Rabu, 10 Februari 2010

SS-Sturmbannführer Ludwig Kepplinger (1911-1944), Perwira Rendahan Waffen-SS Pertama Yang Dianugerahi Ritterkreuz!

Ludwig Kepplinger sebagai SS-Hauptsturmführer


Ludwig Kepplinger (kanan) dalam seremonial "Bendera Darah", lengkap dengan pembawa benderanya yang mirip Jojon, Jakob Grimminger


Lukisan Ludwig Kepplinger dibopong oleh para teman-temannya setelah habis-habisan bertempur di Belanda


Mungkin ini salah satu foto terakhir Ludwig Kepplinger yang saya tahu. Dia sudah berpangkat SS-Sturmbannführer dan bertugas di unit panzer


Ludwig Kepplinger dalam balutan seragam kamuflase. Pangkatnya adalah SS-Obersturmführer


Setelah menerima Ritterkreuz, Ludwig Kepplinger mendapatkan kehormatan untuk diabadikan melalui lukisan karya seniman besar Third Reich, Wolfgang Willrich. Disini pangkatnya adalah SS-Oberscharführer


Ludwig Kepplinger sebagai SS-Hauptscharführer


Oleh : Alif Rafik Khan

Ludwig Kepplinger adalah orang Austria yang lahir di Linz (Danube) pada tanggal 31 Desember 1911. Dia memulai karir militernya di pasukan gunung Austria (Resimen Alpenjäger ke-7). Karena dianggap terlalu berpandangan kanan, dia dikeluarkan dari ketentaraan. Kepplinger lalu memutuskan untuk pindah ke Bavaria dan, pada tahun 1935, mendaftarkan diri secara sukarela ke legiun asing Austria yang kemudian diambil alih oleh SS-Verfügungstruppe. Setelah sempat menghabiskan waktu selama beberapa saat di kompi 6 Resimen SS Standarte Deutschland yang bermarkas di Münich sebagai Oberscharführer dan komandan peleton, Kepplinger balik kembali ke Austria untuk bergabung dengan Resimen Der Führer yang baru dibentuk di Wina.

Karir cowok satu ini mulai menanjak, dan ketika pecah Perang Dunia II bulan September 1939, pangkatnya sudah menjadi Hauptscharführer. Selama kampanye di Barat, dia bertugas sebagai komandan sebuah grup penyerang dari Kompi 11 Resimen Der Führer beranggotakan 18 orang. Tanggal 10 Mei, Kepplinger dan anak buahnya menyerbu benteng Belanda di Westervoort yang menghadap ke sebuah jembatan yang membelah sungai Issel. Mereka telah melakukan perjalanan sejauh 18 km untuk mencapai sasaran mereka, hanya untuk menemukan bahwa jembatan tersebut telah diledakkan! Tak patah arang, dia lalu membawa dua orang anak buahnya untuk menyeberangi sungai Issel melalui sisa-sisa jembatan yang telah porak poranda... dan menyerang musuh hanya dengan bermodalkan Stielhandgranate!

90 orang prajurit Belanda penjaga benteng begitu shock melihat keberanian yang kebangetan tersebut, sehingga pada akhirnya mereka menyerah setelah pertempuran singkat. 30 orang lagi tawanan berhasil dibekuk pada sore harinya. 'Kegilaan' Kepplinger masih belum berhenti. Atas inisiatif sendiri, sementara kameradnya menjaga para tawanan, dia "ngadon" ke bunker-bunker Belanda yang berada di sekitar situ untuk melumpuhkan mereka satu persatu, lagi-lagi dengan bermodalkan granat belaka!

keberuntungan Kepplinger habis juga keesokan harinya, ketika dia mendapat tembakan berkali-kali dalam pertempuran di Arnhem sehingga harus digotong ke dukun eh rumah sakit. Ketika mendapat perawatan disana lah, Kepplinger mendengar berita bahwa dia telah dianugerahi oleh Eiserne Kreuz kelas kedua dan kesatu sekaligus. Bisa dibilang bahwa tindakan berani Kepplinger dan dua orang anak buahnya dalam menduduki benteng yang dijaga oleh berpuluh-puluh orang telah menjamin gerak maju tak tertahankan pasukan Jerman yang menyerbu Negara-Negara Bawah, utamanya Resimen Der Führer.

Tadinya komandannya hanya merekomendasikan Kepplinger untuk menerima dua kelas Eiserne Kreuz belaka, tapi kemudian para pejabat tinggi militer Jerman begitu terkesannya atas tindakan ajaib yang telah dilakukan oleh manusia ini, sehingga dia pun kemudian dianugerahi pula medali bergengsi Ritterkreuz, dan tercatat dalam primbon sebagai perwira rendahan (NCO) Waffen-SS pertama yang menerima Ritterkreuz (tanggal 4 September 1940)! Pemberian medali ini dilanjutkan dengan naik pangkatnya Kepplinger menjadi Untersturmführer dan penempatan barunya di divisi elit Wiking.

Ketika Kepplinger bertugas di Kaukasus, sekali lagi dia terluka parah sehingga dipulangkan ke rumah untuk menjalani pemulihan.

Di akhir perang, pangkat terakhir Kepplinger adalah Sturmbannführer (Mayor), dan menjadi komandan dari SS-Panzer-abteilung 17 yang menjadi bagian dari Resimen Westland di divisi SS Götz von Berlichingen. Tanggal 6 Agustus 1944, dalam pertempuran sengit di front Normandia, Kepplinger mendapat tugas untuk memimpin sekelompok prajurit yang terpencar dari kesatuannya (kebanyakan mereka adalah prajurit dari satuan Panzer, seperti Kepplinger, yang kehilangan kendaraannya karena peperangan). Mereka menggabungkan diri dan lalu menyerang musuh kembali.

Dalam perjalanan ke front depan, truk yang mereka tumpangi disergap musuh di desa Villiers-Charlemagne dan diberondong tembakan gencar senapan mesin (sumber lain menyebutkan serangan artileri). Kepplinger, yang duduk di depan bersama supir, tewas seketika setelah sebuah peluru menembus kepalanya. Tanggalnya adalah 6 Agustus 1944.


Sumber :
Buku "Knight's Cross and Oak-Leaves Recipients 1939-40" oleh Gordon Williamson
www.en.wikipedia.org
www.forosegundaguerra.com
www.forum.axishistory.com
www.ritterkreuz.us
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar