Tampilkan postingan dengan label Kolaborator dan Sukarelawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolaborator dan Sukarelawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Oktober 2014

SS-Oberscharführer Harald Nugiseks (1921-2014), "Pahlawan Sunyi" dari Estonia



Untuk album foto Harald Nugiseks bisa dilihat DISINI!

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Harald Nugiseks
Lahir: 22 Oktober 1921 di Karjaküla/Särevere Parish/Järva maakond (Estonia)
Meninggal: 2 Januari 2014 di Tori/Pärnu maakond (Estonia)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: August Nugiseks dan Kata (orangtua), Linda dan Avelinus (kakak)

Beförderungen (Promosi):
00.10.1943 Waffen-Unterscharführer der SS
00.04.1945 Waffen-Oberscharführer der SS

Karriere (Karir):
00.08.1941 - 02.10.1941 Anggota batalyon sukarelawan Jerman pimpinan Kapten Artur Asu
02.10.1941 - 00.12.1942 Anggota 1.Kompanie / Ostbataillon Nr. 185
00.12.1942 - 25.05.1943 Menjadi warga sipil untuk sementara
25.05.1943 - 00.10.1943 Anggota Estnische SS-Freiwilligen-Brigade
00.10.1943 - 00.01.1944 Zugführer di 3. Estnische SS-Freiwilligen-Brigade
00.01.1944 - 00.05.1944 Zugführer di 20. Estnische SS-Freiwilligen-Division
00.05.1944 - 07.05.1945 Zugführer di 20. Waffen-Grenadier-Division der SS (estnische Nr. 1)
07.05.1945 - 00.12.1945 Menjadi tawanan Cekoslowakia
00.12.1945 - 10.11.1946 Menjadi tawanan Uni Soviet
10.11.1946 - 13.02.1947 Dibebaskan, pulang ke kampung halaman
13.02.1947 - 17.09.1953 Ditangkap kembali oleh pihak berwenang Soviet
17.09.1953 - 00.00.1958 Menjalani masa deportasi di Siberia

Auszeichnungen (Medali/Penghargaan):
00.00.1942 Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)
21.12.1943 Infanterie-Sturmabzeichen in Silber
21.12.1943 Verwundetenabzeichen in Schwarz
27.02.1944 Eisernes Kreuz II.Klasse
07.03.1944 Eisernes Kreuz I.Klasse
09.04.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (sebagai Waffen-Unterscharführer der SS dan Zugführer di 1.Kompanie / I.Bataillon / SS-Freiwiligen-Grenadier-Regiment 46 (estnische Nr.2) / 20.Estnische SS-Freiwilligen-Division / III.(Germanische) SS-Panzerkorps) / Armee-Abteilung Narwa / Heeresgruppe Nord) setelah berhasil merebut jembatan Vaasa-Siivertsi-Vepsküla dari tangan pasukan Soviet. Berkali-kali usaha sebelumnya telah gagal dan batalyon Nugiseks kehilangan hampir semua perwiranya. Sang Bintara lalu maju ke depan untuk menerima tongkat komando serangan. Segera dia merubah taktik: Semua suplai granat tangan dibawa ke front menggunakan kereta ski sehingga para penyerang tidak usah bolak-balik ke belakang melintasi ladang ranjau manakala suplai habis. Dengan granat kini dengan mudah disalurkan dari tangan ke tangan melalui parit pertahanan, pasukan Soviet yang mempertahankan jembatan menjadi terdsak dari utara melalui serangan bergelombang, dan akhirnya jembatan yang vital itu pun berhasil diduduki. Cerita selengkapnya bisa dibaca DISINI.
31.07.1992 Eesti Vabadusvõitlejate in Gold
22.10.2001 Eesti Reservohvitseride Kogu Kuldrist
22.10.2001 Kaitseministeeriumi teeneterist III järk
00.00.2002 Mälestusmedal "10 aastat taastatud kaitseväge“
17.06.2004 Kaitseväe Eriteenete rist
23.10.2004 Kaitseministeeriumi medal "Kodu Kaitseks"
24.02.2005 Maaväe teenetemärk "Ohvitseri hõberist"
23.04.2008 Eesti Evangeelse Luterliku Kiriku Teeneteristi III järk
20.08.2008 Eesti Piirivalve Ohvitseride Kogu teeneterist
20.08.2008 Eesti Eruohvitseride Kogu teeneterist
19.10.2008 Eesti Rahva Tänumedal
24.02.2011 Varsinais-Soome Reservväelaste Ringkonna

Aufzeichnungen (Catatan):
* Dilahirkan di sebuah peternakan dari keluarga petani Estonia.
* Menjadi sukarelawan Estee Legion tahun 1943
* Nugiseks menerima Ritterkreuz saat masih menjalani perawatan atas sakitnya di rumah sakit Türi tanggal 20 April 1944. Upacara penganugerahan yang dihadiri oleh SS-Oberführer Franz Augsberger (Kommandeur 20. Estnische SS-Freiwilligen-Division) dan SA-Obergruppenführer Karl-Siegmund Litzmann (Generalkommissar für Estland im Reichskommissariat Ostland) ini mendapat liputan luas dan diberitakan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda harian Wehrmacht) serta majalah SIGNAL. Nugiseks sendiri secara resmi mendapatkan Ritterkreuz-nya dari tanggal 9 April 1944. Uniknya, Nugiseks masuk rumah sakit bukan akibat dari luka-lukanya di medan pertempuran melainkan karena sakit misterius (komplikasi tipus, pneumonia dan sakit telinga) saat dia sedang cuti di kampung halamannya di Türi! Sakit ini sempat membuatnya kehilangan kesadaran selama delapan hari dan berat badannya sampai merosot drastis, turun menjadi hanya 49kg saja. Dokter pun sudah menyerah atas kondisinya. Ternyata nun jauh di Berlin sana tersiar berita tentang sekaratnya sang pahlawan pemberani Estonia. Dokter terbaik Jerman bergelar profesor medis langsung didatangkan menggunakan pesawat untuk merawat Nugiseks (yang tidak dapat mengingat namanya). Sejak saat itu kesehatannya makin membaik, yang terlihat dari foto verleihung (upacara penganugerahan) disini. BTW, ketika SS-Kriegsberichter yang mewawancarainya menanyakan apa yang telah terjadi di jembatan Vaasa-Siivertsi-Vepsküla (yang membuatnya dianugerahi Ritterkreuz), Nugiseks seperti biasanya menjawab singkat: "Kami bertempur seperti di setiap pertempuran lainnya." Dia adalah persis seperti yang disebut oleh sebuah headline suratkabar yang terbit keesokan harinya: "Silent Hero" (Pahlawan Sunyi)!
* Dia adalah salah satu dari empat sukarelawan Estonia yang dianugerahi Ritterkreuz... dan yang paling terkenal! Tiga lainnya adalah: Paul Maitla, Alfons Rebane dan Harald Riipalu (Nugiseks adalah satu-satunya yang bukan perwira). Dia juga merupakan salah satu dari 20.000 orang Estonia yang menjadi sukarelawan Wehrmacht dalam Perang Dunia II.
* Setelahnya Nugiseks sempat mendapat hukuman dari atasannya karena berkelahi dengan prajurit lain yang menggoda perawat DRK (Deutsches Rotes Kreuz).
* Saat ofensif besar-besaran Tentara Merah di Estonia bulan September 1944, rumah keluarga Nugiseks dihancurkan.
* Nugiseks ditangkap oleh pasukan Cekoslowakia dan dibawa ke kamp tawanan. Setelah tiga kali usaha melarikan diri yang gagal dia dipindahtangankan ke pihak Soviet yang kemudian membawanya ke Polandia lalu ke kamp Vorkuta. Pada tahun 1946 dia dibawa ke Estonia dan dilepaskan di bulan November hanya untuk ditangkap lagi bulan Februari 1947! Nugiseks diganjar hukuman 10 tahun masa penawanan di kamp ditambah dengan lima tahun deportasi dari negaranya. Dia dilepaskan dari penjara tahun 1953 dan diperintahkan untuk tinggal di Siberia selama beberapa waktu selama masa deportasinya belum usai. Disini Nugiseks menikah dengan sesama wanita asal Estonia yang kemudian meninggal beberapa tahun kemudian. Dia menikah lagi dengan wanita Estonia lainnya dan bersama mereka kembali ke negaranya tahun 1958. Nugiseks melanjutkan karirnya sebagai mandor serta pekerjaan lainnya di wilayah Pärnu sampai dengan masa pensiunnya.
* Pada awal kepulangannya ke Estonia, tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima mantan "Nazi" bekerja pada mereka, selain itu pengawasan terus-menerus dari NKVD membuatnya sulit untuk bergerak kemana-mana. Selama bertahun-tahun dia bekerja serabutan sekedar untuk menyambung hidup. Akhirnya Nugiseks mendapat pekerjaan sebagai kuli bangunan di proyek konstruksi. Kerja kerasnya pada akhirnya berbuah dan dia diangkat menjadi mandor.
* Pada tahun 1970, sang veteran perang ini membangun rumah untuk keluarganya menggunakan tangan sendiri!
* Ketika Estonia meraih kemerdekaannya tanggal 20 Agustus 1991, Nugiseks dipromosikan secara kehormatan menjadi Kapten Cadangan (21 Februari 1994).
* Nugiseks menghadiri upacara pemakaman kembali Ritterkreuzträger asal Estonia lainnya Alfons Rebane, yang dilaksanakan di Estonia pada tahun 1999 oleh pemerintah Estonia.
* Pada bulan Oktober 2008 dia dianugerahi Medal of Gratitude oleh masyarakat Estonia setelah berhasil mengumpulkan 4.229 tandatangan.
* Orang-orang mengenal Nugiseks sebagai pria pekerja keras dan sangat ramah. Karakter semacam inilah yang menolongnya melewati masa-masa berat di Gulag dan pendudukan Soviet di Estonia.


Sumber :

Sabtu, 08 Maret 2014

Sukarelawan Norwegia Dalam Tubuh Waffen-SS



Oleh : Steve Edpin

Judul: KAWAN-KAWAN DARI UTARA

Reichsführer-SS dan Kepala Kepolisian Jerman, Heinrich Himmler, pada tanggal 30 Januari di Oslo, menghadiri acara sumpah para sukarelawan Norwegia yang tergabung ke dalam resimen Waffen-SS “Standarte Nordland”. Upacara ini dihadiri juga oleh komandan Angkatan Bersenjata Jerman di kawasan Norwegia, Generaloberst von Falkenhorst, dan dewan komisaris pemerintah Norwegia. Juga hadir sebagai pembicara dalam acara ini adalah pemimpin dari Nasjonal Sammling, Quisling, dan Reichskommissar Terboven.*

Dalam pidatonya, sang Reichsführer menekankan bahwa para sukarelawan dari segala suku dan bangsa jermanik yang telah bergabung dengan resimen-resimen SS, turut serta dalam perjuangan pembebasan Eropa. "Kalian, setelah bergenerasi-generasi," kata Reichsführer, "merupakan orang-orang Norwegia pertama, yang telah memutuskan untuk berjuang dalam pertempuran ini dengan kemauan pribadi, tanpa paksaan pemerintahan asing Inggris. Untuk pertama kalinya kalian berdiri sebagai sukarelawan di dalam satu barisan dengan kawan-kawan kalian dari pasukan Hirden* dan prajurit-prajurit SS. Saya menerima pendaftaran kalian, dan menerima kalian dalam "Standarte Nordland". Kita menerima kalian sebagai kawan, sebagai saudara dalam barisan kita, barisan yang selalu memikirkan kebangsaan jermanik, yang sekarang telah disatukan."

KETERANGAN ILUSTRASI
Atas Kanan: Heinrich Himmler menyapa kawan-kawan baru dalam perjuangan membangun Eropa baru.

Tengah Kiri: Seorang prajurit pasukan Hirden yang mendaftarkan diri di Waffen-SS, sedang bercakap-cakap dengan kawan-kawan dari resimen kami dari Utara.

Tengah Kanan: Sang Reichsführer mengadakan upacara sumpah Waffen-SS.

Bawah: Para sukarelawan Norwegia berbaris dalam acara sumpah di depan Reichsführer-SS.

SUMBER FOTO
- koleksi pribadi, ‘Das Schwarze Korps’, ep. 8, hal. 3, terbitan 6 Februari 1941.

------------------------------------------------------------------------------------------


SEKILAS TENTANG SUKARELAWAN NORWEGIA
Pada bulan Mei 1933, sebuah partai nasional sosialis dibentuk di Norwegia dengan nama Nasjonal Sammling (selanjutnya disingkat NS) yang dipimpin oleh Vidkun Quisling*. Setelah Norwegia jatuh pada 10 Juni 1940, SS membuka kantor perekrutan di Oslo. Proses perekrutan relawan Norwegia segera dimulai yang mayoritas rekrutannya berasal dari anggota partai NS (termasuk anggota organisasi paramiliter NS, Hirden). Angka perekrutan pada tahun pertama tidak banyak, berjumlah sekitar 300 orang. Para sukarelawan ini masuk ke dalam SS-Regiment Nordland, yang akan diceritakan dalam artikel di bawah. Resimen ini pertama dirancang untuk menjalankan tugas kepolisian, untuk mengamankan wilayah Norwegia yang diduduki Jerman.

Akan tetapi Quisling tidak begitu yakin pada proses perekrutan Jerman ini, dan mendesak para pendukungnya agar juga masuk ke SS demi mendapatkan pengaruhnya sebagai satuan sukarelawan di tubuh SS. Usaha Quisling berhasil, dan pada bulan Agustus 1941, dibentuk sebuah satuan sukarelawan yang baru dinamakan Freiwilligenlegion Norwegen. Pada bulan Maret 1942, kekuatan sukarelawan Norwegia yang siap tempur dalam satuan ini tercatat sejumlah 1200, yang terbagi ke dalam dua batalion.

Artikel di bawah akan bercerita tentang SS-Regiment Nordland yang merupakan cikal bakal dari Freiwilligenlegion Norwegen.

Di bawah ini adalah terjemahan artikel ke bahasa Indonesia.

Judul: PARA SUKARELAWAN NORWEGIA

SS-Regiment “Nordland” terdiri dari para sukarelawan Norwegia! Seperti api, beritanya dengan cepat merambat ke seluruh tanah air. Pemimpin “Nasjonal Sammling” secara resmi telah ditetapkan. Dan laporannya telah diterima dari mana-mana. Pemuda-pemuda Norwegia datang dengan senjata di tangannya, dengan semangat untuk mempertahankan kebebasan kewarganegaraan jermanik. Mereka ingin agar mereka dapat mengabdi di dalam satuan Waffen-SS. Semua orang tahu tentang apa semua ini. Semua kelas penduduk Norwegia menemukan bahwa mereka – petani, pelajar, seniman, pekerja kantoran – semua sekarang berada di satu barisan, mereka semua mengenakan seragam yang sama dari Waffen-SS. Manusia-manusia yang penuh semangat, yang bersedia menjalankan tugas sampai akhir, tidak ada yang ragu, semua digerakkan oleh kemauan.

Mereka berperawakan tinggi, dengan wajah yang khas, dan mata yang cerah. Mereka tidak banyak bicara, tapi mereka tahu bagaimana harus bertindak ketika mereka dihadapkan dengan tugas-tugas yang besar. Dalam penyeleksian, semua sukarelawan Norwegia yang mendaftarkan diri untuk SS-Regiment “Nordland”, berpenampilan lurus dan tegak, dapat membuat keputusan tanpa ragu, dan bersedia menjalankan tugas; ya, bersedia menjalankan tugas sampai akhir, mereka tahu bahwa tidak ada kata mundur untuknya. Menjadi seorang prajuritlah keinginan mereka, itu adalah tujuan mereka, berdampingan dengan kawan-kawannya dari Reich Jerman dalam pergumulannya memperjuangkan kemerdekaan**.

Mereka telah meninggalkan profesinya di tanah air. Bertugas dengan seragam abu-abu menjadi lebih penting artinya bagi mereka daripada memikirkan kekhawatirannya sehari-hari di tanah air. Orang tua, sanak saudara, istri, dan anak-anak mengijinkan mereka untuk bergabung dengan SS. Untuk mereka, dimulailah sebuah tahap baru dalam kehidupan, dan mereka tahu bahwa melalui tugas-tugas merekalah mereka menebus generasi-generasi Norwegia sebelumnya dengan politiknya yang buruk.

Judul Kolom Kanan: PERPISAHAN DI OSLO

Para sukarelawan pertama yang tergabung ke dalam SS-Regiment “Nordland” dalam beberapa minggu terakhir, diterbangkan dari bandara Oslo ke Jerman. Pada malam sebelumnya mereka berkumpul di ballroom bangunan pasukan Hirden untuk melangsungkan acara malam perpisahan. Puncak dari malam itu adalah pidato dari pemimpin “Nasjonal Sammling”, Vidkun Quisling, yang secara singkat namun mengesankan, menyatakan bahwa tugas dari para sukarelawan tersebut adalah untuk menjalankan dan memenuhi tugas-tugasnya di dalam jajaran Schutzstaffel, sebagai orang Norwegia.

Pidatonya disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Quisling menyatakan bahwa hanya Jermanlah yang bisa memegang kepemimpinan kerjasama jermanik, dan bahwa Norwegia sebagai partner, juga akan memainkan peran yang kecil namun setara dan bernilai. Para sukarelawan yang terdaftar di SS-Regiment “Nordland” sekarang tahu mengapa mereka akan diterbangkan ke Jerman. Fakta bahwa sikap lahir dan batin mereka tidak diragukan lagi, telah dibuktikan oleh SS bahwa mereka layak.

Quisling pada akhirnya mengucapkan selamat jalan untuk para sukarelawan yang telah memenuhi panggilan, dan menyampaikan best wishes untuk perjalanan mereka, terutama perjalanan selama tugasnya di SS.

Permulaan “Skuadron Nordland” berjalan dengan lancar. Para sukarelawan masih keluar dari bandara untuk mengucapkan perpisahan terakhir mereka. Rasa sakit dari perpisahan, tapi juga ada sukacita di wajah mereka, sukacita dan kebanggaan akan hal itu, yang salah satunya adalah dapat secara aktif bersama dengan kawan-kawan dari Jerman memperjuangkan kebebasan dan masa depan yang aman. “Sampaikan salam kepada Jerman, sampaikan salam kepada kawan-kawan Jerman, sampaikan salam kepada Adolf Hitler…”

Dengan suara yang menderu, mesin berputar di atas landasan pacu. Pesawat Ju terbang satu demi satu, dan dengan cepat mengudara.

KETERANGAN ILUSTRASI
- Atas 1: Hans Gjerdum, petani muda berumur 21 tahun. Ia sama sekali tidak berbicara Jerman. Namun ia tertawa ketika seseorang bertanya apakah ia tidak kesulitan saat datang ke Jerman. Tapi ia akan segera belajar.
- Atas 2: Stole Gjarder berumur 16,5 tahun berasal dari Oslo. Ia adalah seorang pegawai di perusahaan percetakan ayahnya. Setelah menyelesaikan masa tugasnya, ia ingin agar dapat bertugas lebih lanjut.
- Atas 3: Thorbjörn Holmen. Pekerjaan sebelumnya adalah seorang polisi di Oslo. Ia telah mengucapkan selamat tinggal di kepolisian dan bergabung di Waffen-SS. Sekarang ia berumur 21 tahun. Holmen ingin menjadi seorang perwira.
- Atas 4: Rolf Bjerkelund, seorang pelajar dari Oslo, berumur 18 tahun. Setelah menyelesaikan masa tugasnya selama setahun, ia berkeinginan agar dapat bertugas lebih lanjut dan menjadi seorang perwira SS.
- Bawah: Matthias Aalholm telah bekerja sebagai staf organisasi paramiliternya Vidkun Quisling, Hirden. Ia telah mendaftarkan diri sebagai seorang sukarelawan di Waffen-SS, dan beberapa hari kemudian ia sudah mengenakan seragam feldgrau. Ia berumur 19 tahun, dan keinginan terbaiknya adalah agar suatu hari dapat menjadi seorang perwira SS.

