Jumat, 18 Oktober 2013

Album Foto 44. Infanterie-Division / Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister"

(44.) Reichsgrenadier-Division Hoch und Deutschmeister (HuD) dibentuk pada tanggal 1 Juni 1943 dan merupakan penamaan ulang dari 44. Infanterie-Division yang dibentuk kembali setelah hancur lebur di Stalingrad bulan Januari 1943. Tak lama setelah didirikan, divisi yang beranggotakan orang-orang Austria ini diberi tugas untuk melucuti pasukan Italia di utara negara tersebut yang dikhawatirkan akan menyerahkan diri pada pasukan Sekutu bulan September 1943. Dari bulan Agustus s/d September 1943, schwere Panzer-Kompanie/Tigergruppe Meyer diperbantukan pada divisi ini dan berkekuatan delapan buah tank berat Tiger I. Setelah terlibat konfrontasi dengan para Partisan di wilayah Gärz dan Fiume, HuD dikirim ke selatan Italia dimana mereka akan tinggal selama lebih dari setahun. Setelah beristirahat singkat, divisi ini langsung diterjunkan ke medan perang Hungaria untuk menghadapi Tentara Merah sambil bergerak mundur ke Austria. Divisi ini berhasil menghindari penangkapan oleh pasukan Soviet dan lebih memilih untuk menyerahkan diri pada pasukan Amerika pada tanggal 10 Mei 1945


 Truppenübungsplatz (Tempat Pelatihan) "Maria Ter Heide" di Antwerp (Belgia) merupakan lokasi yang dipilih sebagai ajang penggemblengan para anggota 44. Infanterie-Division yang dibentuk kembali tak lama setelah musnah di Stalingrad awal tahun 1943. Sebagai penghargaan atas aksi heroik mereka di kota itu, Hitler menganugerahkan nama baru kepada divisi yang beranggotakan orang-orang Austria tersebut: Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister"


Generalleutnant Dr. jur. Franz Beyer (Kommandeur Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister") menyalami para perwira staff divisinya untuk menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerjakeras mereka dalam membentuk kembali divisi tersebut yang sebelumnya telah hancur di Stalingrad. Berbaris dari kiri ke kanan: Oberfeldarzt Dr. Matzen, EvKrgsPf Fürle, 3 dan 4 tidak dikenal, Major i.G. Ilking (Ib), Oberstabsveterinär Dr. Strubelt, Oberstleutnant Rusche, dan Major Vesenmeyer (IIa)


 Komandan kompi Oberleutnant Hans Ehrenberger (1 Januari 1906 - 18 Mei 1945) dari Grenadier-Regiment 132 / Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister" membaca sesuatu di tengah-tengah anakbuahnya. Foto diambil di Truppenübungsplatz (Tempat Pelatihan) "Maria Ter Heide" di Antwerp (Belgia), awal tahun 1943. Ehrenberger nantinya meninggal hanya beberapa hari setelah perang usai sebagai Hauptmann dan Bataillonskommandeur II.Bataillon / Grenadier-Regiment 132 / 44. Reichsgrenadier-Division "Hoch- und Deutschmeister"


Salah satu dari delapan buah Panzerkampfwagen VI Tiger I Ausf.E milik Tigergruppe Meyer di bulan Agustus 1943. Dia diberi nama "Stroich" (Pengembara), dan menggunakan cat dasar kuning gelap yang dikamuflasekan dengan warna hijau zaitun dan, kemungkinan besar, garis merah-coklat di sekelilingnya. Tidak seperti unit-unit panzer lainnya, Tiger-Tiger yang tergabung dalam unit tempur kecil ini (dua Zug dengan masing-masing empat Tiger) hanya menggunakan turmnummer (nomor kubah) dengan penomoran satu digit saja (dan bukan tiga seperti biasanya). Lambang perisai yang dihiasi oleh Baltenkreuz (Salib Jerman) di lapisan baja depan merupakan penanda Tigergruppe Meyer karena selama bulan Agustus s/d September 1943, schwere Panzer-Kompanie/Tigergruppe Meyer di-BKO kan ke (44.) Reichsgrenadier-Division Hoch und Deutschmeister (HuD) untuk keperluan pelucutan tentara Italia setelah menyerahnya negara sekutu Jerman tersebut ke tangan Sekutu bulan September 1943. Lambang dari Divisi HuD sendiri adalah Baltenkreuz

-----------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

 Generalleutnant Heinrich-Anton Deboi (6 April 1893 - 20 Januari 1955) masuk ketentaraan sebagai Fähnrich di 2. Infanterie-Regiment "Kronprinz" tanggal 6 Juli 1912. Dia ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia Pertama di Front Barat dan mendapatkan beberapa medali sebagai penghargaan atas kontribusinya. Di masa Reichswehr dia menjabat sebagai komandan kompi di Infanterie-Regiment 19, sementara ketika perang pecah kembali tahun 1939, Deboi sudah menjadi komandan resimen di 57. Infanterie-Division. Jabatan ini terus dipegangnya sampai tanggal 30 Januari 1942 ketika dia diangkat sebagai komandan sementara 44. Infanterie-Division. Pada tanggal 1 Mei 1942 Deboi ditunjuk sebagai komandan 295. Infanterie-Division, tapi hanya berselang sehari kemudian dia dibalikkan lagi sebagai komandan tetap 44. Infanterie-Division! Divisinya merupakan bagian dari 6. Armee dan karenanya ikut serta dalam Pertempuran Stalingrad. Di pertempuran yang super brutal ini divisinya hancur lebur (begitu juga sebagian besar divisi 6. Armee lainnya), tapi kepahlawanan Deboi membuatnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1942 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B. Deboi dan banyak perwira tinggi Wehrmacht lainnya ditangkap oleh pasukan Soviet di neraka Stalingrad tanggal 28 Januari 1943. Dia meninggal dalam tahanan bulan Januari 1955 (versi lain 5 Juli 1955) di rumah sakit kamp #48 Černcy akibat dari Uremia. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Ležnevo (Černcy). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Bayerische Militär-Verdienst-Orden IV. Klasse mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Silber; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnungen 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Februari 1942)


 
Arnulf Abele (8 November 1914 - 2 Juli 2000) mengenakan tropenanzug (seragam tropis) dan tropenmütze (topi tropis) sebagai seorang Major di 44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", sebuah divisi yang dibentuk tanggal 1 Juni 1943 dan sebelumnya bernama 44. Infanterie-Division. Anggota divisi ini mempunyai keistimewaan untuk mengenakan schulterklappen (tanda pangkat bahu) khusus yang memasang simbol divisinya (lihat DISINI). Di foto atas ini terpasang pula tanda tangannya. Abele dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (12 Februari 1944) sebagai Hauptmann dan Kommandeur I.Bataillon/Reichs-Grenadier-Regiment "Hoch und Deutschmeister"/44.Reichs-Grenadier-Division "Hoch und Deutschmeister", yang diberikan atas aksinya dalam pertempuran di lembah Teralle dekat Belmonte (Italia) tanggal 27 Januari 1944. Di tanggal itu batalyon pimpinannya tiba di lembah Teralle untuk mengisi lubang yang ditinggalkan oleh garis pertahanan Jerman. Bantuan yang dijanjikan tidak pernah datang. Ketika unitnya diserang oleh pasukan Prancis-Maroko, langsung terjadi pertempuran sengit yang berujung satu lawan satu dalam jarak dekat. Artileri gunung Jerman mampu mencegah si penyerang untuk menambah lebih banyak lagi bala-bantuan. Pertempuran berlangsung begitu serunya, sampai-sampai batu pun ikut digunakan untuk melempar saat granat sudah habis! Akhirnya pihak Jerman berhasil memukul mundur musuh dan menduduki kembali wilayah strategis Colle Abate


 Oberleutnant Josef "Sepp" Glatz (3 November 1920 - 14 Januari 1991) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Januari 1945 sebagai Leutnant dan Führer 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 46 /  44. Reichsgrenadier-Division Hoch- und Deutschmeister. Sebelumnya dia telah dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (7 Agustus 1944), Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Silber, serta Panzervernichtungsabzeichen in Silber


Unteroffizier Otto Peschke (1 Februari 1916 - 12 Juni 2007) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 Maret 1945 sebagai Kompanietruppführer 2.Kompanie / Grenadier-Regiment 132 / 44.Reichsgrenadier-Division Hoch- und Deutschmeister / Heeresgruppe Süd. Medali lain yang dipakainya dalam foto ini: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Infanterie-Sturmabzeichen, dan DRL Sportabzeichen. Dia juga mengenakan seragam M44 yang langka!


Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
Buku "Tiger" karya Thomas Anderson
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.forum.axishistory.com
www.historicalwarmilitariaforum.com 
www.rgd-hoch-und-deutschmeister.org.uk

Album Foto 57. Infanterie-Division

 Kota Kharkov pertama kali jatuh ke tangan Jerman tanggal 24 Oktober 1941 ketika 57. Infanterie-Division merebut kota tersebut setelah pertempuran jalanan yang sengit. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Reindl ini memperlihatkan para prajurit dari divisi tersebut sedang berjalan melintasi salah satu barikade Soviet yang melintang di jalan Sverdlov, jalan utama menuju Kharkov dari arah barat


 Kota Kharkov pertama kali jatuh ke tangan Jerman tanggal 24 Oktober 1941 ketika 57. Infanterie-Division merebut kota tersebut setelah pertempuran jalanan yang sengit. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Schmidt ini memperlihatkan para prajurit dari divisi tersebut sedang berjalan melintasi salah satu barikade Soviet yang melintang di jalan Sverdlov, jalan utama menuju Kharkov dari arah barat. Di latar belakang kita bisa melihat jembatan yang melintasi rel kereta api menuju Kharkov


 Prajurit Jerman dari 57. Infanterie-Division bergerak ke arah kota Kharkov melewati sebuah viaduk (jembatan di atas jalan) yang sudah rusak. Viaduk ini nantinya diledakkan di akhir perang untuk diganti dengan jembatan baru yang mempunyai desain berbeda. Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Heinz Mittelstaedt bulan Oktober 1941 saat berlangsung Pertempuran Kharkov Pertama

StuG III dari Sturmgeschütz-Abteilung 197, yang dikomandani oleh Hauptmann Kurt von Barisani, memberikan perlindungan tembakan jarak dekat untuk sebuah Sd.Kfz.250/1 dan para Grenadier dari 57. Infanterie-Division dalam pertempuran sengit di jalanan Kharkov, Ukraina, tanggal 23 Oktober 1941

