Selasa, 18 Agustus 2009

Brandenburgers, Pasukan Elit Jerman Ahli Intelijen!

Admiral Wilhelm Canaris, pembenci Hitler yang menjadi komandan Abwehr sekaligus orang di balik pembentukan Brandenburgers


Leutnant der Reserve Adrian Freiherr von Foelkersam, peraih Ritterkreuz (Ritterkreuzträger) dari Divisi Brandenburg paling terkenal, yang akhirnya ditransfer ke satuan SS di bawah Otto Skorzeny


Oberleutnant Siegfried Grabert, Ritterkreuzträger lainnya dari Brandenburgers


Oberleutnant Wilhelm Walther. Codet di pipinya kemungkinan adalah bekas duel mensur pas masa kuliah yang menjadi tradisi para pelajar Jerman (sampai saat ini pun masih berjalan!)


Unternehmen Leopard : ini adalah foto yang diambil di kapal Kriegsmarine setelah operasi militer yang sukses di Leros, pagi tanggal 18 November 1943. Dari kiri ke kanan : prajurit serbu-pantai Brandenburg (perhatikan helm baja standarnya), pelaut Kriegsmarine, prajurit para Brandenburg dari 15th (parachute) Coy, dan Fallschirmjäger dari I/FJR2, yang berada di bawah pimpinan dari Martin Kühne dalam operasi ini (dia sendiri mendapat Ritterkreuz)


Foto yang cukup populer : Dua orang Brandenburgers dalam seragam Assault-Gun, dan medali Fallschirmschützenabzeichen des Heeres. Salah satu dari mereka memakai versi seragam yang sangat langka. Foto ini diambil setelah Divisi Brandenburg kehilangan status pasukan khususnya dan kemudian berganti menjadi Divisi Panzer-Grenadier biasa. Dua orang mantan pasukan parasut ini rupanya memutuskan untuk tetap bertahan di divisi mereka dan tidak mengikuti jejak dari banyak anggota Brandenburgers lainnya yang ditransfer menjadi anak buah Otto Skorzeny di SS-Jagdverbände atau di SS-Fallschirmjäger-Bataillon. Orang di sebelah kiri memakai sabuk Luftwaffe


Ini adalah foto yang diambil di pelabuhan Leros. Dari wajahnya, orang-orang ini tampaknya telah mengalami hari-hari yang berat. Dalam pandangan pertama (memangnya lagu A. Rafik!), pasti kita menyangka bahwa ini adalah pasukan Fallschirmjäger : petunjuknya terletak di sabuk Heer mereka!


Brandenburgers dalam operasi milite di pulau Leros. Disini mereka bahu membahu bertempur bersama pasukan Fallschirmjäger


Jika kita sekarang mengenal apa yang disebut pasukan khusus atau pasukan komando, hal ini tidaklah terlepas dari apa yang dulu dikenal sebagai resimen rahasia Brandenburg Jerman. Pasukan inilah yang dianggap sebagai cikal bakal pasukan khusus zaman sekarang. Satuan Brandenburg merupakan basil gagasan cemerlang Laksamana Walter Wilhelm Canaris (1887-1945), pemimpin dinas rahasia militer Jerman atau Abwehr.

Brandenburgers adalah salah satu pasukan elit Jerman pada waktu Perang Dunia ke 2, akan tetapi mereka tidak mendapatkan publisitas sebesar Fallschrimjäger atau SS.

Brandenburgers dibentuk oleh Theodore Von Hippel seorang Veteran perang dunia ke I di front Afrika di bawah pimpinan Paul von Lettow-Vorbeck seorang pemimpin gerilya yang sangat hebat (kehebatannya mungkin lebih daripada pemimpin gerilyawan lain seperti Tito atau Nguyen Giap, tetapi tidak terlalu terkenal karena front Afrika pada perang dunia I memang kurang diekspos). Ide membentuk pasukan spesial ini disampaikan kepada Wehrmacht tapi ditolak dengan tegas oleh Jendral-jendral yang kebanyakan orang militer yang sangat tradisionalis, akan tetapi Theodore tidak mudah menyerah, dia menyerahkan proposal tersebut kepada Abwehr (Intelejen Jerman) dibawah Admiral Wilhelm Canaris dan dia menyetujui pembentukan divisi khusus ini.

Battalion Ebbinghaus dibentuk Tahun 1939 oleh Hippel yang terdiri dari Tentara jerman yang bisa berbicara bahasa Polandia, saat invasi ke Polandia mereka ditugaskan memasuki daerah Polandia dahulu dan menyebabkan kerusakan dan kekacauan dengan menguasai dan menghancurkan rel kereta api dan jalan utama. Meskipun sukses Batallion ini dibubarkan

Battalion yang baru dibentuk dengan nama Lehr und Bau Kompanie z.b.V 800 (Perlatihan dan konstruksi no 800) untuk mencari/rekrutmen untuk divisi ini Hippel tidak mencari orang-orang yang Ras Arya tapi orang -orang slavic, Polandia dan etnik lainnya karena mereka harus bergerak dibelakang garis musuh dan bergerak di antara musuh mereka. Syarat lain adalah menguasai setidaknya satu bahasa dengan baik, sehingga banyak orang-orang yang direkrut ini dapat berbicara dua hingga tiga bahasa lain. Mempelajari adat-istiadat daerah musuh juga penting supaya tidak dicurigai. Battalion ini diberi nama Battalion Brandenburg sesuai dengan tempat latihan mereka

Battalion ini kembali bersinar pada saat invasi ke negara Belanda, Belgia dan Luxemburg, Salah satu aksi yang terkenal adalah menguasai jembatan Meuse di Gennep Belanda, dengan menyamar sebagai polisi Belanda mereka dapat menguasai Pos dan jembatan itu akan tetapi mereka pun terdesak oleh tembakan tentara belanda. Leutnant Wilhelm Walther pun dengan baju polisi berdiri dan berjalan menyeberang jembatan, karena abaju polisi itu tentara belanda pun ragu-ragu untuk menembak dan dapat dikalahkan anggota tim yang lain Jembatan pun dapat dikuasai.

Anggota Brandenburger mempunyai keahlian yang banyak dan bervariasi, selain bahasa asing juga parasut, demolisi, taktik perang unit kecil, sabotase pilot, komunikasi, pemalsuan uang, ada beberapa juga yang terdiri dari pemain ski handal, mereka dilatih khusus untuk berperang di utara Rusia yang sangat dingin.

Yang unik dari Brandenburger adalah jika mereka menyamar jadi tentara musuh mereka selalu memakai baju seragam jerman di dalamnya jadi jika akan mulai berperang, mereka ganti baju dulu mereka tidak akan mulai menembaki lawannya jika baju seragam mereka belum terlihat..jadi mereka menyatakan diri sebagai tentara bukan mata-mata (peraturan perang menegaskan jika tentara tertangkap maka harus di hormati sebagai tawanan perang, tapi jika mata-mata ditangkap dia bisa langsung dihukum mati), meskipun itu mereka selalu membawa pill sianida untuk bunuh diri.

Tetapi mereka paling bersinar di Ostfront. Mereka dapat menghancurkan jalur komunikasi musuh dan menguasai jalur supply. Agustus 1942 sebuah unit Brandenburger yang terdiri dari 62 orang dari Baltik dan Jerman Selatan dipimpin oleh Adrian von Foelkersam menyamar sebagai tentara NKVD rusia menguasai ladang perminyakan Maikop, dalam perjalanan ke sana mereka bertemu tentara rusia yang ingin melakukan desersi. Freikop pun menangkap mereka dan membawa mereka ke Maikop melalui daerah soviet dengan mudah..memasuki daerah Maikop Foelkersam dengan seragam mayor NKVD membawa pasukan desersi ke Komandan Soviet, komandan soviet pun memberi selamat dan memberi "tur" kota dan tata letak dan posisi pertahanan soviet (tentunya disimak dengan seksama oleh Foelkersam). Setelah tentara jerman mendekat, pasukan penyamar pimpinan Foelkersam dengan menggunakan granat lalu merusak sistem komunikasi Maikop, dan memberitahukan Komandan Soviet bahwa "kita diserang artileri dan ada perintah untuk mundur!" Karena tidak ada sarana komunikasi untuk memastikan sedangkan satu satunya sumber informasi yang ada hanya datang dari Foelkersam, maka oleh karena itu pasukan Soviet pun mundur, Maikop pun dikuasai Jerman tanpa perlawanan sedikitpun dari tentara soviet.

Divisi Brandenburg juga aktif di Yugoslavia untuk tugas anti partisan dan penyerangan ke Kos dan Leros di perbatsan Turki untuk melawan Tentara Inggris dan Italia di sana bersama Fallschirmjäger.

Selama ini Brandenburger ada di bawah komando Abwehr dan tidak disukai Himmler dan SS-nya, sehingga setelah Canaris di hukum mati karena tertuduh terlibat Valkyrie bersama Stauffenberg cs maka Brandenburger di pindah ke SS dan dijadikan motorized infantri biasa lalu dikirim Ost Front, akan tetapi banyak juga yang minta ditransfer ke special forces nya SS Jagverbande. Divisi ini akhirnya terkalahkan setelah bertarung melawan soviet di Pillau, Rusia, banyak juga yang menyerah kepada inggris di Schleswig-Holstein tapi banyak juga yang saking lihainya menyamar menghilang begitu saja!

Setelah perang dunia ke 2 banyak orang-orang ex Brandenburger pindah ke legiun asing perancis atau jadi penasihat militer negara-negara berkembang termasuk Indonesia!


Sumber :
www.kaskus.us
www.wehrmacht-awards.com
www.nexusboard.net
www.blog.periskop.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar