Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org
Tugas jaga pengawasan di atas kapal selam jarak jauh U-178 (Korvettenkapitän Wilhelm Dommes) tak lama setelah meninggalkan Gironde Estuary di Prancis untuk membuntuti sebuah konvoy kecil yang sedang melintasi ladang ranjau pantai. Lensa kepala di periskop serang bisa kita lihat di bagian kanan, sementara di kirinya adalah batang antena pengintai. Di tahun-tahun kemudian kedua tiang ini dapat dioperasikan secara elektrik dari bagian dalam U-boat, tapi pada awalnya mereka masih dioperasikan secara manual dengan cara mengkerek menggunakan tangan dari bagian atas menara pengawas dan tak akan turun dengan sendirinya tanpa berpotensi merusak bagian gigi jenteranya. Akibatnya, kapal-kapal selam tipe awal dianggap ‘tidak layak selam’ selama antenanya masih ngaceng! Kisi-kisi yang berada di bagian dasar antena pengintai merupakan bagian atas dari lubang ventilasi yang mengarah ke ruang mesin. Biasanya terdapat empat pengawas ditambah satu perwira yang bertugas dalam satu waktu di menara pengawas
U-196 sedang mengisi bahan bakar di tengah lautan. Nggak kebayang kalau kru yang memegang selang itu pada nyemplung ke laut gara-gara ombak!
Para awak U-476 berfoto bersama di pangkalan Kriegsmarine Kiel, 28 Mei 1943
Para awak U-476 berfoto bersama di pangkalan Kriegsmarine Kiel, 28 Mei 1943. Kini beberapa orang sipil dan seorang perwira Heer ikut nongol di foto!
Komandan U-476, Oberleutnant zur See Otto Niethmann
Para perwira U-52 di menara pengawas, 22 Mei 1942
Para perwira pengawas (watch officer) sedang meneropong luasnya samudera
Awak U-52 berfoto bersama di Kiel, 1941
Menara pengawas U-52, perhatikan emblemnya yang unik, yaitu burung bangau!
U-52 (sebelah kiri) dan U-547 sedang bersandar, 10 Oktober 1942




Oleh : Alif Rafik Khan
U-182 adalah kapal selam (u-boat) Jerman yang tidak seterkenal dan selegendaris u-boat lainnya semisal U-99 atau U-34, malah tak banyak informasi yang bisa didapatkan tentang kapal selam ini. Saking langkanya, foto tentang kapal selam satu ini bersama krunya pun hanya ada dua! Akhirnya saya menemukan situs www.collectinghistory.net yang salah satu kisahnya adalah tentang U-boat ini bersama kaptennya, Kapitänleutnant Nikolai Clausen. Tak ada foto-foto pertempuran atau bahkan foto patroli dari U-182. maklum saja, U-boat ini menemui ajalnya saat dalam perjalanan pulang dari patroli pertamanya!
OK, sebelumnya mari kita lihat data-data ‘membosankan’ di bawah ini tentang spesifikasi U-182 :
| Berat | 1.616 sampai 1.804 (menyelam) ton |
| Dimensi: | 287,5 x 24,5 x 17,75 kaki |
| Penggerak | 4.400 hp 19.25 knot (permukaan) 1.000 hp 7 knot (menyelam) |
| Daya jangkau | 23.700 mil pada 12 knot (permukaan) atau 57 mil pada 4 knot (menyelam) |
| Kedalaman maksimal | 755 kaki |
| Persenjataan | Senapan mesin 1 x 4.1 inci, senjata anti serangan udara (AA) 1 x 37mm dan 1 x 20mm, tabung torpedo 6 x 21 inci (4 x haluan, 2 x buritan) , dengan 24 torpedo atau enam torpedoes dan 32 ranjau laut |
| Kru | 57 |
U-182 adalah kapal selam tipe IX D2. pertama diluncurkan tanggal 7 April 1941 oleh AG Weser, Bremen, dan mulai bertugas tanggal 30 Juni 1942 dengan kaptennya adalah Kapitänleutnant Nikolai Clausen, seorang pemegang Ritterkreuz (Salib Ksatria atau Knight’s Cross).
Seperti setiap u-boat lainnya, kapal selam inipun memiliki motto tempur, yaitu “Westward ho!” dengan tulisan gaya Jerman kuno dan terletak di bagian depan menara komando (conning tower).
Ternyata U-182 bukan satu-satunya yang memakai motto ini. Tercatat ada 3 u-boat lain yang malang melintang di lautan dengan motto Viking kuno yang terkenal ini nempel di badannya. Selain itu, motto ini digunakan juga oleh para peziarah dan pemukim pertama yang menjelajahi bagian barat Amerika. Sementara buat kita yang sehari-hari makan tempe dan nonton sinetron Marshanda, motto ini memang sama sekali tidak nempel di otak!
U-boat pertama yang dengan bangga memasang motto ini adalah U-37. setelah patroli pertamanya, ketika U-37 memasuki pangkalannya di Wilhelmshaven tanggal 8 November 1939, sang komandan Werner Hartmann bertemu dengan sahabat lamanya Nikolai Clausen di dermaga. Saat itu Clausen masih menjabat sebagai komandan kapal penyapu ranjau M-134. mereka kemudian makan malam bersama dan disitu Hartmann menjanjikan akan meminta Clausen sebagai perwira penjaga (watch officer) di u-boat yang dipimpinnya. Saat itu tugas sebagai kru u-boat memang dianggap sebagai hal yang bergengsi dan terhormat sehingga banyak orang yang menginginkannya. Maklum lah, dalam masa-masa kejayaan u-boat di awal perang, mereka mudah saja menenggelamkan berpuluh kapal musuh tanpa terdeteksi sedikitpun! Ketika U-37 kembali bertugas, para kru-nya mulai menulisi menara komando kapal selam mereka dengan slogan ini dengan cat hitam. Entah kenapa mereka tidak menulis kata-kata yang lebih ‘ngetop’ semacam Chu-x atau semisalnya!
Tak lama kemudian, Clausen menggantikan Hartmann sebagai komandan U-37. Clausen sendiri begitu terkesan dengan slogan ini sehingga ketika dia dipindahkan ke U-129, dia tetap memasang motto yang sama. Begitupun dengan Hartmann, yang tetap memasang motto dari U-37 ketika dia bertugas di kapalnya yang baru, U-198.
Dari Juni sampai November 1942, U-182 bertugas sebagai kapal selam pelatihan bersama Flotilla (armada kecil u-boat) ke-4. setelah masa ini, U-182 dipindahkan ke Flotilla ke-12 di Bordeaux untuk mulai menjalani misi tempur yang sesungguhnya.
Tanggal 19 Desember 1942 U-182 berangkat meninggalkan Horten, Norwegia, ke wilayah patrolinya di perairan Atlantik Selatan / Samudera Hindia.
Dalam patroli pertamanya ini U-182 mencatat prestasi yang mengesankan dengan berhasil menenggelamkan 5 kapal dengan total tonase 30.071 ton. Kapal-kapal ini adalah :
Kapal Ocean Courage milik Inggris, ditenggelamkan tanggal 15 Januari 1943
Kapal Llanashe milik Inggris, ditenggelamkan tanggal 17 Februari 1943
Kapal Richard D. Spaight milik Amerika, ditenggelamkan tanggal 10 Maret 1943
Kapal Aloe milik Inggris, ditenggelamkan tanggal 5 April 1943
Kapal Adelfotis milik Yunani, ditenggelamkan tanggal 1 Mei 1943
Tanggal 16 Mei 1943 di sekitar pulau Madeira adalah hari na’as bagi kapal selam ini dimana dia gantian ditenggelamkan oleh bom kedalaman (depth charges) yang diluncurkan dari kapal Destroyer USS MacKenzie milik Amerika. Seluruh manusia yang terdapat di dalamnya (64 orang) musnah bersama kapal, termasuk kaptennya, Nikolai Clausen.
Inilah daftar ke-61 orang kru U-182 yang ikut tenggelam bersama kapalnya, dengan pangkat dan tanggal lahirnya :
Selain kru di atas, ada juga tiga orang tawanan yang berada di dalam U-182 pada saat ditenggelamkannya. Tawanan itu terdiri dari dua orang kapten dan setidaknya 1 insinyur. Meskipun sebelum menemui ajal, U-182 telah menggelamkan 5 kapal, tapi memang ada perintah bahwa hanya kapten-kapten musuh yang lolos kualifikasi sajalah yang mendapat ‘kehormatan’ ditawan di u-boat, sedangkan sisanya biasanya diizinkan naik sekoci penyelamat dengan kemungkinan bertahan hidup yang tipis. Dalam hal ini, Captain Angus MacLennan dari kapal uap Inggris “Aloe” (tenggelam tanggal 5 April 1943) dan kapten dari kapal uap Yunani “Adelfotis” (tenggelam tanggal 1 Mei 1943) yang terpilih untuk ditawan.