-----------------------------------------------------------------------------
 
PERAIH SCHWERTER

Oberst der Reserve Alfons König (29 Desember 1898 - 8 Juli 1944) tak lama setelah penganugerahan Eichenlaub. Dia mengenakan offizier feldmütze M38 bergaris putih infanteri yang sudah bulukan di kepalanya. insignia chevron (soutache) di bagian depan dihilangkan mulai tahun 1940. Oberstleutnant König gugur tahun 1944 saat mempertahankan wilayah Bobruisk dari serangan Rusia. Pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Oberst. Unit tempat dia ditugaskan: Infanterie-Regiment 199/Grenadier-Regiment 199 "List" dan Grenadier-Regiment 217. Medali yang diraihnya: Ehrenkreuz des Weltkriegs 1914/1918 (Ehrenkreuz für Frontkämpfer); Dienstauszeichnung III.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940) dan I.Klasse (22 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1943); dan Schwerter #70 (9 Juni 1944) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #254 (21 Desember 1940) mit Eichenlaub #194 (21 Februari 1943)

-----------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


Tanda tangan dari Josef Abel (3 Januari 1914 - 1 Desember 1984) dalam foto yang memajang dia saat masih berpangkat Oberfeldwebel (pangkat terakhirnya Oberleutnant der Reserve). Di kepalanya Abel memakai einheits-feldmütze. Medali yang telah diraihnya: 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz, 1939 Verwundetenabzeichen in Silber (5 September 1942), Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (22 Juli 1943), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42", 1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (22 Juni 1940), 1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (26 Juli 1941), dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 7.Kompanie/Infanterie-Regiment 217/57.Infanterie-Division tanggal 23 November 1941, atas aksinya sebagai Zugführer dalam pertempuran di Staro-Shiwotow. Medalinya sendiri dikalungkan tanggal 20 April 1942 di Rumah Sakit Lviv oleh Generalleutnant Kurt Beuttel dan Generalmajor Max von Prittwitz und Gaffron



 Oberstleutnant der Reserve Ludwig Bachmaier (24 Agustus 1895 - 19 Desember 1957) bergabung dengan Königlich Bayerisches Chevaulegers-Regiment "König" Nr. 4 tanggal 10 Oktober 1912 dan sempat menjadi pilot pesawat udara selama 26 hari sebelum Perang Dunia Pertama berakhir. Setelah melanjutkan karir sebagai perwira di Gebirgsjäger-Bataillon 21 di masa antar perang, Bachmaier berpindah ke Infanterie-Regiment 179 sebagai komandan batalyon. Dalam pertempuran di jembatan Poltava yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak di bulan September 1941, batalyon pimpinan Bachmaier berperan penting dalam menghancurkan pertahanan tentara Rusia sehingga kota Poltava berhasil dikuasai sekaligus mengamankan sungai dan rawa-rawa di sekitarnya. Atas jasa-jasanya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Desember 1941 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer I.Bataillon / Infanterie-Regiment 179 / 57.Infanterie-Division / LV.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd. Setelah promosi menjadi Major d.R., Bachmaier dipindahkan ke Ski-Bataillon 387 sebagai komandannuya dan kembali memperlihatkan kapasitasnya dalam memimpin anakbuahnya di medan pertempuran sehingga direkomendasikan untuk mendapatkan Eichenlaub tanggal 17 Januari 1943, meskipun kemudian ditolak oleh Oberkommando der Wehrmacht. Penempatan terakhirnya adalah sebagai komandan Reserve-Grenadier-Regiment 251. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1914) dan I.Klasse (4 Juni 1917); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (11 Oktober 1939) dan I.Klasse (4 Juli 1940); Deutsches Schutzwallehrenzeichen (26 Maret 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Magyar Érdemrend Lovagkeresztje (Hungaria); serta Deutsches Kreuz in Gold (3 Februari 1943)

-----------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 Generalleutnant Heinrich-Anton Deboi (6 April 1893 - 20 Januari 1955) masuk ketentaraan sebagai Fähnrich di 2. Infanterie-Regiment "Kronprinz" tanggal 6 Juli 1912. Dia ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia Pertama di Front Barat dan mendapatkan beberapa medali sebagai penghargaan atas kontribusinya. Di masa Reichswehr dia menjabat sebagai komandan kompi di Infanterie-Regiment 19, sementara ketika perang pecah kembali tahun 1939, Deboi sudah menjadi komandan resimen di 57. Infanterie-Division. Jabatan ini terus dipegangnya sampai tanggal 30 Januari 1942 ketika dia diangkat sebagai komandan sementara 44. Infanterie-Division. Pada tanggal 1 Mei 1942 Deboi ditunjuk sebagai komandan 295. Infanterie-Division, tapi hanya berselang sehari kemudian dia dibalikkan lagi sebagai komandan tetap 44. Infanterie-Division! Divisinya merupakan bagian dari 6. Armee dan karenanya ikut serta dalam Pertempuran Stalingrad. Di pertempuran yang super brutal ini divisinya hancur lebur (begitu juga sebagian besar divisi 6. Armee lainnya), tapi kepahlawanan Deboi membuatnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 September 1942 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 44.Infanterie-Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe B. Deboi dan banyak perwira tinggi Wehrmacht lainnya ditangkap oleh pasukan Soviet di neraka Stalingrad tanggal 28 Januari 1943. Dia meninggal dalam tahanan bulan Januari 1955 (versi lain 5 Juli 1955) di rumah sakit kamp #48 Černcy akibat dari Uremia. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Ležnevo (Černcy). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Bayerische Militär-Verdienst-Orden IV. Klasse mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Silber; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnungen 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Februari 1942)


Sumber :
Buku "Ritterkreuzträger of the Wehrmacht and SS 1939-1945 vol.1" karya John Winner
Buku "Uniforms of the German Soldier; an Illustrated History from 1870 to the Present Day" karya Alejandro M. De Quesada
Majalah "After The Battle : The Four Battles for Kharkov" No.112

Album Foto 161. Infanterie-Division

Adolf Abel (18 Oktober 1914 - 26 Agustus 1944) sebagai seorang Major (pangkat terakhirnya Oberstleutnant). Di lehernya bertengger Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sementara di atas saku tertancap tiga pita medali, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz II klasse, Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42", dan Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. klasse (4 jahre). Topi di kepalanya adalah dari jenis schirmmütze. Medali yang telah diraihnya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. klasse (4 jahre), 1939 Verwundetenabzeichen in Schwarz (terluka tanggal 13 Agustus 1941 dan 5 November 1941), 1939 Verwundetenabzeichen in Silber (20 November 1942), Infanterie Sturmabzeichen (30 September 1941), Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (15 April 1942), 1939 Eisernes Kreuz 2. Klasse (25 Juni 1940), 1939 Eisernes Kreuz 1. Klasse (27 Oktober 1940), Deutsches Kreuz in Gold (13 Desember 1942) sebagai Hauptmann di III.Bataillon/Grenadier-Regiment 371/161.Infanterie-Division, dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai Major dan Kommandeur I.Bataillon/Grenadier-Regiment 364/161.Infanterie-Division tanggal 23 September 1943 atas aksinya dalam Pertempuran untuk Golubuff


Sumber :
www.ww2awards.com

Rabu, 16 Oktober 2013

Album Foto Ambulans Third Reich



Diabadikan oleh Helmut Ritgen tanggal 2 Oktober 1941 selama berlangsungnya terobosan oleh Panzer-Brigade Koll di utara Vyazma, foto di atas memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah sedang melintasi jalan berdebu (rollbahn) yang banyak terdapat fi Front Timur dan kini mulai mengeras karena efek musim gugur. Di depannya adalah konvoy kendaraan ambulans Phänomen Granit 25H sementara di sebelah kanan adalah sekelompok tawanan Rusia yang sedang digiring menuju kamp penampungan sementara. Di latar belakang tampak asap hitam tebal yang berasal dari depot bahan bakar Rusia yang dibom oleh pesawat-pesawat Stuka Jerman


Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen 

Selasa, 15 Oktober 2013

Album Foto 7. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Ghost Division)


Konvoy kendaraan bermotor dari 7. Panzer-Division, yang dikomandani oleh Generalmajor Erwin Rommel, dalam gerak maju selama berlangsungnya Blitzkrieg melintasi Prancis di hari-hari terakhir bulan Mei 1940. Mereka tidak khawatir akan serangan pesawat-pesawat terbang Sekutu karena superioritas udara Luftwaffe memberi jaminan bahwa mereka tidak akan "diganggu" selama dalam perjalanan, setidaknya dari udara! Foto ini diambil oleh Erwin Rommel sendiri


 Panzerkampfwagen 38(t) (SdKfz 140), di sebelah kiri, dan Panzerkampfwagen II Ausf.E (SdKfz 121), mendaki sebuah gundukan tanah di kanan, dalam gerak maju ke front pertempuran. Foto berwarna langka ini, yang kemungkinan sengaja dirancang demi konsumsi fotografer perang Wehrmacht, diambil pada tanggal 1-10 Juni 1940 saat 7. Panzer-Division berhasil menerobos pertahanan pasukan Prancis dan keluar dari sebuah lembah di dekat sungai Somme. Foto ini pertama kali dipublikasikan di buku propaganda Jerman "Entscheidende Stunden" yang diterbitkan pada tahun 1941. Perhatikan dek belakang yang bersih dari peralatan serta stahlhelm yang tergantung di bagian samping dan belakang Panzer II!




Generalmajor Erwin Rommel, sebagai komandan Divisi Panzer ke-7, bersantai dengan para perwiranya dari Resimen Panzer ke-5 di Prancis, bulan Juni 1940. Saya melihat ada Oberst Karl Rothenburg (kedua dari kiri, Kommandeur Panzer-Regiment 25) yang tewas beberapa hari setelah penyerbuan Barbarossa bulan Juni 1941 dan dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Generalmajor, juga Hauptmann Adelbert Schulz (Chef 1./Panzer-Regiment 25) yang berbaring di belakang Rommel, serta Hauptmann Lang (ajudan Rommel) yang berkacamata kedua dari kanan. Schulz nantinya meraih Brillanten #9 tanggal 14 Desember 1943 dan menjadi salah satu dari hanya 27 orang peraih medali keberanian super bergengsi ini!

