Rabu, 14 Mei 2014

Foto Wilhelm Brückner

Untuk biografi singkat Wilhelm Brückner bisa dilihat DISINI


Oberleutnant Wilhelm Brückner dalam foto dari tahun 1923 sebagai Führer SA-Regiment "München". Dia bergabung dengan NSDAP (Partai Nazi) akhir tahun 1922 dan pada tanggal 1 Februari 1923 sudah diangkat sebagai Führer SA-Regiment "München". Dia adalah salah satu dari anggota partai yang sudah "gatal" ingin melakukan kudeta, dan tercatat pernah berucap: "Akan datang hari dimana aku tak dapat menahan keinginan orang-orangku. Bila tak terjadi apa-apa sekarang , maka masyarakat akan menjauh". Pada tanggal 9 November 1923 dia terlibat dalam Beer Hall Putsch di Münich, dan sebagai akibatnya dia dihukum 1½ tahun di penjara (meskipun hanya menjalaninya selama 4½ bulan)


Para pelaku kudeta Nazi Münich Putsch (dikenal juga sebagai Beer Hall Putsch atau Hitler Putsch) berfoto bareng di sela-sela persidangan di Münich yang mendudukkan mereka sebagai terdakwa, tanggal 1 April 1924. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Heinz Pernet (5 September 1896 - 30 Juni 1973), Dr. Friedrich Weber (30 Januari 1892 - 19 Juli 1955), Dr. Wilhelm Frick (12 Maret 1877 – 16 Oktober 1946), Oberstleutnant Hermann Kriebel (20 Januari 1876 - 16 Februari 1941), General der Infanterie a.D. Erich Ludendorff (9 April 1865 - 20 Desember 1937), Adolf Hitler (20 April 1889 - 30 April 1945), Oberleutnant der Reserve Wilhelm Brückner (11 Desember 1884 - 18 Agustus 1954), Ernst Röhm (28 November 1887 – 2 Juli 1934), dan Robert Wagner (13 Oktober 1895 - 14 Agustus 1946). Perhatikan bahwa hanya dua orang dalam foto ini yang mengenakan pakaian sipil (Frick dan Hitler). Selain itu, Kriebel dan Ludendorff memakai pickelhaube (helm runcing khas Kekaisaran Jerman) di kepalanya, dan Pernet adalah anak tirinya Ludendorff. Beer Hall Putsch sendiri adalah usaha revolusi yang digalang oleh NSDAP dan gagal karena kurang persiapan serta tidak didukung oleh militer yang berkuasa. Peristiwanya berlangsung dari sore tanggal 8 November 1923 sampai dengan awal siang keesokan harinya (9 November 1923). Saat itu pemimpin partai Nazi Adolf Hitler, Generalquartiermeister Erich Ludendorff dan para pimpinan Kampfbund lain berusaha untuk merebut kekuasaan di Münich. BTW, Sebagai fotografer dalam foto ini adalah Heinrich Hoffmann yang nantinya menjadi fotografer pribadi Hitler



Para peserta kursus ke-3 Reichsführerschule der SA berfoto bareng sebelum upacara penutupan bersama dengan pemimpin mereka Adolf Hitler. Kursus tersebut diselenggarakan dari tanggal 9 Agustus s/d 30 Agustus 1931. Disini kita bisa melihat tokoh-tokoh yang nantinya menjadi petinggi Third Reich: (1) Theodor "Theo" Berkelmann, (2) Wilhelm Brückner, (3) Gottlob Berger, (6) Kurt Kühme, dan (8) Otto Wächter


 Foto ini kemungkinan diambil di Braunschweig/Brunswick tanggal 31 Oktober 1931, dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: Rudolf Hess (persönlicher SS-Adjutant des "Führers"), SA-Oberführer Viktor Lutze (Obersten SA Führer Nord), dan Wilhelm Brückner (Adjutant SA Führer). Dalam foto ini Brückner (kanan) mengenakan medali Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz serta Steckkreuz Deutscher Frontkriegerbund yang bentuknya rada mirip dengan Eisernes Kreuzes


 Adolf Hitler (Vorsitzender der NSDAP, Oberster SA- und SS-Führer) berpidato melalui mikrofon di hadapan simpatisannya di dekat Berliner Schloss, Lustgarten (Berlin), dalam acara kampanye pemilihan presiden (Reichspräsidentenwahl) tanggal 4 April 1932. Dari kiri ke kanan: SA-Oberführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), Wolf-Heinrich Graf von Helldorf (SA-Führer Berlin-Brandenburg), Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), dan Adolf Hitler


 Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel (berada di belakang fotografer) yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Dari kiri ke kanan: SA-Gruppenführer Hanns Ludin (di belakang Hanke, Führer in der SA-Gruppe Südwest), Karl Hanke (berjanggut, Hauptamtsleiter in Reichspropagandaleitung der NSDAP), Wolf-Heinrich Graf von Helldorf (SA-Führer Berlin-Brandenburg), SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), Führer Adolf Hitler (Vorsitzender der NSDAP, Oberster SA- und SS-Führer), Ernst Röhm (di belakang Hitler, Stabschef der SA), Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (tertutup oleh Goebbels, Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), SS-Gruppenführer Kurt Daluege (sedikit tertutup, Führer der SA in Berlin-Brandenburg und Leiter der SS im Gau Brandenburg); SA-Standartenführer Hanns Bunge (Abgeordneter der NSDAP für den Wahlkreis 24 (Oberbayern-Schwaben) in den Reichstag), Adolf Hühnlein (tangan bersilang di depan, Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung), dan SA-Standartenführer Dr. jur. Ludwig Fischer (hauptamtlicher Stabsleiter des Reichsrechtsamtes). Horst Wessel adalah anggota SA yang dijadikan sebagai martir partai Nazi setelah dibunuh oleh komunis tahun 1930. Dia adalah pencipta dari lagu "Die Fahne hoch" (Bendera di Ketinggian), yang lebih dikenal sebagai Horst-Wessel Lied, dan setelah kematiannya menjadi lagu kebangsaan partai Nazi dan, otomatis setelah Hitler berkuasa, juga menjadi lagu kebangsaan tidak resmi Jerman. Kuburannya kemudian dijadikan sebagai tempat ziarah "suci" para Nazi, dan bahkan beberapa pidato terkenal yang disuarakan oleh Joseph Goebbels dibuat saat berkunjung ke tempat tersebut!


 Adolf Hitler berkumpul bersama dengan para petinggi Nazi di makam Horst Wessel yang terletak di Nikolaifriedhof, Berlin tengah, tanggal 22 Januari 1933. Meskipun Horst Wessel pada kenyataannya mati tanggal 23 Februari 1930, tapi "Todestagssammlung" alias haul-nya selalu diselenggarakan tanggal 22 Januari dengan acara utama ziarah kubur sang "Martir" Nazi. Tahun 1933 adalah untuk pertama kalinya Hitler menghadiri acara peringatan tersebut, karena tahun-tahun sebelumnya ancaman pembunuhan dari kaum komunis dan pembenci Nazi begitu nyata sehingga dia disarankan oleh pengikutnya untuk mewakilkan kehadirannya ke Goebbels, Gauleiter Berlin. Seperti biasa, identifikasi beibeh: (1) SA-Oberführer Dr. rer.pol. Achim von Arnim (Professor für Wehrwissenschaft an der Technischen Hochschule in Berlin-Charlottenburg), (2) Ernst Röhm (Stabschef der SA), (3) SA-Oberführer Wilhelm Brückner (Führer SA-Reichsleitung-Sturm und Leiter der Unterabteilung F in Amt III “Quartiermeisterstab beim Stab der OSAF”), (4) Führer Adolf Hitler, (5) SS-Sturmführer Julius Schaub (Führer z.b.V. Reichsführer-SS), (6) Joseph Goebbels (Gauleiter Berlin), (7) Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS), (8) SA-Obergruppenführer Franz Ritter von Epp (Amtsleiter im Wehrpolitischen Amt der Reichsführung der NSDAP), dan (9) Adolf Hühnlein (Quartiermeister und Chef des Kraftfahrwesens der SA, Obersten SA-Führung)


 Para petinggi Nazi menyambut Hitler yang baru saja turun dari mobil. Foto diambil di Berlin tahun 1933. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Hermann Göring (Reichstagspräsident), SS-Obergruppenführer Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), serta SS-Untersturmführer tak dikenal yang membawakan jaket tuannya dan kemungkinan adalah salah satu anggota bodyguard SS Führer

 
Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam bentuk Zigaretten Sammelbild (kumpulan gambar di bungkus rokok) dan dirangkum dalam album foto "Kampf ums dritte Reich" terbitan tahun 1933 yang berisi image para tokoh-tokoh Nazi dengan kegiatannya. Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer Josef "Sepp" Dietrich (Chef des Begleitkommandos "Der Führer") dan SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers)


Foto ini diambil di Wilhelmshaven tanggal 12 Desember 1933 dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk kapal penjelajah ringan "Köln" yang dihadiri oleh para petinggi Nazi dan Reichswehr. Dari kiri ke kanan: Tidak diketahui, SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (persönlicher Adjutant Hitlers), SS-Oberführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), Admiral Dr.phil.h.c. Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generaloberst Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Reichswehr). Hitler sendiri untuk pertama kalinya mengunjungi pangkalan angkatan laut Jerman tersebut tahun 1929 ditemani oleh Rudolf Hess dan Heinrich Himmler, dan tercatat berkunjung sebanyak 20 kali sampai dengan akhir perang. Perhatikan perbedaan cara hormat antara para pejabat Nazi dengan petinggi militer dalam foto ini!


 Hitler bersama dengan para pengiringnya di bandara Ainring, Berchtesgaden, tahun 1934. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Oberführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), tidak dikenal, SA-Gruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), dan tidak dikenal


 Foto koleksi pribadi Roger Bender ini diambil awal tahun 1935 dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: SA-Oberführer Walter Fritsch (Führer des SA-Feldjägerkorps), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Standartenführer tak dikenal, dan Oberstleutnant Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant des Reichsministers für Luftfahrt). Biasanya perwira setingkat Standartenführer ke atas mengenakan tanda pangkat di kedua sisi kerah (menggantikan versi untuk perwira rendah dan prajurit yang mengenakan unit insignia di salah satu sisinya). Dalam foto ini Fritsch, yang merupakan komandan provost-nya Sturmabteilung, jelas-jelas "ngeyel" dengan mengenakan bintang Polizei Prusia di sisi kanan dan insignia Oberführer di sisi kiri. Bukti bahwa ketidakseragaman seperti ini tidak hanya terjadi di akhir-akhir perang saja!


 Para petinggi Nazi dalam acara Reichsarbeitstag (Hari Buruh Reich) tanggal 1 Mei 1935. Perayaan ini (yang masuk salah satu hari libur di Jerman) secara resmi dinamakan sebagai "Nationaler Feiertag des deutschen Volkes" dari tahun 1934, sementara di tahun 1933 dia masih dinamakan "Feiertag der nationalen Arbeit". Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Philipp Bouhler (Chef Führerkanzlei), SA-Gruppenführer Rudolf Schmeer (Reichshauptdienstleiter der NSDAP), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsminister Bernhard Rust (menoleh ke kanan, Reichsminister für Wissenschaft, Erziehung und Volksbildung), SA-Gruppenführer Hanns Kerrl (Reichsminister für Kirchenangelegenheiten), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (di belakang Goebbels, persönliche Kamerdiener von Hitler), Major Friedrich Hossbach (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Obergruppenführer Richard Walther Darré (di belakang Brückner, Chef Rasse- und Siedlungshauptamt/RuSHA), Reichsjugendführer Baldur von Schirach (Jugendführer des Deutschen Reiches), dan Reichsminister Franz Seldte (ujung kanan di belakang Schirach, Reichsarbeitsminister)


 Foto bertandatangan Hitler ini diambil tanggal 9 Desember 1935 dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Wilhelm Grimm (Reichsleiter und Vorsitzender II.Kammer Oberstes Parteigericht), Reichsleiter Franz Xaver Schwarz (tanda panah, Reichsschatzmeister), SS-Gruppenführer Philipp Bouhler (tertutup oleh Schwarz, Chef Führerkanzlei), Reichsleiter Alfred Rosenberg (Leiter des aussenpolitischen Amtes der NSDAP), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Hauptsturmführer Bruno Gesche (di belakang Brückner, Chef Begleitkommando des Führers), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”)



Foto ini diambil di Garmish Partenkirchen bulan Februari 1936 dan secara keliru telah dipublikasikan di beberapa majalah bahwa mereka sedang menonton Olimpiade Musim Dingin ke-IV. Baris depan dari kiri ke kanan: Reichsleiter Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”). Menariknya, di belakang mereka duduk dua wanita: Sofie Stork (kiri) dan Eva Braun. Menarik karena di periode ini Hitler berusaha dengan keras menutup-nutupi hubungan asmaranya dengan Braun dan adalah hal yang luar biasa ketika dia mengizinkan kekasihnya tersebut untuk ikut serta dalam acara resmi meskipun tetap ada "jarak" di antara mereka! Stork sendiri merupakan sahabat Eva. Perhatikan pula selimut yang dipakai barengan oleh dua Adolf: Hitler dan Wagner. Selimut tersebut bergaya kotak-kotak khas Tartan Skotlandia, dan jauh dari gaya Nordik Jerman!


 Adolf Hitler dalam acara pertemuan dengan para petinggi Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) di Wilhelmshaven, medio 1935-1937. Identifikasi foto: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”) berdiri membelakangi kamera; SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler) memakai jaket kulit di belakang Hitler; SS-Obergruppenführer Sepp Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler) memakai teropong di belakang Schaub; SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) di belakang pundak Hitler; dan Kapitän zur See Otto von Schrader (Kommandeur der Befestigung Wilhelmshaven)


Foto ini diambil tanggal 5 Mei 1937 pada saat pembukaan Haus der deutschen Kunst (House of German Art/Rumah Seni Jerman) di Münich. Wanita di sebelah kanan Hitler adalah arsitek Gerhardine "Gerdy" Troost yang juga merupakan istri dari Paul Ludwig Troost (1878-1934), sesama arsitek yang merancang bangunan rumah seni Jerman tersebut tapi keburu meninggal sebelum pembangunannya selesai. Yang memakai dasi kupu-kupu di sebelah Menteri Propaganda Joseph Goebbels adalah Profesor Adolf Ziegler, Präsident der Reichskammer der Bildenden Künste. Dia adalah yang bertanggungjawab untuk mengenyahkan semua "Seni Kelas Rendah" buatan seniman Jerman dan hanya mengakomodir yang sesuai dengan gambaran ideal Nordik seperti yang diinginkan Hitler. Disini kita juga bisa melihat Kepala Ajudan Hitler SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (kiri) yang bersanding dengan SS-Obersturmführer Karl Wilhelm Krause (kedua dari kiri)



Upacara pemakaman dari ibunda Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Oberbefehlshaber der Wehrmacht) yang dilaksanakan di Waldfriedhof (Eberswalde) tanggal 20 Januari 1938. Baris depan dari kiri ke kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (terhalang oleh pohon, Kommandierender General III. Armeekorps), General der Artillerie Ludwig Beck (Chef des Generalstabes des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Wehrmachtamts im Reichskriegsministerium, RKM), Generaladmiral Dr.phil.h.c. Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalleutnant Friedrich "Fritz" Fromm (Chef des Allgemeinen Heeresamtes des Reichskriegsministeriums und später im Oberkommando des Heeres), dan (diselingi oleh pendeta yang memunggungi kamera) Generalfeldmarschall Von Blomberg. Hanya berselang kurang dari satu bulan kemudian, Blomberg dan Fritsch dicopot dari jabatannya oleh Hitler!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menginspeksi barisan kehormatan Leibstandarte SS Adolf Hitler dalam acara Reichstagssitzung (Sesi Reichstag) yang diadakan di Tiergarten (Berlin) tanggal 20 Februari 1938. Mengiringi di sebelah kirinya adalah komandan LSSAH, SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich, sementara di belakang mereka dari kiri ke kanan: perwira SS tak dikenal, SS-Untersturmführer Karl Krause (Ordonnanzoffizier in der SS-Begleitkommando des Führers), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), NSKK-Brigadeführer Albert Bormann (Chef Hauptamt I und Leiter der Privatkanzlei des Führers in Führerkanzlei), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Major Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan SS-Hauptsturmführer Theodor "Teddy" Wisch (Chef 1.Kompanie/LSSAH)


Acara konferensi pers di Führerbau selama berlangsungnya peristiwa "Kristallnacht" tanggal 10 November 1938. Kalau gambar orang-orang ini terlalu kecil sehingga membuat mata anda tetelo, coba klik gambarnya sehingga ngebelegedeg dan perhatikan! SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers) berdiri di bawah lampu dinding di tengah, si pirang dalam seragam hitam Allgemeine-SS yang berendengan dengan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Disini kita juga bisa melihat SS-Gruppenführer Julius Schaub (sebelah kiri Brückner memakai seragam hitam Allgemeine-SS, Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (sebelah kiri Wünsche, Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (keempat dari kanan, Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (kedua dar kanan, Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsminister Rudolf Hess (kanan, Stellvertreter des Führers). Foto oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler)


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpamitan dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) setelah meresmikan "Japanischen Kunstausstellung" (Pameran Kesenian Jepang) di Pergamon Museum. Foto diambil oleh Heinrich Hoffmann tanggal 28 Februari 1939. Tokoh Nazi lain yang ikut nampang dalam foto ini di antaranya adalah (baris depan dari kiri ke kanan): SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen Polizei), Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Reichsminister Dr. jur. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), SS-Hauptsturmführer Reinhard Spitzy (Sekretär des deutschen Botschafters), Reichsminister Bernhard Rust (Reichsminister für Wissenschaft, Erziehung und Volksbildung), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. jur. Otto Meissner (Chef der Präsidialkanzlei bei Hitler), Staatssekretär Paul Körner (Staatssekretär des Generalbevollmächtigten für den Vierjahresplan), dan Generalmajor (Luftwaffe) Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe). Satu lagi, di atas Frick bisa jadi adalah Gesandter Paul-Otto Schmidt (offizieller Dolmetscher Adolf Hitlers) dan orang Asia di antara Meissner dan ajudan SS di baris ketiga adalah Saburo Inouye, atase kebudayaan Jepang di Berlin


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan: enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)


 Adolf Hitler di atas KdF-Schiff "Robert Ley" dalam pelayaran perdana kapal pesiar khusus pekerja tersebut tanggal 4 April 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), pemuda tidak dikenal, Reichsleiter Dr. phil. Robert Ley (Leiter der "Deutschen Arbeitsfront", DAF), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern). KdF (Kraft durch Freude, Kekuatan melalui Kesenangan) adalah organisasi pemerintah yang khusus mengurus hiburan dan wisata para pekerja Jerman. Berada di bawah kontrol DAF, organisasi ini bertujuan untuk membuat para pekerja tulang punggung negara merasa nyaman dalam pekerjaan mereka dengan memberikan penghargaan setinggi-tingginya melalui liburan gratis dan kemewahan yang sebelumnya hanya bisa dimiliki oleh orang-orang kaya saja. Begitu suksesnya KdF sehingga pada tahun 1930-an dia menjadi operator turisme terbesar di dunia!


 SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“) mencoba mobil Volkswagen Beetle convertibel yang dipersembahkan oleh Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil terkenal dan pendiri perusahaan otomotif Porsche) sebagai hadiah ulang tahun ke-50 untuk Adolf Hitler di Berlin (Jerman) tanggal 20 April 1939


 Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Duduk di depan dari kiri ke kanan: General der Infanterie a.D. Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (veteran Perang Dunia I), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Befehlshaber Wehrkreis IX), SA-Obergruppenführer Willy Marschler (Ministerpräsident Thüringen), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Duduk di baris belakang: SS-Brigadeführer und General der Waffen-SS Franz Breithaupt (SS Standortführer in SS-Hauptamt), SS-Oberführer tak dikenal, SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Ludwig Bahls (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), veteran Perang Dunia I tak dikenal, SA-Obergruppenführer Adolf Heinz Beckerle (Führer SA-Gruppe Hessen), dan SS-Gruppenführer Walter Schmitt (Chef SS-Personalkanzlei in SS-Hauptamt)


 Pada tanggal 1 September 1939 pukul 10:00 pagi, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berbicara di hadapan para deputi Reichstag Jerman dan mengumumkan bahwa saat ini Jerman dalam keadaan berperang dengan Polandia. Pengumuman tersebut disambut dengan gegap gempita, tepuk tangan panjang dan teriakan "Heil Hitler" yang membahana diselingi oleh salam Nazi. Generalfeldmarschall Hermann Göring (Reichstagspräsident) duduk di atas Hitler dalam fungsinya sebagai pimpinan Reichstag; di kiri Hitler berdiri SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler) dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Reichsminister ohne Portfeuille und Chef der Reichskanzlei), sementara di kanannya adalah SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); di baris depan di sebelah kiri adalah Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen) dan SS-Obergruppenführer Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), sementara di belakang mereka adalah Reichsminister Walter Funk (Reichswirtschaftsminister) dan Reichsminister Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister für Finanz)


Parade kemenangan Jerman di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato di hadapan para "Alte Kämpfer" (Pejuang Tua) dalam Peringatan Münich Putsch yang diselenggarakan di Bürgerbräukeller tanggal 8 November 1939. Tanpa disadari oleh semua pihak yang hadir, sebuah bom telah ditanam oleh Georg Elser di podium tempat Hitler berpidato. Banyak dari pentolan NSDAP-Reichsleitung ini dipastikan tewas atau terluka kalau saja Hitler tidak secara tiba-tiba menghentikan pidatonya lebih cepat dari biasanya dan kemudian meninggalkan lokasi acara! Untuk identifikasinya, dari kiri ke kanan: Alfred Rosenberg (kiri bawah memegang mulut), Joseph Goebbels, Wilhelm Grimm (memakai seragam Heer diatas Goebbels), Dr. Wilhelm Frick, Max Amann (paling bawah kelihatan kepalanya doang), Karl Fiehler, Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Adolf Hühnlein, Hermann Kriebel, Dr. Fritz Todt, Franz Ritter von Epp, Rudolf Hess, Julius Schaub, Adolf Wagner, Martin Bormann, Wilhelm von Grolmann, Wilhelm Brückner, Heinrich Himmler, Ulrich Graf, Christian Weber, Heinrich Hoffmann, Rudolf Schmundt, Karl Wolff, Hans Pfeiffer, dan Max Wünsche


 Para staff Adolf Hitler sedang bergosip ria membicarakan capres Jokowi-Prabowo dengan ditemani oleh botol cukrik cap "Langsung Modar", dari kiri ke kanan: Christa Schroeder (Sekretärin Adolf Hitler), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Gerda "Dara" Christian née Daranowski (Sekretärin Adolf Hitler), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Perhatikan bahwa dalam foto ini Brückner memakai lambang Reichsadler Heer, sama seperti yang dipakai oleh Hitler. Hal ini bukanlah hal yang tidak biasa, dan umumnya dipakai oleh staff pribadi Hitler yang berasal dari SA (Sturmabteilung). Contoh lain dari pemakaian Reichsadler serupa ini bisa dilihat dari seragam yang dikenakan oleh SA-Hauptsturmführer Sergej Fröhlich, SA-Obergruppenführer Hans Oberlindober, dan juga SA-Obersturmfährer Vater yang merupakan kepala staff dapur dan pelayan Führer. Seragam serupa ini HANYA dipakai setelah Perang Dunia II pecah dan tidak sebelumnya


