Minggu, 02 November 2014

Foto Hermann Balck

General der Panzertruppe Hermann Balck (7 Desember 1893 - 29 November 1982) memulai perang sebagai seorang Oberstleutnant (Letnan-Kolonel) pada tahun 1939 dan mengakhirinya sebagai General der Panzertruppe (Jenderal Pasukan Tank) pada tahun 1945. Dia adalah salah satu dari hanya 27 orang di seantero Wehrmacht yang dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten. Karirnya di masa perang terutama sekali menonjol karena kemampuannya yang luar biasa dalam hal peperangan manuver dan kecepatannya dalam memindahkan unitnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini membantunya dalam meniti karir sebegitu cepatnya. Dalam hal ini kasusnya sama dengan yang dialami oleh Walter Model ataupun Hasso von Manteuffel. Ketika me-review cara Balck memegang komando 11. Panzer-Division dalam Krisis Sungai Chir di bulan Desember 1942, jenderal Amerika William DePuy memperkirakan bahwa Balck "mungkin adalah komandan divisi terbaik dari Angkatan Darat Jerman". Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI





 Hermann Balck dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #53 yang didapatkannya tanggal 3 Juni 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division / XIX.Armeekorps / Panzergruppe Guderian / Heeresgruppe A. Medali tersebut didapatkannya sebagai penghargaan atas prestasi yang diciptakannya dalam Pertempuran Prancis. Atas saran dari Balck pula maka setelah Pertempuran Sedan (12-15 Mei 1940), dalam waktu-waktu tertentu pasukan tank dan infanteri Jerman disatukan dalam grup tempur gabungan yang dinamakan sebagai "Kampfgruppe". Ini adalah perkembangan yang signifikan dalam doktrin peperangan tank karena sebelumnya pasukan infanteri dan resimen panzer Jerman selalu digerakkan secara terpisah


 Oberst Hermann Balck (General der Schnellen Truppen in der Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generaloberst Heinz Guderian (Oberbefehlshaber 2. Panzerarmee) selama berlangsungnya Unternehmen Taifun (gerak maju ke Moskow), bulan Desember 1941. Pada bulan Oktober 1939 Balck ditunjuk sebagai komandan Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division. Pada musim semi resimennya menjalani pelatihan khusus penyeberangan sungai dan formasi jembatan. Pada waktu itu para perwira Balck biasa berteriak pada prajuritnya "pelesiran dengan perahu kano ist verboten!" sebagai peringatan untuk lebih serius dalam berlatih. Pada bulan Mei 1940 Balck memimpin pasukannya dengan penuh kesuksesan dalam Pertempuran Prancis. Pada waktu itu 1. Panzer-Division merupakan bagian dari Panzergruppe pimpinan Heinz Guderian. Resimen Balck menjadi ujung tombak dalam penyeberangan sungai Meuse dan berhasil merebut sisi sungai yang diduduki oleh musuh. Jenderal Guderian tiba tak lama kemudian dan langsung menyeberangi sungai untuk meninjau situasi menggunakan perahu karet. Dengan santai Balck menunggu di sisi sungai dan, ketika Guderian hampir sampai, berteriak sambil bercanda, "pelesiran di Meuse dengan perahu kano ist verboten!"


 Oberst Hermann Balck (Kommandeur Panzer-Regiment 3 / 2.Panzer-Division) di atas Panzerbefehlswagen III Ausf.E atau F di dekat Pandelejmon (Yunani) tanggal 16 April 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Marita. Tank komando ini dilengkapi dengan senjata utama meriam 37mm KwK 36 L/45 dan senapan mesin MG-34 ganda dalam satu dudukan. Untuk mengantisipasi ranjau darat yang dipasang oleh musuh atau kerusakan di tengah jalan, dibawa pula rantai roda cadangan di kubahnya. Di belakang mengikuti Panzerkampfwagen III lainnya, sementara yang ikut nebeng di tank Balck adalah tawanan perang Selandia Baru. Dia akan dibawa ke garis belakang untuk diinterogasi


 Generalmajor Hermann Balck (Kommandeur 11. Panzer-Division) merundingkan strategi pertempuran bersama dengan Oberstleutnant Theodor Graf Schimmelmann von Lindenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division) di wilayah Don (Uni Soviet), musim dingin 1942/1943. Ketika 6. Armee dikepung oleh pasukan Soviet di Stalingrad, front selatan Jerman terancam keruntuhan massal. Balck saat itu memimpin 11. Panzer-Division jauh di utara, 650km dari kota tersebut. Tak lama kemudian dia diperintahkan untuk bergerak ke selatan demi menstabilkan front yang kritis. Pada saat itu 5th Tank Army Soviet sedang berusaha menerobos maju menyeberangi sungai Dnieper, dan satu-satunya unit yang bisa diandalkan di dekatnya adalah divisi Balck. Perbedaan kekuatan di antara kedua belah pihak benar-benar njomplang: perbandingannya adalah 7:1 dalam hal jumlah tank, 11:1 jumlah infanteri, dan 20:1 jumlah artileri! Tapi Balck tidak gentar sedikitpun. Dengan memimpin paling depan, dia mampu menangkal setiap manuver yang dilancarkan musuhnya. Berkali-kali dia menangkis, mengelakkan, mengejutkan, dan memusnahkan detasemen-detasemen Soviet yang dikirimkan kepadanya. Kata-kata penyemangat favoritnya saat itu adalah "Perjalanan di malam hari menyelamatkan darah". Melalui serangkaian pertempuran, kemampuannya yang luar biasa dalam menggerakkan pasukan memampukan sebiji divisi panzernya menghancurkan sedikit demi sedikit pasukan Soviet yang jauh lebih kuat. Dalam hanya beberapa bulan peperangan di musim dingin 1942/1943, divisinya tercatat menghancurkan tidak kurang dari 1000 tank musuh! Tentu saja Hitler tidak tutup mata atas prestasi pinilih jenderalnya tersebut, dan dua kali Balck diundang ke Führerhauptquartier untuk menerima Eichenlaub (20 Desember 1942) serta Schwerter (4 Maret 1943)







Hermann Balck dengan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #25 yang didapatkannya tanggal 4 Maret 1943 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 11.Panzer-Division / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Don. Medali bergengsi tersebut didapatkannya atas perannya dalam penghancuran 5th Tank Army Soviet dalam Pertempuran Sungai Chir musim dingin 1942/1943. Dalam pertempuran yang mempertontonkan kualitas terbaik dari seorang komandan divisi tersebut, 11. Panzer-Division di bawah pimpinan Balck mampu mencatat kemenangan ke-1000 tank musuh yang berhasil mereka hancurkan!


 Generalleutnant Hermann Balck duduk bertelekan peta dalam foto yang dibuat oleh Kriegsberichter Bauer di Rusia tengah tahun 1943. Karena foto ini diambil saat Balck masih menjabat sebagai Führer (Komandan Sementara) Panzergrenadier-Division "Großdeutschland", maka bisa dipastikan bahwa periodenya adalah antara 19 Mei 1943 - 10 Juni 1943 (pada saat itu komandan "asli" GD, Generalleutnant Walter Hoernlein, sedang menderita sakit). Dalam foto ini Balck mengenakan medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub di lehernya yang dia dapatkan tanggal 4 Maret 1943 sebagai Kommandeur 11. Panzer-Division


 Generalleutnant Hermann Balck (Führer Panzergrenadier-Division "Großdeutschland") mendengarkan penjelasan dari salah seorang perwiranya, Major Walter Pössl (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment "Großdeutschland"). Karena foto ini diambil saat Balck masih menjabat sebagai Führer Panzergrenadier-Division "Großdeutschland", maka bisa dipastikan bahwa periodenya adalah antara 19 Mei 1943 - 10 Juni 1943. Foto oleh Kriegsberichter Bauer dari PK (Propaganda-Kompanie) "Großdeutschland"


 Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Broenner bulan Mei 1943 ini memperlihatkan kunjungan Sepp Dietrich ke tempat pelatihan Divisi Großdeutschland di Borisovka, barat-laut Kharkov, sebelum dimulainya Unternehmen Zitadelle (Pertempuran Kursk). Dari kiri ke kanan: Oberst der Reserve Hyazinth Graf "Panzergraf" Strachwitz von Groß-Zauche (Kommandeur Panzer-Regiment Großdeutschland), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"), Oberst im Generalstab Oldwig von Natzmer (Chef des Stabes Panzergrenadier-Division "Großdeutschland"), dan Generalleutnant Hermann Balck (Kommandeur Panzergrenadier-Division "Großdeutschland")


 Foto ini diambil pada awal tahun 1944 saat berlangsungnya pertempuran di Brusilov dan memperlihatkan para perwira staff dari XLVIII. Panzerkorps. Dari kiri ke kanan: Major Johannes Erasmus (Ia Erster Generalstabsoffizier XLVIII. Panzerkorps), General der Panzertruppe Hermann Balck (Kommandierender General XLVIII. Panzerkorps), Major Günter Kaldrack (IIa Personalverwaltung XLVIII. Panzerkorps), dan Oberst Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Chef des Generalstabes XLVIII. Panzerkorps). Beberapa sumber menyebutkan bahwa perwira ketiga dari kiri adalah Oberst Horst von Mellenthin, saudara dari F.W. von Mellenthin, tapi identifikasi yang benar adalah seperti yang di atas, yang saya dapatkan langsung dari buku "Order in Chaos" yang merupakan memoar pribadi dari Hermann Balck sendiri


Acara jamuan makan Wehrmacht yang diadakan musim dingin 1944. Dari kiri ke kanan: Oberst Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Chef des Generalstabes XLVIII. Panzerkorps), SS-Rottenführer Balthasar "Bobby" Woll (Richtschütze di 13.[schwere] Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 / 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"), dan General der Panzertruppe Hermann Balck (Kommandierender General XLVIII. Panzerkorps). Acara jamuan ini tampaknya diadakan untuk menyambut kedatangan Woll yang baru saja dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Januari 1944. LSSAH sendiri saat itu berada di bawah komando LXVIII. Panzerkorps, sementara Woll menjadi terkenal ke seantero dunia karena dia adalah salah satu gunner (penembak meriam) panzer terbaik Wehrmacht yang bertugas dalam satu tank dengan sang legendaris Michael Wittmann!


 Hitler berkumpul bersama dengan para perwiranya di lobi Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg) tak lama setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap dirinya oleh Oberst Claus von Stauffenberg tanggal 20 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Hermann Balck (Kommandierender General XLVIII. Panzerkorps), Generalleutnant Walter Hoernlein (Führerreserve), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hermann Fegelein (tertutup oleh Hoernlein, Verbindungsoffizier der Waffen-SS zum Führerhauptquartier), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), perwira Kriegsmarine tak dikenal, Generaloberst Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), NSKK-Gruppenführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I [Leiter der Privatkanzlei des Führers] in Führerkanzlei), Oberst Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Hans Baur (Adolf Hitlers Chefpilot und Führer der Flugstaffel "Reichsregierung"). Balck dan Hoernlein hadir dalam kapasitas mereka sebagai mantan komandan Divisi "Großdeutschland" dimana salah satu unitnya bertugas khusus untuk menjaga keamanan Führer (Wach-Regiment "Großdeutschland"). BTW, perhatikan bahwa di rak di kanan telah tersimpan dengan rapi deretan schirmmütze perwira Heer, Luftwaffe dan Kriegsmarine!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menganugerahkan medali Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter #19 kepada General der Panzertruppe Hermann Balck (Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee) tanggal 21 September 1944. Balck sendiri secara resmi telah menerima berita penganugerahannya dari tanggal 31 Agustus 1944 melalui telegram. Dalam acara tersebut dia juga dipromosikan menjadi Oberbefehlshaber Heeresgruppe G di Front Barat. Upacaranya dilakukan secara sederhana dan juga secara tidak biasa: diadakan di luar Führerhauptquartier Wolfsschanze Rastenburg dan bukannya di dalam seperti biasanya! Dari kiri ke kanan: Generaloberst Josef Harpe (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine), Balck, perwira Heer tidak dikenal, Oberstleutnant Erik von Amsberg (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hitler, Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef der Wehrmacht), dan SS-Hauptsturmführer Otto Günsche (persönlicher Adjutant Adolf Hitler). Amsberg adalah ajudan Wehrmacht sementara untuk Hitler, pengganti dari General der Infanterie Rudolf Schmundt yang tewas akibat luka-luka yang dideritanya dalam percobaan pembunuhan tanggal 20 Juli 1944. Dia juga adalah paman dari Claus von Amsberg yang merupakan suami dari Beatrix, Ratu Belanda! BTW perwira Heer tidak dikenal di antara Balck dan Amsberg sangat mirip dengan Richard Schulze-Kossens, ajudan SS Hitler (termasuk caranya berseragam yang khas: membiarkan kerah atas terbuka!). Tapi tentu saja dia berasal dari SS dan bukannya dari Heer seperti tampak dalam foto, bukankah begitu?






Hermann Balck dengan medali Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #19 yang didapatkannya tanggal 31 Agustus 1944 sebagai General der Panzertruppe dan mit der Führung beauftragt 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Medali tersebut didapatkannya sebagai penghargaan atas perannya dalam penghancuran tiga pasukan AD Soviet dalam pertempuran brutal di Kiev, Radomyshl dan Tarnopol


Sketsa Hermann Balck sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Schützen-Regiment 1 tak lama setelah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Gambar ini dibuat oleh Wolfgang Willrich yang merupakan pelukis perang kenamaan Jerman era Nazi. Dia ditugaskan oleh Kementerian Propagandanya Goebbels untuk membuat karya seni seri para Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Karenanya sang pelukis mengunjungi hampir semua front demi melukis langsung para pahlawan tersebut yang dia temui. Karya-karyanya ini nantinya disebarluaskan dalam bentuk kartu pos dan sangat populer di Jerman dalam era Perang Dunia II




Medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #53 yang dianugerahkan kepada Hermann Balck tanggal 3 Juni 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division / XIX.Armeekorps / Panzergruppe Guderian / Heeresgruppe A. Dia dijual bersama dengan Urkunde-nya (dokumen penyerta) dengan harga 20.000 Euro oleh Orden den Welt



Medali Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #25 yang dianugerahkan kepada Hermann Balck tanggal 4 Maret 1943 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 11.Panzer-Division / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Don. Medali ini merupakan hasil buatan dari Firma Gebrüder Godet di Berlin dan berbahan dasar perak. Di belakangnya tertera ukiran "900" serta "Silber" dan "L/50". Dia dijual dengan harga 25.000 Euro oleh Orden den Welt




Medali Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #19 yang dianugerahkan kepada Hermann Balck tanggal 31 Agustus 1944 sebagai General der Panzertruppe dan mit der Führung beauftragt 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine. Medali ini berasal dari jenis "B-Stück" hasil buatan Firma Otto Klein di Hanau. Dia dijual dengan harga 150.000 Euro oleh Orden den Welt. Bagi para pembaca cabul yang masih belum ngeh, harga ini setara dengan jumlah kerupuk yang bisa dimakan seumur hidup selama tiga kali sehari!



Sumber :
Buku "Fotos aus dem Führerhauptquartier" terbitan Hermann Historica München
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger
www.commons.wikimedia.org
www.elektra.bsb-muenchen.de
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.granger.com
www.ullsteinbild.de
www.wehrmacht-awards.com

General der Panzertruppe Hermann Balck (1893-1982), Jenius Perang Panzer Peraih Brillanten



 Album foto Hermann Balck bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Hermann Balck
Lahir: 7 Desember 1893 di Danzig-Langfuhr (Jerman)
Meninggal: 29 November 1982 di Erbenbach-Rockenau (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: William/Wilhelm Balck dan Mathilde Jensen (orangtua)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
27.03.1913 Oberjäger
18.12.1913 Fähnrich
10.08.1914 Leutnant
01.05.1924 Oberleutnant
01.02.1929 Rittmeister
01.06.1935 Major
01.02.1938 Oberstleutnant
01.08.1940 Oberst
01.08.1942 Generalmajor
21.01.1943 Generalleutnant
12.11.1943 General der Panzertruppe

Karriere (Karir):
10.04.1913 - 12.02.1914 Fahnenjunker di 10. Jäger-Bataillon
12.02.1914 - 01.08.1914 Dikirim ke Militärschule Hannover
01.08.1914 - 12.08.1914 Zugführer di 10. Jäger-Bataillon
12.08.1914 - 30.10.1914 Ajudan sementara di 10. Jäger-Bataillon
30.10.1914 - 06.02.1915 Terluka, dirawat di rumah sakit
06.02.1915 - 28.06.1915 Dipindahkan ke 22. Reserve-Jäger-Bataillon
28.06.1915 - 18.09.1915 Terluka, bersama dengan Ersatz-Bataillon / 10. Jäger-Bataillon
18.09.1915 - 05.12.1915 Kompaniechef di 22. Reserve-Jäger-Bataillon
05.12.1915 - 01.03.1916 Kommandeur Jägerkommando "Balck" / 5.Kavallerie-Division
01.03.1916 - 09.11.1916 Kommandeur MG-Kompanie / 22. Reserve-Jäger-Bataillon
09.11.1916 - 11.02.1918 Kommandeur MG-Kompanie / 10. Jäger-Bataillon
11.02.1918 - 23.01.1919 Kommandeur 4.Kompanie / 10. Jäger-Bataillon
23.01.1919 - 01.08.1919 Kompanieführer di Freiwilligen-Jäger-Bataillon Kirchheim
01.08.1919 - 25.10.1919 Dipindahkan ke 20. Reichswehr-Infanterie-Regiment
25.10.1919 - 01.10.1920 Adjutant 10. Reichswehr-Jäger-Bataillon
01.10.1920 - 01.10.1921 Adjutant III.(Jäger) Bataillon / 17.Infanterie-Regiment 17
01.10.1921 - 01.11.1922 Kompanieoffizier di 17. Infanterie-Regiment
01.11.1922 - 01.06.1925 Kompanieoffizier di Lehr-Bataillon / 17.Infanterie-Regiment
01.01.1923 - 01.10.1923 Dikirim untuk menjalani pelatihan kepemimpinan tambahan sekaligus dipindahkan ke 18. Reiter-Regiment
01.10.1923 - 31.08.1924 Dikirim ke Artillerieschule
30.09.1924 - 23.10.1924 Mengikuti MG-Lehrgang di Truppenübungsplatz Senne
01.06.1925 - 01.10.1928 MG-Offizier dan MG-Zugführer di 18. Reiter-Regiment
20.10.1925 - 28.11.1925 Mengikuti Kampfschule-Lehrgang di Döberitz
01.10.1928 - 01.10.1933 Schwadronchef di 18. Reiter-Regiment
01.10.1933 - 15.10.1935 Bersama dengan Kommandant Frankfurt an der Oder
01.04.1934 - 01.10.1934 Adjutant IIa mit Stab 3. Division
01.10.1934 - 15.10.1935 Stab Kommandant Frankfurt an der Oder
15.10.1935 - 12.10.1937 Kommandeur Radfahr-Bataillon 1
12.10.1937 - 10.11.1938 Kommandeur Radfahr-Abteilung 1
16.11.1938 - 23.10.1939 Inspektion der Schnellen Truppen (In 6) beim Oberkommando des Heeres
23.10.1939 - 15.12.1940 Kommandeur Schützen-Regiment 1
15.12.1940 - 15.05.1941 Kommandeur Panzer-Regiment 3
15.05.1941 - 25.06.1941 Kommandeur 2. Panzer-Brigade
25.06.1941 - 07.07.1941 Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres
07.07.1941 - 01.11.1941 Führerreserve di Oberkommando des Heeres. Penugasan khusus: kekuasaan penuh dalam penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan kendaraan bermotor di AD
01.11.1941 - 16.05.1942 General der Schnellen Truppen in der Oberbefehlshaber des Heeres
16.05.1942 - 01.08.1942 Führer 11. Panzer-Division
01.08.1942 - 05.03.1943 Kommandeur 11. Panzer-Division
05.03.1943 - 12.11.1943 Führerreserve
19.05.1943 - 10.06.1943 Führer Panzergrenadier-Division Großdeutschland
10.06.1943 - 02.09.1943 Führerreserve
02.09.1943 - 08.10.1943 Mit der Führung beauftragt XIV. Panzerkorps
14.11.1943 - 15.11.1943 Kommandierender General XXXX. Panzerkorps
15.11.1943 - 01.02.1944 Mit der Führung beauftragt XLVIII. Panzerkorps
01.02.1944 - 05.08.1944 Kommandierender General XLVIII. Panzerkorps
05.08.1944 - 01.09.1944 Mit der Führung beauftragt 4. Panzerarmee
01.09.1944 - 21.09.1944 Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee
21.09.1944 - 23.12.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe G
23.12.1944 - 08.05.1945 Oberbefehlshaber 6. Armee
23.12.1944 - 18.03.1945 Oberbefehlshaber Armeegruppe Balck
08.05.1945 - 00.00.1947 Menjadi tawanan Amerika Serikat
00.00.1947 Dilepaskan dari penjara

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
15.10.1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
15.11.1914 Königlich bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern
26.11.1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
28.02.1916 Kaiserlich und Königlich Österreich Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration
03.12.1917 Ritterkreuz des königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
10.05.1918 Verwundetenabzeichen 1918 in Gold
00.00.193_ Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918
00.00.193_ Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse
12.05.1940 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
13.05.1940 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
17.05.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht : "In den Kämpfen südostwärts Sedan errang der Kommandeur eines motorisierten Schützenregiments Oberstleutnant Balck durch rücksichtslosen persönlichen Einsatz besondere Erfolge mit seiner Truppe" (dalam pertempuran di tenggara Sedan, komandan sebuah resimen infanteri bermotor, Letkol Balck, memperoleh cukup kesuksesan bersama dengan pasukannya melalui komitmen pribadi yang tak kenal kompromi)
03.06.1940 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #53 (sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division / XIX.Armeekorps / Panzergruppe Guderian / Heeresgruppe A)
14.10.1940 Panzerkampfabzeichen in Silber
02.12.1941 Voenen Orden Za Hrabrost III.Stepen 1.Klas (Bulgaria)
20.12.1942 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "In den Kämpfen im großen Don-Bogen zeichnete sich die 11. Panzerdivision unter Führung des Generalmajors Balck besonders aus" (dalam pertempuran di pinggir sungai Don, 11. Panzer-Division di bawah pimpinan Mayjen Balck terutama sekali menunjukkan prestasinya yang menonjol)
20.12.1942 Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #155 (sebagai Generalmajor dan Kommandeur 11.Panzer-Division / XLVIII.Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Don)
04.03.1943 Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #25 (sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 11.Panzer-Division / XLVIII.Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Don)
31.08.1944 Brillanten zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #19 (sebagai General der Panzertruppe dan mit der Führung beauftragt 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Nordukraine)
09.09.1944 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Im Weichselbrückenkopf, westlich Baranow, haben die unter dem Oberbefehl des Generals der Panzertruppen Balck, und dem Befehl der Generale der Panzertruppen Breith und Gräser sowie des Generals der Infanterie Recknagel stehenden Truppen im vergangenen Monat den Durchbruch massierter sowjetischer Kräfte vereitelt und den feindlichen Brückenkopf durch erfolgreiche Gegenangriffe eingeengt" (di jembatan Vistula sebelah barat Baranov, pasukan di bawah komando Jenderal Panzer Balck, juga dikomandani oleh Jenderal Panzer Breith dan Gräser serta Jenderal Infanteri Recknagel, berhasil mencegah terobosan pasukan raksasa Soviet di bulan sebelumnya dan menciutkan jembatan pijakan musuh melalui serangan balasan yang sukses)

Aufzeichnungen (Catatan):
* Balck dilahirkan di Danzig-Langfuhr yang sekarang berganti nama menjadi Wrzeszcz (Polandia).
* Balck berasal dari keluarga dengan tradisi militer yang kuat. kakek buyutnya pernah bertugas di King's German Legion Inggris dibawah komando Lord Wellington dalam perang melawan Napoleon, sementara kakeknya adalah perwira di Argyll and Sutherland Highlanders AD Inggris. Ayahnya sendiri, William Balck (19 Oktober 1858 - 15 Juli 1924), adalah salah seorang penulis strategi militer ternama Kekaisaran Jerman dan dalam Perang Dunia Pertama dianugerahi medali keberanian tertinggi Prusia, Pour le Mérite, atas jasa-jasanya sebagai komandan divisi di medan pertempuran. Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant.
* Sang anak diberkahi dengan kecerdasan dan keberanian sama seperti ayahnya. Dalam Perang Dunia Pertama, Balck junior sempat beroperasi selama beberapa minggu di garis belakang Rusia tanpa bantuan dari luar, juga terluka sebanyak tujuh kali sehingga dianugerahi Verwundetenabzeichen 1918 in Gold! Dia direkomendasikan untuk mendapat Pour le Mérite bulan Oktober 1918, tapi perang keburu berakhir sebelum rekomendasinya selesai diproses.
* Seusai Perang Dunia Pertama, Balck terpilih menjadi salah satu dari 4.000 orang perwira Reichswehr.
* Dua kali dia menolak tawaran penempatan di Truppenamt atau Staff Jenderal - jalur normal untuk meniti karir cepat di AD Jerman - dan lebih memilih tetap sebagai perwira lapangan!
* Pada bulan Oktober 1939 Balck ditunjuk sebagai komandan Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division. Pada musim semi resimennya menjalani pelatihan khusus penyeberangan sungai dan formasi jembatan. Pada waktu itu para perwira Balck biasa berteriak pada prajuritnya "pelesiran dengan perahu kano ist verboten!" sebagai peringatan untuk lebih serius dalam berlatih. Pada bulan Mei 1940 Balck memimpin pasukannya dengan penuh kesuksesan dalam Pertempuran Prancis. Pada waktu itu 1. Panzer-Division merupakan bagian dari Panzergruppe pimpinan Heinz Guderian. Resimen Balck menjadi ujung tombak dalam penyeberangan sungai Meuse dan berhasil merebut sisi sungai yang diduduki oleh musuh. Jenderal Guderian tiba tak lama kemudian dan langsung menyeberangi sungai untuk meninjau situasi menggunakan perahu karet. Dengan santai Balck menunggu di sisi sungai dan, ketika Guderian hampir sampai, berteriak sambil bercanda, "pelesiran di Meuse dengan perahu kano ist verboten!"
* Pada bulan November 1941 Balck menempati jabatan baru sebagai General der schnellen Truppen beim Oberbefehlshaber des Heeres yang mengurusi masalah teknis "Pasukan Cepat" Angkatan darat. Dalam Operasi Taifun (ofensif ke Moskow), Balck mengunjungi pasukan Jerman di Front Timur yang mandek tak mampu bergerak maju. Dia kemudian kembali lagi ke Berlin untuk melaporkan situasi yang terjadi disana. Pada pertemuan dengan Hitler yang digelar pada tanggal 30 Desember 1941, Balck keukeuh mempertahankan hasil temuannya di hadapan Sang Führer yang lebih mempercayai keterangan staff jenderalnya. Dalam masalah laporan jumlah korban tank yang disampaikan oleh Balck, Hitler bersikeras menganggap bahwa jumlahnya pasti lebih rendah dari itu. Tanpa kenal takut Balck langsung menyanggahnya: "Anda salah. Sayalah yang berada disana, dan karenanya jumlah yang saya berikanlah yang lebih tepat." Beberapa minggu kemudian Balck memberi laporan pada Hitler bahwa jumlah produksi tank sebanyak 30 buah per bulan tidaklah cukup untuk mengganti semua kerugian yang diderita di front pertempuran. Hitler menjawab bahwa dia baru saja diberitahu tentang jumlah produksi yang mencapai 60 per bulan dan bukannya 30. Kembali Balck menukas dengan berani: "Kalau begitu, anda telah dibohongi." Di saat itulah Panglima Wehrmacht Wilhelm keitel langsung memotong perkataan Balck dengan marah: "Dan kalau begitu, maka akulah pembohongnya!"
* Ketika 6. Armee dikepung oleh pasukan Soviet di Stalingrad, front selatan Jerman terancam keruntuhan massal. Balck saat itu memimpin 11. Panzer-Division jauh di utara, 650km dari kota tersebut. Tak lama kemudian dia diperintahkan untuk bergerak ke selatan demi menstabilkan front yang kritis. Pada saat itu 5th Tank Army Soviet sedang berusaha menerobos maju menyeberangi sungai Dnieper, dan satu-satunya unit yang bisa diandalkan di dekatnya adalah divisi Balck. Perbedaan kekuatan di antara kedua belah pihak benar-benar njomplang: perbandingannya adalah 7:1 dalam hal jumlah tank, 11:1 jumlah infanteri, dan 20:1 jumlah artileri! Tapi Balck tidak gentar sedikitpun. Dengan memimpin paling depan, dia mampu menangkal setiap manuver yang dilancarkan musuhnya. Berkali-kali dia menangkis, mengelakkan, mengejutkan, dan memusnahkan detasemen-detasemen Soviet yang dikirimkan kepadanya. Kata-kata penyemangat favoritnya saat itu adalah "Perjalanan di malam hari menyelamatkan darah". Melalui serangkaian pertempuran, kemampuannya yang luar biasa dalam menggerakkan pasukan memampukan sebiji divisi panzernya menghancurkan sedikit demi sedikit pasukan Soviet yang jauh lebih kuat. Dalam hanya beberapa bulan peperangan di musim dingin 1942/1943, divisinya tercatat menghancurkan tidak kurang dari 1000 tank musuh! Tentu saja Hitler tidak tutup mata atas prestasi pinilih jenderalnya tersebut, dan dua kali Balck diundang ke Führerhauptquartier untuk menerima Eichenlaub (20 Desember 1942) serta Schwerter (4 Maret 1943).
* Setelah pertempuran di Sungai Chir musim dingin 1942/1943 yang melambungkan nama Balck, para atasannya begitu percaya akan kemampuan jenderal satu ini dalam mengatasi setiap masalah dan krisis separah apapun sehingga konon terdapat satu ungkapan tentang dirinya dari mereka setiap kali Balck tiba di medan pertempuran: "Itu hanyalah si veteran Balck. Biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan." Kebiasaan Balck yang seenake dewe dalam bertindak ini bukannya tanpa alasan: Balck mengklaim bahwa saat dia menjadi komandan batalyon, entah kenapa dia selalu dipimpin oleh komandan resimen yang "terbelakang", sehingga mau tidak mau dia selalu mengambil inisiatif sendiri kala berada di lapangan sejauh yang diperbolehkan oleh perintah umum yang diterimanya. Ternyata sifat ini terbawa di sepanjang karir militernya!
* Pada saat diberi tanggungjawab sebagai Oberbefehlshaber (Panglima) Heeresgruppe G bulan September 1944, pangkat Balck hanyalah "General der", sementara jabatan setinggi ini biasanya khusus disediakan untuk yang berpangkat Generaloberst atau Generalfeldmarschall! Tercatat hanya ada tiga orang lainnya yang mempunyai "kasus" unik seperti Balck: Oberbefehlshaber Oberost General der Kavallerie Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (Mei - Juli 1940), Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd General der Infanterie Otto Wöhler (Desember 1944 - April 1945), dan Oberbefehlshaber Heeresgruppe G General der Infanterie Friedrich Schulz (April - Mei 1945)
* Seusai keluar dari kamp tawanan tahun 1947, Balck ditawari untuk membantu penelitian tentang perang yang dilakukan oleh US Army Historical Division, tapi dia menolaknya.
* Pada tahun 1948 dia ditangkap kembali atas tuduhan terlibat dalam eksekusi terhadap komandan artileri Oberstleutnant Johann Schottke saat Balck masih menjadi panglima Heeresgruppe G di Front Barat. Pada tanggal 28 November 1944 unit Schottke gagal dalam memberikan dukungan artileri terhadap wilayah targetnya di Saarbrücken. Ketika dicari, kedapatan bahwa Schottke dalam keadaan mabok saat bertugas. Balck langsung menggelar penyelidikan singkat, dan tak lama kemudian Schottke dieksekusi tembak mati atas tuduhan lalai dalam perang. Penjatuhan hukuman dan eksekusi tersebut dianggap tidak sah karena tidak melalui mahkamah militer seperti yang seharusnya berlaku. Balck diputus bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun. Dia hanya menjalani separuhnya saja dan kemudian dibebaskan lebih awal.
* Pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an Balck berpartisipasi dalam sejumlah seminar dan diskusi panel bersama dengan para pemimpin senior NATO di US Army War College di Carlisle, Pennsylvania. Ikut serta bersamanya mantan perwira staff-nya dalam Perang Dunia II, Friedrich-Wilhelm von Mellenthin.
* Balck digolongkan sebagai salah satu komandan Panzertruppen terbaik yang dimiliki Jerman, terutama saat dia mengkomandani 11. Panzer-Division dan XLVIII. Panzerkorps di tahun 1942-1943. Beberapa pertempuran yang diikutinya digambarkan dengan penuh detail dalam buku "Panzer Battles" yang merupakan memoar dari Generalmajor Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (yang bertemu dengan Balck saat 11. Panzer-Division berada di bawah komando XLVIII. Panzerkorps, pada waktu itu Mellenthin bertugas sebagai Kepala Staff XLVIII. Panzerkorps). Mellenthin masih memegang posisi yang sama saat Balck dipromosikan sebagai komandan XLVIII. Panzerkorps, dan bahkan ikut diajak saat Balck mengambil alih komando Heeresgruppe G.
* Balck memulai perang sebagai seorang Oberstleutnant (Letnan-Kolonel) pada tahun 1939 dan mengakhirinya sebagai General der Panzertruppe (Jenderal Pasukan Tank) pada tahun 1945. Dia adalah salah satu dari hanya 27 orang di seantero Wehrmacht yang dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten. Karirnya di masa perang terutama sekali menonjol karena kemampuannya yang luar biasa dalam hal peperangan manuver dan kecepatannya dalam memindahkan unitnya dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini membantunya dalam meniti karir sebegitu cepatnya. Dalam hal ini kasusnya sama dengan yang dialami oleh Walter Model ataupun Hasso von Manteuffel. Ketika me-review cara Balck memegang komando 11. Panzer-Division dalam Krisis Sungai Chir di bulan Desember 1942, jenderal Amerika William DePuy memperkirakan bahwa Balck "mungkin adalah komandan divisi terbaik dari Angkatan Darat Jerman."



Sabtu, 01 November 2014

Foto Berwarna Sepeda Motor Wehrmacht

 Seorang Grenadier dari Hermann Göring Division di Tunisia tahun 1943. Dia mengendarai sebuah sepeda motor Bianchi buatan Italia (diproduksi periode 1936-1940). Tak banyak yang terlihat dari motor ini yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi modelnya, tapi kemungkinan besar adalah yang versi 500cc. Si Grenadier melipat jaket kamuflase SS-Palmenmuster serta celananya, dan juga membawa senapan Kar98k di punggungnya


Foto ini, yang tampaknya telah disetting dengan baik, kemungkinan dibuat untuk kepentingan propaganda Jerman. Seorang prajurit Luftwaffe berdiri sambil membaca surat yang datang dari tanah air di depan sepeda motor Zündapp Ks 600 bersespan, sementara di latar belakang mengudara sebuah pesawat Focke-Wulf Fw 189 "Uhu" (Burung Hantu). Pesawat bermesin ganda dan berkursi tiga ini terutama sekali dibuat untuk kepentingan pengintaian. Dibandingkan dengan pesawat yang umum diproduksi di masa itu, Fw 189 terlihat aneh karena mempunyai dua "badan". Pada awalnya kemampuannya diragukan, tapi kemudian medan udara Front Timur membuktikan kemampuan Fw 189 yang jauh melebihi harapan para pembuatnya! Pesawat ini dijuluki sebagai "matanya Luftwaffe" dan ketangguhannya terbukti dengan beberapa kali dia mampu pulang ke pangkalannya dengan sebagian ekornya copot atau rusak parah! Keberadaannya tidak diketahui oleh pihak Sekutu sampai dengan tahun 1941, walaupun prototipe pesawat ini sudah berseliweran dari masa sebelum perang. Total produksinya sampai dengan perang berakhir adalah 849 buah


Sumber :
Buku "Afrikakorps: Rommel's Tropical Army in Original Color" karya Bernd Peitz
www.militaryphotos.net

Nashorn, si Penghancur Tank



Oleh : Hostuf Ajisaka

Nashorn adalah satu model tank destroyer Jerman yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mendesak Jerman akan senjata antitank yang lebih baik lagi. Seperti telah disebutkan bahwa Wehrmacht sempat mengalami pukulan berat di medan perang Rusia dengan kehadiran tank-tank Uni Soviet T-34 dan KV1. Tank Destroyer yang sudah ada seperti Panzerjäger I maupun Marder sama sekali belum bisa memadai. Meskipun Marder telah dilengkapi dengan meriam 75 mm, tetap saja tidak cukup efektif untuk menghadapi KV-1. Untuk dapat melumpuhkan KV-1 dari jarak aman minimal harus menggunakan meriam 88 mm. Dan oleh karena inilah, tank destroyer model baru dengan meriam 88 mm mulai diproduksi.

Nashorn mulai didesain pada bulan Oktober 1942. Produksi secara massal baru dibulai pada awal tahun 1943. Nashorn memiliki nama resmi 8.8 cm PaK 43 (L/71) auf Fahrgestell Panzerkampfwagen III/IV (Sf). Model baru ini diberi nama julukan/panggilan 'Nashorn' atau yang berarti 'Badak' atas perintah dari Adolf Hitler. Sekilas, memang tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok dari penampilan luar Nashorn dengan Marder selain meriam 88 mm dan chassis Panzer III dan Panzer IV yang digunakan.

Nashorn berada di kesatuan lapis baja Jerman dalam Batalion Antitank Berat (Schewerer Panzerjäger Abteilungen) 560, 655, 525, 93, 519 dan 88. Tiap-tiap Batalion memiliki 30 hingga 45 unit Nashorn. Dan, seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa meriam 88 mm adalah salah satu senjata antitank terbaik yang pernah dimiliki Jerman.

Nashorn dapat menghancurkan sebuah T-34 dari jarak 1500 meter (kurang lebih 1 mil). Kualitas Nashorn telah teruji dengan baik dalam medan perang Kursk, yang merupakan medan perang tank paling akbar dalam sejarah Perang Dunia II. Kelemahan Nashorn yaitu pelindung yang tidak terlalu kuat, namun dapat ditutupi dengan kemampuannya menghancurkan kendaraan tempur lawan dari jarak yang cukup jauh. Tetapi, Nashorn sama sekali tidak berdaya dalam pertempuran jarak dekat, dan harus selalu dijauhkan dari jangkauan tembakan lawan.

Statistik dan Teknikal Data Nashorn :
*Manufaktur : Deutsche-Eisenwerke AG, in Teplitz-Schönau
*Kelas : Medium Tank Destroyer
*Berat : 24 ton
*Senjata Utama : 88 mm PaK 43 L/71
*Kru : 4 atau 5 orang
*Pelindung : 10 - 30 mm
*Kecepatan : 42 km/jam
*Jarak Tempuh : 235 km



Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI
- www.en.wikipedia.org
- alifrafikkhan.blogspot.com



Foto Hormat Marsekal

 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


 Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) memberikan salam hormat saat lantunan lagu kebangsaan menggunakan Admiralstab (Tongkat Komando Laksamana) yang dipegangnya. Ini adalah "hak khusus" bagi para perwira tinggi Jerman dengan pangkat Marsekal atau Laksamana Besar yang membedakannya dengan jenderal biasa (perhatikan perbedaan dengan jenderal Luftwaffe dan jenderal Italia di latar belakang yang melakukan hormat "standar"!). Hanya ada dua orang laksamana Kriegsmarine yang pernah memegang pangkat Großadmiral: Erich Raeder dan Karl Dönitz, karenanya hanya dua Admiralstab yang dibuat. Bentuknya hampir sama dengan Marschalstab yang diberikan pada 25 orang Marsekal Wehrmacht (Heer dan Luftwaffe), hanya saja terdapat perbedaan mendasar: Garis velvet tongkat berwarna biru gelap, elang diganti dengan jangkar emas di bagian atas, serta adanya simbol jangkar emas yang sama di antara salib baja dan elang emas di badan tongkat


 Wilhelm Keitel mendapat kenaikan pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall tanggal 19 Juli 1940 seusai kesuksesan operasi Wehrmacht di Front Barat (saat itu dia menjadi Chef Oberkommando der Wehrmacht). Di hari yang sama dia mendapat "jatah" Marschallstab. Saat ini Tongkat Marsekalnya menjadi koleksi pribadi keluarga Keitel dan tidak untuk diperjualbelikan atau dipertontonkan secara terbuka


Marsekal sekaligus Perdana Menteri Rumania Ion Antonescu dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel sama-sama mengacungkan tongkat marsekalnya sebagai pemberian hormat dalam sebuah parade yang digelar dalam pesta Raja Michael I di Bukarest (Rumania) tanggal 16 November 1941. Foto oleh Kriegsberichter Scherl. Terlihat disini bahwa tongkat marsekal Antonescu lebih besar dibandingkan dengan milik Keitel, tapi nggak tahu kalau "tongkat" yang di bawahnya! 


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) berdiri di atas mobil (yang tampaknya adalah sebuah Mercedes-Benz G-4) dalam sebuah acara parade militer Wehrmacht yang dilangsungkan pada tanggal 21 Maret 1944. Tangannya dalam posisi "Stab grüßend" (hormat tongkat) yang merupakan kekhususan bagi para perwira tinggi berpangkat marsekal, yang dilakukan dengan mengacungkan interimstab atau marschallstab sebatas dada



Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat dari para petinggi militernya di hari ulang tahunnya yang ke-55 tanggal 20 April 1944. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Großadmiral Karl Dönitz (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Yang terakhir ada disana mewakili Reichsmarschall Hermann Göring yang berhalangan hadir. Perhatikan bahwa Dönitz memberi hormat dengan marschalstab-nya sementara Milch dengan interimstab-nya! Foto diambil oleh Heinrich Hoffmann di Sandstraße Salzburg


 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West) mengacungkan Interimstab-nya di posisi "Stab grüßend" (hormat tongkat) dalam upacara pemakaman Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang diadakan di Rathaus (Aula kota) Ulm, Baden-Württemberg, pada tanggal 18 Oktober 1944. Seorang perwira Heer terlihat membawa sebuah Ordenskissen yang berisikan medali dan penghargaan yang telah diraih oleh mendiang selama karir militernya yang cemerlang





Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger
www.elektra.bsb-muenchen.de
www.life.com

Foto 59. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

 
Hauptmann der Reserve Karl Baier (4 April 1916 - 23 November 1970) pertama kali masuk Wehrmacht tahun 1937. Dari sana karirnya berlanjut, dimulai dari 13.Kompanie / Infanterie-Regiment 118, I.Bataillon / Grenadier-Regiment 570, sampai menjadi Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 1036. Baier dipromosikan menjadi Leutnant pada tanggal 16 Maret 1940, dilanjutkan dengan menjadi Oberleutnant (25 April 1942) dan Hauptmann (31 Maret 1943). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Oktober 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 1036 / 59.Infanterie-Division / LXXXVIII.Armeekorps / 15.Armee / Heeresgruppe B. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Nahkampfspange in Bronze



Sumber :
www.forum.valka.cz

Foto Nachtjagdgeschwader 6 (NJG 6)

 
Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberfeldwebel Günther Bahr (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 6 (NJG 6) yang diselenggarakan di Fliegerhorst Schleissheim di dekat Münich pada awal bulan April 1945 (Bahr sendiri telah menerima telegram pengumumannya dari tanggal 28 Maret 1945). Yang mengalungkan medali tersebut adalah Gruppenkommandeur I./NJG 6 Hauptmann Peter Spoden. Tak ada perayaan berlebihan dalam upacara ini karena saat itu Jerman sedang berada di ambang kekalahan. Hanya berselang beberapa hari kemudian (29 April 1945), Spoden dan anakbuahnya menyerahkan diri pada pasukan Amerika

 -------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 Oberfeldwebel Günther Bahr (18 Juli 1921 - 29 April 2009) bertugas sebagai instruktur terbang di Zerstörerschule 1 pada tahun 1941. Pada tanggal 19 Desember tahun yang sama dia dipindahkan ke 6./SKG 210 yang beroperasi di Front Timur. Unit tersebut dinamai ulang menjadi 6./ZG 1 pada tanggal 4 Januari 1942. Bahr mengklaim kemenangan udara pertamanya pada tanggal 4 Maret 1942 ketika dia menembak jatuh sebuah pesawat bomber/pengintai ringan bersayap ganda R-5 Rusia. Pada akhir bulan Maret 1942 Bahr menjalani pelatihan untuk menjadi pilot terbang malam. Pada awalnya dia dipindahkan ke I./NJG 1 tapi kemudian, dari tanggal 1 Juli 1943, bertugas dengan sukses bersama dengan 4, 8, dan 12./NJG 4. Pada tanggal 1 Agustus 1943 12./NJG 4 dinamai ulang menjadi 3./NJG 6. Bahr mengklaim kemenangan malam pertamanya di malam tanggal 23/24 Agustus 1942 ketika dia merontokkan sebuah pesawat pembom bermesin empat Stirling RAF di dekat Berlin. Pada akhir 1943 dia telah mengemas 10 kemenangan termasuk dua pembom bermesin empat B-17 USAAF yang ditembak jatuhnya di siang hari tanggal 14 Oktober 1943 dan tiga pembom bermesin empat RAF di malam tanggal 20/21 Desember 1943. Pada akhir tahun 1944 Bahr sudah mengemas 20 kemenangan. Dan kemudian di tiga malam, dia mengklaim 15 kemenangan, termasuk masing-masing empat di malam tanggal 7/8 Januari 1945 dan 28/29 Januari 1945, serta tujuh di malam tanggal 21/22 Februari 1945! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 28 Maret 1945 sebagai Oberfeldwebel dan Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 6 (NJG 6) / 7.Jagd-Division / IX.(Jagd)Fliegerkorps / Luftflotte Reich setelah berhasil mencetak 37 kemenangan udara. Bahr lalu ditransfer ke 7./NJG 6 tanggal 2 April 1945. Dia tetap bersama dengan unit ini sampai dengan akhir perang. Günther Bahr tercatat mencetak 37 kemenangan udara, dengan 34 di antaranya dicetak di malam hari - semuanya adalah pesawat pembom bermesin empat - dalam 90 misi tempur. Sebagai tambahan, dia juga mencatat satu kemenangan udara di siang hari di Front Timur serta dua pembom bermesin empat yang ditembak jatuhnya di siang hari di Front Barat. Seusai Perang Dunia II dia melanjutkan karirnya di Bundesluftwaffe (15 Februari 1962 - 30 September 1975) dan pensiun dengan pangkat Major. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz I.Klasse; Eisernes Kreuz II.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (15 Mei 1944); serta Deutsches Kreuz in Gold (13 Juni 1944)



Sumber :
www.luftwaffe.cz
www.rommel-lebt.com