Senin, 26 Mei 2014

Album Foto Perayaan Tahun Baru (Neujahr)

 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat secara resmi dari para petinggi angkatan perangnya dalam acara perayaan tahun baru yang diselenggarakan di Berlin, malam tanggal 31 Desember 1935 - 1 Januari 1936. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Admiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine). Dalam foto ini Hitler mengenakan tuxedo!


 Adolf Hitler dan staff-nya dalam sebuah perayaan di Berghof Obersalzberg. Foto ini biasanya dilabeli sebagai perayaan ulangtahun Hitler di tahun 1943 (bahkan 1944), meskipun sebenarnya merupakan perayaan tahun baru 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Christa Schroeder (Hitlers Sekretärin), Eva Braun (kekasih Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Margarete "Gretl" Braun (adik Eva Braun yang nantinya menikah dengan SS-Gruppenführer Hermann Fegelein), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef). Baris tengah: Gerda Daranowski (Hitlers Sekretärin), Prof. Dr. med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), Margarete Weber (istri dari Albert Speer), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris belakang: Hannelore "Hanni" Moller (istri Theo Morell), Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Gerda Buch (istri Martin Bormann), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Sturmbannführer Heinrich Heim (Leiter Abteilung Rechtstfragen in Amt Staatsrechtlichefragen in Amt Stellvertreter des Führers)

Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Michael D. Miller
www.commons.wikimedia.org
www.third reichruins.com

Album Foto Adolf Hitler dan Eva Braun


Foto ini diambil di Garmish Partenkirchen bulan Februari 1936 dan secara keliru telah dipublikasikan di beberapa majalah bahwa mereka sedang menonton Olimpiade Musim Dingin ke-IV. Baris depan dari kiri ke kanan: Reichsleiter Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”). Menariknya, di belakang mereka duduk dua wanita: Sofie Stork (kiri) dan Eva Braun. Menarik karena di periode ini Hitler berusaha dengan keras menutup-nutupi hubungan asmaranya dengan Braun dan adalah hal yang luar biasa ketika dia mengizinkan kekasihnya tersebut untuk ikut serta dalam acara resmi meskipun tetap ada "jarak" di antara mereka! Stork sendiri merupakan sahabat Eva. Perhatikan pula selimut yang dipakai barengan oleh dua Adolf: Hitler dan Wagner. Selimut tersebut bergaya kotak-kotak khas Tartan Skotlandia, dan jauh dari gaya Nordik Jerman!


Adolf Hitler dan staff-nya dalam sebuah perayaan di Berghof Obersalzberg. Foto ini biasanya dilabeli sebagai perayaan ulangtahun Hitler di tahun 1943 (bahkan 1944), meskipun sebenarnya merupakan perayaan tahun baru 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Christa Schroeder (Hitlers Sekretärin), Eva Braun (kekasih Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Margarete "Gretl" Braun (adik Eva Braun yang nantinya menikah dengan SS-Gruppenführer Hermann Fegelein), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef). Baris tengah: Gerda Daranowski (Hitlers Sekretärin), Prof. Dr. med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), Margarete Weber (istri dari Albert Speer), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris belakang: Hannelore "Hanni" Moller (istri Theo Morell), Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Gerda Buch (istri Martin Bormann), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Sturmbannführer Heinrich Heim (Leiter Abteilung Rechtstfragen in Amt Staatsrechtlichefragen in Amt Stellvertreter des Führers)


Sumber:
Koleksi foto pribadi Michael D. Miller 
www.forum.axishistory.com
www.thirdreichruins.com

Minggu, 25 Mei 2014

Anime Tema Third Reich

Führer Adolf Hitler

SS-Oberscharführer Ernst Barkmann

 
Oberleutnant der Reserve Otto Carius 

 
Großadmiral Karl Dönitz 


Reichsminister Joseph Goebbels


Reichsmarschall Hermann Göring

 
Reichsführer-SS Heinrich Himmler 


 
Generalfeldmarschall Erwin Rommel


Oberst Hans-Ulrich Rudel 



Reichsminister Albert Speer

 
SS-Hauptsturmführer Michael Wittmann 



Sumber :
 www.forum.axishistory.com

Foto Berwarna Jenderal dan Laksamana Wehrmacht

Parade kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


 Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) mengkonsultasikan sebuah peta bersama dengan Generalmajor Stefan Fröhlich yang, sebagai seorang Fliegerführer Afrika, memimpin dukungan udara terhadap Afrikakorps Jerman dalam kampanye musim dingin tahun 1941/1942. Rommel seringkali memindahkan markasnya secara mendadak selama berlangsungnya ofensif karena dia percaya penuh bahwa seorang komandan harus selalu dekat dengan front depan pertempuran agar bisa bereaksi secara cepat terhadap perubahan apapun yang terjadi di tengah kancah peperangan. Foto di atas pertama kali dipublikasikan tahun 1943 dalam buku "Balkenkreuz Über Wüstensand" (Salib Balkan di atas Padang Pasir) terbitan Gerhard Stalling Verlag


Dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Schnarrenberger, Kommandant für das rückwärtige Armeegebiet 556 (Korück 556), dan Oberst Gerhard Müller, Kommandeur Panzer-Regiment 5 / 21.Panzer-Division. Schnarrenberger mengenakan Ärmelstreifen AFRIKAKORPS. Disini kita bisa melihat perpaduan warna seragam yang berbeda meskipun sama-sama disebut sebagai "tropen-uniform" (seragam tropis): Schnarrenberger mengenakan seragam warna coklat sementara Müller mengenakan seragam tropis coklat muda dengan insignia Heer dan pin Totenkopf Panzertruppen metalik di kerah yang dipadukan dengan tropen-hose (celana tropis) Luftwaffe. Selain itu, Leutnant Panzertruppen di kiri mengenakan seragam dengan warna yang lebih pudar dipadukan dengan Feldmütze M36 (Schiffchen) Panzer hitam. Jangan lupakan pula dua orang sisanya yang mengenakan seragam hijau zaitun. Disini kita bisa dengan jelas melihat bahwa tangan kiri Müller buntung. Dia kehilangan tangannya karena diamputasi tanggal 29 Juni 1941 setelah terluka dalam pertempuran di Rusia sebagai Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 33


  Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans Suttner, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Oskar Knofe (Befehlshaber der Ordnungspolizei di Salzburg), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Karl Heinrich Brenner (ditempatkan di Aufstellungsstab SS-Generalkommando), dan SS-Standartenführer Dr. Walter Blume. Acaranya adalah proklamasi dari Gauleiter Dr. Friedrich Rainer yang mencabut kembali pemberian kewarganegaraan Jerman kepada masyarakat yang tinggal di Carniola Atas/Oberkrain/Gorenjska, Slovenia (auf Widerruf), tanggal 27 September 1942. Seremonialnya diawali oleh parade di Krainburg/Kranj pukul 9:00, dilanjutkan dengan ziarah ke Pemakaman Militer "Heldenfriedhof" di Krainburg/Kranj sekitar pukul 11:00 (dimana foto ini diambil). Pada pukul 12:00 adalah puncak acara yaitu proklamasi Gauleiter Dr. Rainer yang dilaksanakan di Krainburg/Kranj. Carniola Atas sendiri tidak pernah menjadi bagian dari Nazi Jerman, karena dia adalah wilayah pendudukan dengan gerilyawan yang aktif melakukan sabotase


Sumber :
Buku "Kill Rommel! Operation Flipper 1941" karya Gavin Mortimer
www.life.com

Album Foto Kaiserliche Schutztruppen (Pasukan Kolonial Kekaisaran Jerman)

Seorang Major Schutztruppe menunggang buaya sambil mengenakan seragam tugas lapangan kolonial. Warna biru di topinya menerangkan bahwa dia berasal dari Afrika Barat Daya. Bertentangan dengan pandangan umum, Schutztruppen (arti harfiahnya: Pasukan Pelindung) secara organisasi BUKAN bagian dari angkatan darat atau angkatan laut meskipun secara kemiliteran mereka mendapat pelatihan dan senjata yang sama. Kantor mereka terletak di Mauerstrasse Berlin, berdekatan dengan Kantor Kolonial Reich (Reichskolonialamt)


Prajurit yang bertugas di Schutztruppe di Afrika mengenakan topi koboi yang salah satu sisinya dilipat (mirip-mirip tentara kolonial Belanda). Seragam mereka yang berwarna coklat cerah biasanya terbuat dari bahan korduroy (sejenis beludru)


 Prajurit Askari yang bertugas di Afrika Timur. Mereka semua mengenakan seragam lapangan Kolonial berwarna coklat terang dan topi fez yang memanjang di belakang (mirip topi prajurit Jepang dalam Perang Dunia II). Mereka bersenjatakan senapan model 1871/84 yang sudah ketinggalan zaman


 Musisi lapangan Askari di Afrika Timur Jerman. Mereka mengenakan wing khusus musisi berwarna perpaduan merah dan putih di bagian bahu. Lencana Palang Merah yang terpasang di lengan drummer yang berdiri di kanan menandakan bahwa pemiliknya adalah Sanitätsunterpersonal (anggota bintara medis)


 Askari dari Schutztruppe Kamerun Jerman mengenakan fez merah yang mudah dikenali dengan plat elang Kekaisaran Jerman di bagian muka. Perhatikan chevron merah yang dikenakan di lengan Unteroffizier (Sersan) yang duduk di kanan!


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada

Album Foto Kaiser Friedrich III (1831-1888)

 Kaiser Friedrich III mengenakan seragam Leibrock berkancing ganda untuk perwira senior yang dipadukan dengan schulterklappen (tanda pangkat bahu) Generalfeldmarschall. Di lehernya dia memakai 1870 Großkreuz des Eisernen Kreuzes (Grand Cross of the Iron Cross). Medali kasta tertinggi untuk Eisernes Kreuzes ini pertama kali diberikan tanggal 10 Maret 1813 dan untuk versi 1870-nya (dibuat setelah Perang Prusia-Prancis) tercatat hanya ada tujuh orang yang menerimanya: Kronprinz Friedrich Wilhelm von Preußen (nantinya menjadi Kaiser Friedrich III), König Albert von Sachsen, August Karl von Goeben, Edwin Freiherr von Manteuffel, Helmuth Graf von Moltke der Ältere, Prinz Friedrich Karl von Preußen, dan August Graf von Werder


Kaiser Friedrich III mengenakan seragam yang ditutupi oleh cuirass (baju besi) yang biasa dipakai oleh salah satu resimen penjaga Cuirassier. Di antara sedikit medali dan penghargaan yang dikenakannya dalam foto ini adalah Pour le Mérite, yang secara umum dikenal dengan nama "Blauer Max/Blue Max". Ini adalah medali keberanian tertinggi Prusia dan Kekaisaran Jerman yang pertama kali diperkenalkan oleh Friedrich der Große tahun 1740. Berhubung saat itu segala sesuatu yang berbau Prancis dipuja oleh kalangan ningrat Eropa, maka bahasa yang dipakai untuk menamakannya pun dipakai bahasa Prancis dan bukan Jerman: Pour le Mérite (Untuk Prestasi)


Sumber :
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada

Foto Bercukur Wehrmacht

Tukang cukur di unit sukarelawan Wehrmacht asal Estonia sedang beraksi mengubah gaya rambut pasiennya ke potongan rambut yang diperbolehkan. Sebagai pelindung serpihan rambut digunakan Zeltbahn. Tampaknya foto ini diambil di front saat senggang di antara pertempuran. Bila pertempuran berlangsung begitu sengit dan hanya sedikit waktu untuk beristirahat, maka biasanya bercukur menjadi urusan kesekian dan kadangkala para prajurit Wehrmacht kemudian keluar dari medan pertempuran dengan rambut gonhut (gondrong hutan) serta cambang menempel, sesuatu yang pada teorinya dilarang secara tegas!


 "Die stimmung beim friseur ist immer gut!" (suasana hati saat dicukur selalu bagus). Para anggota 4. Gebirgs-Division "Enzian" melakukan acara cukur berjamaah dalam suasana yang santai dan penuh canda, Juli 1941. Beberapa prajurit yang telah selesai dicukur menggoda rekan-rekan mereka yang masih berada dalam "proses". Foto ini diambil dari buku "Enzian und Edelweiß: Die 4. Gebirgsdivision 1940-45" karya Julius Braun


Sumber :
Buku "Enzian und Edelweiß: Die 4. Gebirgsdivision 1940-45" karya Julius Braun

Sabtu, 24 Mei 2014

Album Foto 262. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

 Leutnant Erich Bachem (19 Desember 1920 - 8 Juli 1993) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 6 Januari 1942 sebagai Leutnant dan Vorgeschobener Beobachter (V.B. / forward observer) di IV. Abteilung / Artillerie-Regiment 262 / 262.Infanterie-Division / XXXV.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe Mitte atas kontribusi luar biasanya dalam pertempuran di wilayah Yelets-Orel (Front Timur). Mengenai catatan karir militernya sampai sejauh ini hanya sedikit saja yang diketahui, kecuali bahwa dia merupakan salah satu 18 orang Ritterkreuzträger dari Heer yang melakukan kunjungan ke Reichsminister Joseph Goebbels tanggal 1 November 1942 dan Reichsjugendführung tanggal 3 November 1942 (foto-fotonya bisa dilihat DISINI). Dia lahir di Horrem/Bergheim dan meninggal di Bremen. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse



Sumber :
www.ww2awards.com

Kamis, 22 Mei 2014

Peranan Para Wanita Dalam Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman)





Oleh: Steve Edpin

Saya share sedikit topik yang cukup jarang disentuh, yaitu peranan wanita-wanita Jerman dalam Angkatan Bersenjatanya. Sekaligus juga sebagai selingan di panasnya pertempuran. Tapi untuk memperpendek artikel, saya hanya akan menceritakan satu bagian dari pasukan wanita tersebut. Silahkan dinikmati.

SEJARAH SINGKAT PERANAN PARA WANITA DALAM ANGKATAN BERSENJATA JERMAN

Wanita-wanita Jerman tidak diperkenankan dalam pertempuran layaknya para pria karena hal ini bertentangan dengan ide nasional sosialis Jerman. Bahkan di akhir tahun peperangan, pada tanggal 5 September 1944, sebuah perintah (Departemen Umum Komando Tinggi Angkatan Bersenjata Jerman Urutan 26/27 Nomor 1694/44 Rahasia) dikeluarkan yang menyatakan bahwa pada dasarnya, wanita tidak ikut berpartisipasi dalam pertempuran menggunakan senjata api, dan status mereka sebagai kombatan terbatas hanya untuk menyampaikan perintah atau berdinas sebagai kru persenjataan atau peralatan, seperti pembantu sinyal* dan pembantu persenjataan anti-udara.

Bahkan dalam hal keperawatan pun, Angkatan Bersenjata Jerman tidak memiliki korps perawatnya sendiri, melainkan diambil dari Palang Merah Jerman di bawah pengawasan Pelayanan Medis Angkatan Bersenjata Jerman. Namun ada satu pengecualian ketika wanita digunakan Luftwaffe sebagai kru persenjataan anti-udara bersama-sama dengan para prajurit dalam tugasnya melindungi tanah air.

Para perencana sebelum perang tidak pernah mempertimbangkan untuk membentuk satuan wanita dalam tubuh Angkatan Bersenjata Jerman. Baru setelah pertempuran di Prancis berakhir di tahun 1940, administrasi wilayah Eropa Barat diberikan kepada Angkatan Darat, yang akhirnya juga meluas ke wilayah Eropa Utara, Timur, dan Tenggara. Karenanya, perekrutan personil wanita secara besar-besaran dirasa perlu untuk menjalankan tugas-tugas administrasi, sekaligus untuk mengurangi jumlah pria dalam tugas administrasi sehingga dapat digunakan untuk bertempur. Pada tanggal 1 Oktober 1940 Korps Wanita Pembantu Sinyal didirikan, diikuti dengan Korps Pembantu Perawatan pada tahun 1941 untuk menjalankan tugas kesejahteraan sosial, Korps Pembantu Staf pada tahun 1942 untuk menjalankan tugas administrasi dan kesekretariatan, dan Wanita Penjinak Kuda pada tahun 1943 untuk melatih kuda agar dapat digunakan dalam pertempuran.

