Minggu, 26 April 2009

Führer Adolf Hitler


Saya lupa lagi kapan gambar ini dibuat dan sumbernya. Yang jelas, gambar ini dibuat di sampul belakang buku TTS! Maklum, saat itu lagi senang-senangnya mengisi TTS! Hehehe...

Keponakan Hitler Mendalami Agama Yahudi Jadi Pendukung Zionis!


Tel Aviv, Kanal televisi Mesir al-Ula (25/4) melansir, salah seorang kerabat tokoh legendaris Nazi-Jerman Adolf Hitler dikabarkan tinggal di Israel dan tengah mendalami agama Yahudi.

Berita ini cukup membuat tanda tanya, karena seperti kita ketahui Hitler sendiri sangat anti dengan Yahudi tetapi malah keponakannya sendiri mendalami Talmud dan tinggal di Israel.

Mungkin teori konspirasi yang menyatakan bahwa ada korelasi dan skenario dari pembantaian Yahudi oleh Hitler benar adanya. Dalam teori tersebut dinyatakan bahwa Hitler dan Yahudi bekerja sama dalam membantai yahudi dan bisa jadi Hitler sendiri adalah Yahudi.

Kerabat dekat Hitler ini, yang tidak disebutkan namanya, lahir di Frankfurt, Jerman, pada tahun 1952. Kakeknya adalah saudara tiri Hitler yang konon sangat bangga berkerabat dengan pemimpin bertangan besi itu.

Pada mulanya, keponakan Hitler itu pergi ke Israel untuk belajar ilmu-ilmu keagamaan, dan kini tengah mendalami agama Yahudi.

Bahkan, ia kini mengajar beberapa mahasiswa Israel mata kuliah Talmud. Ia mengaku kecewa ketika membaca buku Hitler yang berjudul "Mein Kampf", bahkan menyebut penulis buku tersebut adalah seorang yang "dungu".

Lelaki berpostur tinggi jangkung dan mambu berbicara dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Ibrani itu tampak tak suka ketika diajak berbicara tentang Palestina.


Sumber : www.eramuslim.com

Daftar Peraih Deutsches Kreuz in Silber (German Cross in Silver)



LUFTWAFFE

Generaloberstabsarzt (Luftwaffe) Prof.Dr.med. Oskar Schröder. Dia meraih Deutsches Kreuz in Silber tanggal 20 Maret 1944 sebagai Generaloberstabsarzt dan Sanitätsinspekteur der Luftwaffe, dilanjutkan dengan Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern yang diraihnya tanggal 1 Februari 1945 sebagai Generaloberstabsarzt dan Sanitätsinspekteur der Luftwaffe

------------------------------------------------------------

WAFFEN-SS

 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Karl-Maria Demelhuber (26 Mei 1896 - 18 Maret 1988) tercatat sebagai perwira terakhir yang berpangkat SS-Obergruppenführer saat dia meninggal tahun 1988. Selama karir militernya, dia pernah menjadi komandan SS-Standarte Germania, 6. SS-Gebirgs-Division Nord, XII. SS-Armeekorps dan XVI. SS-Armeekorps. Dia juga merupakan peraih Deutsches Kreuz in Silber (9 November 1943) dan Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia (1 Desember 1941). Mengenai dirinya, General der Kavallerie Siegfried Westphal pernah berkomentar sinis: "Kalau di Angkatan Darat, dia hanya akan menjadi pengurus kuda!" yang menunjukkan sikap memandang rendah yang masih dimiliki oleh sebagian perwira Heer terhadap rekan seperjuangan mereka dari Waffen-SS!


Sumber :
Buku "Die Uniformen der Panzertruppe und Gepanzerten Verbände 1934-1945" oleh Werner Horn
Buku "Hell's Gate: The Battle of the Cherkassy Pocket, January-February 1944" karya Douglas E. Nash
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto Koleksi NARA Amerika Serikat
Foto koleksi pribadi Andrew Harris
Foto koleksi pribadi Jan Hendrik
Foto koleksi pribadi John M. Donovan
Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger
www.audiovis.nac.gov.pl
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.gmic.co.uk
www.grevenbroekmuseum.be
www.rommel-lebt.com
www.snyderstreasures.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2awards.com

Kucing-Kucing Hitler!














Kisah Tiga Serdadu Dan Kumis Hitler


Alkisah dalam sebuah mikrolet ada tiga serdadu dari tiga kebangsaan berbeda, yaitu Amerika, Inggris dan Jerman. Tak lama kemudian ada seorang cewek memakai pakaian seksi plus rok supermini.

Karena gede rasa, si cewek berusaha menutupi celana dalam dengan memangku kaki. Namun tiba-tiba serdadu Amerika yang duduk di sebelah kanan memberi hormat.

Maka bertanyalah dua serdadu di sebelahnya mengapa ia memberi hormat. “Lihat! Paha kirinya ada tato bendera Amerika!” teriak serdadu itu.

Jengah karena perbuatan serdadu itu, perempuan itu berganti kaki. Kali ini serdadu Inggris di sebelah kiri yang memberi hormat. Dua serdadu lainnya bertanya ke serdadu Inggris ini. Namun jawabnya,

“Lihat! Paha kanannya ada tato bendera Inggris!”

Karena sebel, perempuan ini langsung membuka pahanya lebar-lebar. Tiba-tiba serdadu Jerman yang duduk di tengah memberi hormat khas ala Nazi. Dua serdadu lainnya langsung heran dan bertanya apa maksudnya ikut-ikutan memberi hormat.

Serdadu Jerman itu menjawab, “Lihat! …. ada kumis Hitler!”


Rabu, 22 April 2009

Abdul Aziz Myatt, Neo-Nazi Yang Menjadi Pemeluk Islam!

David Myatt alias Abdul Aziz Myatt


Abdul Aziz Myatt dengan baju gamis khas muslim


Sebagai seorang aktivis kelompok sayap kiri dan pendukung Neo-Nazi, lelaki asal Inggris ini menempuh perjalanan panjang dan berliku sebelum akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ego sebagai bagian dari masyarakat Barat yang modern dan maju, menghalanginya untuk menemukan cahaya Islam. Namun ia yakin Allah swt telah membimbing dan memberikannya hidayah, hingga ia masuk ke sebuah masjid, mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim dengan nama Abdul Aziz Myatt.

Perkenalan Myatt dengan Islam berawal ketika ia berlibur ke Mesir. Di negeri Piramida itu ia berkunjung ke sebuah masjid dan hatinya tersentuh dengan keindahan suara adzan yang dilantunkan dari masjid itu meski ia belum mengerti apa itu adzan. Sejak itu, Myatt mulai ingin tahu tentang Islam dan setiap berlibur ke Mesir, ia mencari kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Muslim Mesir dan menanyakan tentang agama mereka.

Myatt juga membeli sebuah al-Quran, membacanya sedikit demi sedikit hingga ia berkesimpulan ajaran al-Quran adalah ajaran yang masuk akal dan makin membuatnya kagum dengan Islam dan umat Islam. "Semakin banyak saya bertemu dengan Muslim, saya semakin mengagumi mereka," kata Myatt.

Ketika itu, Myatt tidak langsung berpikiran untuk masuk Islam. Ia masih dikuasai oleh egonya, cara hidupnya sebagai orang Barat dan dua hal yang membuatnya menahan diri untuk tidak mengapresiasi Islam secara penuh dan mempelajarinya lebih jauh lagi.

Dua hal itu adalah, pertama, karena keyakinannya yang tertanam sejak lama pada alam semesta. Keyakinan bahwa umat manusia adalah milik dari seorang "ibu" yaitu "bumi". Kedua, karena budaya bangsanya yang membuatnya merasa lebih mulia dan superior dibandingkan bangsa lainnya. Selama puluhan tahu, Myatt terombang-ambing dalam keyakinan itu, yang ia pikir sebagai sumber dari zat yang suci. Belum lagi posisinya sebagai aktivis kelompok sayap kiri dan Neo-Nazi yang membuat banyak orang termasuk para wartawan yang menilainya sebagai politisi yang jahat.

"Ketika itu saya masih bersikap arogan, yang hanya percaya dengan keyakinan saya sendiri dan dalam memahami apa yang telah saya raih," imbuh Myatt.

Hatinya tergerak kembali untuk mulai serius mempelajari Islam ketika ia beralih profesi, mengelola sebuah peternakan. Ia bisa bekerja selama berjam-jam seorang diri. Kedekatannya dengan alam, mengetuk jiwa dan rasa kemanusiaannya. Ia mulai menyadari kesatuan alam semesta dan bagaimana ia menjadi bagian dari semua itu yang ciptakan oleh Tuhan.

Jauh di dasar hatinya, Myatt mengakui bahwa alam semesta ini tidak terjadi secara kebetulan tapi memang diciptakan. Terkadang keyakinan dan ego lamanya muncul. Ia merasakannya seperti berperang dengan godaan setan. Namun ia makin meyakini di dalam hatinya tentang satu-satunya Sang Maha Pencipta.

"Untuk pertama kalinya saya merasa diri saya begitu kecil. Kemudian tanpa sengaja saya mengambil al-Quran dari rak buku, al-Quran yang saya beli waktu berkunjung ke Mesir. Saya mulai membacanya dengan seksama. Sebelumnya, saya hanya membolak-balik lembarannya dan membaca sepintas lalu beberapa ayat," tutur Myatt.

"Apa yang saya temukan di al-Quran adalah hal-hal yang logis, alasan, kebenaran, keadilan, kemanusiaan dan keindahan," sambungnya.

Myatt makin tertarik untuk lebih mendalami agama Islam. Ia pun mencari informasi tentang Islam lewat internet dan membaca banyak artikel tentang agama Islam di situs-situs Islam. Dengan melepaskan semua prasangka dan arogansinya, Myatt harus mengakui kalau agama Islam adalah agama yang mulia.

"Saya merasakan menemukan ajaran tentang kemuliaan, rasa hormat, rasa saling percaya, keadilan, kebenaran, kemasyarakatan, mengingat Tuhan setiap hari, disiplin diri, penyikapan terhadap materi dari sisi spiritual dan pengakuan bahwa kita adalah hamba yang harus mengabdi pada Tuhan," papar Myatt.

Ia juga mempelajari sosok Nabi Muhammad saw dan kehidupannya. Bagaimana Rasulullah menyebarkan agama Islam dan membentuk sebuah peradaban manusia, yang membuat Myatt terkagum-kagum. "Bagi saya, ia (Rasulullah) adalah manusia sempurna dan contoh sempurna yang harus kita tiru," tukas Myatt.

Ia melanjutkan, "Semakin banyak saya tahu tentang Islam, semakin banyak keraguan dan pertanyaan dalam diri saya yang terjawab selama hampir 13 tahun belakangan ini. Saya benar-benar merasa bahwa saya akhirnya 'pulang ke rumah', menemukan jati diri saya. Rasanya seperti ketika saya pertama kali tiba di Mesir dan berkeliling kota Kairo dengan menara-menara masjid dan suara adzannya."

Myatt merasa bahwa hijrahnya ke agama Islam bukan sebuah pertanyaan lagi, tapi sebuah tugas yang harus dilakukan. Karena saya telah menemukan kebenaran bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusanNYa.

Myatt kemudian mendatangi sebuah masjid dan menyatakan ingin menjadi seorang Muslim. Ia diterima oleh jamaah masjid dengan hangat dan penuh rasa persaudaraan, yang membuatnya terharu dan meneteskan air mata. Ia bersyukur Allah swt telah menunjukannya jalan yang benar.


Sumber : www.mualaf.com