Rabu, 02 Juni 2010

Album Foto Pemakaman Dan Kuburan Nazi Jerman

"Hier ruhen 10 Deutsche Fallschirmjäger vom Fallschirmjäger-Maschinengewehr-Bataillon" (disini terbaring 10 orang Fallschirmjäger dari Batalyon Senapan Mesin Fallschirmjäger). Mereka adalah: Oberfeldwebel Johannes Maaser (29 September 1912 - 6 Januari 1942); Unteroffizier M. Schweizer (1 Oktober 1910 - 5 Januari 1942); Unteroffizier Johann Gawlik (24 Juni 1914 - 5 Januari 1942); Unteroffizier Hans Knoller (7 Mei 1918 - 5 Januari 1942); Unteroffizier W. Kuss (20 Februari 1920 - 5 Januari 1942); Gefreiter Hans Schmidt (20 Juli 1922 - 6 Januari 1942); Schütze Helmut Bergmann (9 Oktober 1921 - 6 Januari 1942); Obergefreiter K. Hanisch (11 Februari 1920 - 6 Januari 1942); Obergefreiter Hans Sommer (4 Juni 1921 - 4 Januari 1942); dan Gefreiter F. Spangenberg (21 Januari 1921 - 6 Januari 1942). Ke-10 orang prajurit Fallschirmjäger ini gugur dalam tiga hari pertempuran sengit di Ranimza dan dikuburkan di Rhzev, Tver Oblast (Uni Soviet). 7 diantaranya masih berada di usia 20-an awal!


 Sedikit kenang-kenangan dari Unternehmen Barbarossa: Kelihatannya hanya foto biasa yang memperlihatkan kuburan para prajurit perang bukan? Tapi menjadi luar biasa bila kita membedahnya secara lebih seksama: perhatikan bahwa kuburan di latar depan adalah kuburan tiga orang prajurit Rusia (yang terlihat dari helm jenis SSh-40 yang ikut disimpan di atas kuburan). Mereka kemungkinan besar merupakan awak senapan mesin Maxim yang ikut nampang di sebelah kanan. Sekarang perhatikan kuburan-kuburan di pinggir jalan yang berderet di belakangnya! Dari nisan yang terbuat dari batang pohon birch berbentuk rune tyr kita bisa tahu bahwa mereka adalah kuburan para prajurit Wehrmacht. Dua dua kuburan ini tampaknya dibuat secara seksama dan pada waktu bersamaan. Telah terjadi pertempuran sengit di tempat ini dan pada akhirnya pihak Jerman yang akhirnya memenangkannya (terlihat dari kendaraan Horch di latar belakang dan nisan dari batang pohon birch). Tapi tampaknya kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah dan harus dibayar dengan mahal. Ketika pada akhirnya tiga tentara Rusia yang gigih bertahan gugur, perwira Jerman yang berwenang memberikan penghormatan tertinggi dengan menguburkan mereka secara layak dan bersandingan dengan kuburan rekan-rekan mereka yang terbunuh!


 
Oberfeldwebel Adolf Sermond (Zugführer di 5.Kompanie / Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) berdiri di depan makam dua orang mantan awak Panzer III yang dikomandaninya, Feldwebel Erich Plasa (24 Juni 1913 - 8 Juli 1941) dan Gefreiter Herbert Engewicht (4 Maret 1912 - 8 Juli 1941) yang gugur dalam pertempuran di dekat Berdichev, Rusia


 Seorang bintara dari SS-Polizei-Division berpangkat Oberfeldwebel berdiri di depan rekan seperjuangannya yang berpangkat Gefreiter dan telah gugur dalam penyerbuan ke Barat tahun 1940. Si bintara adalah juga seorang Spieß alias "Ibu Kompi", yang terlihat dari strip di lengannya. Di pinggangnya tersampir kartentasche (tas penyimpan peta) dan holster pistol. Di latar belakang dua ekor sapi dengan tenangnya barang hakan alias nyatu alias gagares alias jajablog alias ngagerenyem


 General der Panzertruppe Erwin Rommel (kanan, Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") dan Leutnant Alfred-Ingemar Berndt (Ordonnanzoffizier Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengadakan kunjungan ke sebuah pemakaman di Libya, dimana prajurit Jerman dan Inggris sama-sama mendapat penghormatan dengan dikuburkan secara berdampingan. Pihak Poros dan Sekutu bertempur secara sportif dan memperlakukan para tawanan mereka dengan penuh perikemanusiaan sehingga medan pertempuran di Afrika dijuluki sebagai "War Without Hate" (Perang Tanpa Kebencian)


Salah satu dari begitu banyak prajurit Jerman yang terkubur di pasir Afrika Utara


Seorang tentara Heer berdiri di depan dua buah kuburan yang kemungkinan besar merupakan punya teman seperjuangannya. Berdasarkan data dari Volksbund, kedua prajurit yang gugur itu terbunuh di hari dan tempat yang hampir sama di Prancis dan kemudian dimakamkan di pekuburan Beauvais, Block 3 Reihe 15 Grab 631. Mereka adalah: Wachtmeister Anton Luhmann (11 Juni 1912 - 10 Juni 1940) dan Gefreiter Sebastian Kaindl (10 Oktober 1916 - 11 Juni 1940)


Kuburan Obergefreiter Walter Sander dari Panzer-Regiment 2 yang terbunuh dalam pertempuran tanggal 27 Mei 1942 di Rusia (hari kedua pertempuran Kharkov?). Anda masih bisa membaca tulisan namanya di salib



Upacara pemakaman militer prajurit panzer dengan dipimpin oleh Heer Kriegspfarrer (Pendeta Wehrmacht)


Kuburan tentara Jerman di Afrika Utara


Suasana pemakaman seorang prajurit Wehrmacht yang mengharukan. Perhatikan bahwa jenazahnya yang tertelungkup telah siap untuk dikebumikan, dengan hanya satu kaki yang tersisa! Dengan melihat salib nisan di latar depan, kita bisa mengetahui bahwa nama dari si prajurit malang tersebut adalah Albert Johann Schweinberger. Berdasarkan data dari Volksbund, dia lahir pada tanggal 26 November 1921 dan meninggal tanggal 11 September 1941 di Ukraina



Kuburan prajurit tak dikenal dari 5. Leichte Division (Mot.) yang terbunuh di Afrika Utara tahun 1941


Kuburan Josef Seiter (nggak tahu juga tuh siapa die!)


Anggota dari Panzer Regiment 7 di kompleks pekuburan di Afrika Utara


Pemakaman pejabat NSKK (Nationalsozialistisches Kraftfahrkorps atau Korps Motor Nasional-Sosialis)


Pemakaman seorang perwira Heer (Angkatan Darat)


Kuburan ini terletak di Norwegia, dan merupakan tempat peristirahatan terakhir dari prajurit yang gugur disana pada tahun 1940. Yang unik adalah adanya topeng gas yang ikut "bersemayam"!


Gambar di atas diambil dari koleksi edisi cetak lukisan-lukisan karya Fritz Brauner, yang memperlihatkan makam seorang Obergefreiter dari Flak Regiment 101. Gambar ini berjudul "Gefallendenkmal in Karatschew"


Seorang prajurit Jerman memperhatikan makam tentara Inggris di Prancis


Kalau yang ini adalah kuburan anggota medis Jerman


Tampaknya prajurit satu ini begitu dicintai oleh koleganya, terbukti dari banyaknya karangan bunga yang dihamparkan di kuburannya


Salib raksasa


Kuburan Jerman di Sweh-Wlassowo (wilayah Narva, Estonia). Kuburan di latar depan adalah milik dari Obergefreiter Bruno Grundtner. Dia lahir tanggal 2 Juli 1916 di Heimfelde, dan meninggal beribu-ribu mil jauhnya tanggal 1 September 1941


Hasil akhir yang menyedihkan dari suatu pertempuran...


Seorang pendeta sedang membacakan salam perpisahan dalam upacara pemakaman untuk prajurit Luftwaffe yang tewas dalam pertempuran

--------------------------------------------------------------------



Sumber :
Buku "The Desert War" karya George Forty
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Foto koleksi pribadi Nick CT
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org
www.cs.kent.ac.uk

www.flemishmilitariacollection.be
www.irreparabilefugittempus.tumblr.com 
www.mikle1.livejournal.com
www.wehrmacht-awards.com

www.worldwartwozone.com

Diorama U-96 (Kapal Selam Jerman Urutan ke-9 Paling Sukses Dalam Sejarah) Skala 1/72





Sumber :
www.cs.finescale.com

Das Boot (1981). Film Tentang U-Boat Paling Dahsyat!

U-96 berangkat meninggalkan pangkalan La Rochelle untuk melakukan patroli yang tak terlupakan


Para perwira U-96 di atas menara kapal selam. Mereka memperhatikan kapal tanker yang terbakar hebat setelah sebelumnya dihantam oleh torpedo U-boat. Dari kiri ke kanan: Perwira Pengawas kedua (Semmelrogge), Kapten (Prochnow), Navigator Kriechbaum (Tauber), Perwira Pengawas Pertama (Bengsch), Leutnant Werner (Grönemeyer), "Little" Benjamin (Hoffmann), Kadet Ullmann (May), dan Pilgrim (Fedder).


Cover DVD Das Boot


Oleh : Alif Rafik Khan

Tahunnya adalah 1941, tahun dimana Perang Dunia II sedang hot-hotnya berkecamuk, tahun dimana dua orang negara raksasa akhirnya ikut nimbrung dalam perang paling mengerikan sepanjang sejarah: Jepang dan Amerika Serikat. Di wilayah Prancis yang diduduki Jerman, para kru muda U-boat berkumpul bersama untuk acara mabok-mabok terakhir sebelum mereka berangkat patroli le lautan lepas. Mereka berpesta gila-gilaan, berdansa, dan ble'e-ble'e (baca: berhubungan badan) seakan tak ada lagi hari esok. Untuk mereka, kemungkinannya memang besar sekali bahwa mereka tak akan pernah kembali lagi. Meskipun pada saat itu mereka tidak tahu fakta mencengangkan bahwa dari 40.000 orang anggota satuan U-boat Jerman, lebih dari 30.000 orang kehilangan nyawanya!

Kali ini para awak tersebut kedatangan tamu istimewa yang akan menemani mereka, yaitu Leutnant Werner (Herbert Grönemeyer), seorang koresponden perang yang sangat berambisi tapi sesungguhnya masih hijau dalam peperangan. Dia berharap akan menemukan makna baru dari peperangan di lautan lepas sekaligus menambah khazanah bahan untuk artikelnya. Sedikit saja dia tahu bahwa semenjak kapal selam abu-abu sempit dan ringkih tersebut meninggalkan pangkalannya, dia akan mengalami pengalaman paling menakjubkan sekaligus mengerikan, ketegangan yang luar biasa, kebosanan tak tertanggungkan, kesetiakawanan antar para awak kapal, ketakutan traumatis, kebanggaan korps, dan aksi nyaris bunuh-diri yang berakhir dengan selamatnya dari misi tersebut secara ajaib!

Satu demi satu, Werner mulai mengenal para teman barunya. Dalam daftar puncak adalah sang kapten alias Kapitänleutnant (Jürgen Prochnow) yang baru berusia 30 tahun dan dijuluki "orang tua kapal", yang wajahnya seakan-akan masih membawa kesedihan dari misi sebelumnya yang berakhir dengan bencana. Si Kapten tampaknya telah menginspirasi anak buahnya, bahkan pada saat ia menerima perintah yang hampir mustahil untuk dilaksanakan. Selain itu, ada juga kepala insinyur (Klaus Wenneman) yang memegang tanggungjawab penuh akan berfungsinya kapal dan juga para kru, padahal usianya barulah menginjak 27 tahun! Terus ada Johann (Erwin Leder) sang kepala mekanik jenius yang dikenal oleh teman-temannya dengan nama "si hantu", yang memperlakukan mesin-mesin diesel kapal selamnya yang super bising dan bau oli seakan-akan adalah kekasih tercintanya!

Pada awalnya, hari-hari Werner bersama kamerad barunya diisi dengan pelayaran menyenangkan tanpa tujuan, hanya mencari-cari adakah kapal naas yang nyelonong di periskop. Mereka saling bercanda satu sama lain, membual akan pacarnya yang menanti di kampung halaman, dan menceritakan joke-joke porno; semuanya dilakukan demi membunuh waktu yang seakan tak berujung. Tapi dengan berlalunya masa, para kru tersebut semakin merasa terkurung dalam U-boat yang pengap, panas dan berbau. Timbullah klaustrofobia (rasa takut yang berlebihan akan ruang sempit). Ruangan berbentuk tabung yang mereka tempati begitu dipenuhi oleh manusia, dan mustahil lah untuk mendapatkan privasi untuk diri sendiri. Mereka bahkan harus tidur dalam shift, dua orang untuk satu tempat tidur seadanya. Seakan masih belum cukup, semua awak U-boat tersebut hanyalah menggunakan satu buah toilet!

