Minggu, 11 Agustus 2013

Foto Kampfgeschwader (KG) 53 "Legion Condor"

 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 29 Februari 1944 untuk dua orang perwira dari Kampfgeschwader 53 (KG 53) "Legion Condor" yang diserahkan oleh Generalleutnant Rudolf Meister (Kommandierender General IV. Fliegerkorps). Penerimanya, dari kiri ke kanan: Major Karl rauer (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 53) dan Oberleutnant Kurt Unruh (Flugzeugführer di 2.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 53)


 II.Gruppe / Kampfgeschwader 53 (KG 53) "Legion Condor": Gruppenkommandeur Herbert Wittmann (kedua dari kanan) bersama dengan para Staffelkapitän-nya. Mereka semua adalah Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Dietrich Kornblum (Staffelführer 4.Staffel / II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 9 Juni 1944), Hauptmann Heinz Zöllner (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 5 April 1944), Major Herbert Wittmann (Gruppenkommandeur II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 23 November 1941 dan Eichenlaub tanggal 11 Februari 1945), serta Oberleutnant Johann Dreher (Staffelführer 5.Staffel / II.Gruppe. Ritterkreuz tanggal 5 April 1944). Foto ini diambil pada musim panas tahun 1944


 Acara jamuan makan untuk memperingati penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk dua orang perwira dari Kampfgeschwader 53 (KG 53) "Legion Condor", Major Karl rauer (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 53) dan Oberleutnant Kurt Unruh (Flugzeugführer di 2.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 53), tanggal 29 Februari 1944. Jenderal Heer yang ikut menemani mereka kemungkinan besar adalah Generalmajor Emil Just (Oberfeldkommandantur 396) Litauen karena pada saat foto ini diambil I./KG 53 berpangkalan di Kovno, Lithuania


Ritterkreuz Verleihung (upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari Kampfgeschwader (KG) 53 "Legion Condor", 5 April 1944. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Karl Christmann (Beobachter 6./KG 53), Oberleutnant Heinz Gutmann (Staffelführer 3./KG 53), Generalleutnant Rudolf Meister (Kommandierender General IV. Fliegerkorps), Hauptmann Heinz Zöllner (Staffelkapitän 6./KG 53), Hauptmann Ernst-Ascan Gobert (Staffelkapitän 3./KG 53), Oberleutnant Johann Dreher (Flugzeugführer 5./KG 53), dan Major Karl Rauer (Kommandeur I./KG 53). Yang terakhir (Rauer) tidak mendapatkan medalinya pada hari itu, tapi hanya sekedar mendampingi anakbuahnya


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk para pilot Kampfgeschwader (KG) 53 "Legion Condor" tanggal 5 April 1944. Para penerima dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Karl Christmann (Beobachter 6./KG 53); Oberleutnant Johann Dreher (Flugzeugführer 5./KG 53); Hauptmann Ernst-Ascan Gobert (Staffelkapitän 3./KG 53); Hauptmann Heinz Zöllner (Staffelkapitän 6./KG 53); dan Oberleutnant Heinz Gutmann (Staffelführer 3./KG 53)


 Sebuah Heinkel He 111 dari 1.Staffel / Kampfgeschwader 53 (KG 53) meluncur menyusuri landas pacu yang dijaga dengan ketat, sementara seorang awak darat nongkrong di atas kokpit pesawat untuk membantu mengarahkan sang pilot supaya tidak melenceng keluar jalur atau menabrak pohon yang banyak tumbuh di sekeliling landasan. Perhatikan alat pengatur api di pipa pembuangannya serta pembawa roket V-1 yang terpasang di bagian kanan badan pesawat! Foto di atas diambil di lapangan udara Varrelbusch antara tanggal 13 September s/d 7 Oktober 1944. 1./KG 53 sendiri beroperasi dari landasan ini sejak tanggal 16 September 1944 dengan tugas utamanya meluncurkan roket-roket V-1 ke Inggris. Roket ini nantinya dilepaskan menuju sasarannya di atas Laut Utara. Misi yang dilaksanakan rata-rata dilakukan di atas ketinggian rendah demi menghindari deteksi radar Inggris. Setelah “bom terbang” tersebut dilepaskan, mereka akan diarahkan ke targetnya menggunakan sebuah bantalan tetap dan pemuat bahan bakar. Kerugian yang diderita KG 53 sendiri terbilang tinggi, yang sebagian besar diakibatkan oleh pesawat-pesawat pemburu malam Sekutu serta cuaca buruk


 Sebuah roket V-1 dengan pola kamuflase yang tidak biasa! Foto ini diambil di tempat penyimpanan amunisi yang tersembunyi di antara lebatnya pohon-pohon di dekat lapangan udara Varrelbusch. V-1 nya sendiri disimpan di tempat terbuka, tanpa ditutupi oleh jarring kamuflase atau ranting-ranting pohon. Perhatikan sumbat pengaman berwarna kuning di hidung V-1! Foto di atas diambil di lapangan udara Varrelbusch antara tanggal 13 September s/d 7 Oktober 1944. 1./KG 53 sendiri beroperasi dari landasan ini sejak tanggal 16 September 1944 dengan tugas utamanya meluncurkan roket-roket V-1 ke Inggris. Roket ini nantinya dilepaskan menuju sasarannya di atas Laut Utara. Misi yang dilaksanakan rata-rata dilakukan di atas ketinggian rendah demi menghindari deteksi radar Inggris. Setelah “bom terbang” tersebut dilepaskan, mereka akan diarahkan ke targetnya menggunakan sebuah bantalan tetap dan pemuat bahan bakar. Kerugian yang diderita KG 53 sendiri terbilang tinggi, yang sebagian besar diakibatkan oleh pesawat-pesawat pemburu malam Sekutu serta cuaca buruk

---------------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 Leutnant der Reserve Georg Ackermann (12 Maret 1918 – 16 Desember 2007) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 Februari 1945 sebagai Staffelkapitän dan perwira teknik di 5.Staffel / KG 53 "Legion Condor". Pesawat terbang andalannya adalah Heinkel He 111H. Selama karirnya dia tercatat melakukan 336 feindflug (misi tempur), dengan 286 di antaranya dilakukan di Front Timur. Medali-medali lain yang diraihnya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Mei 1941) dan I.Klasse (26 Juli 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (26 September 1941), in Silber (5 November 1941), in Gold (24 Februari 1942), dan in Gold mit Anhänger (15 Januari 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz (28 November 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (2 April 1942); Medaille Winterschlacht m Osten 1941/42 (10 Juli 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Agustus 1942)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Chris44
www.forum.axishistory.com
www.ingwerapfel.tumblr.com

Album Foto 4. Feld-Division (Luftwaffe)

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 Major Siegfried Vehlow dari 4. Feld-Division (Luftwaffe) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Juli 1942 sewaktu masih menjadi Oberleutnant di 4.Batterie / Flak-Lehr-Regiment. Dalam foto ini, selain DKiG, Vehlow juga mengenakan medali Eisernes Kreuz I. Klasse, Erdkampfabzeichen der Luftwaffe, dan Flakkampfabzeichen


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Mitos Hitler dan Nazi Berencana Untuk Memusnahkan Seluruh Ras Kulit Berwarna!



Oleh : Ostuf Permadi
 
BACAAN SAAT LIBURAN
* wajib baca bagi penggemar Sejarah

" Hitler & Nazi berencana untuk Memusnahkan seluruh Untermensch (Subhuman) termasuk Yahudi, Jipsi, kulit Hitam Afrika, India, dan seluruh kulit Kuning Asia , demi menjaga Kemurnian (Purifikasi) ras superior kulit putih Aryan "

GARANSI 100% WACANA ini pasti sering anda dengar / baca pada apapun yang berhubungan dengan Sejarah Hitler & Nazi, entah itu dari Media, ataupun Internet.

‪#‎FAKTANYA‬
--------------
(1). Hitler TIDAK PERNAH sekalipun menggunakan istilah "Untermensch" (Subhuman) untuk merendahkan seluruh Ras Kulit Warna, baik pada Buku-nya "Mein Kampf" MAUPUN pada Pidato-Pidatonya.

(2). TIDAK ADA satu Dokumen pun / Rekaman Sejarah yang merekam pernyataan Petinggi Nazi yang menyebut seluruh Ras Kulit Warna sebagai "Untermensch" (Subhuman).

