Tampilkan postingan dengan label Panzer Nazi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panzer Nazi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2015

Foto Jagdtiger


Deretan Jagdtiger yang masih dalam proses produksi di pabriknya di Jerman tahun 1945. Pada awalnya, sebanyak 150 Jagdtiger dipesan oleh Wehrmacht, tapi hanya 77-88 yang diproduksi dari bulan Juli 1944 s/d Mei 1945. 11 diantaranya - dengan nomor seri 305001 dan 305003 sampai 305012 - dirakit menggunakan suspensi Porsche (delapan roda rantai), sementara sisanya menggunakan suspensi keluaran Henschel yang mempunyai sembilan roda rantai. Jumlah tepat Jagdtiger yang diproduksi sendiri masih simpang siur karena tergantung dari sumbernya dan apakah faktor-faktor seperti prototipe Jagdtiger atau produksi setelah Jerman menyerah masuk hitungan. Tapi setidaknya diketahui bahwa sekitar 48 buah yang diproduksi dari bulan Juli 1944 s/d akhir Desember 1944; dan 36 buah dari Januari 1945 s/d April 1945. Beberapa sumber mengatakan bahwa tidak ada lagi Jagdtiger yang keluar dari pabrik setelah bulan Februari 1945. Di akhir masa produksi pun beberapa Jagdtiger yang dibuat masih kekurangan beberapa perlengkapan utama sehingga tidak bisa operasional atau dikirimkan ke unit-unit yang membutuhkannya







Sumber :
www.pinterest.com

Rabu, 25 Maret 2015

Foto Baris Kemenangan (Abschußbalken/Victory Bar) Panzer Wehrmacht

Oberleutnant Franz Ludwig (Chef 2.Batterie/Sturmgeschütz-Abteilung 1346) mendiskusikan masalah strategi bersama anakbuahnya di Bois de Bavan, timur Orne, dengan latar belakang Sturmgeschütz III berhiaskan 16 ring kemenangan. Dia baru saja meraih kemenangan ke-16 beberapa menit sebelumnya setelah meng-KO tank Inggris, sementara unitnya sendiri diperbantukan di divisi infanteri standar Jerman (346. Infanterie-Division) dalam pertempuran Normandia, dan foto ini diambil tak lama setelah penganugerahan Ritterkreuz-nya tanggal 24 Juni 1944. Ludwig sendiri tak lama gugur dalam pertempuran tanggal 14 Agustus tahun yang sama


 Eichenlaubträger Oberleutnant Bodo Spranz (Chef 1.Batterie / Sturmgeschütz-Abteilung 237 / 330.Infanterie-Division / IX.Armee-Korps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte) bersama awak dan senjata andalannya, sebuah Sturmgeschütz III Ausf.G model awal dengan 34 baris kemenangan di laras meriam, musim panas tahun 1943. Dalam foto ini Spranz mengenakan medali Deutsches Kreuz in Gold (6 Mei 1942) serta empat buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber (27 Agustus 1942). Nantinya dia juga akan mendapat Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #2182 mit Eichenlaub #308. Dia dipromosikan menjadi Hauptmann, juga menerima Ritterkreuz dan Eichenlaub di tanggal yang sama, 3 Oktober 1943, dan menjadi satu-satunya orang yang mendapat keistimewaan seperti itu selain pilot Luftwaffe Wilhelm Crinius!


Sumber :

Senin, 02 Februari 2015

Foto Panzer Lucu

 Feldwebel Hermann dari 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 terkenal di seantero unitnya sebagai komandan tank paling sial. Tidak terhitung berapa kali Panzerkampfwagen VI Tiger "212" miliknya terjebak medan berlumpur atau mengalami kerusakan mesin sehingga harus ditarik menggunakan kendaraan khusus atau Tiger lainnya. Begitu seringnya dia mengontak peleton perbaikan (Werkstattkompanie) dari sPz.Abt.502 untuk meminta bantuan sehingga sesama komandan tank di unitnya secara bercanda menjuluki Hermann sebagai "Hero of The Soviet Union"! Foto di atas diambil musim gugur 1943


Sumber :
Buku "Tiger im Schlamm" karya Otto Carius

Rabu, 28 Januari 2015

Foto Bergepanzer, Bergepanther dan Bergetiger

Bagian bodi dari schwere Panzerjäger Tiger(P) "Ferdinand" digunakan sebagai basis bagi produksi beberapa Bergepanzer Tiger (P) pertama. Kendaraan satu ini bukanlah mesin perang melainkan berfungsi sebagai "bengkel berjalan" untuk memperbaiki setiap Tiger yang mengalami kerusakan atau mogok. Bilamana diperlukan, dia juga bisa menjadi mobil derek bagi tank-tank berat Jerman, sebuah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh kendaraan yang lebih ringan


Sumber :
Majalah "Combat Tanks" no.111

Minggu, 16 November 2014

JagdPanther "Sang Panther Pemburu"



Oleh : Hostuf Ajisaka

JagdPanther (Panther Pemburu) adalah tank destroyer Jerman yang memakai chassis PzKpfw V Panther dan meriam antitank 88 mm. JagdPanther juga salah satu kendaraan tempur Jerman yang paling ditakuti oleh musuh-musuhnya. Produksi JagdPanther dimulai pada awal tahun 1944. Seperti Elefant, JagdPanther dibuat dengan pelindung yang kuat, dan dirancang untuk saling berhadapan secara langsung dengan tank lawan. Desain sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 1942 dengan nama resmi SdKfz 173. Pada awal produksi di awal tahun 1944, Adolf Hitler menginstruksikan pemberian nama menjadi ’JagdPanther’.

Untuk membuat satu unit JagdPanther, chassis Panther dimodifikasi dengan membuat suatu ruangan atau kompartemen untuk para awak yang luas di bagian depan dengan tetap mempertahankan profil yang rendah, tidak seperti Elefant yang menempatkan kompartemen awak di bagian belakang. Senjata yang digunakan adalah versi antitank dari 88 mm KwK 43 L/71, sama seperti pada PzKpfw VI B King Tiger, dan ditambah sebuah senapan mesin MG-34 7,92 mm untuk pertahanan diri. Meriam 88 mm KwK 43 L/71 dirasakan terlalu besar bagi awak yang ada di dalamnya sehingga seringkali mengakibatkan perasaan kurang nyaman. Tetapi, ini sama sekali tidak mempengaruhi penampilan JagdPanther di medan tempur sebagai tank destroyer yang sangat ditakuti.

Jagdpanther memiliki kekuatan penahan beban dan kekuatan tembakan yang sangat baik, yang membuatnya sangat mampu menghancurkan segala jenis tank-tank Sekutu. Berdasarkan pada chassis Panther Ausf G yang tersedia, JagdPanther sangat jarang mengalami masalah mesin yang terlalu serius. Hal ini karena telah dilengkapi dengan peningkatan pada transmisinya (ZF AK 7-400 heavy duty) – yang pada dasarnya ditujukan pada Panther II – dan dibuat untuk menghilangkan kelemahan utama pada Panther. JagdPanther dikendarai oleh 5 orang kru: 1 pengemudi, 1 operator radio, seorang komandan, 1 penembak dan 1 pengisi pelurunya.

Dengan chassis Panther yang digunakan, JagdPanther tidak banyak memiliki masalah mekanis. Selama perang, JagdPanther diproduksi sebanyak 392 unit (sumber lain mengatakan total yang diproduksi mencapai 419 unit). Sebanyak total 419 unit JagdPanther yang telah diproduksi sejak awal Januari 1944 oleh 3 pabrik manufaktur. MIAG memproduksi 270 unit JagdPanther dari awal Januari 1944 hingga masa akhir perang. Maschinenfabrik Niedersachsen-Hannover (MNH) memproduksi sebanyak 112 unit dari November 1944. Maschinenbau und Bahnbedarf (MBA) hanya memproduksi sebanyak 37 unit dari Desember 1944. Rencana produksi dari masing-masing pabrik ini sebenarnya sebanyak 150 unit JagdPanter per bulan, namun karena terganggunya produksi manufaktur Jerman akibat perang membuatnya hal tersebut susah dilakukan.

Pada bulan Juni 1944, unit-unit pertama yang tersedia telah memperkuat Panzerjäger Abteilungen 654 dan 559. Sebagian besar dari unit-unit ini diterjunkan di medan perang Rusia. Sebagian kecil lainnya (tidak lebih dari 10 unit) terlibat dalam pertempuran di Normandia untuk melawan pendaratan tentara Sekutu dalam Operasi Overlord.

Di antara catatan pertempuran JagdPanther di Front Eropa (Front Barat), yang paling mengesankan adalah yang terjadi di dekat kota Caumont, Perancis pada tanggal 31 Juli 1944. 3 unit JagdPanther dari Kompi ke-2 dalam kesatuan Panzeräger Abteilungen 654 (Batalion Antitank 654) yang dipimpin oleh Hauptmann Friedrich Luders, seorang ace JagdPanther yang sangat brilian dan cukup terkenal, menghadang dan menghajar pasukan Inggris dari Divisi Skotlandia ke-15 yang menggelar operasi ofensif ‘Operasi Blue Coat’. Dalam pertempuran ini, Friedrich Luders menunjukkan kelasnya sebagai seorang veteran yang sangat tangguh.

Mimpi buruk bagi Divisi Skotlandia ke-15 dimulai ketika 11 unit tank Churchill Inggris tiba-tiba meledak dan terbakar habis begitu saja hanya dalam waktu DUA MENIT, Akibat disergap oleh TIGA JagdPanther!! Tidak puas dengan ini, Kompi ke-2 dari Panzeräger Abteilungen 654 kembali mengamuk dan memakan korban berikutnya berupa beberapa truk pengangkut dan kendaraan APC (Armoured Personnel Carrier) ditambah dua unit Light Tank Inggris. Pembantaian Divisi Skotlandia ke-15 ini tidak dapat terhindarkan.

Akibatnya, selain tank-tank yang hancur tersebut, dua kompi pasukan Inggris binasa seluruhnya. Pada tanggal 3 Agustus 1944, pasukan Inggris kembali melakukan serangan di tempat yang sama setelah didahului oleh tembakan bertubi-tubi dari meriam artileri. Hauptmann Friedrich Luders dan anak buahnya masih tetap bertahan di tempatnya dan kembali berhasil menghancurkan 6 unit tank Inggris. Pasukan Inggris terpaksa memanggil bala bantuan dan akhirnya Friedrich Luders terpaksa mengundurkan diri.

Hasil akhir pertempuran dalam dua hari tersebut adalah Divisi Skotlandia ke-15 kehilangan 19 unit tank, beberapa truk dan tinggal menyisakan 4 unit kendaraan tempur saja sehingga harus membatalkan operasi ofensif mereka, sedangkan 3 unit JagdPanther dari Kompi ke-2 Panzeräger Abteilungen 654 berhasil menarik mundur dengan keadaan utuh tanpa kerusakan sedikit pun, setelah berhasil menghadang gerak laju musuhnya. Atas prestasi yang gemilang ini, Hauptmann Friedrich Luders memperoleh penghargaan Ritterkreuz der Eisernez Kreuz pada tanggal 21 Oktober 1944.

Beberapa unit JagdPanther yang masih bisa bertahan hingga saat ini! 3 unit JagdPanther yang masih bertahan hingga saat ini tengah dipulihkan dan dalam keadaan siap dijalanka. 2 museum Jerman, Deutsches Panzermuseum di Munster dan Wehrtechnische Studiensammlung (WTS) di Koblenz, masing-masing memiliki koleksi JagdPanther tersebut. SDKFZ Foundation di Inggris telah memulihkan 1 unit JagdPanther seperti sedia kala, dengan memanfaatkan 2 unit JagdPanther yang telah rusak. 1 unit yang lainnya lagi juga akan diperbaiki dan dipulihkan.

Ini adalah 7 unit dari beberapa JagdPanther yang masih diketahui bertahan hingga saat ini, yang mana dipajang di:
1. Bovington Tank Museum, Dorset, Inggris —satu dari beberapa yang dipasang oleh British Army Royal Electrical and Mechanical Engineers untuk percobaan, model produksi akhir.
2. Imperial War Museum, London, Inggris. Varian dari produksi awal. Di sini terdapat bekas tembakan dan penetrasi di bagian sisi kanan kompartemen mesinnya yang mana pada bagian kiri memang sengaja dibuka untuk dilihat umum.
3. Kubinka Tank Museum, Moscow, Rusia;
4. Musée des Blindés in Saumur, Perancis;
5. Sinsheim Auto & Technik Museum, Sinsheim, Jerman;
6. Panzermuseum Thun, Thun, Switzerland;
7. United States Army Ordnance Museum, Aberdeen, Amerika Serikat.

Statistik JagdPanther:
*) Kelas : Medium Tank Destroyer
*) Berat : 45 ton
*) Ukuran :
- Panjang 9.87 m,
- Lebar 3.42 m,
- Tinggi 2.71 m.
*) Senjata Utama :
- meriam 88 mm KwK 43 L/71 ~ 57 peluru
- senapan mesin MG-34 7,92 mm ~ 600 peluru
*) Kru : 5 orang
*) Pelindung :
- 80 mm bagian depan,
- 100 mm bagian mantelnya,
- 45mm sisi samping,
- 40mm sisi belakang.
*) Kecepatan : 46 km/jam
*) Jarak Tempuh : 160 km



Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI
- www.en.wikipedia.org



Sabtu, 01 November 2014

Nashorn, si Penghancur Tank



Oleh : Hostuf Ajisaka

Nashorn adalah satu model tank destroyer Jerman yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mendesak Jerman akan senjata antitank yang lebih baik lagi. Seperti telah disebutkan bahwa Wehrmacht sempat mengalami pukulan berat di medan perang Rusia dengan kehadiran tank-tank Uni Soviet T-34 dan KV1. Tank Destroyer yang sudah ada seperti Panzerjäger I maupun Marder sama sekali belum bisa memadai. Meskipun Marder telah dilengkapi dengan meriam 75 mm, tetap saja tidak cukup efektif untuk menghadapi KV-1. Untuk dapat melumpuhkan KV-1 dari jarak aman minimal harus menggunakan meriam 88 mm. Dan oleh karena inilah, tank destroyer model baru dengan meriam 88 mm mulai diproduksi.

Nashorn mulai didesain pada bulan Oktober 1942. Produksi secara massal baru dibulai pada awal tahun 1943. Nashorn memiliki nama resmi 8.8 cm PaK 43 (L/71) auf Fahrgestell Panzerkampfwagen III/IV (Sf). Model baru ini diberi nama julukan/panggilan 'Nashorn' atau yang berarti 'Badak' atas perintah dari Adolf Hitler. Sekilas, memang tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok dari penampilan luar Nashorn dengan Marder selain meriam 88 mm dan chassis Panzer III dan Panzer IV yang digunakan.

Nashorn berada di kesatuan lapis baja Jerman dalam Batalion Antitank Berat (Schewerer Panzerjäger Abteilungen) 560, 655, 525, 93, 519 dan 88. Tiap-tiap Batalion memiliki 30 hingga 45 unit Nashorn. Dan, seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa meriam 88 mm adalah salah satu senjata antitank terbaik yang pernah dimiliki Jerman.

Nashorn dapat menghancurkan sebuah T-34 dari jarak 1500 meter (kurang lebih 1 mil). Kualitas Nashorn telah teruji dengan baik dalam medan perang Kursk, yang merupakan medan perang tank paling akbar dalam sejarah Perang Dunia II. Kelemahan Nashorn yaitu pelindung yang tidak terlalu kuat, namun dapat ditutupi dengan kemampuannya menghancurkan kendaraan tempur lawan dari jarak yang cukup jauh. Tetapi, Nashorn sama sekali tidak berdaya dalam pertempuran jarak dekat, dan harus selalu dijauhkan dari jangkauan tembakan lawan.

Statistik dan Teknikal Data Nashorn :
*Manufaktur : Deutsche-Eisenwerke AG, in Teplitz-Schönau
*Kelas : Medium Tank Destroyer
*Berat : 24 ton
*Senjata Utama : 88 mm PaK 43 L/71
*Kru : 4 atau 5 orang
*Pelindung : 10 - 30 mm
*Kecepatan : 42 km/jam
*Jarak Tempuh : 235 km



Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI
- www.en.wikipedia.org
- alifrafikkhan.blogspot.com



Rabu, 29 Oktober 2014

Diagram Panzer IV

Bentuk kap bensin, roda dan knalpot versi awal dari Panzer IV


Sumber :
Buku "Panzer IV: The Panzerkampfwagen IV Medium Tank 1939-1945" karya Kevin Hjermstad

Sabtu, 11 Oktober 2014

Foto Marder

Sebuah tank-destroyer Marder IIbergerak melintasi halftrack Sd.Kfz.251/1 dalam gerak maju dari Don ke Stalingrad, musim panas 1942. Kedua kendaraan lapis baja ringan yang sama-sama terbuka di bagian atas ini nantinya terbukti rentan dalam pertempuran di jalanan kota Stalingrad yang rapat. Marder II mempunyai nama resmi yang ribet kalau dibaca: Panzer Selbstfahrlafette 1 für 7.62cm PaK.36(r) auf Fahrgestell (Sd.Kfz.132)


 SS-Untersturmführer Claudius Rupp sebagai anggota SS-Panzerjäger-Abteilung 2 "Das Reich", berpose dengan Marder III Ausf.H (Sd.Kfz.138). Dia menjadi Zugführer di unit "pemburu tank" Divisi SS Das Reich ini dari periode 11 April 1941 s/d 1 September 1941, dilanjutkan dengan menjadi ajudan periode 2 September 1941 s/d 10 November 1941, dan balik lagi sebagai Zugführer periode 11 November 1941 s/d 28 November 1941. Setelah mengikuti pendidikan calon perwira selama lima bulan, Rupp kembali ke unit lamanya sebagai Zugführer periode 15 April 1942 s/d 1 Juli 1942, dan kemudian naik pangkat menjadi komandan kompi periode 12 Juli 1942 s/d 13 Januari 1944. Semua anggota uni ini diwajibkan memakai seragam Sturmartillerie - atau biasa disebut sebagai "StuG wrap"


 Hauptmann Helmut Schmidt (Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 19 / 19.Luftwaffen-Feld-Division) memeriksa kesiapan deretan Marder III dari unitnya. Meskipun unitnya notabene adalah unit darat Luftwaffe, tapi sebagian besar perwiranya ditarik dari Heer - termasuk komandannya, Generalleutnant Erich Baeßler. Karenanya disini Schmidt terlihat masih mengenakan seragam Heer-nya. Foto terakhir memperlihatkan Hauptmann Schmidt dan salah satu perwira Luftwaffe-nya (kiri) memperhatikan saat sebuah peleton Marder III bergerak menuju penempatan selanjutnya di Zedelgem. Foto-foto yang berasal dari buku "PK CAMERAMAN No. 1 Panzerjäger in the West 1944" karya Remy Spezzano dan Douglas Nash ini diambil oleh Kriegsberichter Karl Kurth dari PK (Propaganda-Kompanie) 698 di sekitar wilayah Eeklo (Belgia), akhir Februari 1944, saat unit tersebut melakukan persiapan akhir sebelum diterjunkan dalam peperangan


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.5sswiking.tumblr.com
www.wehrmacht-awards.com

Sabtu, 30 Agustus 2014

Jagdpanzer 38(t) Hetzer (Sd.Kfz.138/2)




Oleh : Waffen Armee

Tank destroyer Hetzer dikembangkan dari sasis tank PzKpfw 38(t) sebagai alternatif tank destroyer yang murah dan mudah dibuat. Sasis tank PzKpfw 38(t) sendiri merupakan sasis tank yang awalnya di buat oleh Czechoslovakia, namun ketika negara ini takluk oleh serbuan Nazi Jerman maka tank ini diadopsi oleh Jerman sebagai salah satu elemen tanknya. Seiring berjalannya waktu, Jerman mulai mengkonversi tank-tank PzKpfw 38(t) menjadi tank destroyer seperti Marder III. Sadar bahwa awak tank destroyer dengan model terbuka seperti Marder III (walaupun daya pandang sangat baik) mudah menjadi mangsa infantri musuh maupun pecahan peluru maupun hal-hal lainnya yang membahayakan awaknya, kemudian Jerman mendesain ulang tank destroyer dengan armor di sekujur tubuh. Hasilnya lahirlah Hetzer yang berukuran kecil namun memiliki kemampuan menghancurkan heavy tank musuh.
 
Hetzer memiliki ketebalan armor jauh dibawah tank destroyer umumnya, dengan hanya ketebalan maksimal 60 mm.Tank-tank destroyer kelas berat memiliki armor yang tebal, seperti Jagpanther (max armor 120 mm) ataupun Jagdtiger (max armor 250 mm), membuatnya dapat bertahan saat menerima hantaman peluru 76 mm tank sekutu. Namun tank-tank sekelas Jagdpanther memerlukan waktu produksi yang lebih lama dan lebih kompleks, selain itu nilai per unitnya jauh diatas Hetzer (Hingga akhir perang tercatat hanya 382 unit yang sempat di produksi, Jagdtiger jauh lebih mengenaskan,hanya sekitar 88 unit yang di produksi). Hetzer jauh lebih cepat di produksi massal, dan bentuknya yang kecil menyulitkan tank musuh membidiknya.Dengan meriam utamanya, Herzer hampir dapat menghancurkan semua tank musuh.Sedangkan untuk menghalau infantri musuh, Hetzer dilengkapi sepucuk MG34 dengan remote.
 
Dibalik semua keunggulan,Hetzer menyimpan beberapa kelemahan. Bentuknya yang kecil sangat tak nyaman untuk keempat awaknya, terutama karena armor Hetzer berbentuk slope. Pandangan keluar amat terbatas, komandan tank kadang kala harus membuka hatch untuk bisa mendapatkan pandangan yang lebih baik. Sistem pengisian breechnya dari sebelah kanan, sedangkan senjatanya juga di tempatkan di sebelah kanan dekat dengan dinding slope tank, membuat pengisian peluru menjadi sulit.
 
Paska berakhirnya perang dunia kedua, pabrikan Hetzer diambil alih Czechoslovakia. Tentara Swiss masih menggunakan Hetzer hingga tahun 1970an!


SPESIFIKASI

Berat : 14.500 kg
Panjang : 6,2 m
Lebar : 2,5 m
Tinggi :  2,1 m
Jumlah kru : 4 orang
Ketebalan Armor : 10-60 mm

Primary armament : 1× 7,5 cm Pak 39 L/48 (41 peluru)
Secondary armament : 1× 7.92 mm Maschinengewehr 34 (1.200 peluru)
Engine : Praga AC/2800 petrol engine
Power/weight : 10 hp/tonne
Fuel Capacity : 320 litres
Suspension : torsion bar
Operational range : 250 km
Speed : 39 km/h


Schwerer Panzerjäger Tiger (P) Ferdinand-Elefant (Sd.Kfz.184)




Oleh : Waffen Armee

Pertama kali di desain antara tahun 1941-42.Tank ini menggunakan sasis Porsche Tiger I yang gagal bersaing dengan desain Henschel. Saat itu Henschel menyodorkan varian Tiger I dengan posisi turret ada di tengah sasis, sedangkan Porsche memilih menempatkan turret agak ke depan sasis (keduanya sama-sama menggunakan turret desain Krupp). Henschel dinyatakan sebagai pemenang dan Tiger I diproduksi berdasarkan rancang bangun Hencshel, sedangkan Porsche yang kalah masih mendapat kesempatan bahwa sasisnya akan digunakan sebagai sasis tank destroyer yang baru dan dilengkapi dengan meriam anti-tank Krupp yang baru, 88 mm Pak 43/2. Senjata baru ini dapat menghancurkan tank musuh dari jarak jauh, sebelum tank musuh dapat menembak.

 Ruang pengemudi dan operator radio terletak di depan, masing-masing terpisah. Ruang mesin berada di tengah sasis sedangkan kubah meriam dan kru meriam terletak di bagian belakang tank. Meriam 88 mm Panzerabwehrkanone (PaK) 43/2 L/71 adalah meriam baru yang dikembangkan dari basis 88 mm (Flak 18/36), sebuah meriam anti pesawat yang terkenal karena selain dapat digunakan untuk menembak jatuh pesawat, meriam ini ternyata juga dapat digunakan untuk menghancurkan tank-tank sekutu di Afrika. L/71 memiliki laras lebih panjang daripada L/56 Flak 18 & Flak 36,sehingga kecepatan pelurunya jauh lebih tinggi. Meriam ini dapat digerakan dengan sudut 25° baik secara vertikal maupun horizontal. Pada saat tank bergerak biasanya laras meriam ini dikunci dengan pengait yang ada di depan sasis.
Sebanyak 91 unit dikerahkan di Battle of Kursk,yang merupakan salah satu pertempuran tank terbesar saat itu. Ferdinand berhasil menghancurkan banyak tank Soviet, sedangkan armor tebal yang dimiliki Ferdinand sulit ditembus oleh meriam dan senjata anti-tank Soviet saat itu. Walaupun sukses di medan tempur melawan tank-tank Soviet, tank ini justru mendapat masalah saat berhadapan dengan infantri lawan. Ferdinand sama sekali tak dibekali senjata MG layaknya tank-tank Jerman lainnya sehingga rentan dari serangan infantri lawan. Kebanyakan Ferdinand yang mengalami kerusakan terpaksa ditinggalkan karena tank ini terlalu berat untuk ditarik (bobot Ferdinand 65.000 kg bandingkan tank Tiger I yang berbobot 55.000 kg saja jika diderek harus menggunakan setidaknya 3 unit Sd.Kfz.9)!

Ferdinand yang masih tersisa kemudian dikirim ke Austria untuk di-upgrade dan diberi nama Elefant, perbedaan yang paling terlihat adalah penambahan MG 34 sebagai machinegun anti infantri. Tahun 1944 tank-tank ini dikirim ke front Italia untuk menghadapi kemajuan sekutu disana, namun bobotnya yang terlalu berat ternyata tak cocok digunakan di medan Italia, kebanyakan jalan dan jembatan yang ada di Italia tak sanggup menahan bobot tank ini sehingga amat menyulitkan mobilitasnya. Masalah lain datang dari kurangnya spare-part yang tersedia,sehingga kebanyakan Elefant dihancurkan oleh krunya sendiri agar tak digunakan oleh musuh. Elefant terakhir terlihat beraksi dalam pertempuran terakhir, Battle of Berlin.
Dibalik sejumlah kelemahan fatal yang melekat pada Ferdinand/Elefant, tank ini juga menorehkan reputasi yang baik dengan kill ratio 10:1. Pada Battle of Kursk, sPzJagAbt 653 yang dilengkapi tank ini mengklaim berhasil menghancurkan 320 tank Soviet dari berbagai jenis dengan hanya kehilangan 13 Ferdinand! Rekor yang luar biasa ini disebabkan oleh kekuatan dari meriam baru 8.8cm yang digunakannya dan tebalnya lapisan armor (200 mm) yang dipakainya.
Saat ini hanya ada dua Elefant/Ferdinand yang tersisa: Ferdinand yang berhasil diambil alih Soviet sewaktu Battle of Kursk dan Elefant yang berhasil diperoleh sekutu di Anzio, Italia. Masing-masing berada di museum Kubinka di luar Moskow dan Museum United States Army Ordnance di Maryland.

Spesifikasi
Bobot : 65.000 kg
Panjang : 8,1 m
Lebar : 3,4 m
Tinggi : 2,9 m
Jumlah kru : 6 orang
Ketebalan Armor : 50-200 mm

Primary armament :1× 8,8 cm Pak 43/2 L/70
Secondary armament : 1× 7.92 mm Maschinengewehr 34 (versi Late)
Engine : 2×Maybach HL 120 petrol
Power/weight : 9 hp/tonne
Suspension : longitudinal torsion-bar
Operational range : 150 km
Speed : 30 km/h


Selasa, 19 Agustus 2014

Foto 40M Nimród

Barisan baterai anti serangan udara 40M Nimród (36M Bofors 40 mm L/60) dalam posisi siaga di sepanjang jalan Zsámbék Páty, Hungaria, dalam sebuah latihan perang tahun 1940. Nimród adalah senjata flak bergerak-sendiri Hungaria yang merupakan versi berlisensi dari tank Luftvärnskanonvagn L-62 anti II buatan Swedia. Pada awalnya dia dipersiapkan untuk peran anti pesawat udara dan juga sebagai penghancur tank, tapi kemudian pengalaman di medan perang Rusia dimana senjata ini sama sekali tak berguna melawan tank-tank berat Soviet semacam KV-1 membuat perannya dikhususkan hanya untuk pertahanan udara atau melawan tank-tank ringan


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.flickriver.com

Senin, 30 Juni 2014

Panzerjäger I




Oleh : Hostuf Rizal

 Panzerjäger I (Pemburu Tank I) merupakan model yang paling awal dari tank destroyer Jerman. Diproduksi dengan memakai nama resmi 4.7 cm PaK(t) (Sf) auf Panzerkampfwagen I, di mana (t) berarti "Tschechoslowakisch" atau Cekoslovakia, sedangkan (Sf) berarti "Selbstfahrlafette" yang diartikan (Self-Propelled Carriage) atau kendaraan yang dapat berjalan sendiri. Panzerjäger sebagai tank destroyer lebih murah biaya produksinya daripada tank. Model awal ini meskipun masih sederhana, tetapi cukup efektif dan menjadi solusi yang paling murah untuk menghadapi tank-tank Perancis dalam Blitzkrieg.

Panzerjäger I dibuat dengan memasang sebuah meriam anti-tank Skoda 47 mm PaK (Panzerabwehrkanone) buatan Cekoslovakia di atas chassis Panzer I. Perlindungan terhadap awak dari Panzerjäger I hanya didapatkan dari perisai meriam saha, dan para awak tidak mendapat perlindungan dari lapisan-lapisan pelindung baja. Panzerjäger I diproduksi total sebanyak 202 unit, dan telah mulai digunakan Jerman sejak Blitzkrieg di Perancis, kemudian turut unjuk kemampuan dalam kesatuan Afrika Korps di medan perang Afrika Utara, dan terakhir digunakan pada tahun 1943.

Statistik Panzerjäger I
*Kelas : Light Tank Destroyer
*Berat : 6,5 ton
*Senjata Utama : Skoda 47 mm PaK
*Kru : 3 orang
*Pelindung : 6 - 14 mm
*Kecepatan : 40 km/jam


Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI
- www.en.wikipedia.org



Jumat, 27 Juni 2014

PzKpfw VI (Panzerkampfwagen VI) "Tiger"



Oleh : Hostuf Rizal

 Tank PzKpfw VI Tiger adalah tank berat Jerman yang paling ditakuti oleh pasukan Sekutu maupun Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Tank ini diproduksi untuk menandingi superioritas T-34 dan tank berat KV-1 milik Uni Soviet selama perang di Ostfront Rusia. Tiger terlihat pertama kali di medan perang Rusia pada September 1942 di sekitar kota Leningrad, lebih awal dari PzKpfw V Panther.

Jika Panther merupakan tank terbaik dari segi efektifitas tempur, maka Tiger dengan penampilan yang sangat kokoh dan senjata maut telah mampu menimbulkan efek ketakutan psikologis bagi lawan-lawannya, yang terkenal sebagai "Tigerphobia". Inilah tank yang paling melegenda selama Perang Dunia II. Sehingga ketika perang usai, buku manual pengoperasian Tiger (Tigerfabel) banyak diburu oleh kolektor sebagai souvenir.

Tiger pertama kali diproduksi dengan kode desain Panzerkampfwagen VI Ausführung H atau PzKpfw VI Ausf. H (Ausführung = versi atau model) pada Agustus 1942. Pada Maret 1943, Tiger didesain ulang dengan kode PzKpfw VI Ausf. E. Nama julukan "Tiger" diberikan oleh Ferdinand Porsche, seorang insinyur berkebangsaan Jerman yang bertanggung jawab penuh terhadap produksi kendaraan-kendaraan tempur Jerman.

Waktu produksi tank Tiger kurang lebih adalah dua kali lebih lama dari tank-tank Panzer III ataupun Panzer IV. Biaya produksinya juga salah satu yang paling mahal dari berbagai model tank yang tampil dalam kancah Perang Dunia II. Ketika tank PzKpfw VI Ausf. B Königstiger (King Tiger) mulai diproduksi pada Januari 1944 sebagai versi upgrade, produksi Tiger sedikit demi sedikir dikurangi sampai akhirnya dihentikan sama sekali pada Agustus 1944.

Tiger dibuat dengan menekankan segi persenjataan yang kuat dan lapisan pelindung yang kokoh, meskipun harus mengorbankan kecepatan dan kemampuan manuver. Desain telah dimulai sejak tahun 1937, tanpa ada rencana produksi secara massal dalam waktu dekat. Produksi Tiger dimulai ketika Jerman mengalami pukulan hebat di medan perang Rusia oleh kehadiran tank T-34 Uni Soviet. Meskipun secara umum desain Tiger hampir sama dengan Panzer IV, Tiger memiliki bobot dua kali lebih berat daripada Panzer IV. Jadi bisa dikatakan bahwa Tiger adalah versi Panzer IV dengan meriam yang lebih besar, lapisan pelindung yang lebih tebal, mesin yang memiliki daya tenaga lebih besar, kapasitas bahan bakar dan amunisi yang lebih besar, dan desain suspensi yang lebih kokoh.

Desain Tiger sebenarnya dapat dikatakan konservatif. Lapisan pelindung Tiger dipasang secara tegak lurus, tidak miring seperti pada tank Panther atau tank T-34. Jadi, untuk memberikan perlindungan ekstra, Tiger sangat bergantung pada lapisan pelindung yang sangat tebal. Pelindung yang tebal mengakibatkan bobot tank menjadi sangat berat. Lapisan pelindung depan setebal 100 mm, dengan pelindung turret depan setebal 110 mm. Sedangkan pelindung samping dan belakang adalah 80 mm, dan pelindung atas dan bawah adalah setebal 25 mm. Lapisan-lapisan pelindung ini tidak disatukan dengan paku atau baut, melainkan dengan las dengan tujuan untuk dapat sedikit mengurangi bobot tank. Untuk PzKpfw VI Ausf. B King Tiger, lapisan pelindung dipasang secara miring (sloped) dengan ketebalan 100 mm di depan, 180 mm untuk turret depan, 80 mm di samping dan belakang, dan 40 mm di atas dan bawah. King Tiger memiliki turret yang berbentuk agak lonjong.

Senjata yang digunakan oleh Tiger dan King Tiger adalah meriam 88 mm, yang diambil dari meriam multiguna 88 mm Flak (Fliegerabwehrkanone), dan dua senapan mesin MG-34 7,92 mm. 88 mm Flak dapat digunakan sebagai senjata anti-pesawat maupun anti-tank dan satu-satunya meriam yang ampuh melawan tank KV-1 milik Uni Soviet.

Turret Tiger dioperasikan dengan tenaga mesin, dan dapat berputar penuh dalam waktu satu menit. Tempat penyimpanan amunisi terletak di samping, atau di atas track sehingga ini menjadi titik terlemah yang sering diincar lawan-lawannya. Tiger terkenal akan akurasi tembakannya berkat perangkat pembidik optis Zeiss TZF 9B. Dengan perangkat ini, Tiger dapat membidik dengan tepat sasaran dari jarak 1500 meter. Bahkan dengan jenis amunisi tertentu, meriam 88 mm Tiger dapat menembus lapisan pelindung baja setebal 110 mm dari jarak 2000 meter. Inilah yang paling ditakuti dari Tiger, yaitu perpaduan dari daya hancur meriam dan akurasi tembakan dari jarak yang sangat jauh.

Dengan memanfaatkan faktor ini, sebuah Tiger dapat menghancurkan lawan-lawannya seperti T-34 Uni Soviet atau M4 Sherman milik Amerika Serikat sebelum lawan tersebut mencapai jarak tembak efektif mereka. Meriam 75 mm millik M4 Sherman baru bisa efektif menembus pelindung samping Tiger dari jarak kurang dari 500 meter. Ketika Tiger bertempur melawan M4 Sherman di Normandia dalam Operasi Overlord yang dilancarkan oleh Sekutu, statistik mencatat bahwa perlu 4 sampai 5 atau lebih M4 Sherman untuk berhasil selamat, atau sering juga M4 Sherman tersebut hancur semuanya. Atau bahkan di bawah pimpinan seorang komandan yang cakap, satu unit Tiger dapat menghabusu sampai 10 unit Sherman tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Sempat disebutkan pula bahwa tembakan meriam 88 mm mampu menembus bagian depan turret M4 Sherman dan teris tembus ke belakang.

Meskipun demikian, Tiger memiliki kelemahan yang mencolok, Ini sudah disebutkan sebelumnya, yaitu bobot tank yang terlalu berat. Berat tank Tiger mencapai 57 ton. Sedangkan King Tiger berbobot 68 ton. Jauh lebih berat dari tank terberat milik Uni Soviet yaitu KV-2 yang berbobot hanya 52 ton. Jika sebuah Tiger mengalami kerusakan mesin, perlu 2 sampai 3 traktor penderek untuk membawanya ke tempat reparasi. Sering kali terjadi di medan tempur, tank-tank Tiger yang rusak tidak dapat dibawa untuk diperbaiki sehingga dapat dirampas oleh musuh.

Karena bobot yang berat inilah juga berakibat Tiger tidak dapat dijalankan menempuh jarak yang sangat jauh, karena akan mengakibatkan overheating mesin dan bahkan bisa menyebabkan kebakaran. Jarang ada iring-iringan Tiger menempuh suatu perjalanan jauh tanpa ada satu pun yang mengalami kerusakan. Untuk mengatasi hal ini, Tiger menggunakan dua jenis track atau rantai roda yang berbeda. Track yang lebih sempit dan lebih ringan, berukuran lebar 66 cm digunakan untuk transportasi, dan track untuk bertempur digunakan yang berukuran 80 cm. Kecepatan maksimal yang dicapai di jalanan lurus dan rata adalah 38 km/jam.

Kelemahan lain seperti yang telah disebutkan adalah biaya produksi yang sangat mahal. Ini menyebaban Tiger tidak dapat diproduksi dalam jumlah besar, seperti M4 Sherman yang mampu diproduksi sebanyak 40.000 unit selama perang dan T-34 sebanyak 57.000 unit. Total, hanya sebanyak 1335 unit Tiger yang diproduksi selama perang. Sedangkan King Tiger hanya diproduksi sebanyak 500 unit, karena Jerman telah berada di ambang kekalahan ketika produksi King Tiger dimulai. Jadi meskipun seperti telah disebutkan bahwa untuk melumpuhkan satu unit Tiger perlu setidaknya 5 unit M4 Sherman, sehingga kehilangan M4 Sherman ini dapat segera diganti dengan unit yang baru.

Statistik PzKpfw VI Tiger
*Kelas : Heavy Tank
*Berat :
-) 57 ton (PzKpfw VI Ausf. E "Tiger")
-) 68 ton (PzKpfw VI Ausf. B "King Tiger")
*Senjata Utama :
-) 88 mm KwK 36 L/56 (PzKpfw VI Ausf. E "Tiger")
-) 88 mm KwK 43 L/71 (PzKpfw VI Ausf. B "King Tiger")
*Kru : 5 orang
*Pelindung :
-) 25-100 mm (PzKpfw VI Ausf. E "Tiger")
-) 25-180 mm (PzKpfw VI Ausf. B "King Tiger")
*Kecepatan :
-) 38 km/jam (PzKpfw VI Ausf. E "Tiger")
-) 35 km/jam (PzKpfw VI Ausf. B "King Tiger")

Kebanyakan ace tank Jerman yang paling ternama dalam Perang Dunia II mencatat kemenangan-kemenangan gemilang bersama tank Tiger. Banyak kisah menarik tentang ketangguhan tank Tiger di medan pertempuran. Misalnya seperti kisah tentang Tiger yang dipimpin oleh SS-Oberscharführer Franz Staudegger, seorang prajurit muda yang baru berusia 20 tahun, yang seorang diri berhasil menghancurkan 22 tank T-34 Uni Soviet dalam pertempuran Kursk. Dimulai ketika pada 5 Juli 1943, Batalion ke-2 Resimen Panzer Jerman "Leibstandarte" dari Divisi pertama SS-Adler melancarkan serangan ke posisi musuh. Franz Staudegger terpaksa tinggal di belakang karena tank Tigernya mengalami kerusakan. Seorang pengintai memberi berita bahwa satu rombongan besar yang terdiri kurang lebih 50-60 tank T-34 sedang melaju cepat ke arahnya.

Setelah selesai dengan proses perbaikan, Franz Staudegger memacu Tigernya untuk menyongsong rombongan T-34 tersebut. Pertempuran tidak dapat dihindari. Dalam 2 jam, Franz Staudegger berhasil menghancurkan 17 unit T-34. Tidak ada satu pun tembakan T-34 yang mempan terhadap tank Tigernya. Pasukan Uni Soviet memilih menarik mundur pasukannya. Franz Staudegger sedang dalam semangat yang berkobar-kobar dan memutuskan untuk mengejar tank Uni Soviet tersebut. Semua ini dilakukan seorang diri. Akhirnya, ia menemukan posisi tank-tank T-34 yang sedang menyusun kekuatan kembali. Dari jarak yang aman, ia menembakkan peluru satu demi satu dengan tenang ke tengah-tengah kerumunan tank musuh dan menghabiskan seluruh pelurunya. Sebanyak 5 unit lagi T-34 menemui ajalnya. Tank-tank T-34 yang tersisa memilih melarikan diri karena panik dan merasa tidak ada gunanya menantang sang Macan secara langsung, padahal mereka tidak mengetahui kalau amunisi dari sang Tiger ini sudah habis. Total 22 unit T-34 Uni Soviet dihancurkan seorang diri dan membuat berantakan formasi tank T-34 tersebut. Untuk prestasi ini, Franz Stadegger mendapat undangan secara pribadi dari Der Fuhrer sendiri dan mendapat Ritterkreuz des Eisernez Kreuz.

Prestasi lain yang mengesankan dicatat oleh SS-Unterscharführer Willi Fey dari Kompi Pertama sSSPzAbt 102 (schewere SS Panzer Abteilung 102, atau Batalion Tank Berat SS 102) di Normandia. Pada 8 Agustus 1944, Willi Fey dan unit Tigernya menghadang 15 tank Sherman dari pasukan Inggris dan berhasil menghancurkan 14 Sherman, dengan menghabiskan seluruh amunisi yang ada. sSSPzAbt 102 kemudian kehilangan seluruh Tigernya yang dimiliki, tetapi berhasil menghancurkan 227 tank Sekutu dalam waktu 6 minggu.

Jerman juga memiliki seorang ace Tiger lain yang juga sangat disegani dalam Perang Dunia II dan salah seorang komandan tank yang paling dihormati dalam Panzertruppe. Ia adalah SS-Hauptsturmführer Michael Wittmann dari Kompi ke-2 sSSPzAbt 101. Wittmann telah berpengalaman mengoperasikan tank Jerman dari berbagai model, dimulai sebagai komandan StuG III sebelum akhirnya menutup karir sebagai komandan Tiger.

Namanya semakin terkenal dalam pertempuran di Villers-Bocage pada 13 Juni 1944, di mana Kompi ke-2 yang dipimpin oleh Michael Wittmann dan terdiri dari 6 unit Tiger berhasil memukul mundur Divisi Lapis Baja ke-7 Inggris. Kompi ke-2 berhasil menghancuran 32 kendaraan tempur Inggris termasuk 18 tank. Wittmann sendiri berhasil menghancurkan 11 tank Inggris dan beberapa kendaraan tempur lain dari berbagai jenis.

Selama karirnya, Michael Wittmann berhasil menghancurkan 138 tank dan 132 meriam anti-tank Sekutu. Michael Wittmann dan gunner-nya Balthasar 'Billy' Woll sang penembak jitu bersama awak yang lain adalah tim yang paling ditakuti dalam Perang Dunia II. Sepak terjang Michael Wittmann berakhir pada 8 Agustus 1944 ketika tank Sherman Firefly milik Inggris dalam pertempuran di dekat kota St. Aignan de Cramesnil, Perancis. Gunner tank Firefly yang bernama Joe Ekins patut mendapatkan kredit tersendiri karena tembakannya yang jitu mematikan tepat mengenai tempat penyimpanan amunisi tank Tiger milik Michael Wittmann. Jerman berusaha menyebarkan propaganda bahwa Michael Wittmann tewas karena serangan udara dari pesawat tempur Sekutu, dan bukan tewas dalam pertempuran tank.

Selain Staudegger, Willi Fey dan Wittmann, Jerman juga memiliki seorang ace Tiger yang sangat terkenal di medan perang Rusia. Dia adalah Oberleutnant Otto Carius dari Kompi ke-2 sPzAbt 502. Di medan perang Rusia, nama Otto Carius berarti mimpi buruk bagi Uni Soviet, antara lain karena keberhasilannya menghancurkan lebih dari 150 tank Uni Soviet. Angkatan Bersenjata Uni Soviet sampai-sampai menawarkan penghargaan khusus bagi siapa saja yang berhasil menghentikan Otto Carius.

Carius memperoleh ketenaran ketika ia dan kompinya (satu kompi baja Jerman terdiri atas sekitar 8-15 tank) berhasil menghadang dan menghancurkan 28 tank berat terbaru Uni Soviet JS-2 (namun beberapa sumber juga menyebutkan JS-1).

Taktiknya sangat brilian. Pertama-tama ia menempatkan tanknya dan tank-tank lain sedemikian rupa dalam posisi terjepit. Setelah konvoi tank Uni Soviet mendekat, ia menghancurkan tank-tank di barisan paling depan dan paling belakang terlebih dahulu, sehingga tank-tank Uni Soviet terkurung di tengah-tengah dan tidak dapat bergerak dengan leluasa atau mengundurkan diri. Carius juga mengincar truk-truk pengangkut bahan bakar dan amunisi untuk menambah kerusakan dalam barisan tank lawan. Dan dalam kekacauan hebat yang timbul kemudian, satu per satu tank berat JS-2 yang sangat tangguh menemui ajalnya.

Karena prestasinya di medan perang Rusia ini, Otto Carius kemudian meraih penghargaan Das Eichenlaub zum RItterkreuz des Eisernen Kreuzes, serta badge khusus Panzerkampfabzeichen untuk para ace yang berhasil menghancurkan 100 tank lawan.

Pada akhir perang, Otto Carius dipindahkan ke medan perang barat untuk memimpin Schewerer Panzerjager 512 Abteilungen (Batalion Antitank Berat) yang terdiri dari unit-unit tank destroyer berat JagdTiger. Otto Carius berhasil melewati perang dengan selamat dan menghabiskan akhir hidupnya dengan tenang. Ia juga menulis sebuah buku otobiografi dan kisah-kisah pertempurannya yang berjudul "Tiger in the Mud". Selain nama-nama yang tersebut di atas, masih ada banyak komandan tank Tiger yang mampu membukukan catatan korban lebih dari 100 tank. Di antaranya yang paling terkenal adalah Kurt Knispel (168) dan Johannes Bolter (139).


Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI
- www.wikipedia.org
- www.wwiivehicles.com


PzKpfw V (Panzerkampfwagen V) "Panther"




Oleh : Hostuf Rizal

 PzKpfw V Panther adalah tank kelas medium yang diproduksi untuk mengimbangi superioritas T-34 dan KV-1 di medan perang Rusia yang tidak mampu dilakukan oleh tank Panzer III dan Panzer IV. Pada tanggal 25 November 1941, Adolf Hitler memerintahkan untuk membuat suatu rancangan tank baru yang lebih baik daripada Panzer IV, tank terbaik yang dimiliki Jerman pada saat itu. Panther direncanakan untuk menggantikan sepenuhnya Panzer III, dengan tetap mempertahankan Panzer IV. Dari tiap-tiap divisi Panzer yang masing-masing terdiri dari dua batalion, rencananya adalah untuk memperkuat satu batalion penuh dengan unit-unit Panther, sementara satu batalion yang lain tetap diperkuat oleh Panzer IV. Dan rencana akhirnya, mulai pertengahan tahun 1943 semua batalion telah diperkuat oleh Panther.

Wehrmacht menginginkan suatu rancangan tank yang baru yang lebih baik dari Panzer III dan Panzer IV dan dengan berat antara 30 - 35 ton. Jerman telah belajar banyak dari pengalaman mereka di medan perang Rusia. Dan dari pengalaman ini, desain Panther mengambil banyak sisi keistimewaan dari T-34. Di antaranya adalah pemasangan lapisan plat baja pelindung secara miring (sloped armor) dengan sudut kemiringan tertentu. Cara pemasangan seperti ini terbukti ampuh untuk menahan tembakan meriam pada kaliber tertentu sehingga Jerman mengerahkan Panzer III dan Panzer IV sempat mengalami kesulitan dalam menghadapi T-34. Selain itu, berdasarkan pengamatan dari T-34 Uni Soviet, Panther juga dilengkapi dengan track atau rantai roda yang lebih lebar untuk meningkatkan kemampuan di medan yang berat. Proses desain Panther telah dimulai pada bulan April 1942.

Panther dilengkapi dengan senjata utama meriam 75mm KwK 42 L/70 dan dua senapan mesin MG-34 7,92mm. Proses produksi Panther dimulai pada Desember 1942. Pada 11 Januari 1943, unit Panther yang pertama telah meninggalkan pabrik. Model Panther yang pertama ini diberi nama PzKpfw V Ausf. D. Dari 1000 unit yang direncanakan untuk diproduksi, 250 unit di antaranya telah siap untuk diterjunkan ke medan perang Rusia pada Mei 1943, dan bergabung dalam Panzer Abteilungen (Batalion Panzer) 51 dan 52 dalam Heeresgruppe Sued (Grup Tentara Selatan). Masing-masing batalion ini diperkuat oleh 96 unit Panther.

PzKpfw V Panther telah dianggap sebagai salah satu tank terbaik dalam kancah Perang Dunia II selain T-34/85 milik Uni Soviet. Kehadiran Panther untuk pertama kalinya adalah di Kursk, Uni Soviet pada 5 Juli 1943 (Operasi Citadel). Jenderal Heinz Guderian berpendapat bahwa Panther terlalu terburu-buru untuk dikerahkan. Karena selain masih banyak memiliki masalah teknis tersendiri dan juga awak tank yang belum cukup terlatih dalam mengoperasikan Panther yang dinilai lebih rumit daripada pengoperasian Panzer tipe-tipe sebelumnya.

Dalam pertempuran Kursk, Panther Ausf. D masih memiliki banyak masalah mekanis. Masalah yang paling sering terjadi adalah kerusakan sistem transmisi dan overheating mesin. Ini sering mengakibatkan kebakaran. Banyak tank Panther yang rusak karena masalah ini, dan justru bukan karena serangan dari musuh. Masalah lain yang sering dihadapi adalah masalah suspensi. Ini mengakibatkan Panther sering mengalami goncangan dan tidak dapat membidik sasarannya dengan baik dalam keadaan berjalan. Ditambah lagi tangki bahan bakar yang tidak terlindungi dengan baik sehingga sering kali pula menjadi titik terlemah yang selalu diincar musuh. Meskipun demikian, Panther mencatat prestasi mengesankan di Kursk dengan berhasil menghancurkan 263 unit tank milik Uni Soviet.

Pada Agustus 1943, beberapa Panther yang tersisa dari pertempuran Kursk dimodifikasi menjadi PzKpfw V Ausf. A. Perbaikan yang dilakukan, antara lain dilakukan pada gearbox dan sistem transmisi dan suspensi serta penambahan satu senapan mesin MG-34 7,92mm di bagian depan.

Panther model A diproduksi sebanyak 2192 unit dalam bulan Agustus 1943 sampai Mei 1944. Pada Maret 1944, PzKpfw Ausf. G mulai diproduksi sebagai versi perbaikan dari model A. Perbaikan yang dilakukan, antara lain dengan menambahkan lapisan antimagnet (lapisan keramik Zimmerit) untuk mencegah serangan dengan ranjau magnetis. Model G diproduksi sebanyak 2953 unit dan model ini merupakan model yang terbaik.

Tidak banyak masalah mekanis yang dimiliki Panther model G dibanding dengan model-model pendahulunya, dan oleh karena itu Panther model G dinilai sebagai tank terbaik pada Perang Dunia II dalam segi efektifitas tempur yang meliputi kekuatan senjata, pelindung, mobilitas serta kemampuan dan daya tahan mesin. Panther lebih banyak beraksi di front timur (Uni Soviet), dan tidak pernah digunakan di front barat (Eropa Barat) sampai awal tahun 1944 untuk melawan pendaratan massal tentara Sekutu di Anzio, Italia. Barulah pada pertempuran di Normandia, Panther dikerahkan secara besar-besaran.

Panther memiliki kombinasi yang sangat baik antara persenjataan, pelindung, dan kemampuan manuver. Kemampuannya bahkan dinilai jauh di atas tank milik Amerika Serikat, M4 Sherman dan T-34 Uni Soviet. Panther dapat menghancurkan sebuah M4 Sherman dan T-34 dari jarak 1000-2000 meter, dari sisi manapun juga. Dari depan, lapisan pelindung Panther yang dipasang secara miring tidak dapat ditembus oleh tembakan meriam 75mm Sherman, bahkan dari jarak 500 meter.

Sejak 1943, tank-tank Panther yang berhasil dirampas oleh Soviet digunakan untuk membentuk satu kompi utuh yang dipimpin Letnan Sotnikov dan digunakan untuk melawan pemilik aslinya. Soviet sangat memuji dan mengagumi Panther dan oleh karena itu mereka berusaha merampas sebanyak mungkin tank-tank Panther milik Jerman, dan kalau bisa dalam keadaan baik dan utuh. Karena itulah, sebenarnya setiap awak tank Jerman yang meninggalkan tanknya karena masalah mekanis atau yang lain dan tidak ada kemungkinan sama sekali untuk dibawa dan diperbaiki, harus menghancurkan tank tersebut supaya tidak dapat dimanfaatkan oleh musuh. Setiap tank Panther yang berhasil dirampas oleh Soviet dalam kondisi baik dan utuh akan dihadiahkan sebagai penghargaan kepada awak tank yang berprestasi. Untuk itu, Soviet melatih para mekanik secara khusus untuk menangani Panther. Uni Soviet juga menerjemahkan dan menerbitkan buku manual pengoperasian Panther (Pantherfibel) yang ditulis dalam bahasa Rusia pada tahun 1944.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Inggris, Kanada, Amerika Serikat dan Polandia. Gerakan perlawanan bawah tanah Perancis juga berhasil merampas beberapa unit Panther pada pertengahan 1944. Tank-tank ini digunakan dalam pertempuran sekitar Rouen pada 30 Agustus 1944. Dua di antaranya dihancurkan oleh tank Tiger Jerman dari sSSPzAbt 102. Ini adalah situasi pertempuran yang sangat menarik dan jarang terjadi di mana tank-tank terbaik Jerman saling bertempur satu sama lain.

Salah seorang ace Panther yang paling terkenal selama Perang Dunia II adalah Ernst Barkmann, dari kesatuan elit divisi II SS Das Reich. Barkmann pertama kali memimpin tank Panther pada Operasi Citadel di sekitar Kursk, Uni Soviet pada Juli 1943. Salah satu pertempuran yang memopulerkan namanya terjadi di dekat desa Le Lorey, Perancis pada 27 Juli 1944.

Ernst Barkmann dan Panthernya yang terpisah dari kesatuannya yang mengundurkan diri ke desa tersebut. Dari seorang mata-mata Jerman diketahui bahwa suatu barisan M4 Sherman AS sedang menuju ke arah mereka. Barkmann kemudian menempatkan dan menyamarkan Panthernya di sebuah hutan pohon ek dan siap melakukan penghadangan. Korban pertama Barkmann adalah 2 unit M4 Sherman di barisan paling depan dan sebuah truk pengangkut bahan bakar. Tank-tank Sherman di belakangnya terhalang oleh kobaran api dan kepulan asap yang ditimbulkan, dan mereka menjadi sasaran empuk bagi Barkmann yang berhasil menghancurkan 2 unit M4 yang lain. Pasukan Amerika Serikat kemudian memanggil bantuan pesawat pembob hanya untuk menghancurkan satu unit Panther milik Erns Barkmann. Karena posisi Barkmann yang tersembunyi dengan baik, pesawat pembom Amerika hanya dapat merusakkan Panther Barkmann, yang masih sempat menghancurkan 2 unit M4 Sherman lagi dalam kekacauan yang timbul setelah itu. Ketika awak Panther berusaha memperbaiki tank yang rusak, mereka masih dapat menghancurkan 2 unit lagi M4 Sherman.

Pada akhirnya, Erns Barkmann dapat mengundurkan diri dengan selamat dan masih dapat menghancurkan 1 unit M4 Sherman. Dalam pertempuran yang terkenal dalam sejarah sebagai "Barkmann's Corner" ini, total 9 unit M4 Sherman dan beberapa truk pengangkut hancur oleh hanya 1 unit Panther yang masih dapat mengundurkan diri dengan selamat. Atas prestasi ini, Ernst Barkmann mendapatkan medali penghargaan berupa Ritterkreuz (Salib Ksatria).

Ernst Brkmann masih dapat menujukkan kegemilangannya bersama Panther dalam operasi ofensif Jerman di pegunungan Ardennes pada Desember 1944 dan beberapa pertempuran lain, termauk terakhir dalam mempertahankan kota Berlin dari serangan balik Tentara Merah Uni Soviet pada Maret 1945.

Divisi II SS Das Reich adalah pemegang rekor untuk jumlah total korban dari kendaraan tempur lawan selama perang yaitu sebanyak lebih dari 3000 unit, termasuk 4 unit tank T-34 Uni Soviet yang dihancurkan Barkmann dalam pertempuran di dekat kota Stuhlweissenburg, Jerman. Ernst Barkmann akhirnya menghadapi lawan yang sangat tangguh, yaitu tank-tank berat Uni Soviet Josef Stalin (JS-2). Dalam pertempuran ini, Ernst Barkmann kehilangan 3 dari 9 unit Panther dalam kesatuan yang dipimpinnya dan terpaksa mengundurkan diri.

Pada April 1945, Ernst Brkmann menyerah kepada pasukan Inggris di Wina, Austria setelah Panthernya tertembak oleh kawan sendiri (friendly fire) dan mengalami kerusakan. Tank Panther tersebut terpaksa dihancurkan supaya tidak jatuh ke tangan musuh, dan Barkmann bersama para awaknya menyerahkan diri.

Statistik PzKpfw V 'Panther':
*Kelas : Medium Tank
*Berat :
-) 43 ton (PzKpfw V Panther D)
-) 45,5 ton (PzKpfw V Panther G)
*Senjata Utama : 75mm KwK 42 L/70
*Kru : 5 orang
*Pelindung :
-) 16 - 100 mm (PzKpfw V Panther D)
-) 16 - 110 mm (PzKpfw V Panther G)
*Kecepatan : 46 km/jam

Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI



Rabu, 11 Juni 2014

PzKpfw IV (Panzerkampfwagen IV)










Oleh : Hostuf Rizal

Keterangan masing-masing gambar :

1: Panzer IV Ausf. A yang sedang dalam masa percobaan di tahun 1938.
2: Panzer IV Ausf. B
3: Panzer IV Ausf. D
4: Panzer IV Ausf. F/1 dari Resimen Panzer Ke-5, Divisi Panzer 'Leichtes' Ke-5, Tobruk, Libya, Maret 1941.
5: Dalam bahasa Inggris Panzer IV Ausf F2 Libya 1942. Ausf F2, 4th Kompanie, Ist Abteilung, VIIIth Panzer-Regiment, XVth.Panzerdivision, DAK, El Alamein (Egypt) October 1942
6: Panzer IV Ausf. G
7: Panzer IV Ausf. H. Terlihat jelas dalam jenis tank ini terdapat plat baja sebagai pelindung samping di bagian sisi tank, Schürzen.
8: Panzer IV Ausf. J. Dalam tank jenis ini, kali ini, pelindung dimodifikasi sedikit, sehingga menjadi jaring-jaring kawat baja, Drahtgeflecht Schürzen, untuk mengurangi beban tank, sehingga menambah kecepatan.
 
---------- ----------

Panzer IV diproduksi dalam waktu yang bersamaan dengan Panzer III. Jika Panzer III dirancang untuk menghancurkan tank lawan maka Panzer IV lebih banyak berperan sebagai dukungan antiinfanteri atau untuk melawan tank-tank ringan. Dua model tank ini menjadi kekuatan utama kesatuan lapis baja Jerman sampai dilancarkannya Operasi Barbarossa. Panzer IV sering dikerahkan bersama dengan Panzer III untuk saling mendukung satu sama lain dengan perannya masing-masing.

Model paling awal dari Panzer IV (Panzer IV Ausf. A) pertama kali meninggalkan pabrik pada Oktober 1937. Selama 6 bulan berikutnya, produksi Panzer IV A adalah sebanyal 35 unit. Pada modifikasi berikutnya (Panzer IV B dan Panzer IV C) tidak begitu banyak mendapat perubahan yang dilakukan, dan model-model ini pun masih dalam berupa prototipe. Model pertama yang merupakan unit tempur sebenarnya yang diproduksi secara massal adalah Panzer IV D, dengan lapisan pelindung yang lebih tebal.

Meriam yang digunakan Panzer IV pada versi-versi awal (Panzer IV Ausf. A sampai Panzer IV Ausf. F) adalah 75 mm KwK 37 L/24 yang berlaras pendek namun menggunakan amunisi High Explosive. Peran Panzer III dan Panzer IV saling ditukar pada Operasi Barbarossa di medan perang Russia, di mana Panzer III sebagai tank tempur utama Jerman yang telah dipersenjatai dengan meriam antitank 50 mm ternyata masih belum mampu menghadapi T-34 maupun KV-1 milik Uni Soviet.

Senjata Panzer IV kemudian diganti dengan meriam antitank 75 mm KwK 40 L/43 (terdapat pada Panzer IV F/2) dengan laras yang lebih panjang sehingga mampu menambah daya jangkauan dan kekuatan penetrasi. Ini dilakukan sambil menunggu model terbarunya (Panzer IV G) selesai diproduksi pada pertengahan 1942. Panzer IV G diproduksi dengan menambah tebal lapisan pelindung turret. Pada beberapa unit juga dilakukan penambahan plat baja (Schürzen) di bagian samping untuk menambah perlindungan.

Pada model berikutnya, (Panzer IV H), meriam diganti lagi dengan 75 mm KwK 40 L/48 yang berlaras lebih panjang lagi. Panzer IV H adalah model yang paling banyak diproduksi, yaitu sebanyak 3700 unit. Model terakhir adalah Panzer IV J yang mulai diproduksi pada akhir 1944. Panzer IV J mempunyai kapasitas bahan bakar yang lebih besar dan desain track yang baru. Selain itu, lapisan plat baja pelindung samping Schürzen, seperti pada model Panzer IV G dan Panzer IV H diganti dengan pelindung dari jaring-jaring kawat baja (Drahtgeflecht Schürzen) untuk mengurangi berat tank.

Sebanyak 42 unit Panzer IV juga sempat dicoba untuk dimodifikasi sebagai tank penyelam (Tauchpanzer) sebagai bagian dari persiapan invasi Jerman ke tanah Inggris (Operasi Singa Laut). Namun, operasi ini batal dilaksanakan karena Luftwaffe Jerman gagal melumpuhkan kekuatan Angkatan Udara Inggris (RAF) pada babak pendahuluan pertempuran di atas langit Inggris (Battle of Britain). Total produksi Panzer IV dari semua model adalah sebanyak 9000 unit, dan merupakan tank yang paling banyak diproduksi oleh Jerman sepanjang Perang Dunia II.

Statistik PzKpfw IV :

*Kelas : Medium tank
*Berat :
-) 17,3 ton (Panzer IV A)
-) 17,7 ton (Panzer IV B)
-) 18,5 ton (Panzer IV C)
-) 20 ton (Panzer IV D)
-) 21 ton (Panzer IV E)
-) 22,3 ton (Panzer IV F/1)
-) 23 ton (Panzer IV F/2)
-) 23,5 ton (Panzer IV G)
-) 25 ton (Panzer IV H, J)
*Senjata Utama :
-) 75 mm KwK 37 L/24 (Panzer IV A, B, C, D, E, F/1)
-) 75 mm KwK 40 L/43 (Panzer IV F/2, G)
-) 75 mm KwK 40 L/48 (Panzer IV H, J)
*Kru : 5 orang
*Pelindung :
-) 8 - 15 mm (Panzer IV A)
-) 8 - 30 mm (Panzer IV B, C)
-) 10 - 30 mm (Panzer IV D)
-) 10 - 50 mm (Panzer IV E, Panzer IV F/1)
-) 10 - 60 mm (Panzer IV F/2, Panzer IV G)
-) 10 - 80 mm (Panzer IV H, J)
*Kecepatan :
-) 30 km/jam (Panzer IV A)
-) 40 km/jam (Panzer B, C, D, E,G)
-) 42 km/jam (Panzer IV F/1)
-) 38 km/jam (Panzer IV F/2, H, J)

Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI



Selasa, 10 Juni 2014

PzKpfw III (Panzerkampfwagen III)



Oleh: Hostuf Rizal

 Panzer III adalah tank kelas medium pertama Jerman yang dirancang untuk pertempuran antartank. Panzer III dirancang berdasarkan pengarahan dari Jenderal Heinz Guderian tentang perlunya suatu tank yang dapat menggantikan peran Panzer II sebagai kekuatan utama divisi-divisi lapis baja Jerman dan dapat digunakan untuk menghancurkan tank lawan dalam pertempuran. Panzer III dianggap sebagai tank terbaik di kelasnya, setidaknya sampai saat pertemuan mereka dengan T-34 milik Uni Soviet di medan perang Rusia, di mana Panzer III terbukti tidak berdaya melawan T-34.

Proses desain Panzer III telah dimulai sejak tahun 1934. Militer Jerman mempunyai rencana untuk memproduksi tank dengan berat kurang lebih 25 ton dengan kecepatan 35 km/jam.Prototipe pertama diproduksi tahun 1936 dan 1937.Produksi pertama Panzer III dilakukan di tahun 1937 dengan nama Panzer III Ausf. A sebanyak 10 unit. Prototipe-prototipe selanjutnya diproduksi sampai tahun 1939 dengan nama Panzer III Ausf. B sampai E. Produksi secara massal dimulai tahun 1939 (Panzer III F). Panzer III F memakai meriam 37 mm tidak dapat menembus pelindung T-34, kemudian diganti dengan meriam 50 mm KwK 36 L/42 (terdapat pada Panzer III G).

Panzer III merupakan tank dengan cukup banyak varian. Banyak perubahan yang dilakukan, antara lain: penambahan lapisan pelindung depan setebal 30 mm (terdapat pada Panzer III H), penambahan panjang badan tank dan lapisan pelindung setebal 50 mm (terdapat pada Panzer III J), meriam baru yang lebih panjang 50 mm KwK 39 L/60 (terdapat pada Panzer III J/1), penambahan lapisan pelindung setebal 50 mm (terdapat pada Panzer III L), penggantian meriam dengan 50 mm KwK 37 L/24 (terdapat pada Panzer III N).

Panzer III telah mulai unjuk kemampuan sejak Blitzkrieg yang dilancarkan Jerman ke Polandia dan Perancis (1939-1940). Saat itu, baru prototipe Panzer III yang dikerahkan (Panzer III A sampai Panzer III E). Panzer III bersama Panzer IV menjadi kekuatan utama pasukan tank Jerman dalam fase-fase awal operasi Barbarossa (1941) dan menjadi tulang punggung kekuatan Das Afrika Korps di bawah pimpinan Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang terkenal itu. Panzer III berada di kesatuan lapis baja Jerman sampai tahun 1944. Unit-unit terakhir dari Panzer III terlihat dalam pertempuran menghadapi pendaratan supermasif Sekutu di Normandia, Perancis dan dalam pertempuran mempertahankan Arnheim, Belanda (Operasi Market Garden) pada tahun 1944. Selama perang, Panzer III diproduksi kurang lebih sebanyak 5500 unit.

Statistik PzKpfw III :
*Kelas : Medium Tank
*Berat :
- 15 ton (Panzer III B)
- 16 ton (Panzer III D)
- 19,2 ton (Panzer III F)
- 20,3 ton (Panzer III G)
- 21,5 ton (Panzer III H, J)
- 22,7 ton (Panzer III L, M)
- 22,3 ton (Panzer III N)
*Senjata Utama :
- 37 mm KwK 36 L/46.5 (Panzer III B, D, F)
- 50 mm KwK 39 L/42 (Panzer III G, H, J)
- 50 mm KwK 39 L/60 (Panzer III L, M)
- 50 mm KwK 37 L/24 (Panzer III N)
*Kru : 5 orang
*Pelindung :
- 5-15 mm (Panzer III B)
- 5-30 mm (Panzer III D)
- 10-30 mm (Pannzer III F, G)
- 10-60 mm (Panzer III H)
- 10-50 mm (Panzer III J)
- 10-70 mm (Panzer III L, M, N)
*Kecepatan :
- 40 km/jam (Panzer III B, D, L, M, N)
- 67 km/jam (Panzer III F, G)
- 42 km/jam (Panzer III H, J)

Sumber :
Buku Kendaran Tempur PD II, by Muh. Daud Darmawan