Kamis, 04 Desember 2014

Foto Mayat Tentara Jerman yang Terbunuh (KIA) dalam Pertempuran di Front Barat

Untuk melihat jumlah total korban Jerman dalam Perang Dunia II bisa dilihat DISINI


Ich hatt einen kameraden... Dua orang Grenadier dari SS-Verfügungs-Division bersiap-siap untuk menguburkan mayat rekan mereka yang gugur dalam pertempuran dalam invasi ke Barat tahun 1940 dan kini diselubungi oleh kain Zeltbahn. SS-Verfügungs-Division merupakan gabungan dari resimen SS Deutschland, Germania dan Der Führer, yang nantinya menjadi Divisi SS ke-2 "Das Reich". Foto oleh SS-Kriegsberichter Friedrich Zschäckel dalam bukunya "Waffen-SS im Westen - Ein Bericht in Bildern" (1941)



Salah satu foto yang diambil setelah serangan Dieppe yang gagal tahun 1942. Pihak Jerman sedang mengangkut para prajurit yang terluka, sementara di latar depan tampak seorang prajurit Jerman yang terbunuh. Dalam penyerbuan ke Dieppe (Normandia/Prancis) tanggal 19 Agustus 1942, pihak Sekutu kehilangan 907 prajuritnya yang tewas, sementara Jerman hanya 311 orang


Hari kedua invasi Sekutu atas Normandia (7 Juni 1944) yang memperlihatkan kesudahan dari sebuah pertempuran di sekitar pagar tanaman tinggi di dekat Ste. Mere Eglise. Mayat tentara Jerman beserta dengan peralatan mereka berserakan di sepanjang parit sementara prajurit Amerika yang terluka sedang mendapatkan pertolongan pertama. Fotografernya adalah Bob Landry dari LIFE


Jenazah tiga orang prajurit Fallschirmjäger dari III.Battalion/Fallschirmjäger-Regiment 6 tergeletak di sebuah jalan kecil di dekat Sainteny, 8km barat-daya Carentan, Normandia (Prancis), tanggal 7 Juni 1944. Perhatikan Schiwmmwagen VW Tipe 166 di latar belakang bersama dengan dua orang GI dari US 4th Infantry Division


Salah satu dari begitu banyak tentara Jerman yang terbunuh saat mencoba lolos dari kepungan pasukan Sekutu di Carentan. Pertempuran di Carentan, Normandia, berlangsung dari tanggal 10 s/d 15 Juni 1944 antara Fallschirmjäger-Regiment 6, dua Ost-Bataillon, dan sisa-sisa pasukan jerman dari unit lain melawan U.S. 101st Airborne Division. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan di pihak Amerika


 Foto ini diambil di belakang sebuah gereja di Colleville-sur-Mer (Normandia) tanggal 14 Juni 1944, tak lama setelah pendaratan amfibi Sekutu, dan memperlihatkan tiga warga sipil Prancis berbincang santai dengan kameraman Amerika dari 162nd atau 165th Signal Photo Company di dekat mayat tentara Jerman. Berdiri ketiga dari kiri adalah kapten medis dari ESB Omaha (kompi ke-5 atau ke-6) yang teridentifikasi dari helmnya dan pita lengan palang merah. Foto hasil karya fotografer terkenal Robert Capa ini pertama kali dipublikasikan oleh majalah LIFE edisi 3 Juli 1944 halaman 11, dan sensor masa itu telah membuat logo unit di helm dan lencana lengan di prajurit yang membelakangi kamera di kanan menjadi tidak terlihat dengan jelas (sebenarnya dia berasal dari 82nd Airborne Division / First U.S. Army). Saat pasukan Sekutu bergerak semakin dalam di Normandia, masyarakat Prancis, di bawah perintah langsung dari Jenderal Dwight D. Eisenhower, melakukan berbagai aksi sabotase dan hal apapun yang bisa mereka lakukan demi menghambat usaha pasukan Wehrmacht yang sedang bertempur di negerinya. Tentara Jerman dalam foto ini dibunuh oleh seorang warga Prancis yang sebelumnya telah dipaksa bekerja untuk Nazi dengan gaji 2$ perminggu. Si Landser kemungkinan besar berasal dari 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-regiment 726 / 716.Infanterie-Division yang memang pada saat itu ditempatkan di Colleville-sur-Mer


Prajurit Jerman yang malang ini tergeletak di tengah jalan di dekat pelabuhan Cherbourg tak lama setelah penyerbuan Sekutu ke Normandia (Juni 1944). Rakyat sekitar, yang tampaknya telah terbiasa dengan suasana perang, dengan santai berjalan melewatinya! Tampaknya seseorang telah menempatkan tornister sebagai bantal di bawah kepala si prajurit, mungkin untuk membuat saat-saat terakhirnya lebih "nyaman". Mayat yang sama difilmkan oleh British Pathe, dan videonya bisa dilihat DISINI

Pada tanggal 13 Juni 1944, elemen-elemen dari 17.SS-Panzergrenadier-Bataillon menyerang posisi pasukan Amerika dengan melewati Carentan dari baratdaya, dan dibantu oleh Fallschirmjäger-Regiment 6. Beberapa artileri bergerak milik batalyon Panzerjäger ikut pula diperbantukan dalam serangan tersebut. Salah satu penghancur tank tersebut berhasil dihentikan oleh tembakan anti-tank, sementara komandannya ditembak mati saat berusaha keluar dan menyelamatkan diri 



 Mayat awak Panzerkampfwagen V Panther yang tergeletak di atas dek mesin tanknya yang berselaput Zimmerit, Front Barat tahun 1944. Dari Ostmedaille (Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42) di kerahnya, kita bisa mengetahui bahwa dia adalah veteran perang musim dingin di Rusia tahun 1941/1942. Dia juga mengenakan Verwundetenabzeichen (Medali Luka) di seragamnya, dan cincin tak dikenal (Totenkopfring?) di jarinya


 Para awak Panzerkampfwagen IV "743" ini bergelimpangan tak bernyawa di sekeliling tank mereka yang terbakar hangus. Foto diambil di barat laut Eropa tahun 1944 oleh fotografer Inggris George Rodger yang terkenal akan hasil karyanya di wilayah Afrika. Tank tersebut dilapisi oleh pasta anti magnetik alias Zimmerit di badannya


Mayat seorang awak Sturmgeschütz Ausf.G yang "nyangkut" di laras meriam. Kaki prajurit malang ini tampaknya telah hancur, yang menguatkan dugaan bahwa dia tewas terlontar setelah terkena ledakan bom! Foto ini diambil tak lama setelah pemboman strategis besar-besaran oleh pesawat-pesawat bomber Sekutu pada hari pertama Operasi Cobra tanggal 25 Juli 1944 yang merupakan upaya terobosan Sekutu menembus pertahanan Jerman di Normandia


 Dua orang prajurit Amerika dari 3rd Armored Division memeriksa sebuah Sturmgeschütz (StuG) III Ausf.G Jerman yang terkena sergapan musuh dalam pertempuran di Luxemburg. Pertempuran ini merupakan bagian dari operasi militer Jerman bersandi "Wacht am Rhein", dan lebih dikenal sebagai "Ofensif Ardennes" atau "Battle of the Bulge" (Pertempuran Tonjolan)


Di wilayah sekitar Chambois (Prancis), mayat dua orang prajurit Jerman tergeletak di tengah-tengah rongsokan kendaraan mereka yang telah hancur. Tak jelas apakah sebelumnya mereka diserang dari udara atau darat, yang jelas kertas-kertas yang berserakan menunjukkan bahwa telah dilakukan penjarahan terhadap mereka. Truk di sebelah kiri adalah Opel Blitz, tipe truk ringan yang paling umum digunakan oleh Jerman dalam Perang Dunia II


Seorang prajurit GI Amerika memandangi mayat seorang tentara Jerman yang terbaring di belakang sebuah rongsokan SdKfz 251 Ausf.D schützenpanzerwagen (awal Agustus 1944). Si prajurit memegang senapan mesin M3 "Grease Gun", sementara SdKfz-nya mempunyai nomor registrasi SS yaitu S 926256 dan merupakan kepunyaan 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler". Di latar belakang tampak rongsokan lain dari NSU Kettenkrad HK-101 (SdKfz 2) yang teronggok di depan stasiun kereta api Mortain. Kendaraan Jerman ini di-K.O. oleh senjata anti-tank 57mm (Sergeant Miller Rhyne) dari 120th Infantry-Regiment/30th US Infantry-Division dan senjata anti-tank 3" dari elemen-elemen peleton pertama, A Company, 823rd TD Battalion

 
Hasil dari penyergapan udara oleh pesawat-pesawat Sekutu terhadap konvoy 2. SS-Panzer-Division "Das Reich" di depan stasiun Mortain/Le Neufbourg (Prancis) tanggal 12 Agustus 1944. Di latar depan tampak sebuah Sd.Kfz.251 yang teronggok dengan seorang prajurit Waffen-SS tergeletak tak bernyawa di sampingnya. Untuk melihat kondisi jalan yang sama saat ini, bisa melihat DISINI
 


Dalam kancah pertempuran di kota Toulon yang diduduki, prajurit-prajurit Prancis menggunakan senjata anti-tank Jerman yang berhasil direbut untuk menyerang mantan tuannya. Pertempuran demi memperebutkan pelabuhan di selatan Prancis yang berlangsung selama delapan hari ini berujung pada menyerahnya pihak Jerman tanggal 28 Agustus 1944. Laksamana Prancis André Lemonnier mengatakannya sebagai "Sesuatu yang luar biasa. Beberapa jalan tampak tak berpenghuni sementara yang lainnya dipenuhi oleh warga sipil yang berjalan-jalan seakan-akan pertempuran sedang terjadi di tempat yang berkilometer jauhnya."


Mayat prajurit belia Jerman yang terbunuh dalam ofensif Inggris di Belanda tanggal 31 Desember 1944. "pose"nya sendiri terbilang tidak biasa, dengan tangan di pinggang, dan bersandar pada senapannya yang telah kosong menggunakan bahunya! Selain itu, bila kita perhatikan lebih lanjut maka terdapat dua lubang di stahlhelm-nya. Senapan dalam foto ini kemungkinan adalah Gewehr 43 atau Karabiner 43. Fotografernya adalah George Silk dari LIFE




 Sebuah Sturmgeschütz III Ausf.G, sebuah Sd.Kfz.251/1 dan sebuah Sd.Kfz.251/17 di Luxemburg tak lama setelah Operasi Wacht am Rhein, dengan para awaknya yang tewas bergelimpangan di tanah. Tampaknya mereka telah disergap tiba-tiba oleh pasukan Sekutu, meskipun tidak diketahui apakah serangan itu datangnya dari arah darat atau udara


Pekerjaan sebagai reporter perang memang merupakan salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Sudah bukan hal aneh kalau mereka menjadi salah satu manusia pertama yang diterjunkan ke medan perang bersama pasukan pelopor lainnya demi mendapatkan hasil gambar yang dramatis. Sementara yang lain dipersenjatai dengan senapan, pistol, granat, flamethrower dan sebagainya, sang reporter cukup bersenjatakan kamera. Dan memang peluru tidak memandang apakah dia prajurit biasa, unit medis atau wartawan, karena selama engkau memakai seragam musuh maka dia akan memangsamu! Seperti nasib Kriegsberichter ini, terbujur kaku dengan "senjata" utama masih menggantung di lehernya... 



Private First Class (Pfc) Frank Vukasin dari 331st Infantry Regiment/83rd Infantry Division Amerika dengan tenang mengisi ulang senapan M1-nya di dekat Houffalize, Belgia, sementara dua orang tentara Jerman tergeletak tak bernyawa di dekatnya, 15 Januari 1945. Apakah dia yang telah mengambil nyawa mereka? Tidak dijelaskan dalam caption asli foto ini


Seorang perwira Waffen-SS (kiri) dan supirnya tergeletak tak bernyawa di samping mobil mereka yang kaca depannya pecah diberondong peluru. Di sebelah mereka berdiri seorang tentara Amerika yang memegang senjata. Tampaknya kaki sang supir jebol diberondong senapan mesin kaliber berat (mungkin MG kaliber 50?). Dari plat nomor mobilnya (SS 503 176) kita bisa mengetahui bahwa kedua orang ini berasal dari 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler". Foto ini diambil tahun 1945 di Austria


Sumber :
Buku "Time-Life Books World War II: Liberation" oleh Martin Blumenson
Buku "Waffen-SS Im Westen" terbitan tahun 1941
Buku "World War II in Photographs" terbitan Carlton Books
Foto koleksi NARA
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi 
Foto koleksi pribadi Christian Ankerstjerne 
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz
Foto koleksi pribadi Marco Marzilli
Foto koleksi pribadi PanzerV
Foto koleksi pribadi Remy Spezzano
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar