Selasa, 18 Agustus 2009

Brandenburgers, Pasukan Elit Jerman Ahli Intelijen!

Admiral Wilhelm Canaris, pembenci Hitler yang menjadi komandan Abwehr sekaligus orang di balik pembentukan Brandenburgers


Leutnant der Reserve Adrian Freiherr von Foelkersam, peraih Ritterkreuz (Ritterkreuzträger) dari Divisi Brandenburg paling terkenal, yang akhirnya ditransfer ke satuan SS di bawah Otto Skorzeny


Oberleutnant Siegfried Grabert, Ritterkreuzträger lainnya dari Brandenburgers


Oberleutnant Wilhelm Walther. Codet di pipinya kemungkinan adalah bekas duel mensur pas masa kuliah yang menjadi tradisi para pelajar Jerman (sampai saat ini pun masih berjalan!)


Unternehmen Leopard : ini adalah foto yang diambil di kapal Kriegsmarine setelah operasi militer yang sukses di Leros, pagi tanggal 18 November 1943. Dari kiri ke kanan : prajurit serbu-pantai Brandenburg (perhatikan helm baja standarnya), pelaut Kriegsmarine, prajurit para Brandenburg dari 15th (parachute) Coy, dan Fallschirmjäger dari I/FJR2, yang berada di bawah pimpinan dari Martin Kühne dalam operasi ini (dia sendiri mendapat Ritterkreuz)


Foto yang cukup populer : Dua orang Brandenburgers dalam seragam Assault-Gun, dan medali Fallschirmschützenabzeichen des Heeres. Salah satu dari mereka memakai versi seragam yang sangat langka. Foto ini diambil setelah Divisi Brandenburg kehilangan status pasukan khususnya dan kemudian berganti menjadi Divisi Panzer-Grenadier biasa. Dua orang mantan pasukan parasut ini rupanya memutuskan untuk tetap bertahan di divisi mereka dan tidak mengikuti jejak dari banyak anggota Brandenburgers lainnya yang ditransfer menjadi anak buah Otto Skorzeny di SS-Jagdverbände atau di SS-Fallschirmjäger-Bataillon. Orang di sebelah kiri memakai sabuk Luftwaffe


Ini adalah foto yang diambil di pelabuhan Leros. Dari wajahnya, orang-orang ini tampaknya telah mengalami hari-hari yang berat. Dalam pandangan pertama (memangnya lagu A. Rafik!), pasti kita menyangka bahwa ini adalah pasukan Fallschirmjäger : petunjuknya terletak di sabuk Heer mereka!


Brandenburgers dalam operasi milite di pulau Leros. Disini mereka bahu membahu bertempur bersama pasukan Fallschirmjäger


Jika kita sekarang mengenal apa yang disebut pasukan khusus atau pasukan komando, hal ini tidaklah terlepas dari apa yang dulu dikenal sebagai resimen rahasia Brandenburg Jerman. Pasukan inilah yang dianggap sebagai cikal bakal pasukan khusus zaman sekarang. Satuan Brandenburg merupakan basil gagasan cemerlang Laksamana Walter Wilhelm Canaris (1887-1945), pemimpin dinas rahasia militer Jerman atau Abwehr.

Brandenburgers adalah salah satu pasukan elit Jerman pada waktu Perang Dunia ke 2, akan tetapi mereka tidak mendapatkan publisitas sebesar Fallschrimjäger atau SS.

Brandenburgers dibentuk oleh Theodore Von Hippel seorang Veteran perang dunia ke I di front Afrika di bawah pimpinan Paul von Lettow-Vorbeck seorang pemimpin gerilya yang sangat hebat (kehebatannya mungkin lebih daripada pemimpin gerilyawan lain seperti Tito atau Nguyen Giap, tetapi tidak terlalu terkenal karena front Afrika pada perang dunia I memang kurang diekspos). Ide membentuk pasukan spesial ini disampaikan kepada Wehrmacht tapi ditolak dengan tegas oleh Jendral-jendral yang kebanyakan orang militer yang sangat tradisionalis, akan tetapi Theodore tidak mudah menyerah, dia menyerahkan proposal tersebut kepada Abwehr (Intelejen Jerman) dibawah Admiral Wilhelm Canaris dan dia menyetujui pembentukan divisi khusus ini.

Battalion Ebbinghaus dibentuk Tahun 1939 oleh Hippel yang terdiri dari Tentara jerman yang bisa berbicara bahasa Polandia, saat invasi ke Polandia mereka ditugaskan memasuki daerah Polandia dahulu dan menyebabkan kerusakan dan kekacauan dengan menguasai dan menghancurkan rel kereta api dan jalan utama. Meskipun sukses Batallion ini dibubarkan

Battalion yang baru dibentuk dengan nama Lehr und Bau Kompanie z.b.V 800 (Perlatihan dan konstruksi no 800) untuk mencari/rekrutmen untuk divisi ini Hippel tidak mencari orang-orang yang Ras Arya tapi orang -orang slavic, Polandia dan etnik lainnya karena mereka harus bergerak dibelakang garis musuh dan bergerak di antara musuh mereka. Syarat lain adalah menguasai setidaknya satu bahasa dengan baik, sehingga banyak orang-orang yang direkrut ini dapat berbicara dua hingga tiga bahasa lain. Mempelajari adat-istiadat daerah musuh juga penting supaya tidak dicurigai. Battalion ini diberi nama Battalion Brandenburg sesuai dengan tempat latihan mereka

Battalion ini kembali bersinar pada saat invasi ke negara Belanda, Belgia dan Luxemburg, Salah satu aksi yang terkenal adalah menguasai jembatan Meuse di Gennep Belanda, dengan menyamar sebagai polisi Belanda mereka dapat menguasai Pos dan jembatan itu akan tetapi mereka pun terdesak oleh tembakan tentara belanda. Leutnant Wilhelm Walther pun dengan baju polisi berdiri dan berjalan menyeberang jembatan, karena abaju polisi itu tentara belanda pun ragu-ragu untuk menembak dan dapat dikalahkan anggota tim yang lain Jembatan pun dapat dikuasai.

Anggota Brandenburger mempunyai keahlian yang banyak dan bervariasi, selain bahasa asing juga parasut, demolisi, taktik perang unit kecil, sabotase pilot, komunikasi, pemalsuan uang, ada beberapa juga yang terdiri dari pemain ski handal, mereka dilatih khusus untuk berperang di utara Rusia yang sangat dingin.

Yang unik dari Brandenburger adalah jika mereka menyamar jadi tentara musuh mereka selalu memakai baju seragam jerman di dalamnya jadi jika akan mulai berperang, mereka ganti baju dulu mereka tidak akan mulai menembaki lawannya jika baju seragam mereka belum terlihat..jadi mereka menyatakan diri sebagai tentara bukan mata-mata (peraturan perang menegaskan jika tentara tertangkap maka harus di hormati sebagai tawanan perang, tapi jika mata-mata ditangkap dia bisa langsung dihukum mati), meskipun itu mereka selalu membawa pill sianida untuk bunuh diri.

Tetapi mereka paling bersinar di Ostfront. Mereka dapat menghancurkan jalur komunikasi musuh dan menguasai jalur supply. Agustus 1942 sebuah unit Brandenburger yang terdiri dari 62 orang dari Baltik dan Jerman Selatan dipimpin oleh Adrian von Foelkersam menyamar sebagai tentara NKVD rusia menguasai ladang perminyakan Maikop, dalam perjalanan ke sana mereka bertemu tentara rusia yang ingin melakukan desersi. Freikop pun menangkap mereka dan membawa mereka ke Maikop melalui daerah soviet dengan mudah..memasuki daerah Maikop Foelkersam dengan seragam mayor NKVD membawa pasukan desersi ke Komandan Soviet, komandan soviet pun memberi selamat dan memberi "tur" kota dan tata letak dan posisi pertahanan soviet (tentunya disimak dengan seksama oleh Foelkersam). Setelah tentara jerman mendekat, pasukan penyamar pimpinan Foelkersam dengan menggunakan granat lalu merusak sistem komunikasi Maikop, dan memberitahukan Komandan Soviet bahwa "kita diserang artileri dan ada perintah untuk mundur!" Karena tidak ada sarana komunikasi untuk memastikan sedangkan satu satunya sumber informasi yang ada hanya datang dari Foelkersam, maka oleh karena itu pasukan Soviet pun mundur, Maikop pun dikuasai Jerman tanpa perlawanan sedikitpun dari tentara soviet.

Divisi Brandenburg juga aktif di Yugoslavia untuk tugas anti partisan dan penyerangan ke Kos dan Leros di perbatsan Turki untuk melawan Tentara Inggris dan Italia di sana bersama Fallschirmjäger.

Selama ini Brandenburger ada di bawah komando Abwehr dan tidak disukai Himmler dan SS-nya, sehingga setelah Canaris di hukum mati karena tertuduh terlibat Valkyrie bersama Stauffenberg cs maka Brandenburger di pindah ke SS dan dijadikan motorized infantri biasa lalu dikirim Ost Front, akan tetapi banyak juga yang minta ditransfer ke special forces nya SS Jagverbande. Divisi ini akhirnya terkalahkan setelah bertarung melawan soviet di Pillau, Rusia, banyak juga yang menyerah kepada inggris di Schleswig-Holstein tapi banyak juga yang saking lihainya menyamar menghilang begitu saja!

Setelah perang dunia ke 2 banyak orang-orang ex Brandenburger pindah ke legiun asing perancis atau jadi penasihat militer negara-negara berkembang termasuk Indonesia!


Sumber :
www.kaskus.us
www.wehrmacht-awards.com
www.nexusboard.net
www.blog.periskop.info

Rabu, 12 Agustus 2009

SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich (1904-1942), Dedengkotnya Badan Intelijen Nazi!

SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Reinhard Heydrich, sebagai kepala polisi Bavaria dan SD (Sicherheitsdienst), di Münich tahun 1934


SS-Brigadeführer Reinhard Heydrich tahun 1940


Reinhard Tristan Eugen Heydrich (7 Maret 1904 – 4 Juni 1942) adalah seorang SS-Obergruppenführer (terjemahan: "Pemimpin Kelompok Senior-SS"), kepala Kantor Utama Keamanan Reich (termasuk lembaga Gestapo, SD dan polisi Nazi Kripo) dan gubernur Reich di wilayah Bohemia dan Moravia. Ia dianggap sangat cocok sebagai contoh salah seorang sosok ras arya tulen yang pernah dimiliki oleh Nazi. Disebut-sebut bahwa ia tampan bagai dewa Nordic. Brilian dalam semua hal yang dia dikuasai: intelijen, taktik militer, berkuda yang handal, jago main biola, atlet anggar kelas satu, pilot, pelaut, juga sekaligus pembunuh, penyiksa, dan maniak seks. Ia yang memutuskan deportasi dan pembunuhan massal orang yahudi, memanfaatkan kekuasaannya yang besar dengan kekejaman sempurna. Dia adalah tangan kanan Himmler yang menggerakkan rezim Nazi secara rahasia di dinas Intelijen, Gestapo selama tahun 1939-1942 dan bisa jadi sampai berakhirnya PD II seandainya dia tidak terbunuh terlebih dahulu oleh pemberontak Cekoslowakia di tahun 1942. Dalam kesehariannya sangat dekat dengan Wilhelm Canaris (Kepala dinas intelijen Jerman, Abwehr) bukan sebagai teman dekat melainkan formalitas belaka karena pada hakekatnya antara Gestapo dan Abwehr saling bersaing untuk menguasai seluruh kekuasaan di tubuh intelijen Jerman.


Sumber :
www.id.wikipedia.org
www.en.wikipedia.org

Selasa, 11 Agustus 2009

Ritterkreuz (Knight's Cross), Medali Keberanian Paling Terkenal Di Dunia!

Orang kedua dalam hierarki partai Nazi dan pemerintahannya : Reichsmarschall Hermann Göring, panglima Luftwaffe, peraih Großkreuz. Perhatikan ukuran medalinya yang lebih besar dibandingkan dengan medali Ritterkreuz biasa!





Manusia luar biasa, pahlawan tanpa kenal rasa takut yang prestasinya begitu MENGERIKAN (baca saja biografinya DISINI) : Oberst Hans-Ulrich Rudel, yang diganjar oleh Hitler dengan Goldenem Eichenlaub, dan tak ada orang lain selain dia yang meraihnya!





Oberst (pangkat terakhirnya Generalleutnant) Adolf Galland, jago terbang paling terkenal dari Luftwaffe yang nongkrong di foto ini dengan medali Brillanten di lehernya





Oberst Walter Oesau, si belah-dagu dari Luftwaffe peraih Schwertern





Korvettenkapitän Klaus Feldt, salah satu peraih Eichenlaub dari unit E-boat (bukan U-boat!)





Wajah-wajah yang berbahagia tapi dengan rambut amburadul yang entah dari mana copy-pastenya! Yang di tengah itu Unteroffizier Walter Pape, yang baru saja menerima Ritterkreuz (7 Maret 1941)





Oleh : Alif Rafik Khan



Ritterkreuz (atau Knight's Cross dalam bahasa Inggris, Salib Ksatria dalam bahasa Indonesia) adalah tingkatan dari Eiserne Kreuz (Iron Cross), yang selama beratus-ratus tahun menjadi medali utama untuk perlambang keberanian para ksatria-ksatria Jerman. Ritterkreuz sendiri diperkenalkan pada zaman Hitler dan digadang-gadang sebagai penghargaan tertinggi di Jerman yang diberikan kepada prajurit-prajurit yang memperlihatkan keberanian EKSTRIM di medan perang atau juga kepada para jenderal/perwira yang berjasa dalam merancang suatu operasi militer yang sukses. Secara keseluruhan, kelasnya hanya kalah dari Großkreuz (Grand Cross), yang hanya dianugerahkan pada satu orang saja, si gendut Hermann Göring panglima Luftwaffe.



Untuk dapat masuk kualifikasi Ritterkreuz, seorang tentara terlebih dahulu harus sudah mendapat penghargaan Eiserne Kreuz 1939 kelas pertama, meskipun kadang kala dalam beberapa kejadian yang langka, Eiserne Kreuz kelas pertama seringkali diberikan bersamaan dengan Ritterkreuz, biasanya ketika prestasi si prajurit benar-benar luar biasa atau terus berkelanjutan. Seorang komandan pasukan dapat juga dianugerahi medali ini dikarenakan prestasi unitnya secara keseluruhan. Sedangkan untuk komandan u-boat, patokannya biasanya apabila dia mampu menenggelamkan 100.000 tonase kapal musuh. Untuk pilot Luftwaffe beda lagi, dimana dia akan mendapat Ritterkreuz setelah mengumpulkan 20 'poin' (satu poin diberikan untuk satu kemenangan udara atas pesawat bermesin satu, dua poin atas satu pesawat bermesin ganda, sedangkan tiga poin untuk pesawat bermesin empat, biasanya bomber. Semua poin dilipat dua untuk kemenangan yang didapat pada malam hari!). Semua patokan untuk meraih Ritterkreuz ini secara bertahap bertambah semakin tinggi seiring dengan berjalannya peperangan, dimana makin banyak dan banyak lagi ksatria-ksatria Jerman yang mampu memenuhi semua persyaratannya.



Berdasarkan regulasi (Reichsgesetzblatt I S. 1573) tentang Verordnung über die Erneuerung des Eisernen Kreuzes, atau Peraturan Pembaruan Salib Baja tanggal 1 September 1939, Ada 5 tingkatan Ritterkreuz (termasuk Großkreuz) :

  1. Knight's Cross (Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) : Salib Ksatria

  2. Knight's Cross with Oak Leaves (mit Eichenlaub) : Daun Oak
  3. Knight's Cross with Oak Leaves and Swords (mit Eichenlaub und Schwertern) : Pedang
  4. Knight's Cross with Oak Leaves, Swords, and Diamonds (mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten) : Berlian
  5. Knight's Cross with Golden Oak Leaves, Swords, and Diamonds (mit Goldenem Eichenlaub, Schwertern und Brillanten) : Daun Oak Emas
Secara total, terdapat 7.318 orang penerima Ritterkreuz, dan hanya 882 di antaranya yang menerima Eichenlaub (plus 8 orang penerima non-Jerman). Mengerucut lagi menjadi hanya 159 orang penerima lanjutan Schwertern (plus satu penerima kehormatan non-Jerman, Laksamana Isoroku Yamamoto dari Jampang eh Jepang). Hanya 27 orang yang berhasil menapaki jenjang sampai Brillanten, dan mereka inilah para pahlawan perang terbaik yang dipunyai Jerman (3 orang Marsekal, 10 Jenderal, 3 Oberst, 9 pilot jagoan, dan 2 kapten U-boat). Dari semuanya, muncul satu orang terbaik dari yang terbaik yang mendapat anugerah Goldenem Eichenlaub, dialah Oberst Hans-Ulrich Rudel dari Luftwaffe yang prestasinya dalam perang pastilah akan membuat terpana siapapun yang membacanya!



Dari 159 orang penerima resmi Schwertern, 13 orang di antaranya sebenarnya tidak memenuhi kriteria resmi untuk mendapatkan medali tersebut. Selain itu, 24 orang penerima Eichenlaub juga ditengarai kurang mendapatkan pembuktian sebagai prasyarat mendapatkannya. Sebagai contoh, SS-Gruppenführer Hermann Fegelein (adik ipar Eva Braun, istri Hitler) dijatuhi hukuman mati dalam pengadilan militer yang dipimpin oleh SS-Brigadeführer Wilhelm Mohnke dan dieksekusi tidak lama kemudian oleh regu tembak RSD (bukan Rida Sita Dewi!) pimpinan jenderal SS Johann Rattenhuber setelah kepergok melarikan diri ketika Pertempuran Berlin pecah. Menurut hukum Jerman saat itu, seharusnya semua pangkat dan medali Fegelein dilucuti dengan tidak hormat! Kasus lain : Otto Weidinger, Günther-Eberhardt Wisliceny dan Wilhelm Bittrich sama-sama menerima Schwertern dari SS-Oberstgruppenführer Josef 'Sepp' Dietrich, sementara peraturan mensyaratkan bahwa pemberian medali setinggi Schwertern haruslah oleh sang Führer Adolf Hitler langsung.



Dari banyak perwira Jerman yang terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Hitler tanggal 20 Juli 1944, di antaranya terdapat 13 orang penerima Ritterkreuz!



Dari 7.318 orang penerima Ritterkreuz, 711 orang di antaranya melanjutkan karir kemiliterannya di Bundeswehr setelah perang berakhir, dengan 114 orang kemudian berhasil meraih pangkat jenderal.



Distribusi Ritterkreuz berdasarkan unit :

Heer

Luftwaffe

Kriegsmarine

Waffen-SS

4,785

1,785

318

457

Minggu, 09 Agustus 2009

SS-Standartenführer Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz (1886-1963), Perwira Waffen-SS Mualaf!

Surat Tugas SS (Tagesbefehl) Wilhelm Hintersatz



Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz dalam balutan seragam Ottoman Turki, lengkap dengan penutup kepala (fez) nya yang khas


Wilhelm Hintersatz dilahirkan tanggal 26 Mei 1886 dari keluarga yang beragama Katolik. Dia bertugas di Kaiserliche dan Königliche Armee selama berlangsungnya Perang Dunia Pertama, dan atas jasa-jasanya dalam pertempuran, Hintersatz dianugerahi Eiserne Kreuz kelas ke-1 dan ke-2, plus Wound's Badge in Silver. Dia kemudian mendapat penugasan ke Turki dan menjadi ajudan Jerman dari jenderal Turki Enver Pasha. Rupanya disinilah timbul minatnya untuk mempelajari agama Islam, dan tak lama kemudian Hintersatz sudah beralih agama dari Katolik ke Muslim, dan merubah namanya menjadi Harun El-Raschid Bey.
Setelah Perang berakhir, Hintersatz balik kembali ke kesatuannya di Austria, meniti karir sampai meraih pangkat Kolonel (Oberst). Ketika Jerman dibawah Hitler menganeksasi Austria tanggal 16 Maret 1938, Hintersatz adalah salah satu pendukungnya yang paling ekstrim. Oleh karena itulah, Himmler memasukkannya menjadi anggota SS (Schutzstaffel) tanggal 1 Oktober 1944 dengan nomor keanggotaan 496147 dan pangkat Standartenführer (setara dengan pangkat Kolonel dalam jenjang tentara biasa).
Hintersatz menjadi komandan Osttürkischer Waffen-Verband der SS dari tanggal 20 Oktober 1944 sampai dengan bulan Februari tahun 1945 menggantikan Andreas Meyer-Marder. Unit ini dibentuk dari tiga batalion Wehrmacht nomor 450, 480, dan Batalion ke-1 Infanterieregiment 94, dengan komandan pertamanya adalah mantan Mayor Angkatan Darat (Heer), Andreas Meyer-Marder. Unit ini kemudian dimasukkan sebagai bagian dari Waffen-SS pada awal tahun 1944. Bagian dari unit ini adalah Waffengruppe Aserbeidschan, Waffen-Gebirgs-Brigade der SS (Tatarische Nr.1) di bawah pimpinan Willy Fortenbacher, pemegang penghargaan The Cross of Honour 1914-1918. Osttürkischer Waffen-Verband der SS sendiri menjadi bagian dari Waffengruppe Krim.
Unit Hintersatz bertempur di wilayah pegunungan Ural dan Asia Tengah melawan Komunis Rusia dari tahun 1944-1945, dan mendapatkan simpati yang luar biasa dari masyarakat lokal yang kebanyakan beragama Islam, karena kesamaan pandangan dalam hal anti-komunis dan juga unit ini mengakomodir umat Muslim untuk bergabung, apalagi komandannya juga seorang mualaf!

Ada yang berkata bahwa Hintersatz diberhentikan dari tugasnya tak lama setelah peristiwa desersi dari I./W-Grp. d. SS "Turkestan“, dan digantikan oleh
Hauptsturmführer Franz-Josef Fürst (beberapa sumber menyebutkan namanya sebagai Georg Fürst). Yang jelas, Hintersatz tetap setia bersama unitnya tersebut sampai berakhirnya perang, tetap berjuang walaupun tahu bahwa pihaknya berada di pihak yang kalah. Dalam hampir semua sumber disebutkan bahwa Fürst (nanti pangkatnya naik menjadi Sturmbannführer) menggantikan Hintersatz di bulan Februari 1945 sampai dengan berakhirnya perang. Hal ini tidak sepenuhnya benar meskipun tidak pula sepenuhnya salah (bingung?). Intinya, Fürst memang menjadi komandan dari SEBAGIAN unit Osttürkischer Waffen-Verband der SS yang bermarkas di Slovakia. Sturmbannführer Fürst sendiri dilaporkan MIA (missing in action) pada akhir bulan April 1945 di wilayah Karlsbad.
Seperti yang dijelaskan oleh Profesor Kurt Tauber dalam dua volume bukunya 'Beyond Eagle And Swastika' (diterbitkan tahun 1967) yang membahas mengenai fenomena nasionalisme anti-demokrasi Jerman pasca Perang Dunia II, Wilhelm Harun El-Raschid Bey Hintersatz kemudian menulis buku yang berisi pengalam pribadinya selama Perang Dunia Pertama dan Kedua : Orient Und Occident, Ein Mosaik Aus Buntem Erleben (Dari Orient dan Occident, Mosaik Pengalaman Berwarna-Warni) yang dipubikasikan tahun 1954.
Hintersatz menghembuskan nafas terakhirnya tanggal 29 Maret 1963.

Karir kemiliteran Hintersatz :
- Major Wehrmacht (1939-1944)
- Bergabung dengan Waffen-SS (496147)
- SS-Sturmbannführer (3 Agustus 1944)
- SS-Obersturmbannführer (1 September 1944)
- SS-Standartenführer (1 Oktober 1944)
- Komandan Osttürkischer Waffen Verband der SS (20 Oktober 1944 - Mei 1945).

Penghargaan yang telah diraih oleh Hintersatz:
- Preussische Rettungsmedaille,
- EK-II (septembre 1914),
- EK-I (1915),
- Komturkreuz der Orden von d. Weissen Rose Finnlands,
- Österreichische MVK 3. kl mit KD,
- Lippisches-Detmold KVK,
- Hamburgisches Hanseatenkreuz,
- Herzoglich Sächsen Ernestinischer Hausorden Ritterkreuz 2. kl mit Schwertern (7 avril 1917),
- Georgien Orden d. Heiligen Tamara,
- Türkischer Eiserner Halbmond,
- Türkischer Silberne Liakat Medaille mit Schwertern Spange,
- Türkische Medjidie Orden 2. kl mit Schwertern,
- Türkische Silberne Roten Sichelförmige Medaille,
- Verwundeten Abzeichen in Silber.
- Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern,
- Wehrmacht Dienstauszeichnung 18 jahr.

Daftar buku karya Hintersatz :
– Marschall Liman von Sanders Pascha und sein Werk. R. Eisenschmidt. Berlin. 1932.
– Schwarz oder Weiß? Joh. Kasper & Co. Berlin. 1940. 289 S.
– Achtung! Erdstrahlen sind Gefahr für Mensch, Tier und Pflanzenhaltung! Die Wünschelrute warnt! Eisenschmidt. Wiesbaden. Berlin. 1952. 32 S.
– Aus Orient und Occident – Ein Mosaik aus buntem Erleben. Deutscher Heimat-Verlag. Bielefeld. 1954. 267 S.


----------------------------------------------------------------------------


SS-Standartenführer Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz (26 Mei 1886 - 29 Maret 1963) dalam acara doa dan shalat bersama dengan Osttürkischer Waffen-Verband der SS yang dipimpinnya. Cuplikan klip asli berwarna ini diambil dari film dokumenter "SS-Standartenführer Wilhelm Harun El-Raschid Hintersatz - Spiegel TV" keluaran tahun 2011, dan "penampakan" adegan di atas bisa kita lihat di menit 45:42. BTW, perwira yang berdiri di belakang Hintersatz kemungkinan besar adalah SS-Untersturmführer Gerd Schulte, ajudan Osttürkischer Waffen-Verband der SS




Sumber : www.forum.axishistory.com
DOWNLOAD VIDEO (FLV & MP4)

Jumat, 07 Agustus 2009

Foto-Foto Lucu Third Reich bagian 15

Nggak inget pangkat, nggak inget umur... Tetep aja JAIL!!


Dimana-mana yang namanya anak-anak pasti pikirannya selalu sederhana dan apa adanya, termasuk para bocah belia anggota Hitlerjugend yang tertangkap Sekutu di Bergstadt, April 1945 ini. Mereka begitu cerianya hanya karena mendapat jatah pembagian makanan!


Foto para prajurit yang kehilangan masa kecilnya ini diambil dari album foto Divisi Infantri ke-290 dalam invasi Jerman ke Barat (Westfeldzug) tahun 1940


Biar dingin asal nyengeh!


Kalau di front Afrika pada telanjang gini sih bukan hal yang aneh. Lah ini di musim dingin Rusia yang kejam masih pada berani ngebuka baju hanya buat membelah kayu bakar? Gemblung!


Prajurit Gebirgsjäger dari SS ini baru saja menerima medali Eiserne Kreuz kelas pertama, dan dia begitu gembiranya! Perhatikan pisau khas Finlandia "puukko" yang disandangnya, dan juga camo penutup helm (sedangkan helmnya nggak ada) yang dikenakannya!


Oberleutnant Johannes Meinicke, Staffelkapitän dari 1/Sch.G 1, menganugerahkan medali Frontflugspange kepada Leutnant Harang, sementara seorang perwira bersiap-siap untuk memberikan sedikit tambahan kenang-kenangan : seikat bunga liar yang entah diambil dari mana!


Bingung nih, maju terus apa balik lagi ke Bojong Jengkol?


Fallschirmjäger Maen-maen di barak


Kayaknya awak kapal Graf Spee yang di internir di Buenos Aires ini belum nemu ayam setahun!

Karl-Heinz Rosch, Prajurit Jerman Yang Paling Dicintai Di Belanda!

Prajurit Luftwaffe Karl-Heinz Rosch (3 Oktober 1926 - 6 Oktober 1944)


Makam Karl-Heinz Rosch bersama dengan makam para prajurit Jerman lainnya yang terbunuh di Belanda


Herman van Rouwendaal dan sang pematung Riet van der Louw bersama dengan patung mereka


Riet van der Louw membuka selubung yang membungkus patung perunggu Karl-Heinz Rosch, dengan dihadiri oleh kedua anak petani yang nyawanya diselamatkan oleh sang prajurit, Jan dan Joke Kilsdonk (kiri). Ini adala acara peresmian patung tersebut yang diadakan di kota Goirle yang terletak di selatan Belanda, tanggal 4 November 2008


Patung perunggu Karl-Heinz Rosch


Oleh : Alif Rafik Khan

Di sebuah kota kecil Belanda bernama Goirle, seorang pematung lokal bersama dengan mantan anggota komite kota tersebut telah mengadakan suatu acara lelang untuk menggalang dana demi sebuah patung ‘pahlawan’ yang sangat tidak biasa : tentara Wehrmacht Jerman, yang berpangkalan di Goirle selama berlangsungnya Perang Dunia II!

Saat itu tanggal 6 Oktober 1944, hanya tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-18, Karl-Heinz Rosch dan peletonnya mengambil posisi perlindungan di sebuah pertanian, ketika tak lama kemudian berjatuhan peluru meriam yang ditembakkan oleh mesin-mesin artileri Inggris. Para prajurit tersebut segera belingsatan mencari tempat sembunyi di ruangan bawah tanah.

Tapi ternyata suatu hal membuat prajurit Rosch mengurungkan niatnya. Ia melihat bahwa dua orang anak sang petani yang masih kecil masih tertinggal di halaman, masih asyik bermain dan belum menyadari adanya bahaya. Tanpa piker panjang, Rosch segera keluar dari amannya tempat perlindungannya, dan langsung berlari ke halaman. Direngkuhnya kedua anak tersebut di kedua tangannya, dan membawa mereka ke tempat berlindung di ruangan bawah tanah

Ketika dia berlari kembali untuk menempati pos penjagaannya di bagian halaman yang lain, tak dinyana sebuah granat yang dilemparkan pasukan musuh mendarat tak jauh di dekatnya, meledak dan membunuhnya secara instant!

Tempat dimana Rosch terbunuh adalah tempat yang sama dimana dia merengkuh kedua bocah petani ke dalam tangannya…

Pematung lokal bernama Riet van der Louw telah membuat sebuah patung tanah liat yang memperlihatkan Rosch sedang menyelamatkan kedua anak petani, dan mantan anggota komite kota Herman van Rouwendaal telah meminta kota untuk membayar sebesar 9500 Euro sebagai biaya pembuatan patung yang sama, tapi kini terbuat dari perunggu. Karena kota menolak untuk membayar sejumlah biaya tersebut, kini mereka memutuskan untuk mengadakan acara lelang sekaligus penggalangan dana demi membiayai patung dari seseorang yang, tak terbantahkan, adalah pahlawan perang Belanda yang paling tidak biasa!

Kesimpulannya, peristiwa-peristiwa kemanusiaan yang terjadi dalam sebuah konflik selalu berhak untuk mendapatkan pengakuan, dan ketika hal ini berasal dari manusia-manusia dari negara yang terjajah, maka maknanya akan terasa lebih mendalam lagi…


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Kamis, 06 Agustus 2009

Oberst Claus Graf Von Stauffenberg (1907-1944), Tokoh Penentang Hitler Paling Terkenal!

Oberst Claus Graf von Stauffenberg bersama rekan konspiratornya, Oberst Albrecht Ritter Mertz von Quirnheim


Claus von Stauffenberg di hari pernikahannya bersama Nina


Perbandingan wajah antara Oberst Stauffenberg dengan orang yang memerankannya dalam film 'Valkyrie', Tom Cruise. Kalau menurut saya sih gantengan yang aslinya (Stauffenberg)!


Beberapa waktu sebelum percobaan pembunuhan terhadap Hitler, kedua musuh besar ini, Stauffenberg (kiri) dan Hitler, bertemu di tempat yang nantinya juga menjadi tempat eksekusi : Wolffschanze. Dalam foto ini tampak Hitler sedang berjabatan tangan dengan Generaloberst Friedrich Fromm, sementara bersama Stauffenberg adalah ajudan Hitler dari Kriegsmarine, Konteradmiral Karl-Jesko von Puttkamer


Oberst Claus Graf von Stauffenberg sewaktu masih mulus belum terkena serangan fatal pesawat Sekutu di Afrika yang membuatnya cacat seumur hidup


“Target pemimpin menuju musnah tuntas, kejahatan Hitler dan Waffen SS telah menjadi noda bagi sejarah kemuliaan pasukan Jerman: Membantai rakyat sipil, menghajar tawanan perang yang kelaparan dan mengirim rakyat tidak berdosa ke kamp konsentrasi, tugas tentara tidak lagi hanya membela negara dan rakyatnya…. Kesadaran sebagai seorang tentara: Setia kepada Hitler bagaikan berkhianat terhadap negara; Hitler bukan saja menganggap seluruh orang di dunia sebagai musuh, bahkan adalah musuh bebuyutan orang Jerman, kita tidak boleh hanya berpangku tangan saja…………… ” “Catatan harian kolonel Stauffenberg di medan perang”.

Claus Philipp Maria Schenk Graf von Stauffenberg (15 November 1907 - 21 Juli 1944) terlahir di keluarga bangsawan ternama, dan ketika berumur 35 tahun sudah meraih pangkat kolonel. Ia adalah bintang masa depan di dalam pasukan. Ia pernah menjadi pengikut fanatik Nazi, ia pernah sangat mempercayai bahwa partai Nazi adalah harapan Jerman, namun sesudah Hitler menggerakkan perang dunia ke dua, kepercayaannya mulai goyah.

Kolonel Stauffenberg sebagai tentara professional ketika di hadapan putera-puterinya ia berpikir: “Yang ditinggalkan oleh negara ini kepada anak-anak ternyata adalah perang dan kekerasan, para anak cepat atau lambat akan berubah menjadi mesin pembunuh Hitler, apakah ini betul-betul baik?”

Maka ia mulai dengan kawan-kawan yang mempunyai misi sama menamakan operasi rahasia itu: “Valkyrie; si Dewi perang”, ia tahu andaikata sukses, para korban perang dunia kedua bakal berkurang separuh; juga akan ditulis di dalam sejarah umat manusia!

Claus Graf von Stauffenberg terlahir di keluarga bangsawan yang paling terpandang dan terkuno di bagian selatan Jerman, ayahnya pernah menjabat sebagai panglima tertinggi kerajaan Königreich Württemberg, ibunya adalah seorang cucu perempuan seorang jendral Prusia.

Sewaktu masa kanak-kanak, Stauffenberg sudah membangun tekad yang teramat kuat, tatkala masih balita fisiknya lemah dan sakit-sakitan, sering didera sakit kepala dan radang tenggorokan, tetapi ia sama sekali tidak mengizinkan dirinya roboh, bahkan dengan tekad kuat kesehatannya pulih, selain telah menempa diri sebagai seorang atlet, dan tak pernah berhenti membantu panen para petani lokal yang merasa bangga karenanya.

Bagi Stauffenberg, ia beranggapan bangsawan selain adalah sebuah posisi status masyarakat yang tinggi dan mulia, juga jabatan anugerah langit, harus selalu beramal melayani rakyat. Ia pernah mengatakan kepada keluarganya: “Sesuai kenyataannya, sikap kaum bangsawan juga tugas utama kita adalah melayani negara, tak peduli kita berada pada jabatan apapun tetap sama.”

Konsep pelayanan kaum bangsawan dan tekad membaja, telah mempengaruhi dengan mendalam perbuatannya pada masa depan; semasa menjalani perawatan luka di medan perang Afrika Utara ia menolak menggunakan obat penangkal sakit, ia sepenuhnya mengandalkan tekad kuatnya untuk tetap hidup.

Stauffenberg mengalami pengaruh dari Stefan George, penyair patriot, pada 1926 ia menjadi seorang serdadu biasa pada brigade kavaleri ke-17 di Bamberg, dan prestasinya menonjol, pada 1930 ia diangkat menjadi perwira.

Pada masa kewajiban dinas Stauffenberg ini, komandannnya menilainya: “Memiliki karakter mandiri dan keterandalan. Bersamaan itu memiliki pemahaman sendiri, prestasinya tak peduli di strategi perang atau teknik, di atas rata-rata; hubungan inter personalnya tak tercela. Ia memiliki gairah tinggi terhadap urusan masyarakat, sejarah dan keagamaan,………andaikan ia dapat konsisten seperti ini, penampilan masa depannya pasti tak terbatas.”

Pada tahun yang sama, dengan julukan sebagai reformis, Hitler menjabat PM Jerman, dan melaukan serangkaian reformasi, ekonomi Jerman dalam waktu singkat melambung naik, Stauffenberg juga mengikuti kegiatan perayaan di jalanan bersama dengan partai Nazi. Waktu itu ia beranggapan: “Begitu Nazi menguasai pemerintahan, perselisihan antar partai bisa berakhir, dan dapat menetapkan policy maju ke depan dengan teguh.”

Selain itu ia menyatakan respek terhadap Hitler, ia beranggapan: “Hitler piawai dalam penggunaan kata untuk menyatakan konsepsi mendasar dan serius, sehingga dapat menuntun kebangkitan kehidupan spiritual.”

Juni 1934, Hitler demi memperkokoh kekuasaannya ia memberlakukan hukum perang, dan memerintah Waffen SS memberantas pimpinan anggota SA (Ernst Röhm dan kawan-kawan yang sebelumnya merupakan kawan seperjuangan Hitler) serta menghabisi 400 orang lebih anggota SA (Sturm Abteilung), di sejarah dinamakan “Nacht der langen Messer/Malam pisau panjang”.

Kejadian ini membuat Stauffenberg mengubah pandangannya terhadap Hitler, ia mulai mengritik Hitler yang dingin, kejam dan tak berbelas kasih, begitu kamrad lama telah kehilangan manfaatnya maka dihabisi dengan kejamnya. Tetapi ia waktu itu sependapat dengan prinsip pihak militer Jerman yang menyetujui Malam Pisau Panjang, dengan harapan Nazi dapat berjalan ke arah yang lebih baik.

Pada 1937, Stauffenberg diangkat menjadi kapten, dan dengan prestasi bagus memasuki Deutsch Hauptsitz der General Staff Kolleg (perguruan tinggi untuk pendidikan lanjutan militer), dan ia menjadi bintang kelas, selain tesisnya memperoleh penghargaan nomer satu, setelah lulus, setiap unit general staff Jerman bahkan berebut saling mendahului dalam permohonan memindahkan Stauffenberg menjabat di unit mereka. Akhirnya ia memilih pergi ke divisi-1 menjabat sebagai perwira staff offisier logistik divisi gerak cepat, membantu divisi tersebut dalam menuntaskan tugas setelah menduduki Ceko.

November 1938, sesudah divisi-1 gerak cepat kembali ke tanah air tak lama kemudian terjadi peristiwa Malam Kristal/Kristalnacht yang terkenal kebrutalannya, pemicunya ialah seorang pemuda etnik Yahudi yang mengungsi ke Paris, karena memohon pertolongan dari sekretaris kedutaan Jerman di Paris, untuk bantuan keluarganya yang diusir ke Polandia tanpa hasil dan saking marahnya ia menembak staff tersebut. Akhirnya Paul Joseph Goebbels, menteri propaganda Nazi mengorganisir anggota partai Nazi dan SS menyerang orang Yahudi di seluruh wilayah Jerman, menyebabkan 30.000 lelaki Yahudi ditangkap dan dijebloskan ke dalam kam konsentrasi, 1.574 buah sinagoge dan 7.000 buah toko milik Yahudi serta 29 buah supermarket dan lain-lain mengalami pembakaran atau pengerusakan.

Stauffenberg merasa muak dengan peristiwa tersebut dan berualang kali menyatakan di depan koleganya: “Peristiwa ini merugikan kemuliaan Jerman di mata orang dunia.”

Pemerintah dan kepala negara, kepada mereka ia bersumpah setia, telah berubah ekstrem buruk di hadapannya.

Sesudah itu, Stauffenberg mengikuti pasukan melancarkan agresi terhadap Polandia dan Perancis, kemudian pada 1943 ia dipindahkan ke panzer brigade dan bertanggung jawab atas perlindungan terhadap jenderal Rommel yang sedang mundur dari Afrika Utara.

Sementara itu, ia tak henti-hentinya menyaksikan Hitler beserta partai Nazi-nya melakukan berbagai tindak kekerasan, ia di arena pertempuran Afrika Utara mencatat di dalam buku hariannya: “Kesadaran sebagai seorang tentara: Setia kepada Hitler bagaikan mengkhianati negara; Hitler selain memusuhi seluruh dunia, lebih-lebih lagi ialah musuh utama Jerman, kita tidak boleh tidak melakukan apapun.”

Kolonel Stauffenberg pada 7 April 1943 mengalami luka parah, ia kehilangan sebuah mata dan lengan, ia yang semestinya bisa mengundurkan diri secara mulia, namun ia menyadari, demi menyelamatkan Jerman, ia harus berupaya dengan segala cara menghentikan Hitler. Kemudian ia ditempatkan sebagai Chiefs of Staff pada pasukan cadangan Jerman, sejak saat itu ia mempunyai peluang mendekati Hitler, operasi yang dinamakan Valkyrie (Dewi perang) dengan demikian telah mulai dibuka tirai pentasnya.

Rencana “Valkyrie” pada awalnya adalah salah satu rencana tempur dari pasukan cadangan, secara garis besar adalah: bagaimana pasukan cadangan melakukan penindasan sewaktu terjadi pergolakan di dalam negeri, melanjutkan pengurusan pengamanan dalam kota, sebenarnya adalah untuk memperkokoh posisi Hitler; namun kolonel Stauffenberg hendak mengubahnya menjadi pembunuhan terhadap Hitler dan bagaimana sesudahnya melancarkan program operasi. Mereka berencana mendirikan pemerintahan sementara dan mencapai persetujuan dengan pasukan sekutu untuk mengakhiri perang ini.

”Valkyrie” adalah dewi perang di dalam dongeng Eropa utara, di dalam dongeng itu, tugasnya ialah memilih serdadu gagah berani yang gugur di medan perang, kemudian menjemput arwahnya sampai ke altar Valhalla untuk dijadikan serdadu para dewata. Sebelum aksi dilakukan, kolonel Stauffenberg pernah mengatakan: “Saya memahami, begitu seseorang melancarkan aksi seperti ini, ia akan dipandang sebagai pengkhianat di dalam sejarah Jerman, namun seseorang juga tidak semestinya menjadi pengkhianat nurani diri sendiri. Apabila saya tidak mengambil gerakan ini untuk menghentikan pembantaian tak bermakna ini, saya akan tak sanggup berhadapan dengan para anak yatim piatu dan janda yang diakibatkan oleh perang ini.” Ia menggunakan “Valkyrie” sebagai sebutan umum untuk aksi ini, sepertinya juga telah memaknainya demi masa depan Jerman dan ia sudah memandang kematian bagaikan pulang ke rumah!

Pada 20 Juli 1944 kolonel Stauffenberg tiba di “sarang serigala”, ia pada saat itu sudah bersepakat dengan ketua bagian informasi bagian komando jenderal tertinggi, informasi mengenai ledakan dengan segera disampaikan ke kelompok perlawanan di Berlin, agar mereka segera bergerak.

Akan tetapi waktu itu bertepatan dengan musim kemarau, suhu di “Sarang serigala” sangat tinggi, Hitler memindahkan lokasi rapat ke dalam ruang rapat di lantai-1, meski Stauffenberg membawa 2 buah bom, namun karena tegang dan persiapan waktu yang tidak cukup, ia hanya sempat men-setting salah satunya saja.

Ia pada siang hari itu jam 12:37 menaruh tas kantor yang berisi bom di kaki meja sebelah dalam kayu-karet sebelah kanan tempat duduk Hitler, kemudian dengan dalih menerima telepon meninggalkan ruang rapat.

Akan tetapi, pada saat itu seorang asisten Hitler yang kakinya tersandung oleh tas kantor Stauffenberg, dipungutlah tas tersebut dan diletakkan di sisi luar dari meja meeting, dengan demikian, jarak bom dengan Hitler telah tersekat oleh meja tebal tersebut. Barangkali tindakan yang nampaknya sepele tersebut telah menyelamatkan nyawa Hitler dan telah mengubah sejarah selanjutnya.

Jam 12:42 bom meledak, Stauffenberg mengira di ruangan tersebut tak ada yang luput dari kematian. Maka ia terbang sesuai dengan rencana ke Berlin menjumpai para kolega yang menanti di pusat komando perang. Namun pada kenyataannya waktu itu Hitler hanya terluka ringan saja, tidak sampai tewas, ditambah lagi tatkala itu informasi yang simpang siur membuat jenderal Olbricht dari pusat komando perlawanan lantaran tak berhasil memperoleh berita apakah Stauffenberg berhasil ataukah tidak dan ragu-ragu untuk bertindak, sampai Stauffenberg tiba di Berlin baru memulainya.…….Akan tetapi terlambat, ditambah lagi komando pasukan cadangan dicegah bertindak oleh bagian propaganda, maka aksi “Valkyrie” pada akhirnya dinyatakan gagal total.

Kolonel Stauffenberg dan kawan-kawan pada malam itu ditangkap dan segera dieksekusi di halaman pusat komando perang, kemudian Hitler mengadakan “Komite khusus peristiwa 20 Juli” dan telah menghukum mati 5.000 lebih anggota perlawanan, diantaranya termasuk jenderal Edwin Rommel yang dicintai oleh rakyat luas.

Tidak sampai setahun sesudah “peristiwa 720”, Nazi-Jerman berakhir dengan kekalahan. Orang-orang yang mengikuti kudeta itu disebut sebagai “Widerstandskämpfer / resistants / Pejuang perlawanan”, sebagian nama jalanan di desa dan kota Jerman dinamakan sesuai sebagian nama-nama anggota tersebut.

Setiap 20 Juli Jerman mengadakan acara peringatan yang meriah untuk mengenang para peserta aksi “Valkyrie” yang gugur.

20 Juli 2007 Franz Josef Jung, menteri pertahanan Jerman di dalam upacara rapat akbar peringatan menyatakan: “Orang-orang yang kala itu mengikuti perjuangan melawan Hitler adalah keluar dari keyakinan yang teguh, menganggap martabat kemanusiaan dan hak tidak bisa diinjak-injak, untuk membela keyakinan, mereka bahkan rela membayar dengan nyawa.”Ia mengingatkan, Jerman dan Eropa belajar dari sejarah masa lalu, sebagai anggota komunitas dunia, tidak bisa hanya membela diri sendiri, juga harus bergiat demi kebebasan, hak dan HAM daerah lain yang seharusnya ada. Untuk ini Jerman tak dapat menundanya lagi.”

Helmut Kohl, mantan Kanselir Jerman Barat (saat itu) sebagai tamu VIP yang mengikuti upacara sumpah setia mengatakan: “Aksi pembunuhan pada 63 tahun lalu yang gagal, meninggalkan seorang panutan yang berjuang demi hati nurani, nama Stauffenberg dan para perwira yang dieksekusi mati menjadi pejuang anti otoriter, dan akan selalu dikenang.”

Sesudah itu hukum militer Jerman telah merenovasi pasal Stauffenberg, dan dengan jelas memberitahu segenap pasukan militer Jerman:

Republik Federasi Jerman - Sasaran Kesetiaan Pasukan Jerman
Pada saat hukum dan kebebasan rakyat mengalami ancaman, seorang tentara diharuskan mau tampil melakukan pembelaan.

Tentara harus berdasarkan konstitusi , kebebasan, demokrasi, welfare state dan sistem federal sebagai penguji sistem perpolitikan apakah seseorang sudah sesuai figur yang dianggap setia, seseorang yang mau setia kepada negara Seseorang yang mampu membawa negara keluar dari krisis optimisme.


Sumber :
www.epochtimes.co.id
www.elk-wue.de
www.badische-zeitung.de
www.romanchristendom.blogspot.com

Selasa, 14 Juli 2009

Foto-Foto Lucu Third Reich Bagian 14

Inilah jadinya kalo tentara kelamaan nggak nemu perang!


Masa kecil terlalu bahagia...


Himmler : Pantesan aja tank kita keok ngelawan tank-tank Rusia, lha bannya aja pada bocor gini!


Fallschirmjäger lagi pada pesta kostum di Bulgaria sebelum bertempur mati-matian di pulau Kreta (1941). Tema kali ini : koboy!


Perasaan Gua lebih ganteng dari dia deh!


Lebih baik ngelawan tentara Soviet sekampung daripada harus ngerasain kayak gini!


Perang yang lain : Sukarelawan asal Spanyol ini lebih takut pada serangga daripada musuh!


Kayaknya perwira Heer kedua dari kiri (di belakang noh!) kidal deh... Liat aja hormatnya pake tangan kiri! Btw, Ritterkreuzträger di tengah itu namanya Dr. Werner Pankow, pangkatnya Major dan bukan Banpol!


Jerman lawan Jerman. Latihan buat nyerah?


Kalau kantuk sudah menyerang, tidur dimanapun jadi!


Sumber : www.forum.axishistory.com

Minggu, 12 Juli 2009

Sukarelawan Arab Muslim Dalam Tubuh Nazi Jerman!

Seragam tropis sukarelawan Arab


Oleh : Alif Rafik Khan

Tahukah anda bahwa bangsa Arab Muslim banyak yang menjadi sukarelawan pasukan Hitler dalam Perang Dunia II? Tahukah anda bahwa SELURUH bangsa muslim yang tinggal di Eropa (Bosnia, Albania, Kosovo, Turki, Chechnya, Azerbaijan, dll.) bersekutu dengan Nazi? Tapi saya tidak akan membahas semua hal tersebut. Untuk kali ini kita akan menceritakan secara singkat mengenai unit-unit yang dibentuk dari sukarelawan Arab saja :

Phalange Africaine dibentuk tanggal 8 Januari 1943 dengan kekuatan sekitar 300 orang prajurit kolonial Prancis Vichy bersama dengan 150 orang warga Arab Muslim yang tinggal di Afrika (pada akhirnya, jumlah orang Prancis berkurang hingga menjadi 200 orang saja). Setelah 3 bulan latihan intensif, akhirnya satuan Phalange siap untuk beraksi. Mereka dimasukkan ke dalam bagian dari Resimen Infanteri ke-754 dari Divisi Infanteri ke-334 Jerman yang bertempur di front Tunisia. Tak lama kemudian nama unit ini dirubah menjadi "Legion des Voluntaires Francais en Tunisie" (Legiun Sukarelawan Prancis dan Tunisia), dan ikut berjuang menahan gerak laju Sekutu di Afrika Utara. Seragam mereka adalah perpaduan seragam kolonial Prancis lama dengan helm Jerman (stahlhelmet) dan jaket Afrikakorps.

Sonderverband 287 diaktifkan pada tahun 1941, bermarkas di Yunani di dekat ibukota Athena, dan bertugas untuk mengorganisasi para sukarelawan Arab pro-Axis yang berasal dari Timur Tengah, kebanyakan adalah keturunan Palestina yang setia dengan Mufti Jerusalem yang bersimpati dengan Hitler, Amin al-Husseini. Selain itu, ada juga warga Irak yang mendukung El-Galiani (apakah suatu ‘kebetulan’ bila kini kedua negara tersebut diperangi oleh Israel dan Amerika?). Unit sukarelawan ini mencapai jumlah tiga batalion. Satu batalion dikirim ke front Tunisia, sementara dua lainnya bertempur melawan para partisan, pertama di pegunungan Kaukasus dan kemudian di Yugoslavia.

“North-African Legion” (Legiun Afrika Utara) dibentuk dari para umat muslim yang tinggal di Prancis dan digunakan untuk operasi anti-partisan (gerilya).

"Deutsche-Arabische Infanterie-Bataillon 845" (Batalion Infanteri Jerman-Arab 845) dibentuk sebagai bagian dari Divisi Infanteri Jerman ke-715 dan bermarkas di Selatan Prancis.

Dari semua itu, unit sukarelawan Arab terbesar dibentuk di Tunisia, dan dikenal dengan nama “Deutsche-Arabische Lehr Abteilung" (Batalion Latih Jerman-Arab) dengan kekuatan lima batalion (satu batalion diambil dari Sonderverband 287. sudah baca yang di atas?) di bawah 5.panzer-armeè Jerman. Para personilnya diambil dari unit Phalange Africaine dan rekrutan lokal, dan digunakan sebagian besar untuk kepentingan pengamanan front-front pinggiran dan juga untuk menjaga instalasi-instalasi penting.


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.en.wikipedia.org
www.wehrmacht-awards.com