
Adolf Hitler (Führer
und Reichskanzler) berpamitan dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring
(Oberbefehlshaber der Luftwaffe) setelah meresmikan "Japanischen
Kunstausstellung" (Pameran Kesenian Jepang) di Pergamon Museum. Foto
diambil oleh Heinrich Hoffmann tanggal 28 Februari 1939. Tokoh Nazi lain
yang ikut nampang dalam foto ini di antaranya adalah (baris depan dari
kiri ke kanan): SS-Obersturmführer
Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di
Begleitkommando des Führers), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich
Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen Polizei), Reichsminister
Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), SA-Obergruppenführer
Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und
Reichskanzler”), Reichsminister Dr. jur. Otto Meissner (Chef der
Präsidialkanzlei bei Hitler), Staatssekretär Paul Körner (Staatssekretär
des Generalbevollmächtigten für den Vierjahresplan), Generalmajor
(Luftwaffe) Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des
Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe), dan
Reichsminister Bernhard Rust (Reichsminister für Wissenschaft, Erziehung
und Volksbildung)


Adolf
Hitler memasuki wilayah Memel (Klaipėda) diiringi oleh para perwira
Wehrmacht tanggal 24 Maret 1939. Wilayah ini menjadi akar sengketa
antara Jerman dan Lithuania dimana pada tanggal 20 Maret 1939 (hanya
lima hari setelah Jerman mencaplok Cekoslowakia) Hitler mengultimatum
Menteri Luar Negeri Lithuania Juozas Urbšys untuk mengembalikan wilayah
tersebut ke tangan Jerman (yang dihadiahkan ke Lithuania oleh Sekutu
seusai Perang Dunia Pertama) atau angkatan perangnya akan menyerbu
negara di kawasan Baltik tersebut. Akhirnya dua hari kemudian
pemerintahan Lithuania menyerah pada tekanan Jerman. Pendudukan Memel
adalah akuisisi teritorial terakhir Jerman sebelum Perang Dunia II
Pecah. Dalam foto ini sedikit muka-muka mesum yang teridentifikasi: 1.
Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 2.
Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), 3.
Reichsführer-SS Heinrich Himmler, 4. General der Artillerie Georg von
Küchler (Kommandierender General I. Armeekorps), 5. Generalmajor Joachim
von Kortzfleisch (Kommandeur 1. Infanterie-Division), dan 6. Oberst
Walter Weiß (Kommandeur Infanterie-Regiment 1 / 1.Infanterie-Division)

Adolf
Hitler memasuki wilayah Memel (Klaipėda) diiringi oleh para perwira
Wehrmacht tanggal 24 Maret 1939. Identifikasinya: 1. Generaladmiral
Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine),
2. Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht),
3. General der Artillerie Georg von
Küchler (Kommandierender General I. Armeekorps), 4. Reichsführer-SS
Heinrich Himmler, 5. Major Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der
"Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), 6.
Generalmajor
Joachim von Kortzfleisch (Kommandeur 1. Infanterie-Division), dan 7.
Oberst Walter Weiß (Kommandeur Infanterie-Regiment 1 /
1.Infanterie-Division)

Adolf
Hitler (Führer und Reichskanzler) menyambut Generaladmiral Erich Raeder
(Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) sebelum menaiki kapal perang
Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939.
Di hari itu sang panglima Angkatan Laut Jerman dipromosikan oleh Hitler
sebagai Großadmiral (Laksamana Besar)


Foto
ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang
sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April
1939 (sumber lain menyebutkan bahwa nama kapal perangnya adalah
Tirpitz, tapi itu salah beibeh!). Acaranya sendiri adalah penganugerahan
Marschallstab (Tongkat Marsekal) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder
(Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan
pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral
(Laksamana Besar). Di sebelah kanan Hitler berdiri Korvettenkapitän
Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht
beim Führer und Reichskanzler"). Kemungkinan besar laksamana
Kriegsmarine yang berdiri paling depan di sebelah kiri adalah Konteradmiral
Günther Lütjens (Führer der Torpedoboote), sementara yang memberi
hormat militer di tengah sementara lainnya hormat Nazi (biar greget!)
adalah Vizeadmiral Wilhelm Marschall (Befehlshaber der Panzerschiffe),
dan ketiga dari kanan (dengan janggut putih) adalah Admiral Rolf Carls
(Kommandierender Admiral Marinestation der Ostsee)

Foto
ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas
kapal perang Scharnhorst yang
sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1
April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat
Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der
Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari
Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral
(Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän
Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht
beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab
beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan:
enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf
Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht
beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst
Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres),
SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und
Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant
des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der
Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer
Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für
Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers
(Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)

Adolf
Hitler di atas KdF-Schiff "Robert Ley" dalam pelayaran perdana kapal
pesiar khusus pekerja tersebut tanggal 4 April 1939. Dari kiri ke kanan:
SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und
Reichskanzler”), pemuda tidak dikenal, Reichsleiter Dr. phil. Robert Ley
(Leiter der "Deutschen Arbeitsfront", DAF), Adolf Hitler (Führer und
Reichskanzler), dan Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter
München-Oberbayern). KdF (Kraft durch Freude, Kekuatan melalui
Kesenangan) adalah organisasi pemerintah yang khusus mengurus hiburan
dan wisata para pekerja Jerman. Berada di bawah kontrol DAF, organisasi
ini bertujuan untuk membuat para pekerja tulang punggung negara merasa
nyaman dalam pekerjaan mereka dengan memberikan penghargaan
setinggi-tingginya melalui liburan gratis dan kemewahan yang sebelumnya
hanya bisa dimiliki oleh orang-orang berada saja. Begitu suksesnya KdF
sehingga pada tahun 1930-an dia menjadi operator turisme terbesar di
dunia!
Hermann
Göring (dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri Jerman) memberikan
selamat terhadap Adolf Hitler di hari ulang tahunnya, mewakili jajaran
pemerintahan. Tempatnya adalah di Reichskanzlei tanggal 20 April 1939
jam 09.45 pagi. Di belakang Hitler berdiri Staatsminister Dr. Otto
Meißner
Acara
perayaan ulang tahun emas Adolf Hitler ke-50 tanggal 20 April 1939.
Hitler mempersembahkan Rudolf Hess, yang mewakili Partai Nazi, untuk
mengisi buku tamu sebagai pengunjung pertama
Acara
perayaan ulang tahun emas Adolf Hitler ke-50 tanggal 20 April 1939.
Hermann Göring mengucapkan selamat kepada Hitler, sementara di tengah
berdiri ajudan Hitler dari Luftwaffe Nicolaus von Below
Reichsführer-SS Heinrich Himmler memberikan hadiah lukisan Friedrich der Große
di hari ulang tahun Adolf Hitler yang ke-50 tanggal 20 April 1939. Di
belakang terlihat wajah-wajah mesum SS-Obergruppenführer Josef "Sepp"
Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler und SS-Oberabschnitt
East) dan SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef der
Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS). Tidak diketahui siapa
bintara bersenjatakan pistol Walther PP yang memegang lukisan di sebelah
kiri. Yang jelas, dari "V" di lengannya diketahui bahwa dia adalah
seorang "Alter Kämpfer" (anggota SS atau NSDAP dari sebelum tahun 1933)
Dr.
Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan
otomotif Porsche) mempersembahkan sebuah Volkswagen Beetle convertibel
sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di Berlin (Jerman)
tanggal 20 April 1939. menemani di samping Hitler adalah Reichsleiter
Dr. Robert Ley (Leiter des Einheitsverbands Deutsche Arbeitsfront).
Mereka kemudian bersama-sama melihat-lihat brosur "mobil rakyat"
tersebut. Di ulang tahun sebelumnya (20 April 1938), Dr. Porsche telah
mempersembahkan miniatur VW Beetle kepada Hitler
SA-Obergruppenführer
Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“)
mencoba mobil Volkswagen Beetle convertibel yang dipersembahkan oleh Dr.
Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan
otomotif Porsche) sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di
Berlin (Jerman) tanggal 20 April 1939
Acara
ulang tahun Adolf Hitler tanggal 20 April 1939. Disini dia bersama
dengan kedua orang sekretarisnya, Gerda Christian (nee Daranowsky) di
kiri dan Christa Schroeder di kanan. Ajudan di sebelah kiri tampaknya
adalah Heinz Linge. Perhatikan wajah sang Führer, tampaknya dia butuh
bercukur!
Perayaan
ulang tahun ke-50 Adolf Hitler yang diselenggarakan secara
besar-besaran tanggal 20 April 1939 di seluruh Jerman. Dalam foto
jepretan Hugo jaeger ini, sang Führer sedang menerima tamu-tamunya yang
berkunjung dalam resepsi malam di Berlin. Dari kiri ke kanan: Hitler,
Dr. Karl Brandt (dokter pribadi Hitler), Heinrich Hoffmann (berjabat
tangan, fotografer pribadi Hitler), Max Wünsche (masih berpangkat
SS-Untersturmführer), dan Dr. Theodor Morell (antri salaman, dokter
pribadi Hitler yang lain). Uniknya,
Wünsche mempunyai tanggal lahir yang sama (20 April) dengan Führer-nya!


