Tampilkan postingan dengan label Foto Ekspresi Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Ekspresi Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

Foto Hormat Marsekal

 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


 Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) memberikan salam hormat saat lantunan lagu kebangsaan menggunakan Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang dipegangnya. Ini adalah "hak khusus" bagi para perwira tinggi Jerman dengan pangkat Marsekal atau Laksamana Besar yang membedakannya dengan jenderal biasa (perhatikan perbedaan dengan jenderal Luftwaffe dan jenderal Italia di latar belakang yang melakukan hormat "standar"!). Hanya ada dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat Großadmiral: Erich Raeder dan Karl Dönitz, karenanya hanya dua Admiralstab yang dibuat. Bentuknya hampir sama dengan Marschalstab yang diberikan pada 25 orang Marsekal Wehrmacht (Heer dan Luftwaffe), hanya saja terdapat perbedaan mendasar: Garis velvet tongkat berwarna biru gelap, elang diganti dengan jangkar emas di bagian atas, serta adanya simbol jangkar emas yang sama di antara salib baja dan elang emas di badan tongkat


 Wilhelm Keitel mendapat kenaikan pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall tanggal 19 Juli 1940 seusai kesuksesan operasi Wehrmacht di Front Barat (saat itu dia menjadi Chef Oberkommando der Wehrmacht). Di hari yang sama dia mendapat "jatah" Marschallstab. Saat ini Tongkat Marsekalnya menjadi koleksi pribadi keluarga Keitel dan tidak untuk diperjualbelikan atau dipertontonkan secara terbuka


Marsekal sekaligus Perdana Menteri Rumania Ion Antonescu dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel sama-sama mengacungkan tongkat marsekalnya sebagai pemberian hormat dalam sebuah parade yang digelar dalam pesta Raja Michael I di Bukarest (Rumania) tanggal 16 November 1941. Foto oleh Kriegsberichter Scherl. Terlihat disini bahwa tongkat marsekal Antonescu lebih besar dibandingkan dengan milik Keitel, tapi nggak tahu kalau "tongkat" yang di bawahnya! 


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) berdiri di atas mobil (yang tampaknya adalah sebuah Mercedes-Benz G-4) dalam sebuah acara parade militer Wehrmacht yang dilangsungkan pada tanggal 21 Maret 1944. Tangannya dalam posisi "Stab grüßend" (hormat tongkat) yang merupakan kekhususan bagi para perwira tinggi berpangkat marsekal, yang dilakukan dengan mengacungkan interimstab atau marschallstab sebatas dada



Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat dari para petinggi militernya di hari ulang tahunnya yang ke-55 tanggal 20 April 1944. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Großadmiral Karl Dönitz (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Yang terakhir ada disana mewakili Reichsmarschall Hermann Göring yang berhalangan hadir. Perhatikan bahwa Dönitz memberi hormat dengan marschalstab-nya sementara Milch dengan interimstab-nya! Foto diambil oleh Heinrich Hoffmann di Sandstraße Salzburg


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) mengacungkan Interimstab-nya di posisi "Stab grüßend" (hormat tongkat) dalam upacara pemakaman Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang diadakan di Rathaus (Aula kota) Ulm, Baden-Württemberg, pada tanggal 18 Oktober 1944. Seorang perwira Heer terlihat membawa sebuah Ordenskissen yang berisikan medali dan penghargaan yang telah diraih oleh mendiang selama karir militernya yang cemerlang





Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger
www.elektra.bsb-muenchen.de
www.life.com

Rabu, 08 Oktober 2014

Foto Reuni Tokoh Third Reich

 Empat orang jenderal SS tak lama setelah dibebaskan dari kamp tawanan Soviet, berfoto bareng di Pusat Repatriasi Friedland tahun 1955. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Johann "Hans" Rattenhuber ( 30 April 1897 – 30 Juni 1957), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Gustav Lombard (10 April 1895 – 18 September 1992), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911 - 6 Agustus 2001), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Dr.iur. Dr.rer.pol. Hermann Haertel (12 Mei 1893 - 21 Januari 1970)


Jamuan makan para veteran Waffen-SS dalam acara pertemuan anggota OdR (Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger) yang diselenggarakan di Regensburg pada tahun 1958. Dari kiri ke kanan: Heinz Lammerding, Heinz Macher (belakang), Ernst August Krag dan Ernst Barkmann. Dalam Perang Dunia II mereka sama-sama bertugas di Divisi SS "Das Reich" dan juga sama-sama merupakan peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Ritterkreuzträger). Yang membedakan adalah satuan cabang mereka: Lammerding adalah mantan komandan divisi, Macher dari SS-Panzergrenadier-Regiment 3 "Deutschland", Krag dari SS-Panzeraufklärungs-Abteilung 2 "Das Reich", dan Barkmann berasal dari SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich"


Jamuan makan para veteran Waffen-SS dalam acara pertemuan anggota OdR (Ordensgemeinschaft der Ritterkreuzträger) yang diselenggarakan di Regensburg pada tahun 1958. Duduk di depan dari kiri ke kanan: Heinz lammerding (Das Reichh), Ernst August Krag (Das Reich), Joachim "Jochen" Peiper (Leibstandarte), dan Ernst Barkmann (Das Reich). Dua yang terakhir adalah rekan seperjuangan dari sejak tahun 1945 di Austria ketika Peiper memasukkan unit Barkmann ke dalam Kampfgruppe-nya meskipun dalam waktu yang tidak terlalu lama


 Dietrich Hrabak (kiri) dan Gerhard Barkhorn dalam acara perayaan ulang tahun Hrabak yang diselenggarakan di Münich. Hrabak adalah mantan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 52 sementara Barkhorn adalah mantan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 yang merupakan bawahan Hrabak. Tidak disebutkan perayaan keberapa ulangtahunnya (Hrabak lahir tanggal 19 Desember 1914) atau kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan awal tahun 1980-an


 Pertemuan para veteran Wehrmacht dan Waffen-SS peraih Ritterkreuz (Ritterkreuzträger) pasca Perang Dunia II. Dari kiri ke kanan : Heinrich 'Hein' Springer (Ritterkreuz 12 Januari 1942; pangkat terakhir SS-Sturmbannführer), Ernst Barkmann (Ritterkreuz 27 Agustus 1944; pangkat terakhir SS-Oberscharführer), Heinz Macher (Ritterkreuz 3 April 1943 dan Eichenlaub 19 Agustus 1944; pangkat terakhir SS-Sturmbannführer), Erich Eichler (Ritterkreuz 21 September 1944; pangkat terakhir Major), Theodor Wisch (Ritterkreuz 15 September 1941, Eichenlaub 12 Februari 1944 dan Schwerter 30 Agustus 1944; pangkat terakhir SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS), Günther-Eberhard Wisliceny (Ritterkreuz 30 Juli 1943, Eichenlaub 26 Desember 1944 dan Schwerter 6 Mei 1945; pangkat terakhir SS-Obersturmbannführer), Albert Stenwedel (Ritterkreuz 3 Mei 1945; pangkat terakhir SS-Sturmbannführer), Willy Hein (Ritterkreuz 4 Mei 1944; pangkat terakhir SS-Hauptsturmführer der Reserve), dan Werner Meyer (Ritterkreuz 4 Mei 1944; pangkat terakhir SS-Hauptsturmführer)


 Foto koleksi Mark C. Yerger ini memperlihatkan empat orang Schwerternträger (peraih Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub) berfoto bersama dalam sebuah acara reuni mantan anggota SS-Regiment "Der Führer" di Lenggries awal tahun 1980-an. Dari kiri ke kanan: Otto Weidinger (mantan perwira dari Divisi SS Das Reich yang mendapatkan Schwerter #150 tanggal 6 Mei 1945. Pangkat terakhir SS-Obersturmbannführer), Heinz Harmel (mantan Komandan Divisi SS Frundsberg yang mendapatkan Schwerter #116 tanggal 15 Desember 1944. Pangkat terakhir SS-Brigadeführer), Otto Kumm (mantan Komandan Divisi SS Prinz Eugen yang mendapatkan Schwerter #138 tanggal 17 Maret 1945. Pangkat terakhir SS-Brigadeführer), dan Otto Baum (mantan Komandan Divisi SS Das Reich yang mendapatkan Schwerter #95 tanggal 2 September 1944. Pangkat terakhir SS-Oberführer). Tiga Otto dan satu Heinz!


 Para veteran Waffen-SS dalam sebuah acara reuni yang diadakan seusai perang. termasuk diantaranya adalah anggota awal Leibstandarte SS Adolf Hitler tahun 1933. Dari kiri ke kanan: Theodor "Teddy" Wisch, Jöhnke (di belakang Wisch), Blöth (di belakang Mohnke), Wilhelm Mohnke, Rudolf Sandig, Helmut Beermann, Bergmann, Johannes "Hans" Wellershaus, Alfred Gilles, Albert Stenwedel, Nebel, Karl Auer, Hans Krüger, Hermann Petersen, Karl Rettlinger, Alfred Bünning, Karl Grewe, Karl Kreutz, Dr. Harald Wagner, Meyer, dan Webers


 Dari kiri ke kanan: Herbert Schmeißer, Sylvester Stadler, Günter Liersch, dan Karl Conrad pada acara reuni SS Nachrichtenkameradschaft bulan Mei 1990. Keempat orang ini pernah bertugas di Fernsprechkompanie / Nachrichtensturmbann / SS-Verfügungstruppe tahun 1936. Schmeißer nantinya menjadi Nachrichtenoffizier di SS-Nachrichten-Abteilung 5 "Wiking"; Stadler menjadi perwira infanteri dan komandan 2. SS-Panzer-Division "Das Reich"; Liersch menjadi TFK (Technischer Führer Kraftfahrzeugwesen) di SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf"; dan Conrad menjadi TFK di SS-Panzergrenadier-Regiment 4 "Der Führer"


 
Kedua orang ini sama-sama pernah bertugas di SS-Panzer-Regiment "Das Reich" dalam Perang Dunia II dan sama-sama dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai penghargaan atas keberanian mereka di medan tempur. Setelah 60 tahun berlalu dan mereka masih tetap menjadi sahabat dekat! Dari kiri ke kanan: Fritz Langanke (5 Juli 1919 - 20 Juli 2012) dan Ernst Barkmann (25 Agustus 1919 - 27 Juni 2009)



Sumber :
Buku "Der Dienst" karya Reinhard Gehlen 
Buku "Flucht Über die Ostsee 1944-45 im Bild" karya Heinz Schön
Buku "Soldat in stürzenden Reichen" karya Lothar Rendulic
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi John P. Moore
Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger

Foto koleksi pribadi Markus Lippl
Foto koleksi pribadi Paul E.
www.deutsche-marinesoldaten.de
www.commons.wikimedia.org
www.en.wikipedia.org
www.feldgrau.com

www.feldgrau.net
www.lagoticaritrovata.it
www.lewisheatonbooks.com
www.luftwaffeinprofile.se
www.militaria321.com
www.regencystamps.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.rommel-lebt.com

www.warrelics.eu
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2awards.com

Kamis, 26 Desember 2013

Album Foto Tokoh Nazi Jerman dan Ras Arya (Rambut Pirang/Mata Biru)

HEER

Hauptmann Kurt Arendt (8 Oktober 1917 - 9 Januari 1945) bergabung sebagai Schütze di unit Nachrichtenzug dari Panzerabwehr-Abteilung 21 tanggal 1 Oktober 1936. Dalam kampanye di Polandia, Leutnant Arendt menjadi ajudan di Panzerabwehr-Abteilung 161, dilanjutkan dengan Panzer-Regiment 39 di Rusia. Setelah malang melintang di berbagai unit panzer, pada tanggal 7 November 1944 Hauptmann Arendt ditunjuk sebagai komandan Panzer-Abteilung 5 dan bertempur di Front Barat. Tanggal 9 Januari 1945 batalyon Arendt menjadi bagian dari Kampfgruppe Huss dan terlibat dalam serangan ke Hatten, Niedersachsen. Saat keluar dari hutan pukul 11:00, Kampfgruppe Huss mendapat tembakan gencar dari pasukan Sekutu yang bertahan sehingga komandan grup tempur tersebut memutuskan untuk memutar ke arah utara dan menghantam musuh dari belakang. Manuver ini berhasil sebagian besar berkat kinerja Arendt dan panzer-panzernya. Sayangnya, dia harus membayar keberhasilan ini dengan nyawanya saat gugur di hari yang sama di sekitar wilayah Bitsch, Lorraine. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte di Gleiszellen-Gleishorbach, makam no.60. Untuk menghargai jasa-jasanya, komandan Arendt mengajukan proposal penganugerahan Ritterkreuz ke Oberkommando Wehrmacht, dan proposal tersebut disetujui. Dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 24 Februari 1945 sebagai Kommandeur Panzer-Abteilung 5 / Kampfgruppe Huss / 25.Panzergrenadier-Division / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe G. Klaim istri mendiang bahwa dia juga dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Major masih belum terbukti. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Desember 1939) dan I.Klasse (1 Agustus 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (18 Agustus 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (30 Januari 1944). BTW, foto Arendt menggunakan Ritterkreuz di atas, medalinya merupakan hasil tempelan meskipun tidak kelihatan bohongnya!


 
Generalmajor Erich Bärenfänger (12 Januari 1915 - 2 Mei 1945) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Führer III.Bataillon / Infanterie-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / LIV.Armeekorps / 11.Armee / Heeresgruppe A, Eichenlaub #243 tanggal 17 Mei 1943 sebagai Hauptmann dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / XXXXIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A, serta Schwerter #45 tanggal 23 Januari 1944 sebagai Major dan Kommandeur III.Bataillon / Grenadier-Regiment 123 / 50.Infanterie-Division / XXXXIX.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe A. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: DRL Sportabzeichen; SA-Sportabzeichen (12 November 1934); Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1 Juli 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in silber (23 Juli 1941); Verwundetenabzeichen in Silber (9 Agustus 1941); Ordinul Coroana României, spade în grad de Cavaler Rumania (13 Agustus 1941); Deutsches Kreuz in Gold (26 Desember 1941); Verwundetenabzeichen in Gold (10 Januari 1942); Voenen Orden "Za Hrabrost" IV stepen, 1 klas Bulgaria (7 Februari 1942); Badge of Honor of Bulgarian Infantry in Silver Bulgaria (7 Februari 1942); Medalia Cruciada împotriva comunismului Rumania (23 Mei 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (5 Agustus 1942); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (14 Agustus 1942); Krimschild (2 November 1942); Ehrenbürger der Stadt Menden (4 Maret 1944); serta Ehrenring der Stadt Menden (4 Maret 1944). Biografi singkatnya bisa diliat DISINI


 
Leutnant Josef Schreiber (24 Desember 1919 – MIA 1 Februari 1945) mendaftar sebagai anggota Wehrmacht tanggal 14 Agustus 1938. Dalam pertempuran di Rusia komandan peletonnya gugur sehingga Schreiber ditunjuk untuk menggantikannya. Dia berhasil menghalau serangan Tentara Merah sehingga dianugerahi Eisernes Kreuz I.Klasse. Dalam pertempuran di Dataran Tinggi Oreleine dia dan peletonnya mampu membasmi serangan malam Rusia yang datang bertubi-tubi sehingga karenanya Schreiber dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Maret 1943 (Feldwebel dan Zugführer 4.Kompanie/Sturm-Regiment 14/78. Sturm-Division). Dalam Pertempuran Kursk kepahlawanannya semakin menjadi-jadi dan beberapa kali dia berhasil menduduki bunker musuh yang dipertahankan dengan ketat. Saat kompinya tinggal tersisa 30 orang dan komandan kompinya pun terbunuh, Schreiber lah yang ditunjuk untuk menggantikannya! Dia langsung memimpin pasukan kecilnya untuk menyerang sisa pertahanan Rusia sekaligus mengeliminasi setiap serangan balasan yang datang. Prestasi ini tidak bisa dipandang sebelah mata, dan Schreiber pun diganjar Eichenlaub #309 tanggal 5 Oktober 1943 (Oberfeldwebel dan Zugführer 7.Kompanie/Sturm-Regiment 14/78. Sturm-Division). Setelah itu dia ditarik dari front dan ditunjuk sebagai instruktur di Kriegsschule V Poznan. Saat pasukan Rusia menyerbu wilayahnya tahun 1945, dia memimpin 2.000 orang kadet untuk bertempur habis-habian. Nasibnya kemudian tak diketahui, dan Schreiber dinyatakan hilang per 1 Februari 1945. Medali lain yang diraihnya: Infanterie-Sturmabzeichen (16 Agustus 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse (18 September 1941); serta Nahkampfspange in Bronze dan in Silber (20 Oktober 1943)


 Leutnant Walter Wiggers adalah seorang perwira Heer yang lahir pada tanggal 22 April 1919. Dia dinyatakan hilang dalam pertempuran melawan pasukan Rusia di Königsberg / Ellakrug / Molchengen / Nautzken (Prusia Timur) tanggal 1 Januari 1945 (tahun baru!) dan sejak saat itu mayatnya - atau keberadaannya - tak pernah ditemukan. Foto ini sendiri diambil pada tahun 1944 dengan keterangan nama serta feldpostnummer 73648. Sebenarnya dari nomor pos lapangannya tersebut kita bisa mengetahui unit tempat Wiggers bertugas, tapi ternyata nomor yang disebutkan dalam foto ini tidak dikenal. Jangan-jangan nomor togel?

-----------------------------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Oberst Werner Baumbach (27 Desember 1916 - 20 Oktober 1953) adalah seorang pilot pembom Luftwaffe yang menjadi spesialis penghancur kapal-kapal Sekutu di samudera. Dalam 200+ misi tempur yang pernah dijalaninya, Baumbach tercatat menenggelamkan tidak kurang dari 300.000 GRT kapal musuh! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #14 tanggal 8 Mei 1940 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) / X.Fliegerkorps / Luftflotte 5, Eichenlaub #20 tanggal 14 Juli 1941 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 3, dan Schwerter #16 tanggal 17 Agustus 1942 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30) / Fliegerführer Nord (Ost) / Luftflotte 5. Di akhir perang Baumbach ditunjuk sebagai komandan unit misterius Kampfgeschwader 200 (KG 200). Saking misteriusnya unit ini, bahkan dalam memoar yang dibuatnya seusai perang tak satu pun kata yang dia ucapkan tentangnya! Baumbach kemudian berimigrasi ke Argentina untuk membantu diktator Juan Peron dalam membangun angkatan udara negaranya. Dia tewas dalam sebuah kecelakaan udara pada tahun 1953 saat menerbangkan pesawat pembom Lancaster. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Mei 1940); Narvikschild; Bild des Reichsmarschalls im Silberrahmen (1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (22 Maret 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (22 April 1941); Goldenes HJ-Abzeichen; Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen mit Brillanten (14 Juli 1941); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger "Einsatzzahl 200". Biografi singkat tentangnya bisa dilihat DISINI

 -----------------------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

 
 Kapitänleutnant Wilhelm Anhalt (28 Maret 1917 - 13 Mei 1979) bergabung dengan Kriegsmarine tanggal 10 Agustus 1936 dan ditempatkan di kapal penyapu ranjau "R 38" dan "R 39". Dia terlibat dalam operasi laut di Gdansk, Weserübung, Laut Utara, serta Calais-Boulogne. Dalam invasi Sekutu ke Normandia flotilla penyapu ranjau (Räumbootsflottille) di bawah Anhalt menunjukkan prestasi yang mengesankan sehingga dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 3 Juli 1944 sebagai Chef 4.Räumbootsflottille / Marineoberkommando West. Setelah pantai Prancis dikuasai Sekutu, unit tempat Anhalt bergabung ditarik ke Norwegia dan menjalani tugas patroli dan pengamanan di wilayah Skagerrak sampai perang usai. Saat itu dia ditempatkan di 3. Minenräum-Division, unit yang begitu penting sehingga tetap bertugas sampai tanggal 20 Desember 1947, dua tahun setelah usainya perang! Setelahnya Anhalt bergabung dengan Bundesmarine (1 Mei 1956 - 31 Maret 1973) dan pensiun dengan pangkat Fregattenkapitän. Dia meninggal dunia di Huntsville, Ontario (Kanada), tanggal 13 Mei 1979. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (20 November 1939) dan I.Klasse (2 Oktober 1940); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 jahre; Kriegsabzeichen für Minensuch-, U-Boot-Jagd- und Sicherungsverbände (12 November 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (1 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold (12 Februari 1942); serta Verdienstkreuz am Bande (30 Oktober 1972)

-----------------------------------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI



SS-Obersturmbannführer Christian Tychsen (3 Desember 1910 - 28 Juli 1944) bergabung dengan SS bulan Desember 1931. Dia adalah salah satu komandan perang Waffen-SS dari Divisi Das Reich yang paling disegani dan melegenda karena keberaniannya di medan pertempuran. Divisi SS Das Reich sendiri mempunyai reputasi tempur yang menakutkan dan terlibat di hampir semua medan pertempuran besar dalam Perang Dunia II. Mereka dipimpin oleh beberapa dari komandan Waffen-SS paling enerjik dan jempolan sehingga selalu memberikan hasil yang memuaskan saat bertempur, baik dalam posisi menyerang ataupun bertahan. Panzer-panzer dari divisi ini memegang peranan penting dalam kampanye di Kharkov (Februari-Maret 1943) dan berhasil menghancurkan total 292 tank Soviet, sementara mereka sendiri hanya kehilangan 77 tank! Pertempuran ini mencuatkan nama Bataillonskommandeur Tychsen yang tak kenal lelah bertempur dan selalu memberi contoh pada anakbuahnya dengan selalu berada paling depan, menonjolkan mobilitas tinggi demi menghantam musuh di lokasi terlemah mereka. Atas jasa-jasanya dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Maret 1943 sebagai SS-Sturmbannführer dan Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" / SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Tychsen lalu mengambil alih resimen panzer Das Reich setelah komandan sebelumnya, SS-Obersturmbannführer Hans-Albin Freiherr von Reitzenstein, bunuh diri bulan November 1943. Atas aksinya di bulan itu pula Tychsen diganjar dengan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #353 sebagai SS-Sturmbannführer dan Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" / XXXXVIII.Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, setelah berhasil menghancurkan delapan tank musuh dalam satu pertempuran! Setelah terluka di medan perang tidak kurang dari sembilan kali, sang jenius panzer SS terbunuh di malam tanggal 28-29 Juli 1944 saat kendaraan yang ditumpanginya disergap oleh tank Sherman Amerika di palagan Normandia. Jenazahnya kemudian dijarah oleh awak tank yang menembaknya sehingga hanya menyisakan seragam saja. Selama beberapa waktu Tychsen dikuburkan sebagai "Unbekannter der Deutscher Soldat" (prajurit Jerman tak dikenal), sampai akhirnya pada tahun 1968 jenazahnya berhasil dikenali dan dimakamkan kembali dengan penuh kehormatan di pemakaman umum tentara Jerman yang terletak di Marigny (Prancis). Pada saat kematiannya Tychsen baru dua hari "mencicipi" posisi sebagai komandan Divisi SS Das Reich yang membesarkan namanya! Untuk biografi singkat Christian Tychsen bisa dilihat DISINI



Foto di masa muda ini digunakan oleh SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Paul Worm (13 Februari 1893 - 31 Mei 1956, jabatan terakhir Stab SS-Oberabschnitt "Donau") dalam file SS pribadinya. Disini dia mengenakan 1914 Eiserne Kreuz I.Klasse serta Flieger-Erinnerungsabzeichen 1914, sebuah medali yang dikenakan oleh pilot Prusia yang tak lagi aktif bertugas terbang. Karenanya, medali ini biasa disebut pula sebagai "medali pensiunan pilot". Perhatikan bahwa saking "bule"nya orang ini sehingga lebih mirip orang albino!


