Tampilkan postingan dengan label Foto Perayaan Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Perayaan Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2015

Foto Upacara Penyambutan atas Penganugerahan Medali


Foto koleksi Rick Admiraal ini tampaknya memperlihatkan upacara penyambutan Oberleutnant Viktor Bauer (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 "Udet") yang baru pulang dari upacara penganugerahan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh Adolf Hitler di Führerhauptquartier Wehrwolf di Vinnitsa (Ukraina), akhir bulan Juli 1942. Bauer turun dari Messerschmitt Bf 108 "Taifun" (yang jendelanya dirias oleh dekorasi cantik!) dan langsung disambut oleh karangan bunga serta oleh seorang anggota unit yang memakai pakaian ala ksatria abad pertengahan. Sang ksatria abal-abal membacakan selembar kertas bergaya vintage yang kemungkinan berisi daftar belanjaan ke warung sebelah. Ritterkreuzträger yang berdiri kedua dari kanan di foto bawah adalah Oberfeldwebel Eberhard von Boremski ( Flugzeugführer di 9.Staffel / Jagdgeschwader 3 "Udet"). Di foto kedua dari bawah kita 


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Kamis, 25 September 2014

Foto Penyambutan Pahlawan Perang di Kampung Halaman

 Oberleutnant Erich Bärenfänger (Chef 7.Kompanie / Infanterie-Regiment 123 / 50.Infanterie-division) mendapat karangan bunga dari para gadis-gadis BDM (Bund Deutscher Mädel) dalam sebuah acara penyambutan. Foto ini kemungkinan besar diambil di Menden yang merupakan kampung halaman Bärenfänger tak lama setelah penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Agustus 1942. Tiga kali sudah dia mengharumkan nama kota tempat kelahirannya tersebut: saat meraih Ritterkreuz, Eichenlaub dan Schwerter. Wajar saja bila dia lalu menjadi warga kehormatan kota dan mendapatkan Ehrenbürger der Stadt Menden (4 Maret 1944) serta Ehrenring der Stadt Menden (4 Maret 1944)


Penyambutan para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari 78. Sturm-Division dengan buket bunga di sebuah kota di Jerman (kemungkinan besar di Stuttgart yang merupakan kampung halaman divisi tersebut), musim semi 1944. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Josef Schreiber (Zugführer di 7.Kompanie / II.Bataillon / Sturm-Regiment 14. RK 31 Maret 1943 dan EL 5 Oktober 1943), Oberleutnant Josef Liebenwein (Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Sturm-Regiment 195. RK 7 April 1944), serta Feldwebel Emil Roßhart (Gruppenführer di 2.Kompanie / I.Bataillon / Sturm-Regiment 195. RK 3 April 1943)


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

Senin, 26 Mei 2014

Album Foto Perayaan Tahun Baru (Neujahr)

 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat secara resmi dari para petinggi angkatan perangnya dalam acara perayaan tahun baru yang diselenggarakan di Berlin, malam tanggal 31 Desember 1935 - 1 Januari 1936. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Admiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine). Dalam foto ini Hitler mengenakan tuxedo!


 Adolf Hitler dan staff-nya dalam sebuah perayaan di Berghof Obersalzberg. Foto ini biasanya dilabeli sebagai perayaan ulangtahun Hitler di tahun 1943 (bahkan 1944), meskipun sebenarnya merupakan perayaan tahun baru 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Christa Schroeder (Hitlers Sekretärin), Eva Braun (kekasih Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Margarete "Gretl" Braun (adik Eva Braun yang nantinya menikah dengan SS-Gruppenführer Hermann Fegelein), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef). Baris tengah: Gerda Daranowski (Hitlers Sekretärin), Prof. Dr. med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), Margarete Weber (istri dari Albert Speer), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris belakang: Hannelore "Hanni" Moller (istri Theo Morell), Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Gerda Buch (istri Martin Bormann), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Sturmbannführer Heinrich Heim (Leiter Abteilung Rechtstfragen in Amt Staatsrechtlichefragen in Amt Stellvertreter des Führers)

Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Michael D. Miller
www.commons.wikimedia.org
www.third reichruins.com

Minggu, 09 Maret 2014

Ferntrauung (Proxy Wedding), Pernikahan Yang Dikuasakan

Seorang perwira Heer dari unit artileri menjabat tangan salah seorang bintaranya setelah selesainya upacara pernikahan proxy (ferntrauung) singkat bagi si bintara yang berpangkat Gefreiter (Kopral). Meriam berat dari baterai unit dipajang dengan moncong ke atas sebagai penghias upacara. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Artur Grimm (PK 691) ini dikatakan diambil di dekat Stalingrad musim panas 1942 dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah bulanan "Signal"


Oleh : Alif Rafik Khan

Ferntrauung (proxy wedding / pernikahan yang dikuasakan atau diwakilkan) adalah pernikahan dimana salah satu mempelainya tidak hadir secara fisik, dan biasanya diwakili oleh orang lain. Bila kedua mempelai tidak hadir, maka diadakan ferntrauung ganda. Pihak Jerman memperbolehkan pernikahan semacam ini bagi para prajuritnya yang bertugas di luar negeri  mulai dari bulan November 1939, tak lama setelah berakhirnya kampanye di Polandia.

Bentuk ferntrauung paling "ekstrim" (mulai diperkenalkan tanggal 6 November 1941) adalah pernikahan dimana mempelai prianya telah hilang atau gugur di medan pertempuran! Pernikahan "horor" semacam ini biasanya tetap dilakukan karena si wanita telah mengandung bayi hasil hubungannya, sementara keluarganya (dan juga pihak yang berwenang) tidak menginginkan status si anak yang nantinya menjadi "anak haram" atau membuat malu keluarganya. Tercatat sebanyak 25.000 kasus perkawinan semacam ini yang terjadi di Jerman dalam Perang Dunia II.


Sumber:
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Jason J. Mark
www.allworldwars.com

---------------------------------------------------------------------------------------------

 Seorang mempelai wanita menandatangani surat pengesahan Ferntrauung-nya di Standesamt (KUA-nya Jerman) Berlin, dengan stahlhelm sebagai "pengganti" suaminya yang bertugas di front pertempuran. Foto karya fotografer Hans Hartmann ini pertama kali dipublikasikan oleh "Berliner Illustrierten Zeitung" edisi Januari 1940 dengan teks sebagai berikut: "Untuk pertama kalinya dia tanda tangan dengan tambahan nama belakang suaminya. Si suami sendiri diwakili oleh kursi kosong di sebelah kirinya dan helm baja di meja". Nantinya dokumen pernikahan  tersebut dikirimkan melalui pos ke wilayah tempat suaminya bertugas, dan dalam waktu maksimal enam bulan telah harus dikonfirmasi dengan melakukan Ferntrauung "balasan" (minimal dengan disaksikan oleh komandan batalyonnya). Bahkan bila ternyata si mempelai pria meninggal dalam rentang waktu tersebut, maka upacara pernikahannya tetap harus dilaksanakan (Ferntrauung ganda)!


Ferntrauung ganda untuk dua orang prajurit Wehrmacht yang diselenggarakan di Polandia tak lama sebelum Unternehmen Barbarossa dimulai. Komandan batalyon duduk sementara ajudannya berdiri di sampingnya. Dua orang mempelai pria tentunya adalah yang membelakangi kamera. Setelah menandatangani dokumen pengesahan, dia memberikannya kepada mempelai pria. Setidaknya dalam foto ini terdapat tiga buah bendera swastika!


 Ferntrauung ganda untuk dua orang prajurit Wehrmacht yang diselenggarakan di Polandia tak lama sebelum Unternehmen Barbarossa dimulai. Setelah upacara selesai, maka saatnya untuk foto bareng! Dari kiri ke kanan: ajudan batalyon, komandan kompi salah satu mempelai, mempelai pria no.1, komandan batalyon, mempelai pria no.2, dan Spieß. Perhatikan bunga yang disematkan di saku kedua mempelai pria!


 Foto yang diambil dari majalah "Der Adler" edisi nomor 23 terbitan 18 November 1941 ini memperlihatkan sebuah upacara Ferntrauung (Proxy Wedding) di lapangan udara untuk seorang prajurit Luftwaffe yang bernama Benedick. Upacara yang dilangsungkan di front semacam ini biasanya menjadi semacam perayaan, dimana para anggota skuadron berkumpul dan komandan skuadronnya sendiri yang langsung memimpin upacara sekaligus mewakili pengantin perempuan. Foto bawah memperlihatkan saat sang komandan menghadiahkan sebuah kue tart mewah kepada prajurit Benedick. Melihat dari bentuk pajangannya, kemungkinan besar mereka berasal dari unit pembom alias Kampfgeschwader


 Pada bulan Juli 1942 Feldwebel Otto "Bruno" Kittel dari 2.Staffel / Jagdgeschwader 54 (JG 54) melangsungkan pernikahan di Krasnogwardeisk (Uni Soviet) secara Ferntrauung (proxy wedding), yang merupakan kebijakan Jerman di masa perang dimana prajurit boleh menikah hanya dengan bermodalkan dokumen yang dikirimkan lewat pos. Ikut hadir sebagai saksi Hauptmann Hans Philipp (Gruppenkommandeur I./JG 54). Kittel sendiri (memakai stahlhelm, membelakangi kamera) adalah pilot jagoan Luftwaffe dengan 267 kemenangan udara yang diraihnya dalam 583 misi tempur


 Ferntrauung (Proxy Wedding) dari anggota Panzer-regiment 24 /24.Panzer-Division yang dihelat pada tahun 1942. Tampaknya Ferntrauung satu ini lebih bersifat upacara resmi biasa dan bukannya keagamaan, dimana yang memimpin upacara adalah komandan unit (bukan Kriegspfarrer atau Pendeta Militer). Di latar belakang terparkir sebuah Panzerkampfwagen III dari 2.Zug / 2.Kompanie / I.Abteilung. Untuk membedakan upacara biasa dengan Feldgottdienst (upacara keagamaan lapangan) dalam tubuh Wehrmacht cukup gampang: lihat saja altar/mejanya. Biasanya kalau ada bendera swastika berarti dia bukanlah upacara keagamaan


Ferntrauung (pernikahan proxy) seorang Leutnant dari unit Fallschirmjäger Luftwaffe (tengah) yang diadakan di Normandia, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Dia memberi hormat kepada rekan-rekan yang akan memberi ucapan selamat kepadanya, sementara di meja dipajang foto Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler des Deutschen Reiches) dan Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan di sebelahnya terparkir sebuah meriam anti-tank 5 cm Pak 38 (L/60) (5 cm Panzerabwehrkanone 38 (L/60). Foto oleh Kriegsberichter Zimmermann dari PK (Propaganda-Kompanie) Fallschirmjäger Armee Oberkommando


 Ferntrauung (pernikahan proxy) seorang Leutnant dari unit Fallschirmjäger Luftwaffe (kiri) yang diadakan di Normandia, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Si Leutnant sekarang dipasangi Bräutigam Ring (cincin mempelai pria) oleh Oberleutnant rekannya, yang juga membawa selembar kertas yang tampaknya adalah dokumen resmi pengesahan pernikahannya. Foto oleh Kriegsberichter Zimmermann dari PK (Propaganda-Kompanie) Fallschirmjäger Armee Oberkommando


 Ferntrauung (pernikahan proxy) seorang Leutnant dari unit Fallschirmjäger Luftwaffe (tengah) yang diadakan di Normandia, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Mempelai pria yang berbahagia ditunjukkan foto kekasih hati yang kini telah resmi menjadi istrinya oleh rekan-rekannya yang membawa buket bunga serta lilin. Tak diketahui apakah di letnan tampan ini selamat sampai akhir perang... Foto oleh Kriegsberichter Zimmermann dari PK (Propaganda-Kompanie) Fallschirmjäger Armee Oberkommando

---------------------------------------------------------------------------------------------