Generalmajor Erwin Rommel bersama Stabskompanie dari 7.Panzer-Division. Di belakang mereka adalah Panzerkampfwagen II Ausf. A/B/C (Sd.Kfz.121). Di tengah adalah Oberstleutnant Karl Rothenburg dengan Pour le Mérite tergantung di lehernya. Medali tersebut dia dapatkan dalam kancah Perang Dunia Pertama tanggal 30 Juni 1918 sebagai Leutnant der Reserve and Kompanieführer in 5. Garde-Regiment zu Fuß


 Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dan Oberstleutnant i.G. Julius von Bernuth (Ia Erster Generalstabsoffizier, Führung und Ausbildung, der 7. Panzer-Division) memperhatikan pergerakan pasukan mereka di dekat sungai Moselle, musim panas 1940. Foto oleh Kriegsberichter Gutjahr dari PK 689

 
Di tengah luasnya padang stepa Rusia utara yang seakan tak berkesudahan, di bawah terik sinar matahari musim panas yang menyengat, tank-tank Panzerkampfwagen 38(t) buatan Skoda Cekoslowakia dan Panzerkampfwagen II buatan Jerman melintasinya. Mereka berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division yang untuk sementara bergabung dengan tank-tank 6. Panzer-Division dalam unit "Panzer Bigade Koll" yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, Oberst Richard Koll dalam pertempuran di bulan Oktober 1941. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) yang saat itu bergabung dengan 6. Panzer-Division dan nantinya pindah ke unit elit Panzer-Lehr Division. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) dari 6. Panzer-Division


 Brifing pagi di Rusia: Unit terdepan dari 7. Panzer-Division di selatan Malin (Ukraina) sedang melakukan Lagebesprechung (diskusi) di pagi tanggal 8 Desember 1943. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Otto Hohensee (Bataillonsadjutant Panzergrenadier-Regiment 7), Generalmajor Hasso von Manteuffel (Kommandeur 7. Panzer-Division), Oberstleutnant im Generalstab Otto-Heinrich Bleicken (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division), Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25), Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7), dan Kriegsberichter Heinz Maegerlein (seusai perang menjadi reporter olahraga terkenal Jerman!). Tank di sebelah kiri adalah versi komando (Befehlspanzer) dari Panzerkampfwagen III dengan nomor taktis yang biasa dipakai oleh stabskompanie (kompi staff) dari resimen panzer. Di wilayah sekitar Zhitomir (termasuk Malin), 7. Panzer-Division bertempur bersama-sama dengan Division Brandenburg. Di malam tanggal 7/8 Desember 1943 divisi pimpinan Manteuffel tersebut menghantam jembatan Malin yang dibangun Soviet di seberang sungai Irscha dan akhirnya jembatan tersebut berhasil dikuasai pada tanggal 9 Desember 1943


 Setelah kesuksesannya dalam berbagai pertempuran kemudian diberitakan secara intensif oleh mesin propaganda Jerman, nama Adelbert Schulz menjadi makin terkenal layaknya selebritis. Disini dia sedang diwawancarai oleh anggota PK (Propaganda-Kompanie) Wehrmacht. dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman


 
Masih sama dengan foto sebelumnya yang memperlihatkan suasana wawancara koresponden perang Wehrmacht dengan dua orang perwira tinggi dari 7. Panzer-Division "Gespensterdivision". Dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman

-----------------------------------------------------------------------------------

 PERAIH RITTERKREUZ



Major Ewald Baranek (30 April 1919 - 1 Februari 1944) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Februari 1943 sebagai Oberleutnant dan Führer Panzer-Pionier-Bataillon 58 / 7.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps / 1. Panzerarmee / Heeresgruppe Don. Baranek nantinya dipromosikan menjadi Hauptmann, tapi kemudian terluka parah dalam pertempuran di Italia dan meninggal di rumah sakit di Formia tanggal 1 Februari 1944. Saat itu dia menjabat sebagai Komandan Pionier-Bataillon 100. Sebagai penghormatan, pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Major. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Verwundetenabzeichen; serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (25 Mei 1942)


Unteroffizier der Reserve Friedrich "Fritz" Bachmann (8 Februari 1922 - 27 Desember 2003) bergabung dengan Kavallerie-Ersatz-Abteilung 17 tanggal 1 Desember 1940. Pada tanggal 9 April 1941 dia pindah ke Feld-Ersatz-Bataillon 84, dilanjutkan ke Schützen-Regiment 33 (17 Maret 1942), Panzergrenadier-Regiment 152 (29 November 1942), Schnelle Abteilung 320 (4 September 1943), dan Panzergrenadier-Regiment 7 (Agustus 1944). Melihat perjalanan karirnya, manusia satu ini berkali-kali mendapat luka serius sehingga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit dan tempat pemulihan daripada di front pertempuran! Dalam sebuah serangan balik Jerman di sekitar Elbing, Prusia Timur (kini menjadi Elbląg di Polandia), tanggal 9-10 Februari 1945, Bachmann sebagai seorang bintara menunjukkan keberanian luar biasa dalam pertempuran sehingga memungkinkan unit Wehrmacht yang terkepung berhasil meloloskan diri ke arah barat. Komandan 7. Panzer-Division Generalleutnant Dr.-med.dent. Karl Mauß langsung merekomendasikannya untuk mendapatkan Ritterkreuz, dan proposal tersebut diterima oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht) sehingga Bachmann dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 5 April 1945 sebagai Obergefreiter der Reserve di 1.Kompanie / I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division / VII.Panzerkorps / 2.Armee / Heeresgruppe Weichsel. Dia menerima medali bergengsi tersebut saat sedang mendapat perawatan karena pada tanggal 23 Maret 1945 sebelumnya dia (lagi-lagi) luka berat sehingga ditarik dari garis depan untuk mendapatkan perawatan! Dia sebenarnya direkomendasikan pula untuk mendapatkan Nahkampfspange in Silber atas 48 hari pertempuran jarak dekat yang sudah dijalaninya (sesuai dengan keterangan dari kompi tempat bertugas), tapi tidak diluluskan karena Soldbuch-nya hilang entah kemana sehingga tidak bisa diklarifikasi (ini membuktikan betapa ketatnya administrasi Jerman, bahkan di saat akhir-akhir perang!). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Maret 1943) dan I.Klasse (19 Oktober 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz, in Silber (28 Maret 1943) dan in Gold (25 Maret 1944); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 April 1943); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (28 Februari 1944); serta Nahkampfspange in Bronze (16 November 1944)

-----------------------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD


Major Heinz-Ludwig Doherr (7 Maret 1916 - 4 Februari 1944) berasal dari pasangan Fliegeroberstabsingenieur L. Doherr dan Martha Hüttner. Pada saat invasi Jerman atas Polandia (1 September 1939), dia berpangkat sebagai Leutnant dan Zugführer di 8.Kompanie(schwere) / Kavallerie-Schützen-Regiment 6. Dia dipromosikan sebagai Hauptmann tanggal 1 Desember 1942 dan dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 9 April 1943 sebagai Chef 1.Kompanie / Panzergrenadier-Regiment 6 / 7.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Doherr gugur dalam pertempuran di dekat Pohorelce, Rusia, tanggal 4 Februari 1944, dan pangkatnya dinaikkan secara anumerta menjadi Major. Dia kemudian dikuburkan di Deutscher Soldatenfriedhof Dubno, Ukraina. Saat kematiannya dia telah menjadi komandan batalyon di Panzergrenadier-Regiment 6. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Panzerkampfabzeichen; Verwundetenabzeichen in Gold; serta Nahkampfspange. BTW, foto Doherr di atas diambil dari buku "Die 7. Panzer-Division: Bewaffnung, Einsätze, Männer" karya Hasso von Manteuffel halaman 129, sementara Sterbeblätter (Death card) nya merupakan koleksi pribadi Angel Farré 

-----------------------------------------------------------------------------------

 Major Horst Steffen (17 April 1906 - 12 Mei 1940) berasal dari I.Abteilung / Panzer-Regiment 23 yang kemudian dilebur menjadi II.Abteilung / Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division. Dia terbunuh di Dinant (Prancis) tahun 1940, dua hari setelah Wehrmacht membuka front di Barat. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte Lommel, blok 7 kuburan no.120. Namanya tercantum dalam tugu peringatan di Panzer Kaserne (Barak Tompkins) yang berlokasi di Schweitzingen. Asalnya tugu tersebut berada di seberang jalan dari Kaserne persis di depan sebuah klub perwira yang sekarang tidak lagi ada, tapi kemudian dipindahkan ke bagian dalam demi mencegah tergusur atau tersingkir akibat pelebaran jalan atau pendirian bangunan. Steffen dipromosikan menjadi Hauptmann tanggal 1 Maret 1938 dan Major tanggal 1 Mei 1940


Sumber :
Buku "Die 7.Panzer-Division 1935-1945" karya Hasso von Manteuffel
Buku "Die 7. Panzer-Division im zweiten Weltkrieg. Einsatz und Kampf der "Gespenster-Division" 1939-1945" oleh Traditionsverband ehem. 7.Panzer-Division-Kameradenhilfe e.V.
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi NARA (National Archive)
Foto koleksi pribadi Angel Farré
Foto koleksi pribadi Robert "Bob" Edwards
www.battlebornbooks.com

Foto Mobil Horch

HORCH KFZ 15


Dua buah Panzerkampfwagen IV Ausf.D dari Panzer-Abteilung 65 (yang nantinya menjadi III.Abteilung dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) difoto di Prusia Timur bulan Mei 1941 sebelum dimulainya Operasi Barbarossa (penyerbuan Jerman terhadap Uni Soviet). Nomor '421' berwarna kuning di kubah menandakan bahwa tank tersebut merupakan tank ke-1 (Zugführer, kepala peleton) di peleton ke-2 kompi ke-4. Huruf 'XX' berwarna kuning di sebelah visor supir di depan adalah simbol divisi, menggantikan rune huruf 'Y' terbalik dan dua titik yang sebelumnya digunakan. Di atas spatbor depan terpasang lampu kemudi yang ditutupi pelindung, juga penyemprot api, tuas pendongkrak  bergagang kayu, batang pembersih laras meriam, dan empat buah jerigen yang disangga oleh lempeng besi bertuliskan 'XX'. Perhatikan pintu ventilator yang terbuka di atas kubah; kipas ventilator belum lagi terpasang saat itu. 6. Panzer-Division hanya mempunyai tiga kompi yang dilengkapi dengan PzKfw IV pada saat invasi dimulai (22 Juni 1941), sementara kompi-kompi lainnya mengandalkan Panzerkampfwagen 35(t) buatan Skoda Cekoslowakia dengan sedikit tambahan tank ringan Panzerkampfwagen II serta beberapa tank komando Panzerbefehlswagen III. Di foto ini kita juga bisa melihat sebuah mobil staff Kfz.15 yang memasang marking markas divisi di bagian spatbornya. Dua orang bintara komandan tank mengenakan armband wasit putih, yang menandakan bahwa foto ini diambil pada saat sedang berlangsungnya sebuah latihan perang. Juga kita bisa melihat campuran jenis topi yang dikenakan oleh para anggota Panzertruppen di masa transisi ini: ada yang memakai Schutzmütze (Baret Panzer) hitam orsinil, feldmütze abu-abu, dan feldmütze hitam keluaran terbaru. Foto ini diambil oleh Helmut Ritgen yang nantinya mengakhiri perang dengan pangkat Oberst


SS-Oberführer Walter Bestmann (2 Oktober 1907 - 17 Juni 1958) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen kreuzes tanggal 28 September 1941 sebagai SS-Sturmbannführer dan Kommandeur SS-Totenkopf-Aufklärungs-Abteilung / SS-Totenkopf-Division / LVI.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord. BTW, foto di atas diambil di musim panas tahun 1941 oleh SS-Kriegsberichter Baumann dan memperlihatkan SS-Sturmbannführer Bestmann sedang berpose di atas mobil staff Horch Kfz.15 sambil nyebarin bau ketek yang "aduhai" ke anakbuahnya di belakang!

---------------------------------------------------------------------------

HORCH 830B

Parade pasukan Wehrmacht yang dipimpin oleh seorang perwira di atas mobil Horch 830 B (yang tampilannya sangat mirip dengan Mercedes-Benz 170 VK) dan diikuti oleh rombongan motor bersespan. Mereka semua mengenakan seragam parade yang biasa dinamakan sebagai "Waffenrock", dan hanya digunakan pada upacara-upacara resmi atau saat berjalan-jalan. Dari simbol yang tertera di fender depan mobil, kita bisa mengetahui bahwa mereka berasal dari unit Pionier (Zeni). Di latar belakang kita bisa melihat Musikzug (Peleton Musik) sedang beraksi membawakan lagu-lagu mars, sementara di tengah-tengah mereka seorang prajurit membawa Jingling Johnnie (Schellenbaum) yang merupakan salah satu penanda identitas unit Wehrmacht

 ---------------------------------------------------------------------------

HORCH 930V CABRIOLET (1939)

 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) dalam salah satu perjalanan inspeksinya di bulan Juni 1944. Dia memakai supir dari Luftwaffe di atas mobil staff 1939 Horch 930v Cabriolet. Sampai dengan menjelang D-Day tanggal 6 Juni 1944, Rommel berkali-kali menekankan hal yang sama ke anakbuahnya: "Musuh harus dihancurkan di pantai sebelum dia menancapkan kakinya lebih dalam"!

---------------------------------------------------------------------------

HORCH KFZ 21

 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) menyapa prajurit-prajurit Wehrmacht dalam perjalanan inspeksinya menggunakan Horch 901 KfZ 21 Kommandeurscabriolet (WH 1404945) di Normandia, musim panas tahun 1944. Di sebelahnya adalah sang supir yang berasal dari Luftwaffe, Unterfeldwebel Karl Daniel. Disini kita bisa melihat bahwa prajurit yang berdiri paling depan (dekat dengan kamera) membawa serta senapan mesin MP 43 di bahunya. Pada pertengahan tahun 1944 Hitler memmerintahkan penggantian nama MP 43 (Maschinenpistole 43) menjadi StG 44 (Sturmgewehr 44)


Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
www.kriegsberichter-archive.com
www.liberationtrilogy.com

Senin, 14 Oktober 2013

Foto Gandengan Tangan (Solidaritas dan Kebersamaan)



Empat orang pilot jagoan dari 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" yang dikenal dengan nama "Abbeville Boys" berfoto bersama di Front Kanalküste pada saat pelepasan Staffelkapitän Müncheberg menjadi Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 26, bulan September 1941. Dari kiri ke kanan: Leutnant Theodor "Theo" Lindemann (25 November 1914 - 16 Agustus 1998. 8 fliegerabschüsse), Hauptmann Joachim "Jochen" Müncheberg (31 Desember 1918 - 23 Maret 1943. 135 fliegerabschüsse), Oberleutnant Wilhelm-Ferdinand "Wutz" Galland (23 Oktober 1914 - 17 Agustus 1943. 55 fliegerabschüsse), dan Oberleutnant Kurt Ebersberger (11 Februari 1914 - 24 Oktober 1943. 28 fliegerabschüsse)


Foto ini diambil dari buku "Leibstandarte SS Adolf Hitler Album Historique" karya Georges Bernage, Ronald McNair, Jean-Claude Perrigault, dan Herbert Walther. Para perwira 1. SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" berfoto bersama tanggal 5 Mei 1943, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Führer SS-Flak-Abteilung 1), SS-Sturmbannführer Dr. Fritz Greineder (Divisionsgericht Abteilung III), SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-regiment 1), SS-Oberführer Walter Staudinger (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 1), SS-Standartenführer Simon Füss (Chef Stabskompanie SS-Panzer-Regiment 1), SS-Sturmbannführer Karl Leiner (Kommandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 101), dan SS-Unterscharführer Hermann Ganzmüller (Stabsschreiber 1. SS-Panzergrenadier-Division "LSSAH"). Leiner sempat menjadi komandan resimen panzer ke-1 SS selama beberapa waktu sebelum digantikan oleh Schönberger


 Para Ritterkreuzträger dari Schlachtgeschwader 1 (SG 1) berfoto bersama di akhir tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Staffelkapitän 5./SG 1 Oberleutnant Georg Dörffel (RK 21 Agustus 1941 dan EL #231 14 April 1943), Gruppenkommandeur I./SG 1 Hauptmann Alfred Druschel (RK 21 Agustus 1941, EL #118 3 September 1942 dan SW #24 19 Februari 1943), Staffelkapitän 7./SG 1 Leutnant Josef Menapace (RK 20 Agustus 1942), dan Staffelkapitän 3./SG 1 Oberleutnant Heinz Frank (RK 3 September 1942 dan EL #172 8 Januari 1943). Mereka semua nantinya akan gugur dalam pertempuran, dimulai dari Menapace tanggal 6 Oktober 1943, disusul oleh Dörffel tanggal 26 Mei 1944, Frank tanggal 7 Oktober 1944, dan Druschel tanggal 1 Januari 1945


Foto koleksi Mark C. Yerger ini memperlihatkan enam orang perwira dari SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" yang berpose bareng di Erlangen pada musim semi tahun 1943 tak lama setelah Pertempuran Kharkov usai. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Karl Mühleck (Zugführer di 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 4 Juni 1944 dan gugur tanggal 26 Desember 1944), SS-Obersturmführer Joachim-Günther Schöntaube (Chef 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich", dengan satu strip Panzervernichtungsabzeichen yang diraihnya saat masih menjadi anggota SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 5 "Wiking"), SS-Hauptsturmführer Herbert Kuhlmann (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 13 Februari 1944), SS-Hauptsturmführer Friedrich Holzer (Chef 1.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Memakai Deutsches Kreuz in Gold yang dia raih tanggal 21 Februari 1942, dan nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 10 Desember 1943), serta SS-Untersturmführer Josef Zacharias (Zugführer di 1.Kompanie / SS-Panzer-Regiment "Das Reich"). Untuk SS-Untersturmführer yang berdiri paling kanan masih belum diketahui identitasnya


 Foto ini diambil di Kiel, Jerman, tanggal 20 September 1943 dan memperlihatkan tiga orang awak U-861. Dari kiri ke kanan: Obermaschinist Karl Fink, Kapitänleutnant (Ing.) Herbert Panknin, dan Obermaschinist Hans Bandy. Panknin mengenakan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 September 1943) serta Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1942), sementara Bandy mengenakan Abzeichen des Wachhabenden Offiziers (Kriegsmarine Watch Officer Badge / Medali Perwira Pengawas Kriegsmarine) di kerah lapelnya


 Para anggota SS-Panzer-Regiment 2 / 2.SS-Panzer-Division "Das Reich" ini berfoto bersama tak lama setelah upacara penganugerahan Eisernes Kreuz II.Klasse. Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang berdiri keempat dari kiri adalah SS-Oberscharführer Ernst Barkmann (Panzerkommandant di 4.Kompanie / I.Abteilung), sementara keempat dari kanan (tanda "+") adalah SS-Oberscharführer Egon Corth (Schirmmeister di 4.Kompanie / I.Abteilung) yang menjadi salah satu saksi aksi super keren Barkmann di dekat Le Lorey (Normandia) pada tanggal 27 Juli 1944 yang terkenal dengan nama "Barkmann's Corner" (Sudut Barkmann). Pada peristiwa tersebut Corth bersembunyi di rerimbunan pinggir jalan diantara posisi Panther Barkmann dengan rombongan Sherman. Ikut ngumpet bersamanya bintara SS Werner Heinze dan Karl Kreller


Para Ritterkreuzträger dari Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" berfoto bersama Oberst im Generalstab Friedrich Kless (ketiga dari kiri) yang merupakan mantan Kommandeur II./KG 55. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Robert Seib (Staffelkapitän 6./KG 55. RK 9 Oktober 1943), Major Karl-Heinrich Höfer (Gruppenkommandeur II./KG 55. RK 3 September 1943; EL 18 November 1944), Oberst i.G. Friedrich Kless (Chef des Generalstabes Luftflotte 6. RK 14 Oktober 1940), Major Wilhelm "Willy" Antrup (Geschwaderkommodore KG 55. RK 13 November 1942; EL 18 November 1944), Hauptmann Eitel-Albert Barth (Staffelführer 4./KG 55. RK 24 Maret 1943), dan Oberleutnant Josef Luxenburger (Beobachter 4./KG 55. RK 3 April 1943)

Hauptmann (W) Egon Aghta bukanlah satu-satunya anggota tim penjinak bom yang menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, meskipun dia adalah satu-satunya yang dianugerahi Eichenlaub. Disini Aghta (kedua dari kiri) berfoto di Berlin bersama dengan dua orang Ritterkreuzträger dari Feuerwerker, Karl Kudla (kiri) dan Siegfried Rieger (kanan). Kasual banget kan foto ini? senyum berkembang seakan-akan suasana damai menyelimuti. Padahal bila dilihat dari Ritterkreuz yang terlihat terpasang di leher Kudla dan Rieger, bisa dipastikan bahwa foto ini dibuat paling awal adalah tanggal 18 April 1945, tanggal dimana Kudla dan Rieger menerima Ritterkreuz-nya. Tapi bila kita melihat dari tradisi bahwa si Ritterkreuz biasanya menggelantung melebar dengan pitanya di hari dia dianugerahkan, maka saya bisa meyakinkan kepada Om-Om cabul semua bahwa foto ini diambil SETELAH tanggal tersebut. Lah, terus emang kenapa? Simpel, foto ini diambil di tengah berkecamuk serunya pertempuran Berlin di sekeliling mereka!!!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger
www.militaryautographs.com 
www.reibert.info
www.wehrmacht-awards.com