Tampilkan postingan dengan label Foto Sukarelawan Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto Sukarelawan Nazi Jerman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Album Foto Sukarelawan Latvia Di Wehrmacht

 Pembuatan dan pendistribusian roti dari Feldküche (Dapur Lapangan) milik legiun sukarelawan Latvia di Waffen-SS. Biasanya hal ini dilakukan di garis belakang dan hasilnya didistribusikan di front-front yang berdekatan, diletakkan di tempat-tempat tertentu yang nantinya diambil oleh prajurit yang biasa kebagian tugas tersebut. Pengirimannya rata-rata dilakukan di sore hari dan terdiri dari roti, selai dan makanan hangat yang nantinya dimakan menggunakan peralatan makan yang telah dibekali pada masing-masing prajurit (piring kaleng, sendok, garpu, pisau). Seringkali makanan itu telah keburu dingin sebelum sampai ke orang yang akan memakannya!

-------------------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 
Waffen-Hauptsturmführer der SS Miervaldis Ādamsons (29 Juni 1910 - 23 Agustus 1946) adalah mantan pelaut yang bertemperamen keras tapi pemberani. Pada periode 1930-1936 dia bergabung dengan Legiun Asing Prancis dan ditempatkan di Maroko. Disini keberaniannya sangat menonjol sehingga dia dijuluki sebagai "The Moroccan Teror"! Setelah balik ke Latvia, tahun 1937 Ādamsons menjadi anggota militer negaranya, tapi hanya sebentar saja karena pada tahun 1940 Uni Soviet menganeksasi Latvia sehingga memaksa dia menjadi gerilyawan. Kedatangan Jerman tahun 1941 disambut dengan suka cita, dan Ādamsons beserta rekan-rekan seperjuangannya dengan sukarela bergabung dengan Wehrmacht sebagai sukarelawan dengan tugas... membasmi gerilyawan (bayangkan, mantan gerilyawan melawan gerilyawan)! Setelah bergabung dengan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2), dia terlibat dalam apa yang disebut sebagai "Weihnachts-Schlachten" (Pertempuran Natal) dari tanggal 28 Desember s/d 31 Desember 1944 di jembatan Kurland dan, lagi-lagi, terluka (tanggal 25 Januari 1945)! Disinilah bintangnya bersinar terang. Bayangkan saja, dalam waktu hanya 24 jam dia dan pasukannya berhasil menggagalkan tujuh kali serangan Rusia, dan setelah pertempuran usai 400 mayat tentara musuh dapat dihitung di depan posisi pertahanan Latvia yang dipimpin Miervaldis! Sang musuh, Korps Angkatan Darat ke-100 Rusia, menyerang dengan dukungan tank lagi dan lagi. Dalam waktu hanya 3 hari Jembatan Vanagi berganti "tuan" 17 kali! Pada akhirnya jembatan yang berharga tersebut diduduki oleh pasukan pimpinan Miervaldis Ādamsons, yang memperlihatkan contoh mengagumkan bagi pasukannya dengan selalu bertempur paling depan. Begitu habis-habisannya pertempuran ini sehingga Korps Angkatan Darat ke-100 Rusia pun binasa total! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Chef 6.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment 44 (lettische Nr.6) der SS / VI.SS-Freiwilligen-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (26 Maret 1943) dan I.Klasse (21 September 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Gold; serta Ärmelband Kurland. Ādamsons ditangkap Rusia saat menjalani perawatan atas luka-lukanya di rumah sakit bulan Mei 1945, dan setahun kemudian dia dieksekusi atas tuduhan "pengkhianatan terhadap tanah air"!


Waffen-Obersturmführer der SS Roberts Ancāns (11 November 1919 - 1 Januari 1982) adalah mantan anggota militer Latvia yang kemudian bergabung dengan Waffen-SS bulan Februari 1942, kurang dari satu tahun setelah invasi Jerman atas Uni Soviet. Dia adalah salah satu dari kelompok sukarelawan Latvia yang terkepung di Cholm. Disana dia terluka dan setelah sembuh melanjutkan tugasnya di dekat Leningrad, rawa-rawa Volkhov, dan sungai Velikaya. Setelah pembentukan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) bulan Januari 1944, Ancāns ikut ambil bagian dalam pertempuran habis-habisan di Kurland yang terkepung. Dalam konfrontasi tanggal 24 Desember 1944, bersama dengan 180 orang anggota kompinya Ancāns menghancurkan serangan Soviet yang berusaha menerobos pertahanan yang digalang 19. Waffen-Grenadier-Division der SS dan 21. Luftwaffen-Feld-Division. Tidak kurang dari 12 tank musuh yang berhasil dihancurkan, dengan salah satunya secara pribadi dimusnahkan oleh Ancāns menggunakan senjata genggam-tangan! Setelah pasukan Jerman ditarik mundur, kompi Ancāns hanya tersisa 38 orang, dan itu pun kebanyakan dari mereka terluka serius! Atas prestasinya ini sang perwira Latvia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Führer Nahkampfschule Waffen-Feldersatz-Bataillon der SS Nr.19 / 19.SS-Freiwillige-Grenadier-Division (Lettischer No. 2) / 6.SS-Freiwillige-Armeekorps / Heeresgruppe Nord. Pada bulan Mei 1945 dia terluka parah dan ditarik keluar dari kantung Kurland menggunakan kapal laut hanya beberapa hari sebelum Jerman secara resmi menyerah. Seusai perang Ancāns tinggal di Jerman Barat tapi kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat. Dia meninggal dunia di New York pada Tahun Baru 1982 di usia 62 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (2 Oktober 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 April 1943) dan I.Klasse (27 Desember 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (12 Oktober 1942); Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Gold (27 Desember 1944); serta Panzervernichtungsabzeichen in Silber


 Waffen-Hauptscharführer der SS Žanis Ansons (4 Desember 1911 – 24 November 1968) adalah petani Latvia yang bergabung dengan lettischen Schutzmannschaft-Bataillon 24 tahun 1942 sebelum dipindahkan ke resimen sukarelawan SS Latvia bulan Maret 1943. Pada bulan April 1944 Ansons sudah berpangkat Waffen-Hauptscharführer der SS di 6.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 (lettische Nr. 6) "Imanta". Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Leningrad dan juga Kurland. Dalam pergulatan yang terakhir ini Ansons mendapat nama harum dengan selalu berada paling depan di medan perang sehingga dia direkomendasikan oleh atasannya untuk mendapatkan Ritterkreuz. Ketika rekomendasinya sedang diproses, sekali lagi sang bintara menunjukkan kemampuannya yang istimewa: di malam tanggal 27 Desember 1943 Tentara Merah telah menembus pertahanan pasukan Jerman dan maju sampai sejauh dua kilometer. Ansons, yang dikirim hanya untuk melakukan pengintaian di Point 73, menyadari bahwa kekuatan musuh yang masuk wilayah Jerman masih belum cukup kuat sehingga dia memutuskan untuk melakukan tindakan sebelum datang bala bantuan lebih banyak lagi. Dengan hanya ditemani oleh delapan orang prajurit dan bermodalkan senapan mesin dan granat dia menyerbu Point 73 yang ditempati oleh pasukan cadangan serta pengamat artileri Soviet. Serbuan tersebut begitu mendadak sehingga tak lama kemudian musuh dipaksa untuk pontang-panting mundur ke garis awal mereka melakukan serangan! Beberapa minggu kemudian datanglah berita gembira bahwa dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Januari 1945 sebagai Zugführer di 3.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 / 19.SS-Freiwillige-Grenadier-Division (Lettische No. 2) / VI.SS-Freiwillige-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, dan menjadi sukarelawan Latvia pertama berpangkat selain perwira yang mendapatkannya! Manusia satu ini benar-benar bermental baja: ketika sekutu Jermannya menyerah di Kurland bulan Mei 1945, Ansons dan beberapa rekannya memilih untuk melarikan diri ke hutan dan melanjutkan gerilya melawan Soviet dari sana! Dia baru tertangkap tanggal 18 Desember 1946 dan langsung dideportasi ke Vorkuta. Pada tahun 1955 Ansons kembali ke Latvia setelah dibebaskan dan meninggal dunia dengan tenang disana pada tahun 1968 dalam usia 56 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Tapferkeits- und Verdienstauszeichnung für Angehörige der Ostvölker I. Klasse, 2. Stufe (24 April 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Agustus 1943) dan I.KLasse (16 Oktober 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (14 November 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz (23 Desember 1944); serta Nahkampfspange in Bronze (23 Desember 1944)



Waffen-Standartenführer der SS Kārlis Aperāts (4 Maret 1892 - 16 Juli 1944) dari Latvia mempunyai rentang karir militer yang luar biasa dimana dia mengabdi di empat negara: Kekaisaran Rusia, Latvia, Uni Soviet, dan Nazi Jerman! Dia pertama kali bertempur dalam Perang Dunia Pertama saat membela Kekaisaran Rusia dalam melawan Kekaisaran Jerman. Pada tahun 1919 dia balik melawan mantan tuannya dalam perang kemerdekaan negara-negara Baltik. Aperāts lalu melanjutkan karir militer di negara kelahirannya sebagai perwira sandi. Ketika Soviet menginvasi Latvia tahun 1940 dia direkrut masuk Tentara Merah tapi tak lama kemudian keluar dan mendirikan unit bawah tanah beranggotakan 1700 orang yang menentang komunisme. Jerman gantian menyerbu negaranya bulan Juni 1941, dan Aperāts bergabung secara sukarela dengan Waffen-SS setahun kemudian. Dia terlibat dalam operasi di Belarusia dan Leningrad dari bulan Februari 1943, lalu diangkat sebagai komandan resimen Grenadier SS Latvia ke-32 bulan Juni 1944. Resimennya bertugas di utara Front Timur. Disini  Aperāts membentuk sebuah Kampfgrupe beranggotakan 850 orang dan dilengkapi dengan dua senjata anti-tank. Dalam operasi anti-gerilyawan mereka menghancurkan dua batalyon Partisan, juga dipaksa untuk berhadapan dengan dua divisi Soviet yang disertai oleh 30-40 tank saat menjadi pasukan garis belakang di jembatan Ssinaja yang melintasi sungai Mosuli. Dalam pertempuran sengit yang terjadi kemudian, Kampfgruppe Aperats mampu menghancurkan 8 tank. Dalam pertempuran itu pula sang komandan Kampfgruppe terluka parah di kepala dan dokter unit memperkirakan dia hanya punya waktu ½ jam untuk hidup. Anakbuahnya menginginkan agar dia dibawa mundur ke garis belakang, tapi Aperāts bersikukuh untuk ditinggalkan di medan pertempuran dan meminta mereka menyelamatkan diri. Saat Kampfgruppe-nya berangsur-angsur meninggalkan jembatan, mereka mendengar suara tembakan dan meyakini bahwa sang komandan yang dicintai tersebut telah menembak dirinya sendiri dengan pistol. Atas keberanian pribadi yang ditunjukkannya dalam pertempuran, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 21 September 1944 sebagai Waffen-Obersturmbannführer der SS dan Kommandeur Waffen-Grenadier Regiment der SS 32 / 15.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 1) / VI.SS-Freiwillige-Armeekorps / Heeresgruppe Nord. Pangkatnya juga dinaikkan secara anumerta menjadi Waffen-Standartenführer der SS. Setelah perang usai, setiap tahun tanggal 16 Juli para mantan anggota Waffen-Grenadier Regiment der SS 32 yang selamat berkumpul di dekat jembatan Ssinaja untuk melarungkan karangan bunga di sungai Mosuli sebagai kenangan atas mantan komandan mereka yang berani. Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Kārlis Aperāts: Order of the Lacplesis, III Class; Order of the Three Stars, V Class (Latvia); Order of Viesturs, IV Class with Swords (Latvia); Commemorative Badge of the Latvian War of Liberation; serta Eisernes Kreuz II.Klasse (22 Agustus 1943) dan I.Klasse (21 September 1943)
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Waffen-Obersturmführer der SS Alfrēds Jānis Bērziņš (1920 - 3 Agustus 2011) difoto di musim gugur tahun 1944, yang dimuat dalam buku "Latviešu karavīrs otrajā pasaules karā" (Prajurit Latvia Dalam Perang Dunia II) halaman 321 karya Liene Mikelsone. Dia dianugerahi Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS tanggal 5 Maret 1945 sebagai Chef 2.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 42 “Voldemārs Veiss” / 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Medali-medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (Oktober 1943) dan I.Klasse (Januari 1944); Infanterie-Sturmabzeichen; dan Verwundetenabzeichen in Gold. Yang terakhir diterimanya atas enam luka yang dideritanya di medan pertempuran, yang salah satunya mengharuskan kakinya (sampai batas lutut) untuk diamputasi!


 
Waffen-Obersturmführer der SS Augusts Biters (9 Juni 1916 - 29 Januari 1997) datang dari keluarga besar (8 anak) dengan 5 diantara saudaranya masuk dinas militer! Dia dianugerahi Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS tanggal 5 Maret 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Führer 4.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment 44 (lettische Nr.6) der SS / 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Medali-medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Ärmelband Kurland. BTW, Foto atas diambil dari buku "Latviešu karavīrs otrajā pasaules karā" (Prajurit Latvia Dalam Perang Dunia II) halaman 182 karya Liene Mikelsone, sementara bawahnya diambil setelah berakhirnya Perang Dunia II, dimana dia bekerja sebagai tukang las bangunan


 Voldemārs Grāvelis


Vilis Janums


 
Waffen-Obersturmführer der SS Teodors Kalnājs adalah komandan 8.Kompanie / II.Bataillon / Waffen-Grenadier Regiment der SS 44 / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Atas jasa-jasanya di medan perang, dia dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Maret 1944) dan I.Klasse (10 Agustus 1944), serta menjadi salah satu dari hanya 9 orang sukarelawan asal Latvia yang mendapat Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (Honour Roll Clasp of the Army and Waffen-SS / Lencana Baris Kehormatan Angkatan Darat dan SS Bersenjata) tanggal 10 April 1945. Lencana ini dirancang sebagai penghargaan terhadap aksi heroik para pejuang Wehrmacht yang telah mendapat kedua tingkat medali Salib Baja (Eisernes Kreuz) tapi yang aksinya belum cukup "layak" untuk diganjar dengan Deutsches Kreuz in Gold ataupun Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Merujuk pada peraturan, Ehrenblattspange disematkan di pita Eisernes Kreuz II.Klasse yang biasa dipakai di kancing tengah kedua seragam. Tercatat 4.556 orang yang mendapat Ehrenblattspange sepanjang Perang Dunia II, lebih sedikit dari penerima Ritterkreuz (7.323 orang) ataupun Deutsches Kreuz in Gold (24.204 orang), walaupun masih kalah "eksklusif" dari Deutsches Kreuz in Silber (1.115 orang)


Miervaldis Ziedainis


Sumber :

Senin, 12 Juli 2010

Foto Sukarelawan Flemish (Belgia) di Wehrmacht dan Waffen-SS


Para sukarelawan Flemish dari Sturmbrigade Langemarck berparade di Schoten, Belgia, di musim panas tahun 1943. Unit ini tak lama kemudian akan dikirim ke wilayah selatan Front Timur bulan Desember 1943


 Para sukarelawan Flemish dari Legion Flandern dalam sebuah upacara di Antwerpen, Belgia, yang menandai keberangkatan mereka ke 27. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division "Langemarck" pada tahun 1944


SS-Oberschütze Harry de Booy. Foto oleh SS Propaganda-Kompanie Jan Buyse



SS-Oberschütze Joz Lauf dari SS-Regiment "Westland". Foto oleh SS Propaganda-Kompanie Jan Buyse


Upacara penyambutan untuk 750 orang anak-anak dan remaja Flemish anggota NSV dan VLAG (dua organisasi pro-Jerman di Flanders) yang baru kembali dari Jerman. Upacara ini diselenggarakan di Grote Markt, Brussel (Belgia)


Kalau yang ini upacara penyambutan untuk 3000 orang warga Belgia yang bekerja secara sukarela dalam membantu panen pangan di Jerman. Lokasinya adalah di Menara Yser di Diksmuide, sebuah monumen Perang Dunia I yang terletak di sungai Yser di Flanders


Poster perekrutan sukarelawan Flemish untuk bergabung dengan Waffen-SSFoto yang diambil di Brussels tanggal 14 Agustus 1943 pada saat tur SS-Kriegsberichter di Flanders. Yang di kiri adalah Dr. Hendrik Elias, yang sebelah kanan adalah Kriegsberichter tak dikenal dari Denmark (terlihat dari panji bendera negara di lengannya), sementara yang di tengah adalah Jef Desseyn yang merupakan sukarelawan asal Flemish. Pada awal tahun 1943 dia menjadi koresponden perang di Pertempuran Kharkov dan tergabung bersama SS-Kriegsberichter-Zug/SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich". Propagandaministerium menyebutnya sebagai ‘Erfolgreichste Ausländische Berichter Deutschlands’, dan pada awal tahun 1944 dia bekerja sebagai Rundfunkberichter bersama "Zender Brussel"

-----------------------------------------------------------

 SS-Rottenführer Léo Arthur Avermaete dari SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division "Wiking" adalah sukarelawan Flemish yang lahir di Antwerpen tanggal 19 Juni 1923. Uniknya, meskipun notabene dia adalah seorang prajurit Panzertruppen, tapi dalam foto ini dia mengenakan medali Infanterie-Sturmabzeichen in Silber! Perlu diingat bahwa sampai dengan musim semi 1942 pada dasarnya tidak ada yang namanya unit panzer Waffen-SS (kecuali sebagian kecil anggota SS-Totenkopf-Panzer-Abwehr-Abteilung). Banyak para rekrutan Panzertruppen SS yang diambil dari unit infanteri, dan beberapa diantara mereka telah mendapatkan medali sebelumnya sehingga tidak heran kalau medali infanteri tersebut "terbawa" saat telah menjadi prajurit panzer. Bahkan faktanya, para Panzermann veteran pasukan pejalan kaki ini lebih bangga atas tertempelnya Infanterie-Sturmabzeichen di seragam mereka daripada Panzerkampfabzeichen karena cara mendapatkannya yang lebih sulit! Di foto ini kita juga bisa melihat strip di schulterklappen-nya yang menjelaskan bahwa dia adalah seorang "Führeranwärter" (Kandidat Komandan/Bintara). Avermaete selamat sampai perang usai dan meninggal pada tanggal 26 Maret 2012


SS-Kriegsberichter Paul Douliez adalah seorang pianis sekaligus dirigen (bukan jerigen!) di NIR (Nationaal-Instituut voor Radio-omroep). Pada tahun 1943 dia bergabung dengan Waffen-SS dan kemudian kembali ke Brussels karena ditunjuk sebagai ketua "Zender Brussel" (nama pengganti NIR setelah Belgia diduduki Jerman). Setelah evakuasi Brussels, dia menjadi pemimpin "Kampfsender Flandern" yang mobil


SS-Kriegsberichter Raf van Hulse. Dia berpangkat SS-Hauptsturmführer dan mantan Standartenführer di SS-Standarte ‘Flandern’ ketika dia bergabung dengan Waffen-SS bulan September 1942. Kemungkinan besar dia bertugas di SS-Kriegsberichter-Züge dari SS-Panzergrenadier-Division"Wiking" dan "Leibstandarte SS Adolf Hitler". Dia kemudian dipromosikan menjadi SS-Oberscharführer dan bertugas sebagai Zugführer di SS-Kriegsberichter-Halbzug/SS-Freiwilligen-Strumbrigade "Langemarck" dari Januari s/d April 1944


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.gutenberg-e.org
www.military.be
www.ronnydeschepper.com

Foto Sukarelawan Wallonie (Belgia) di Wehrmacht dan Waffen-SS

SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich berpidato di Charleroi, Belgia, tanggal 1 April 1944, dalam acara perayaan untuk menghormati sukarelawan Wallonie yang telah memperlihatkan semangat tempur yang mengagumkan dalam Pertempuran Cherkassy. Di sebelahnya adalah SS-Hauptsturmführer Jean Vermeire, Staff Perwira Divisi Wallonie


Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Di acara ini pula dilakukan upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub untuk perwira Sturmbrigade Wallonien yang paling cemerlang, Léon Degrelle, oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris kedua: perwira Heer yang tidak diketahui namanya; SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Paling belakang adalah seorang perwira Gebirgsjäger (perhatikan Edelweiss di schirmmütze!) yang tidak diketahui namanya. Para dedengkot divisi Hitlerjugend ikut hadir dalam acara ini karena lokasinya berdekatan dengan tempat pelatihan mereka di Beverloo (Belgia)


 Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris belakang: SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisionsadjutant 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Sturmbannführer León Degrelle (Kommandeur SS-Freiwilligen-Brigade "Wallonie"); SS-Oberführer Fritz Kraemer (Ia Erster Generalstabsoffizier I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte"); SS-Hauptsturmführer tak dikenal; SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant Kommandierender-General I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte" Dietrich); SS-Standartenführer tak dikenal; dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Richard Jungclaus (Bevollmächtigter des Reichsführer-SS in Belgien und Nordfrankreich)

 SS-Panzergrenadiers dari 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade "Wallonien" di antara rongsokan tank T-34/85 dan IS-2 Soviet dari 5th Guard Tank Army. Para Grenadier ini sedang memeriksa kondisi sekitar medan pertempuran demi mencari target baru tak lama setelah baku tembak kecil-kecilan di dekat Riga, Latvia, bulan Agustus 1944


SS Grenadier Henry Lanin di Pomerania tahun 1945


SS-Untersturmführer Pierre Dengis


Para calon prajurit Wallonie. Tipikal hari pertama "kerja" bagi orang-orang ini. Tiba dengan jas sipil necis, potong rambut, mengagumi diri masing-masing saat bercermin dengan seragam baru, mulai latihan baris-berbaris dan sebagainya


prajurit veteran Wallonie dengan penghargaan yang telah diraihnya. Perlu diketahui bahwa sukarelawan Wallonie bukanlah prajurit gunung, tapi mengapakah bapak-bapak di atas memakai topi M43 dengan simbol edelweiss seperti layaknya unit Gebirgsjäger? Ini karena sewaktu mereka masih nyantol di di Heer, mereka dimasukkan ke dalam 97. Jäger-Division di front Kaukasus, dan karenanya "berhak" untuk memakai topi khusus itu, walaupun telah keluar dari unit tersebut


"Hari pertama kerja" di Wildflecken bagi para sukarelawan Waffen-SS setelah sebelumnya bertugas di Heer, akhir musim panas 1943. Mereka adalah para perwira rendahan berpengalaman dengan beberapa di antaranya telah dianugerahi medali. Banyak di antaranya masih memakai sepatu gunung mereka, Gebirgsjäger legging wraps, celana gunung (dengan lipatan!), dan topi Bergmütze kehormatan M43 dengan insignia edelweiss. Perwira di sebelah kiri adalah SS-Sturmbannführer Lucien Lippert, komandan SS Sturmbrigade Wallonie. Foto ini diambil tak lama setelah perpindahan status dari Infanterie Bataillon 373 ke Waffen-SS


 
Orang dengan kemeja hitam adalah anggota Formations de Combat atau milisi Rexist. Foto ini diambil di Pieske saat para anggota sukarelawan Wallonie tiba untuk memulai peralihan unit mereka dari Heer ke Waffen-SS sekaligus pembentukan 5. SS-Sturmbrigade Wallonien. Para anggota Formations de Combat ikut datang untuk bergabung dengan Sturmbrigade, dan mereka disambut dengan hangat oleh para veteran perang di Front Timur. Para veteran ini sendiri telah menerima insignia SS tapi belum dilengkapi dengan kragenspiegel (tanda pangkat di kerah)



Pasukan gunung Wallonie dengan senapan MP40 dan kantung magasin seluruhnya-kulit Schmeisser yang langka. Medali yang dipasang di saku dadanya adalah Croix de Bourgogne (Blood Order), sementara medali kecil berbentuk bujur sangkar persis di atasnya adalah Rex "Badge of Honor" yang diberikan kepada anggota Partai Rexis yang dipenjarakan oleh pemerintah Belgia selama berlangsungnya invasi Jerman tahun 1940 (seluruhnya hanya berjumlah 300 buah!). Perhatikan bahwa dia tidak memakai tanda pangkat (Kragenspiegel) di kerahnya. Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat sukarelawan Wallonie baru saja ditransfer dari Heer ke Waffen-SS, dan mereka tidak diperkenankan memakai Kragenspiegel sebelum diambil sumpahnya!


Sukarelawan Wallonie


Léon Degrelle dalam acara penyematan medali di Charleroi bagi para sukarelawan Wallonie yang selamat dari pengepungan Cherkassy


Poster perekrutan mantan anggota Legiun Wallonie untuk bergabung dengan Waffen-SS. Meskipun nampak gambar panzer Tiger dalam poster ini, tapi kebanyakan sukarelawan Wallonie bertempur sebagai pasukan pejalan kaki alias infanteri!


Mencoba sepiring sup panas. Di sebelah kiri adalah Hubert van Eyser yang nantinya akan terbunuh di Cherkassy sebagai pimpinan peleton dari Kompi ke-1


A la soupe... Latihan perang para sukarelawan Wallonie di Batalion Infanteri ke-373 Angkatan Darat Jerman


Leutnant Jules Mathieu, musim panas 1942. Mathieu merupakan pejabat tinggi partai Rexis Belgia di masa pra-perang, dan dia memulai masa baktinya di Legiun Wallonie sebagai pimpinan peleton di Kompi Pertama (yang mempunyai anggota-anggota tangguh semacam Léon Degrelle). Ketika perang berakhir, Mathieu sudah berpangkat SS-Sturmbannführer dan menjadi komandan Resimen ke-69


Perwira rendah Wallonie bersama dengan peletonnya selama berlangsungnya latihan perang di pertengahan tahun 1942


Sebuah kartu pos yang memperlihatkan para perwira Wallonie sedang memberikan instruksi dalam latihan anti-tank, musim semi-panas 1942. Terlihat komandan legiun Wallonie, Lucien Lippert (dua dari kiri), dan disebelahnya yang berseragam putih adalah Pierre Dengis. Dengis nantinya akan menjadi komandan Assault Gun Company dari 5th SS Wallonien Assault Brigade


Leutnant Louis Calonne (kiri) dan Kadet H. van Eyser sedang mengarahkan latihan perang di lapangan


 Para anggota dari 28. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division "Wallonien" menyempatkan diri untuk berpose di depan kamera saat berlangsungnya pertempuran berat di Pomerania bulan Februari-Maret 1945. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Georges Suain (Chef 4.Kompanie / SS-Freiwilligen-Grenadier-Regiment 70 [wallonische nr.2]), SS-Untersturmführer Léon Gillis (Chef Panzerjäger-Kompanie / SS-Freiwilligen-Panzerjäger-Abteilung 28), SS-Untersturmführer Désiré Lecocq (Chef 7.Kompanie / SS-Freiwilligen-Grenadier-Regiment 69 [wallonische nr.1]. KIA 6 Maret 1945), SS-Oberscharführer Van Isschott, dan SS-Sturmmann Collard

--------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 SS-Untersturmführer Léon Gillis (11 Februari 1913 - 24 Maret 1977) dari 28. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division "Wallonien" mengawasi wilayah sekitarnya dari keberadaan musuh di Pomerania, musim semi tahun 1945. Dia mempersenjatai diri dengan sebuah senapan serbu StG 44. Gillis merupakan salah satu dari hanya tiga orang sukarelawan asal Wallonie yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (dua lainnya adalah León Degrelle dan Jacques Leroy). Gillis meraihnya pada tanggal 30 September 1944 sebagai Zugführer Panzerjäger di 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade "Wallonien", setelah berhasil menghancurkan antara 14 s/d 19 tank T-34 Rusia dengan senjatanya dalam sebuah pertempuran yang berlangsung di bulan Agustus 1944 di Tartu, timur Estonia. Pada saat itu peletonnya harus menghadapi serangan pasukan tank Soviet berkekuatan besar yang berusaha menghancurkan pasukan Jerman yang masih bercokol di Estonia. Satu-satunya yang menjadi penghalang gerak maju mereka adalah tiga buah senjata anti-tank dari Divisi Wallonien. Gillis memposisikan senjatanya langsung ke arah jalan tempat datangnya musuh dan berhasil memukul mundur serangan demi serangan yang bergantian datang. Dalam pertempuran sengit yang berlangsung sepanjang hari, ketiga senjata anti-tank andalan pihak yang bertahan akhirnya dibungkam musuh dan sebagian besar awaknya terluka. Seantero front kini bergantung pada tindakan Gillis selanjutnya. Dia memilih untuk menyerang. Serangan yang hanya bermodalkan granat tangan tersebut berhasil menghancurkan tiga tank tambahan sehingga membuat sisa pasukan musuh mundur. Sampai dengan berakhirnya pertempuran, pasukan Soviet yang berkekuatan jauh lebih besar tetap tak mampu untuk menghalau sang komandan peleton yang gigih luar biasa tersebut dari posisi pertahanannya!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Remy Spezzano
www.5sswiking.tumblr.com
www.flickr.com
www.gutenberg-e.org
www.home.arcor.de
www.wehrmacht-awards.com