Tampilkan postingan dengan label Foto Perang Dunia II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Perang Dunia II. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Foto hitler Semasa Berjuang Untuk menjadi Fuhrer Jerman


Adolf Hitler dan pengagum. Mungkin di Münich 1930



Adolf Hitler pada hari pihak ke-3 Nazi 1927 di Nürnberg, dan SA march lagi




Adolf Hitler, pemimpin tertinggi dari dilarang SA selama penerimaan dari masa lalu pawai di Brunswick, Februari 1931



Adolf Hitler di Hitlertag besar di Gera, September 1931. Di belakang adalah SA-Stabschef Ernst Röhm



Adolf Hitler di sebuah acara di aula tenis Fehrbelliner Square, Januari 1932




Adolf Hitler calon untuk pemilihan presiden! Rekaman terakhir dari Adolf Hitler, yang didirikan oleh Nazi sebagai calon untuk pemilihan presiden




                          Putzi Hanfstaengl dan Adolf Hitler di Heck Cafe di Munich pada tahun 1920


Adolf Hitler in 1928




Gambar awal Führer pada awal kekuasaannya



Adolf Hitler, dengan rekan-rekannya membahas krisis pemerintahan, November 1932



Perdebatan penting antara Hindenburg dan Adolf Hitler, November 1932! Adolf Hitler, disertai dengan sukacita besar pergi, kepada Presiden.



Adolf Hitler, pemimpin tertinggi dari dilarang SA selama penerimaan dari masa lalu march di Brunswick



Foto ini telah diambil selama sesi fotografi Hitler oleh Heinrich Hofmann, kita berpikir selama tahun 1929. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan gerakan Hitler, dan bagi Hitler untuk melatih untuk pidato meyakinkan.



Parade besar Nazi di Weimar sebelum pemimpin Adolf Hitler. Hadir Menteri Thuringia Nazi Dr. Frick, dan wakil Nazi Reichstag, Dr. Goebbels (Berlin). Masa lalu dari pasukan badai Nazi dengan ucapan fasis sebelum pemimpin mereka Adolf Hitler (tepat di mobil, berdiri) di alun-alun di Weimar.



Adolf Hitler in the inauguration of "Brown House" and the renovation of Palais Barlow in Münich



Untuk putusan dalam sidang Hitler-Ludendorff di Munich pada 1 April 1924. Satu-satunya rekaman semua terdakwa dalam proses Hitler-Ludendorff setelah putusan. Kelompok ini berhasil mencatat dalam situasi yang paling sulit. Dari kiri ke kanan: Heinz Pernet, Dr. Friedrich Weber, Wilhelm Frick, Oberleutnant Hermann Kriebel, Erich von Ludendorff, Adolf Hitler, Wilhelm Bruckner, Ernst Röhm, Robert Wagner.


Adolf Hitler dengan pengikut awal pada 1923 propaganda tur Münich


Adolf Hitler diambil pada tahun 1921, menunjukkan dia sebagai ia tampak ketika ia mulai mendaki ke kekuasaan. Buku, "Hitler Sebagai Nobody Knows Nya", dari mana foto ini diambil, menggambarkannya demikian: Foto Führer pada tahun 1921 ketika Hitler mulai dalam pertemuan yang lebih besar dan lebih besar untuk memanggil orang-orang Jerman untuk menolak


Asli Hoffmann snapshot foto dari Adolf Hitler sedang didorong di dalam mobil dengan beberapa sangat awal SA pasukan berseragam

Senin, 31 Agustus 2015

Pertempuran Berlin 1945


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmoBMZ8kzLXU5bNHJPxuGBjE59QnpSG9KeuUzmxpt-JxDpOqsEGR-V-E2DKTmvARzSxz0yVaY9BCBvv0jYJoQ6YOQZPbW08bsMfYtOD-NQBlFe46gfQ5a_xBc5Y501HuNcCaQ831ag02M/s640/
              Perang dunia ke II di Eropa benar-benar menjadi mimpi buruk yang takkan bisa dilupakan. Saat itu, Eropa benar-benar terasa mati. Kehidupan sebuah negara telah musnah seiring dengan serangan yang dilancarkan Jerman sejak tahun 1939. Namun semuanya berakhir, ketika peperangan itu mencapai puncaknya pada pertempuran Berlin.
Tidak terhitung lagi berapa puluh juta nyawa melayang dalam perang dunia ke II, berapa bangunan yang runtuh, berapa kota yang rata, berapa dana yang habis, berapa…… tapi ada suatu hasil. Perang dunia ke II yang merupakan starting teknik perang modern, memberikan dampak besar terhadap dunia ini sendiri, terutama negara-negara di dalamnya, mulai dari terbentuknya PBB, seni perang modern, kemerdekaan banyak bangsa, timbulnya kesadaran yang mutlak akan bahaya peperangan, perang dingin, negara adidaya, dan sebagainya. Demikianlah pertempuran besar yang terpusat di Eropa, dan di akhiri di kota ini……. kota Berlin….
              Pertempuran Berlin adalah salah satu pertempuran dahsyat yang terjadi selama perang dunia ke II. Kedahsyatan pertempuran itu tidak kalah dengan pertempuran-pertempuran terkenal seperti Kursk, Stalingrad, dan sebagainya. Bahkan ada suatu spesialisasi yang terjadi pada pertempuran ini, yang mana spesialisasi ini tidak terdapat pada pertempuran yang lain pada perang dunia ke II. Hal inilah yang membuat pertempuran di Berlin menjadi pertempuran yang khusus, bahkan lebih khusus dibandingkan pertempuran-pertempuran yang lain termasuk Stalingrad.
Berbeda dengan pertempuran pada kota manapun, pertempuran di Berlin adalah titik darah penghabisan bangsa Jerman pada perangnya sendiri. Pertempuran ini berbeda dengan pertempuran Stalingrad, yang sekalipun merupakan kota Stalin, tetap saja bukan jantung Soviet dan bukan disitu letak nyawa Soviet. Kalah atau tidaknya Soviet di Stalingrad, tidak menentukan mati atau tidaknya negara itu. Itu sebabnya, berbeda dengan pertempuran Berlin, yang merupakan titik darah penghabisan bangsa Jerman, hingga menimbulkan drama yang luar biasa yang terjadi pada pertempuran yang berlangsung beberapa minggu itu.
Ketika Soviet berhasil mengoyak pasukan Jerman dengan serangan air bahnya, Berlin pun terkepung seketika. Bahkan ketika pertahanan pasukan Jerman di Seelow Height jebol, pada akhirnya Berlin benar-benar tidak bisa selamat.
 http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/04/28/
                Bahkan sebelum pertempuran di mulai, Berlin sudah dihantui kekalahan yang pasti. Seluruh prajurit tidak lagi memiliki harapan, begitu pula seisi kota. Saat itu, Berlin hanya diperkuat oleh 100.000 prajurit, yang mana 45.000 dari keseluruhan pasukan itu adalah Volksturm, atau tentara rakyat, bahkan minoritas pada Volksturm adalah anak kecil yang berumur 7 tahun hingga 16 tahun. Sementara pada pihak Soviet, terbentuk kekuatan menyerang yang gila, dengan jumlah 10.000.000 prajurit lengkap dengan 9000 artileri, puluhan ribu tank, dan senjata-senjata perang lainnya. Seluruh Jerman tahu mereka tidak akan hidup bila melawan, tapi justru inilah yang menjadi kekhasan dari pertempuran Berlin, drama yang manis, akhir yang penuh keberanian dan kehormatan. Dan ketika pertempuran di mulai, hingga pertempuran berakhir, seluruh pasukan Jerman tewas dengan beberapa ribu yang menyerahkan diri. Sementara Soviet kehilangan beratus-ratus ribu prajurit mereka. Suatu keadaan yang benar-benar tidak seimbang dan menghasilkan hasil yang juga jauh dari perkiraan. Sulit dipercaya? Itu kenyataannya…
                        Pertempuran di Berlin dimulai dengan bombardir artileri. Soviet menembakkan 9000 artileri ke kota Berlin dari sekitar jam 3 pagi hingga jam 5. Lalu dilanjutkan dengan serbuan pasukan darat keseluruhan. Sulit dibayangkan dan dilukiskan, bagaimana keadaan Berlin mulai dari bombardir terjadi hingga serangan total dilancarkan.
Pertempuran terjadi dengan begitu dahsyat. Di jalan-jalan di Berlin, anak-anak kecil membawa panzerfaust untuk ditembakkan ke tank Soviet dengan penuh keberanian. Prajurit-prajurit, ayah, dan para pemuda mempertahankan setiap meter jalan-jalan Berlin. Hingga mereka makin terdesak dan terdesak sampai Reichstag dan bunker Berlin. Dan pada Reichstag, drama pertempuran berlangsung mengharukan sekali…
Pasukan-pasukan Jerman yang hanya terdiri dari orang-orang yang terluka, bertempur tanpa menyerah. Tembakan dari Reichstag terus mereka lakukan di tengah-tengah gempuran artileri Soviet dan serbuan tank-tank dan infantry Soviet ke arah mereka secara total dari segala penjuru. Dan yang mengejutkan adalah, pertempuran di mulai sekitar pukul 6 pagi, tapi baru berakhir ketika tengah malam. Bendera Soviet dikibarkan 2 kali karena pengibaran pertama tidak terlihat akibat gelapnya malam. Dan pada pertempuran di Reichstag, tidak ada pasukan Jerman yang menyerah sampai titik darah penghabisan.
Darah benar-benar tergenang pada setiap lantai di Reichstag!
                     Berkibarnya bendera Soviet di Reichstag menandakan akhir dari pertempuran Berlin. Sekalipun itu, bukanlah akhir dari pertempuran yang sebenarnya. Satu dua prajurit Jerman masih suka melakukan perlawanan dengan cara teror dan sniper, ada juga beberapa kelompok yang menyerang frontal. Hingga beberapa bulan kemudian, pertempuran di Berlin benar-benar dinyatakan berakhir. Dan Jerman, mencatat benar apa yang terjadi, kenyataan yang terjadi pada pertempuran itu. Akhir dari kedigdayaan Nazi, akhir dari kekaisaran Reich ke tiga…!!!

sumber  

Kamis, 25 Desember 2014

Foto Dramatis Perang Dunia II

Seorang bocah perempuan Polanda berusia 10 tahun bernama Kazimiera Mika menangis histeris sambil meratapi kakak perempuannya yang sekarat di sebuah lapangan di Warsawa setelah terkena tembakan senapan mesin Jerman dalam sebuah serangan udara, September 1939. Dalam kata-kata fotografer Julien Bryan: "Saat kami sedang melewati sebuah lapangan kecil di pinggir kota, kami ternyata beberapa menit terlambat untuk menjadi saksi sebuah peristiwa tragis, yang paling menggetarkan dari semuanya. Tujuh orang wanita sedang menggali kentang di lapangan. Tak ada terigu tersisa di distrik mereka, dan mereka sangat kelaparan. Tiba-tiba dua pesawat Jerman datang dan langsung menjatuhkan dua buah bom di atas sebuah rumah yang berjarak tidak jauh dari situ. Dua orang wanita yang sedang berada di rumah tersebut langsung terbunuh. Para penggali kentang di lapang langsung bertiarap di tanah, beharap untuk tak diketahui. Setelah pesawat pembom tersebut pergi, para wanita itu kembali bekerja. Mereka harus makan. Tapi ternyata penerbang-penerbang Nazi tak puas dengan hasil pekerjaan mereka. Dalam beberapa menit mereka kembali dan menukik turun sampai sekitar seratus meter dari tanah, kali ini langsung memberondong lapangan dengan senapan mesin. Dua dari tujuh wanita itu terbunuh. Saat aku sedang sibuk mengabadikan mayat korban penembakan tersebut, seorang gadis kecil berusia 10 tahun datang sambil berlari dan langsung tertegun ketika melihat salah satu korban yang tewas, yang ternyata adalah kakak perempuannya. Si gadis kecil tersebut tak pernah melihat kematian dan tak dapat mengerti kenapa kakaknya diam membujur tanpa bergerak sedikitpun... dia kelihatan shock dan langsung menangis sambil membelai kakaknya tersayang. Aku tersentuh dan melingkarkan tanganku di tubuhnya untuk memeluknya, mencoba menghibur dia yang telah kehilangan. Dia terus menangis. Begitu juga aku dan dua orang perwira Polandia yang sedang bersamaku saat itu..."


 Gefreiter Josef Schulz (juga ditulis Joseph Schultz) adalah bintara kelahiran tahun 1909 dari 714. Infanterie-Division yang ditempatkan di wilayah Balkan. Pada tanggal 20 Juli 1941 dia dan ketujuh orang rekannya ditugaskan untuk melakukan misi yang dia kira hanya patroli rutin belaka. Ternyata kali ini berbeda: mereka mendapati 16 orang warga lokal yang ditutup matanya. Kedelapan orang dari Zug (peleton) Schulz berhenti 10-15 meter jauhnya, dan seorang bintara lain kemudian memerintahkan mereka untuk mengeksekusi ke-16 orang warga lokal tersebut. Tujuh orang langsung melaksanakan tugas tanpa banyak cingcong dan bersiap mengarahkan senapan mereka. Di keheningan yang kemudian tercipta, dengan tenang Gefreiter Schulz melemparkan senapannya dan kemudian berjalan ke arah 16 orang terhukum (yang hanya bisa mendengar rumput diinjak). Dia kini berdiri sejajar dengan mereka, dan lebih memilih untuk menjadi bagian dari terhukum mati daripada harus menembak orang yang dia tidak tahu kesalahannya! Beberapa detik kemudian, 16 orang warga sipil dan satu tentara Jerman tergeletak tak bernyawa di tumpukan alang-alang. Si prajurit telah dieksekusi oleh rekan-rekannya sendiri atas perintah dari si bintara. Oberkommando der Wehrmacht (OKW) menyebutkan kematiannya sebagai KIA (Killed in Action), tapi berita tentang tindakannya yang "heroik" kemudian tersebar, terutama setelah usainya Perang Dunia II. Sebuah film dibuat tentangnya, "Joseph Schultz" (1973). Tapi kemudian kebenaran berita ini diragukan oleh para sejarawan, terutama dari Bundesarchiv Jerman, dan salah satu foto yang dianggap diambil pada saat itu (foto atas) dianggap berasal dari peristiwa lain. Dalam foto tersebut Schulz disebut adalah orang tanpa stahlhelm di tengah yang sedang berjalan ke arah para tawanan


Selama berlangsungnya Pertempuran Perekop di semenanjung Krimea tahun 1941, bau busuk tentara yang tewas di medan pertempuran begitu menyengatnya sehingga membuat prajurit Jerman ini mati-matian menahannya dengan menutupkan secarik kain basah di mukanya


 "... yang lebih baik yang tak akan kau dapatkan. Drum pertempuran bertalu-talu. Dia berada di sampingku, dalam baris dan langkah yang serentak. Sebuah peluru melesat datang. Apakah dia ditujukan untukku atau temanku? Dia menerjang kameradku, dan kini dia terbaring di bawah kakiku, seakan menjadi bagian dari diriku. Tangannya berupaya menggapaiku saat aku mengisi senapanku. Aku tak mampu memegang tanganmu untuk saat ini, beristirahatlah di keabadian dengan tenang, kameradku yang baik..." ("Der Gute Kamerad", dikenal juga dengan nama "Ich Hatt Einen Kameraden", sebuah requiem buatan tahun 1809 yang selalu dikumandangkan pada saat upacara penguburan militer di Jerman sampai saat ini)


Prajurit Jerman yang terluka dari 26. Infanterie-Division membopong Zugführer (Kepala Peleton) mereka ke tempat perawatan sementara di garis belakang, Front Timur tahun 1941. Sang Zugführer terluka parah oleh pecahan peluru artileri. Seragam dan celananya telah digunting untuk memudahkan perawatan dari luka-luka yang terutama mengenai kepala, dada dan kakinya. Korban di pihak Wehrmacht meningkat secara geometris seiring dengan makin sengitnya perang yang terjadi antara Jerman dan Rusia. "Trend" ini terus meningkat tanpa ampun sampai dengan hancurnya Nazi Jerman di tahun 1945


Dalam Pertempuran Stalingrad yang berlangsung dari tanggal 17 Juli 1942 sampai dengan 2 Februari 1943, lebih dari 91.000 orang prajurit Wehrmacht ditangkap oleh Tentara Merah (dengan hanya 5.000 orang yang kemudian kembali hidup-hidup!). Di antara mereka adalah anak muda yang malang ini (yang menyerah bulan Januari 1943), yang kedinginan, kelaparan, dan juga digebuki! Dari ekspresinya kita bisa mengetahui nasib apa yang akan menimpanya di depan! BTW, senjata yang dipegang oleh tentara Soviet adalah PPSh-41


 Dengan sang gunner tampak jelas di kokpit belakang, pesawat pembom tukik Jepang ini (kemungkinan Yokosuka D4Y Suisei atau Nakajima B5N Kate) meluncur deras menuju ke lautan di bawah dengan asap tebal keluar dari mesinnya. Pesawat naas ini tertembak jatuh di dekat pangkalan Jepang di Truk, Kepulauan Caroline (Pasifik), tanggal 2 Juli 1944. Lieutenant Commander William Janeshek, pilot pesawat US Navy PB4Y yang menembaknya, bersaksi bahwa si gunner sebenarnya sudah bersiap-siap bail-out dengan menggunakan parasut, tapi kemudian dia tertegun untuk kemudian diam dengan tenang saat pesawatnya menghajar air dan hancur berantakan. Tidak diketahui alasan kenapa dia memutuskan untuk tewas bersama pesawatnya, tapi kemungkinan besar karena menyadari bahwa sang pilot rekannya di kokpit depan telah gugur duluan atau tidak bisa keluar dari pesawat yang terbakar!


18 Juli 1944: Dengan mendapat penjagaan dari seorang serdadu Kanada, seorang bintara Jerman yang tampak depresi duduk dengan menyandarkan kepala di tangannya setelah tertangkap di selatan Caen, Normandia, selama berlangsungnya Operasi Goodwood. Antara D-Day sampai dengan 25 Juli 1944, pasukan Inggris dan Kanada menggaruk 11.500 orang tawanan di pihak lawan! Foto oleh Lieutenant Ken Bell


 Di kamp konsentrasi Wöbbelin, Ludwigslust (Jerman), banyak para penghuninya yang ditemukan oleh U.S. Ninth Army dalam kondisi menyedihkan. Disini salah satu dari mereka jatuh dalam tangisan saat mengetahui dirinya tidak ikut berangkat bersama grup pertama tawanan yang meninggalkan kamp menuju rumah sakit lapangan yang didirikan tidak jauh dari situ. Foto dramatis ini diambil tanggal 4 Mei 1945 oleh Private Ralph Forney dari U.S. Army


Pada tanggal 8 Mei 1945, satu hari setelah penyerahan resmi Jerman ke tangan Sekutu, 13 orang sukarelawan Prancis dari 33. Waffen-Grenadier-Division der SS Charlemagne (französische Nr. 1) dieksekusi tanpa diadili terlebih dahulu di dekat Bad Reichenhall, Jerman, berdasarkan perintah dari Jenderal Philippe Leclerc de Hauteclocque, komandan 2nd Armored Division Prancis. Apa yang menjadi alasan penembakan mereka? Semata karena mereka mengenakan seragam Jerman, musuh Prancis! Diceritakan bahwa sang Jenderal menginterogasi para tawanan sebangsanya tersebut: "Mengapa kalian mengenakan seragam Jerman? Kalian semuanya adalah pengkhianat karena mengenakan seragam negara lain!" Seorang tawanan lalu menjawab: "Anda juga mengenakan seragam negara lain, seragam Amerika." Leclerc begitu murka menerima jawaban ini sehingga dia langsung memerintahkan eksekusi terhadap mereka!


 Januari 1946: "William The Conqueror" alias "Willie", anjing kesayangan Jenderal George S. Patton berjenis Bull Terrier, terbaring dengan ekspresi berduka yang kentara di samping barang-barang pribadi milik tuannya, tak lama setelah Patton tewas dalam sebuah kecelakaan mobil di Bad Nauheim, Jerman, tanggal 21 Desember 1945. Patton adalah seorang pencinta anjing, dan dia begitu menyayangi anjing peliharaan yang dia dapatkan tahun 1944 tersebut (bahkan dia membuatkan Willie sebuah pesta ulangtahun!). Willie pun sama pula terhadap tuannya, seperti yang dikatakan Patton sendiri dalam catatan buku harian tertanggal 15 Juli 1944: "Willie sangat tergila-gila padaku dan selalu menantikan saat kedatanganku di markas. Dia juga ngorok saat tidur tapi tetap menjadi teman yang menyenangkan di saat malam..." Foto di atas diambil beberapa hari setelah Patton dimakamkan, saat barang-barang pribadinya hendak diberangkatkan ke keluarga yang menunggu di Amerika. Willie sendiri menghabiskan sisa hidupnya bersama istri dan anak mendiang Patton


 Frankfurt, 1946 : seorang prajurit Jerman pulang ke rumahnya setelah menjalani masa penahanan hanya untuk mendapati bahwa rumahnya telah hancur oleh bom dan keluarganya tak ada lagi disana. Foto oleh Tony Vaccaro


 Edda Göring dan ibunya Emmy Göring menerima sebuah surat bertulisan tangan dari ayah dan suami mereka, mantan Reichsmarschall Hermann Göring, dari sel penjaranya di Nürnberg. Foto ini diambil dari buku "Nuremberg, the Last Battle" karya pengarang favorit saya David Irving. Edda adalah satu-satunya anak pasangan Hermann dan Emmy Göring. Sebelum menikah, Emmy (lahir dengan nama Emma Johanna Henny Sonnemann) adalah seorang artis ternama Jerman. Setelah menikah dengan sang Reichsmarschall tanggal 10 April 1935 dia otomatis menjadi ibu negara Jerman karena Hitler tidak beristri (dan keberadaan Eva Braun disembunyikan dari umum). Emmy Göring adalah seorang wanita yang murah hati dengan keluguan yang memikat. Edda sendiri lahir tanggal 2 Juni 1938 dan dibesarkan di Berlin. Foto ini diambil di Nürnberg tanggal 26 September 1946 selama berlangsungnya Peradilan Penjahat Perang bagi tokoh-tokoh Nazi. Hanya berselang 19 hari kemudian Hermann Göring bunuh diri dengan menelan kapsul sianida sehari sebelum rencana eksekusinya. Pada saat itu Edda baru berusia delapan tahun




Sumber :
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
Majalah "Luftwaffe im Focus" Spezial No.1 tahun 2003
Foto koleksi NARA Archives
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.avaxnews.com

Foto Artistik, Bernilai Seni dan Terindah dari Perang Dunia II

 Para ilmuwan Nazi mengujicoba sistem aerodinamik dari sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 E-3 di tahun 1940. Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Kestrel V, pesawat hasil pengembangan kesekian dari Bf 109 ini mempunyai kecepatan maksimum 660km/jam. Panjangnya 8,65m dengan rentang sayap 9,87m. Senjata utamanya adalah dua buah kanon 20mm ditambah dengan dua senapan mesin sebagai pelengkap. Versi pertama pesawat rancangan Willy Messerschmitt ini telah teruji ketangguhannya dalam Perang Saudara Spanyol. Para pilotnya telah disumpah sebelum mereka meninggalkan Jerman bahwa mereka tidak akan membiarkan pesawat mereka sampai jatuh ke tangan musuh. Bila pesawatnya jatuh atau mendarat darurat di wilayah musuh, maka mereka harus membakarnya segera dengan menggunakan tangki khusus berisi materi yang mudah terbakar yang bisa disulut seketika dan memang disiapkan untuk tujuan semacam ini!



Waktu subuh di pangkalan 7.(F)/LG 2 di Yunani bulan Mei 1941. Operasi sudah dimulai walaupun matahari baru nampak sepenggalan. Di latar belakang sebuah Junkers Ju 52 tinggal landas. Para awak darat pastinya telah bangun pagi-pagi sekali demi mempersiapkan pesawat ini beroperasi di pagi buta seperti itu! Di latar depan adalah siluet pesawat pengintai Messerschmitt Bf 110 milik 7.(F)/LG 2


Pesawat penghubung sangat dibutuhkan untuk memelihara kontak langsung antara markas dengan prajurit di front depan. Tanpa pesawat ini maka akan mustahil bagi para komandan senior untuk bertemu dengan bawahannya dalam jangka waktu sebentar demi mendiskusikan perkembangan situasi atau sekedar melakukan inspeksi singkat di front. Karena biasanya pos komando dan markas front berada di wilayah hutan lebat, tertutup oleh kamuflase atau di desa-desa terpencil, maka kadangkala tak ada landasan udara standar terdekat yang menjangkaunya. Atas alasan ini maka Fieseler Fi 156 Storch, dengan kemampuan take-off dan landingnya di landasan sempit, menjadi pilihan utama para komandan staff senior. Pesawat ini bahkan bisa mendarat di atas permukaan yang kasar atau berlumpur. Foto di atas memperlihatkan sebuah desa kecil Rusia yang dikelilingi oleh hutan. Panji yang terpasang di depan sebuah rumah di sebelah kiri menandakan bahwa lokasi itu telah dijadikan sebagai markas sebuah Armee-Korps. Di latar belakang terparkir sebuah Storch, yang kemungkinan dipakai untuk menerbangkan sang komandan korps dalam kunjungan ke front depan atau membawa para komandan divisinya ke tempat ini


Seorang komandan bersiap-siap untuk terbang bersama dengan dua orang staffnya. Peta dan kertas-kertas yang dibawa menandakan bahwa mereka baru saja menghadiri sebuah rapat militer. Pesawat yang digunakan adalah sebuah Fieseler Fi 156 C “GK+M?” yang mempunyai strip kuning di badannya, suatu praktek yang biasa dilakukan oleh pesawat-pesawat Luftwaffe di Front Timur. Salah seorang staff yang membelakangi kamera mengenakan celana kavaleri yang dilengkapi lapisan kulit. Foto ini sendiri diambil di Rusia di musim panas 1941 atau 1942



 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942 (Bayerlein duduk di kiri sementara Rommel di kanan). Di sebelah kiri foto tampak terparkir sebuah Panzerbefehlswagen III Ausf.C/H (SdKfz. 266/267/268). Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"

 Foto yang sangat indah ini diambil bulan Agustus 1942 dan memperlihatkan Olavi Paavolainen (1903-1964), seorang pujangga Finlandia yang dalam Perang Dunia II ikut angkat senjata membela negaranya dalam perang melawan Uni Soviet. Dia menjadi anggota Departemen Informasi sebelum ditempatkan di Mikkeli, Finlandia timur, sebagai ajudan jenderal infanteri. Pada tahun 1944 dia mengunjungi kampung halamannya di Vienola, dan Paavolainen begitu sedih setelah mendapati rumah masa kecilnya telah rata dengan tanah akibat perang yang kejam


Foto ini, yang tampaknya telah disetting dengan baik, kemungkinan dibuat untuk kepentingan propaganda Jerman. Seorang prajurit Luftwaffe berdiri sambil membaca surat yang datang dari tanah air di depan sepeda motor Zündapp Ks 600 bersespan, sementara di latar belakang mengudara sebuah pesawat Focke-Wulf Fw 189 "Uhu" (Burung Hantu). Pesawat bermesin ganda dan berkursi tiga ini terutama sekali dibuat untuk kepentingan pengintaian. Dibandingkan dengan pesawat yang umum diproduksi di masa itu, Fw 189 terlihat aneh karena mempunyai dua "badan". Pada awalnya kemampuannya diragukan, tapi kemudian medan udara Front Timur membuktikan kemampuan Fw 189 yang jauh melebihi harapan para pembuatnya! Pesawat ini dijuluki sebagai "matanya Luftwaffe" dan ketangguhannya terbukti dengan beberapa kali dia mampu pulang ke pangkalannya dengan sebagian ekornya copot atau rusak parah! Keberadaannya tidak diketahui oleh pihak Sekutu sampai dengan tahun 1941, walaupun prototipe pesawat ini sudah berseliweran dari masa sebelum perang. Total produksinya sampai dengan perang berakhir adalah 849 buah


 Pada bulan November 1941, General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengunjungi Bardia (Libya) yang menjadi lokasi bongkar-muat suplai pasukan Poros selain di Tripoli dan Derna. Meskipun kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pelabuhan utama di Tripoli, tapi Bardia lebih efisien karena lebih dekat ke front yang mendekati perbatasan dengan Mesir. Disini biasanya kapal-kapal selam Italia yang bongkar-muat barang karena lebih aman dari incaran pesawat-pesawat Sekutu. Dalam kunjungannya ke Bardia pun Rommel menyempatkan diri untuk beramah-tamah dengan awak kapal selam Italia yang kebetulan sedang berlabuh disana. Dia kemudian difoto di atas tebing yang menjorok ke pantai dengan latar belakang sebuah kapal selam Italia yang sedang berlayar meninggalkan pelabuhan. Kemungkinan kapal selam ini berasal dari kelas Atropo of the Foca (Anjing Laut) dengan berat 1.109 ton yang biasa digunakan untuk menanam ranjau laut. Dia baru saja mengantarkan 60 ton bahan bakar ke pelabuhan Bardia

 Para anggota sebuah kompi tank berat Jerman berpose bersama dengan dua buah tunggangan andalan mereka, Panzerkampfwagen VI Tiger (8,8 cm L/56) Ausf.E (Sd.Kfz. 181). Detasemen Tank Berat Jerman (schwere Panzerabteilungen), adalah unit tank elite dalam Perang Dunia II seukuran batalyon yang dilengkapi dengan Tiger I, dan kemudian Tiger II. Pada awalnya unit semacam ini ditujukan untuk bertempur secara ofensif dalam operasi penembusan pertahanan musuh, tapi kemudian situasi perang yang makin memburuk memaksa mereka digunakan untuk tujuan defensif dengan menyediakan tembakan pendukung serta ujung tombak dalam serangan balik ke wilayah-wilayah dimana pasukan lapis baja musuh berhasil menembus masuk pertahanan Jerman. Karenanya dalam beberapa kesempatan mereka kadang direorganisasi menjadi Kampfgruppen (Grup-Grup Tempur) yang hanya digunakan sementara dan sesuai kebutuhan saja sebelum dikembalikan kembali ke unit asal mereka


 
17 September 1944. Private First Class Clifton C. Rhodes (kiri) dan Lieutenant Edwin O. Guthman dari 339th Infantry Regiment/85th Division/Fifth Army Amerika berjaga-jaga di posisi pertahanan Hill 732 (Gothic line), Grezzano, Italia, yang baru saja direbut dari tangan Jerman. Mereka menggunakan senapan mesin MG 42 (Maschinengewehr 42) hasil rampasan dari tangan musuhnya. Foto ini merupakan koleksi NARA Archives dengan kode 5/MM-44-3604 dan sebagai fotografernya adalah McQuarrie (31S1 SIG SV CO)


Sumber :
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
Majalah "Luftwaffe im Focus" Spezial No.1 tahun 2003
Foto koleksi NARA Archives
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.avaxnews.com

Rabu, 09 Juni 2010

Album Foto Infanterie Regiment 90 Dalam Operasi Fall Gelb (Penyerbuan Jerman Ke Prancis dan Negara-Negara Bawah)

Mari kita mabok sampe muntah!


Pasukan pengganti baru saja tiba


Infanterie Regiment 90 kini berada di Besançon!


Pusat perekrutan tentara Prancis di Besançon. Juga diperlihatkan gerbang tua kota


Dalam perjalanan ke Paris, kami singgah sebentar di Château Montereau yang terletak di Blaisy-Bas


Jembatan baru di atas sungai Loire, dengan latar belakang Château of Sully-sur-Loire yang begitu indahnya


Para pasukan asyik berenang di sungai Loire



BAND OF BROTHERS bagian 2
Versailles, kediaman para raja-raja Prancis, merupakan sebuah tempat yang seakan menjadi simbol pula bagi rakyat Jerman. Tempat itu menjadi lokasi dideklarasikannya Kekaisaran Jerman pada tahun 1871, dan juga penandatanganan Perjanjian Versailles tahun 1919. Isi dari perjanjian yang dibuat setelah Perang Dunia I usai tersebut begitu menyakitkan bagi rakyat Jerman


Prajurit Jerman berkumpul di Gerbang Emas Istana Versailles


Patung berkuda Raja Louis XIV. Pada tahun 1682, “Château de Versailles” menjadi kediaman resmi dari sang Raja Matahari dan anggota keluarganya


Mengagumi 1001 keajaiban yang ditawarkan Versailles


Ruangan kaca yang "berhantu"


"Untuk semua kemenangan yang telah diraih Prancis"


Peraih Pour le Mérite, General der Infanterie Walter Bergmann, baru saja datang ke halaman berlapis pualam dari istana Versailles dengan diantar oleh Oberst Dietrich Kraiß (pangkat terakhir: Generalleutnant). Bergmann sendiri merupakan Kolonel Kehormatan dari Infanterie Regiment 90, dan atas kapasitasnya itulah dia menjadi pemimpin dari upacara yang akan diselenggarakan ini


Parade akan diselenggarakan di teras yang berada di bagian belakang istana kerajaan, dengan taman yang luar biasa indah sebagai latar belakangnya


Instruksi terakhir diberikan kepada para perwira oleh Oberstleutnant Hans Traut


Oberstleutnant Hans Traut (kiri) di antara para prajurit Infanterie Regiment 90


General der Infanterie Walter von Bergmann bertemu dengan para perwira dari Infanterie Regiment 90 diiringi oleh Oberst Dietrich Kraiß


General der Infanterie Walter von Bergmann memeriksa pasukan. Foto kiri dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Hans Traut, Oberst Dietrich Kraiß dan jenderal Bergmann


Oberleutnant Erwin Koopmann (gambar kanan di latar depan) memperhatikan dengan serius ketika General der Infanterie Walter Bergmann memberikan pidatonya. Dengan bangga dia memperlihatkan Baltic Cross yang didapatkannya pada tahun 1919, sebuah salib yang dilengkapi dengan lambang fleurs de lys di keempat ujungnya. Fleurs de lys sendiri adalah sejenis bunga yang diidentikkan dengan monarki Prancis


Kini upacara telah usai. General der Infanterie Walter von Bergmann dan Oberst Dietrich Kraiß meninggalkan lokasi. Oberstleutnant Hans Traut berada di kanan pada foto kiri


Istana Versailles yang dibenci kini telah sepenuhnya di tangan Jerman. Adieu!


Paris... begitu dekatnya tapi terasa begitu jauhnya!
Tugu peringatan untuk mengenang Marie-Joseph Paul Yves Roch Gilbert du Motier, Marquis de La Fayette, yang terletak di Ville d'Avray dan menjadi gerbang ke Versailles (patung perunggu dari Marquis de La Fayette saat ini tinggal kenangan karena telah hilang entah kemana. Masih menjadi misteri di Prancis akan kemana perginya patung yang pastinya berbobot sangat berat tersebut!). Foto bawah kanan memperlihatkan bagian perbekalan pasukan sedang membagi-bagikan pemberitahuan arah tujuan


Barikade karung pasir di perbatasan kota Paris


PARIS DI MATA ORANG JERMAN
Semuanya naik! Mari kita berkeliling kota terindah di dunia ini bersama dengan I.Bataillon/90. Infanterie Regiment


Prajurit Wehrmacht sedang mengagumi arsitektur Arc de Triomphe


Arc de Triomphe, gerbang kemenangan Napoleon Bonaparte


Nama-nama pertempuran yang telah dilakoni Prancis, di antaranya adalah: Halle, Lübeck, dan Danzig


Makam prajurit tak dikenal: "Disini berbaring seorang prajurit Prancis yang telah gugur demi tanah airnya 1914-1918"


Gedung Bursa Saham dan guide orang Prancis yang mengantar kami berjalan-jalan


Gereja Madeleine


Obelisk Luxor dan Place de la Concorde


Lansekap utama kota Paris dan Prancis: menara BNI eh Eiffel!


Tempat observasi favorit kami


Lokasi tempat berlangsungnya "World Exhibition 1937"


Place du Trocadéro dan sepanjang sungai Seine


Musium seni Louvre dan gedung opera Paris


Panthéon dan Avenue des Champs-Élysées


Monumen Pertemuan Nasional di dalam Panthéon


Notre-Dame de Paris, tempat yang menjadi latar belakang cerita terkenal Si Bungkuk dari Notre Dame


Gereja Invalides dan rampasan perang dari era sebelumnya


Invalides dan altar


Tugu peringatan Marsekal Ferdinand Foch dan makam Napoleon Bonaparte di Invalides


Mengunjungi Basilika Sacré-Coeur


Basilika Sacré-Coeur


Jalan-jalan sekaligus cuci mata melihat wanita-wanita Prancis yang terkenal jelita!


Setelah menghabiskan masa bersenang-senang di Paris selama beberapa hari, Infanterie Regiment 90 ditugaskan ke garis demarkasi antara wilayah Prancis yang diduduki Jerman dengan wilayah boneka Vichy untuk bertugas sebagai pasukan pengawas. Foto kanan bawah memperlihatkan pasukan sepeda motor sedang berkendara di sepanjang sisi sungai Loire, dimana di latar belakang terlihat jembatan yang menuju ke Gien. Foto kirinya adalah suasana jalan di Gien. Puing-puing sisa perang yang berlangsung beberapa minggu sebelumnya masih jelas terlihat


Akibat perang di Gien...


Pada tanggal 1 Agustus 1940 Gefreiter Willy Neure secara tragis meninggal dalam sebuah kecelakaan di jalan raya. Usianya baru saja menginjak 23 tahun. Mari kita ikuti rangkaian foto upacara pemakamannya dari awal sampai akhir:


Upacara pemakaman Gefreiter Willy Neure. Jenazah dibawa menuju ke lokasi pekuburan. Rekan-rekannya telah bersiap untuk memberikan tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir


Jenazah dibawa ke liang lahat dan peti diturunkan


Oberstleutnant Hans Traut memberikan kata-kata perpisahan. Setelah itu perlahan-lahan jenazah Willi diturunkan ke lubang yang telah disediakan. Korps musik mengiringi dengan lagu "Smells Like Teen Spirit"


Kini peti jenazah siap untuk ditutup dengan tanah. Oberstleutnant Hans Traut berdiri di antara para perwiranya


Makam Willy kemudian dipindahkan dari Bazolles ke Kompleks Kuburan Tentara Jerman di Andilly


Di Aunay-en-Bazois, para Battalion-Offiziere-Korps memutuskan untuk menginap di kastil Aunay


Oberstleutnant Hans Traut di Château d'Aunay. Sang komandan membagikan beberapa Wound's Badge. Upacara ini akan dilanjutkan oleh beberapa foto "tidak serius" di bawah


FLITTERWOCHEN
Rheinisches Landestheater Neuss mempersembahkan "Bulan Madu"
Sebuah komedi dalam tiga aksi oleh Paul Helwig
"Sabine bertunangan dengan Willi, seorang pria yang baik tapi hampir tidak punya impian. Sabine khawatir ibunya tidak akan menyukai tunangannya, sehingga ia memutuskan bahwa sedikit kebohongan tidak akan menjadi masalah."
"Ketika Willi sedang pergi dalam suatu perjalanan, Sabine memohon bantuan kepada teman Ulla yang bernama Dr. Stiebel untuk berpura-pura menjadi tunangannya. Dia lalu mengundang ibunya agar datang berkunjung. Yang jadi masalah adalah, bagaimana bila tunangan asli Sabine yaitu Willi tiba-tiba memutuskan untuk pulang lebih cepat? Semuanya menjadi dipenuhi tipu muslihat dan keadaan benar-benar lucu, tapi tidak bagi pasangan muda yang baru bertunangan ini!"


Suasana di belakang panggung


Penonton sudah tidak sabar menunggu, sementara sang aktor diingatkan untuk datang tepat waktu!


Sabine, Dr. Stiebel dan Ulla Witten


Ibunya Sabine baru saja datang


Ibu mertua dan pembantu rumah tangga


"Betapa kotornya!" - Tini, pembantu Sabine


General der Infanterie Gustav von Wietersheim, Generaloberst Maximilian von Weichs dan Generalleutnant Mauritz von Wiktorin mengunjungi batalion dalam salah satu kesempatan istimewa


Setelah sukses besarnya kampanye di Barat maka Generalleutnant Mauritz von Wiktorin, sebagai komandan dari Infanterie Division 20, memeriksa pasukannya dengan diiringi oleh tatapan mata Offizier-Korps dan Oberstleutnant Hans Traut


Hans Traut menerima medali bergengsi Ritterkreuz dari tangan komandan Divisi Panzergrenadier ke-20, Mauritz von Wiktorin, tanggal 5 Agustus 1940. Kelak dia menerima tambahan Eichenlaub di Ritterkreuz-nya tanggal 23 Januari 1942


Hans Traut menganugerahkan medali Eiserne Kreuz II klasse kepada beberapa prajurit dan perwira dari Infanterie Regiment 90 yang menunjukkan keperwiraan dan keberanian di medan laga


Hans Traut memberi medali kepada Unteroffizier Sperlich dan Obergefreiter Karl-Heinz Hansen


Hans Traut memberi medali kepada Oberleutnant Casper dan Leutnant Kicker (yang satu hantu, satunya lagi pemain bola!)


Hans Traut memberi medali kepada Obergefreiter Kurt Jacobsen dan Unteroffizier Heinrich Wolgast


Hans Traut memberi medali kepada Unteroffizier Gilbert dan Gefreiter Fritz Staffehl


Upacara dilanjutkan dengan parade untuk menghormati komandan divisi (Generalleutnant Mauritz von Wiktorin) dan para ksatria yang baru menerima Ritterkreuz


Leutnant Kurt Wilhelm Lübke, Oberstleutnant Hans Traut, dan Oberleutnant Robert Meyer mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih telah melihat album foto ini!


Sumber :
www.20pzgrendiv.eu
www.wehrmacht-awards.com