Selasa, 23 Juli 2013

Foto Jagdgeschwader 52 (JG 52)

 
Leutnant Adolf Dickfeld (Flugzeugführer 7./JG 52) memperhatikan saat seorang perwira menyematkan medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes ke leher Feldwebel Edmund "Paule" Roßmann (Flugzeugführer 7./JG 52). Dickfeld dan Roßmann sama-sama dianugerahi Ritterkreuz tanggal 19 Maret 1942. Keduanya juga berasal dari unit yang sama, 7.Staffel / Jagdgeschwader 52 (JG 52). Dickfeld mendapatkan Ritterkreuz setelah mencatat 47 kemenangan udara (dengan skor akhir 136), sementara Roßmann setelah mencatat 49 kemenangan udara (dengan skor akhir 93)


Jagoan Luftwaffe Günther Rall (memakai jaket bulu) bersama dengan para anakbuahnya dari 8.Staffel/Jagdgeschwader 52 (JG 52) sedang bermain-main dengan anjing yang menjadi maskot unit mereka yang bernama "Rata" di sela-sela istirahat singkat antara feindflug (misi udara) pertama dan kedua. Foto diambil bulan Maret 1943 oleh Kriegsberichter Reissmüller. Depan dari kiri ke kanan: Unteroffizier Manfred Lotzmann (15 Abschüsse), Unteroffizier Werner Höhenberg (33 Abschüsse), dan Leutnant Hans Funcke (19 Abschüsse). Belakang : Hauptmann Günther Rall (275 Abschüsse), Leutnant Hans Martin Markoff (15 Abschüsse), Feldwebel Karl-Friedrich Schumacher (56 Abschüsse), dan Oberleutnant Gerhard Luety (38 Abschüsse)


 Para perwira dari II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) - yang juga merupakan jago-jago udara terkemuka Luftwaffe - ngadu huntu di wilayah Semenanjung Krimea, musim gugur 1943. Dari kiri ke kanan: Leutnant Heinrich Sturm (Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe. 158 kemenangan udara), Hauptmann Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II. Gruppe. 301 kemenangan udara), dan Oberleutnant Wilhelm Batz (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe. 237 kemenangan udara). Di belakang mereka bertengger sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 dari 5./JG 52


 Para perwira dari II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) - yang juga merupakan jago-jago udara terkemuka Luftwaffe - berfoto bersama di wilayah Semenanjung Krimea, musim gugur 1943. Dari kiri ke kanan: Leutnant Heinrich Sturm (Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe. 158 kemenangan udara), Hauptmann Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II. Gruppe. 301 kemenangan udara), Oberleutnant Wilhelm Batz (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe. 237 kemenangan udara), dan Leutnant Otto Fönnekold (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe. 136 kemenangan udara)


Major Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52) disambut dengan karangan bunga di landasan udara Bagerovo (Ukraina) sekeluarnya dari pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 saat baru kembali dari misi tempur (feindflug) yang ke-1000, 23 Januari 1944. Dia tercatat dalam sejarah sebagai pilot pemburu pertama yang mencapai jumlah misi setinggi itu! Pita di karangan bunga tersebut berisi daftar negara-negara yang pernah "disinggahi" Barkhorn sepanjang karir militernya sebagai pilot pemburu dari sejak bergabung dengan II./JG 52 bulan Agustus 1940. Dari kiri bawah: Denmark, Belgia, Uni Soviet, Prancis, Inggris, dan Belanda. Pada saat perang berakhir Barkhorn telah berpartisipasi dalam 1.104 feindflug!


 Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 52), kepala tidak dikenal yang cuman numpang nyengir, dan Hauptmann Wilhelm "Willi" Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 52). Hrabak menjadi Kommodore JG 52 periode 1 November 1942 s/d 30 September 1944 yang menjadi masa keemasan skuadron Luftwaffe tersebut. Di bawah kepemimpinan Hrabak, JG 52 menjelma menjadi unit pemburu dengan prestasi tertinggi di seantero Luftwaffe dengan lebih dari 10.000 kemenangan udara terkonfirmasi! Selain itu, tiga peringkat teratas pilot Jerman dengan skor tertinggi dalam sejarah berasal dari JG 52: Erich Hartmann (352 kills), Gerhard Barkhorn (301 kills) dan Günther Rall (275 kills). Hrabak sendiri berada pada urutan ke-63 dengan 125 kills, sementara Batz bertengger di urutan ke-6 dengan 237 kills. Foto diambil pada musim semi/panas tahun 1944


Geschwaderkommodore Oberstleutnant Dietrich "Dieter" Hrabak (kiri) ngobrol bersama dengan para "Luftwaffe-Experten" anakbuahnya dari III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Erich "Bubi" Hartmann (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe), Leutnant Karl Gratz (Flugzeugführer di 8.Staffel / III.Gruppe), Oberleutnant Friedrich "Fritz" Obleser (Staffelkapitän 8.Staffel / III.Gruppe), dan Hauptmann Wilhelm "Willi" Batz (Gruppenkommandeur III.Gruppe). Foto kemungkinan besar diambil di musim semi/panas tahun 1944 

 Hauptmann Erich Hartmann (Staffelführer 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52) dan Major Gerhard Barkhorn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52) di Hungaria awal tahun 1945. Hartmann menggantikan untuk sementara posisi Barkhorn sebagai Komandan II. Gruppe tanggal 16 Januari 1945 sebelum ditempati oleh Major Wilhelm Batz (1 Februari 1945). Hartmann dan Barkhorn sendiri menduduki posisi pertama dan kedua sebagai pilot pemburu terbaik sepanjang sejarah dalam hal jumlah pesawat yang dihancurkan. Hartmann menembak jatuh 352 (#1) sementara Barkhorn 301 (#2)!


-----------------------------------------------------------------------------------

 PERAIH SCHWERTER

Major Gerhard Barkhorn (20 Maret 1919 - 11 Januari 1983) adalah jagoan udara Luftwaffe yang tercatat telah menembak jatuh 301 pesawat musuh dalam 1.104 misi tempur! Dengan skor setinggi itu, Barkhorn menduduki urutan ke-2 pilot dengan pencapaian terbesar dalam sejarah di bawah Erich Hartmann dengan 352 kemenangan udara. Uniknya, Barkhorn dan Hartmann adalah sahabat dekat yang bertugas di unit yang sama (JG 52)! Barkhorn juga merasakan ditembak jatuh sebanyak 9 kali. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Agustus 1942 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / Fliegerführer Süd / Luftflotte 4 setelah meraih kemenangan udara ke-59, Eichenlaub #175 tanggal 11 Januari 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah kemenangan udara ke-105, dan Schwerter #52 tanggal 2 Maret 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4 setelah kemenangan udara ke-250. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Oktober 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Desember 1940); Gemeinsames Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Krimschild; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (20 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (21 Agustus 1942); serta Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger und Einzatszahl "1100". Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht dua kali: 2 Desember 1943 dan 14 Februari 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



 Major Wilhelm "Willi" Batz (21 Mei 1916 - 11 September 1988) adalah jagoan udara Luftwaffe yang mempunyai total jumlah kemenangan terkonfirmasi 237 buah yang diraihnya dari 445 misi tempur. 234 dari kemenangannya diraih di Front Timur melawan pesawat-pesawat Soviet, termasuk setidaknya 46 buah Il-2 Sturmovik. Sisa tiga kemenangan didapat saat menjatuhkan pesawat-pesawat USAAF yang menyerang kilang minyak Ploiesti di Rumania, termasuk satu buah pesawat pembom bermesin empat. Batz sendiri tercatat terluka tiga kali dan ditembak jatuh empat kali. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1070 tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4, Eichenlaub #526 tanggal 20 Juli 1944 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4, dan Schwertern #145 tanggal 21 April 1945 sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4 (tak ada data bukti penganugerahan di Bundesarchiv yang diberikan oleh Gemeinschaft der Jagdflieger. Karenanya vorschlagnummer-nya diambil berdasarkan tanggal penganugerahan). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya:  Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachterabzeichen; Verwundetenabzeichen in Silber; Eisernes Kreuz II.Klasse (24 April 1943); Eisernes Kreuz I.Klasse (3 Juli 1943); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (13 Desember 1943); Deutsches Kreuz in Gold #10/302 (28 Januari 1944); serta Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger "400" und Einzatszahl. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI

-----------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 Oberfeldwebel Heinrich-Wilhelm Ahnert (29 April 1915 – 23 Agustus 1942) pertama kali berpartisipasi di kampanye Polandia dan Prancis sebagai pilot pengintai. Pada musim semi 1941 dia ditransfer ke Jagdwaffe, dan di bulan September tahun yang sama sudah mengemas empat kemenangan udara. Dalam ofensif musim panas di Rusia bulan Mei-Juni 1942 Ahnert "menggila" dengan mengemas 30 kemenangan! Tanggal 23 Agustus 1942 dia bertempur dengan sebuah pesawat pembom Rusia Petlyakov Pe-2 bermesin ganda di atas Koptewo. Pesawat Messerschmitt Bf 109 G-2 (W.Nr. 13508) “gelbe 9” yang dipilotinya terkena oleh tembakan balik dari gunner musuh dan Ahnert tewas setelah pesawatnya jatuh. Secara anumerta dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Agustus 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (2 Maret 1942); Frontflugspange für Jäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942). Sebagai seorang pilot pemburu Luftwaffe, dalam karirnya Ahnert mengemas 57 fliegerabschüße dengan 53 di antaranya dicetak di Front Timur. BTW, Perhatikan bahwa medali Ritterkreuz di lehernya adalah hasil tempelan!


 Leutnant Herbert Bachnick (9 Februari 1920 - 7 Agustus 1944) ditempatkan di JG 52 tanggal 5 Desember 1942. Dia meraih tiga kemenangan udara pertamanya tanggal 5 Juli 1943 di Front Timur. Dari sana jumlah kemenangannya terus melesat, dan di akhir tahun 1943 dia sudah mengemas 47 fliegerabschüsse. Di bulan Maret 1944 dia tercatat menghancurkan 27 pesawat Rusia di udara, termasuk 4 buah yang ditembak jatuh tanggal 12 Maret (59-62), 5 buah tanggal 15 Maret (63-67), dan 5 lainnya tanggal 19 Maret (72-76)! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juli 1944 sebagai Fahnenjunker-Feldwebel dan Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 6 setelah berhasil mengemas 79 kemenangan udara. Pada tanggal 7 Agustus 1944 Bachnick ber-dogfight dengan formasi pesawat-pesawat USAAF dan berhasil menembak jatuh sebuah P-51 Mustang. Tapi kemudian pesawat Bf 109 G-6 (W.Nr. 166 065) “Gelbe 4” yang dipilotinya mendapat giliran diberondong senapan mesin pesawat lain. Dia berusaha mendarat darurat tapi pesawatnya malah nyuksruk ke sebuah tanggul kereta api di dekat Myslowitz dan membawa akibat fatal. Herbert Bachnick tercatat menembak jatuh 80 pesawat musuh dalam 373 misi tempur dengan 79 di antaranya dilakukan di Front Timur (termasuk 41 buah Il-2 Sturmovik). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Agustus 1943) dan I.Klasse (7 September 1943); Frontflugspange für Jagdflieger in Gold; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (14 November 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (5 Februari 1944)


Sumber :
Buku "Footsteps of the Hunter" karya Adolf Dickfeld
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

www.commons.wikimedia.org
www.jg52.net 
www.luftwaffe.be
www.luftwaffe.cz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar