Tampilkan postingan dengan label Foto Medis Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Medis Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 September 2014

Daftar Anggota Medis Wehrmacht Yang mendapat Ritterkreuz

 
 Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker (21 Februari 1914 - 3 September 2005) pertama kali bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 setelah menyelesaikan pendidikan dasar militernya periode 10 Oktober 1936 - 30 September 1938. Saat mobilisasi perang tahun 1939 dia menjadi anggota Infanterie-Regiment 57, tapi kemudian pindah kembali ke unit lamanya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940) dan Rusia (1941). Atas pengabdiannya dalam pertempuran di Jembatan Kuban dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1943 sebagai Sanitäts-Feldwebel der Reserve di Stab II.Bataillon / Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / Gruppe Allmendinger / 17.Armee / Heeresgruppe A, dan tercatat sebagai salah satu dari hanya 14 orang anggota medis di seantero Wehrmacht yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Bagaimana pula ceritanya seorang Sanitäter seperti Bäcker mendapatkannya? Iniliah dia: Dalam pertempuran keempat memperebutkan jembatan Kuban yang sangat vital pada tanggal 18 September 1943, Tentara Merah Rusia menyerbu menggunakan kombinasi tank dan penyembur api, tak henti-hentinya beraksi selama berhari-hari walaupun malam telah tiba sehingga pos komando batalyon tempat Bäcker bertugas pun berhasil dikuasai, termasuk lokasi perawatan prajurit Jerman yang terluka. Dalam situasi yang kritis seperti itu, Bintara medis Bäcker melihat sebuah panzer pendukung infanteri di sekitarnya dan memutuskan untuk menaiki tank tersebut dan mengarahkan awaknya memutar ke belakang posisi pasukan musuh. Bäcker sendiri berada di belakang senapan mesin dan siap siaga dengan granat di tangannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Di sepanjang malam sebiji panzer tersebut melakukan manuver melalui medan yang telah dikuasai Bäcker dengan baik (dia telah bertugas di tempat tersebut selama setahun), sampai akhirnya tank musuh pertama terdeteksi melalui suara mesinnya. Bäcker dan panzernya menghancurkan tank tersebut, dilanjutkan dengan tank kedua dan ketiga melalui perpindahan posisi yang cermat. Ketika meriam panzernya macet, giliran Bäcker yang beraksi dengan senapan mesin dan membabat habis musuh dari arah yang tak mereka duga sama sekali. Pasukan infanteri Rusia menjadi panik dan menyangka adanya serangan balasan oleh kekuatan yang jauh lebih besar (ingat, saat itu gelap gulita!). Mereka pun berlarian mundur meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan terluka. Aksi nekad luar biasa yang dilakukan oleh Bäcker bersama dengan beberapa awak panzer tersebut telah menyelamatkan batalyonnya dari kehancuran sekaligus menstabilkan kembali posisi pertahanan! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Agustus 1941) dan I.Klasse (27 Januari 1942); Verwundetenabzeichen Schwarz (25 November 1941) dan in Silber (9 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Infanterie-Sturmabzeichen (3 Februari 1943); Rumänische Tapferkeits-Medaille l. Klasse in Gold (12 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (18 Juni 1943); serta Nahkampfspange in Silber (3 Agustus 1943)


Sumber :
www.das-ritterkreuz.de

Rabu, 23 April 2014

Album Foto Terluka Dalam Pertempuran (WIA, Wounded in Action)

Prajurit Jerman yang terluka dari 26. Infanterie-Division membopong Zugführer (Kepala Peleton) mereka ke tempat perawatan sementara di garis belakang, Front Timur tahun 1941. Sang Zugführer terluka parah oleh pecahan peluru artileri. Seragam dan celananya telah digunting untuk memudahkan perawatan dari luka-luka yang terutama mengenai kepala, dada dan kakinya. Korban di pihak Wehrmacht meningkat secara geometris seiring dengan makin sengitnya perang yang terjadi antara Jerman dan Rusia. "Trend" ini terus meningkat tanpa ampun sampai dengan hancurnya Nazi Jerman di tahun 1945


Dua orang Landser (prajurit Jerman) membantu rekan mereka yang terluka untuk menjauh dari medan pertempuran di pinggiran kota Stalingrad, September 1942. Luka di bahunya mendapatkan pertolongan pertama setelah dibalut menggunakan Verbandspäckchen (kasa perban). Kalau dia "beruntung", luka yang diderita si prajurit bisa digolongkan sebagai Heimatschuß (luka rumah) yang membuat dia berhak untuk diterbangkan ke tanah air Jerman demi mendapatkan perawatan lanjutan


 Para Panzergrenadier dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" ramai-ramai menaiki panzer dalam kancah Pertempuran Prokhorovka yang merupakan bagian dari Pertempuran Kursk bulan Juli 1943. Foto oleh SS-Kriegsberichter Max Büschel. Dalam pertempuran sengit antar tank yang berlangsung sehari penuh tersebut (12 Juli 1943), 5th Guards Tank Army Soviet yang berkekuatan 850 tank kehilangan lebih dari 400 tanknya yang menjadi korban tank-tank Jerman, sementara LSSAH sendiri mengklaim 192 tank musuh yang berhasil dihancurkan! Ketika mendapat laporan yang luar biasa tersebut, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Paul Hausser (Kommandierender General II. SS-Panzerkorps yang membawahi divisi SS LSSAH, Das Reich dan Totenkopf) tidak langsung mempercayainya dan menyuruh staffnya untuk menghitung sendiri jumlah tank Soviet yang berserakan menggunakan papan tulis dan kapur putih! Jumlah korban yang diderita oleh Waffen-SS di hari itu adalah 70-80 panzer, yang sebagian besar berasal dari SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" (yang kebagian tugas mempertahankan jembatan Psel), sementara SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" sendiri hanya kehilangan 11 panzer! Melihat jumlah kerugian massal yang diderita oleh Tentara Merah di hari itu bisa dibilang sebagai korban tank terbesar dalam satu hari dalam satu pertempuran di sepanjang kancah Perang Dunia II. Perbedaannya terletak pada cepatnya penggantian tank yang hancur oleh pihak Soviet, sementara untuk pihak Jerman tidak semudah itu sehingga setiap kehilangan yang diderita begitu terasa pengaruhnya

 Prajurit muda Heer yang terluka di Riga, Latvia, berpose sambil memamerkan perbannya, 1941/1942


 Prajurit Jerman yang terluka di kamp tawanan


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
www.histomil.com 
www.stabswache-de-euros.blogspot.com
www.talesofwar.tumblr.com
www.yadvashem.org

Rabu, 16 Oktober 2013

Album Foto Ambulans Third Reich



Diabadikan oleh Helmut Ritgen tanggal 2 Oktober 1941 selama berlangsungnya terobosan oleh Panzer-Brigade Koll di utara Vyazma, foto di atas memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah sedang melintasi jalan berdebu (rollbahn) yang banyak terdapat fi Front Timur dan kini mulai mengeras karena efek musim gugur. Di depannya adalah konvoy kendaraan ambulans Phänomen Granit 25H sementara di sebelah kanan adalah sekelompok tawanan Rusia yang sedang digiring menuju kamp penampungan sementara. Di latar belakang tampak asap hitam tebal yang berasal dari depot bahan bakar Rusia yang dibom oleh pesawat-pesawat Stuka Jerman


Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen