Rabu, 08 Januari 2014

Flakfernrohr, Alat Optik Wehrmacht



Seorang prajurit Waffen-SS dari 9. SS-Panzer-Division "Hohenstaufen" dengan Tarnanzug (pakaian kamuflase) sedang menggunakan Flakfernrohr 10x80 dengan tripod 39. Difoto oleh Kriegsberichter Koll (Kriegsberichter-Zug Oberbefehlshaber West) di Prancis bulan Juni 1944. Tombol pemutar empat posisi di kiri berfungsi untuk merotasi sistem internal bayangan yang masuk sehingga si pemakai tetap bisa melihat targetnya dengan baik walaupun kondisi sedang banyak cahaya menyilaukan, sementara tombol pemutar lain di bagian kanan atas adalah untuk mencocokkan jarak "interpupillary" antara mata kita dengan target


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org 
www.fieldgear.org

Senin, 06 Januari 2014

Album Foto Pertempuran Narvik


Foto ini pertama kali nongol dalam buku "Narvik im Bild" terbitan tahun 1941 karya Gerd Böttgers dan memperlihatkan seorang Gebirgsmarine berjanggut tipis yang ikut serta dalam pertempuran di Narvik (Norwegia) tahun 1940. Tellermütze terpasang di kepalanya, sementara stielhandgranate M24 "Potato-Masher" terselip di pinggangnya. Uniknya, dia mengenakan seragam militer M34 Norwegia lengkap dengan Colt-rig tempat menyimpan magasin Kongsberg Colt 1911 yang juga merupakan produksi Norwegia! Gebirgsmarine sendiri sebenarnya adalah para pelaut Kriegsmarine yang kapalnya ditenggelamkan di sekitar Narvik sehingga memaksa mereka bertempur di darat bersama-sama dengan Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) dan Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung). Di tengah situasi pertempuran yang kacau-balau dan ketiadaan pasokan senjata serta perlengkapan, para "pasukan laut" ini mau tidak mau menggunakan peralatan milik Angkatan Barsenjata Norwegia yang tersimpan di depot Elvegardsmoen yang telah berpindah tangan ke pihak Jerman dari sejak tanggal 9 April 1940. Karenanya, banyak foto di saat itu yang memperlihatkan pasukan Jerman (terutama Gebirgsmarine) yang mengenakan pakaian serta perlengkapan perang Norwegia, termasuk senapan Krag-Jörgensen dan sepatu boot


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Minggu, 05 Januari 2014

Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine)




Oleh : Alif Rafik Khan

Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) adalah medali yang, sesuai dengan namanya, diberikan kepada petugas pengawas Kriegsmarine (rata-rata adalah perwira), baik di atas U-boat, kapal biasa maupun di pantai.

Sesuai dengan peraturan, medali berbentuk oval yang dibuat dari bahan metal sepuhan ini dipakai oleh para perwira/bintara di lubang kancing lapel kiri seragam, atau di kancing kedua dari atas jaket mantel. Satu yang membuat medali ini berbeda dari yang lainnya: dia bukanlah barang pribadi si pemakai, melainkan digunakan secara "turun menurun" dari satu perwira pengawas ke perwira pengawas yang menggantikannya. Sebuah pita lengan berwarna putih dengan gambar bordir dari medali ini biasa digunakan sebagai pengganti apabila medalinya tidak ada.

Bisa dibilang kalau Abzeichen des Wachhabenden Offiziers bukanlah medali resmi yang dikeluarkan oleh Wehrmacht atau Kriegsmarine melainkan lebih sebagai penghargaan terhadap petugas pengawas kapal yang mempunyai peran penting dalam tugas secara keseluruhan. Kadangkala medali ini merupakan hadiah bergilir dari rekan perwira saat perwira lainnya diserahi tanggungjawab sebagai petugas pengawas di dek, dan bisa juga merupakan hak prerogatif dari kapten kapal, yang memungkinkan satu kapal mempunyai medali ini, sementara kapal lainnya tidak.

Dari contoh-contoh foto yang terdapat di bawah, kita bisa melihat bahwa justru kebanyakan pemakainya adalah bintara dan bukannya perwira. Lalu kenapa pula medali ini dinamakan sebagai "Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine"? Itu karena kata 'Perwira' disini tidak merujuk pada pangkat melainkan pada posisi (officer of the day), dimana perannya yang vital mengharuskan keberlangsungan peran tersebut di sepanjang waktu tugas, sehingga yang melaksanakannya pun berganti-ganti sesuai giliran. Nah, yang kebagian giliran untuk bertugas lah yang berhak untuk mengenakan medali tersebut! Mengerti kan?

Seusai Perang Dunia II medali ini masih tetap digunakan oleh Bundesmarine (Angkatan Laut Jerman Barat), dan sama sekali tidak ada perubahan dalam hal desainnya (kemungkinan karena tidak ada lambang swastika atau yang berbau-bau Nazi disana!).


Sumber :
Buku "Badges and Insignia of the Third Reich" karya Brian L. Davis
Foto koleksi pribadi Gordon Craig
Foto koleksi pribadi John Robinson
Foto koleksi pribadi Marc Cohen
www.facebook.com
www.gmic.co.uk
www.sammler.ru
www.wehrmacht-awards.com

------------------------------------------------------------------------

Dua orang pelaut Kriegsmarine berpretasi dari unit penyapu ranjau, yang terlihat dari Kriegsabzeichen für Minesuch-, U-Bootsjagd- und Sicherungsverbände (Minesweeper Badge / Medali Penyapu Ranjau) yang mereka kenakan. Mereka juga sama-sama telah dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, sementara Bootsmannmaat di sebelah kanan memajang Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) di kerahnya, yang menunjukkan bahwa dia bertanggungjawab terhadap tugas pengawasan. Perhatikan bahwa kapal di belakang mereka pernah berhasil menembak jatuh pesawat musuh yang terlihat dari fliegerabschüsse yang di cat di badannya! Foto koleksi pribadi Marc Cohen


 Foto ini diambil di Kiel, Jerman, tanggal 20 September 1943 dan memperlihatkan tiga orang awak U-861. Dari kiri ke kanan: Obermaschinist Karl Fink, Kapitänleutnant (Ing.) Herbert Panknin, dan Obermaschinist Hans Bandy. Panknin mengenakan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 September 1943) serta Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942), sementara Bandy mengenakan Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) di kerah lapelnya


Seorang bintara Kriegsmarine berpangkat Oberbootsmann berpose mengenakan seragam putih musim panas dengan Reichsadler terbuat dari bahan metal dan Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) tersemat di saku kiri. Pemakaian seperti tersebut sudah sesuai dengan peraturan seperti yang tercantum di buku "Badges and Insignia of the Third Reich" karya Brian L. Davis


 Versi armband/pita lengan berwarna putih dari medali Abzeichen des Wachhabenden Offiziers yang biasa digunakan sebagai pengganti apabila medalinya tidak ada. Pita lengan semacam ini digunakan oleh Kriegsmarine dan juga Bundesmarine, perbedaannya terletak dari bahan medalinya. Versi Kriegsmarine terbuat dari kain bordir, sementara versi Bundesmarine dari plastik (dan di atas adalah versi Bundesmarine!). Salah satu "penampakan" dari armband semacam ini terdapat dalam buku "Kriegsmarine: Uniforms & Traditions" karya John R. Angolia, volume 2 halaman 46




Sabtu, 04 Januari 2014

Album Foto Jäger-Bataillon 2

Hauptmann Ferdinand Frech (kiri) dan Hauptmann Hermann Lemp, dua orang perwira paling jempolan dari Jäger-Bataillon 2 (lihat saja deretan medali yang terpasang di seragam mereka!). Lemp dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 18 Maret 1943, sementara Frech menyusul tanggal 13 Mei 1943. Perlu dicatat bahwa hanya mereka berdua yang meraih DKiG di Jäger-Bataillon 2, sementara Frech satu-satunya Ritterkreuzträger dan juga Ehrenblattspangeträger!


Hauptmann Fredinand Frech (4 Maret 1920 - 25 Januari 1945) dari Jäger-Bataillon 2 merupakan seorang perwira yang luar biasa berani di medan pertempuran, yang terlihat dari segambreng medali prestisius yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Nahkampfspange in Bronze, Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; empat buah Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (17 Juli 1943); Deutsches Kreuz in Gold (13 Mei 1943); dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (5 Desember 1943). Bisa dibilang kemanapun orang ini berjalan, maka disitu pula yang lainnya akan ngiler demi melihat "pameran medali" di seragamnya! Frech dinyatakan hilang sewaktu memimpin "Kampfgruppe Frech" dalam pertempuran di selatan Stargard/Pommerania (Jerman) bulan Januari 1945. Versi lain menyebutkan bahwa dia telah gugur dalam pertempuran di tempat yang sama bulan November 1944 sebelumnya


Sumber :
www.die-wehrmacht.6te.net

Album Foto 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2)

PERAIH RITTERKREUZ

 
Waffen-Hauptsturmführer der SS Miervaldis Ādamsons (29 Juni 1910 - 23 Agustus 1946) adalah mantan pelaut yang bertemperamen keras tapi pemberani. Pada periode 1930-1936 dia bergabung dengan Legiun Asing Prancis dan ditempatkan di Maroko. Disini keberaniannya sangat menonjol sehingga dia dijuluki sebagai "The Moroccan Teror"! Setelah balik ke Latvia, tahun 1937 Ādamsons menjadi anggota militer negaranya, tapi hanya sebentar saja karena pada tahun 1940 Uni Soviet menganeksasi Latvia sehingga memaksa dia menjadi gerilyawan. Kedatangan Jerman tahun 1941 disambut dengan suka cita, dan Ādamsons beserta rekan-rekan seperjuangannya dengan sukarela bergabung dengan Wehrmacht sebagai sukarelawan dengan tugas... membasmi gerilyawan (bayangkan, mantan gerilyawan melawan gerilyawan)! Setelah bergabung dengan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2), dia terlibat dalam apa yang disebut sebagai "Weihnachts-Schlachten" (Pertempuran Natal) dari tanggal 28 Desember s/d 31 Desember 1944 di jembatan Kurland dan, lagi-lagi, terluka (tanggal 25 Januari 1945)! Disinilah bintangnya bersinar terang. Bayangkan saja, dalam waktu hanya 24 jam dia dan pasukannya berhasil menggagalkan tujuh kali serangan Rusia, dan setelah pertempuran usai 400 mayat tentara musuh dapat dihitung di depan posisi pertahanan Latvia yang dipimpin Miervaldis! Sang musuh, Korps Angkatan Darat ke-100 Rusia, menyerang dengan dukungan tank lagi dan lagi. Dalam waktu hanya 3 hari Jembatan Vanagi berganti "tuan" 17 kali! Pada akhirnya jembatan yang berharga tersebut diduduki oleh pasukan pimpinan Miervaldis Ādamsons, yang memperlihatkan contoh mengagumkan bagi pasukannya dengan selalu bertempur paling depan. Begitu habis-habisannya pertempuran ini sehingga Korps Angkatan Darat ke-100 Rusia pun binasa total! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Chef 6.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment 44 (lettische Nr.6) der SS / VI.SS-Freiwilligen-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. Medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (26 Maret 1943) dan I.Klasse (21 September 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Gold; serta Ärmelband Kurland. Ādamsons ditangkap Rusia saat menjalani perawatan atas luka-lukanya di rumah sakit bulan Mei 1945, dan setahun kemudian dia dieksekusi atas tuduhan "pengkhianatan terhadap tanah air"!


 
Waffen-Obersturmführer der SS Roberts Ancāns (11 November 1919 - 1 Januari 1982) adalah mantan anggota militer Latvia yang kemudian bergabung dengan Waffen-SS bulan Februari 1942, kurang dari satu tahun setelah invasi Jerman atas Uni Soviet. Dia adalah salah satu dari kelompok sukarelawan Latvia yang terkepung di Cholm. Disana dia terluka dan setelah sembuh melanjutkan tugasnya di dekat Leningrad, rawa-rawa Volkhov, dan sungai Velikaya. Setelah pembentukan 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2) bulan Januari 1944, Ancāns ikut ambil bagian dalam pertempuran habis-habisan di Kurland yang terkepung. Dalam konfrontasi tanggal 24 Desember 1944, bersama dengan 180 orang anggota kompinya Ancāns menghancurkan serangan Soviet yang berusaha menerobos pertahanan yang digalang 19. Waffen-Grenadier-Division der SS dan 21. Luftwaffen-Feld-Division. Tidak kurang dari 12 tank musuh yang berhasil dihancurkan, dengan salah satunya secara pribadi dimusnahkan oleh Ancāns menggunakan senjata genggam-tangan! Setelah pasukan Jerman ditarik mundur, kompi Ancāns hanya tersisa 38 orang, dan itu pun kebanyakan dari mereka terluka serius! Atas prestasinya ini sang perwira Latvia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 25 Januari 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Führer Nahkampfschule Waffen-Feldersatz-Bataillon der SS Nr.19 / 19.SS-Freiwillige-Grenadier-Division (Lettischer No. 2) / 6.SS-Freiwillige-Armeekorps / Heeresgruppe Nord. Pada bulan Mei 1945 dia terluka parah dan ditarik keluar dari kantung Kurland menggunakan kapal laut hanya beberapa hari sebelum Jerman secara resmi menyerah. Seusai perang Ancāns tinggal di Jerman Barat tapi kemudian berimigrasi ke Amerika Serikat. Dia meninggal dunia di New York pada Tahun Baru 1982 di usia 62 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (2 Oktober 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 April 1943) dan I.Klasse (27 Desember 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (12 Oktober 1942); Nahkampfspange in Bronze; Verwundetenabzeichen in Gold (27 Desember 1944); serta Panzervernichtungsabzeichen in Silber


 Waffen-Hauptscharführer der SS Žanis Ansons (4 Desember 1911 – 24 November 1968) adalah petani Latvia yang bergabung dengan lettischen Schutzmannschaft-Bataillon 24 tahun 1942 sebelum dipindahkan ke resimen sukarelawan SS Latvia bulan Maret 1943. Pada bulan April 1944 Ansons sudah berpangkat Waffen-Hauptscharführer der SS di 6.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 (lettische Nr. 6) "Imanta". Dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Leningrad dan juga Kurland. Dalam pergulatan yang terakhir ini Ansons mendapat nama harum dengan selalu berada paling depan di medan perang sehingga dia direkomendasikan oleh atasannya untuk mendapatkan Ritterkreuz. Ketika rekomendasinya sedang diproses, sekali lagi sang bintara menunjukkan kemampuannya yang istimewa: di malam tanggal 27 Desember 1943 Tentara Merah telah menembus pertahanan pasukan Jerman dan maju sampai sejauh dua kilometer. Ansons, yang dikirim hanya untuk melakukan pengintaian di Point 73, menyadari bahwa kekuatan musuh yang masuk wilayah Jerman masih belum cukup kuat sehingga dia memutuskan untuk melakukan tindakan sebelum datang bala bantuan lebih banyak lagi. Dengan hanya ditemani oleh delapan orang prajurit dan bermodalkan senapan mesin dan granat dia menyerbu Point 73 yang ditempati oleh pasukan cadangan serta pengamat artileri Soviet. Serbuan tersebut begitu mendadak sehingga tak lama kemudian musuh dipaksa untuk pontang-panting mundur ke garis awal mereka melakukan serangan! Beberapa minggu kemudian datanglah berita gembira bahwa dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Januari 1945 sebagai Zugführer di 3.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 44 / 19.SS-Freiwillige-Grenadier-Division (Lettische No. 2) / VI.SS-Freiwillige-Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, dan menjadi sukarelawan Latvia pertama berpangkat selain perwira yang mendapatkannya! Manusia satu ini benar-benar bermental baja: ketika sekutu Jermannya menyerah di Kurland bulan Mei 1945, Ansons dan beberapa rekannya memilih untuk melarikan diri ke hutan dan melanjutkan gerilya melawan Soviet dari sana! Dia baru tertangkap tanggal 18 Desember 1946 dan langsung dideportasi ke Vorkuta. Pada tahun 1955 Ansons kembali ke Latvia setelah dibebaskan dan meninggal dunia dengan tenang disana pada tahun 1968 dalam usia 56 tahun. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Tapferkeits- und Verdienstauszeichnung für Angehörige der Ostvölker I. Klasse, 2. Stufe (24 April 1943); Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Agustus 1943) dan I.KLasse (16 Oktober 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (14 November 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz (23 Desember 1944); serta Nahkampfspange in Bronze (23 Desember 1944)

----------------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH EHRENBLATTSPANGE

Waffen-Obersturmführer der SS Alfrēds Jānis Bērziņš (1920 - 3 Agustus 2011) difoto di musim gugur tahun 1944, yang dimuat dalam buku "Latviešu karavīrs otrajā pasaules karā" (Prajurit Latvia Dalam Perang Dunia II) halaman 321 karya Liene Mikelsone. Dia dianugerahi Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS tanggal 5 Maret 1945 sebagai Chef 2.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment der SS 42 “Voldemārs Veiss” / 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Medali-medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (Oktober 1943) dan I.Klasse (Januari 1944); Infanterie-Sturmabzeichen; dan Verwundetenabzeichen in Gold. Yang terakhir diterimanya atas enam luka yang dideritanya di medan pertempuran, yang salah satunya mengharuskan kakinya (sampai batas lutut) untuk diamputasi!


 
Waffen-Obersturmführer der SS Augusts Biters (9 Juni 1916 - 29 Januari 1997) datang dari keluarga besar (8 anak) dengan 5 diantara saudaranya masuk dinas militer! Dia dianugerahi Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS tanggal 5 Maret 1945 sebagai Waffen-Untersturmführer der SS dan Führer 4.Kompanie / Waffen-Grenadier-Regiment 44 (lettische Nr.6) der SS / 19. Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Medali-medali lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Ärmelband Kurland. BTW, Foto atas diambil dari buku "Latviešu karavīrs otrajā pasaules karā" (Prajurit Latvia Dalam Perang Dunia II) halaman 182 karya Liene Mikelsone, sementara bawahnya diambil setelah berakhirnya Perang Dunia II, dimana dia bekerja sebagai tukang las bangunan

 
Waffen-Obersturmführer der SS Teodors Kalnājs adalah komandan 8.Kompanie / II.Bataillon / Waffen-Grenadier Regiment der SS 44 / 19.Waffen-Grenadier-Division der SS (lettische Nr. 2). Atas jasa-jasanya di medan perang, dia dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Maret 1944) dan I.Klasse (10 Agustus 1944), serta menjadi salah satu dari hanya 9 orang sukarelawan asal Latvia yang mendapat Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (Honour Roll Clasp of the Army and Waffen-SS / Lencana Baris Kehormatan Angkatan Darat dan SS Bersenjata) tanggal 10 April 1945. Lencana ini dirancang sebagai penghargaan terhadap aksi heroik para pejuang Wehrmacht yang telah mendapat kedua tingkat medali Salib Baja (Eisernes Kreuz) tapi yang aksinya belum cukup "layak" untuk diganjar dengan Deutsches Kreuz in Gold ataupun Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Merujuk pada peraturan, Ehrenblattspange disematkan di pita Eisernes Kreuz II.Klasse yang biasa dipakai di kancing tengah kedua seragam. Tercatat 4.556 orang yang mendapat Ehrenblattspange sepanjang Perang Dunia II, lebih sedikit dari penerima Ritterkreuz (7.323 orang) ataupun Deutsches Kreuz in Gold (24.204 orang), walaupun masih kalah "eksklusif" dari Deutsches Kreuz in Silber (1.115 orang)


Sumber :

Wettertafel (Tabel Cuaca)





Oleh: Alif Rafik Khan

Wettertafel (Tabel Cuaca) adalah sejenis armband yang diikatkan di lengan para pilot Luftwaffe untuk membantu mereka mengetahui kondisi cuaca saat terbang. Seperti namanya, di armband ini tertulis daftar cuaca selama satu bulan penuh di setiap lokasi operasional, lengkap dengan suhu serta kecepatan angin rata-rata. Anehnya, tabel semacam ini tampaknya hanya dikenakan oleh para Jagdflieger (pilot pemburu) dan tidak pernah terlihat dikenakan oleh pilot-pilot Kampfflieger (pilot pembom) atau Stukaflieger (pilot pembom tukik).


Sumber :

---------------------------------------------------------------------------------














Rabu, 01 Januari 2014

Foto Junkers Ju 87 "Stuka"

Jarang terdapat foto yang memperlihatkan pesawat Junkers ju 87 A dari “Legion Condor” yang, berdasarkan buku-buku keluaran Jerman tentang unit tersebut di masa Perang Saudara Spanyol, tidak pernah disebutkan keberadaannya! Hanya terdapat tiga buah Ju 87 A yang biasa dinamakan sebagai “Jolanthe-Kette” (berdasarkan emblem babi “Jolanthe-Schwein”) yang disebut-sebut digunakan sebagai bahan percobaan pesawat pembom tukik terbaru Jerman. Ketiga buah pesawat tersebut tiba di Spanyol pada tanggal 15 Januari 1938, dimana identitasnya telah banyak orang tahu: 29●2 Unteroffizier Bartels/Unteroffizier Fleisch, 29●3 Leutnant Gerhard Weyert /Unteroffizier Göller, dan 29●4 Leutnant Hermann-Josef Haas (Kettenführer)/Feldwebel Kramer. Semua awaknya diambil dari 11.Staffel/Lehrgeschwader 1 (LG 1) dan hanya pernah menerbangkan Ju 87 A beberapa bulan saja sebelum tiba di Spanyol! Pada kenyataannya, cuma Ju 87 A 29●5, 29●6, dan 29●7 yang melakukan misi tempur, dengan dua yang terakhir dari bulan Juli 1938 dan seterusnya. Tak banyak yang diketahui mengenai Ju 87 A 29●5 di atas


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Foto Messerschmitt Me 210

Sebuah Messerschmitt Me 210 dengan marking unit “1E+JC” (Werknummer 120013). Sampai dengan saat ini, marking “1E” diperuntukkan bagi Ergänzungsstaffel Zerstörergeschwader 1. Dalam hal tersebut seharusnya huruf keempatnya adalah “E”, sementara pesawat di atas berhuruf “C”. Hal ini menandakan bahwa dia berasal dari Stab II. Gruppe. Kemungkinan bahwa dia dipindahtangankan dari Ergänzungsgruppe ke II./ZG 1 dan hanya huruf terakhirnya yang dirubah. Pita badan kuning memperkuat teori ini karena II./ZG 1 merupakan satu-satunya unit Me 210 yang beroperasi di Front Timur (mereka beroperasi dari Januari s/d Maret 1942 dan berpangkalan di Briansk). Perhatikan pula ukuran berbeda-beda dari huruf markingnya. Huruf pesawat “J” kemungkinan berwarna hijau


 
Kemungkinan besar karena “lunaknya” benteng karung goni ini sehingga membuat pesawat Messerschmitt Me 210 A-1 “2N+LT” werknummer 0205 (gelb L) dari 9.Staffel / Zerstörergeschwader 1 (ZG 1) tidak menderita lebih dari 40% kerusakan. Pesawat tersebut mendarat darurat dengan sebab yang tidak diketahui saat sedang tinggal landas tanggal 4 Maret 1943 di Gerbini. Kalau saja pagar benteng dalam foto ini terbuat dari bahan yang lebih keras, maka bisa dipastikan para awaknya tidak akan seberuntung itu! Me 210 di atas dilengkapi dengan strip besar putih di bagian badan yang diperuntukkan bagi pesawat-pesawat Luftwaffe di Mediterania. Asal-usulnya sehingga bisa masuk ZG 1 sendiri tidak diketahui. Lapangan udara Gerbini terletak sekitar 10 kilometer sebelah barat Catania, Sisilia (Italia). Benteng karung goni merupakan keumuman di lapangan udara yang terbuka tersebut karena ketiadaan alat pelindung yang lain. Perhatikan bahwa karung goninya mendapat cat kamuflase! III.Gruppe/ZG 1 menggunakan Gerbini sebagai markas terdepan mereka dari bulan Februari s/d Maret 1943


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Album Foto 20. Infanterie-Division / 20. Panzergrenadier-Division

Serah terima jabatan kommandeur Aufklärungsabteilung 20 (motorisiert) / 20.Infanterie-Division (motorisiert) antara komandan lama, Oberstleutnant Henning Schönfeld (memakai seragam hitam Panzertruppen) dengan penggantinya, Major Hermann Seitz. Schönfeld menjadi komandan AA 20 (mot.) periode 10 November 1938 - 24 Juni 1940, sementara Seitz periode 24 Juni 1940 - Agustus 1942. Schönfeld adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes), sementara Seitz Eichenlaubträger (peraih Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes)


Rangkaian foto tertanggal 7 April 1942 yang diambil dari album seorang perwira Wehrmacht dari 1.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 90 (motorisiert) / 20.Infanterie-Division (motorisiert) ini memperlihatkan sebuah aksi mengagumkan di medan pertempuran Volkhov (Uni Soviet) yang terekam oleh kamera dari fotografer batalyon Schaumann : Pasukan infanteri dari kompi pertama baru saja menggagalkan serangan sekelompok tank T-34 Rusia di depan garis pertahanan mereka. Satu tank yang terjebak di parit dan masih "hidup" menembak dengan liar ke sekelilingnya. Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini? Dipinjamlah sebuah tim Flammenwerfer (penyembur api) dari unit Pionier-Stosstrupp Waffen-SS terdekat. Meskipun tank tersebut telah disemprot api yang begitu panas, ternyata para awaknya masih tetap gigih bertempur dan menolak untuk menyerah! Akhirnya seorang sukarelawan bernama Obergefreiter Cilinsky maju untuk meledakkan penutup kubahnya menggunakan stielhandgranate, disusul oleh bintara lain bernama Feldwebel Schnoor yang menghabisi para awak di dalam T-34 dengan berondongan senapan mesin

--------------------------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR

 General der Panzertruppe Georg Jauer (25 Juni 1896 - 5 Agustus 1971) bergabung dengan AD Kekaisaran Jerman tahun 1914 dan ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama. Dia termasuk ke dalam 100.000 orang anggota Reichswehr yang terbentuk setelah perang berakhir dengan menjadi perwira artileri. Pada saat Perang Dunia II pecah Jauer telah berpangkat Oberstleutnant dan kemudian menjadi komandan Artillerie-Regiment 29 (5 Maret 1941 - 15 Maret 1942) sebelum kemudian dipindahkan ke Artillerie-Regiment "Großdeutschland" (15 Maret 1942 - 28 November 1942). Setelah sempat menjadi komandan 20. Infanterie-Division (motorisiert) (1 April 1943 - 23 Juli 1943), 20. Panzergrenadier-Division (23 Juli 1943 - 31 Desember 1944) dan 25. Panzer-Division (15 November 1943 - 21 November 1943), dia balik lagi ke Divisi Großdeutschland (yang telah membengkak menjadi setingkat Panzerkorps) dengan menjadi komandannya sampai dengan perang berakhir. Medali-medali yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; 1914 Verwundetenabzeichen in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse; 1939 spange zum 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juli 1941) dan I.Klasse (20 Juli 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #3053 (4 Mei 1944) mit Eichenlaub #733 (10 Februari 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 27 Juli 1944

--------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH EICHENLAUB

 Oberstleutnant Hermann Wulf (25 Juli 1915 – 19 Mei 1990) dari Grenadier-Regiment 76 (mot.) / 20.Panzergrenadier-Division. Dia ditangkap oleh pasukan Soviet bulan Mei 1945 tapi berhasil melarikan diri bulan Oktober 1945. Dari tanggal 1 Maret 1956 s/d 30 September 1971 Wulf bergabung dengan Bundeswehr dan pensiun dengan pangkat Brigadegeneral. Medali-medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 November 1939) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Gold; Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten (Ostmedaille); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (13 Oktober 1941) mit Eichenlaub #520 (3 Juli 1944); Nahkampfspange in Gold (18 Mei 1944); dan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (5 Februari 1945)

--------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 
Oberstleutnant Hermann-Gustav Jochims (8 Agustus 1909 – 28 April 1945), mantan Chef 7.Kompanie / Grenadier-Regiment 90 (motorisiert) yang gugur di Berlin sebagai Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 51 / 18.Panzergrenadier-Division. Dia dianugerahi medali-medali sebagai berikut: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4 Jahre (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (18 September 1939) dan I.Klasse (25 Juli 1941); Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (9 Januari 1940); Verwundetenabzeichen in Silber (14 November 1941) dan in Gold (29 April 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (31 Maret 1941); Panzerkampfabzeichen in Bronze; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (18 April 1942 dan 20 Maret 1944); Deutsches Kreuz in Gold (3 Juni 1943); enam buah Panzervernihctungsabzeichen in Silber; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (23 Juli 1943); Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (19 September 1943); Nahkampfspange in Bronze (26 Agustus 1943), in Silber (1 Februari 1944) dan in Gold (23 April 1945); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (27 Mei 1944)


Sumber :
Buku "20. Infanterie-Division (mot.) Chronik & Geschichte" karya Dietwart Asmus dan Fritz Rudolf Averdieck
www.20pzgrendiv.eu
www.wehrmacht-awards.com