan bintara dan perwira seniornya dicomot dari para veteran Front Timur Leibstandarte SS Adolf Hitler. SS-Obersturmbannführer Mohnke diberi komando SS-Panzergrenadier-Regiment 26 yang merupakan resimen kedua yang dibentuk dari 12.SS-Pz.Div."HJ".
* Mohnke dituduh terlibat dalam pembunuhan terhadap 35 orang tawanan perang Kanada di Fontenay-le-Pesnel, Normandia, tahun 1944. Meskipun begitu, untuk kasus ini pun dia tidak pernah diadili dan tidak pernah jelas sejauh mana keterlibatannya. Dia mengatakan pada sejarawan Thomas Fischer bagaimana dia harus menelan obat penghilang rasa sakit setiap harinya karena rasa nyeri tak terperikan yang datang dari sebelah kakinya yang lebih pendek (akibat dari operasi atas luka-lukanya di tahun 1941), tapi apakah hal ini mempengaruhi pengambilan keputusannya tidak diketahui dengan pasti. Yang jelas adalah bahwa kondisi kesehatannya mempengaruhi penempatannya, dan membuatnya "terlambat" menerima Ritterkreuz! Ditunjuknya dia sebagai komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 26 pun merupakan jasa dari sahabatnya SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer yang "membujuknya" untuk mengisi penempatan di divisi SS yang baru dibentuk tersebut.
* Struktur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 bisa dibilang unik karena meskipun resimen tersebut dilabeli "Panzergrenadier" (Infanteri Bermotor), tapi hanya batalyon ke-3 saja yang dilengkapi oleh kendaraan lapis baja sementara yang lainnya merupakan infanteri murni! Menariknya, resimen ini mempunyai pula sebuah kompi tambahan yang dinamakan sebagai 15.(aufklärungs)Kompanie yang mempunyai ranpurnya sendiri, sehingga lengkaplah sudah ketidakumuman dari resimen yang dikomandani oleh Mohnke tersebut!
* Saat 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" sedang berjuang keras agar Kantong Falaise tetap terbuka (dan dengan ini menderita korban sampai 40-50%!), Mohnke menarik mundur Kampfgruppe-nya ke timur sungai Dives. Ketika situasi di Normandia memburuk dengan cepat dan front terdorong sampai ke sungai Seine, Mohnke adalah salah satu dari yang masih tersisa yang masih tetap mengorganisasikan pertahanan di seberang barat sungai tersebut demi melindungi gerak mundur pasukan Jerman ke arah timur. Setelah sebuah pertempuran yang berat dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 11 Juli 1944. Mohnke memimpin Kampfgruppe tersebut sampai dengan tanggal 31 Agustus 1944 ketika dia ditunjuk untuk menggantikan Theodor Wisch yang terluka parah sebagai komandan 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler". Promosi tidak terduga ini menjadi subyek spekulasi mengenai alasan dibalik pengangkatan Mohnke dan bukannya SS-Obersturmbannführer Joachim Peiper yang lebih mempunyai pengalaman tempur. Peiper, komandan resimen termuda di seantero Waffen-SS, kemungkinan dianggap terlalu muda untuk mengkomandani sebuah divisi.
* Untuk ketiga kalinya Mohnke diduga terlibat dalam kejahatan perang, dan kali ini yang menjadi masalah adalah eksekusi 68 orang tawanan perang Amerika oleh Kampfgruppe Peiper dalam Pertempuran Ardennes akhir tahun 1944. Karena komando divisi yang membawahi Kampfgruppe peiper berada di tangan Mohnke, maka terdapat beberapa tuduhan bahwa seharusnya dia lah yang paling bertanggungjawab dalam hal ini. Untuk kesekian kalinya Mohnke lolos dari kasus tersebut!
* Pada bulan Februari 1945 Mohnke terluka parah di bagian telinga akibat serangan udara di Hungaria sehingga harus ditarik dari front pertempuran dan menjadi Führerreserve (Cadangan Führer, intinya adalah perwira aktif yang tidak menempati posisi/jabatan apapun tapi tetap rutin menerima gaji).
* Setelah pulih dari luka-lukanya, dia ditunjuk langsung oleh Hitler untuk menjadi Kampfkommandant (Komandan Tempur) pertahanan di distrik pusat pemerintahan (Sektor Zitadelle) yang meliputi kompleks Reichskanzlei dan Führerbunker. Pos komando Mohnke sendiri bertempat di bunker di bawah Reichskanzlei. Dia membentuk Kampfgruppe Mohnke yang membawahi dua resimen berkekuatan pas-pasan yang anggotanya diambil dari sisa-sisa kompi Flak LSSAH, pasukan pengganti dari Ausbildungs-und Ersatz Bataillon LSSAH dari Spreenhagan di bawah pimpinan SS-Standartenführer Anhalt, 600 orang anggota Begleit-Bataillon Reichsführer-SS, Führer-Begleit-Kompanie, dan pasukan inti yang terdiri dari 800 orang anggota Wachbataillon LSSAH yang sebelumnya ditugaskan untuk menjaga Sang Führer.
* Meskipun Hitler sudah menunjuk General der Artillerie Helmuth Weidling sebagai keseluruhan komandan front Berlin, tapi Mohnke tetap dibebaskan untuk menangani wilayah yang berada di bawah komandonya. Jumlah total pasukan Jerman yang mempertahankan kota Berlin (terdiri dari LVI. Panzerkorps pimpinan Weidling, Kampfgruppe Mohnke dan beberapa unit kecil lainnya) adalah 45.000 prajurit Wehrmacht ditambah dengan 40.000 anggota Volkssturm. Mereka harus menghadapi tidak kurang dari 1,5 juta pasukan Soviet yang diperintahkan oleh Stalin untuk menduduki Berlin!
* Karena Kampfgruppe Mohnke ditempatkan di pusat kekuasaan Reich Jerman, maka mereka menjadi sasaran bombardir artileri yang paling berat dari pihak Soviet, dimulai dari tanggal 20 April 1945 (yang juga merupakan hari ulangtahun Hitler yang ke-56!) dan terus berlangsung nonstop sampai dengan tanggal penyerahan Jerman 8 Mei 1945. Di bawah pemboman yang luar biasa dahsyat, Mohnke dan anakbuahnya tetap memperlihatkan perlawanan yang heroik dimana setiap jengkal puing-puing bangunan dijadikan sebagai perangkap mematikan bagi musuh yang mendekat. Stalingrad kedua kini terjadi di Berlin, dan pertempuran brutal terjadi di jalanan kota serta antar bangunan yang berdekatan.
* Saat pertempuran di jalanan Berlin sedang sengit-sengitnya berlangsung, Hitler memerintahkan Mohnke untuk menggelar sidang militer dadakan demi mengadili SS-Gruppenführer Hermann Fegelein (penghubung SS antara Hitler dan Himmler) yang dituduh telah melakukan desersi. Mohnke memutuskan bahwa suami dari adik Eva Braun tersebut layak untuk mendapatkan sidang yang adil yang dipimpin oleh jenderal-jenderal Wehrmacht seperti Hans Krebs, Wilhelm Burgdorf, Johann Rattenhuber, dan dia sendiri. Bertahun-tahun kemudian Mohnke mengenang peristiwa tersebut pada pengarang buku James P. O'Donnell: "Tak lama setelah persidangan dimulai, terdakwa Fegelein mulai marah-marah tidak karuan sehingga sidang tak bisa dilanjutkan. Dengan mata merah dan dalam keadaan mabuk berat dia menanyakan kelegalan persidangan tersebut serta berulangkali menegaskan bahwa dia bertanggungjawab terhadap Himmler, hanya Himmler semata dan bukan Hitler. Dia menolak untuk membela dirinya sendiri. Orang ini benar-benar dalam keadaan hancur-hancuran: mengamuk, mengumpat, memelas, muntah-muntah dan bergetar layaknya daun Aspen! Aku sekarang dihadapkan pada pilihan yang sulit: di satu sisi, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang tersedia dan keterangan awal dia sendiri, dia telah bersalah melakukan desersi... Tapi di sisi lain panduan hukum militer Wehrmacht jelas-jelas menegaskan bahwa seorang prajurit bisa disidang hanya bila dia dalam keadaan sadar dan sehat, baik badan maupun pikiran. Setelah berpikir dalam-dalam, aku memutuskan bahwa Hermann fegelein belum cukup layak untuk disidang dan karenanya sidang ditutup... Aku menyerahkan dia pada jenderal SS Hans Rattenhuber, dan aku tak pernah melihatnya lagi."
* Pada tanggal 30 April 1945 Mohnke mengetahui bahwa Hitler telah mati bunuh diri. Dia memerintahkan agar setiap orang yang mampu bergerak untuk melarikan diri dari kepungan Soviet. Rencananya adalah menyelamatkan diri dari Berlin ke posisi pasukan Sekutu yang berada di sebelah barat sungai Elbe atau ke posisi pasukan Jerman di utara. Akhirnya dibagilah 10 grup yang masing-masing memilih jalur berbeda untuk melarikan diri. Malam tanggal 1 Mei 1945 adalah saat yang menentukan bagi SS-Brigadeführer Mohnke dimana dia merupakan salah satu penjaga pertama bangunan Reichskanzlei di tahun 1933 dan kini menjadi komandan terakhir pertahanannya! Grup pelarian Mohnke meliputi orang-orang terdekat Hitler seperti sekretaris pribadi Traudl Junge, Gerda Christian dan Else Krüger; tukang masak Constanze Manziarly, Dr. Ernst-Günther Schenck, Walther Hewel, serta beberapa lagi yang lainnya. Mohnke berencana untuk menerobos kepungan dan menuju ke pasukan Jerman yang masih bertahan di Prinzenallee. Pada tanggal 2 Mei 1945 General der Artillerie Helmuth Weidling mengumumkan penyerahan diri tentara Jerman di Berlin. Mohnke menyadari bahwa grup kecilnya tidak mungkin lolos dari kepungan Soviet, karenanya dia memutuskan untuk menyerahkan diri pada Tentara Merah. Tapi beberapa anggota pelarian yang ikut dengannya memilih untuk bunuh diri (termasuk diplomat kepercayaan Hitler Walther Hewel) daripada jatuh ke tangan Soviet. Beberapa grup lainnya tetap melanjutkan pertempuran dan baru menyerah tanggal 8 Mei 1945.
* Setelah menyerah, Mohnke dan beberapa perwira senior Jerman lainnya dijamu makan malam mewah oleh Kepala Staff 8th Guards Army Soviet. Dia kemudian diserahkan pada NKVD. Pada tanggal 9 Mei 1945 Mohnke diterbangkan ke Moskow untuk interogasi lanjutan sekaligus menjalani masa kurungan selama enam tahun di penjara Lubjanka. Dari sana Mohnke dipindahkan lagi ke Penjara Umum di Woikowo (Voikovo). Dia tetap menjalani masa penawanan sampai dengan tanggal 10 Oktober 1955. Setelah dibebaskan, Mohnke melanjutkan karirnya sebagai dealer truk kecil dan trailer di Barsbüttel, Jerman Barat.
* Meskipun terdapat kampanye gencar yang dipimpin oleh anggota Parlemen Inggris Jeff Rooker untuk menjerat Mohnke atas dakwaan kejahatan perang, tapi sang jenderal SS tetap tak tersentuh dan menjalani sisa hidupnya dengan damai. Mohnke sendiri menolak semua tuduhan tersebut dan berkata pada sejarawan Thomas Fischer: "Aku tak pernah memerintahkan untuk mengambil tawanan perang Inggris, apalagi mengeksekusinya." Wilhelm Mohnke meninggal di usia 90 tahun di Barsbüttel-Hamburg.
* Figur Wilhelm Mohnke telah diperankan oleh beberapa aktor berikut: Michael Culver dalam film televisi produksi Amerika Serikat "The Bunker" (1981), Ralph Michael dalam miniseri televisi Inggris "Selling Hitler" (1981), dan André Hennicke dalam film fenomenal Jerman "Der Untergang/Downfall" (2004)


Sumber :

Selasa, 12 Agustus 2014

SS-Obergruppenführer Julius Schaub (1898-1967), Kepala Ajudan Hitler


Untuk album foto Julius Schaub bisa dilihat DISINI

Nama lengkap: Julius Gregor Schaub
Lahir: 20 Agustus 1898 di München (Jerman)
Meninggal: 27 Desember 1967 di München (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: 81 (10 Oktober 1920)
Nomor keanggotaan SS: 7 (1 November 1925)

Beförderungen (Promosi):
01.11.1925 SS-Anwärter
20.02.1932 SS-Sturmführer
30.01.1933 SS-Sturmbannführer
01.03.1933 SS-Standartenführer
27.02.1934 SS-Oberführer
01.01.1935 SS-Brigadeführer
30.01.1938 SS-Gruppenführer
21.06.1943 SS-Obergruppenführer

Karriere (Karir):
15.02.1917-11.11.1918 1. Train Ersatz-Abteilung
1919 Freikorps Görlitz
1920-1923 anggota SA
1923 anggota Stosstrupp Adolf Hitler
1923 terlibat dalam kudeta Hitler di Münich
1924 dijatuhi hukuman penjara 15 bulan oleh Volksgericht München akibat keterlibatannya dalam kudeta Hitler. Dipenjara bersama dengan pemimpinnya Hitler di Landsberg
1925-1940 Pesuruh dan Leibwächter (bodyguard) Hitler dengan nama resmi Persönlicher Adjutant des Führers (Ajudan Pribadi Pemimpin)
20.02.1932 - 01.04.1935 Führer z.b.V. im Stab des Reichsführers-SS
1935-1936 SS-Führer im Begleitkommando des Führers
1936-1945 SS-Führer im Stab des Reichsführers-SS
1936-1945 Mitglied des Reichstages (anggota Reichstag) Wahlkreis 24 Oberbayern-Schwaben
00.10.1940-30.04.1945 Chefadjutant des Führers Adolf Hitler
1945-1949 dipenjara di berbagai kamp tawanan

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
- Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern
- Coburger Abzeichen 1922
- Blutorden Nr. 296 (30 November 1933)
- Goldenes Parteiabzeichen
- Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938
- Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938 mit Spange (Prager Burg)
- Cavaliere di Gran Croce dell’Ordine della Corona d’Italia (6 Mei 1938)
- Ritterkreuz der Spanischen Ordens vom Joch und den Pfeilen
- Grosskreuz der Spanischen Ordens vom Joch und den Pfeilen
- Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes
- Danzig Kreuz II.Klasse
- Dienstauszeichnung der NSDAP in Gold
- Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes II.Klasse
- Deutsche Olympia-Ehrenzeichen II.Klasse

Aufzeichnungen (Catatan):
* Dia bukan orang yang cukup pintar tapi dikenal jujur dan setia, dua kualitas yang membuatnya dipercayai oleh Hitler selama 20 tahun lebih
* Sebagai seorang ajudan dari zaman susah, Schaub sangat dihargai oleh tuannya meskipun seringkali saat dia melucu hanya dia sendiri yang tertawa sementara Hitler hanya manggut-manggut saja!
* Schaub juga gemar nenggak miras di malam hari bersama dengan teman-temannya. Dia akan menjadi orang yang pertama bangun pukul delapan pagi, ngomel-ngomel sambil ngeluh kenapa yang lainnya masih tidur, lalu pergi ke kasurnya untuk melanjutkan tidur lagi!
* Begitu dekatnya hubungan dia dengan Hitler, sampai-sampai arsitek pribadi Hitler Albert Speer berkomentar: "Kami dengan mudah bisa mengetahui mood Hitler hanya dengan melihat wajah Schaub yang mirip bulan."
* Hitler pernah curhat ke Schaub mengenai ketidaksukaannya pada Himmler dengan mengatakan: "Aku butuh polisi-polisi itu, tapi aku tidak menyukai mereka."
* Schaub menderita sedikit tuli dan kadangkala dia menutupkan tangannya pada salah satu telinga saat sedang berbicara dengan orang lain.
* Ketika Hitler mengadakan pertemuan dengan para Gauleiter untuk terakhir kalinya bulan Februari 1945, adalah Schaub yang secara fisik membantu Hitler berdiri dan beristirahat.
* Pada tanggal 22 April 1945 Schaub ikut membantu Hitler membereskan surat-surat penting di brankas pribadi sang Führer di bunker Berlin. Dia adalah satu-satunya orang yang diserahi kunci cadangan brankas berharga tersebut! Beberapa surat diserahkan pada Schaub untuk diselamatkan, tapi sebagian besarnya kemudian dibakar.
* Schaub meninggalkan bunker Berlin pukul 17:00 tanggal 23 April 1945 dan terbang sendirian ke Münich untuk menghancurkan sisa surat-surat berharga yang tertinggal di Berchtesgaden dan kota tersebut sesuai dengan perintah Hitler.
* Seusai perang Schaub melanjutkan karirnya sebagai apoteker di kota kelahirannya Münich.


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Selasa, 22 Oktober 2013

SS-Gruppenführer Karl Brandt (1904-1948), Dokter Pribadi Adolf Hitler!




Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Karl Franz Friedrich Brandt
Gelar: Prof.dr.med. (19 Oktober 1929)
Lahir: 8 Januari 1904 (Mülhausen/Elsaß)
Meninggal: 2 Juni 1948 (digantung di Lamsberg am Lech, Bayern)
Nomor keanggotaan NSDAP: 1 009 617 (bergabung 1932)
Nomor keanggotaan SS: 260 353 (bergabung 1934)

Beförderungen (Promosi)
sekitar 1933 SA-Obertruppführer
29.07.1934 SS-Anwärter
01.08.1934 SS-Mann
00.08.1934 SS-Truppführer
14.08.1934 SS-Sturmführer (mit Wirkung vom 29.07.1934)
09.01.1935 SS-Obersturmführer (mit Wirkung vom 01.01.1935)
00.07.1935 Gefreiter der Reserve
13.09.1936 SS-Hauptsturmführer
00.11.1936 Unterarzt der Reserve
09.11.1937 SS-Sturmbannführer
05.08.1939 SS-Obersturmbannführer (mit RDA vom 20.04.1939)
15.05.1940 SS-Obersturmbannführer der Reserve der Waffen-SS
01.08.1942 SS-Standartenführer der Reserve der Waffen-SS
03.09.1942 Oberstarzt der Reserve (mit Wirkung vom 01.08.1942)
30.01.1943 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS
01.03.1943 Generalarzt der Reserve
20.04.1944 SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS

Einheiten (Unit)
00.06.34 Hitlers Begleitarzt
28.07.1942 Bevollmächtigter für das Sanitäts- und Gesundheitswesen
20.04.1944-00.04.1945 Leibarzt des Führers
25.08.1944 Reichskommissar für das Gesundheitswesen

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan)
Ehrendegen des RF SS/Totenkopfring der SS;
SA-Sportabzeichen

Bemerkungen (Catatan)
* Ayahnya bernama Julius Brandt, seorang Major asal Prusia.
* Pada tanggal 17 Maret 1934 Brandt menikah dengan Anni Rehborn (lahir 20 November 1907), seorang juara renang, dan pasangan tersebut dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Karl Adolf Brandt yang lahir tanggal 4 Oktober 1935.
* Brandt menjadi dokter dan ahli bedah tahun 1928 dan mengambil spesialisasi pengobatan luka di kepala serta tulang belakang.
* Ditangkap bersama anggota kabinet Karl Dönitz lainnya di Flensburg oleh Inggris tanggal 23 Mei 1945.
* Ditahan di kamp dan pusat interogasi Sekutu (Ashcan) di Palace Hotel yang terletak di Mondorf-les-Bains, Luxemburg, dimana dia diberitahu oleh hakim militer dari Inggris bahwa dia akan dikenai tuntutan berlapis sebagai terdakwa utama dalam persidangan terhadap para tokoh medis Nazi Jerman.
* Didakwa dalam Sidang Tribun Militer Amerika Serikat ("Doctor Case" No.1, Penasihat Hukum: Dr. Robert Servatius) tanggal 25 Oktober 1946 - 20 Agustus 1947 dengan tuduhan terlibat dalam kejahatan perang; kejahatan terhadap kemanusiaan; dan keanggotaan di organisasi kriminal (SS).
* Secara khusus dituduh terlibat dalam proyek kriminal berikut: Eksperimen Ketinggian di Dachau (Maret 1942 - Agustus 1942); Eksperimen Pendinginan di Dachau (Agustus 1942 - Mei 1943); Eksperimen Malaria di Dachau (Februari 1942 - April 1945); Eksperimen Gas Mustar di Sachsenhausen, Natzweiler, dan beberapa kamp konsentrasi lainnya (September 1939 - April 1945); Eksperimen Sulfanilamide di Ravensbrück (September 1942 - September 1943); Eksperimen Tulang, Otot, serta Regenerasi Syaraf dan Transplantasi Tulang di Ravensbrück (September 1942 - Desember 1943); Eksperimen Air Laut di Dachau (Juli 1944 - September 1944); Eksperimen Penularan Penyakit Kuning di Sachsenhausen dan Natzweiler (Juni 1943 - Januari 1945); Eksperimen Sterilisasi di Auschwitz dan Ravensbrück (Maret 1941 - Januari 1945); Eksperimen Demam Bintik (Fleckfieber) di Buchenwald dan Natzweiler (Desember 1941 - Februari 1945)
* Dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung tanggal 20 Agustus 1947. Setelahnya, Brandt menawarkan tubuhnya untuk digunakan dalam eksperimen medis, tapi tawaran ini ditolak. Beberapa saat sebelum digantung, dia mendeklarasikan: "Tak perlu malu untuk berdiri di tiang gantungan ini. Aku mengabdi pada tanah airku sama seperti orang-orang sebelum aku." Dia mengacuhkan larangan ngoceh bagi tawanan yang akan dihukum gantung dan terus berbicara bahkan ketika kain penutup wajah berwarna hitam sudah ditutupkan di wajahnya!


Koleksi Hoffmann Fotoarchiv yang dibuat pada bulan April 1936 ini memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), x , SS-Untersturmführer Heinz Linge (persönliche Ordonnanz Hitlers), SS-Obersturmbannführer Alfred-Ingemar Berndt (Leiter Abteilung IV in der Presseabteilung des RMVP), x , x , x , dan SS-Obersturmführer Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt)


 Adolf Hitler bersama dengan para dedengkot Nazi dengan serius mendengarkan hasil pemilihan "Grossdeutscher Reichstag" tanggal 10 April 1938. Duduk baris pertama dari kiri ke kanan: Reichsminister Dr.jur. Wilhelm Frick, NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein, NSFK-Gruppenführer Hermann Esser, SS-Obergruppenführer Dr. Philipp Bouhler, Reichsminister Joseph Goebbels, dan Führer Adolf Hitler. Duduk baris kedua dari kiri ke kanan: Hauptmann Gerhard Engel, SS-Gruppenführer Karl Wolff, Major Rudolf Schmundt (tertutupi oleh Wolff), SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop, Generalmajor Luftwaffe Karl Bodenschatz (memakai pakaian sipil), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub. Berdiri dari kiri ke kanan: Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten, Reichspressechef Dr.rer.pol. Otto Dietrich, Hauptmann Nikolaus von Below, SA-Brigadeführer tak dikenal, dan SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt. Duduk di belakang Bodenschatz adalah SS-Obersturmführer Reinhard Spitzy. Foto oleh Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann dan dipublikasikan oleh "Berliner Morgenpost" edisi 20 April 1939


Perayaan ulang tahun ke-50 Adolf Hitler yang diselenggarakan secara besar-besaran tanggal 20 April 1939 di seluruh Jerman. Dalam foto jepretan Hugo jaeger ini, sang Führer sedang menerima tamu-tamunya yang berkunjung dalam resepsi malam di Berlin. Dari kiri ke kanan: Hitler, Dr. Karl Brandt (dokter pribadi Hitler), Heinrich Hoffmann (berjabat tangan, fotografer pribadi Hitler), Max Wünsche (masih berpangkat SS-Untersturmführer), dan Dr. Theodor Morell (antri salaman, dokter pribadi Hitler yang lain). Uniknya, Wünsche mempunyai tanggal lahir yang sama (20 April) dengan Führer-nya!


 Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (persönliche Kammerdiener von Hitler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht.), SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der Organisation Todt), Führer Adolf Hitler (Führer und Reichskanzlei), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber des Gruppenkommando 1)


Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Generalinspekteur für das deutsche Straßenwesen), General der Infanterie Alfred Wäger (Generalkommando Grenz Truppen Oberrhein), Heinz Linge (persönliche Ordonnanz Hitlers), SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Adolf Hitler
 
 Adolf Hitler bersama para staffnya berfoto bersama di Hauptquartier "Wolffschanze" bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan, baris pertama: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda); Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); Führer Adolf Hitler; Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamtes); SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers); Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris kedua : Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (tertutup topi Keitel, Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenshatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe); Heinz Lorenz (sedikit terhalang oleh Bodenshatz, deutscher Pressesekretär im Führerhauptquartier); SS-Oberführer Walther Hewel (di atas kepala Hitler, Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler); orang dengan kacamata tidak diketahui identitasnya; Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); SS-Gruppenführer Julius Schaub (di atas kepala Jodl, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler); SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS); Prof.Dr.med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt); dan SS-Obersturmführer Hans-Georg Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanz-Offizier)



Kunjungan pertama dan terakhir Adolf Hitler ke kota Paris berlangsung di pagi tanggal 23 Juni 1940. Foto di atas begitu terkenal dan memperlihatkan sang Führer diiringi oleh para bawahannya dengan latar belakang Menara Eiffel. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Karl Bodenschatz (di belakang Wolff), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff, SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (di belakang), Architekt Hermann Giesler, Generaloberst Wilhelm Keitel (di belakang Giesler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner, Architekt Albert Speer, SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (di belakang), Hitler, Reichsleiter Martin Bormann, Bildhauer Arno Breker, SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich, dan SS-Obersturmführer Richard Schulze


 15 Juli 1941: Seorang tawanan Soviet (yang tampaknya adalah keturunan Asia) sedang diperiksa mulutnya oleh SS-Obersturmbannführer Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt) tak lama setelah dimulainya Operasi Barbarossa. Foto oleh Walter Frentz. Para ilmuwan SS dan ahli rasial Jerman lainnya sangat tertarik dalam mengklasifikasikan tipe ras yang berbeda-beda di Timur demi mencari contoh ras yang cocok untuk di-Jermanisasi


 Karl Brandt sebagai SS-Obersturmbannführer (5 Agustus 1939 - 1 Agustus 1942). Foto ini diambil dari cuplikan film dokumenter "Ärzte unterm Hakenkreuz" (Para Dokter di Bawah Naungan Swastika) yang ditayangkan di channel televisi 2nd Jerman tanggal 15 April 2004


 Foto oleh Walter Frentz ini memperlihatkan jamuan minum di Führerhauptquartier Werwolf untuk merayakan ulang tahun ke-35 Ajudan Luftwaffe Hitler, Oberstleutnant Nicolaus von Below, tanggal 20 September 1942. Duduk dari kiri ke kanan: Johanna Wolf (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstleutnant Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Christa Schroeder (Sekretärinnen Adolf Hitlers), Oberstarzt der Reserve Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt und Bevollmächtigter für das Sanitäts- und Gesundheitswesen), Gesandter Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Yang terakhir mengenakan ärmelstreifen "Stosstrupp 1923" yang langka di lengannya. Seorang pelayan dari Führerhauptquartier dengan insignia "Großdeutschland" di seragamnya berdiri memperhatikan di sudut kanan

Lukisan Hitler karya Willy Exner menggantung di latar belakang sementara para top-notch Nazi sedang berunding. Dari kiri ke kanan: x, x, Führer Adolf Hitler, SS-Obergruppenführer August Eigruber (Gauleiter des Gaues Oberdonau); SS-Brigadeführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP); Reichsminister Prof.Dr.-Ing. Albert Speer (Reichsminister für Bewaffnung und Kriegsproduktion); Reichsleiter Martin Bormann (Sekretär des Führers); dan x (membelakangi kamera)


Hitler membesuk Generalmajor Walter Scherff, “Beauftragter des Führers für die militärische Geschichtsschreibung“, yang terluka parah terkena ledakan di markas besar Wolffschanze tanggal 20 Juli 1944. Hitler tampaknya mengunjungi sejarawan militernya dua kali, foto atas waktu Scherff masih dipenuhi perban di sekujur mukanya, sementara foto lainnya saat dia rada mendingan sehingga bisa berdiri walaupun dipapah. BTW, di foto ini kita bisa melihat SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Prof. Dr. med. Karl Brandt dan SS-Obergruppenführer Julius Schaub nongkrong di sebelah kanan


 Dua buah foto yang memperlihatkan Karl Brandt sebagai SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS (pasca 20 April 1944) yang diambil dari "Die Deutsche Wochenschau". Perhatikan bahwa dia memakai ärmelband (pita lengan) "Adolf Hitler"!



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.life.com
www.multimedia.ctk.cz
www.stalingradmilitaria.com

Selasa, 29 Juni 2010

SS-Obergruppenführer Felix Steiner (1896-1966), Salah Satu Jenderal Waffen-SS Paling Inovatif!

Felix Steiner berfoto sebagai SS-Oberführer dengan medali Ritterkreuz


Felix Steiner berfoto sebagai SS-Obergruppenführer dengan medali Schwerter


Felix Steiner berfoto sebagai SS-Gruppenführer dengan medali Eichenlaub


Felix Steiner berfoto sebagai SS-Gruppenführer dengan medali Ritterkreuz


Oleh : Alif Rafik Khan

Felix Steiner adalah salah seorang yang disebut-sebut sebagai jenderal SS paling inovatif dan cerdik dalam Perang Dunia II. Karirnya meningkat pesat semenjak memimpin Resimen "Deutschland" dengan brilian, sehingga akhirnya ditunjuk langsung oleh Himmler untuk membentuk Divisi Panzer "Wiking".

Felix Martin Julius Steiner dilahirkan tanggal 23 Mei 1896 di Stallupönen, Prusia Timur.

Pada tahun 1914, dengan Jerman di ambang Perang Dunia I, Steiner bergabung dengan Korps Perwira Prusia sebagai kadet. Selama berlangsungnya perang tersebut, dia dianugerahi Iron Cross kelas pertama dan kedua, dan menyudahi peperangan dengan pangkat Oberleutnant.

Setelah perang, Steiner memimpin sebuah unit Freikorps di kota Memel yang terletak di Prusia Timur. Dia bergabung kembali dengan Angkatan Darat pada tahun 1922, dan pada tahun 1933 dia sudah berpangkat Major.

Setelah Nazi naik ke tampuk kekuasaan, Steiner masuk staff Reichswehr dan mulai mengerjakan pengembangan pelatihan teknik dan taktik baru untuk militer Jerman.

Di saat inilah dia begitu terpengaruh oleh doktrin-doktrin dari Schutzstaffel (SS) dan Sturmabteilung (SA). Dia begitu terpesona oleh teknik pelatihan SS-Verfügungstruppen (SS-VT, cikal-bakal Waffen-SS) yang mengedepankan hubungan informal dan saling percaya di antara para prajurit dan perwiranya, sesuatu yang jarang terjadi di tubuh Angkatan Bersenjata Jerman yang begitu kaku ala otokrasi Prusia kuno. Pada tahun 1935, akhirnya Steiner bergabung dengan SS dan langsung diserahi komando sebuah batalion di pasukan SS-VT. Hanya dalam jangka waktu satu tahun saja pangkatnya telah naik menjadi SS-Standartenführer (kolonel) dan juga memegang pimpinan Resimen SS-Deutschland!

Ketika Perang Dunia II pecah, Steiner mempunyai pangkat SS-Oberführer dan masih menjadi komandan SS-Deutschland. Dia memimpin pasukannya dalam invasi ke Polandia dan melalui Pertempuran Prancis dengan baik sekali, sehingga membuatnya dianugerahi Ritterkreuz tanggal 15 Agustus 1940.

Setelah kampanye perang pertama tersebut berakhir, Steiner dipilih oleh SS-Reichsführer Heinrich Himmler untuk mengawasi langsung pembentukan sebuah divisi baru Waffen-SS yang sebagian besar anggotanya akan dipilih dari para sukarelawan negara-negara Eropa Barat dan Utara. Divisi tersebut mendapat nama panggilan "Wiking", dan rajuritnya berasal dari keturunan Belanda, Walonie, dan Skandinavia yang termasuk pula Resimen Frikorps Danmark.

Dalam tubuh Divisi Wiking, Steiner menciptakan sebuah formasi pasukan yang cakap hasil bentukan dari berbagai bangsa yang berbeda karakteristik (sesuatu yang tidak mudah tentunya!). Dia telah memimpin mereka dengan sama cakapnya dalam begitu banyak pertempuran-pertempuran brutal di Front Timur, dari tahun 1941 sampai dengan pengangkatannya sebagai komandan dari III (Germanic) SS Panzer Corps.

Meskipun telah muncul beberapa peristiwa yang terdokumentasi oleh para sejarawan yang menggambarkan bahwa divisi ini telah terlibat dalam kejahatan perang dan pembantaian rakyat sipil tidak bersalah, tapi catatan pertempuran resmi dari Wiking sendiri tidak pernah menceritakan sedikitpun mengenai hal-hal yang dituduhkan tersebut. Steiner mempunyai pendapat pribadi tentang 'Commissar Order': "Tak ada satupun komandan unit yang berpikiran rasional dapat menjalankan perintah seperti itu!" Dia berkeyakinan bahwa hal tersebut bertentangan dengan perilaku serdadu ideal, akan berakibat pada runtuhnya disiplin militer, dan sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi moral tentara dalam pertempuran. Bahkan jika hal tersebut mempunyai dasar yang kuat, Steiner merasa bahwa dia akan tetap memerintahkan pasukannya untuk mengabaikan sama sekali perintah tersebut!

Bagi anda yang masih bingung dengan apa itu Commissar Order atau Kommissarbefehl, ia adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Hitler langsung yang memerintahkan setiap pejabat partai komunis yang tertangkap di antara pasukan Soviet untuk segera dijatuhi hukuman mati. Peraturan ini dimulai dari sejak bermulanya Operasi Barbarossa (penyerbuan Jerman ke negeri Rusia) pada tanggal 22 Juni 1941.

Pada bulan Januari 1945, Steiner bersama dengan III (Germanic) SS Panzer Corps diungsikan dari kantong Kurland yang terkepung untuk membantu menghalau pasukan penyerbu di tanah air Jerman.

III (Germanic) SS Panzer Corps diperbantukan di bawah Grup Tentara Vistula dan di bawah SS Panzer Armee ke-11 yang baru dibentuk (meskipun pasukan ini hanya eksis di atas kertas saja!). Ketika pasukan Soviet telah mencapai wilayah Oder, SS Panzer Armee ke-11 menjadi tidak berfungsi sehingga III (Germanic) SS Panzer Corps dipindahkan ke 3. Panzer Armee Jerman sebagai pasukan cadangan selama berlangsungnya ofensif Soviet yang penghabisan di kota Berlin. Selama Pertempuran Halbe, yang merupakan pertempuran besar pertama dari ofensif tersebut, Generaloberst Gotthard Heinrici (komandan Grup Tentara Vistula) mentransfer sebagian besar dari divisi-divisi yang bernaung di bawah III SS Panzer Corps ke Tentara ke-9 Jerman di bawah pimpinan General der Infanterie Theodor Busse.

Steiner selalu menjadi salah satu komandan favorit Hitler, yang mengagumi tekadnya untuk "membereskan pekerjaan secepat dan sebaik mungkin", dan juga fakta penting bahwa dia telah menyerahkan kesetiaannya kepada Waffen-SS dan bukannya ke Korps Perwira Prusia seperti kebanyakan rekan sejawatnya. Joseph Goebbels tidak lupa memuji Steiner dalam tulisan yang dibuatnya pada tanggal 1 Maret 1945: "Dia begitu enerjik dan selalu mempunyai tujuan jelas dalam setiap tindakannya. Setiap tugas yang diembankan kepadanya selalu dikerjakan dengan penuh kesungguhan."

Pada tanggal 21 April 1945, Front Belorusia Soviet pimpinan Marsekal Zhukov telah berhasil menembus pertahanan Jerman di Seelow Heights. Melihat keadaan ini Hitler menjadi panik dan, tanpa melihat pada fakta yang ada di lapangan, dia memerintahkan unit-unit amburadul yang berada di bawah komando Detasemen Tentara Steiner (Armeeabteilung Steiner) untuk segera membendung gempuran tersebut. Kenyataannya, Detasemen Tentara Steiner lebih pantas disebut sebagai korps dibandingkan dengan sebuah grup Tentara.

Hitler memerintahkan Steiner untuk melakukan serangan balasan ke sisi utara dari ruang lowong pasukan Soviet yang terbuka setelah terobosan Front Belorusia ke-1. Serangan ini akan dikoordinasikan dengan serangan lain dari Tentara ke-9 di bawah Busse yang akan menyerbu dari selatan sehingga membentuk sebuah capit penjepit. Untuk membantu serangan ini, Steiner telah diserahi tambahan tiga buah divisi yang berasal dari Korps Tentara CI dari Tentara ke-9: Divisi Polizei SS ke-4, Divisi Jäger ke-5, dan Divisi Panzergrenadier ke-25. Ketiga divisi tersebut semuanya berada di sebelah utara dari Kanal Finow yang tepat di sebelah utara dari pasukan Zhukov. Korps Panzer LVI pimpinan Helmuth Weidling yang masih berada di timur Berlin (dengan sisi utaranya menyembul di bawah Werneuchen) juga akan ikut berpartisipasi dalam rencana serangan Steiner.

Tiga divisi dari Korps Tentara CI akan datang menyerbu dari arah selatan, dari Eberswalde di Kanal Finow melalui posisi Korps Panzer LVI. Ketiga divisi tersebut berada sekitar 24 kilometer (15 mil) di sebelah timur Berlin, dan diharapkan serangan terpadu tersebut akan membelah dua Front Belorusia ke-1 sehingga mudah untuk dihancurkan.

Steiner menghubungi Heinrici dan memberitahukannya bahwa rencana tersebut tak mungkin dapat diimplementasikan karena Divisi Jäger ke-5 dan Divisi Panzergrenadier ke-25 berada dalam posisi defensif sehingga tak dapat difungsikan untuk menyerang sebelum Divisi Angkatan Laut II datang untuk menggantikan posisi mereka. Hal ini membuat unit yang siap untuk dikerahkan hanyalah dua buah batalion dari Divisi Polizei SS ke-4, dan mereka pun tidak mempunyai alat tempur yang memadai!

Berdasarkan keterangan dari Steiner, Heinrici menghubungi lewat telepon General der Infanterie Hans Krebs, Kepala Staff dari Staff Jenderal Jerman di Komando Tinggi Angkatan Darat (Oberkommando des Heeres atau OKH) dan memberitahukannya bahwa rencana penyerangan tersebut tak dapat dilaksanakan. Heinrici meminta izin untuk berbicara langsung dengan Hitler, tapi kemudian diberitahu bahwa Hitler terlalu sibuk untuk menjawab teleponnya.

Tanggal 22 April 1945, dalam pertemuan yang digelar di sore hari beserta dengan staffnya, Hitler menjadi sadar bahwa Steiner tidak akan segera memulai serangan yang sangat diharapkannya. Di saat itulah dia benar-benar murka dan memuntahkan segala sumpah serapah bahwa Jerman telah kalah perang, dan para jenderal kepercayaannya lah yang menjadi penyebab utamanya! Dia mengumumkan akan tetap tinggal di Berlin sampai akhir, dan kemudian membunuh dirinya di tengah-tengah reruntuhan kota tersebut.

Pada hari yang sama, Generalleutnant Rudolf Holste diserahi beberapa pasukan Steiner yang masih tersisa sehingga dia dapat ikut berpartisipasi dalam sebuah rencana baru untuk membebaskan Berlin dari kepungan Sekutu. Holste akan menyerang dari arah utara sementara General der Panzertruppe Walther Wenck akan menyerang dari barat dan Theodor Busse dari selatan. Seperti diduga sebelumnya, serangan yang mengandalkan pasukan yang sudah cerai berai, lelah dan runtuh moralnya ini tidak mendatangkan hasil positif. Tanggal 27 April 1945, pasukan Soviet yang menyerbu ke arah selatan dan utara Berlin pada akhirnya bertemu di bagian barat dari kota tersebut. Dengan ini berakhirlah riwayat Berlin!

Setelah penyerahan Jerman, Steiner dipenjarakan sampai dengan tahun 1948. Dia menghadapi tuntutan Sekutu dalam Pengadilan Nürnberg, tapi semua tuduhan tersebut ternyata kemudian dibatalkan karena tidak terbukti, sehingga Steiner pada akhirnya dibebaskan. Dia membaktikan dekade terakhir dari kehidupannya dengan menulis sebuah memoar dan beberapa buku lain tentang perang.

Felix Steiner meninggal dunia pada tanggal 12 Mei 1966.

Promosi dan penghargaan:
* 1 Juni 1936: Masuk ke SS-Verfügungstruppe sebagai SS-Standartenführer
* Memulai Perang Dunia II sebagai SS-Oberführer
* 15 Agustus 1940: penganugerahan Ritterkreuz
* 9 November 1940: dipromosikan menjadi SS-Brigadeführer
* 1 Januari 1942: dipromosikan menjadi SS-Gruppenführer
* 22 April 1942: penganugerahan Deutsches Kreuz in Gold
* 23 Desember 1942: penganugerahan Eichenlaub
* 1 Juli 1943: dipromosikan menjadi SS-Obergruppenführer
* 10 Agustus 1944 penganugerahan Schwerter
* Disebutkan dalam Wehrmachtbericht

Komando:
* 1 Juni 1936 - 1 Desember 1940: Komandan Resimen SS "Deutschland"
* 1 Desember 1940 - 1 Januari 1943: Panglima Divisi SS-Germania (mot),
* 31 Desember 1940: Divisi SS-Germania berganti nama menjadi Divisi SS-Wiking
* 9 November 1942: SS-Wiking dirubah menjadi Divisi Panzergrenadier .5 SS-Wiking
* 10 Mei 1943 - 9 November 1944: Komandan III (Germanic) SS Panzer Corps
* 26 November 1944 - 5 Maret 1945: Panglima XI. SS Panzer Armee
* Komandan III (Germanic) SS Panzer Corps di 3. Panzer Armee
* 21 April 1945: Komandan Detasemen Tentara Steiner


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.korps-steiner.de
www.ww2aircraft.net