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
www.forum.axishistory.com
www.Wehrmacht-awards.com

Senin, 14 Oktober 2013

Foto Gandengan Tangan (Solidaritas dan Kebersamaan)



Empat orang pilot jagoan dari 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" yang dikenal dengan nama "Abbeville Boys" berfoto bersama di Front Kanalküste pada saat pelepasan Staffelkapitän Müncheberg menjadi Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 26, bulan September 1941. Dari kiri ke kanan: Leutnant Theodor "Theo" Lindemann (25 November 1914 - 16 Agustus 1998. 8 fliegerabschüsse), Hauptmann Joachim "Jochen" Müncheberg (31 Desember 1918 - 23 Maret 1943. 135 fliegerabschüsse), Oberleutnant Wilhelm-Ferdinand "Wutz" Galland (23 Oktober 1914 - 17 Agustus 1943. 55 fliegerabschüsse), dan Oberleutnant Kurt Ebersberger (11 Februari 1914 - 24 Oktober 1943. 28 fliegerabschüsse)


Foto ini diambil dari buku "Leibstandarte SS Adolf Hitler Album Historique" karya Georges Bernage, Ronald McNair, Jean-Claude Perrigault, dan Herbert Walther. Para perwira 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" berfoto bersama tanggal 5 Mei 1943, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Führer SS-Flak-Abteilung 1), SS-Sturmbannführer Dr. Fritz Greineder (Divisionsgericht Abteilung III), SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-regiment 1), SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1), SS-Standartenführer Simon Füss (Chef Stabskompanie SS-Panzer-Regiment 1), SS-Sturmbannführer Karl Leiner (Kommandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 101), dan SS-Unterscharführer Hermann Ganzmüller (Stabsschreiber 1. SS-Panzergrenadier-Division "LSSAH"). Leiner sempat menjadi komandan resimen panzer ke-1 SS selama beberapa waktu sebelum digantikan oleh Schönberger


 Para Ritterkreuzträger dari Schlachtgeschwader 1 (SG 1) berfoto bersama di akhir tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Staffelkapitän 5./SG 1 Oberleutnant Georg Dörffel (RK 21 Agustus 1941 dan EL #231 14 April 1943), Gruppenkommandeur I./SG 1 Hauptmann Alfred Druschel (RK 21 Agustus 1941, EL #118 3 September 1942 dan SW #24 19 Februari 1943), Staffelkapitän 7./SG 1 Leutnant Josef Menapace (RK 20 Agustus 1942), dan Staffelkapitän 3./SG 1 Oberleutnant Heinz Frank (RK 3 September 1942 dan EL #172 8 Januari 1943). Mereka semua nantinya akan gugur dalam pertempuran, dimulai dari Menapace tanggal 6 Oktober 1943, disusul oleh Dörffel tanggal 26 Mei 1944, Frank tanggal 7 Oktober 1944, dan Druschel tanggal 1 Januari 1945


Foto koleksi Mark C. Yerger ini memperlihatkan enam orang perwira dari SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" yang berpose bareng di Erlangen pada musim semi tahun 1943 tak lama setelah Pertempuran Kharkov usai. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Karl Mühleck (Zugführer di 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 4 Juni 1944 dan gugur tanggal 26 Desember 1944), SS-Obersturmführer Joachim-Günther Schöntaube (Chef 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich", dengan satu strip Panzervernichtungsabzeichen yang diraihnya saat masih menjadi anggota SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 5 "Wiking"), SS-Hauptsturmführer Herbert Kuhlmann (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 13 Februari 1944), SS-Hauptsturmführer Friedrich Holzer (Chef 1.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Memakai Deutsches Kreuz in Gold yang dia raih tanggal 21 Februari 1942, dan nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 10 Desember 1943), serta SS-Untersturmführer Josef Zacharias (Zugführer di 1.Kompanie / SS-Panzer-Regiment "Das Reich"). Untuk SS-Untersturmführer yang berdiri paling kanan masih belum diketahui identitasnya


 Foto ini diambil di Kiel, Jerman, tanggal 20 September 1943 dan memperlihatkan tiga orang awak U-861. Dari kiri ke kanan: Obermaschinist Karl Fink, Kapitänleutnant (Ing.) Herbert Panknin, dan Obermaschinist Hans Bandy. Panknin mengenakan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 September 1943) serta Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942), sementara Bandy mengenakan Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) di kerah lapelnya


 Para anggota SS-Panzer-Regiment 2 / 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" ini berfoto bersama tak lama setelah upacara penganugerahan Eisernes Kreuz II.Klasse. Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang berdiri keempat dari kiri adalah SS-Oberscharführer Ernst Barkmann (Panzerkommandant di 4.Kompanie / I.Abteilung), sementara keempat dari kanan (tanda "+") adalah SS-Oberscharführer Egon Corth (Schirmmeister di 4.Kompanie / I.Abteilung) yang menjadi salah satu saksi aksi super keren Barkmann di dekat Le Lorey (Normandia) pada tanggal 27 Juli 1944 yang terkenal dengan nama "Barkmann's Corner" (Sudut Barkmann). Pada peristiwa tersebut Corth bersembunyi di rerimbunan pinggir jalan diantara posisi Panther Barkmann dengan rombongan Sherman. Ikut ngumpet bersamanya bintara SS Werner Heinze dan Karl Kreller


Para Ritterkreuzträger dari Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" berfoto bersama Oberst im Generalstab Friedrich Kless (ketiga dari kiri) yang merupakan mantan Kommandeur II./KG 55. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Robert Seib (Staffelkapitän 6./KG 55. RK 9 Oktober 1943), Major Karl-Heinrich Höfer (Gruppenkommandeur II./KG 55. RK 3 September 1943; EL 18 November 1944), Oberst i.G. Friedrich Kless (Chef des Generalstabes Luftflotte 6. RK 14 Oktober 1940), Major Wilhelm "Willy" Antrup (Geschwaderkommodore KG 55. RK 13 November 1942; EL 18 November 1944), Hauptmann Eitel-Albert Barth (Staffelführer 4./KG 55. RK 24 Maret 1943), dan Oberleutnant Josef Luxenburger (Beobachter 4./KG 55. RK 3 April 1943)

Hauptmann (W) Egon Aghta bukanlah satu-satunya anggota tim penjinak bom yang menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, meskipun dia adalah satu-satunya yang dianugerahi Eichenlaub. Disini Aghta (kedua dari kiri) berfoto di Berlin bersama dengan dua orang Ritterkreuzträger dari Feuerwerker, Karl Kudla (kiri) dan Siegfried Rieger (kanan). Kasual banget kan foto ini? senyum berkembang seakan-akan suasana damai menyelimuti. Padahal bila dilihat dari Ritterkreuz yang terlihat terpasang di leher Kudla dan Rieger, bisa dipastikan bahwa foto ini dibuat paling awal adalah tanggal 18 April 1945, tanggal dimana Kudla dan Rieger menerima Ritterkreuz-nya. Tapi bila kita melihat dari tradisi bahwa si Ritterkreuz biasanya menggelantung melebar dengan pitanya di hari dia dianugerahkan, maka saya bisa meyakinkan kepada Om-Om cabul semua bahwa foto ini diambil SETELAH tanggal tersebut. Lah, terus emang kenapa? Simpel, foto ini diambil di tengah berkecamuk serunya pertempuran Berlin di sekeliling mereka!!!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger
www.militaryautographs.com 
www.reibert.info
www.wehrmacht-awards.com

Senin, 07 Juni 2010

Foto Tokoh Nazi Jerman Di Masa Muda Dan Sesudah Zaman Nazi

HEER 

Generaloberst Heinz Guderian (1888-1954). Foto kiri memperlihatkan Guderian muda sebagai seorang Leutnant di Hannoversches Jäger-Bataillon Nr. 10, di foto di Bitsch (Swiss) tahun 1908. Dari tahun 1901 s/d 1907 dia mengikuti pelatihan di berbagai sekolah militer, dan pada akhirnya mendarat di unit yang disebutkan sebelumnya, yang dikomandani oleh ayahnya sendiri, Friedrich Guderian. Setelah mengikuti akademi perang di Metz, dia lulus sebagai seorang Leutnant (Letnan Dua) tahun 1908



Erwin Rommel (1891-1944) ketika baru saja menikah dengan wanita pujaannya Lucie Marie Mollin di tahun 1916 (foto kiri), dan setelah menjadi panglima Afrikakorps di Afrika Utara (foto kanan)
 
---------------------------------------------------------------------------
LUFTWAFFE

Major Horst Ademeit (8 Februari 1912 - 7 Agustus 1944) adalah mantan insinyur teknik yang kemudian menjadi jagoan udara Luftwaffe terkemuka dari Jagdgeschwader 54 (JG 54) "Grünherz" dengan 166 kemenangan udara dari 600+ misi tempur (146 diantaranya diraih di Front Timur). Dia meraih kemenangan pertamanya tanggal 18 September 1940 dalam Pertempuran Britania, sementara kemenangan yang ke-100-nya dicapai di Rusia tanggal 15 Januari 1944. Dalam sebuah kejar-mengejar dengan II-2 Shturmovik di garis belakang Soviet tanggal 7 Agustus 1944, Hauptmann Ademeit dinyatakan hilang dan tak pernah ditemukan kembali. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan menjadi Major. Medali-medali yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (7 September 1940) dan I.Klasse (5 September 1941); Flugzeugfährerabzeichen; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (8 Desember 1941); Deutsches Kreuz in Gold #1/33 (25 Februari 1942); Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger; serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (16 April 1943) mit Eichenlaub #414 (2 Maret 1944)


Generalmajor Luftwaffe Hermann Fricke (1890-1946). Dia adalah mantan pilot pada Perang Dunia Pertama yang juga adalah peraih medali bergengsi Pour le mérite. Setelah perang berakhir dia melanjutkan karir di kepolisian, dan kemudian masuk ke Luftwaffe tahun 1935. Fricke dipenjarakan oleh Sekutu selepas Perang Dunia II, dan meninggal di rumah sakit Augsburg (Jerman) dengan status sebagai tawanan perang pada tanggal 14 Mei 1946



Generalmajor Hermann Frommherz (1891-1964) dari Luftwaffe. Dia adalah mantan jagoan terbang dalam Perang Dunia Pertama dengan 33 kemenangan udara


Hauptmann Hans-Joachim Marseille (1919-1942) adalah jagoan udara Luftwaffe yang memegang rekor sebagai pilot yang paling banyak menembak jatuh pesawat Sekutu Barat (158 kemenangan udara)! Foto di kiri memperlihatkan saat dia baru saja lulus dari sekolah tahun 1938. Sekolah pertamanya adalah 12. Volksschule Berlin (1926-1930), dilanjutkan dengan Prinz Heinrich Gymnasium di Berlin-Schöneberg (1930-1938). Pada awalnya dia digolongkan sebagai murid yang pemalas dan berkali-kali kena masalah karena sifatnya yang jahil. Dia juga dikenal sebagai anak pemberontak dan tak berdisiplin, sebuah karakter yang kelak berkali-kali membawanya pada masalah. Menjelang berakhirnya masa sekolahnya dia mulai bertanggungjawab dan mengikuti sekolahnya dengan lebih serius. Hasilnya? Dia meraih gelar Abitur-nya sebagai salah satu lulusan termuda (17 tahun 6 bulan) pada awal tahun 1938! Dari sana dia mengutarakan keinginannya untuk menjadi "perwira penerbang"

 
Generalmajor Albert Müller-Kahle (1894-1941) adalah mantan penerbang dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi Pour le Mérite tanggal 13 Oktober 1918 atas kesuksesannya mengarahkan tembakan artileri raksasa jarak jauh Jerman ke Paris dari udara sejauh 100km! Dalam Perang Dunia Kedua dia ditugaskan sebagai Komandan Luftwaffe di OKW. Sang peraih PlM ini secara tragis memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri pada tanggal 17 Oktober 1941 gara-gara berselisih paham dengan Generaloberst Heinz Guderian masalah kabel telepon! Akhir yang menyedihkan bagi seorang pahlawan perang Jerman...

 ---------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE
 
Admiral Wilhelm Canaris (1887-1945). Di foto kiri adalah Canaris sebagai kapten U-boat dalam Perang Dunia Pertama, tepatnya tahun 1918, sementara foto kanan adalah dia sebagai Admiral di tahun 1940. Perasaan wajahnya nggak banyak berubah ya? Tetep aja tua!


Admiral Paul Wenneker (1890-1979) ketika masa muda sebagai Leutnant zur See di tahun 1913 (kiri), dan setelah menjadi Vizeadmiral sekaligus atase militer Jerman di Tokyo tahun 1944

---------------------------------------------------------------------------

FREIWILLIGEN

Waffen-Oberscharführer der SS Harald Nugiseks (22 Oktober 1921 - 2 Januari 2014) dilahirkan di peternakan Vanaõu, desa Karjaküla, Särevere Parish, Järva maakond (Estonia). Dia secara sukarela bergabung dengan Estee Legion (Legiun Estonia) tahun 1943. Nugiseks dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 April 1944 sebagai sebagai Waffen-Unterscharführer der SS dan Zugführer di 1.Kompanie / I.Bataillon / SS-Freiwiligen-Grenadier-Regiment 46 (estnische Nr.2) / 20.Estnische SS-Freiwilligen-Division / III.(Germanische) SS-Panzerkorps) / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord setelah berhasil merebut jembatan Vaasa-Siivertsi-Vepsküla dari tangan pasukan Soviet. Berkali-kali usaha sebelumnya telah gagal dan batalyon Nugiseks kehilangan hampir semua perwiranya. Sang Bintara lalu maju ke depan untuk menerima tongkat komando serangan. Segera dia merubah taktik: Semua suplai granat tangan dibawa ke front menggunakan kereta ski sehingga para penyerang tidak usah bolak-balik ke belakang melintasi ladang ranjau manakala suplai habis. Dengan granat kini dengan mudah disalurkan dari tangan ke tangan melalui parit pertahanan, pasukan Soviet yang mempertahankan jembatan menjadi terdsak dari utara melalui serangan bergelombang, dan akhirnya jembatan yang vital itu pun berhasil diduduki. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (21 Desember 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz (21 Desember 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Februari 1944); serta Eisernes Kreuz I.Klasse (7 Maret 1944)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gareth Collins

www.acesofww2.com
www.deutsche-marinesoldaten.de
www.epier.com
www.geocities.com
www.pourlemerite.org
www.rommel-lebt.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2gravestone.com

Selasa, 07 April 2009

Foto-Foto Tokoh Nazi Dan Aktor Yang Memerankan Mereka Dalam Film 'Downfall' (Der Untergang)

Christian Hoening memerankan SS-Reichsarzt Ernst-Robert Grawitz. Kumis Chaplinnya dikemanain, Bang?


Saya tidak berhasil mendapatkan referensi tentang aktor yang memerankan Reichsmarschall Hermann Göring ini. Tapi dipikir-pikir nggak terlalu ngaruh sih, soalnya nongol di filmnya juga cuma sebentar!


Bruno Ganz memerankan Der Führer Adolf Hitler. Akting yang brilian dari aktor ini, benar-benar menghidupkan Hitler ke alam nyata!


Heino Ferch memerankan Reichsminister Albert Speer. Wajahnya lumayan mirip...


Christian Redl memerankan Generaloberst Alfred Jodl. Kalaulah buka pemerhati sejarah, sulit melihat kemiripan dari kedua orang ini, hanya nama mereka yang sedikit bersinggungan (Jodl dan Redl)!


Jürgen Tonkel memerankan Erich Kempka, supir pribadi Adolf Hitler. Upacara kremasi Hitler dan Eva terlaksana berkat bensin yang dikumpulkan dengan susah payah oleh Kempka!


Juliane Köhler memerankan Eva Braun, kekasih yang akhirnya dinikahi Hitler sehari sebelum mereka bunuh diri bareng. Yang jelas sih lebih cantik dan semok (seksi montok) Eva Braun yang asli. Lihat saja perbandingan foto di atas!


Birgit Minichmayr memerankan Gerda Christian, salah satu dari sekretaris Hitler. Lumayan mirip kalau dilihat dari sedotan!


Foto keluarga Goebbels. Ada yang hilang dari foto di atas. Yang asli (di bawah) memperlihatkan anak pertama Magda (dari suami pertamanya), seorang ABG tampan bernama Harald Quandt yang merupakan prajurit Luftwaffe. Sedangkan di atas hanya foto Magda dan Goebbels bersama anak-anak yang mereka buat bersama.


Anna Thalbach memerankan pilot wanita pemberani Hanna Reitsch. Mirip BANGET!!!


Rolf Kanies memerankan General der Infanterie Hans Krebs. Pada awal film, Krebs sempat diperlihatkan bersitegang dengan Hitler, tapi pada akhirnya sebagai prajurit yang setia ia memilih untuk bunuh diri mengikuti jejak tuannya, Hitler!


Ulrich Noethen memerankan Reichsführer Heinrich Himmler. Sayang dia hanya muncul di awal-awal film saja.


Thomas Limpinsel memerankan Heinz Linge, mantan supir pribadi Hitler yang kemudian menjadi ajudan setianya


Michael Mendl memerankan General der Artillerie Helmuth Weidling. Asyik banget melihat adegan Weidling mendamprat seorang perwira SS rendahan dengan memperlihatkan penghargaan Schwerter di lehernya!


Thomas Kretschmann memerankan Gruppenführer Hermann Fegelein. Ini dia aktor favorit saya! Betapa tidak, tiap main film, Kretschmann selalu berperan sebagai tentara Nazi, contohnya di film U-571, Stalingrad, The Pianist dan lainnya. Satu hal yang mengganggu saya, di film ini Kretschmann (Fegelein) selalu berbalut seragam Brigadeführer, padahal pangkat terakhir yang disandang Fegelein asli adalah Gruppenführer!


Foto acara resmi Hitler terakhir, penganugerahan medali Eiserne Kreuz pada para anggotabelia Hitlerjugend yang mmperlihatkan keperwiraan yang luar biasa dalam pertempuran Berlin. Di foto asli (bawah), tampak Hitler bersalaman denga Alfred Zeck, yang meskipun masih imut tapi telah berhasil menghancurkan satu buah tank sendirian. Amit-amit!


Thorsten Krohn memerankan Obersturmbannführer Ludwig Stumpfegger. Tidak mirip!


Ulrich Matthes memerankan Reichsminister Joseph Goebbels, si pincang yang setia sampai akhir!


Corinna Harfouch memerankan Magda Goebbels, istri dari Joseph Goebbels yang menemani suaminya ke alam baka demi kesetiaan tanpa reserve pada sang Führer.


Thomas Thieme memerankan Reichsleiter Martin Bormann. Walaupun mempunyai peran yang signifikan dalam partai Nazi. Saya belum pernah mendengar sepatah katapun dari mulutnya dalam film 'Der Untergang'!


Götz Otto memerankan Sturmbannführer Otto Günsche, ajudan Hitler yang tampan dan berbadan jangkung


Dietrich Hollinderbäumer memerankan Generalfeldmarschall Robert Ritter von Greim, panglima terakhir Luftwaffe pengganti Hermann Göring yang berkhianat


Heinrich Schmieder memerankan Rochus Misch, operator radio biasa yang terkenal karena menjadi saksi mata atas peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam Führerbunker pada hari-hari terakhir Perang Eropa!


Alexandra Maria Lara memerankan Traudl Junge, tukang ketik Hitler yang kisahnya menjadi plot utama film 'Der Untergang'!


Gerald Alexander Held memerankan Walter Hewel, yang seperti para tokoh Nazi setia lainnya, ikut bunuh diri mengikuti jejak Adolf Hitler.


Justus von Dohnanyi memerankan General der Infanterie Wilhelm Burgdorf, yang bersama-sama Hans Krebs seia sekata dalam melakukan aksi bunuh diri!


Dieter Mann memerankan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel. Menurut saya yang paling pas memerankan Keitel (karena kemiripannya) adalah John Cleese. Tapi ini film Jerman sih!


André Hennicke memerankan Brigadeführer Wilhelm Mohnke, komandan pertahanan Berlin

Der Untergang (The Downfall)
Pemain : Bruno Ganz, Alexandra Maria Lara
Sutradara : Oliver Hirschbiegel
Produksi : Constantin Film, 2004

SUDAH lama, sebagai orang Jerman, Bernd Eichinger ingin membuat film tentang Hitler. Menurutnya, terlalu banyak film tentang Hitler dibuat dari sudut pandang non-Jerman, terutama Amerika-Holywood. "Sudah saatnya bangsa Jerman berani menceritakan sejarah ini," katanya. Maka ia bertekad memfilmkan sejarah negerinya dari sudut pandang orang Jerman, dalam bahasa jerman, dan dimainkan aktor-aktris Jerman.

Eichinger (produser Resident Evil dan Nowhere in Africa) membutuhkan waktu 20 tahun lebih untuk meneliti sejarah ideologi nasional-sosialisme Jerman. Itu pun ia sempat berpikir tidak mungkin bisa membuat film tentang masa Third Reich ini. Akhirnya dia mengajak Joachim Fest, penulis buku Der Untergang, untuk membuat skenario berdasarkan buku tersebut.

Tapi, buku Fest masih jauh dari cukup. Mereka melengkapinya dengan sumber lain, terutama biografi Traudl Junge, sekretaris pribadi Hitler, yang berjudul Bis zur letzen Stunde (Hingga Saat-saat Terakhir). Maka dalam film Der Untergang yang digarap berdasar skenario Eichinger dan Fest, Getraud "Traudl" Junge (Alexandra Maria Lara) menjadi tokoh pemandu cerita.

Der Untergang mengisahkan suasana di dalam bunker Hitler yang terletak di bawah Reichkanzlei (markas besar NAZI), sejak ulang tahun ke-56 Hitler, 20 April 1945 hingga akhir hayatnya pada 2 Mei 1945. Pada saat itu Jerman mengalami revolusi besar, kalah dalam Perang Dunia II.

Tapi, dalam film berbujet 13,5 juta euro ini, Hitler tidak digambarkan bengis dan tak berperikemanusiaan. Hitler dalam Der Untergang digambarkan layaknya sosok biasa berusia 56 tahun. Pemarah, namun masih bisa memuji masakan kokinya. Bruno Ganz, pemeran Hitler, sengaja mendatangi klinik Alzheimer dan mengamati pasien-pasien di sana untuk dapat menghayati perannya sebagai tokoh penderita Alzheimer.

Selain ke klinik Alzheimer, Ganz membaca Mein Kampf, mendengarkan pidato-pidato Hitler, dan menonton film tahun 1956 karya sutradara GW Pabst, Der letzte Akt (Last Act) untuk mendapatkan gambaran tentang Hitler. Der Letzte Act juga mengisahkan Hitler di hari akhirnya. Hasilnya, gambaran Hitler dalam Der Untergang berbeda dengan gambaran Hitler dalam film-film Holywood.

Logat Austria yang bercampur dengan Bavaria Selatan, dengan pengucapan huruf 'r' yang jelas (tak seperti kebanyakan orang Jerman), berhasil tuntas dimainkan Ganz. Eichinger terlihat berhati-hati menggambarkan Hitler. Dia tidak memvonis Hitler sebagai psikopat. Dalam filmnya, Hitler cuma digambarkan sebagai penjahat yang punya energi merusak tinggi, namun juga manusia yang mengalami tekanan jiwa.

Pemeran lain yang patut ditengok dalam Der Untergang adalah Corinna Harfouch. Ia berhasil memunculkan sosok Magda Goebbels, istri Menteri Propaganda Joseph Goebbels, yang dingin dan fanatik pada ideologi. Adegan Magda Goebbels memberi obat tidur satu persatu pada enam anaknya, menunggu mereka tertidur, lalu memecahkan tabung racun dengan gigi anak-anak itu, sungguh kuat tersajikan.

Perang batin dalam diri Magda Goebbels dimunculkan Harfouch lewat elusan di kepala masing-masing anak sebelum ia memecahkan tabung racun. Juga lewat helaan napas panjang setelah yakin semua anaknya tewas. Rekonstruksi bangunan bunker dan suasana Berlin di akhir Perang Dunia II dalam film ini juga patut dipujikan.

Dalam Der Untergang juga dikisahkan teka-teki akhir hayat Hitler dan Eva Braun. Di dunia nyata, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana mereka mengakhiri hidup. Sebagian malah percaya bahwa yang bunuh diri bukanlah Hitler dan Braun. Dalam film ini pengantin baru itu digambarkan masuk ke dalam kamar setelah berpamitan pada seluruh staf, lalu pintu kamar ditutup, dan terdengar suara tembakan.

Eichinger memasukkan percakapan pribadi Hitler dan Eva Braun ketika Hitler memperagakan cara bunuh diri dengan memasukkan pistol ke mulutnya. "Iihh, ngeri! Saya ingin tetap cantik walau sudah jadi mayat," kata Braun. Dalam film tidak diperlihatkan mayat Hitler maupun Braun. Cukup adegan ajudan Hitler Otto Guensche melihat ke dalam kamar lalu berkata , "Der Fuehrer ist tot (Fuehrer telah tewas)."

Der Untergang memperoleh banyak pujian kritikus. Di Jerman, film ini merajai bioskop sejak diluncurkan 16 September 2004. Hanya dalam 27 hari tercatat 3 juta orang menonton film ini. Jumlah itu tentu bakal terus bertambah. Hingga saat ini bioskop-bioskop Eropa juga sedang memutar Der Untergang.