Tampilkan postingan dengan label Aneka Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2014

Poster Bayi "Arya Ideal" Nazi yang Ternyata Yahudi




Pada 1935 Partai Nazi Jerman mengadakan sebuah kontes untuk menemukan bayi Arya paling sempurna yang kemudian akan ditampilkan di sampul Sonne ins Hause, sebuah majalah keluarga Nazi. Mereka kemudian menemukan bayi ideal itu tetapi tidak pernah tahu sang bayi sebenarnya keturunan Yahudi.

Bayi itu, Hessy Taft, masih berusia enam bulan ketika ibunya membawa dia ke seorang fotografer di Berlin, Hans Ballin, untuk diambil fotonya. Meski Perang Dunia II belum mulai, tapi anti-Semitisme dan marjinalisasi orang Yahudi berada dalam ayunan penuh di Jerman. Ketika foto kecil Hessy itu muncul di sampul majalah Nazi terkemuka, ibunya takut keluarganya akan ketahuan sebagai Yahudi dan menjadi target, seperti dilansir situs the Huffington Post, Kamis (3/7).


Ibu Hessy dilaporkan kembali ke Ballin untuk bertanya bagaimana gambar putrinya itu telah berakhir di kontes Nazi untuk perlombaan 'Bayi Arya paling sempurna', yang kemudian dijawab Ballin, "Saya ingin membuat Nazi terlihat konyol".


Keluarga Hessy lalu menyembunyikan putri kecilnya itu setelah insiden tersebut lantaran fotonya kemudian banyak beredar di kartu pos Nazi, dan mereka takut Hessy akan ketahuan. Tapi Nazi tampaknya tidak pernah mengetahui identitas sejatinya adalah Yahudi.


Sekarang, hampir 80 tahun kemudian, Hessy Taft sudah berusia lanjut dan bekerja sebagai profesor kimia di Universitas Katolik St John di New York City, Amerika Serikat.


Pada Juni lalu Hessy memperlihatkan sebuah salinan majalah Nazi, foto bayi dan semuanya itu ke museum peringatan korban Holokaus Yad Vashem di Israel dan berbagi kisahnya dengan organisasi Shoah Foundation.


"Saya bisa tertawa tentang hal itu sekarang," kata Hessy, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar asal Jerman Bild.

"Tapi kalau Nazi telah tahu siapa saya sebenarnya saat itu, saya sudah pasti tidak akan hidup."


Hessy lolos dalam peristiwa Holokaus ketika Gestapo menangkap ayahnya atas tuduhan pajak. Untungnya akuntannya, seorang anggota partai Nazi, datang untuk pembelaannya, dan keluarganya mampu melarikan diri ke Latvia dan kemudian ke Prancis.


Ketika Nazi berhasil mengusai Paris, keluarga Hessy kemudian melarikan diri ke Kuba dengan bantuan perlawanan Prancis
dan akhirnya menetap di Amerika Serikat pada 1949.


Ketika menyajikan sampul majalah itu di Yad Vashem bertahun-tahun kemudian, Hessy mengatakan, "Saya merasa ada sedikit balas dendam, seperti kepuasan".


Sumber :



Kamis, 26 Juni 2014

Tanggapan Indonesian Reenactors Untuk Pemberitaan di Metro TV



Oleh: Ostuf Permadi (Ketua IDR)

 Tampaknya komentar telah DIEDIT sedikit oleh Editor. Bunyi seharusnya seperti ini:

"Kami menyesalkan kurang bijaknya Ahmad Dhani dalam menggunakan seragam yang memiliki nilai historis untuk kepentingan FASHION. Harusnya Dhani memilih seragam militer yang "AMAN" seperti militer AS.. bukannya malah menggunakan militer Nazi yang akhirnya menjadi BLUNDER yang malah bisa merugikan capres yang ia dukung. kami sendiri sebagai PEGIAT SEJARAH mementingkan otentisitas & akurasi dalam berimpresi, misal: impresi Jerman yang paling cocok untuk orang Indonesia adalah impresi tentara pangkat PRAJURIT, karena memang dulu ada orang Indonesia yang menjadi sukarelawan di militer Nazi."

Berita di Metro TV sendiri (linknya DISINI) berbunyi sbb:

Tindakan Ahmad Dhani mengenakan seragam ala Nazi pada video klip 'Indonesia Bangkit' disayangkan oleh Indonesian Reenactors.

Indonesian Reenactors adalah komunitas penggemar kostum tentara dan pereka ulang sejarah. Mereka menggemari segala perlengkapan militer, terutama tentara Jerman pada periode Perang Dunia II.

Ketua Indonesian Reenactors Permadi Aryawirasmara berpendapat, Dhani sepertinya tidak mempertimbangkan nilai sejarah yang ada pada seragam militer yang ia kenakan pada video klip dukungan terhadap capres nomor urut 1, Prabowo Subianto.

"Sikap kami sebagai komunitas pegiat sejarah dan kolektor adalah menyesalkan penyalahgunaan seragam bernilai sejarah oleh Ahmad Dhani untuk kepentingan fesyen," ujar Permadi kepada Metrotvnews.com, Rabu (25/6/2014).

Para kolekor seragam bersejarah, khususnya seragam militer, sangat mementingkan keaslian dan keakurasian seragam yang dimilikinya.

Permadi bercerita, pernah ada tentara Indonesia yang diutus ke Jerman dan hanya memakai seragam prajurit. Sehingga, jika orang Indonesia ingin memakai seragam Nazi, hanya diperkenankan memakai seragam berpangkat prajurit saja. Sedangkan, Dhani memakai seragam yang sama dengan petinggi Nazi.

Seragam ala Nazi mudah diperoleh di Indonesia. Terdapat beberapa situs penjualan online yang menawarkan ragam seragam militer bersejarah. "Saya tidak tahu Dhani bikin khusus atau pesan impor. Tapi memang ada dijual di situs-situs online," tuturnya.


Sumber :
www.facebook.com



Minggu, 22 Juni 2014

Soldatenkaffee Dibuka Kembali!



Bandung memang sebuah kota yang identik dengan anak-anak muda yang kreatif.  Hanya saja sebuah kafe di Bandung, Soldaten Kaffee sempat membuat geger lantaran menyajikan tempat usahanya dengan bernuansa NAZI.

Meski sempat ditutup, Soldaten Kaffee kini kembali dibuka. Namun dengan konsep baru, suasana Nazi tak lagi begitu menonjol di dalam kafe ini. Sang pemilik mengubah konsep seperti militer perang dunia kedua.

    “Konsepnya kafe militer perang dunia kedua dengan ornamen tentara Jerman, Amerika, Jepang, juga KNIL” ungkap salah seorang pemilik kafe, Henry Mulyana (Sabtu, 21 Juni 2014).

Berdasarkan informasi yang dilansir Tempo, kafe yang di dalamnya dominan bercat hitam itu dihiasi beragam poster, lukisan, dan manekin berkostum tentara berbagai negara di zaman perang dunia kedua.

Namun nuansa Nazi masih muncul seperti pada dua lukisan Adolf Hittler, gambar tentara SS, dan bendera berlambang swastika di gambar poster. Pernak-pernik sisa perang dunia kedua lain berupa selusin helm tentara Amerika, Jerman, replika senjata, dan granat dari kayu.

    “Sebab Nazi pada masa perang dunia kedua menjadi partai berkuasa di Jerman” tambah Henry.

Pada Juli 2013, kafe Soldaten Kaffee der Kommandantur Gross di Jalan Pasirkaliki tutup setelah menuai kecaman dari sejumlah orang dan media luar negeri. Henry mengatakan penutupan itu dipicu oleh pemberitaan media massa yang tidak benar, karena pengelola kafe itu dicap pendukung Nazi.

Kafe yang kini berada di Jalan Cikawao itu rencananya akan mulai beroperasi pada akhir Juni atau awal bulan puasa. Makanan yang disajikan umumnya khas Eropa misalnya steak dan sebagian merupakan makanan ala tentara seperti acar.


Sumber :



Sabtu, 12 Juni 2010

Film Bollywood Pertama Tentang Hitler Akan Segera Diluncurkan!

Eva Braun bersantai bersama Adolf Hitler dan anjing-anjing mereka di Berghof, Obersalzberg, tanggal 14 Juni 1942. Anjing Gembala Jerman yang bersama Hitler adalah Blondi


Anupam Kher dan Neha Duphia dalam acara peluncuran film "Dear Friend Hitler" di Mumbai, minggu tanggal 6 Juni 2010


Oleh :Alif Rafik Khan

Yang cowok adalah salah satu bintang perfilman India yang pernah memerankan Mahatma Gandhi dalam film layar kecil, sementara yang cewek adalah mantan Miss India yang dikenal lewat peran-perannya dalam film komedi romantis (satu stel dengan Meg Ryan). Bersama-sama, Anupam Kher dan Neha Dhupia akan memerankan Adolf Hitler dan kekasihnya Eva Braun dalam sebuah film India terbaru yang mengetengahkan cerita hari-hari terakhir dari Third Reich.

Berdasarkan bocoran berita, film yang berjudul aneh "Dear Friend Hitler" ini akan memfokuskan diri pada hubungan antara sang diktator Nazi dengan orang-orang terdekatnya. Tentu saja Eva Braun termasuk ke dalam daftar utama, karena dia adalah kekasih Hitler selama bertahun-tahun, sekaligus menjadi istri selama hari terakhir kehidupan mereka yang ber-ending tragis. "Tujuannya adalah mendekatkan pemirsa dengan perspektif yang berbeda terhadap kepribadian Hitler yang tidak banyak manusia tahu. Disini kita bisa melihat ketakutan-ketakutannya, kharisma, dan kejeniusannya," kata sebuah sumber seperti yang dikutip oleh surat kabar Mumbai Mirror.

Kher, yang dipilih langsung oleh sutradara film ini Rakesh Ranjan Kumar karena kemiripan wajahnya dengan Hitler, mengatakan pada para wartawan bahwa dia telah siap lahir-batin untuk menerima tantangan akting yang tidak biasa tersebut. "Aku telah mempunyai gambaran. Aku telah menjadi aktor selama berpuluh-puluh tahun, jadi bukan menjadi kesulitan yang berarti bagikut untuk dapat masuk ke dalam karakter yang menjadi gambaranku itu." Katanya. "Dia adalah salah satu karakter paling menarik dalam sejarah, dan aku bangga memerankannya."

Kamir mengaku bahwa dia menganggap Hitler sebagai salah satu pecundang paling "sukses" di abad ke-20, dan dia ingin mempelajari interpretasi ini.

"Sebagai seorang pemimpin, dia sukses besar. Kenapa dia lalu kalah sebagai manusia, apa masalahnya, apa yang menghambatnya, apa tujuan hidupnya... itulah yang ingin kita tampiling eh tampilkan." katanya. Film ini sendiri direncanakan dibuat untuk pasa internasional dan bukan hanya dalam negeri.

Kontroversialnya, Kumar juga berkata bahwa kemungkinan dia juga ingin menonjolkan rasa "cinta" Hitler terhadap India, dan bagaimana secara tidak langsung dia telah berkontribusi pada kemerdekaan negara tersebut. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa film yang akan dibuatnya tidaklah bercerita tentang perang, tapi tidak juga bercerita tentang romansa cinta.

"Film ini tidak akan menampilkan sejarah percintaan Adolf Hitler. Malahan ia akan lebih banyak mengetengahkan Eva (Braun) yang selama ini namanya jauh berada di bawah bayang-bayang Hitler," kata Kumar kepada agen berita India IANS. "Eva telah menjadi pacar Hitler yang setia dari sejak usianya 17 tahun. Film ini akan memperlihatkan bagaimana kehidupannya di akhir-akhir perang. Mereka sendiri telah menikah secara resmi hanya 42 jam sebelum bunuh diri bersama (30 April 1945)."

Hitler telah digambarkan di layar lebar berkali-kali, terutama yang paling berhasil adalah film buatan Jerman tahun 2004 berjudul Der Untergang alias Downfall (film ini menjadi nominasi Film Asing Terbaik Oscar, tapi tidak menang). Juga film lainnya adalah buatan Inggris berjudul Hitler: The Last Ten Days, dimana sangh diktator diperankan oleh Alec Guinness. Dear Friend Hitler sendiri dipercaya merupakan film India pertama yang bercerita tentang Hitler!


Sumber :
www.commons.wikimedia.org
www.guardian.co.uk
www.gulfnews.com


Kamis, 25 Februari 2010

Sedikit Catatan Tentang Berita "Hitler Meninggal Di Indonesia"

Hasil pencarian Google untuk kata kunci "Hitler Meninggal di Indonesia". Coba tebak yang nongol di nomor 2 dari atas? DUARRRR!!! Hehehe... (nomor 2 aja bangga! lol)


Makam Dr. Foch di TPU Ngagel, Surabaya



Kaget juga sekaligus bangga pas membaca berita bahwa pihak Istana Negara menanggapi tentang heboh berita meninggalnya Adolf Hitler di Indonesia, yang salah satu di antaranya diangkat oleh Vivanews. Kenapa bangga? Soalnya tidak lain dan tidak bukan, karena blog inilah yang PERTAMA mengangkat berita tersebut ke dunia internet!

Berawal dari hobi saya mengumpulkan berita-berita dan segala sesuatu tentang Nazi dan Hitler (yang dilakukan dari sejak SD!). Salah satu di antaranya adalah artikel yang dimuat di surat kabar Pikiran Rakyat tertanggal 24 Februari 1994, yang memuat kabar mengejutkan tentang kemungkinan Hitler menghabiskan sisa hidupnya disini. Langsung saja saya salin artikel tersebut dalam buku Big Boss yang memang saya khususkan untuk mengkliping hal-hal terkait. Anehnya, yang saya tahu adalah zaman dulu tak sampai terjadi kehebohan mengenai masalah ini. Entahlah, apa karena beritanya "hanya" dimuat di sebuah koran daerah, atau memang masalah perNazian ini masih belum booming di tanah air?

Ketika saya mulai membuat blog ini, tentu saja pikiran untuk mengangkat kembali masalah ini terngiang terus dalam pikiran saya, sehingga saya akhirnya memposting hasil klipingan tersebut dengan judul "Adolf Hitler Lari Dan Mati Di Indonesia" dengan tanggal posting 29 April 2009 (silakan lihat artikelnya DISINI). Waktu itu saya tak pernah menduga bahwa reaksi akan kemunculan berita ini akan lumayan heboh sehingga "mengundang" pihak pemerintah untuk ikut berkomentar. Saya hanya ingin ada penelitian lebih lanjut mengenai masalah ini, yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai minat dan, ini dia, duit. Saya sendiri memang sangat berminat untuk menyelidiki misteri ini sehingga kebenarannya akan terungkap, tapi apa daya dana tidak mencukupi untuk ngalor ngidul ke Jawa mengunjungi makam "Hitler"!