SUMBER FOTO
- koleksi pribadi, ‘Das Schwarze Korps’, ep. 7, hal. 11, terbitan 13 Februari 1941.

CATATAN KAKI
* Vidkun Quisling adalah seorang mantan menteri pertahanan Norwegia, yang juga merupakan pengagum berat Hitler. Saat Jerman menguasai Norwegia di tahun 1940, Quisling menyatakan dirinya sebagai kepala negara. Akan tetapi Hitler tidak setuju dan menunjuk wakilnya sendiri, Reichskommissar Josef Terboven, untuk menjadi kepala negara. Dua tahun berikutnya, Quisling ditunjuk sebagai perdana menteri.
** Banyak para sukarelawan Norwegia yang yakin bahwa satuan ini akan dikerahkan untuk membantu Finlandia dalam pertempurannya melawan kemungkinan invasi lebih lanjut oleh komunis Soviet di wilayah Skandinavia.


Sumber :

Senin, 29 Juli 2013

SS-Obersturmführer Fredrik Jensen (1921-2011), Sukarelawan SS Asal Norwegia Dengan Medali Tertinggi!

  
Dua foto dari SS-Obersturmführer Fredrik Jensen (yang kemungkinan besar diambil pada waktu yang bersamaan) yang memperlihatkan dia dengan medali yang diraihnya. Foto ini diambil medio Juli 1943 - Desember 1943, karena disini dia sudah mendapatkan Eisernes Kreuz I. Klasse tapi belum dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold


 Fredrik Jensen di masa tua memperlihatkan serangkaian medali dan penghargaan yang diraihnya dalam Perang Dunia II. Seusai perang dia dipenjara selama tiga bulan di Norwegia dan kehilangan kewarganegaraannya selama 10 tahun. Setelah menghabiskan masa hukumannya, Jensen kemudian tinggal di Swedia dan menjadi mandor serta pembuat mesin-mesin pabrik yang sukses


Nama lengkap: Fredrik Jensen
Lahir: 25 Maret 1921 di Oslo, Norwegia
Meninggal: 31 Juli 2011 di sebuah rumah sakit di Ystad, Swedia.
Nomor keanggotaan NSDAP: [bukan anggota]
Nomor keanggotaan SS: 456 051 (V) (bergabung 4 April 1941)

Promosi:
Juli 1941 SS-Schütze
20 Juli 1942 SS-Junker
1 Oktober 1942 SS-Standartenjunker
1 Desember 1942 SS-Standartenoberjunker
10 Maret 1943 SS-Untersturmführer
30 Januari 1944 SS-Obersturmführer

Medali dan Penghargaan:
8 Desember 1944 Kriegsorden des Deutschen Kreuzes in Gold sebagai SS-Obersturmführer dan Führer 7.Kompanie / II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania" / 5.SS-Panzer-Division "Wiking", Front Timur (berdasarkan sebuah rekomendasi tertanggal 29 September 1944 dan ditandatangani oleh Bataillonsführer Franz Pleiner; didukung pada tanggal 5 Oktober 1944 oleh Regimentsführer i.V. Herbert Oeck dan 10 Oktober 1944 oleh Divisionsführer Karl Ullrich; disetujui tanggal 2 November 1944 oleh Korpskommandeur Herbert Otto Gille)
15 Juli 1943 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse
20 April 1943 1939 Eisernes Kreuz II. Klasse
1943 Nahkampfspange II. Stufe (Silber)
Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze
Verwundetenabzeichen, 1939 in Gold
Verwundetenabzeichen, 1939 in Silber
19 Januari 1942 Verwundetenabzeichen, 1939 in Schwarz
1942 Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/42”
"Frontkjemper" Badge
Deutsches Reichssportabzeichen in Bronze

Catatan:
* Fredrik Jensen merupakan sukarelawan SS asal Norwegia dengan medali tertinggi, yaitu Deutsches Kreuz in Gold. Tak ada satu pun rekan senegaranya yang meraih medali bergengsi ini!
* Selama karir militernya dia terluka dalam pertempuran sebanyak lima kali sehingga layak mendapat Verwundetenabzeichen in Gold (Wound's Badge in Gold)


Sumber :
Catatan Michael D. Miller