Sedikit demi sedikit mereka menyaksikan dengan hati yang sesak, betapa persediaan roti yang dibawa kini mulai ditumbuhi oleh jamur, dan daging-daging babi yang tergantung di pipa telah berbau diesel dan ditumbuhi belatung. Ketegangan semakin meningkat, dan seakan tidak ada sesuatu pun untuk mengobatinya.

Dan akhirnya saat itu datang - sebuah kapal perusak musuh terlihat mendekat dengan cepat! Kapten langsung memberikan peringatan dan U-96 pun segera menyelam. Serangan! Bom kedalaman segera meledak di sekeliling kapal selam. Para kru terpaku, belingsatan, saling bertabrakan dan berdesakan melalui jalan-jalan sempit yang menghubungkan ruangan demi ruangan. Kebocoran mulai terjadi disana-sini, dan setiap kali bom dalam meledak, maka kapal bergoncang dengan hebatnya, seakan pasrah menantikan apapun yang akan terjadi. Kini setiap awak kapal telah merasakan pengalaman pertama mereka dalam petempuran!

Dari sejak saat itu, seakan semua hal bersatu untuk menambah derita para awak kapal: Sekutu, perintah Hitler, lautan, dan takdir. Badai yang berlangsung selama tiga minggu telah membuat U-96 hanya menyelam di kedalaman saja dan tidak berani nongol keluar, suatu ujian ketahanan fisik dan mental bari para kru yang memang sudah nge-drop dari sebelumnya. Ketika akhirnya mereka menampakkan diri di permukaan, pertempuran baru telah menanti. Mereka mendapat ujian berat ketika harus menghadapi konvoy kapal barang yang dikawal oleh sepasukan kapal perusak. Sang kapten nekad menyerang konvoy tersebut dan menembakkan torpedo peraknya untuk kemudian buru-buru menyelam kembali untuk menghindari serangan balasan. Kini dia membenamkan kapal tuanya semakin dalam dari biasanya hingga mencapai kedalaman 800 kaki yang tak pernah dicapai sebelumnya! Baut dan rivet saling berloncatan dari rumahnya akibat tekanan air yang tidak alang kepalang. Sang kapten sendiri harus menghadapi dilema kemanusiaan secara pribadi ketika ia dipaksa ole keadaan untuk meninggalkan awak yang selamat dari kapal barang yang ditenggelamkan U-96, demi untuk mematuhi perintah tegas dari markas besar untuk tidak pernah membawa kru musuh yang selamat.

Kemudian, ketika para kru U-boat mengira bahwa misi mereka telah selesai dan kini dalam perjalanan pulang untuk merayakan Natal di rumah masing-masing, datanglah perintah baru: Kapal tersebut diperintahkan untuk menembus blokade kapal perusak Inggris yang menjaga selat sempit Gibraltar yang sangat berbahaya. Benar-benar wong edhuan!

Moral langsung merosot seperti merosotnya kapal itu sendiri ke kedalaman. Mereka tahu bahwa ini adalah misi yang sama saja dengan bunuh diri. Mereka tak lagi merasa adanya rasa patriotisme dalam hati mereka. Keinginan mereka hanya satu: berkumpul kembali dengan orang-orang tercinta di kampung halaman yang terletak begitu jauhnya. Tapi semua perasaan ini terkalahkan oleh semangat muda mereka yang menggebu-gebu, juga kesetiaan tanpa batas terhadap kapten kapal yang sangat mereka cintai. Mereka memutuskan untuk maju terus! Di bawah lindungan kegelapan, U-96 diam-diam melintasi selat dan berlayar di permukaan. Di sekeliling mereka, lampu sorot dari puluhan kapal Inggris dan artileri pantai saling berpendaran, seakan haus mencari mangsa siapa saja yang berniat gila masuk kesana.

Apakah mereka akan berhasil dalam menjalankan misinya?

Bagi yang berminat untuk memiliki film ini (English subtitle only), bisa memesan DISINI.


Sumber :
www.dasboot.com
www.en.wikipedia.org


Selasa, 01 Juni 2010

Daftar 17 Orang General der Flakartillerie Luftwaffe (Jenderal Artileri Anti Pesawat Angkatan Udara Nazi Jerman)

Walther Moritz Heinrich Wolfgang von Axthelm (23 Desember 1893 - 6 Januari 1972)
General der Flakartillerie (1 April 1944)
Generalleutnant (1 Oktober 1942)
Generalmajor (19 September 1940)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (4 September 1941)


Dipl.Ing. Heinrich Burchard (5 Oktober 1894 - 11 April 1945)
General der Flakartillerie (1 September 1944)
Generalleutnant (1 Agustus 1942)
Generalmajor (1 November 1940)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (15 Maret 1944)


Hugo Grimme (6 November 1872 - 2 November 1943)
General der Flakartillerie z.V. (1 Januari 1941)
Charakter als General der Artillerie (30 April 1936)
Generalleutnant (1 Mei 1935)
Charakter als Generalleutnant (30 September 1929)
Generalmajor (1 Maret 1938)
Medali tertinggi : 1914 Eiserne Kreuz I klasse


Alfred Haubold (28 Oktober 1887 - 27 Februari 1969)
General der Flakartillerie (1 Oktober 1941)
Generalleutnant (1 April 1940)
Generalmajor (1 April 1938)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber (1 November 1943)


Friedrich "Fritz" Heilingbrunner (5 Oktober 1891 - 17 Agustus 1977)
General der Flakartillerie (1 Juli 1942)
Generalleutnant (1 Januari 1941)
Generalmajor (1 Februari 1939)
Medali tertinggi : 1914 Eiserne Kreuz I klasse


Friedrich "Fritz" Hirschauer (2 Oktober 1883 - 9 Desember 1979)
General der Flakartillerie (1 Agustus 1939)
Generalleutnant (15 Maret 1938)
Generalmajor (20 April 1936)
Medali tertinggi : 1914 Eiserne Kreuz I klasse


Gerhard Hoffmann (13 Oktober 1887 - 6 November 1969)
General der Flakartillerie (1 Desember 1942)
Generalleutnant (1 Juni 1941)
Generalmajor (1 Juni 1939)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (21 Desember 1942)


Job Odebrecht (25 Februari 1892 - 20 November 1982)
General der Flakartillerie (1 Desember 1942)
Generalleutnant (1 Juni 1941)
Generalmajor (1 Juni 1939)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (5 September 1944)


Wolfgang Pickert (3 Februari 1897 - 19 Juli 1984)
General der Flakartillerie (1 Maret 1945)
Generalleutnant (1 November 1943)
Generalmajor (1 Oktober 1942)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (11 Januari 1943) dan Eichenlaub (5 Juni 1944)


Richard Reimann (2 November 1892 - 28 Oktober 1970)
General der Flakartillerie (2 Agustus 1944)
Generalleutnant (15 Maret 1943)
Generalmajor (20 April 1941)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (3 April 1943)



Otto Wilhelm von Renz (3 November 1891 - 16 Januari 1968)
General der Flakartillerie (1 Februari 1943)
Generalleutnant (1 Agustus 1941)
Generalmajor (16 Agustus 1939)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942)


Helmut Richter (22 Juni 1891 - 18 April 1977)
General der Flakartillerie (1 Februari 1944)
Generalleutnant (1 Agustus 1941)
Generalmajor (1 Agustus 1939)
Medali tertinggi : Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern


Karl von Roques (7 Mei 1880 - 24 Desember 1949)
General der Infanterie (1 Juli 1941)
Charakter als General der Flakartillerie (30 Juni 1939)
Generalleutnant (1 Oktober 1938)
Charakter als Generalleutnant (31 Januari 1933)
Generalmajor (1 Mei 1931)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber (14 Februari 1943)


Camillo Ruggera (27 Agustus 1885 - 29 Januari 1947)
General der Flakartillerie (1 Desember 1940)
Generalleutnant (1 November 1939)
Generalmajor (1 April 1938)
Medali tertinggi : 1914 Eiserne Kreuz II klasse


August Schmidt (1 Februari 1883 - 23 November 1955)
General der Flakartillerie (1 Juli 1941)
Generalleutnant (1 Januari 1940)
Generalmajor (1 Januari 1938)
Medali tertinggi : Ritterkreuz (13 Februari 1945)


Dr.phil. Eugen Weissmann (19 November 1892 - 26 November 1951)
General der Flakartillerie (1 Juni 1942)
Generalleutnant (1 Desember 1940)
Generalmajor (1 Januari 1939)
Medali tertinggi : Deutsches Kreuz in Silber (20 Maret 1944)


Emil Zenetti (16 Mei 1883 - 23 Juni 1945)
General der Flakartillerie (1 Februari 1941)
Generalleutnant (1 Agustus 1939)
Generalmajor (1 April 1936)
Medali tertinggi : Kriegsverdienstkreuz (26 Maret 1945)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gareth Collins
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.wehrmacht-awards.com

Fakta Menarik Di Balik Foto Bendera Soviet Yang Dikibarkan Di Reichstag!

Foto terkenal hasil karya Yevgeny Khaldei yang beredar luas di seluruh dunia, merupakan foto hasil editan dan mempunyai kisah menarik dibaliknya. Perhatikan bahwa asap hitam tebal yang terdapat di latar belakang merupakan penambahan dari foto lain untuk menambah kesan dramatis!


Bila foto di atas di-zoom, kita lihat bahwa tangan prajurit yang menopang pembawa bendera hanya mengenakan satu buah jam tangan



Ini adalah foto asli Yevgeny Khaldei sebelum diedit. Apakah anda perhatikan bahwa terdapat dua buah jam tangan di lengan prajurit yang menopang pengibar bendera?


Oleh : Alif Rafik Khan

"Pengibaran bendera di Reichstag" adalah foto bersejarah yang diambil pada tanggal 2 Mei 1945 oleh fotografer Yevgeny Khaldei. Foto tersebut memperlihatkan beberapa orang tentara Merah mengibarkan bendera Uni Soviet di atas atap bangunan Reichstag Jerman selama berlangsungnya Pertempuran Berlin dalam Perang Dunia II. Foto tersebut luar biasa ngetopnya, dan diprint ulang dalam ribuan publikasi. Bisa dikatakan bahwa foto tersebut merupakan salah satu foto yang disebut-sebut sebagai gambar paling penting dan paling dikenal dari sebuah peperangan, khususnya Perang Dunia II!

Identitas sebenarnya dari orang-orang dalam foto ini masih diselimuti misteri, dan bahkan sang fotografer itu sendiri (Khaldei), yang identitasnya baru diketahui setelah jatuhnya Uni Soviet! Foto itu sendiri telah merepresentasikan sebuah peristiwa bersejarah: kekalahan Jerman dalam sebuah perang yang telah membuat Uni Soviet kehilangan puluhan juta nyawa penduduknya. Meskipun foto tersebut begitu terkenalnya, tapi tak banyak yang tahu bahwa ia hanyalah sebuah rekonstruksi dari kejadian yang terjadi sebelumnya yang tak terekam kamera!

Pertempuran Berlin adalah ofensif besar terakhir di front Eropa dalam Perang Dunia II dan disebut sebagai Operasi Ofensif Strategis Berlin oleh Uni Soviet. Dimulai pada tanggal 16 Januari 1945, jutaan Tentara Merah menerobos front pertahanan Jerman setelah keberhasilan ofensif Vistula-Oder. Mereka langsung bergerak dengan cepatnya (30-40 kilometer sehari) ke barat lebih dalam lagi menuju jantung negara Jerman: Berlin. Pertempuran dalam kota itu sendiri berlangsung dari tanggal 20 April 1945 sampai dengan pagi hari tanggal 2 Mei, dan tercatat sebagai salah satu pertempuran paling berdarah-darah dalam sejarah. Tak lama setelah jatuhnya Berlin, fotografer Yevgeny Khaldei mengumpulkan beberapa prajurit dengan tujuan utama: membuat foto monumental pengibaran bendera Soviet seperti halnya foto bendera Amerika di Iwo Jiwa (INI fotonya).

Berbagai hal seputar pengibaran bendera tersebut masih simpang siur dikarenakan kebingungan yang terjadi pada saat pertempuran dalam merebut target nomor satu di Berlin, Reichstag. Dari tanggal 30 April telah muncul tekanan besar untuk merebut bangunan tempat berkantor para wakil rakyat tersebut (yang dilihat Stalin sebagai jantung simbol "kekuasaan fasis"). Sebelumnya, dua buah pesawat telah menjatuhkan beberapa bendera ukuran besar di atap Reichstag, yang akhirnya tersangkut di kubah utama bangunan tersebut yang telah di bom. Juga ada beberapa laporan tambahan yang mencapai markas besar tentang adanya dua grup, M.M. Bondar dari Resimen Senapan ke-380 dan Kapten V.N. Makov dari Resimen Senapan ke-756 yang kemungkinan berhasil mengibarkan bendera pada tanggal 30 April. Laporan ini diterima oleh Marsekal G.K. Zhukov, yang langsung mengeluarkan pernyataan bahwa pasukannyalah yang berhasil merebut Reichstag sekaligus mengibarkan bendera di atasnya. Kenyataannya, ketika koresponden perang datang ke TKP, mereka mendapati bahwa tidak ada satu orang Rusia pun di bangunan tersebut, yang ada malah pada berserakan tak bernyawa di sekelilingnya, mampus oleh tembakan pasukan Nazi yang bertahan dengan gigih. Setelah pertempuran yang sengit, sebuah bendera akhirnya berhasil dikibarkan pada jam 10:40 malam tanggal 30 April 1945. Seorang prajurit berumur 23 tahun bernama Mikhail Minin dengan nekad memanjat bangunan Reichstag dan memasangkan bendera pada mahkota dari patung Germania yang berada di atap. Karena hal ini berlangsung pada malam hari, tentulah sulit untuk mengabadikannya melalui kamera foto. Keesokan harinya bendera tersebut sudah direbut kembali oleh pasukan Jerman, yang baru kalah setelah beberapa hari lagi pertempuran.

Akhirnya pada tanggal 2 Mei Khaldei mengabadikan fotonya yang terkenal tersebut di atas Reichstag yang kini telah sepenuhnya diduduki. Kisah resmi yang dikeluarkan Soviet adalah bahwa dua orang prajurit terpilih: seorang dari Georgia bernama Meliton Kantaria (yang dicomot semata untuk menyenangkan Stalin yang masih keturunan Georgia) dan seorang lagi dari Rusia bernama Mikhail Yegorov, telah berhasil mengibarkan bendera komunis yang diidam-idamkan tersebut. Tapi kemudian diketahui bahwa dikarenakan alasan politis, maka subyek dari foto tersebut dirubah, dan sebenarnyalah yang mengibarkan bendera pertama kalinya dalam foto Khaldei adalah Alyosha Kovalyov. Informasi tambahan lain adalah Kovalyov (seorang keturunan Ukraina) telah "diminta" oleh NKVD untuk tetap merahasiakan pengibaran bendera yang dilakukannya. Untuk lebih membingungkan suasana yang sudah semrawut, ada pula laporan tambahan bahwa sekelompok prajurit dipimpin oleh Sergei E. Sorokin juga telah menanamkan benderanya di atap. Bisa dibayangkan betapa kacaunya dunia persilatan kalau berita ini ditambah lagi dengan klaim lain yang 1000% kebenarannya dipertanyakan tentang seorang prajurit ganteng bernama Alif Rafik Khan yang mengibarkan bendera "Tau Ming Se Forever"!

Setelah menyelesaikan pengambilan gambarnya, Khaldei segera terbang pulang ke Moskow bersama foto tersebut. Dia lebih lanjut lagi mengedit fotonya karena ketahuan bahwa salah satu orang yang membantu pengibaran bendera di Reichstag memakai dua buah jam tangan, yang menandakan bahwa salah satu jam tersebut merupakan jam curian! Dengan menggunakan jarum, Khaldei mampu menghilangkan salah satu jam yang menempel di tangan si prajurit. Dia juga meng-copy asap dari foto lain dan ditambahkan ke fotonya untuk membuat foto tersebut tambah dramatis. Weleh-weleh, ini lah Adobe Photoshop ala Rusia!

Foto tersebut pertama kali nampang di majalah Ogonyok terbitan 13 Mei 1945. Meskipun Khaldei bukanlah fotografer satu-satunya yang membuat foto bendera di atap Reichstag, tapi foto dia lah yang paling menyedot perhatian dan paling berkesan.


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.forums.somethingawful.com
www.iconicphotos.wordpress.com