Tampilkan postingan dengan label Kamp Konsentrasi dan Holocaust. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamp Konsentrasi dan Holocaust. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

Foto Kamp Konsentrasi Bergen-Belsen

Prajurit-prajurit Hungaria dipaksa oleh Inggris untuk melayani pemberian makanan pada mantan penghuni kamp konsentrasi Bergen-Belsen, Niedersachsen (Jerman), bulan April 1945. Ketika pasukan Inggris dan Kanada bergerak mendekati kamp tersebut pada musim semi 1945, pihak Jerman menegosiasikan gencatan senjata sekaligus zona tertutup di sekitar kamp demi mencegah menyebarnya wabah penyakit tifus. Pada tanggal 11 April 1945 pihak Jerman menyetujui pengambilalihan kamp tanpa pertumpahan darah. Bergen-Belsen dibebaskan di siang hari tanggal 15 April 1945. Masih tersisa disana sekitar 200 orang prajurit SS, 400 penjaga Jerman dan 4.000 prajurit Hungaria. Pihak Sekutu memaksa pasukan SS, mantan penjaga dan pasukan Hungaria untuk menguburkan penghuni kamp yang sudah meninggal, dan mereka melakukan tugas mereka (dan tugas tambahan lainnya di sekitar kamp) dengan todongan senjata prajurit Inggris yang memasang bayonet di senapan demi memastikan bahwa tugas telah dijalankan dengan baik. Kondisi di dalam kamp benar-benar membuat muak dan marah pihak Inggris sehingga banyak mantan penjaga serta prajurit Hungaria yang ditembak mati sebagai pembalasan dendam



Sumber :
www.ingwerapfel.tumblr.com

Minggu, 09 November 2014

Foto Kamp Konsentrasi Auschwitz-Birkenau

SS-Sturmbannführer Richard Baer (9 September 1911 - 17 Juni 1963) dan ajudannya, SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (11 Desember 1911 - 30 Januari 2000), dalam sebuah foto studio yang dibuat tanggal 21 Juni 1944. Baer adalah Kommandant Konzentrationslager Auschwitz periode Mei 1944 - Januari 1945. Foto ini diambil dari album pribadi milik SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker yang disumbangkan ke United States Holocaust Memorial Museum tahun 2007. Albumnya sendiri terdiri dari 116 buah foto yang diambil di enam bulan terakhir masa operasional Kamp Konsentrasi Auschwitz (Juni 1944 s/d Januari 1945), yang juga tercatat sebagai masanya yang "paling mematikan" bila diukur dari jumlah tahanan yang mati disana. Tapi tidak terdapat sama sekali tanda-tanda akan hal itu dalam album ini, hanya memperlihatkan kegiatan "normal" sehari-hari penjaga kamp seperti acara kunjungan pejabat, hiburan, sosial, dan upacara resmi. Terdapat beberapa perwira kamp terkemuka yang ikut ditampilkan, diantaranya adalah Rudolf Höss, Josef Kramer, Franz Hoessler dan Dr. Josef Mengele. Ini adalah satu-satunya foto yang diketahui yang memperlihatkan saat mereka bertugas di Auschwitz!


 SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (11 Desember 1911 - 30 Januari 2000), dalam sebuah foto studio yang dibuat tanggal 21 Juni 1944. Adjutant Kommandant Konzentrationslager Auschwitz ini merupakan anak dari seorang pekerja konstruksi yang gugur dalam Perang Dunia Pertama. Setelah bergabung dengan SS bulan Oktober 1933, dia menjadi anggota SS-Totenkopf-Standarte 9 di Danzig pada tahun 1939 dan diangkat sebagai ajudan Komandan Kamp Konsentrasi Neuengamme, Martin Gottfried Weiss, setahun setelahnya. Pada tahun 1943 Höcker mengikuti pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule Braunschweig. Setelahnya dia menjadi ajudan dari Richard Baer, yang kemudian diangkat sebagai Lagerkommandant Auschwitz bulan Mei 1944. Baer menjadi komandan terakhir kamp konsentrasi paling terkenal tersebut karena pada bulan Januari 1945 dia dan anakbuahnya dipaksa meninggalkan kamp untuk menghindari gerak maju Tentara Merah yang makin dekat. Setelahnya Baer diangkat sebagai komandan kamp Dora-Mittelbau, dengan Höcker tetap menjadi ajudannya. Ketika pasukan Sekutu membebaskan kamp tersebut, sang ajudan menggunakan surat-surat identifikasi palsu sehingga identitas dirinya tidak terbongkar selama masa penahanan yang singkat. Seusai perang Höcker bekerja sebagai pegawai bank, tapi beberapa tahun kemudian identitasnya terbongkar sehingga dia harus menjalani pengadilan para penjahat perang Auschwitz di Frankfurt awal tahun 1960-an. Pengadilan tidak dapat menemukan keterlibatan langsung dirinya atas tuduhan pembunuhan massal, sehingga dia dilepaskan kembali pada tahun 1970-an dan mampu meneruskan karirnya sebagai pegawai bank sampai pensiun. Sampai dengan kematiannya di tahun 2000, Höcker tetap menganggap dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan kejahatan perang yang didakwakan terhadapnya. Dia beralasan bahwa dia hanyalah seorang ajudan yang tidak berhubungan langsung dengan kamp, melainkan bertugas melayani keperluan komandannya


 Tiga orang perwira SS sedang meneliti keaslian foto bugil artis Indonesia. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Dr. Enno Lolling (Chef des Amtes D III des SS-Wirtschafts- und Verwaltungshauptamtes für Sanitätswesen und Lagerhygiene mit Sitz), SS-Sturmbannführer Richard Baer (Lagerkommandant Auschwitz), dan SS-Untersturmführer Karl-Friedrich Höcker (Adjutant Lagerkommandant Auschwitz)


 Sekelompok perwira SS dari Auschwitz berbincang bersama di depan sebuah bangunan di Solahütte. Kemungkinan besar foto ini diambil tanggal 29 Juli 1944 saat perayaan selesainya masa tugas SS-Obersturmbannführer Rudolf Höss sebagai supervisi program "Aktion Höss" di Auschwitz. Höss sendiri adalah komandan pertama kamp tersebut periode 4 Mei 1940 s/d November 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Josef Kramer (Leiter des Gaskammern und Krematorien der Konzentrationslager Auschwitz), SS-Hauptsturmführer Dr. Josef Mengele (Leitender Lagerarzt des "Zigeunerlagers" Auschwitz B II), SS-Sturmbannführer Richard Baer (Lagerkommandant Auschwitz), SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (Adjutant Lagerkommandant Auschwitz), dan SS-Obersturmführer Walter Schmidetzki (Leiter IV. Verwaltungsabteilung in Auschwitz III-Monowitz). BTW, Solahütte (Solehütte, Soletal, SS-Hütte Soletal, SS Hütte Porabka) adalah sebuah tempat peristirahatan utama bagi para penjaga Kamp Konsentrasi Auschwitz yang terletak sekitar 29km dari lokasi kamp mereka


 Acara kunjungan para perwira dan penjaga Kamp Konsentrasi Auschwitz ke tempat peristirahatan Solahütte yang terletak sekitar 29km dari lokasi kamp mereka. Kemungkinan besar foto ini diambil tanggal 29 Juli 1944 saat perayaan selesainya masa tugas SS-Obersturmbannführer Rudolf Höss sebagai supervisi program "Aktion Höss" di Auschwitz. SS-Obersturmführer Karl Höcker (Adjutant Lagerkommandant Auschwitz) berjemur menikmati cuaca terik musim panas bersama dengan para Helferinnen (pekerja pembantu perempuan) Auschwitz di sebuah teras kabin berburu


SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (Adjutant Lagerkommandant Auschwitz) duduk di sebelah kiri sambil melihat ke kamera dalam acara ngobrol santai sambil ditemani miras. Ikut menemani bersamanya para dokter SS, diantaranya adalah SS-Hauptsturmführer Dr.med. Fritz Klein (kiri belakang, Lagerarzt Bergen-Belsen), SS-Sturmbannführer Dr.med. Horst Schumann (sedikit tertutup di sebelah Klein. Dikenali dari foto lain acara ini, Lagerarzt Auschwitz), dan SS-Sturmbannführer der Reserve Dr. Eduard Wirths (ketiga dari kanan, memakai dasi, Lagerarzt Auschwitz)


Para anggota pasukan penjaga Kamp Konsentrasi Auschwitz berkumpul dalam acara latihan menembak yang diadakan di lapangan latihan kompleks mereka, musim panas 1944. Di sebelah kiri sambil memegang senapan adalah SS-Obersturmführer Karl-Friedrich Höcker (Adjutant Lagerkommandant Auschwitz). Caption asli foto yang terdapat di album milik Höcker ini berbunyi: "Auf dem Schiessstand" (di lapangan tembak)

 

Sumber :
www.isurvived.org
www.rarehistoricalphotos.com 
www.tenhumbergreinhard.de
www.ushmm.org

Jumat, 31 Oktober 2014

Orang Muslim Penyelamat Yahudi dari Nazi



Sebuah sekolah dasar di Berlin mengganti nama sekolah mereka dengan nama seorang muslim Albania yang menyelamatkan sebuah keluarga Yahudi dari pembantaian Nazi selama Perang Dunia II.

Fotografer muslim Albania Refik Veseli menolong seorang Yahudi Moshe Mandil dan keluarganya, saat akan melarikan diri dari invasi Nazi di Yugoslavia pada 1941.

Veseli, yang saat itu masih 17 tahun, membawa keluarga Mandil ke rumah orangtuanya di sebuah desa di Albania. Di sana, keluarga Mandil tinggal hingga 1944.

Meski tinggal bersama keluarga Veseli di Albania, keluarga Mandil masih menghadapi invasi Jerman. Namun mereka bisa lolos dari pemboman Nazi di desa Veseli tersebut.

Selama dua dekade, kedua keluarga tetap menjalin hubungan. Untuk mengenang jasa keluarga Veseli, anak Mandil, Gavra, mengirim surat ke Yad Vashem menceritakan kepahlawanan keluarga muslim itu selama pembantaian Yahudi di Eropa.

Tak lama kemudian, keluarga Veseli mendapat penghargaan berupa medali kepahlawanan Righteous Among the Nations dari Yad Vashem.

"Mereka mungkin tidak memiliki pendidikan di Goethe dan Schiller, tapi mereka punya peranan penting dalam kehidupan manusia. Mereka tidak pernah pamrih dan penuh pengertian," kata wakil keluarga Mandil soal kepahlawanan Veseli dan keluarganya, seperti dikutip Haartz, Minggu kemarin.

Selain penghargaan dari Yad Vashem, keluarga Mandil juga mengatakan sebuah sekolah dasar di Berlin diberi nama sesuai nama pahlawan muslim Albania itu.

Tidak hanya Veseli, Israel juga telah memberi penghargaan kepada 63 warga Albania lainnya atas jasa mereka menolong orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II.

Namun beberapa pahlawan tersebut memutuskan untuk mengembalikan medali ke Israel sebagai tanda protes atas serangan negara Yahudi ke Gaza.

Salah satunya adalah 'pahlawan' Israel asal Belanda, Henk Zanoli, yang mengembalikan medali kehormatan yang diterimanya dari Israel. Zanoli mendapat medali kehormatan karena dia dan keluarganya pernah menyelamatkan seorang bocah Yahudi dari Nazi.

"Dengan kesedihan yang mendalam, saya mengembalikan medali yang saya terima sebagai suatu kehormatan dan tanda penghargaan dari Negara Israel," kata Zanoli dalam sebuah surat yang diterbitkan Haaretz.

"Bagi saya, merupakan sebuah penghinaan terhadap keberanian ibu saya jika tetap memegang kehormatan yang diberikan oleh Negara Israel."


Sumber :



Sabtu, 12 Oktober 2013

Album Foto Kamp Konsentrasi Wöbbelin


 Di kamp konsentrasi Wöbbelin, Ludwigslust (Jerman), banyak para penghuninya yang ditemukan oleh U.S. Ninth Army dalam kondisi menyedihkan. Disini salah satu dari mereka jatuh dalam tangisan saat mengetahui dirinya tidak ikut berangkat bersama grup pertama tawanan yang meninggalkan kamp menuju rumah sakit lapangan yang didirikan tidak jauh dari situ. Foto dramatis ini diambil tanggal 4 Mei 1945 oleh Private Ralph Forney dari U.S. Army


Sumber :
www.reddit.com 

Sabtu, 21 September 2013

Album Foto Kamp Konsentrasi Dachau

 SS-Oberführer Theodor Eicke dalam sebuah foto langka yang memperlihatkan "penampakan" SS-Umhang (jubah SS). Jubah khusus berwarna hitam ini dilengkapi dengan rantai kecil untuk cantelan serta kragenspiegel (tanda pangkat kerah) dan piping. Sesuai dengan regulasi, pemakaiannya hanya pada saat off-tugas. Terdapat pula versi Regenumhang (Jubah Hujan) yang berbahan karet anti air. Foto ini sendiri diambil bulan Desember 1933 saat pembebasan sejumlah tahanan Kamp Konsentrasi Dachau demi menyambut Hari Natal


 Kunjungan Reichsführer-SS Heinrich Himmler ke Konzentrationslager Dachau tahun 1934. Kedatangannya disambut oleh sang komandan kamp, SS-Brigadeführer Theodor Eicke (kedua dari kiri), sementara di sebelah kiri Himmler adalah SS-Standartenführer Karl Wolff (1. Adjudant der Reichsführer-SS). Pada bulan Maret 1933 Himmler memutuskan untuk mendirikan sebuah kamp konsentrasi yang dikendalikan oleh SS di bekas bangunan pabrik amunisi yang tak terpakai di Dachau, 19km barat-laut Münich, Komandan pertamanya, Hilmar Wäckerle, telah bertindak begitu brutal dalam menjalankan kamp tersebut sehingga berpotensi merusak nama dan reputasi SS yang sedang susah payah dibangun. Himmler memecatnya di bulan Juni dan menggantikannya dengan perwira SS yang terkenal fanatik: Theodor Eicke



 Kunjungan Panglima SS dan SA ke barak penjaga Konzentrationslager Dachau tanggal 8 Mei 1936. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Theodor Eicke (Inspekteur der Konzentrationslager und Führer der SS-Wachverbände), Reichsführer-SS Heinrich Himmler, SA-Stabschef Viktor Lutze (sedikit tertutup), SS-Oberführer Hans Loritz (Kommandant KL Dachau), SS-Obersturmbannführer Otto Augustini (Führer 1. SS-Totenkopfverbände Oberbayern), dan SS-Obersturmführer tak dikenal


 Reichsführer-SS Heinrich Himmler melakukan inspeksi kehormatan terhadap para penjaga Kamp Konsentrasi Dachau yang dilakukan di lapangan parade yang terdapar persis di depan bangunan administrasi utama kamp tersebut (bangunan di latar belakang). Foto diambil periode 1937/1938. Nomor 3 adalah SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef des Hauptamtes Persönlicher Stab Reichsführer-SS), nomor 5 adalah SS-Gruppenführer Theodor Eicke (Inspekteur der Konzentrationslager und Führer der SS-Wachverbände), dan nomor 6 adalah SS-Obersturmbannführer Max Simon (Kommandeur SS-Totenkopf-Standarte 1 "Oberbayern")


Foto ini milik salah seorang mantan penghuni Dachau dan memperlihatkan sesuatu yang menarik: sebuah pabrik atau tempat kerja di dalam kamp! Beberapa fasilitas di kompleks Konzentrationslager Dachau memang dikhususkan untuk memproduksi amunisi serta beberapa perlengkapan khusus perang lainnya. Satu sektor yang luas yang dinamakan sebagai "Perkebunan" dibangun tahun 1938 dan berisi perkebunan tanaman obat-obatan, bangunan serta greenhouse. Tidak hanya itu, bahkan peternakan kelinci angora juga ikut dibudidayakan di dalamnya! Perlu diketahui bahwa hampir semua kamp konsentrasi mempunyai fasilitas pembantu seperti ini, dan Dachau sendiri terkenal dengan kompleks pertanian serta industri pakaiannya. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kamp satu ini bisa membaca buku "Legacies of Dachau: The Uses and Abuses of a Concentration Camp, 1933-2001" karya Harold Marcuse serta majalah "After the Battle" edisi nomor 27


 Eksperimen pencelupan air dingin dan panas yang dikatakan diambil di kamp konsentrasi Dachau oleh Profesor Ernst Holzlöhner (kiri) dan Hauptmann Dr.Med. Sigmund Rascher (kanan). Obyek eskperimen tersebut (seorang tahanan Dachau yang dipaksa untuk berpartisipasi) mengenakan pakaian terbang Luftwaffe. Perhatikan blok-blok es yang mengapung! Kedua dokter Luftwaffe tersebut nantinya ditransfer ke SS dan meneruskan eksperimen mereka di Dachau. Holzlöhner lahir tahun 1899 dan nantinya bunuh diri tahun 1945, sementara Rascher kelahiran 1909 dan nantinya dieksekusi oleh SS tanggal 26 April 1945. Foto ini diambil dari buku "Not a Slippery Slope or Sudden Subversion: German Medicine and National Socialism in 1933" karya Hartmut M. Hanauske-Abel


 Dua orang tentara Amerika dari 42nd "Rainbow" Infantry Division serta seorang mantan penghuni kamp konsentrasi Dachau mengangkat mayat seorang prajurit Waffen-SS dari sungai Würm yang tewas di hari kamp tersebut dibebaskan tanggal 29 April 1945. Prajurit Amerika yang berdiri paling kanan adalah Richard F. Dutro dari 232 Infantry, E Company asal Zanesville, Ohio, yang baru berusia 19 tahun. Saat pasukan Amerika tiba di Dachau, mereka menemukan sekelompok tentara penjaga SS yang berdiam di menara B dekat pintu gerbang. Menara ini langsung diserang meskipun prajurit Jerman yang berada di dalam tidak balas menembak. Prajurit yang menyerah langsung dihabisi di bawah menara tersebut, dengan dua di antaranya jatuh ke kanal sungai Würm yang mengalir tak jauh di dekatnya. Ironisnya, para prajurit SS ini baru ditempatkan di Dachau hanya beberapa minggu sebelumnya untuk menggantikan penjaga utama yang melarikan diri, termasuk komandan kampnya! Mereka datang untuk mengatur ketertiban di kamp sebelum diserahterimakan ke pasukan Amerika, dan karenanya tidak bertanggungjawab langsung terhadap situasi di kamp tersebut


Sumber :
www.bannination.com
www.scrapbookpages.com
www.wehrmacht-awards.com