Kemudian mulailah artikel tersebut dikutip sana-sini. Ada yang secara jujur mengungkapkan sumbernya, meskipun lebih sering yang asal kutip tanpa menyebutkan sumbernya. Mulai juga beberapa berita baru muncul belakangan yang memperlihatkan bahwa telah ada upaya dari orang atau badan tertentu untuk meneliti lebih jauh tentang keabsahan berita ini, termasuk mengunjungi langsung ke sumber beritanya, plus menziarahi makam tokoh misterius yang bernama Dr. Foch tersebut.

Semoga kebenaran akan segera terungkap...

Tambahan: Untuk berita-berita terbaru mengenai penyelidikan kematian Hitler di Indonesia, bisa melihat di link di bawah
:

Link 1

Link 2

Rabu, 17 Februari 2010

Nazi Jerman Dan Zionis Internasional Bekerjasama Dalam Masalah Yahudi!


Lenni Brennon, pengarang “Zionism in The Age of Dictators” dengan berani mengungkap bukti baru dalam tulisannya. Ia berhasil mengumpulkan sejumlah dokumen penting yang menyimpulkan bahwa gerakan Zionisme Yahudi melakukan kolaborasi dengan Nazi. Walhasil, ribuan orang Yahudi yang tewas dan selama ini dalam sejarah dikenal sebagai objek Holocaust yang dimulai pada tahun 1942 oleh Nazi Jerman, ternyata merupakan tumbal belaka untuk menjadi langkah pencapaian strategi Zionis Internasional.

Dalam pembukaan bukunya, Brenner menguraikan bagaimana Zionis memiliki sejarah panjang mengenai kerjasama tak tahu malu dengan Nazi, khususnya setelah sang diktator Adolph Hitler mulai berkuasa di tahun 1933. Zionis, tulis Brenner, juga melakukan kolaborasi dengan Negara-Negara "Poros" lainnya dalam Perang Dunia II, termasuk Benito Mussolini dari Italia dan Hideki Tojo dari Jepang.

Salah satu contohnya, pada 29 Maret 1936, orang-orang Zionis membanggakan Il Duce dan rezimnya, pada pembukaan sekolah maritim, yang didirikan oleh pemerintah Fasis, di Civitavecchia. Disinilah tempat para Zionis muda, yaitu “The Betar” dilatih dan dipersiapkan untuk masa depan negara Israel. Fakta lain adalah bahwa “Kongres III Komunitas Yahudi di Timur Jauh” (The Third Congress of The Jewish Community of the Far East) pada january 1940 di Harbin, Manchuria, merupakan pendidikan tentara penjajah yang brutal oleh militer kerajaan Jepang.

Ketika terjadi pembantaian rakyat Jepang, “Rape of Nanking”, pada bulan Desember 1937, dan insiden “Crystal Night” pada 9 november 1938, Zionis mengeluarkan pernyataan untuk melegitimasi penjajahan terhadap Jepang. Zionis juga berencana untuk berdagang dengan pemerintah Berlin dimana para Yahudi Jerman dapat menebus property Nazi dan melakukan ekspor ke Inggris yang mendudukki Palestina.

Puncak dari semua itu adalah kunjungan SS-Hauptscharführer Adolph Eichman ke Palestina pada bulan oktober 1937 sebagai tamu dari Zionis. Ia juga menemui Feivel Polkes di Mesir, seorang mata-mata Zionis dimana Eichman menggambarkannya sebagai “pemimpin fungsionaris Haganah”. Sebagai seorang informan, Polkes juga digaji oleh Nazi.

Brenner bukan penulis pertama yang mengangkat tema kerjasama kepemimpinan Nazi dan Zionis. Ada Rolf Hielberg dengan bukunya “The Destruction of European Jews”; Hannah Arendt dengan “Eichmann in Jerusalem”; Ben Hecht dengan “Perfidy”; Edwin Black dengan “The Transfer Agreement”; Francis R. Nicosia dengan “The Third Reich and the Palestine Question”; Rudolf Vrba dan Alan Bestic dengan “I Cannot Forgive”; dan Rafael Medoff dengan “The Deadening Silence: American Jews and the Holocaust,” yang juga sangat berani mengungkap kedok rekayasa keji Zionis dan Nazi.

Yang mengherankan juga adalah fakta setelah dibuat undang-undang Ras Anti-Yahudi pada bulan september 1935 di Nürnberg, justru hanya ada dua bendera yang boleh berkibar di Nazi Jerman. Salah satunya adalah bendera favorit Hitler, swastika, sedang yang lain adalah bendera biru putih, banner Zionisme! Para Zionis juga diperbolehkan mempublikasikan koran sendiri. Alasannya; Zionis dan Nazi memiliki kepentingan yang sama, yaitu membuat Yahudi Jerman emigrasi ke Palestina. Pada 21 juni 1933, Federasi Zionis Jerman mengirim memorandum rahasia terhadap Nazi, yang antara lain berisi pernyataan, “Menurut kami, jawaban dari pertanyaan Yahudi sangat memuaskan negara (German Reich) dan hanya dapat berlangsung dengan kolaborasi dari gerakkan Yahudi yang bertujuan memperbaharui sosial, kultural dan moral golongan Yahudi. Tapi pembaharuan nasional seperti itu, pertama tama harus menciptakan kondisi sosial yang meyakinkan dan dasar spiritual sebagai solusi,…”.


Sumber :
www.swaramuslim.com
www.ztruth.typepad.com


Senin, 15 Februari 2010

Aksi Neo-Nazi Di Dresden Digagalkan Warga Jerman!

Inilah demonstrasi kelompok sayap kanan terbesar dalam sejarah Jerman dalam hal jumlah anggota. Mereka membawa poster berisikan peringatan tentang pemboman Dresden oleh Sekutu dalam Perang Dunia II


Polisi berusaha keras memisahkan dua pihak yang berseteru dalam demonstrasi di Dresden: Neo-Nazi (6000 orang) dan Anti-Nazi (10.000 orang)


Dengan membawa bendera beraneka ragam dan dibalut pakaian hitam-hitam, sekitar 6000 orang anggota Neo-Nazi berkumpul di bagian timur kota Dresden untuk memperingati 64 tahun pemboman Sekutu yang telah menghancurkan kota tersebut dan mengirim ke alam baka puluhan ribu penduduknya


Sekitar sepuluh ribu warga Jerman membentuk rantai manusia di kota Dresden, Sabtu (13 Februari 2010), untuk menghentikan aksi jalan kaki ribuan pendukung Neo-Nazi.

Aksi jalan kaki tersebut merupakan cara para pendukung Neo-Nazi memperingati para korban serangan udara pasukan Sekutu ke kota Dresden pada Perang Dunia II 65 tahun silam.

Sekitar lima ribu orang pendukung Neo-Nazi berpakaian hitam berkumpul di Stasiun Neustadt Dresden untuk menggelar aksi jalan kaki terbesar kelompok kanan-jauh Jerman sejak 1945.

Pada Perang Dunia II, pasukan Nazi pernah mengirim orang-orang Yahudi dengan kereta api ke kamp konsentrasi Auschwitz dari Stasiun Neustadt Dresden ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pendukung Neo-Nazi memfokuskan aksi mereka pada tanggal serangan udara Sekutu ke kota Dresden pada 13 Februari.

Mereka menyebut serangan udara yang menewaskan sekitar 25 ribu warga Jerman itu sebagai "pengeboman pembantaian".

Dalam aksi jalan kaki itu, para pendukung Neo-Nazi gagal mencapai pusat kota setelah sekitar sepuluh ribu warga Jerman yang anti- gerakan Nazi baru itu menghentikan gerak mereka.

"Menghentikan aksi jalan kaki kaum Nazi ini keberhasilan besar Aliansi Bebas Nazi Dresden (NFAD)," kata Juru Bicara NFAD Lena Roth.

Roth mengatakan, sejumlah orang terluka akibat diserang para pendukung Neo-Nazi namun aksi jalan kaki mereka berhasil dihentikan.

Ribuan polisi yang bertugas berhasil mengisolasi kedua massa yang saling berseberangan ini dengan menggunakan meriam air.

Sedikitnya tujuh orang ditahan terkait dengan aksi Neo-Nazi ini.


Sumber :
www.berita2.com
www.spiegel.de


NAZIpedia

Silakan bagi yang ingin menambah pengetahuan lain tentang Nazi Jerman bisa didapatkan di blog http://desdrittesreich.blogspot.com/

Belum banyak artikelnya tapi pengarang berjanji akan memposting lebih banyak lagi artikel-artikel tentang NAZIpedia...

HEIL HITLER!!

Rabu, 03 Februari 2010

Lelang Buku Harian Josef Mengele, 'Sang Malaikat Kematian'!

Foto Josef Mengele sebelum perang


Foto langka Josef Mengele (kiri) bersama para perwira SS yang bertugas di Auschwitz tahun 1944, di antaranya Rudolf Höss (2 dari kiri) dan komandan kamp Josef Kramer (2 dari kanan)


Lelang benda-benda bersejarah memang selalu menarik perhatian. Tak terkecuali barang-barang peninggalan Nazi. Nah, rencananya Rumah Lelang Alexander Autographs di Connecticut, berencana melelang buku harian Josef Mengele, bulan Maret 2010.

Mengele yang mempunyai julukan 'Malaikat Kematian', adalah dokter yang bertugas di Kamp Konsentrasi Auschwitz. Selama bertugas di Auschwitz, Mengele beberapa kali melakukan eksperimen terhadap tahanan Yahudi, tanpa sekalipun melakukan proses anastesi atau pembiusan terhadap pasiennya. Hasil eksperimen tersebut kemudian Mengele tulis dalam buku hariannya.

Mengele disebut-sebut bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 400.000 tahanan Yahudi di Auschwitz. Paska Perang Dunia II, Mengele kabur ke Brasil dan menetap disana. Mengele kemudian menjadi buronan Nazi paling dicari selama beberapa dekade.

Mengele akhirnya wafat tahun 1979 akibat serangan stroke saat sedang berenang. Namun 13 tahun kemudian, hasil test DNA meragukan kesahihan identitas Mengele!

Juru lelang Alexander Autographs sendiri menolak membeberkan nama penjual buku harian Sang Malaikat. Namun menurut sang juru lelang, si penjual mempunyai hubungan dekat dengan Sang Malaikat, dan saat ini tinggal di Jerman.

Bill Panagopulos, Presiden Rumah Lelang Alexander mengatakan, dirinya tidak bersimpati sama sekali terhadap Sang Malaikat. Meski begitu, "Buku harian tersebut menjadi sangat penting sebagai saksi bisu dari suatu sejarah," imbuh Panagopulos.

Pelelangan buku harian Sang Malaikat ini, diharapkan mampu menarik minat kolektor benda-benda Nazi untuk membelinya dengan harga tak kurang dari $ 40.000 atau sekitar Rp 600 juta.


Sumber :
www.holocaustresearchproject.org
www.kontan.co.id
www.thattheboneyouhavecrushedmaythrill.blogspot.com


Minggu, 31 Januari 2010

Hubungan Antara Vatikan Dan Nazi Jerman!

Uskup Reich Ludwig Müller (yang naik ke tampuk jabatannya pada tahun 1933, bertepatan dengan naiknya Adolf Hitler menjadi Reichskanzler) merupakan simpatisan Nazi kelas berat, terbukti dari NSDAP-Hoheitsabzeichen (Medali Rajawali Partai Nazi) dan Feldschnalle (bar) yang tersemat di jubahnya!


Adolf Hitler meninggalkan Gereja Marine di Wilhelmshaven. Hitler sendiri mengaku terang-terangan bahwa dia adalah seorang penganut Katolik


Bendera Swastika Nazi berkibar dengan anggunnya di katedral Cologne tahun 1937


Sebuah bukti baru terungkap dalam Arsip rahasia Vatikan yang mengindikasikan bahwa Paus Pius XII (Sri Paus pada masa perang dunia kedua yang sebelumnya merupakan diplomat berpengaruh dari Vatikan bernama Eugenio Pacelli) mungkin secara tidak langsung telah berperan dalam kebangkitan Adolf Hitler!

Bukti ini merupakan hasil investigasi dari seorang pria bernama John Cornwell, yang mendapatkan akses ke dalam ruang arsip Vatikan dengan tujuan membebaskan sri paus sebelumnya itu dari tuduhan bersalah. Namun, Cornwell malah menemukan dirinya dalam semacam ‘ situasi keterkejutan moral’ dengan penemuannya, sehingga buku karyanya, "Hitler’s Pope", menjadi sebuah karya yang sangat berbeda dari konsep awalnya.


Cornwell sebelumnya telah berusaha berhati-hati dengan argumen-argumen tertentu darinya, menghilangkan beberapa prasangka motif jahat yang sebelumnya ia anggap ditujukan pada sang Paus, dan menekankan pada kenyataan bahwa ia ‘tidak mungkin menghakimi’ Sri Paus ini atas aksi-aksi di masa perang ini. Sebaliknya, ia menekankan kenyataan bahwa di sisi lain Paus Pius telah menolong orang-orang Yahudi dengan mengatur sebuah deportasi di Hungaria yang menyelamatkan, katanya sih, 800.000 nyawa. Pada saat yang sama, terdapat bukti-bukti yang sulit untuk diabaikan dan layak untuk diperiksa lebih jauh.

Bagian terbesar dari karya Cornwell berpusat pada tahun-tahun awal Pacelli ketika menjabat sebagai duta kepausan di Münich, sebuah jabatan yang dipangkunya dengan tujuan untuk membangun kembali kekuatan absolut Vatikan dalam sebuah bangsa yang selama lebih dari 400 tahun telah menikmati otonomi religius yang luar biasa. Pada saat inilah, dalam surat-suratnya kepada kardinal Sekretaris Negara Vatikan masa itu (antara tahun 1917 dan 1919), Pacelli mengungkapkan adanya permusuhan laten terhadap anggota-anggota kelompok yang menurutnya adalah ‘sebuah aliran Yahudi’, dan dilukiskan sebagai orang-orang yang 'pucat, kotor, bermata kosong, bersuara kasar, vulgar, menjijikan, dengan wajah yang pintar dan lihai.’ Secara tersirat pun sudah dapat dibayangkan bagaimana pandangan Pacelli terhadap orang-orang yahudi pada saat itu.

Setelah berkuasa pada tahun 1933, Hitler mengalihkan perhatian sepenuhnya pada penandatanganan perjanjian Reich Concordat dengan Pacelli, yang saat itu telah kembali ke Vatikan dan menjabat sebagai Kardinal Sekretaris Negara. Syarat-syarat yang disampaikan oleh sang diktator telah diperhitungkan untuk membatalkan oposisi Vatikan terhadap partai Nazi, dengan imbalan kemungkinan untuk dimasukannya hukum kanonik bagi warga Katolik Jerman. Pihak Vatikan telah mendorong Partai Pusat Katolik Jerman untuk menandatangani surat akta yang akan memberikan izin yang secara efektif membubarkan salah satu partai oposisi paling signifikan terhadap Reich Ketiga dan akhirnya memberi Hitler sebuah kekuatan diktatorial yang tidak terkendali.

Sebagai hasilnya, jutaan orang Katolik bergabung dalam partai Nazi karena percaya bahwa partai itu mendapat dukungan total dari Sri Paus sendiri. Sementara itu, Hitler secara terbuka memuji perjanjian ini sebagai ‘hal yang sangat signifikan’ dalam perjuangan melawan golongan Yahudi internasional’. Mulai saat inilah, semua kritik-kritik dari orang Katolik Jerman terhadap partai Nazi harus disalurkan melalui Vatikan, tetapi pada saat yang sama, tidak pernah terdengar atau terlihat tindakan dari Vatikan. Hal ini sebagian besar adalah akibat dari posisi keras kepala Pacelli sendiri.

Pada musim panas tahun 1938, saat Paus Pius XI terbaring sekarat, ia tiba-tiba menjadi resah memikirkan kebangkitan fasisme dan anti-Yahudi Eropa. Namun, tiba-tiba semuanya menjadi terlambat. Paus Pius XI tiba-tiba ditemukan telah wafat hanya beberapa jam sebelum ia membacakan pidatonya yang akan mengutuk fasisme yang diprakarsai Hitler.

Sementara itu, Pacelli terpilih menjadi Paus setelah tiga kali pemungutan suara dan dinobatkan menjadi Paus Pius XII pada tanggal 12 Maret 1939. Salah satu dari aksi-aksi perdananya adalah bertemu dengan otoritas Jerman dan memastikan dukungannya kepada partai Nazi. Pada bulan berikutnya, atas permintaan Pacelli, duta kepausan di Berlin menyelenggarakan sebuah gala resepsi untuk merayakan ulang tahun Hitler yang ke-50. Sementara itu, perang sudah di depan mata.

Hitler menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. Meskipun pihak sekutu sangat terkejut, Paus Pius XII tidak berkomentar apapun. Ia menolak untuk mengutuk pihak Nazi bahkan saat perang meluas dan korban menggunung di kedua belah pihak, meskipun baru pada tahun 1942. Dan ketika dunia barat terbangun melihat kenyataan tentang 'Solusi Terakhir' (yang disebut-sebut sebagai perintah Hitler untuk pemusnahan Yahudi, meskipun pada kenyataannya telah dibantah oleh David Irving dalam bukunya), kebisuan pihak kepausan menjadi sangat mengganggu.

Pada tanggal 16 Juni, surat kabar Inggris, "Daily Telegraph", menerbitkan artikel di halaman depan tentang pemusnahan orang Yahudi. Kurang dari satu minggu kemudian, sebuah pawai besar dilakukan di lapangan Madison Square Gardens, New York menuntut dunia untuk campur tangan dalam krisis ini. Pada bulan September, Presiden Roosevelt mengirim perwakilan pribadi ke Vatikan dengan harapan dapat memicu reaksi Sri Paus, namun tindakan Roosevel ternyata sia-sia, Sri Paus tetap saja keras kepala. Pada saat itu hanya Vatikanlah yang benderanya berkibar di seantero dunia melewati samudera-samudera, sehingga sedikit saja anggukan dari Sri Paus saat itu akan memicu jutaan reaksi dari umat Katolik diseluruh dunia, dan jika itu terjadi, dunia Katolik akan bangkit untuk bersatu.

Yang terjadi justru hanya dalam pesan natalnya pada tahun yang sama, (seminggu setelah utusan dari Inggris untuk Vatikan secara pribadi menyerahkan satu berkas berisi dokumentasi tentang pemusnahan orang Yahudi dalam kamp-kamp konsentrasi yang tersebar di seluruh Eropa dengan jumlah yang cukup untuk meyakinkan Sri Paus), Paus Pius XII akhirnya mau berbicara. Namun, apa yang disampaikan begitu samar sehingga ia sepertinya tetap mempertahankan kebisuannya. Dalam pesan natal itu tidak disebutkan nama ‘Nazi’ atau ‘orang Yahudi’, hanya sebuah referensi samar tentang ‘ribuan orang’ telah dibunuh karena ‘kebangsaan atau rasnya.’

Bila pengutukan yang tidak jelas itu menandai sebuah perubahan dalam kebijakan terhadap Nazi, maka hal itu kurang signifikan untuk mampu menyelamatkan ribuan orang Yahudi yang dikumpulkan di jalan-jalan kota Roma oleh para serdadu SS, tepat di depan mata Sri Paus, kurang dari setahun kemudian. Dari mereka yang diasingkan, hampir semuanya terbunuh.


Sumber :
www.cruciality.wordpress.com
www.nobeliefs.com
www.thenoock.com


Senin, 21 Desember 2009

Misteri Harta Karun Nazi Jerman di Danau Toplitz

Danau Toplitz dengan keindahannya


Surat-surat berharga di dasar danau Toplitz


Emas batangan zaman Nazi yang diyakini terkubur di dasar danau Toplitz


Di wilayah Austria yang terpencil, ada sebuah danau yang bernama Toplitz. Namun bukan keindahannya yang membuat danau ini menjadi terkenal, melainkan adanya rumor bahwa harta karun rampasan Nazi masih tersimpan di dasarnya.

Sepertinya misteri mengenai harta karun yang tersembunyi telah menarik perhatian sebagian manusia selama berabad-abad. Entahkah itu harta karun bajak laut atau harta karun sisa-sisa peradaban kuno. Kali ini saya memutuskan untuk menulis sedikit mengenainya, dan saya akan memulainya dari harta karun yang disebut Guinness Book World of Record sebagai harta yang berasal dari perampasan terbesar di dunia. Yang saya maksud adalah harta karun Nazi.

Kisahnya dimulai pada suatu pagi di tahun 1945 di wilayah pegunungan Alpen yang terpencil. Saat itu Ida Weisenbacher mendengar suara ketukan di pintu rumahnya. Perempuan Austria berumur 21 tahun itu segera membuka pintu dan menjumpai seorang petugas Nazi sedang berdiri di depan rumahnya.

"Siapkan kereta kudamu," Kata petugas itu. "Kami membutuhkanmu."

Ida segera menyiapkan kereta kudanya dan membawanya ke samping kendaraan militer yang dibawa petugas tersebut. Lalu petugas lain yang telah menunggu di mobil segera mengeluarkan kotak-kotak besar dan memuatnya ke dalam kereta kuda. Setiap kotak itu memiliki tanda berupa kata dan angka yang sama sekali tidak memberikan petunjuk mengenai isinya. Ketika kereta kuda itu sudah diisi penuh, petugas itu memberitahukan Ida untuk berangkat menuju danau Toplitz.

Saat itu barulah Ida mengerti mengapa petugas Nazi itu meminta bantuannya. Jalan menuju danau Toplitz sangat berliku dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan-kendaraan militer. Hanya kereta kuda yang bisa melaluinya.

Sesampai di danau, para petugas segera mengeluarkan seluruh kotak misterius tersebut dan membuangnya ke dalam danau. Ida melihat kotak itu satu persatu lenyap dari pandangannya. Hatinya diliputi oleh rasa ingin tahu yang besar mengenai isi kotak itu. Namun ia tidak berani menanyakannya ke petugas tersebut.

Setelah selesai membuang seluruh kotak yang dibawa, petugas nazi itu memerintahkan Ida untuk kembali dan memuat kotak-kotak lain yang belum terbawa. Total dibutuhkan tiga kali perjalanan bolak-balik sampai mereka membuang semua kotak yang dibawa.

Dan inilah awal mula rumor adanya harta karun di danau Toplitz.

Selama perang dunia II, pasukan Nazi Jerman berhasil menginvasi dan menguasai beberapa negara di Eropa. Ketika mereka berhasil menguasainya, mereka segera menjarah bank sentral negara yang bersangkutan dan mengambil cadangan emasnya untuk dibawa pulang ke Jerman.

Bukan itu saja, harta benda pribadi orang-orang Yahudi yang ditangkap dan dibuang ke kamp konsentrasi juga disita dan dilebur menjadi emas batangan yang dicetak dengan tanda bank sentral jerman, the Reichsbank. Kebanyakan dari harta rampasan ini kemudian digunakan untuk membayar biaya perang yang dilancarkan oleh Nazi. Luar biasanya, sebagian besar dari harta ini masih utuh di tangan Nazi ketika perang dunia II hampir berakhir.

Pada Februari 1945, presiden dari Reichsbank memerintahkan sebagian besar cadangan emas dipindahkan ke sebuah desa terpencil bernama Merkers yang letaknya 200 mil di selatan Berlin. Disana, emas-emas tersebut ditaruh di dalam sebuah gua bekas pertambangan Potasium. Gua tambang itu juga digunakan untuk menyimpan harta benda lain seperti benda seni yang dirampas dari negara jajahan Jerman saat itu.

Pada bulan April 1945, pasukan Amerika di bawah pimpinan Jenderal George Patton berhasil menaklukkan Merkers. Lalu seorang pekerja sipil berkewarganegaraan Perancis yang bekerja di tambang itu menceritakan kepada militer Amerika bahwa ada harta karun yang disembunyikan oleh nazi disana. Pasukan Amerika mulai memeriksa seluruh isi pertambangan dan menemukan 8.198 batang emas beserta sejumlah besar koin emas, perak batangan, dan uang kertas. Nilai total harta yang ditemukan saat itu adalah 520 juta dolar (dengan nilai dolar tahun 1945).

Selain menyimpan harta di pertambangan Merkers, pada tahun 1945, mengetahui pasukan sekutu hampir menguasai Berlin, pejabat nazi memutuskan untuk memindahkan harta Reichsbank yang tersisa ke Oberbayern di Bavaria Selatan. Paling tidak sembilan ton emas dikirim ke sana bersama dengan karung-karung berisi uang kertas dan koin. Konon menurut rumor, 730 batang emas diantaranya disembunyikan di dasar danau Walchansee.

Ketika pasukan sekutu mengalahkan nazi pada tahun 1945, mereka ternyata hanya berhasil menyita sebagian kecil harta karun nazi. Sisa harta rampasan lainnya, hilang entah kemana.

Hilangnya emas-emas ini disebut oleh Guinness Book of World Records sebagai rampasan terbesar di dunia.

Setelah nazi dikalahkan, dimulailah misi pencarian harta karun nazi oleh beberapa negara dan organisasi. Dan disinilah isu danau Toplitz mulai kembali muncul ke permukaan.

Danau Toplitz memiliki panjang sekitar 1 mil dengan kedalam sekitar 91 meter. Ia terletak di antara bebatuan granit yang terjal di Salzkammergut, Austria. Walaupun danau ini memiliki pemandangan yang indah, namun lokasinya yang sangat terpencil membuat danau ini jarang dikunjungi oleh orang. Dengan karakteristik seperti ini, kelihatannya danau ini memang tempat persembunyian yang ideal bagi harta karun.

Apakah kotak-kotak misterius yang dilihat Ida Weisenbacher berisi emas-emas yang hilang ? banyak orang berpikir begitu. Pada tahun 1959, sebuah majalah Jerman "Stern" mengirim penyelam untuk menyelidiki danau tersebut. Mereka memang menemukan sesuatu, namun bukan batangan emas, melainkan kotak berisi mata uang Pound Inggris palsu, beberapa dokumen penting dan surat-surat pernyataan.

Ternyata apa yang ditemukan oleh para penyelam itu adalah bagian dari operasi rahasia yang disebut operasi Bernhard yang datang dari Hitler sendiri.

Saat itu, para tawanan Yahudi di kamp konsentrasi diberi peralatan percetakan yang canggih untuk memalsukan mata uang musuh. Uang ini akan dipakai untuk membiayai perang dan memperlemah ekonomi negara musuh. Lewat operasi ini, diperkirakan sekitar 4,5 miliar pound berhasil dipalsukan. Operasi ini menjadi sedemikian sukses sehingga pada waktu itu bank sentral Inggris terpaksa menarik mata uangnya dari peredaran dan mendesain ulang uang kertasnya.

Apakah kotak-kotak yang ditemukan di dalam danau Toplitz adalah sisa-sisa operasi Bernhard ? Apakah ada harta lain yang tersembunyi disana ?

Pada tahun 1963, seorang penyelam Jerman mencoba peruntungannya di danau Toplitz. Namun sayang, dalam usahanya, ia tewas tenggelam.

Setelah peristiwa itu pemerintah Austria melarang penyelaman yang bertujuan untuk mencari harta karun di danau Toplitz. Tapi ternyata larangan ini memiliki maksud tersembunyi karena pemerintah Austria ternyata memutuskan untuk mencari harta karun tersebut.

Operasi pencarian yang dilakukan oleh Austria berhasil menemukan 18 Kotak yang ternyata juga berisi uang Pound palsu, namun kali ini mereka menemukan pelat logam yang dipakai sebagai master pencetakannya. Selain itu mereka juga menemukan sisa-sisa roket, proyektil dan beberapa senjata. Ini mungkin tidak terlalu mengherankan karena nazi pernah menggunakan danau itu sebagai tempat latihan militer selama perang.

Pada tahun 1983, prof Hans Fricke meminta ijin untuk melakukan penyelaman di danau Toplitz untuk meneliti kehidupan biota danau. Namun ia malah menemukan peti-peti berisi uang pound palsu dengan peralatan militer lainnya. Penemuan Prof Fricke menimbulkan spekulasi bahwa di danau tersebut masih tersimpan emas-emas batangan Nazi yang hilang.

Usaha pencarian yang lebih masiv dilakukan pada tahun 2000 ketika stasiun televisi CBS dari Amerika bersama World Jewish Congress mensponsori penjelajahan ke dasar danau Toplitz yang dijalankan oleh sebuah perusahaan bernama Oceaneering Technologies. Perusahaan itu menyelam ke dasar danau dengan menggunakan teknologi canggih berupa kapal selam yang dikendalikan dengan remote control. Namun usaha yang dilakukan dengan teknologi canggih ini hanya menemukan kembali peti-peti yang juga berisi uang pound palsu.

Walaupun sepertinya sudah tidak ada harta lagi di danau Toplitz, namun setiap kali ekspedisi dilakukan, sepertinya selalu ada peti yang ditemukan. Spekulasi mengenai adanya emas di Toplitz kembali diperkuat ketika pada tahun 2003, seorang penyelam yang melakukan penyelaman di danau Chiemsee di Bavaria menemukan sebuah teko yang terbuat dari emas. Teko emas ini memiliki lambang Celtic dengan figur indo Jerman di permukaannya dan diperkirakan bernilai sekitar 100.000 dolar. Spekulasi menyebutkan bahwa teko ini adalah bagian dari harta Nazi yang disembunyikan di dalam danau.

Jadi apakah masih ada emas yang tersimpan di dalam danau Toplitz ? mungkin tidak, tapi keingintahuan orang tidak akan pernah habis bukan ? itulah yang membuat misteri harta karun menjadi salah satu misteri yang paling menarik untuk diceritakan.


Sumber :
www.kopce.cz
www.silkeborgbunkermuseum.dk
www.unic77.blogspot.com
www.kingego.com


Rabu, 11 November 2009

Kisah-Kisah Seram Dari Bekas Lokasi Pertempuran Perang Dunia II Di Rusia!

Siluet prajurit Cekoslowakia dengan helmnya yang membuat heboh


Beberapa tahun yang lalu di Russia terkenal dengan ‘Arkeolog Hitam’ orang-orang yang independen melakukan penggalian di tempat-tempat bekas pertempuran Perang Dunia II dan mencari barang peninggalan berharga ,terkadang dalam pencarian mereka, mereka menemukan fenomena yang sangat aneh.

Leningradsky Luban–Pada tahun 1997, sekelompok enam orang menuju Leningradsky Luban, di mana puing-puing biara Makaryevsky hancur selama sisa perang di tengah-tengah rawa-rawa. Mendekati reruntuhan, kelompok itu melihat api unggun. Mereka terkejut untuk mengetahui bahwa api unggun tergantung tepat di udara. Segera setelah mereka mendekati reruntuhan, api unggun itu menghilang.

“arkeolog hitam” berdiam di sebuah kamp bekas reruntuhan perang. Sepanjang malam, mereka terganggu oleh jeritan manusia yang berasal dari hutan. Tak satu pun dari mereka bergegas untuk membantu atau mendekati teriakan itu.

Keesokan paginya, salah satu arkeolog pergi ke hutan dan tersesat. Dia kembali tiga jam kemudian, dengan pakaian kotor dan wajahnya nampak gila. Dia tidak pernah mengatakan kepada teman-temannya apa yang terjadi padanya.

Myasnoy Bor–Salah satu yang paling terkenal zona anomali terhubung ke Perang Dunia II adalah sebuah lembah berawa Myasnoy Bor terletak 30 kilometer jauhnya dari Novgorod. Banyak prajurit Soviet Serangan Kedua Angkatan Darat, divisi Wehrmacht Jerman, Spanyol “Blue Divisi” dan tentara lainnya tewas di wilayah ini selama Operasi Ofensif Lyuban 1942. Banyak sisa-sisa mayatnya masih terkubur di sini.

Galina Pavlova, ketua kelompok “pencari” dari kota Engels di wilayah Saratov menceritakan tentang sebuah insiden yang terjadi padanya pada tahun 1997: “Hutan dari Myasnoy Bor itu menakutkan dan mistik. Segera setelah Anda ditinggalkan di sana sendiri, hutan mulai membuat suara. Anda dapat dengan jelas mendengar teriakan “Hore,” seolah-olah jiwa dari prajurit tewas masih melakukan serangan. Pada hari kami menemukan tambang, aku berada di belakang orang-orang. Aku berhenti di sebuah titik yang digali berkali-kali sebelumnya. Tiba-tiba, aku melihat bahwa pohon-pohon itu condong ke arah tempat yang sama meskipun tidak berangin sama sekali. Aku memanggil orang-orang, dan kami menemukan sebuah kotak kayu lapuk dan tambang tua. “

Bryansk–Alexei, seorang “arkeolog hitam” yang menggali di hutan dekat Bryansk di mana pasukan garis depan Russia berada pada tahun 1942-1943, menceritakan cerita yang menarik.
“Kami menggali mayat enam Rusia dan 11 tentara Jerman, empat diantaranya adalah tentara Wehrmacht di rawa-rawa parit penampungan. Kami memotong kayu yang sudah lapuk dan menemukan sepatu bot Jerman dengan tulang mencuat keluar. Kemudian kami mulai penggalian dengan lebih hati-hati, dan menemukan tulang panggul, tulang punggung, dan tulang rusuk. Sedikit demi sedikit kita menggali keluar sisa-sisa dari empat orang kerangka itu. Mulai gelap. Kami meninggalkan kerangka di parit dan berkemah di padang rumput sekitar 200 meter jauhnya.

Pada malam hari, sesuatu terjadi. Kami terbangun oleh Valera, seorang pria yang berjaga malam. Dia mengatakan kepada kami bahwa sesuatu yang aneh sedang terjadi. Kami bangun dan mulai mendengarkan dengan cermat. Kami bisa mendengar pidato dengan bahasa jerman, lagu, tawa dan denting rel. Itu sangat menakutkan.

Di pagi hari kami pergi ke parit. Itu tampak sama seperti ketika kita meninggalkannya. Tapi ketika kita berjalan sedikit lebih jauh, kami melihat parit bekas tank, dan yang paling menakjubkan, terlihat jejak Tank yang masih baru!. “
Zheltoyar–Ada zona anomali Zheltoyar, lebih dikenal sebagai zona anomali Novokhopersk, di bagian timur wilayah Voronezh, dekat kota Novokhopersk.
Silouet seorang prajurit Ceko
Anggota ekspedisi dari komite Voronezh untuk mempelajari fenomena anomali dipimpin oleh seorang peneliti terkenal Genrikh Silanov, berhasil mengambil gambar orang-orang tentara berpakaian seragam di dekat tenda. Sebuah pesawat hantu muncul di salah satu foto. Para peneliti percaya bahwa ini adalah foto Perang Dunia II. Salah satu foto menunjukkan siluet seorang prajurit Ceko. Kemudian para peneliti menemukan bahwa sebuah divisi Ceko yang merupakan bagian dari Tentara Soviet dahulu kala terletak di daerah itu.

Silanov percaya bahwa foto-foto itu khas “chronal fatamorgana” yang diciptakan oleh apa yang disebut “bidang memori” terhubung ke peristiwa dramatis yang terjadi di masa lalu.


Sumber :
www.fadlyy.blogspot.com


Sabtu, 31 Oktober 2009

Game Wolfenstein Dilarang Di Jerman Gara-Gara Simbol Nazi!

Dalam game "Return To The Castle Wolfenstein", memang diperlihatkan lambang swastika secara bebas, sesuatu hal yang wajar mengingat game ini memang berlatarkan Nazi Jerman


Bendera swastika Nazi Jerman dalam game Wolfenstein


Penjualan game legendaris Wolfenstein di Jerman terpaksa dihentikan Activision selaku penerbitnya. Ini imbas dari kontroversi simbol Nazi yang ada di dalam game besutan Raven Sofware tersebut.

Jika kebanyakan game dilarang beredar lantaran tindak kekerasan dan eksploitasi seksual, berbeda dengan Wolfenstein. Game ini dipaksa keluar dari pasar game Jerman karena Activision dinilai mangkir dari perjanjian untuk tidak lagi menampilkan logo Swastika tersebut.

"Walau sebenarnya bukan elemen yang sangat menonjol dalam game, tapi kami telah memutuskan untuk menarik game ini secepatnya dari pasaran yang ada di Jerman," jelas Activision soal kasus ini, seperti dikutip dari Computer and Videogames, Kamis (24/9/2009).

Penggunaan lambang Swastika dalam Wolfenstein versi Jerman memang tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan versi Amerika atau lainnya. Meski demikian, hal ini tetap tak dapat diterima oleh pemerintah Jerman sebagai sesuatu yang bisa ditolerir.


Sumber :
www.gamed.nl
www.detiknet.com
www.edu.kajaani.fi


Jumat, 30 Oktober 2009

Seragam SS Nazi Diproduksi Oleh Hugo Boss!

Dalam foto yang memperlihatkan Reichsminister dan kepala Reichskanzlei Hans Heinrich Lammers ini, kita dapat melihat profil empat jenis seragam Nazi : Feldgendarmerie (Polisi Militer) SA, Polizei, SA, dan SS. Lammers sendiri mengenakan seragam hitam SS versi awal


Ada yang menarik dari lambang Hugo Boss ini. Tahukah anda perbedaannya dengan lambang Hugo Boss biasa?


Oleh : Alif Rafik Khan

Tahukah anda bahwa pabrikan pakaian Jerman yang kemudian mendunia dan menjadi salah satu simbol pakaian lelaki, Hugo Boss, ternyata memproduksi seragam Nazi selama berlangsungnya Perang Dunia II dengan bantuan pekerja paksa yang didatangkan dari negara-negara yang diduduki Jerman!

Hubungan mengejutkan ini pertama kali dimuat dalam majalah terbitan Austria yang biasa membahas masalah-masalah politik terkini. Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari perusahaan Hugo Boss AG sendiri, yang bermarkas di Metzingen, Jerman.

"Pabrik garmen yang didirikan oleh Mr. Hugo Boss biasa memproduksi pakaian kerja dan, kami kira, juga seragam SS... Saat ini kami masih mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada masa itu," kata Monika Steilen, juru bicara Hugo Boss AG, lewat sambungan telepon dari pabriknya di Jerman.

Boss, yang meninggal tahun 1948, mendirikan bisnis garmen keluarganya tahun 1923. Pada awalnya, perkembangan perusahaan tersebut berjalan begitu lambatnya, bahkan kemudian jatuh bangkrut. Kemudian, ketika Perang Dunia II pecah, Hugo Boss ketiban rejeki nomplok ketika mendapat pesanan dari Hitler untuk memproduksi seragam untuk kepentingan Schutzstaffel (SS), Sturmabteilung (SA), Wehrmacht dan Hitlerjugend. Kemungkinan sangat besar bahwa pengerjaan pesanan yang menggunung tersebut juga 'dibantu' oleh para pekerja paksa, termasuk penghuni kamp konsentrasi dan tawanan perang.

Berita tentang masa lalu perusahaan Hugo Boss yang kontroversial ini, yang saat ini biasa meraup keuntungan 535 juta dolar setahun, telah membuat heboh dunia bisnis, khususnya bisnis pakaian. Perusahaan Hugo Boss sendiri kemungkinan bertanya-tanya tentang pengaruh yang akan ditimbulkan terhadap kepentingan bisnisnya secara keseluruhan.

Berita sejenis tentang masa lalu perusahaan-perusahaan Jerman terkemuka bukanlah sesuatu yang tidak biasa. Zaman Perang Dunia II, BMW biasa pula menggunakan pekerja paksa untuk mengerjakan perbaikan mesin-mesin pesawat terbangnya, sementara industri-industri lainnya seperti Krupp (besi-baja), Porsche (mobil) dan lain-lain diketahui menjadi pemasok mesin perang Jerman yang paling terdepan.


Sumber :
www.commons.wikimedia.org
www.articles.latimes.com
www.miami-vice.org


Kamis, 22 Oktober 2009

Gara-Gara Membungkuk Pada Bendera Nazi Di Facebook, Murid Selandia Baru Diskors!

Kasus yang menghebohkan orang-orang bule di Selandia baru


Mungkin kalau di negara kita, seperti ada anak-anak yang menghormat bendera PKI!


Sekelompok siswa Auckland Grammar School menghadapi tindakan disipliner setelah foto mereka sedang membungkuk di depan lambang Nazi muncul di Facebook.

Foto memperlihatkan anak-anak dalam seragam sekolah mencium swastika, melakukan hormat Nazi, dan berlutut dalam penghormatan di bawah bendera Nazi dalam pameran Auckland War Memorial Museum, Radio Selandia Baru melaporkan.

Foto-foto itu diposting di situs jejaring sosial Facebook, tetapi kini telah dihapus. Presiden asosisasi Returned and Services Klitscher Robin mengatakan tindakan anak-anak itu menjijikkan. "Semua itu sangat bodoh dan saya pikir itu pelanggaran terbesar," katanya.

"Apakah orang-orang muda ini juga melakukan hal yang sama di depan pameran holocaust," tanyanya.

Kepala sekolah Auckland Grammar School John Morris mengatakan tidak ada pembenaran sama sekali untuk tindakan yang tidak dewasa dan tidak cerdas itu.

Semua siswa yang terlibat telah diwawancarai setelah sekolah tahu foto itu di Facebook pada hari Jumat dan keluarga mereka diberitahu.


Sumber :
www.inilah.com
www.tvnz.co.nz
www.radiolive.co.nz


Rabu, 14 Oktober 2009

Kontroversi Walikota Rumania Radu Mazare Memakai Seragam Nazi

Walikota Constanta di Rumania, Radu Mazare, dalam acara peragaan busana yang digelar di kota pantai yang biasa dipakai sebagai tempat tempat peristirahatan Mamaia. Seragam yang dikenakannya adalah seragam jenderal Heer dan bukan SS yang biasa diidentikkan dengan Nazi atau penjaga kamp konsentrasi, seperti yang digembar-gemborkan organisasi-organisasi Yahudi


Radu Mazare berbaris tegap layaknya tentaa Nazi. Di sebelahnya adalah Radu Jr. (15 tahun) yang dari namanya saja kita sudah tahu kalau dia adalah anaknya Mazare


Radu Mazare dan Radu junior dalam acara "Mamaia Night Fashion Show"


Dua Razu dan para model di belakang mereka


Sejumlah organisasi Yahudi mendesak seorang walikota di Rumania untuk mundur dari jabatannya dan dihadapkan pada kasus kriminal. Pasalnya, dia mengenakan seragam Jerman zaman Nazi (tepatnya seragam jenderal Angkatan Darat, Heer), di acara pagelaran busana di wilayahnya, akhir pekan bulan Juli 2009.

Radu Mazare, sang walikota Constanta dan putranya yang berusia 15 tahun, seperti dilansir CNN, Rabu (22 Juli 2009), memasuki panggung dengan pakaian seragam dan langkah tegap (goose-step) layaknya tentara Jerman.

“Dia telah melanggar hukum Rumania dan menganjurkan anaknya untuk berbuat serupa,” kata Direktur Pusat Pengawasan dan Perlawanan Anti-Semit Rumania, dalam surat yang dikirimkan ke kejaksaan setempat.

Dengan perilakunya yang seperti itu, kata dia, Mazare seolah ingin menunjukkan bahwa memakai seragam dan berjalan dengan gaya tentara Nazi adalah hal yang legal dan menjadi tren di Rumania. Karena itu, dia juga mendesak Partai Sosial Demokrat tempat Mazare bernaung untuk memecatnya.

Dalam pengakuannya sendiri, Mazare, 41, menyatakan tidak memerhatikan lambang swastika yang ada di seragam yang dikenakannya itu. “Saya telah memeriksa seragam itu sebelum memakainya. Lambang swastika itu sangat kecil, sehingga saya tak melihatnya,” ujar Mazare.

Alasan dia memilih busana itu, jelas dia, karena merasa kagum saat melihat Tom Cruise mengenakannya di film Valkyrie. “Saya membelinya dari sebuah toko penyewaan busana di Jerman,” kata Mazare.

Rumania sendiri adalah sekutu Nazi pada 1940-1944, saat negara itu dipimpin pemerintahan militer sayap kanan Jenderal Ion Antonescu. Ensiklopedi Holocaust sendiri (yang penuh dengan kebohongan khas Yahudi) menyebut sedikitnya 270 ribu warga Yahudi di negara itu tewas akibat penganiayaan saat Perang Dunia II.


Sumber :
www.inilah.com
www.antisemitism.org
www.isurvived.org