Tampilkan postingan dengan label Jagoan Anti-Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagoan Anti-Tank. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2009

Leutnant Günter Halm (1922- ), Perontok 9 Tank Berumur 19 Tahun!

Gefreiter Günter Halm di Afrika Utara. Foto anak Reichsbahnobersekretärs ini diambil pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz-nya tanggal 7 Agustus 1942 ketika Halm bertugas sebagai Grenadier dan Richtschütze PaK-Zug Stabskompanie/Panzergrenadier-Regiment 104, sementara pengumumannya sendiri telah dia terima dari tanggal 29 Juli 1942. Medali prestisius ini disematkan langsung ke leher Halm oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") langsung (dan juga kenaikan pangkat verbal menjadi Gefreiter), yang ditemani oleh Marsekal Italia Ugo Cavallero, General der Panzertruppe Walther Nehring (Kommandierender General Deutsche Afrika Korps), Generalleutnant Wilhelm Ritter von Thoma (sampai tanggal 1 Juli 1942 menjabat sebagai General der schnellen Truppen im OKH), dan Oberst i.G. Siegfried Westphal (Ia Panzergruppe-Afrika)


Gefreiter Günter Halm dan tanda tangannya


Lukisan yang memperlihatkan aksi dari Gefreiter Günter Halm yang kemudian membuatnya dianugerahi Ritterkreuz


Gefreiter Günter Halm menerima Ritterkreuz langsugn dari tangan Erwin Rommel si "Serigala Masakan Padang eh Padang Pasir"


Kebayang kan bagaimana perasaan sang Gefreiter dalam acara ini? Bangga yang membuncah-buncah!


Foto dari Gefreiter Günter Halm ini diambil di Afrika Utara dalam sebuah upacara penghargaan dimana Halm menerima medali bergengsi Ritterkreuz langsung dari tangan "Serigala Padang Pasir" Erwin Rommel. Setelah perang, Halm mengenang bahwa saat itu dia merasa terganggu sekaligus malu karena seekor lalat nakal terus menerus terbang di sekitar wajahnya, pada saat Rommel sedang mengajaknya berbincang! Uniknya, di upacara ini Halm juga menerima tambahan medali Eiserne Kreuz kelas pertama yang masih baru dari pabrik dan disematkan di dada kirinya. Halm yang saat itu berusia 19 tahun merupakan peraih Ritterkreuz termuda nomor dua di seluruh Wehrmacht!


Banyak yang terkecoh dan mengira bahwa foto ini adalah Günter Halm, padahal Herr Halm sendiri mengatakan bahwa foto ini bukanlah dirinya! Pendapat saya pribadi, setelah penelusuran yang seksama terhadap anggota Korps Afrika Rommel, maka saya berkeyakinan bahwa orang di atas adalah Leutnant Hellmut von Leipzig. Kalau nggak percaya, liat saja foto Leipzig disini


Günter Halm sebagai Leutnant. Masih terlihat wajahnya yang imut-imut!


Oleh : Alif Rafik Khan

Günter Halm dilahirkan tanggal 27 Agustus 1922 di sebuah desa kecil bernama Elze, sebagai anak dari Reichsbahnobersekretärs (sekretaris kepala jawatan kereta api nasional). Ketika Perang Dunia II pecah di tahun 1939, Halm sedang magang (maschineschloßer) di sebuah bengkel kendaraan bermotor, yang berhasil dia selesaikan di musim gugur tahun 1941. Di luar profesinya tersebut, minat dia yang sangat besar untuk mengutak-atik mesin motor/mobil berkembang setelah bergabung dengan Klub Bermotor Hitlerjugend 1/79 sebagai leader senior.

Bulan Oktober 1941, Halm mendaftarkan diri secara sukarela di unit bermotor Angkatan Darat (Heer) yang termasuk ke dalam sebuah Panzerjäger Ersatzabteilung (seksi cadangan anti-tank). Tak lama setelah menyelesaikan latihan dasar di akhir bulan April 1942, Halm dikirim ke Afrika sebagai bagian dari Deutsche Afrikakorps (DAK), Pak-Zug (peleton anti-tank), Stabskompanie (staff kompi), Panzergrenadier-Regiment 104, di bawah pimpinan Leutnant Skubovius. Peleton itu sendiri diperlengkapi dengan dua buah senjata anti-tank 7,62cm dengan berat 1400 kilogram yang merupakan hasil rampasan dari pihak Rusia. Halm adalah cannonier senjata pertama yang dikomandani oleh Unteroffizier Jabeck. Biasanya, situasi sulit dapat diatasi apabila sang cannonier dapat membidik targetnya (yang ditunjukkan oleh kepala kru senjata atau komandan peleton). Jauh dari kesan sebagai seorang pemberani atau tukang perang, sebenarnyalah Günter Halm adalah seorang yang pemalu dan senang berasyik-masyuk dengan kesendiriannya. Tapi itu tak menghalanginya dari bakat besarnya sebagai tukang merontokkan tank musuh, karena tanggal 15 Juli 1942 Halm sudah dianugerahi Eiserne Kreuz II klasse setelah memberantakkan 2 buah tank Inggris (yang merupakan korban pertamanya) dalam Pertempuran Bir Hacheim.

Daerah operasi Afrika Utara terutama aktif dalam masa-masa ini. Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang merupakan Oberbefehlshaber Panzerarmee Afrika sedang berada di puncak kesuksesannya, dimana dia kini telah nongkrong di tapal batas Alexandria setelah didudukinya Tobruk tanggal 21 Juni 1942 dan mencapai wilayah El-Alamein. Rommel berusaha untuk maju lebih jauh lagi ke wilayah Mesir. Tapi Inggris tidak membiarkan Rommel untuk berbuat sekenanya, karena Jenderal Sir Claude Auchinlek yang merupakan panglima 8th Army Inggris segera melancarkan serangan balasan kuat yang didukung oleh gabungan pasukan Inggris, Australia, Afrika Selatan dan India. Tujuan utama dari serangan ini adalah front tengah El-Alamein yang dijaga oleh pasukan Jerman dan Italia yang sudah kepayahan karena pertempuran yang tak henti-hentinya. Ini membuat posisi Rommel dalam bahaya besar. Dan memang, terbukti bahwa dalam fase awal pasukan Sekutu berhasil masuk jauh ke dalam posisi Italia. Untuk lebih memperkuat ‘tusukannya’, jenderal Auchinlek menambahkan Brigade Tank ke-23 yang baru datang dari Inggris ke front pertempuran, bersama dengan Brigade India ke-161. Perintahnya adalah untuk menggulung habis Divisi Panzer Jerman ke-21 di bawah pimpinan Generalmajor Georg von Bismarck. Dalam serangan ini, Inggris mengerahkan lebih dari 100 buah tank Mark II, IV dan Valentine. Mungkin Auchinlek akan berkata kepada Rommel “Bersiap-siaplah Rommel! Ora gelem wadon bae ble’e-ble’e!”

Inilah masa dimana seorang prajurit muda berusia 19 tahun bernama Günter Halm memperlihatkan yang terbaik dari dirinya. Selama menderasnya serangan 22nd Armored Brigade Sekutu yang tak henti-henti di perbukitan Ruweisat, Grenadier Halm berhasil menghancurkan 7 buah tank Inggris dengan senjatanya, sementara secara keseluruhan, kompinya yang dipimpin Skubovius meluluhlantakkan 9 tank dan membuat 6 lainnya tidak berfungsi hanya dalam 6 menit! Bahkan setelah dua orang kameradnya terluka parah dihantam serangan yang bergelombang, Halm tetap terus berjuang tanpa kenal lelah dan takut, menghajar setiap tank musuh yang nyelonong masuk ke wilayah ‘kekuasaannya’. Di tanggal 22 Juli 1942, sebanyak 146 tank Sekutu tergeletak hancur. Tanggal 27 Juli, tidak kurang dari 1.400 tawanan berhasil dibungkus Jerman. Ketika Rommel melancarkan serangan balasan ke pihak Inggris, tambahan 1.000 orang tawanan Sekutu masuk kantong dan 60 tank Inggris kembali hancur lebur. Setiap tank yang luput dari penghancuran oleh Panzerjäger (Pemburu Tank), maka akan dihancurkan oleh segerombolan Panzer IV Jerman dari Divisi Panzer ke-21, dan Stuka yang menukik dari udara. Ngeri!

Begitu terkesannya Oberst Herbert Ewert (komandan Panzergrenadier-Regiment 104 tempat) atas apa yang telah dilakukan ABG pendiam ini, sehingga pada tanggal 23 Juli 1942 dia menganugerahkan Eiserne Kreuz I klasse kepada Grenadier Günter Halm. Masih belum cukup? Tanggal 7 Agustus 1942, Halm menerima tambahan medali bergengsi Ritterkreuz yang dikalungkan ke lehernya langsung oleh si “Serigala Padang Pasir” sendiri, Erwin Rommel, yang dihadiri oleh para pemimpin pasukan Axis di Afrika kelas kakap : Marsekal Italia Ugo Cavallero, General der Panzertruppe Walther Nehring, komandan lapangan DAK General der Panzertruppe Wilhelm Ritter von Thoma, dan kepala staff Rommel Oberst i.G. Siegfried Westphal (kelak menjadi General der Kavallerie)! Bersama ini, naik pula pangkat Halm menjadi Gefreiter. Jangan pula lupakan, dia juga adalah pemegang rekor penerima Ritterkreuz termuda sampai saat itu!

Apa lagi yang harus saya komentari? Yang jelas, I LIKE HIM A LOT! Dia adalah seorang prajurit artileri yang bertempur bagaikan singa melebihi dari tugas yang menjadi tanggungjawabnya, dengan tanpa kenal takut menghadapi musuh yang jauh berlipat dengan kekuatan yang mengerikan. Dan cukuplah sebagai bukti dalam pertempuran yang amit-amit serunya itu, Halm berhasil keluar darinya dengan kepala tegak, tanpa tersentuh satu luka pun! Sangat jarang orang dari artileri menerima Ritterkreuz, tidak seperti unit lainnya yang ‘”langganan” masuk Wehrmachtbericht seperti Panzerwaffen atau pilot Luftwaffe. Apalagi, usianya yang begitu belia menjadi nilai tambah yang tak terbantahkan akan betapa spesial pake telornya orang satu ini!

BTW, skor akhir Günter Halm sendiri adalah 9 tank, dan untuk ini dia berhak menyandang status jagoan...

Promosi :
1 Juli 1942 Gefreiter
1 November 1942 Unteroffizier
1 Juli 1943 Fahnenjunker
1 Oktober 1943 Feldwebel
1 November 1943 Oberfähnrich
1 Maret 1944 Leutnant

Karir Militer :
4 Agustus 1941 Panzerjäger-Abteilung Braunschweig
28 Desember 1942 Dak, cannonier, Panzergrenadier-Regiment 104, Divisi Panzer ke-21
Sampai dengan Maret 1943 dirawat di rumah sakit Athena dan Wina setelah terluka parah di Afrika
Agustus 1943 Fallschirmjäger-Lehrgang Wischau- Böhmen-Mähren
Desember 1943-Maret 1944 Oberfähnrichs-Lehrgang Berlin
Maret 1944 Prancis, front invasi : Ord.Offz, I./Pz.Gren.Rgt.192., 21.Pz.Div
24 Agustus 1944 menjadi tawanan perang di Inggris dan Amerika Serikat
Maret 1946 dikeluarkan dari tahanan dan kembali pulang ke kampung halaman


Sumber :
www.warandgame.blogspot.com
www.snyderstreasures.com
www.stengerhistorica.com
www.afrikakorps.org

Kamis, 08 Oktober 2009

SS-Untersturmführer der Reserve Gerardus Mooyman (1923-1987), Non-Jerman Pertama Peraih Ritterkreuz!

SS-Brigadeführer Fritz von Scholz, komandan 11.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division Nordland, menganugerahkan Ritterkreuz kepada SS-Sturmmann Gerardus Mooyman tanggal 20 Februari 1943



Gerardus Mooyman tak lama setelah menerima medali Ritterkreuz. Foto ini diambil tahun 1943 di Den Haag dan sekarang menjadi koleksi Dhr. Hoek


Gerardus Mooyman melayani wawancara


Dari kiri ke kanan: Hanns Albin Rauter, Gerardus Mooyman, dan Arthur Seyß-Inquart


Gerardus Mooyman sebagai "Gadis Sampul" majalah Hamburger Illustrierte

 
SS-Rottenführer Gerardus Mooyman dan medali Ritterkreuz-nya


Gerardus Mooyman difoto di musim dingin. Ritterkreuz yang terpasang di lehernya adalah hasil edit yang ditambahkan ke foto

Miniatur Gerardus Mooyman lengkap dengan medali (dan saljunya!)

-->
Oleh : Alif Rafik Khan

Gerardus Mooyman dilahirkan di Apeldoorn, Belanda, tanggal 23 September 1923, dan dibesarkan di keluarga yang memuja segala sesuatu berbau Jerman. Ayahnya adalah pedagang kecil yang roda perekonomiannya tergerus sebagai imbas dari Malaise yang melanda dunia di akhir 1920-an dan awal 1930-an. Sikap pro-Jerman membawa ayahnya untuk bergabung dengan NSB pimpinan Anton Mussert dengan harapan akan memberikan masa depan yang lebih baik. Mooyman menghabiskan masa remajanya dengan mendengar ayahnya bercerita dengan semangat, membangga-banggakan kemampuan Hitler dan Nazi Jerman. Apalagi setelah pasukan Hitler mengobrak-abrik Eropa Barat, ayahnya yang notabene merupakan warganegara Belanda, negara yang kini berada dibawah kolonialisasi Jerman, malah makin tambah bersimpati pada Hitler!

Ayahnya sendiri menginginkan Mooyman untuk meneruskan usaha keluarga, tapi Mooyman lebih memilih karir militer. Tahun 1941 dia mendaftarkan diri secara sukarela ke Brigade Sukarelawan Panzergrenadier SS ke-4 yang anggotanya adalah orang-orang Belanda. Tak lama setelah lulus dari pelatihan, Mooyman langsung dilempar ke front Timur sebagai komandan sebuah unit anti-tank. Dalam Pertempuran Danau Ladoga yang berdarah-darah dia berhasil menghancurkan tidak kurang dari 13 buah tank Rusia, dan atas aksinya yang brilian ini, Mooyman langsun diganjar dengan Ritterkreuz, dan tercatat dalam buku PSPB (WTF?) sebagai sukarelawan non-Jerman pertama yang dianugerahi penghargaan seprestisius itu! Di akhir maa tugasnya di garis depan, Mooyman berhasil menghancurkan 10 tank tambahan sehingga total skornya adalah 23.

Sebagai prajurit non-Jerman pertama yang mendapat Ritterkreuz, maka mesin propaganda Nazi sudah pasti tidak melewatkan berita ini, dan segera namanya menjadi terkenal ke seantero Eropa dan biografi serta kisah bagaimana dia meraih penghargaan tersebut dimuat di koran-koran dan majalah. Tak hanya itu, panglima SS secara pribadi memberi selamat kepadanya, dan Mooyman harus pula menghadiri selusin acara pesta, resepsi, parade dan malam dana. Pokoknya, dia kini telah menjadi semacam role model bagi para pemuda Belanda lainnya!

Mau tahu kisah bagaimana dia mendapatkan Ritterkreuznya? Ini dia kutipan dari sebuah surat kabar masa itu :

“Pada tanggal 13 Februari 1943, seorang pemuda keturunan Belanda berumur 20 tahun secara sendirian berhasil menghancurkan 13 buah tank Soviet dengan bermodalkan senjata anti-tank hasil rampasan dari Prancis, PaK 97/38, dalam suatu serangan gencar musuh di wilayah danau Ilmen. Gerardus Leonardus Mooyman, sukarelawan dari Waffen-SS Freiwilligen-Legion Niederland, menjadi prajurit non-Jerman pertama yang dianugerahi Ritterkreuz. Tapi berdasarkan keterangan jujur dari mulutnya sendiri, dia bukanlah seorang prajurit yang ‘agresif’ dan lebih memilih untuk berlindung di bunker ketika tentara Rusia menyerang. Atasannya yang perwira Jerman asli dengan marah menyeretnya untuk keluar menghadapi musuh dengan menjewer kupingnya, dan Mooyman yang merasa terhina, melampiaskan kemarahannya dengan menembak habis-habisan konvoy tank Soviet yang bernasib sial bergerak ke arahnya!”

Tapi seberapa benarkah artikel ini? Karena ada pula versi lainnya :

“Tanggal 30 Januari 1943 seorang prajurit Belanda yang masih ABG, SS-Sturmmann Gerardus Mooyman (19) dipromosikan menjadi komandan sebuah unit anti-tank. Pasukan Merah menyebu dengan mengandalkan kekuatan jumlah tentaranya yang segambreng di dekat Mga dan berhasil membunuh selusin kru anti-tank SS. Otomatis Legionnya membutuhkan tambahan anti-tank baru, dan Mooyman tidak ragu-ragu untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang komandan yang berbakat dengan senjata anti-tank 75mm-nya. Dalam serangan Rusia yang berkelanjutan tersebut Mooyman berhasil menghancurkan beberapa tank musuh yang mendekat. Tak lama dia melihat tank lainnya berusaha untuk menerobos garis pertahanan yang dijaga oleh sukarelawan SS dari Belanda dan Norwegia, dan dengan mental baja dia merangkak mendekati tank sialan tersebut dan menghancurkannya dengan menggunakan bom bakar.

Keesokan paginya pasukan lapis baja Soviet masih belum kapok dan berusaha menembus garis pertahanan Legion Belanda dan Norwegia. Tapi kini mereka harus menghadapi Mooyman dan pasukannya yang sudah bermental baja. Di akhir hari itu, ketika pasukan musuh akhirnya memutuskan untuk menggagalkan serangannya dan balik langkah dari medan pertempuran, 22 cincin kemenangan di cat di barel senjata anti-tank Mooyman untuk prestasinya dalam dua hari itu. Dia dan anak buahnya telah berhasil membantai 13 buah tank musuh hanya dalam satu hari!
Ketika tiba waktunya rotasi kru anti-tank, Mooyman melapor kepada atasannya dan diberitahu bahwa penganugerahan medali Ritterkreuz telah menantinya. Tanggal 20 Februari 1943 secara resmi diadakan upacara penganugerahan medali untuk Mooyman."

Di akhir Perang Dunia II pangkat Mooyman naik menjadi SS-Untersturmführer. Ketika perang berakhir, dia bersama rekan seperjuangannya meyerahkan diri pada pasukan Amerika Serikat dan dijebloskan ke kamp tawanan, tapi berhasil melarikan diri di musim panas tahun 1945. Dia kemudian memutuskan untuk bekerja di sebuah pertambangan di wilayah Duisburg, Jerman. Bulan Maret 1946 Mooyman ditangkap kembali ketika sedang berkunjung ke tanah kelahirannya di Belanda. Saat itu dia terkena homesick dan berniat untuk mengunjungi keluarga dan pacarnya, tapi kemudian berhasil dikenali oleh petugas polisi, yang merupakan salah satu efek ‘negatif’ dari begitu terkenalnya pemuda ini ketika zaman perang, dimana wajahnya bertebaran di banyak koran lokal Belanda! Tapi kemudian bulan Februari 1947 dia berhasil melarikan diri untuk kedua kalinya dan kembali ke Jerman. Rupanya nasib masih belum berpihak pada tokoh kita ini, dan di bulan Agustus tahun yang sama Mooyman harus mendekam di penjara untuk yang ketiga kalinya, kali ini di POW Camp Millingen. Setelah peradilannya di bulan Oktober, Mooyman dipindahkan ke kamp khusus untuk tahanan politik. Dia harus menghabiskan dua tahun disana, dan baru pada akhir Agustus pada Mooyman bisa merasakan udara segar dunia luar.

Dia memutuskan untuk pindah mencari hidup baru di Hoogkerk dimana dia menjadi pemilik pabrik gantungan kertas sekaligus sekretaris sebuah klub sepakbola lokal. Mooyman juga kemudian menikah dan mempunyai satu anak perempuan.

Gerardus Mooyman meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil yang terjadi tanggal 21 Juni 1987 di dekat Anloo, provinsi Drenthe.

Penghargaan yang diraih Mooyman :
- Eiserne Kreuz 2 klasse (Iron Cross kelas kedua)
- Eiserne Kreuz 1 klasse (Iron Cross kelas pertama)
- Ritterkreuz (Knight's Cross)
- Black Wound Badge
- Infantry Assault Badge in Bronze
- Eastern Front Medal

Catatan : Tahukah anda, bahwa Mooyman memberikan Ritterkreuznya yang tak ternilai pada seorang kolektor! Ritterkreuznya yang asli sebenarnya dirampas oleh seorang tentara Amerika Serikat tanggal 4 Mei 1945, seperti yang diceritakannya pada reporter dalam sebuah wawancara tahun 1967. dia kemudian membeli tiruannya sebagai pengganti di Jerman tahun 1950-an, dan itu lah yang diberikannya pada sahabat seperjuangannya yang juga adalah seorang kolektor medali penghargaan. Orang ini telah meninggal beberapa tahun ke belakang, dan anaknya berhasil menjual medali bersejarah peninggalan bapaknya kepada salah seorang kolektor terkenal Belanda yang tinggal di wilayah Rotterdam.


Sumber :

Rabu, 27 Mei 2009

Oberscharführer Fritz Christen (1921-1995), Menghancurkan 13 Tank Dan Membunuh 100 Orang Dalam Satu Pertempuran!


Upacara penganugerahan Ritterkreuz untuk SS-Sturmmann Fritz Christen yang diselenggarakan di Führerhauptquartier Wolffschanze tanggal 20 Oktober 1941. Christen adalah Richtschütze (penembak artileri) dari 2.Batterie/SS-Panzerjäger-Abteilung 3 "Totenkopf"/3.SS-Panzer-Division "Totenkopf" yang tercatat sebagai bintara pertama dari divisinya yang dianugerahi penghargaan setinggi itu. Alasannya? Dalam sebuah pertempuran yang berlangsung tiga hari dari sejak tanggal 24 September 1941, dia seorang diri menghancurkan 13 tank dan menewaskan 100 tentara Soviet dengan hanya mengandalkan kanon 50mm! Atas keberanian yang luar biasa dahsyat ini, komandan divisi Theodor Eicke merekomendasikan namanya untuk dianugerahi Ritterkreuz, dan diterima!


Fritz Christen dalam foto resmi dari Heinrich Hoffmann (1941)


SS-Oberscharführer Fritz Christen, gembira tapi kentara terlihat lelah!


Sang jagoan Fritz Christen


Pasukan PaK Jerman dalam perang kota yang sengit. Satu buah tank musuh tampak telah menjadi korbannya dan terbakar


Unit PaK bersiap-siap menanti serangan


Inilah kisah bagaimana dia mendapatkan Ritterkreuz (medali yang diberikan atas dasar keberanian yang luar biasa) :

Fritz Christen adalah anggota unit anti-tank dari SS-Totenkopf Division. Saat itu dalam suatu pertempuran sengit di daerah Lushno, dia tinggal sendirian di belakang kanon anti-tank PaK 38 (Panzerabwehrkanone 38). Kanon-kanon anti-tank Jerman yang lain sudah pada hancur dan orang-orangnya pun sudah pada mati. Di depannya pasukan Rusia melancarkan serbuan untuk yang kesekian kalinya ke arah dia dengan tank-tank, pasukan infantri dan hujan artileri disekitarnya. Dengan inisiatif dan keberanian yg sangat tinggi, Fritz menghancurkan satu persatu tank Rusia sampai 6 buah tank hangus terbakar, dan pasukan Rusia pun mundur!

Terisolasi dari rekan-rekannya dan unitnya sendiri, malamnya Fritz mengumpulkan sisa-sisa amunisi dari bangkai kanon-kanon disekitarnya. Ketika pagi harinya pasukan Rusia mencoba menyerang kembali daerah Fritz, dia kembali menghalau pasukan Rusia dan menghancurkan sejumlah kendaraan tempur dan tank sehingga dalam waktu 24 jam dia telah menghancurkan total 13 tank!

Pada tgl 27 September 1941 Russia akhirnya dipukul mundur dari daerah Lushno. Fritz akhirnya ditemukan masih meringkuk dibelakang Pak38nya oleh rekan2-rekan dan komandannya yg takjub melihat dirinya. Bagaimana tidak? selama 3 hari ia telah menghancurkan belasan kendaraan tempur dan tank, dan membunuh sekitar 100 orang tentara Russia! Bangkai tank-tank Rusia yang berserakan ditambah dengan gelimpangan mayat yang membentuk lingkaran di sekitar posisi Fritz menjadi bukti tak terbantahkan betapa dahsyat kepahlawanannya.

Dia langsung dianugerahi Iron Cross first class langsung oleh komandan divisi Totenkopf Theodor Eicke yg terkenal itu, dan pada tgl 20 Oktober dianugerahi Knight's cross atas keberaniannya yg luar biasa pada peristiwa di Lushno tersebut.

Fritz Christen menjadi orang pertama dan termuda (20 tahun) yg mendapatkan medali Knight's cross dari kesatuan Waffen-SS!

Apa yg dilakukannya dapat dikatakan didasarkan atas campuran antara latihan yg sangat keras dan ketahanan mental sangat tinggi yg diterapkan pada unit-unit Waffen-SS, juga pengetahuannya bahwa pihak Rusia tidak akan membiarkan hidup-hidup anggota SS-Totenkopf Division yg ditangkapnya.


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.kaskus.us

www.militaryautographs.com