Rabu, 18 Februari 2009

Tentara Yahudi Dalam Tubuh Nazi Jerman!

Buku 'Hitler's Jewish Soldiers' karangan Bryan Mark Rigg yang mengungkap tuntas fakta mengejutkan bahwa terdapat orang-orang Yahudi dalam tubuh militer Jerman (Wehrmacht)!


Vizeadmiral Bernhard Rogge (1899-1982), yang di darahnya terdapat 1/4 keturunan Yahudi (entahlah darimana hitung-hitungan ini didapat!), adalah penerima banyak Deutschblütigkeitserklärung (medali militer) dari Hitler. Di antaranya adalah Eichenlaub dan sebilah samurai kehormatan dari pemerintah Jepang


Buku tugas militer dari keturunan 'setengah Yahudi' Hermann Aub


Dua orang Generalfeldmarschall dari Luftwaffe, Erhard Milch (1892-1972) dan Wolfram von Richthofen (1895-1945). Perlu Hitler yang mengatakan bahwa Milch adalah ras Arya murni setelah adanya kontroversi bahwa dalam tubuhnya mengalir darah Yahudi. Milch sendiri adalah penerima medali Ritterkreuz atas jasa-jasanya dalam pendudukan di Norwegia tahun 1940


Keturunan 'setengah Yahudi' Werner Goldberg (lahir tahun 1919) yang bermata biru dan berambut pirang. Bahkan fotonya digunakan oleh koran propaganda Nazi dalam headline-nya. Mau tahu judulnya : Tentara Jerman Ideal!


Keturunan 'setengah Yahudi' Fregattenkapitän Paul Ascher (1899-1941), perwira artileri di kapal Bismarck dibawah pimpinan Admiral Günther Lütjens. Dia adalah penerima penghargaan Salib Baja (Eiserne Kreuz) kelas pertama dan kedua, juga Service Cross 2nd class


Keturunan 'setengah Yahudi' Oberst Walter H. Hollaender. OK, kita runut sejibun penghargaan yang nempel di seragamnya : Ritterkreuz, Deutsches Kreuz in Gold, Eiserne Kreuz 1 dan 2, Nahkampfspange (Close Combat Badge), General Assault Badge, dan Verwundetenabzeichen (Wound Badge)!


Keturunan 'setengah Yahudi' Generalleutnant Helmut Wilberg (1880-1941). Mantan pilot dalam Perang Dunia I. Hitler mendeklarasikan bahwa dirinya ras Arya murni tahun 1935. Penerima berbagai medali, di antaranya Hohenzollern's Knight,s Cross with Swords, Eiserne Kreuz kelas 1 dan 2


Keturunan 'setengah Yahudi' Jenderal Johannes Zukertort, yang pada akhirnya menerima sertifikat darah 'murni' Jerman bersama adiknya Karl Zukertort yang sama-sama jenderal


Keturunan 'setengah Yahudi' Horst Geitner. Menerima Eiserne Kreuz kelas kedua dan Silver Wound Badge selama tugasnya di Wehrmacht


Keturunan 'setengah Yahudi'Anton Mayer yang memang berwajah Yahudi asli tapi tetap lulus 'sensor' masuk Wehrmacht!


Adolf Hitler bersama Generaloberst Gotthard Heinrici (1886-1971) tahun 1937, yang menikah dengan keturunan 'setengah Yahudi'

Oleh : Alif Rafik Khan

Judulnya kelihatannya terlalu bombastis bukan? Tentara Yahudi Nazi Jerman! Opo???? Bukankah Hitler kondang karena permusuhannya yang dalam terhadap bangsa Yahudi? Bukankah saat zaman Nazi, semua orang Yahudi atau ‘setengah’ Yahudi disisihkan dari segala aspek pemerintahan dan ekonomi, bahkan sebagiannya dideportasi ke kamp-kamp penjara?

Ya, memang benar. Tapi kenyataannya memang ada figur-figur yang masih mempunyai darah Yahudi di tubuhnya yang mengabdi pada Hitler, bahkan beberapa di antaranya memegang posisi kunci kemiliteran, dan sebagian lagi mendapat anugerah Ritterkreuz yang sangat didambakan para tentara Jerman yang berjibaku di pertempuran!

Oke, oke. Sebelumnya saya Cuma ingin mengingatkan bahwa jangan terkecoh apabila ada kata-kata ‘setengah Yahudi’ dalam artikel di bawah, karena sesungguhnyalah tidak ada itu yang namanya ‘setengah Yahudi’. Hanya ada dua pilihan : engkau Yahudi atau engkau non Yahudi! Maksud Yahudi disini berarti merupakan keturunan anak-beranak dari Nabi Yehuda, nama lain dari Nabi Ya’qub, yang mempunyai 12 orang anak dan kesemuanya menurunkan generasi yang kita kenal sekarang sebagai kaum Yahudi, bangsa yang terkenal dengan kelicikan dan kisah-kisah terkenal penentangannya terhadap Tuhan mereka! Tapi sudahlah, saya bukan ingin membahas masalah tersebut, bukan tempatnya disini. Seperti yang saya bilang sebelumnya, artikel ini hanya ingin mengungkap fakta mengejutkan bahwa bangsa yang selama ini berusaha ‘dihapus’ dari muka bumi oleh Hitler, ternyata sebagian di antaranya malah menjadi pendukung berat Hitler dan mengabdi dengan daya juang yang selayaknya prajurit-prajurit Jerman pilihan asli!

Kembali ke masalah setengah Yahudi. Bila karena mereka-mereka itu dianggap setengah Yahudi dengan alasan masih ada ibu-ibu, ayah-ayah atau kakek-nenek mereka yang berdarah Jerman atau non Yahudi, maka sudahlah, berarti bangsa Yahudi itu tidak ada! Ya iya lah, bukankah ke-12 anak Nabi Ya’qub yang menjadi nenek moyang bangsa Yahudi itu pun berasal dari empat orang ibu yang berbeda bangsa? Bukankah ke-12 orang itu kebanyakan mengawini wanita-wanita Mesir ketika mereka hijrah ke negara para Faraoh itu? Lalu kalau begitu, seperti bagaimanakah orang Yahudi asli atau “pure Jew” itu? Jawablah hai kalian para pembaca blog saya! J

Seperti kita tahu, dalam sebagian besar politik pemerintahan Nazi Hitler, kebanyakannya berpusat pada usaha penyingkiran orang-orang Yahudi dari semua aspek kehidupan Jerman. Hitler menganggap bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang hobinya berkhianat, licik, mau menang sendiri, tidak nasionalis, dan terutama, berada di belakang kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I yang menyisakan sakit hati yang dalam di sebagian terbesar bangsa Jerman. Tapi kemudian dia mengetahui, apakah dengan terkejut atau tidak, bahwa adalah suatu KEMUSTAHILAN menghilangkan bangsa tersebut! Betapa tidak, beratus-ratus tahun asimilasi orang-orang Yahudi di ranah Jerman, dengan pernikahan antar-bangsa yang tidak terhitung, membuat usaha penggolongan bangsa dalam sistem rasialis Hitler yang terkenal menjadi suatu usaha yang sulit bukan main-main. Dan tak ada institusi lain yang lebih-lebih lagi membingungkan, kontradiktif dan kontroversialnya selain militer Jerman!

Bertentangan dengan pandangan konvensional yang menganggap bahwa kebanyakan Yahudi Jerman hanya berminat pada dunia bisnis dan perdagangan, ternyata kemudian diketahui bahwa begitu banyak keturunan Yahudi atau setengah Yahudi (Mischlinge) yang menjadi anggota militer Jerman, begitu banyaknya sehingga tidak mungkin untuk menyingkirkan mereka begitu saja. Betapa tidak, dari kurang lebih 150.000 orang (eduan!) keturunan Yahudi yang mengabdi di Wehrmacht, sebagian di antaranya adalah para veteran Perang Dunia I pemegang banyak medali yang sudah kadung dianggap pahlawan oleh rakyat Jerman, dan sebagian lagi memegang posisi tinggi di hierarki kemiliteran, dengan pangkat Jenderal atau Laksamana. Jangan dikata yang pangkatnya lebih rendah lagi! Pencopotan, atau bahkan pembunuhan, mereka akan menimbulkan gejolak dalam tubuh militer dan rakyat Jerman, hal terakhir yang diharapkan Hitler di saat ia sedang giat membangun ekonomi dan harkat rakyat Jerman dari keterpurukan setelah Perang Dunia Pertama.

Bagi orang-orang ‘tertuduh’ ini pun, kebanyakan dari mereka tak lagi melihat dirinya sebagai orang atau bahkan keturunan Yahudi, dan telah menganggap ketentaraan sebagai suatu jalan hidup yang mereka pilih dalam usaha pengabdian mereka kepada bangsa dan negara Jerman. Di lain pihak, mereka pun diterima dengan tangan terbuka oleh Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) yang tidak separanoid Hitler dalam menyikapi masalah ras Yahudi. Masalah ‘ketidaksempurnaan’ ras ini memang menjadi masalah yang cukup menakutkan, karena berhubungan dengan karir dan bahkan hidup. Karenanya, mereka yang ragu-ragu akan keaslian darahnya dengan takut-takut meneliti asal-muasal mereka dan berharap agar jangan sampai ada setitik ‘noda’ di dalamnya!

Tapi bukan Hitler namanya kalau ia mundur begitu saja dan menjilat ludahnya sendiri berkenaan dengan janji dan gembar-gembornya sebelum berkuasa bahwa tidak akan ada lagi Yahudi di Jerman. Hitler tetap menjalankan program pembersihannya ini, tapi dengan cara yang halus dan penuh dengan intrik. Diam-diam, sedikit demi sedikit para prajurit sial yang terbukti atau tertuduh Yahudi dikeluarkan dari ketentaraan, dengan sebelumnya melalui tahapan-tahapan. Proses investigasi dan penyingkiran ini ternyata kemudian ditandai oleh banyaknya pengejawantahan yang tidak konsisten dari hukum Jerman. Bingung? Dalam proses ini, banyak ‘pengecualian’ dibuat supaya si tentara dapat mengabdi di ketentaraan, padahal sudah jelas-jelas ia terbukti merupakan keturunan Yahudi! Hal ini berlaku pula untuk keluarga si tertuduh, yang membuat mereka terhindar dari pendeportasian keluar Jerman atau ke kamp-kamp konsentrasi. Edannya lagi, tanda tangan Hitler langsung dapat ditemukan pada beberapa perintah ‘pengecualian’ ini! Hal ini biasanya berlaku pada perwira tinggi atau perwira yang dianggap berjasa bagi Jerman dan tenaganya sangat dibutuhkan

Tapi seiring dengan berjalannya waktu dimana partai Nazi semakin menancapkan kukunya, hal ini berangsur menghilang. Meskipun menghadapi kekurangan orang untuk dikirim bertempur, Hitler tetap pada politik kakunya untuk menyingkirkan sebanyak mungkin orang Yahudi, dan akibatnya sebagian besar dari para tertuduh ini tak dapat menghindari takdir hidup mereka yang berakhir di kamp-kamp tawanan atau konsentrasi.

 

Sumber :

www.en.wikipedia.org

www.forum.axishistory.com

www.encyclopediaegypt.com

Buku “Hitler’s Jewish Soldiers” oleh Bryan Mark Rigg


Senin, 16 Februari 2009

Free Download Video : Hitler's Heroes, Rommel

Video ini adalah biografi dari Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Serigala Padang Pasir) yang, tak diragukan lagi, merupakan jenderal Jerman paling terkenal dalam Perang Dunia II. Meskipun bahasanya dalam bahasa Inggris, tapi lumayan kita bisa nongkrongin Rommel dalam gambar hidup dan bukan hanya dalam foto tak bergerak seperti biasanya. Selamat menikmati masakan Padang eh video di bawah ini!




Free Download MP3 : Rot Scheint Die Sonne



Rot Scheint Die Sonne adalah lagu mars Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung Jerman) yang berarti "Matahari Bersinar Merah". Lagu ini menjadi populer karena terdapat dalam Liederbuch der FJ-Lehrkompanie (Buku Lagu) yang dibagikan kepada setiap anggota Fallschirmjäger. Malah dalam kenyataannya, tentara Jerman tidaklah sekaku seperti digambarkan dalam film-film propaganda Hollywood. Mereka adalah tentara yang sama saja seperti tentara lainnya di muka bumi yang butuh penyegaran melalui lagu-lagu. Untuk itulah fungsi Liederbuch itu dibuat. Mereka senang menyanyi untuk menghilangkan kejenuhan, bahkan dalam beberapa kisah paling heroik yang pernah saya baca, betapa saya tertegun ketika mengetahui bahwa pertempuran kadang berhenti ketika tentara Jerman mendengar nyanyian, meskipun nyanyian itu datangnya dari arah musuh mereka. Luar biasa!

Selain itu, masalah menyanyi ini menjadi masalah yang sangat serius. Bahkan, kualitas moral sebuah unit biasa dilihat dari seberapa baiknya mereka bernyanyi! Para musikante atau musisi (baik amatiran maupun profesional) biasa ditemukan dalam setiap unit, dan tidak hanya dalam grup musik saja. alat-alat musik pun ikut dibagikan pada tentara, tidak hanya senjata dan makanan saja. Biasanya alat musik tersebut adalah alat musik standar semacam harmonika, akordeon dan gitar.

Rot Scheint Die Sonne sendiri diciptakan oleh Friedrich Schäfer, dan bagi saya, inilah lied paling enak didengar yang datang dari Third Reich! Coba saja dengarkan sendiri...



1. Rot scheint die Sonne, fertig gemacht
Wer weiß ob sie morgen für uns auch noch lacht.
Werft an die Motoren, schiebt Vollgas hinein,
Startet los, flieget ab, heute geht es zum Feind.
An die Maschinen, an die Maschinen,
Kamerad, da gibt es kein zurück.
Fern im Osten stehen dunkle Wolken
Komm' mit und zage nicht, komm' mit.

2. Donnern Motoren, Gedanken allein,
Denkt jeder noch schnell an die Lieben daheim.
Dann kommt Kameraden, zum Sprung das Signal,
Wir fliegen zum Feind, zünden dort das Fanal.
Schnell wird gelandet, schnell wird gelandet,
Kamerad, da gibt es kein Zurück.
Hoch am Himmel stehen dunkle Wolken,
Komm mit und zage nicht, komm mit.

3. Klein unser Häuflein, wild unser Blut,
Wir fürchten den Feind nicht und auch nicht den Tod,
Wir wissen nur eines, wenn Deutschland in Not,
Zu kämpfen, zu siegen, zu sterben den Tod.
An die Gewehre, an die Gewehre.
Kamerad, da gibt es kein Zurück,
Fern im Westen stehen dunkle Wolken.
Komm mit und zage nicht, komm mit!


Red shines the sun, get ready, who knows
whether it will smile for us tommorow?
The engines start, full throttle,
takeoff, on our way, today we meet the enemy.

Into the aircraft, into the aircraft!
Comrade, there is no going back.
In the distant east there are dark clouds,
come along and don’t lose heart, come along!

Thundering engines, alone with one’s thoughts,
each one gives a quick thought to his loved ones at home,
then comrades, comes the signal to jump,
and we drift towards the enemy, light the beacon fire there.

Quickly we land, quickly we land.
Comrade, there is no going back.
In the distant east there are dark clouds,
come along men, don’t lose heart, come along!

Our numbers are small, our blood is wild,
we fear neither the enemy nor death,
we know just one thing: with Germany in distress,
to fight, to win, to die the death.

To your rifles, to your rifles!
Comrade, there is no going back.
In the distant east there are dark clouds,
come along men, don’t lose heart, come along!

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 6

Ayo, sekarang kita bawain lagu 'Hujan Duit' dari bang Haji Rhoma Irama!


Sang penakluk Paris


Tipikal para ayah yang rela berkorban untuk nyenengin anaknya...


Kalau rasa kantuk sudah datang, tidak peduli dimana dan dalam posisi apa yang penting PULES!


Wuiihhh... Kalo udah setelan gini nggak ada yang bisa ngalahin kegantengan... mobil Gua!


Slompret! Mobil mogok gini bukannya ngebantuin malahan pada ngerubung bareng kayak laler!


Kalo kentut Gua hajar loe!


Wooowww... Mau banget deh Gua merangin kayak ginian!


Jadi sodara-sodara, mengenai masalah bantuan BLT ya.... Busyet! Bau apaan nih, Kayak ada yang lagi berak??? Set dah!!! Di belakang ternyata ada pantat sialan numpang nampang!!


Sori Brow, ini cara satu-satunya Gua bisa tenang tidur, soalnya pasukan Rusia pasti mikir dua kali kalo mau nyerang Gua!

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 5

Sebagai prajurit muslim Nazi, kita harus rajin shalat... Kalo nggak digetok pake martil baru nyaho!


Kalo yang namanya ngantuk sudah menyerang, tidur dimanapun tidak menjadi masalah...


Pasukan Nazi kok dekil amat ya? Abis maen lumpur, Bang?


Inilah akibat dari tidak bertemu dengan cewek selama berbulan-bulan!


Santai Boss, bagian Loe pasti nyusul, OK?


Hormaat, Grak!!! Jangan macem-macem, saya kepala asmara eh asrama disini!


Ini tentara mau perang apa mau ngelawak sih!


Gantian dong pake bajunya, gak apa-apa bau ketek juga!


Halloo... Hallooo... Hitler? Ooohh... tukang kerak telooo..r... zzzzzz....


Nih orang semangat banget nerangin cuman gitu doang, padahal Gua sudah suntuk pengen nyungseb... Set dah!!! (liha ekspresi orang di kiri!)

Kamis, 12 Februari 2009

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 4

Kalau tentaranya kayak gini sih, Gua pasti semangat perang segimanapun juga!


Inilah efek dari kebanyakan nonton film porno!


Maaf, maaf, saya lagi males buat difoto!


Inilah resiko prajurit rendahan : gaji kecil, resiko gede, suruh manteng-mantengin senapan lagi!


Yap, 20 menit lagi kita nyebur di kali Ciliwung!


Persiapan hadiah ulang tahun terindah...


Maaf Mas, saya masih normal, masih seneng cewek...


Kalo musuh kayak gini sih Gua demen banget!


Kasian banget nih tentara... Sialan tuh temen-temennya jail kayak gini!


Pencinta renda sejati buatan istri...

Senin, 09 Februari 2009

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 3

Enak banget nih kuya, masak Gua sebagai seorang Hitler disuruh ngeduk tanah kuburan!


Cuaca kok dingin banget ya hari ini?


Emang kalau kebiasaan masa kecil nggak bisa dihilangkan begitu saja!


Sisa-sisa pertempuran. Yang kena cuman topi doang, makanya topi saya bonyok gini!


Maaf, mas... Disini tidak ada tukang cukur jadinya harap maklum saja! Lagian kita berempat berencana mau ngebuat band punk..


Saatnya bermain sandiwara, saudara-saudara!


Jadul banget ya fotonya?


Huahahaha!!! Stalin tai kucing, nih liat Gua pantatin!


Om, saya minta izin ke belakang dulu soalnya nggak kuat... mules dari tadi!


Wooowww... Eike suka potongan rambut Agnes Monimba, boleh kwan dicobaaa... Getho!