Jumat, 10 Juli 2009

Sniper Jerman (Scharfschütze) di Normandia

Sniper dengan kamuflase terbaik!





Scharfschütze Jerman





Scharfschütze Jerman





Penembak jitu Jerman yang terluka dalam usungan sementara pasukan Amerika terus bergerak ke St. Mere-Eglise, Normandia





Wartawan peliput perang yang paling terkenal dalam Perang Dunia II mungkin adalah Ernie Pyle (1900-1945). Wartawan perang Amerika peraih hadiah Pulitzer ini menyaksikan dan melaporkan langsung serangan udara Jerman terhadap London. Ia juga meliput langsung berbagai pertempuran di Afrika Utara, Sisilia, Italia, Prancis dan Pasifik. Laporannya terutama berkisar pada kisah dan pengalaman para prajurit biasa (GI). Pyle terbunuh oleh peluru senapan mesin Jepang tatkala meliput pertempuran di Ie Shima, dekat Iwo Jima pada tanggal 18 April 1945. Berikut adalah petikan salah satu liputannya di medan tempur Normandia menyusul pendaratan Sekutu di sana tanggal 6 Juni 1944 :



Normandia, 26 Juni 1944. Sepanjang yang saya ketahui, sniping atau penembakan jitu diakui sebagai cara yang sah dalam peperangan. Sekalipun demikian, hal ini memunculkan kegeraman di kalangan prajurit Amerika dalam soal cita rasa fairness, keadilan. Saya sendiri sebelum pendaratan di pantai Prancis dan Jerman mulai terdesak dari daerah pantai, tidak pernah merasakan atau terlalu memikirkan akan hal itu, karena kami sebelum ini pun pernah menghadapi penembak jitu musuh seperti di Bizerte, Cassino dan berbagai tempat lainnya. Namun semua itu hanyalah dalam skala kecil saja.



Tetapi disini, di Normandia, Jerman melakukan cara penembakan tersebut secara besar-besaran, seperti layaknya cara pedagang grosir berjualan. Di semua sudut mereka tempatkan penembak jitu. Di pohon-pohon, di bangunan, di tumpukan puing, di sela-sela rerumputan. Tapi kebanyakan adalah di semak-semak rimbun, hedgerows, yang merupakan pagar hidup tanaman para petani di Normandia yang berfungsi sebagai pembatas ladang-ladang dan tanah mereka. Tanaman ini memagari hampir semua tepian jalan.



Ini, merupakan kawasan sniping yang benar-benar ideal. Seorang penembak jitu dapat bersembunyi di tengah kerimbunan dengan bekal makanan untuk beberapa hari, dan untuk dapat menemukannya adalah ibarat mencari sebuah jarum di antara tumpukan jerami. Untuk setiap mil jarak yang kami tempuh, ada lusinan penembak jitu Jerman (Scarfschütze) yang terlewat di belakang kami. Mereka tinggal membidik para prajurit kami satu persatu ketika mereka berjalan beriringan di jalan atau menyeberangi tanah perladangan.



Adalah tidak aman bagi kami untuk memasuki suatu daerah atau bivak baru sebelum yakin para penembak jitu telah dibersihkan. Bivak pertama yang saya masuki, seharian dipenuhi desingan peluru para penembak sehingga akhirnya para penembak tersembunyi itu dapat dibekuk. Rasanya selalu amat was-was, sama seperti kalau anda memasuki suatu tempat yang anda curigai telah ditebar dengan ranjau.



Pada waktu-waktu yang lalu, para prajurit kami memang sudah membicarakan soal penembak jitu dengan sikap memandang rendah dan jijik. Namun sekarang di Normandia, penembakan tersebut menjadi semakin menentukan dan berwaspada terhadapnya merupakan sesuatu yang harus dipelajari dengan cepat. Seorang perwira teman saya berkata, bahwa para prajurit secara individual memang telah menyadari akan bahaya tersebut. “Tetapi sekarang yang sadar akan bahaya penembak jitu adalah keseluruhan pasukan!”



Para penembak jitu membunuhi sebanyak mungkin prajurit Amerika, dan kemudian tatkala persediaan makanan dan peluru mereka habis, mereka pun lalu menyerahkan diri. Bagi seorang Amerika, hal seperti itu dipandang tidaklah etis. Para prajurit Amerika pada umumnya tidak punya rasa membenci atau mendendam terhadap prajurit Jerman yang bertempur secara terbuka dan kalah. Tetapi perasaan mereka terhadap penembak tersembunyi itu rasanya tidaklah dapat ditulis dan disiarkan. Pendeknya, mereka belajar untuk sebisa mungkin dapat membunuh si penembak jitu sebelum penembak itu sempat menyerah.



Pada kenyataannya, bagian wilayah Prancis yang ini memang sangat menyulitkan, kecuali untuk pertempuran antar kelompok-kelompok kecil. Normandia merupakan kawasan dengan ladang-ladang kecil, yang masing-masing dibatasi dengan tumbuhan semak yang tebal dan pagar dari pohon perdu. Sulit mencari suatu tempat dari mana anda dapat memandang lebih jauh daripada tanah ladang yang ada di depan anda. Hampir seluruh waktu, para prajurit tidak mungkin melihat daerah di sekelilingnya lebih jauh dari 100 yard!



Di bagian lain daerah ini, genangan air seperti rawa-rawa juga menjadi ciri, dengan rerumputan yang tinggi-tinggi, sehingga dalam kondisi yang seperti itu maka ini merupakan daerah yang hanya cocok untuk bertempur satu lawan satu. Seorang perwira yang pernah bertugas di Pasifik mengatakan bahwa pertempuran di daerah Normandia ini adalah mirip dengan apa yang pernah di alaminya dalam pertempuran brutal di kepulauan Guadalcanal!







Sumber :

www.forum.axishistory.com

www.feldgrau.com

www.wehrmacht-awards.com

Edisi Koleksi Angkasa XVI “D-Day”



Senin, 06 Juli 2009

Alan Wykes 'Hitler'

Buku HITLER oleh Alan Wykes sampul depan





Buku HITLER oleh Alan Wykes sampul belakang





Bagian dalam buku HITLER oleh Alan Wykes





Ora gelem wadon bae ble'e-ble'e!





Judul : Hitler

Pengarang : Alan Wykes

Penerbit : Standaard Uitgeverij - Antwerpen

Terbitan : 1977

Bahasa : Belanda

Judul Asli : Hitler

Penterjemah : -

Tebal Buku :160 halaman



Sumpah, sebenarnya saya sama sekali nggak ngerti bahasa dalam buku ini! Tapi bagaimana lagi, inilah buku biografi Hitler satu-satunya yang dapat saya temukan, makanya meskipun berbahasa wong Londo, tapi apa boleh buat, masuk dah koleksi!



Buku ini merupakan versi bahasa Belanda dari buku berbahasa Inggris terbitan Ballantine Books. Dan berkaca dari buku Ballantine lain yang saya miliki (Lidice), buku ini pastilah full gambar! Makanya meskipun bahasanya bikin pusing, tapi melihat foto-foto yang bertebaran hampir di setiap halaman sudah cukup membuat saya terhibur.

Sabtu, 04 Juli 2009

Bermacam Gaya Adolf Hitler

Adolf Hitler sebagai model iklan teh 'anti-stres' Rasayana. Ngerti kan kenapa figur Hitler yang dijadikan pilihan?


Hitler jadi model iklan minuman keras, padahal dia sendiri terkenal sebagai orang yang tidak menyentuh alkohol!


Tiga sejoli


Perlu dibaca buat para pembenci Hitler!


Nggak tahu maksudnya apa yang buat patung Hitler kayak ginian...


Sk8ter Boy


Shock!


Adolf Hitler EMO


Kalo ngeliat pohon-pohonnya sih, kayaknya Adolf Hitler lagi ngendon di Indonesia!


Obsesi lama Hitler : astronot!


Super hero Adolf Hitler vs bad guy Winston Churchill!


Beginilah kalau Hitler berkarir di musik!


Pantesnya dipasang di tukang cukur!


Sumber :
www.factorfictionpress.co.uk
www.forum.axishistory.com
www.adrants.com
www.wordpress.com
www.deviantart.com
www.germanmilitariacollectibles.com

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 13

Mau pada ngungsi nih, Mas?

Para ayah yang baik...


Tentara-tentara pengagum Hitler. Liat aja kumisnya!


Rencananya sih, Hitler mau naik yang beginian kalo sudah terdesak musuh!


Masa kecil terlalu bahagia


Panasnya udara Afrika tahun 1942, sampe nggak nyadar...


Tukang cukur kreatif atau emang sudah kehabisan pisau cukur?


Tenang saja Sayang, jangankan pas tempur, pas Abang nelepon ini juga selalu ada sepasukan tentara nggak ada kerjaan yang setia ngejagain Abang!


Ini maksudnya mau keliatan serem atau malah cupu? Tentara Jerman berfoto di rongsokan pesawat Soviet yang jatuh


Ini nih kepala preman Nazi, Heinrich Himmler!

Jumat, 03 Juli 2009

Heinz Wilhelm Guderian 'Panzer Leader'

Buku PANZER LEADER oleh Heinz Guderian, sampul depan


Buku PANZER LEADER oleh Heinz Guderian, sampul belakang


It's a priceless book!


Buku ini saya beli di salah satu toko buku di kompleks Palasari, Bandung (yang merupakan pasar buku terbesar se Asia Tenggara!), dengan harga 'hanya' 50 ribu Rupiah! Saya bilang hanya karena kalau melihat kondisi buku dan nilai sejarahnya, buku tersebut pastilah lebih mahal dari harga yang tersebut!

Yang jelas, buku tersebut merupakan otobiografi dari salah satu jenderal Jerman paling terkemuka dalam Perang Dunia II, siapa lagi kalau bukan Generaloberst Heinz Wilhelm Guderian. Dia terkenal karena dianggap sebagai bapak strategi BLITZKRIEG. Meskipun bukan yang pertama mencetuskannya, tapi tak ada yang menyangkal kalau Guderian adalah orang pertama yang mengejawantahkannya dalam peperangan. Terbukti, pada fase-fase awal Perang Dunia II, kemenangan yang terus menerus diraih oleh Wehrmacht sebagian besar ditopang oleh strategi Blitzkrieg yang dikembangkan Guderian!

Sebenarnya, apa sih Blitzkrieg itu? Singkatnya, Blitzkrieg (sesuai dengan namanya, yaitu Perang Kilat) adalah suatu strategi militer yang mengedepankan kecepatan dalam serangan, yang didapatkan dengan memadukan kekuatan darat dan udara seharmonis mungkin. Dua hal esensial dalam taktik ini : radio dan tank! Tanpa keduanya, sia-sialah strategi Blitzkrieg.

Sebagian besar buku ini mengupas kisah hidup Guderian dalam Perang Dunia II, hanya sedikit diceritakan tentang masa mudanya atau keluarganya, padahal anak jenderal ini juga adalah seorang jago perang juga lho! Namanya adalah Heinz Günther Guderian, perwira berpangkat Oberstleutnant yang juga pemegang medali bergengsi Ritterkreuz.

Dengan membaca buku ini, kita bisa mengetahui sekelumit kehidupan Guderian, pandangan-pandangannya dan juga kehidupan di masa itu, dimana negara Jerman sangat terpusat pada satu orang : Adolf Hitler. Sedikit saja sisipan foto yang ada, dan itupun kebanyakan adalah foto-foto yang sudah beredar luas di internet. Untuk bahasa penyajiannya, mungkin akan membosankan bagi orang biasa, tapi bagi saya : NO PROBLEMO!

Kamis, 02 Juli 2009

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 12

Dimabuk cinta? Bapak-bapak di sebelah kiri adalah Oberstleutnant Burggraf zu Dohna, komandan dari Resimen Don Cossack pertama, sementara yang di kanan adalah Hauptmann Erich Dienenthal. Keduanya berasal dari Divisi Kavaleri Cossack, sukarelawan Nazi tukang nyambit pedang dari Rusia


Malam terakhir


Perhatikan foto tentara di baris atas tengah. Itu gara-gara polio ya?


Deputi Naz Rudolf Hess sedang persiapan buat Agustusan


Menu makan siang hari ini : flu Babi!


Perwira SS yang riang gembira...


Bener kan?


Ini kameramen mau memfoto Generalfeldmarschall Günther von Kluge besama dengan para perwira atau mau memfoto tukang jaga gardu hansip?


Perhatian! Kru u-boat ini bukan gay!!!


Tidak ada papan tulis, ranjau kapal laut pun jadi!

Lagu Kebangsaan Nazi Hadir Dalam Pertandingan Piala Eropa 2008!


Sebuah insiden yang 'tidak biasa' terjadi ketika partai Jerman versus Austria dilangsungkan dalam Piala Eropa 2008. Sebuah saluran televisi Swiss salah menayangkan lirik lagu Nazi saat lagu kebangsaan Jerman diperdengarkan!

Stasiun televisi SRG menawarkan adanya subtitle lirik lagu kebangsaan Jerman pada siaran tayangan langsung, ketika lagu tersebut diperdengarkan sebelum pertandingan, Selasa (17/6/2008) dinihari WIB. Akan tetapi terjadi kesalahan saat teks tersebut muncul, karena mengikutsertakan lirik "Deutschland, Deutschland uber alles" (Jerman, Jerman di atas segalanya). 

Lirik itu identik dengan Nazi dan sudah tak dipergunakan lagi semenjak berakhirnya Perang Dunia II --lagu kebangsaan Jerman yang saat ini kita kenal hanya menggunakan stanza ketiga tanpa disertai dua stanza sebelumnya yang berbau fasisme.

Manajer dan saluran televisi tersebut menyalahkan pihak perisetnya karena sudah keliru mengkopi lirik dari internet sesaat sebelum pertandingan dimulai!

"Di luar bayangan bahwa seseorang tidak mengetahui bahwa ini bisa sangat menyinggung buat yang mendengarnya," sesal seorang fans seperti dikutip Telegraph, Kamis (19/6/2008).

Gion Linder yang departemennya "bersalah" dalam menyediakan lirik tersebut mengaku, "Ini adalah kekeliruan mendalam dan kami tahu tak ada alasan. Tapi kami minta maaf sedalam-dalamnya. Saya harap kesalahan serupa takkan terjadi lagi."

Padahal sih bagi kita orang biasa-biasa saja tuh! :)

Selengkapnya, inilah lirik lagu 'Deutschland Uber Alles' :

1. Deutschland, Deutschland über alles,
Über alles in der Welt,
Wenn es stets zu Schutz und Trutze
Brüderlich zusammenhält,
Von der Maas bis an die Memel,
Von der Etsch bis an den Belt -
|: Deutschland, Deutschland über alles,
   Über alles in der Welt. :|

2. Deutsche Frauen, deutsche Treue,
Deutscher Wein und deutscher Sang
Sollen in der Welt behalten
Ihren alten schönen Klang,
Uns zu edler Tat begeistern
Unser ganzes Leben lang.
|: Deutsche Frauen, deutsche Treue,
   Deutscher Wein und deutscher Sang. 

3. Einigkeit und Recht und Freiheit
Für das deutsche Vaterland!
Danach laßt uns alle streben
Brüderlich mit Herz und Hand!
Einigkeit und Recht und Freiheit
Sind des Glückes Unterpfand.
|: Blüh' im Glanze dieses Glückes,
   Blühe, deutsches Vaterland. :|

(4. Deutschland, Deutschland über alles,
Und im Unglück nun erst recht.
Nur im Unglück kann die Liebe
Zeigen, ob sie stark und echt.
Und so soll es weiterklingen
Von Geschlechte zu Geschlecht:
|: Deutschland, Deutschland über alles,
   Und im Unglück nun erst recht. :| )




Rabu, 01 Juli 2009

U-476, Kapal Selam Jerman Yang Komandannya Cuma Satu-Satunya!

Para awak U-476 berfoto bersama di pangkalan Kriegsmarine Kiel, 28 Mei 1943


Para awak U-476 berfoto bersama di pangkalan Kriegsmarine Kiel, 28 Mei 1943. Kini beberapa orang sipil dan seorang perwira Heer ikut nongol di foto!


Komandan U-476, Oberleutnant zur See Otto Niethmann


Oleh : Alif Rafik Khan

Tipe...............................VII C
Hersteller......................Deutsche Weke AG Kiel Gaarden
Länge.............................66.50 m
Mesin..............2800-3200 UpM 750 HP
Kecepatan.............................max 17,7 Kn
Tauchtiefe.....................280 m
Bahan Bakar Diesel....................113.5 t
Stapellauf......................16.04.1943
Indienststellung..........28.05.1943
Einsatzgebiet...............3. Flottille, FdU Mitte, Norwegen, Frontboot.
Kapten...................Oberleutnant zur See Otto Nietmann.

Pada tanggal 24 Mei 1944 arah Baratlaut Trondheim jam 07:16 pagi, sebuah pesawat 210 SQN Catalina Grp CC RAF (dengan kaptennya F W L Maxwell SAAF) melihat sebuah U-boat yang sedang muncul di permukaan. Saat itu pesawat tersebut sedang dalam patroli rutinnya menyusuri samudera, dan memang dikhususkan untuk menangkal ‘bergentayangannya’ U-boat-U-boat Jerman.

Pesawat Catalina tersebut segera mendekat untuk menyerang. U-boat tersebut (yang sudah pasti adalah U-476, kalau nggak ngapain judul artikel ini U-476!) segera menghujani sang penyerang dengan berondongan peluru dari senapan mesin anti pesawat udara (flak) yang terpasang di badan kapal selam. Sayangnya, Maxwell tetap berhasil menjatuhkan 6 buah bom anti kapal selam D/Cs. Beledug!! Tak lama U-476 berputar tanpa dapat dikendalikan untuk kemudian secara perlahan tenggelam, dengan bagian haluannya yang paling terakhir karam ke dasar samudera.

Segera dua buah U-boat yang lokasinya paling dekat dengan peristiwa datang untuk misi penyelamatan. Mereka adalah U-990 dan U-276. Usaha keras mereka lumayan membuahkan hasil, dan 21 orang awak U-476 berhasil diselamatkan, termasuk sang kapten Oberleutnant zur See Otto Nietmann (meskipun 34 sisanya tenggelam bersama kapal mereka). Untuk mencegah jangan sampai Sekutu mengobel-obel sisa-sisa si kapal selam nahas itu, U-990 menghancurkannya dengan sebuah torpedo.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, U-276 kehilangan 3 orang awaknya yang tewas terkena serangan udara musuh.

Posisi tenggelamnya U-476 : 65.08 N 04.54 E


Sumber :
www.laud.no

U-52, Kapal Selam Jerman Yang Selamat Sampai Berakhirnya Perang Dunia!!!

Para perwira U-52 di menara pengawas, 22 Mei 1942


Para perwira pengawas (watch officer) sedang meneropong luasnya samudera


Awak U-52 berfoto bersama di Kiel, 1941


Menara pengawas U-52, perhatikan emblemnya yang unik, yaitu burung bangau!


U-52 (sebelah kiri) dan U-547 sedang bersandar, 10 Oktober 1942


Oleh : Alif Rafik Khan

Tipe VIIB

Pesanan...........................15 Mei 1937
Pemasangan.......................9 Maret 1937 Germaniawerft, Kiel (werk 587)
Peluncuran........................21 Desember 1938
Penugasan..............4 Februari 1939 Kapitänleutnant Wolfgang Barten

Kapten
04 Februari 1939 - 17 September 1939 Oberleutnant zur See Wolfgang Barten
14 November 1939 - 09 Juni 1941 Kapitänleutnant Otto Salman
20 Maret 1941 - 15 April 1941 Kapitänleutnant Helmut Möhlmann (Ritterkreuz)
10 Juni 1941 - 06 Juli 1941 Kapitänleutnant Wolf-Rüdiger von Rabenau
07 Juli 1941 - 13 Januari 1942 Oberleutnant zur See Walter Freiherr von Freyberg-Eisenberg-Allmendingen
16 Januari 1942 - 24 Juli 1942 Friedrich Mumm
25 Juli 1942 - 31 Maret 1943 Oberleutnant zur See Hermann Rossmann
01 April 1943 - 22 Oktober 1943 Oberleutnant zur See Ernst-August Racky

Karir
8 patroli 4 Februari 1939 - 31 Agustus 1939 7. Flottille (misi tempur)
1 September 1939 - 31 Desember 1939 7. Flottille (misi tempur)
1 Januari 1940 - 31 Mei 1941 7. Flottille (misi tempur)
1 Juni 1941 - 31 Maret 1942 26. Flottille (pelatihan)
1 April 1942 - 30 September 1943 24. Flottille (pelatihan)
1 Oktober 1943 - 21 Oktober 1943 23. Flottille (pelatihan)

Prestasi..................13 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 56.333 GRT

Akhir.............................Mengalami kerusakan parah di Danzig bulan Oktober 1943. Dipindahkan ke Kiel. Ditenggelamkan di sana tanggal 3 Mei 1945. dipreteli besinya untuk dijual dan dimanfaatkan (kayak tukang loak saja!) tahun 1946-1947.

Tanggal 4 Agustus 1940 U-52 mengalami kerusakan serius setelah terkena bom kedalaman yang diluncurkan dari kapal-kapal pengawal konvoi Inggris yang memergokinya, dan butuh waktu 4 bulan untuk memperbaikinya.

Tidak seperti hampir semua U-boat lainnya, U-52 tidak berakhir tragis dengan tenggelam di samudera beserta awaknya karena diserang musuh atau kecelakaan atau kasus-kasus lainnya, melainkan sengaja dihancurkan karena memang sudah waktunya. Sampai saat 'kematiannya', tak seorang awak kapalpun yang tewas atau luka-luka! Setidaknya, begitulah menurut catatan resmi...



Sumber :
www.laud.no
Foto-foto koleksi Oberfunkmaat Norbert Moskopp