(3). TIDAK ADA satu Dokumen pun / Rekaman Sejarah yang menunjukan Rencana Hitler & Nazi untuk membersihkan dunia ini (ethnic cleansing) dengan cara membunuh / memusnahkan seluruh Ras Kulit Warna.

‪#‎MEIN_KAMPF‬
----------------
Hitler menggunakan istilah "Negroes" di Buku MEIN KAMPF Vol.1, Bab-XI: Race and People. Hitler juga menggunakan istilah "Negroid" di Buku MEIN KAMPF Vol.2, Bab-XIII: Post-War Policy Alliances

* NAMUN ini dalam KONTEKS menyerang Yahudi, yang Hitler yakini menjadi Dalang dari tingginya arus imigran Afrika ke Jerman, dengan tujuan untuk melemahkan bangsa Jerman.

Berdasarkan Dokumen & Rekaman Sejarah, istilah "Untermensch" (Subhuman) HANYA DITUJUKAN kepada "Bolshevik" (Yahudi Komunis Rusia) *inipun dalam Konteks MUSUH IDEOLOGI, dan BUKAN dalam Konteks Ras Rendah.

‪#‎PEMBERSIHAN_ETNIS‬
--------------------------
HITLER CUMA BERENCANA UNTUK MEMBERSIHKAN EROPA DARI YAHUDI *inipun dalam Konteks "membersihkan" Eropa dari Pengaruh / Cengkeraman Yahudi.

#1941: penembakan Yahudi di Uni Soviet (Rusia) sebagai produk dari kebijakan "ANTI-BOLSHEVIK" (Anti Komunisme)
#1942: Deportasi Yahudi dari wilayah Jerman, Austria, Czekoslovakia menggunakan KA ke Ghetto / Penampungan Sementara di Polandia
#1943: Deportasi Yahudi dari Eropa Barat (Prancis, Belanda, Yunani, dll) ke Kamp-Kamp Konsentrasi di Polandia

‪#‎KAMP_KONSENTRASI‬
--------------------------
NAZI CUMA KIRIM YAHUDI SECARA MASSAL KE KAMP KONSENTRASI. Hitler Tidak Pernah Berencana untuk mengirim secara massal Ras Kulit Warna lain ke Kamp Konsentrasi.

*dan mengingat BANYAKNYA POPULASI warga kulit Hitam (Negro) di Prancis, juga negara2 lain dibawah kekuasaan Nazi saat itu.. Keputusan Nazi untuk HANYA mengirim Yahudi secara Massal ke Kamp Konsentrasi sebenarnya sudah MEMENTAHKAN Teori Fiksi "Nazi berencana memusnahkan seluruh Ras Kulit Warna" tersebut. (Baca Sumber)

‪#‎ALIANSI_KULIT_WARNA‬
----------------------------
HITLER & NAZI BERALIANSI DENGAN JEPANG & GRAND MUFTI PALESTINA. Dalam sebuah Pakta Aliansi, Jerman sepakat untuk membagi Dunia dengan Jepang, dimana Jerman menguasai Eropa, dan Jepang menguasai seluruh Asia. Hitler juga beraliansi dengan Grand Mufti Arab Palestina dalam semangat Anti-yahudi.

* Sekali lagi mementahkan TEORI FIKSI "Nazi berencana memusnahkan seluruh Ras Kulit Warna"

‪#‎KEBIJAKAN_KOLONIAL‬
---------------------------
Berdasarkan seluruh Dokumen & Rekaman Sejarah, Rencana Jerman terhadap wilayah-wilayah di Afrika / Asia TIDAK BERBEDA dengan Rencana Inggris. Hitler & Nazi menginginkan wilayah Koloni yang OTONOMI (berdiri sendiri) dibawah Kolonial Jerman TIDAK BERBEDA dengan Kebijakan Kolonial Inggris, dimana tetangga Jiran kita sampai sekarang masih bangga menyandang status "Anggota Commonwealth" (Mantan Koloni Inggris).

* Sekali lagi mementahkan TEORI FIKSI "Nazi berencana memusnahkan seluruh Ras Kulit Warna"

‪#‎NUREMBERG_LAW‬
----------------------
Nuremberg Law adalah Undang-Undang yang melarang Pernikahan "Inter-racial" (antar ras) dengan tujuan untuk menjaga kemurnian Ras (Purifikasi) di Jerman.