Adolf
Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. General der
Infanterie Alfred Wäger (Generalkommando Grenz Truppen Oberrhein)
sedang menunjukkan dimana lokasi WC umum berada. Di kiri dan kanan
Hitler berdiri dua orang kepercayaannya: Generaloberst Wilhelm Keitel
(Chef des Oberkommandos der Wehrmacht) dan Reichsführer-SS Heinrich
Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)

Adolf
Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke
kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender
general Gruppenkommando 2), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause
(persönliche Kammerdiener von Hitler), Generaloberst Wilhelm Keitel
(Chef des Oberkommandos der Wehrmacht.), SS-Obersturmbannführer
Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Reichsführer-SS
Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen
Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP),
SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin
Bormann), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der
Organisation Todt), Führer Adolf Hitler (Führer und Reichskanzlei), dan
Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber des Gruppenkommando 1)


Petinggi
Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di
atas balkon Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta
Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua
negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan:
SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen),
Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu
Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan
Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di
belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber
der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch
(Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat
EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von
Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von
Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!

Para pemimpin Jerman berkumpul di Ehrentribüne (tribun kehormatan) saat
berlangsungnya demonstrasi udara Luftwaffe di Tiergartenstraße (Berlin)
dalam rangka menyambut kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul dari
Yugoslavia tanggal 2 Juni 1939. Berdiri di baris depan dari kiri ke
kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Pangeran Regen Paul
(terhalang oleh Göring), Generalfeldmarschall Hermann Göring
(Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder
(Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von
Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel
(Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan dua orang diplomat: Konstantin
Freiherr von Neurath (Reichsprotektor in Böhmen und Mähren) serta Ernst
von Weizsäcker (Staatssekretär des Auswärtigen Amtes), yang merupakan
ayah dari Presiden Federal Jerman Barat seusai perang, Richard von
Weizsäcker. Kita dapat melihat dengan jelas Göring mengenakan selempang
merah dan Grand Cross of the yugoslavian Order of the White Eagle.
Raeder dan Von Neurath juga mengenakan selempang yang sama, sementara
Von Brauchitsch mengenakan selempang biru dan Grand Cross of the Order
of Yugoslavian Crown, serta Von Weizsäcker mengenakan Order of Saint
Sava. Bagaimana dengan Hitler sendiri? Seperti biasa, dia tidak mau
menerima medali asing dari tamu kenegaraan yang berkunjung ke Jerman...
Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara
Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel,
Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan:
SS-Gruppenführer Karl Wolff; ? (sedikit tertutup oleh Bormann);
Reichsleiter Martin Bormann; Charakter als Generaloberst Franz Ritter
von Epp; Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel;
Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder;
Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam
yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Duduk
baris depan dari kanan ke kiri: Reichspressechef Otto Dietrich dan
Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von
Sachsen-Coburg und Gotha. Sekarang masuk ke tribun belakang:
SS-Brigadeführer yang duduk tepat di atas kepala von Sachsen-Coburg
und Gotha sambil menatap ke kamera adalah Franz Breithaupt; Jenderal
Heer yang duduk di atas di antara Raeder dan Hitler adalah charakter
als Generalmajor und SA-Obergruppenführer Hans Georg Hofmann; Perwira
yang duduk tepat di muka wajah von Behr adalah SA-Obergruppenführer
und Reichskriegsoperferführer Hanns Oberlindober

Hari
Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel,
Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan:
Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp (wajah terpotong);
Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel;
Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder;
SS-Gruppenführer Wilhelm Reinhard; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl
Weinrich
Adolf
Hitler dalam upacara penghormatan Legion Condor yang diadakan di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Seperti biasa, saya
akan mencoba mengidentifikasi figur-figur terkenal yang nongol di foto
ini: Di belakang Hitler adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner;
sedikit di sebelah kanan (memakai baju coklat menghadap kamera) adalah
salah seorang komandan Legion Condor Hellmuth Volkmann (pangkat terakhir
General der Flieger); tiga orang di bagian tengah dari kiri ke kanan:
Großadmiral Erich Raeder, Generaloberst Walther von Brauchitsch dan
Reichsmarschall Hermann Göring; perwira yang berjalan paling kanan
dengan memakai baju coklat dan wajahnya tertutup bendera adalah komandan
terakhir Legion Condor Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat
terakhir Generalfeldmarschall); di belakang von Richthofen dengan
seragam Allgemeine-SS hitam pasti anda pun tahu, Reichsführer Heinrich
Himmler, sedangkan jenderal Luftwaffe di sebelahnya adalah Otto Deßloch
(pangkat terakhir Generaloberst). Papan-papan nama yang berada di latar
belakang berisikan mereka-mereka dari Legion Condor yang telah gugur di
medan pertempuran Spanyol
%2BCondor.jpg)
Adolf
Hitler saat baru tiba di lapangan udara Berlin-Tempelhof dengan latar
belakang pesawat angkut pribadinya yang baru tanggal 6 Juli 1939. Di
sebelah kiri (menghadap ke belakang) adalah pilot pribadinya
(Flugkapitän) SS-Gruppenführer Hans Baur, sementara yang sedang ngobrol
dengan Hitler memakai topi putih adalah ajudan dari Luftwaffe Hauptmann
Nicolaus von Below. Selain itu, yang tersenyum di belakang Hitler dengan
memakai seragam hitam Allgemeine-SS M32 adalah ajudannya yang lain,
SS-Gruppenführer Julius Schaub. Perwira Luftwaffe yang memakai kacamata
di belakang adalah Oberst Victor Carganico (Kommandant des Flughafens
Berlin-Tempelhof), ayah dari Horst Carganico yang nantinya menjadi
jagoan udara Luftwaffe ternama. Foto oleh Walter Frentz (fotografer
pribadi Hitler). Pesawat yang digunakan Hitler untuk runtang-runtung
dinamai "Grenzmark", sebuah pesawat dari jenis Focke-Wulf 200A-0 (S-8 )
"Condor", werknummer 3098 dengan nomor registrasi D-ACVH. Pesawat ini
mulai digunakan untuk tugas-tugas kenegaraan dari tanggal 30 Juni 1939.
Di musim gugur tahun yang sama, setelah perang pecah antara Jerman dan
Inggris-Prancis, nomor registrasinya dirubah menjadi WL-ACVH selama
beberapa minggu untuk kemudian diganti lagi menjadi AC+VH (Balkenkreuz
ditambahkan di antara huruf). Pesawat ini ikut digunakan sebagai alat
angkut pasukan dalam invasi Jerman ke Norwegia bulan April 1940 dengan
menggunakan nomor registrasi NK+NM. Riwayatnya berakhir saat hancur
dalam pendaratan darurat di Orel (Rusia) tanggal 23 Desember 1941
SS-Obersturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") bersama
dengan bosnya Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dalam acara
kunjungan para gadis BDM (Bund Deutscher Mädel) cabang Gut Hohenfried ke
tempat peristirahatan Hitler di Berghof/Berchtesgaden (Obersalzberg)
tanggal 20 Juli 1939. Di
meja di hadapan mereka (tidak terlihat di foto) adalah maket Große
Halle (Aula Akbar) Marmortisch di Linz yang masih dalam tahap rencana
pembangunan. Wünsche
tampak mengenakan weißer Uniformjacke mit Ärmelstreifen "Adolf Hitler"
(seragam putih dengan pita lengan "Adolf Hitler") serta dasi dengan pin
NSDAP. Nomor keanggotaan partainya:
491403. Nomor keanggotaan SS: 153 508. Ritterkreuz Vorschlag nummer:
1567, dan Eichenlaub Vorschlag nummer: 548


Pada
tanggal 1 September 1939 pukul 10:00 pagi, Adolf Hitler (Führer und
Reichskanzler) berbicara di hadapan para deputi Reichstag Jerman dan
mengumumkan bahwa saat ini Jerman dalam keadaan berperang dengan
Polandia.
Pengumuman tersebut disambut dengan gegap gempita, tepuk tangan panjang
dan teriakan "Heil Hitler" yang membahana diselingi oleh salam Nazi.
Generalfeldmarschall Hermann Göring (Reichstagspräsident) duduk di atas
Hitler dalam fungsinya sebagai pimpinan Reichstag; di kiri Hitler
berdiri SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler)
dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Reichsminister ohne
Portfeuille und Chef der Reichskanzlei), sementara di kanannya adalah
SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium
für Volksaufklärung und Propaganda) dan SA-Obergruppenführer
Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); di
baris depan di sebelah kiri adalah Reichsminister Joachim von Ribbentrop
(Reichsminister des Auwärtigen) dan SS-Obergruppenführer Rudolf Hess
(Stellvertreter des Führers), sementara di belakang mereka adalah
Reichsminister Walter Funk (Reichswirtschaftsminister) dan
Reichsminister Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister für
Finanz)
Adolf
Hitler dan para petinggi Wehrmacht melihat kondisi front depan melalui
fernglas (teropong) dan scherenfernrohr (teropong gunting) di dekat
Führerhauptquartier Sonderzug yang sedang mengunjungi wilayah Alexandrov
saat berlangsungnya invasi Jerman ke Polandia tanggal 25 September
1939. Dari kiri ke kanan: Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP), Adolf
Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalmajor Erwin Rommel
(Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), General der Artillerie Walther von
Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) dan Generalmajor Friedrich
Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto jepretan Kriegsberichter
Kliem dari Propaganda-Kompanie 637 (Ost)

Parade
kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939. Dari
kiri ke kanan: Adolf Hitler, x, General der Artillerie Emil Leeb
(panglima XI.Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel, General der
Kavallerie Maximilian Freiherr von Weichs (berkacamata, tertutup oleh
Blaskowitz), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Panglima 8.Armee),
Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya
kelihatan topinya doang!), dan General der Flieger Albert Kesselring.
BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih
menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan
FührerBegleitbataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer)



Parade
kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939.
Disini kita bisa melihat bahwa jenderal-jenderal yang berada di
sekeliling Hitler berubah-ubah sesuai dengan giliran unit mereka yang
melakukan parade
Adolf
Hitler menganugerahkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada para
jenderal Wehrmacht yang berprestasi dalam penyerbuan Jerman ke Polandia.
Upacara ini diselenggarakan tanggal 27 Oktober 1939 di Reichskanzlei,
Berlin, dan tercatat sebagai upacara penganugerahan Ritterkreuz pertama
dari begitu banyak upacara lain yang menyusul setelahnya! Para penerima,
dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]),
General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV.
Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Adolf Strauß
(Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich
Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan
Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division).
Dua nama terakhir kemudian dihukum mati karena melakukan upaya kudeta
terhadap Hitler tanggal 20 Juli 1944! Setelah Olbricht sebenarnya masih
ada lagi enam orang penerima lain tapi tidak terlihat dalam foto ini.
Berurutan: Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4.
Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30.
Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1.
Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment
20 / 10.Infanterie-Division), Oberleutnant Dietrich Steinhardt (Chef
2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] /
18.Infanterie-Division), dan Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division)
Adolf
Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato di hadapan para "Alte
Kämpfer" (Pejuang Tua) dalam Peringatan Münich Putsch yang
diselenggarakan di Bürgerbräukeller tanggal 8 November 1939. Tanpa
disadari oleh semua pihak yang hadir, sebuah bom telah ditanam oleh
Georg Elser di podium tempat Hitler berpidato. Banyak dari pentolan
NSDAP-Reichsleitung ini dipastikan tewas atau terluka kalau saja Hitler
tidak secara tiba-tiba menghentikan pidatonya lebih cepat dari biasanya
dan kemudian meninggalkan lokasi acara! Untuk identifikasinya, dari kiri
ke kanan: Alfred Rosenberg (kiri bawah memegang mulut), Joseph
Goebbels, Wilhelm Grimm (memakai seragam Heer diatas Goebbels), Dr.
Wilhelm Frick, Max Amann (paling bawah kelihatan kepalanya doang), Karl
Fiehler, Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Adolf Hühnlein, Hermann
Kriebel, Dr. Fritz Todt, Franz
Ritter von Epp, Rudolf Hess, Julius Schaub, Adolf Wagner, Martin
Bormann, Wilhelm von Grolmann, Wilhelm Brückner, Heinrich Himmler,
Ulrich Graf, Christian Weber, Heinrich Hoffmann, Rudolf Schmundt, Karl
Wolff, Hans Pfeiffer, dan Max Wünsche

Hitler
memperhatikan dengan muka serius saat seorang perwira SS memperlihatkan
peta disposisi pasukan kepadanya. Foto ini diambil pada tanggal 30
November 1939 saat diadakannya latihan perang oleh resimen-resimen SS
(perhatikan schirmmütze dengan balutan band di latar belakang yang
menunjukkan bahwa dia berperan sebagai "Wasit Perang"). Dari kiri ke
kanan: Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen
Polizei), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Standartenführer
Felix Steiner (Kommandeur SS-Standarte "Deutschland"), Oberst Rudolf
Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der
Wehrmacht), dan SS-Standartenführer Georg Keppler (Kommandeur
SS-Standarte "Der Führer")
SS-Obersturmführer
Max Wünsche sebagai ajudan Adolf Hitler. Foto jepretan Heinrich
Hoffmann ini diambil dalam kunjungan sang Führer ke Westwall, 23-25
Desember 1939. Tampaknya Hitler sedang diperlihatkan sebuah replika
burung elang dari bahan metal oleh seorang prajurit Luftwaffe. Antara
Hitler dan Wünsche berdiri seorang perwira Luftwaffe yang tak diketahui identitasnya
Sumber :
www.forum.axishistory.com