Akan tetapi perekrutan dengan cara sukarela tidak memenuhi jumlah yang dibutuhkan. Akibatnya, di tahun 1941 negara mengeluarkan peraturan (Hukum Dinas Tempur dan Hukum Dinas Tempur Darurat) yang mewajibkan semua wanita yang berumur 18 sampai 40 tahun tanpa komitmen keluarga (contoh: belum menikah) untuk wajib masuk ke dalam satuan-satuan wanita. Baru pada tahun 1944, tepatnya pada tanggal 29 November, seluruh satuan pembantu wanita dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, berhasil diintegrasikan ke dalam Korps Wanita Pembantu Angkatan Bersenjata.

Di akhir tahun 1944 sebuah rencana dibuat untuk mengoptimalkan satuan wanita dan tambahan personil sebanyak 150.000 wanita dibutuhkan. Tepat satu hari sebelum penyerahan Jerman, pada tanggal 7 Mei 1945, satuan pembantu wanita dibubarkan, dan seluruh wanita di dalamnya dibebastugaskan, yang juga menyelamatkan mereka dari penangkapan dan kamp-kamp tahanan perang.

NACHRICHTENHELFERINNEN DES HEERES
Nachrichtenhelferinnen des Heeres (Para Pembantu Sinyal Wanita Angkatan Darat) dibentuk berdasarkan perintah Angkatan Darat pada tanggal 1 Oktober 1940 (Informasi Angkatan Darat Umum, Tahun 1940 Nomor 1085). Sebagian besar anggotanya diambil dari para sukarelawati Palang Merah Jerman. Mereka lalu disatukan ke dalam Angkatan Darat dan dilatih khusus untuk menjadi para pembantu sinyal.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pertama-tama pendaftaran dilakukan secara sukarela. Namun cara ini tidak dapat memenuhi jumlah yang dibutuhkan, sehingga pada akhirnya, di tahun 1941, diberlakukan wajib ‘militer’ bagi para wanita berumur 18 sampai 40 tahun tanpa komitmen keluarga, sesuai dengan peraturan negara (Hukum Dinas Tempur dan Hukum Dinas Tempur Darurat).

Sekolah pelatihan didirikan di Giessen, di wilayah bagian Hesse. Para wanita ini dilatih di bawah pengawasan langsung dari para pria dari satuan sinyal. Setelah terlatih, umumnya mereka disebar untuk bekerja di negara-negara yang telah dikuasai. Tugas mereka mencakup operator telepon, operator radio, operator papan hubung, penulis telex, dan penerima telex. Mereka juga memiliki tugas yang berhubungan dengan kantor-kantor pusat Angkatan Darat, pusat-pusat administrasi Angkatan Darat, dan lain sebagainya yang menjalankan berbagai jaringan komunikasi. Mereka juga dapat digunakan untuk bekerja di tanah air Jerman, hanya jika pekerja biasa tidak dapat dipekerjakan karena alasan keamanan negara. Dengan demikian, para wanita ini diorganisir secara militer dan tinggal di akomodasi-akomodasi/barak-barak yang dikenal dengan Kameradschaftsheimen**.

Di bawah ini adalah terjemahan sebuah artikel mengenai para pembantu wanita dalam Angkatan Darat dan Angkatan Laut:


GAMBAR KIRI
Judul: Pertama kalinya dalam seragam dinas. Para pembantu wanita dalam Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

GAMBAR KANAN
Judul: Kami membantu Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

KETERANGAN ILUSTRASI
Atas: Hari Natal. Para pembantu wanita Angkatan Laut yang masih muda memberikan mainan untuk anak-anak dari rekan-rekan mereka di waktu luang.

Tengah: Siap bertugas pada lensa. Sebuah pesan penting. Dia diam-diam mengamati, dan dengan suara tegas dia memberikan pesannya.

Bawah: Kontrol dengan stopwatch! Tidak gugup dan respon cepat adalah prasyarat. Pemimpin pelatihan memeriksa calon-calon staf tambahan Angkatan Darat dan Angkatan Laut, sebelum mereka disebar dalam formasi yang berbeda. Di dalam Kameradschaftsheim ini, para wanita merasa tangkas seperti di rumah sendiri. Disiplin keprajuritan tampak tidak hanya dengan cara mereka berseragam, tetapi juga dalam kepatuhan dan kesiapan dalam memenuhi tanggung jawab mereka.

SUMBER FOTO
- koleksi pribadi, ‘Kölnische Illustrierte Zeitung’, no. 49, tahun edisi 18, terbitan 9 Desember 1943

CATATAN KAKI
* Kata ‘sinyal’ merupakan terjemahan langsung dari Bahasa Jerman ‘Nachrichten’ yang memiliki banyak arti. Di antaranya adalah ‘sinyal’, ‘intelijen’, ‘berita’, ‘laporan’, dan ‘komunikasi’. Kata ‘sinyal’ sebenarnya tidak begitu tepat jika digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kata ‘komunikasi’ dapat digunakan sebagai pengganti.

** Kameradschaftsheim (jamak –heimen) secara harafiah berarti Rumah Persahabatan. Ini berasal dari kata Kameradschaft. Satu Kameradschaft Pembantu Sinyal Wanita Angkatan Darat terdiri dari sebelas orang pembantu di bawah satu orang pimpinan wanita.


Sumber :
www.facebook.com


Tintin dan Pesawat Perang Dunia II

JERMAN

Henschel Hs 123 (1935)



Fieseler Fi 156 "Storch" (1936)



Heinkel He 111 (1937)



Messerschmitt Bf 109 (1937)



Junkers Ju 87 "Stuka" (1938)



Dornier Do 215 (1939)


Arado Ar 196 (1939)




Focke-Wulf Fw 190 (1941)




Messerschmitt Me 262 (1942)




Blohm & Voss BV 141 (1943)




Messerschmitt Me 163 "Komet" (1943)




Dornier Do 335 A1 "Pfeil" (1943)




Bachem Ba 349 "Natter" (1944)

-----------------------------------------------------------------------

 ITALIA

Cant Z-506 B "Heron" (1936)



Fiat G-50 Freccia (1937)



Fiat CR-42 "Falco" (1938)




Macchi C-202 (1941)

-----------------------------------------------------------------------

JEPANG

 Mitsubishi A6M "Zero" (1940)




Mitsubishi J2 M2 "Raiden II" (1943)




Yokosuka MXY 7 Jinrai "Baka" (1945)

-----------------------------------------------------------------------

INGGRIS

Gloster "Gladiator" (1935)


Vickers-Armstrong "Wellington" (1936)


 
Fairey "Battle" (1936)


 
Vickers-Supermarine "Spitfire" (1936)


Hawker "Hurricane" (1936)


 
Boulton-Paul "Defiant" (1938)


Short S-25 "Sunderland" (1938)


Bristol "Blenheim" Mark IV (1939)


Handley-Page HP-57 "Halifax" (1939)


Short "Stirling" (1939)


Bristol "Beaufighter" (1940)


De Havilland DH-98 "Mosquito" Mark IV (1941)


Avro "Lancaster" (1941)


Hawker "Typhoon" (1941)


Hawker "Tempest V" (1944)

-----------------------------------------------------------------------

PRANCIS

 
Morane-Saulnier M.S.-406 (1937) 


 
Bréguet 691 (1938)


Lioré et Olivier LEO-451 (1938)


Potez 63-II (1939)

-----------------------------------------------------------------------

UNI SOVIET

Ilyushin IL-2 "Stormovik" (1940)


Petlyakov Pe-2 (1940)


 Mikoyan-Gurevich MiG-3 (1941)


 
Yakovlev Yak-3 (1943)

-----------------------------------------------------------------------

AMERIKA SERIKAT

Boeing B-17 "Flying Fortress" (1935)


Curtiss H-75 "Hawk" (1938)


 
Grumman F-4 "Wildcat" (1938)


Bell P-39 "Airacobra" 1939)


 
Lockheed P-38 "Lightning" (1939)


Douglas A-24 "Dauntless" (1940)


Grumman TBF-I "Avenger" (1940)


Curtiss P-40 F "Warhawk" (1940)


 Consolidated B-24 J "Liberator" (1940)


 Martin B-26 "Marauder" (1941)


Douglas A-26/B-26 "Invader" (1942)


Northrop P-61 "Black Widow" (1942)


Boeing B-29 "Superfortress" (1942)


North American P-51 "Mustang" (1942)


North American B-25H "Mitchell" (1943)


 Republic P-47 D "Thunderbolt" (1943)


Douglas AD-I "Skyraider" (1945)



Sumber :
www.08-rc-blindes-ardennes.com