FAKTA: Beberapa negara bagian di AMERIKA SERIKAT (AS), dan juga beberapa negara di Eropa pada saat itu juga memiliki HUKUM SAMA yang melarang Pernikahan Antar Ras, dan baru direvisi pada tahun 1960.

FAKTA: Orang tua Arab, India dan Yahudi SAMPAI SAAT INI masih terkenal keras menentang pernikahan antar ras, dan melarang anak perempuannya untuk menikah dengan lelaki dari Ras lain. TINDAKAN PURIFIKASI (menjaga kemurnian Ras) masih dipraktekkan oleh banyak Warga Dunia (bahkan sampai detik ini), dan diakui sebagai bentuk Hak Azazi yang dilindungi oleh Undang-Undang.

‪#‎JESSE_OWENS‬
------------------
Jesse Owens adalah Atlet Kulit Hitam Amerika yang memenangkan Medali Emas di Olimpiade Musim Panas 1936 di Jerman. Simak pengakuaan Jesse Owens tentang Hitler:

" When I passed the Chancellor (Hitler) he arose, waved his hand at me, and I waved back at him. I think the writers showed bad taste in criticizing the man of the hour in Germany. Hitler didn't snub me - it was FDR who snubbed me. The president didn't even send me a telegram."

Bukan hanya itu, Jesse Owens juga diangkat oleh Leni Riefenstahl (Sineas terkenal Jerman) dalam sebuah dokumenter, dan menjadi artikel sebanyak 7 halaman pada Buku "Die Olympischen Spiele 1936", dimana dalam buku tersebut Jesse Owens banyak dipuji bangsa Jerman sebagai "Owens U.S.A., the fastest in the world.” tanpa sepatah katapun menyinggung latar belakang ras Kulit Hitamnya.(Baca Sumber)

‪#‎INDUSTRI_HOLOKOS‬
COMPENSATION PAID BY GERMANY TO SO CALLED "VICTIMS":
----------------------------------------------------------------------
Final_Federal_Compensation_Law € 44.5 BILLION
Retrospective payment fo Hardship Cases € 2.7 BILLION
Compensation for Stolen Property € 2 BILLION
Payment to Israel € 1.5 BILLION
Special Funds for Individual Cases € 1.5 BILLION
Payment to other Countries € 1.4 BILLION
Misc. Payment € 6.8 BILLION
Rememberance, Responsibility and Future € 2.5 BILLION
TOTAL OF € 63.2 BILLION

* Berdasarkan data dari Depkeu (Departemen Keuangan) Jerman per tahun 2005, UANG GANTI RUGI sebesar 63 Milyar EURO telah dibayarkan oleh Pemerintah Jerman ke berbagai LSM Yahudi internasional, termasuk hibah-hibah bilateral yang diberikan langsung kepada negara Israel.

‪#‎MOTIF‬
MOTIF DARI PENCIPTAAN KARYA FIKSI "Hitler & Nazi Berencana untuk memusnahkan seluruh Ras Kulit Warna" adalah untuk MENCARI DUKUNGAN dari Warga Dunia Non-Kulit Putih (Afrika, India, Arab, dan seluruh Asia) agar mereka bisa tetap leluasa untuk terus meminta Uang Ganti Rugi dari Jerman. alias ‪#‎UUD‬ (Ujung-Ujungnya Duit).

‪#‎SUMBER‬
- "Forgotten Victims: Blacks in the Holocaust." Journal of Negro History 77, no. 1 (1992), by Robert Kesting
- "Die Olympischen Spiele 1936", released by the Cigaretten-Bilderdienst.

Album Foto 98. Infanterie-Division di Front Timur

Foto berwarna yang langka ini diambil dari album milik 98. Infanterie-Division / IX.Armeekorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte sewaktu mereka bertugas di Gzhatsk, sebuah kota yang sekaligus menjadi pusat administrasi Distrik Gagarinsky di Smolensk Oblast,Uni Soviet. Rentang waktunya adalah musim panas 1942 dan musim dingin 1942/43.









































Sumber :
www.gzhatsk.net