 Adolf Hitler dan staff-nya dalam sebuah perayaan di Berghof Obersalzberg. Foto ini biasanya dilabeli sebagai perayaan ulangtahun Hitler di tahun 1943 (bahkan 1944), meskipun sebenarnya merupakan perayaan tahun baru 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Christa Schroeder (Hitlers Sekretärin), Eva Braun (kekasih Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Margarete "Gretl" Braun (adik Eva Braun yang nantinya menikah dengan SS-Gruppenführer Hermann Fegelein), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef). Baris tengah: Gerda Daranowski (Hitlers Sekretärin), Prof. Dr. med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), Margarete Weber (istri dari Albert Speer), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris belakang: Hannelore "Hanni" Moller (istri Theo Morell), Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Gerda Buch (istri Martin Bormann), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Sturmbannführer Heinrich Heim (Leiter Abteilung Rechtstfragen in Amt Staatsrechtlichefragen in Amt Stellvertreter des Führers)


 Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Oberleutnant Rudolf Witzig (Führer Sturmgruppe "Granit"/ Fallschirm-Sturm-Abteilung "Koch"/ 7.Flieger-Division) dan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Foto koleksi pribadi Shaun Winkler ini kemungkinan besar diambil tahun 1940 pasca penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant Witzig atas prestasinya dalam pendudukan benteng Eben-Emael di Belgia


Adolf Hitler bersama para staffnya berfoto bersama di Hauptquartier "Wolffschanze" bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan, baris pertama: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda); Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); Führer Adolf Hitler; Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamtes); SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers); Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris kedua : Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (tertutup topi Keitel, Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenshatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe); Heinz Lorenz (sedikit terhalang oleh Bodenshatz, deutscher Pressesekretär im Führerhauptquartier); SS-Oberführer Walther Hewel (di atas kepala Hitler, Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler); orang dengan kacamata tidak diketahui identitasnya; Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); SS-Gruppenführer Julius Schaub (di atas kepala Jodl, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler); SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS); Prof.Dr.med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt); dan SS-Obersturmführer Hans-Georg Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanz-Offizier)



Kunjungan pertama dan terakhir Adolf Hitler ke kota Paris berlangsung di pagi tanggal 23 Juni 1940. Foto di atas begitu terkenal dan memperlihatkan sang Führer diiringi oleh para bawahannya dengan latar belakang Menara Eiffel. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Karl Bodenschatz (di belakang Wolff), SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff, SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (di belakang), Architekt Hermann Giesler, Generaloberst Wilhelm Keitel (di belakang Giesler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner, Architekt Albert Speer, SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (di belakang), Hitler, Reichsleiter Martin Bormann, Bildhauer Arno Breker, SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich, dan SS-Obersturmführer Richard Schulze



 Para "wisatawan" Nazi sedang mengagumi keindahan kota Paris dari lapangan terbuka La Basilique du Sacré Coeur de Montmartre, hari minggu tanggal 23 Juni 1940 (Bundesarchiv salah saat menyebutkan foto ini diambil tanggal 30 Juni 1940, begitu juga sumber lain yang menyebutkan tanggal 28 Juni 1940!). Dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler, architekt Albert Speer, Reichsleiter Martin Bormann, architekt Hermann Giesler, bildhauer Arno Breker, SS-Obersturmführer Hans Pfeiffer, SS-Hauptsturmführer Max Wünsche, SS-Gruppenführer Karl Wolff, dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner


 Lukisan Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“) yang mengenakan seragam coklat SA (Sturmabteilung) berpangkat Gruppenführer. Lukisan tersebut dipublikasikan di zaman Nazi dalam bentuk Zigaretten Sammelbild (kumpulan gambar di bungkus rokok)

-------------------------------------------------------------------------------












Sumber :
Buku "Nazi Regalia" karya E.W.W. Fowler 
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Hugo Jaeger
Foto koleksi Library of Congress
Foto koleksi pribadi Bart V.
Foto koleksi pribadi Michael D. Miller
Foto koleksi pribadi Shaun Winkler
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.commons.wikimedia.org 
www.de.metapedia.org
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.fpp.co.uk 
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.life.com
www.thirdreichruins.com 
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2images.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar